Print this page

50 Serbuan Harian Penjajah ke Tepi Barat untuk Mematahkan Semangat Perlawanan

Rate this item
(0 votes)
50 Serbuan Harian Penjajah ke Tepi Barat untuk Mematahkan Semangat Perlawanan

 

Seorang analis dan pakar urusan permukiman dengan menyebut serbuan berulang penjajah ke Tepi Barat mengatakan, "Penjajah setiap hari menyerbu Tepi Barat 50 kali untuk mematahkan semangat perlawanan rakyat Palestina."

Menurut laporan IRNA dari kantor berita Shehab, Jumat, 06 November 2026, Mahmoud Al-Sayfi, analis urusan politik Palestina menegaskan, "Intensifikasi serbuan tentara penjajah Israel ke kota-kota, permukiman, dan kamp-kamp Palestina di Tepi Barat sejalan dengan rencana terarah untuk memaksakan realitas yang dipaksakan dan normalisasi kehadiran tentara penjajah di tengah warga sipil serta upaya mematahkan semangat perlawanan di kalangan bangsa Palestina."

Ia menambahkan, "Tepi Barat menyaksikan sedikitnya 50 serbuan per hari yang selama itu dilakukan penangkapan, pengepungan, penutupan jalur dengan menempatkan penghalang besi dan pos pemeriksaan."

Al-Sayfi mengatakan, "Jumlah tahanan di penjara-penjara penjajah telah melampaui sembilan ribu 400 orang yang di antaranya lebih dari tiga ribu 300 orang ditahan secara administratif tanpa tuduhan."

Pakar ini tentang perkembangan terbaru Provinsi Al-Khalil (Hebron) juga menyatakan, "Penjajah melakukan pengepungan dan hukuman kolektif di wilayah Al-Jaldah, Ain Dair Bahah, dan Farsh Al-Hawa selama 10 hari dan mengusir lebih dari tiga ribu 500 warga Palestina dari rumah mereka serta memeriksa lebih dari dua ratus wilayah dan menangkap 115 orang."

Al-Sayfi menyatakan, "Perdana Menteri rezim penjajah tidak menuruti permintaan tentara untuk mundur pada hari-hari pertama dan menekankan perpanjangan pengepungan dengan tujuan eksploitasi pemilu. Serbuan ini menimbulkan kehancuran besar."

Ia berbicara tentang kerusakan berat yang menimpa warga Palestina pada musim panen zaitun tahun ini dan menambahkan, "Penjajah menghalangi petani mencapai lebih dari 40 persen kebun zaitun dan juga mencuri lebih dari 15 ton zaitun."

Ia mengatakan, "Tindakan-tindakan ini dilakukan dengan tujuan mengepung bangsa Palestina dan menghilangkan sumber penghidupan keluarga petani agar mereka terpaksa mengungsi secara paksa."

Tentang skenario ke depan juga, Al-Sayfi mengatakan, "Setiap kabinet baru penjajah akan menghadapi tekanan dan krisis akibat intensifikasi terorisme pemukim dan aktivitas permukiman. Hal ini berdampak negatif pada citra internasional penjajah di mata Eropa dan pemerintah Amerika Serikat. Tekanan ini mungkin memaksa kabinet penjajah berikutnya memberikan konsesi dan melakukan reformasi."

"Analis urusan politik Palestina Mahmoud Al-Sayfi menegaskan intensifikasi serbuan tentara penjajah Israel ke kota, permukiman, dan kamp Palestina di Tepi Barat sejalan dengan rencana terarah memaksakan realitas yang dipaksakan dan normalisasi kehadiran tentara penjajah di tengah warga sipil serta upaya mematahkan semangat perlawanan bangsa Palestina. Ia menyebut Tepi Barat menyaksikan sedikitnya 50 serbuan per hari dengan penangkapan, pengepungan, penutupan jalur, penghalang besi, dan pos pemeriksaan; jumlah tahanan di penjara penjajah melampaui 9.400 orang termasuk lebih dari 3.300 ditahan administratif tanpa tuduhan."

Read 6 times