Print this page

Netanyahu Klaim Pertemuan 10 Negara di Abu Dhabi, Saudi dan Yordania Bantah

Rate this item
(0 votes)
Netanyahu Klaim Pertemuan 10 Negara di Abu Dhabi, Saudi dan Yordania Bantah

 

Arab Saudi dan Yordania membantah laporan media-media Ibrani tentang kehadiran pejabat 2 negara dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Rezim Zionis selama kunjungan terbarunya ke UEA. Sementara itu, media-media yang dekat dengan Netanyahu dituduh mengajukan klaim-klaim ini demi tujuan elektoral dan upaya memecah isolasi internasionalnya.

Melansir ISNA, Rabu, 30 September 2026, setelah media-media Ibrani mengklaim Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis dalam kunjungan terbarunya ke UEA bertemu dengan pejabat beberapa negara Timur Tengah termasuk seorang pejabat Saudi, seorang pejabat senior Saudi dalam wawancaranya dengan kantor berita Reuters mengatakan bahwa laporan tentang pertemuan antara pejabat Saudi dan Israel tidak benar.

Netanyahu pada hari Minggu (27/9) melakukan perjalanan ke Abu Dhabi dan di sana bertemu dengan Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Presiden UEA, pertemuan yang dikonfirmasi oleh pejabat Israel dan UEA.

Dalam kaitan ini, jaringan televisi Al-Mamlaka mengutip seorang sumber Yordania membantah klaim yang diajukan tentang kehadiran perwakilan Yordania dalam pertemuan dengan Netanyahu selama kunjungan ini dan menegaskan, apa yang diterbitkan media-media Israel yang dekat dengan Netanyahu adalah buatan dan tidak berdasar dan klaim-klaim ini diajukan demi tujuan elektoral setelah isolasi internasional Netanyahu selama kehadirannya di pertemuan-pertemuan PBB.

Kanal 14 televisi rezim Zionis yang merupakan media dekat dengan Netanyahu, Selasa (29/9) malam mengklaim bahwa pertemuannya dengan Mohammed bin Zayed, Presiden UEA di Abu Dhabi dilakukan dalam 2 tahap, tahap pertama adalah pertemuan tatap muka antara 2 pihak dan tahap kedua adalah pertemuan yang lebih luas dengan kehadiran perwakilan dari Amerika, Arab Saudi, Maroko, Mesir, Kuwait, Bahrain, Libya, dan Oman.

Media Ibrani ini dalam lanjutannya mengklaim bahwa perwakilan 10 negara hadir dalam pertemuan itu.

Jaringan televisi yang dekat dengan Netanyahu ini juga mengutip seorang sumber UEA yang namanya tidak diungkapkan, mengumumkan bahwa "peserta berbicara tentang penguatan kerja sama keamanan dan intelijen antara Israel dan UEA serta pembentukan kerangka regional untuk menghadapi ancaman bersama", tetapi sumber ini tidak memberikan bukti apa pun untuk mengonfirmasi perkataannya.

Kanal 14 televisi rezim Zionis juga mengklaim bahwa dalam pertemuan ini dibahas penyusunan rencana operasional untuk menghadapi Iran dan Gerakan Ansarullah serta memberikan bantuan intelijen dan keamanan kepada Arab Saudi dan dikaji kemungkinan pembentukan aliansi regional baru dan pembuatan jalur untuk transfer minyak dengan memutar Selat Hormuz.

Negara-negara yang disebutkan media Ibrani ini tidak mengumumkan partisipasi mereka dalam pertemuan ini dan bantahan Arab Saudi serta Yordania bertentangan dengan narasi media ini dan tentu saja nama Yordania tidak ada dalam daftar delapan negara yang diklaim jaringan televisi dekat Netanyahu hadir dalam pertemuan.

Kantor berita resmi UEA, WAM pada hari Senin (28/9) mengumumkan bahwa Mohammed bin Zayed pada hari Minggu (27/9) di Abu Dhabi menjadi tuan rumah Netanyahu dan dalam pertemuan ini hubungan bilateral dan cara memperkuat serta mengembangkannya dibahas.

Di sisi lain, kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa perjalanan ini berfokus pada penguatan hubungan antara 2 pihak dan pembahasan tantangan kawasan.

Juga dalam pernyataan ini disebutkan partisipasi Shmuel Ben-Ezra, Ketua Dewan Keamanan Dalam Negeri Rezim Zionis; Roman Gofman, Kepala Mossad; Guy Markizano, Sekretaris Militer; dan Ophir Falk, Penasihat Politik Perdana Menteri rezim Zionis.

Perjalanan Netanyahu ke UEA dilakukan di tengah laporan tentang bahwa Netanyahu sebelum serangan 7 Oktober 2023 menerima peringatan dari UEA dan kontroversi muncul dalam kaitan ini.

New York Times pada hari Jumat (25/9) dalam sebuah laporan menulis bahwa Netanyahu menerima peringatan rahasia tentang kemungkinan serangan Gerakan Hamas dari Presiden UEA tetapi tidak menyampaikannya kepada pejabat keamanan Tel Aviv.

Sebaliknya, kantor Netanyahu dengan menerbitkan pernyataan menggambarkan laporan ini sebagai "sepenuhnya bohong" tetapi Kementerian Luar Negeri UEA mengumumkan bahwa Abu Dhabi tidak berkomentar tentang laporan media atau spekulasi tentang perundingan antar kepala pemerintahan.

Read 3 times