Mantan Presiden Paraguay ditangkap polisi setelah anggota parlemen negara itu memakzulkannya dan mencopotnya dari jabatan.
Menurut laporan IRNA yang mengutip Reuters, Sabtu, 07 November 2026, media lokal pada Jumat (6/11) melaporkan bahwa polisi Paraguay menangkap mantan Presiden Santiago Peña.
Penangkapan itu terjadi tak lama setelah anggota parlemen memakzulkan Peña karena dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi perbankan.
Setelah pemakzulan Peña, wakilnya, Pedro Alliana, mengucapkan sumpah jabatan sebagai penggantinya.
Sebelumnya, pada Jumat (6/11), Senat Paraguay menolak permintaan presiden untuk memperpanjang batas waktu selama 72 jam guna mempersiapkan pembelaannya dalam proses pemakzulan. Senat memintanya hadir di hadapan anggota parlemen paling lambat pukul 12.10 waktu setempat.
Proses pemakzulan ini berlangsung di tengah krisis keuangan yang melibatkan Ueno Bank. Pada awal pekan ini, bank tersebut berada di bawah pengawasan Bank Sentral Paraguay menyusul kekhawatiran mengenai kondisi keuangannya.
Kondisi tersebut membuat nasabah mengalami pembatasan akses terhadap simpanan mereka. Hal ini memicu kemarahan publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai aktivitas keuangan bank tersebut.
Peña sebelumnya merupakan pemegang saham di perusahaan induk yang memiliki Ueno Bank. Ia menghadapi tuduhan konflik kepentingan serta dugaan pelanggaran terkait dana pensiun publik yang disimpan di bank tersebut.
Pada Kamis, di tengah tekanan yang semakin besar, Peña mengajukan pengunduran diri. Namun, anggota parlemen tidak berhasil mencapai kuorum untuk membahas permohonan tersebut. Akibatnya, proses pemakzulan tetap berlanjut.