کمالوندی
Mengenang Bagaimana Imam Jawad as Mengajarkan Kesabaran
Akhir bulan Zulkaidah merupakan hari syahadah Imam Jawad as pada tahun 220 HQ. Imam Jawad as di hari ini berpulang ke rahmat Allah dan dunia Islam diliputi kesedihan kehilangan pemimpin besar.
Hari ini, kota Kazhimain di Irak dalam situasi yang berbeda dari hari-hari biasa. Bendera hitam berkibar di atas kubah makam sucinya dan kesedihan meliputi kota. Tua dan muda semua bergerak menuju makam suci dan membacakan kidung duka meratapi kepergian Imam Jawad as.
Imam Muhammad bin Ali at-Taqi dilahirkan pada tahun 195 Hijriah di kota Madinah. Imam Jawad as sejak kecil hingga menginjak usia remaja telah dikenal akan keilmuan, kefasihan, kesabaran dan ketakwaan. Beliau memiliki kecerdasan dan cara penyampaian yang lugas. Meskipun usianya masih muda belia, tapi dari sisi keilmuan dan keutamaan beliau telah disejajarkan dengan tokoh-tokoh masa itu.
Ayahnya Imam Ridha as dan ibunya bernama Sabikah. Ketika lahir ke dunia, Imam Ridha as memeluknya dengan penuh kasih sayang dan pada saat itu juga memberikan kabar akan peristiwa pahit dan syahadahnya. Imam Ridha as mengatakan, "Ini adalah anakku dan akan terbunuh dengan kezaliman. Penduduk langit menangisi syahadahnya dan Allah murka kepada musuhnya. Pembunuhnya setelah itu tidak akan menikmati kehidupan dan akan segera mendapat azab ilahi."
Imam Muhammad at-Taqi as merupakan Imam kesembilan Syiah dan pemimpin ilahi pertama yang menerima tanggung jawab Imamah dalam usia yang masih belia. Beliau dalam usia delapan tahun harus memikul tanggung jawab ini setelah syahadah ayahnya dan menuntun masyarakat.
Meskipun usianya masih muda belia, tapi dari sisi keilmuan dan keutamaan beliau telah disejajarkan dengan tokoh-tokoh masa itu. Imam Jawad memang berumur belia saat meninggalkan dunia yang fana. Namun usia 25 tahun yang beliau lewati telah meninggalkan warisan ilmu dan khazanah hikmah yang tak terbatas. Sejarah menyebutkan nama 150 orang yang pernah berguru kepada Imam Jawad as dan mendapat bimbingan beliau. Diantara mereka, nampak nama-nama para tokoh yang dikenal figur besar di bidang keilmuan dan fiqh.
Benar, Imam Jawad as menjadi Imam ketika usianya baru delapan tahun. Keimamahannya dalam usia seperti itu menyebabkan banyak yang takjub dan tidak kurang yang meragukannya. Karena sebagian orang hanya mencukupkan diri dengan mengkaji fenomena alam dari parameter materi. Padahal Allah Maha Kuasa dan Bijak memiliki kekuasaan untuk menyampaikan orang yang masih berada dalam usia muda sampai pada kesempurnaan akal karena maslahat. Sebagaimana berdasarkan al-Quran, masalah seperti pernah terjadi dalam umat-umat terdahulu. Kenabian Yahya ketika masih kecil dan bagaimana Nabi Isa as berbicara ketika masih kecil. Contoh-contoh yang merupakan mukjizat ilahi.
Dialog, debat, menjawab pertanyaan, ungkapan bijak dan khutbah Imam Jawad menjadi bukti jelas akan ilmu beliau dan sebagai pemimpin umat Islam, beliau menjadi teladan sebagai ilmuan muda yang selalu tampil cemerlang dalam masalah keilmuan. Ilmu dan masalah gaib yang terpancar dari ucapan beliau yang mencerahkan menyebar di antara umat Islam dan setiap dari ucapannya berhasil membuka kunci masalah besar dan yang tidak terpecahkan dalam fiqih dan ilmu-ilmu yang lain. Kenyataan ini sangat mencengangkan tidak hanya ulama dan peneliti Islam waktu itu, tapi bahkan juga para penentang mazhab Syiah waktu itu, sehingga mereka tidak dapat mencegah akan ketinggian dan keutamaan beliau. Mereka mengakui keagungan ilmu Imam Jawad as.
Sebutan paling terkenal bagi Imam Syiah Kesembilan adalah Jawad. Beliau dipanggil Jawad dikarenakan sifat dermawan dan bagaimana beliau memberikan hartanya kepada yang membutuhkan. Nama yang diambil dari nama Allah, Jawad. Nama Jawad mengingatkan kedermawanan dan perbuatan baik Allah Swt yang terpersonifikasi dalam wujud Imam Jawad as dan menghidupkan kembali keutamaan dan kebaikan ayah beliau hingga Rasulullah Saw. Imam Jawad as memiliki sifat dermawan yang sangat menonjol dari sifat-sifat yang lain. Jasanya kepada masyarakat dan bagaimana beliau membantu mereka. Imam Jawad as berkata, "Manusia yang memiliki tiga sifat mulia dapat mencapai maqam Ridhwan dan keridhaan Allah; banyak memohon ampunan, halus bertutur dan toleransi serta banyak memberikan sedekah."
Imam Jawad as menilai kesabaran dalam menghadapi kesulitan sebagai satu perbuatan baik dan mengatakan, "Sabar menghadapi kesulitan akan menjadi musibah bagi yang menyalahkannya." Beliau sangat sabar dalam menghadapi kesulitan. Imam Jawad tidak menunjukkan perubahan dan cemas menghadapi peristiwa sulit, bahkan dengan bertawakal kepada Allah yang Maha Mengetahui beliau mempertebal kesabarannya. Tentu saja ini mengenai masalah yang dihadapi, tapi berbeda ketika yang terjadi terkait prinsip Islam dan batasan ilahi beliau benar-benar membela dan mengambil sikap yang telah diperhitungkan matang. Menahan diri dengan istri yang tidak layak, sabar menghadapi kezaliman penguasa, sabar menghadapi kesulitan hidup seperti syahadah ayah merupakan contoh kesabaran beliau.
Telah dikatakan dalam sejarah bahwa beberapa orang dari jauh akan membawa hadiah berharga untuk Imam Jawad as. Namun dalam perjalanan, kafilah itu menemui sekelompok bandit dan barang-barang hadiah itu dicuri. Orang yang bertanggung jawab membawa hadiah kepada Imam Jawad menulis surat kepada beliau dan memberi tahu Imam tentang kejadian itu. Sebagai jawabannya, Imam Jawad menulis surat kepadanya, "Jiwa dan barang-barang kami berasal dari pemberian Allah dan amanat-Nya. Jika kita mengambil keuntungan darinya, itu sumber kebahagiaan, dan apa yang bisa mereka dapatkan, jika kita sabar, bakal ada pahalanya. Siapa pun yang gelisah dan tidak sabar akan kehilangan pahalanya."
Makmun, Khalifah Abbasiyah yang licik, setelah memaksakan putra mahkota kepada Imam Ridha dan setelah menggugursyahidkan beliau, memikirkan trik lain selama hidup Imam Jawad as dan berpura-pura baik dan ramah dengan Imam Jawad as) setahun setelah kesyahidan Imam Ridha. Makmum memaksa Imam Jawad as menikah dengan anaknya Ummu al-Fadhl dan dari pernikahan ini dia hanya mengejar tujuan politik.
Sekaitan dengan hal ini, salah satu sahabat Imam Kesembilan mengatakan, "Saya menemui Imam Jawad as di Baghdad dan menyaksikan kehidupannya. Terlintas dalam benak saya bahwa, sekarang setelah Imam hidup makmur, ia tidak akan pernah kembali ke tanah kelahirannya, Madinah. Sesaat Imam memalingkan kepalanya, lalu mengangkat kepalanya dan raut mukanya terlihat sedih dan mengatakan, "Wahai Husein! Saya lebih mencintai roti kering dengan garam di makam suci Rasulullah ketimbang apa yang engkau lihat sekarang." Dengan alasan ini, Imam tidak tinggal lama di Baghdad dan kembali ke Madinah bersama istrinya, Ummu al-Fadhl dan tetap di Madinah sampai tahun 220 HQ.
Ketika Mu'tashim Abbasiah menduduki tahta kekhalifahan, ia mendengar akan keutamaan dan kesempurnaan Imam Jawad as yang membuatnya sangat benci, sehingga kemudian memintanya agar pindah dari Madinah ke Baghdad. Ketika beliau tiba di Baghdad, Mu'tashim memberi racun kepada istrinya untuk diberikan kepada Imam Jawad as. Ketika Imam memakan makanan yang ada racunnya, pengaruh racun mulai tampak di badan beliau dan akibat panasnya racun tersebut, Imam Jawad as gugur syahid.
Pengamat: NU Dukung Pemerintah Indonesia Damaikan Afghanistan
Kunjungan delegasi Taliban ke Indonesia memicu perhatian berbagai kalangan termasuk pengamat di Tanah Air.
Yon Machmudi, ketua program studi kajian Timur Tengah dan Islamو Universitas Indonesia menilai hadirnya utusan Taliban di Indonesia sebagai keberhasilan diplomasi pemerintah Indonesia.
Keberhasilan tersebut tidak bisa dilepaskan dari dukungan berbagai lemen termasuk NU yang memainkan peran penting di dalamnya.
Peneliti Hubungan Internasional CSIS, Fitriani menilai kunjungan Taliban ke Indonesia bagian dari komitmen politik luar negeri Indonesia, yakni mewujudkan perdamaian dunia.
Ia menilai Indonesia sejak awal terlibat dalam upaya membangun perdamaian di Afghanistan. Salah satu tindakan Indonesia dalam hal itu ditandai dengan kehadiran Wapres JK dan Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi dalam Afghanistan Peace Process di Kabul, Afghanistan, tahun lalu.
Fitriani menyampaikan bahwa Indonesia hendak memberi inspirasi kepada Taliban mengenai Islam moderat. Mengingat, sebagai sebuah gerakan Taliban sangat konservatif selama ini.
Meski demikian, Fitriani melihat skenario agar Taliban memahami soal Islam moderat tidak dilakukan melalui pemerintah, melainkan melalui PBNU dan MUI. Sebab pemerintah Indonesia tidak akan didengar oleh Taliban ketika memberi penjelasan soal Islam moderat.
"Jadi perlu multi-track diplomacy. Jadi Bu Retno bertemu dengan Kementerian Luar Negeri Afghanistan. Sementara track satu lagi diakomodasi oleh pertemuan NU dan Taliban," ujarnya dilansir CNN Indonesia.
Lagi, Israel Interogasi Bocah Palestina
Sejumlah sumber mengkonfirmasikan penyerbuan militer Israel ke rumah seorang warga Palestina untuk menginterogasi anak perempuan yang baru berusia enam tahun.
Menurut laporan televisi al-Mayadeen, militer Israel Rabu (31/07) malam menyerbu rumah Malak Sadr, bocah Palestina berusia enam tahun dan menginterogasinya.
Polisi Israel selama dua hari lalu juga memanggil dan menginterogasi dua anak Palestina yang berusia empat dan enam tahun, warga kota Issawiyah, Quds pendudukan dengan dakwaan melempar batu dan melawan rezim Zionis.
Klub Tawanan Palestina sebelumnya dalam sebuah laporan menyatakan, rezim Zionis sejak tahun 2015 hingga akhir Februari tahun ini telah menangkap sekitar enam ribu anak Palestina dan 98 persen di antaranya mengalami penyiksaan fisik dan mental.
Kabinet Israel dengan bantuan parlemen Zionis melaksanakan keputusan hukuman terhadap anak Palestina di bawah 14 tahun dan meratifikasi keputusan masa hukuman bagi anak-anak ini hingga 20 tahun kurungan.
Sampai saat ini, organisasi HAM dan pembela hak anak tidak menunjukkan respon atas pemanggilan dan interogasi anak Palestina ini.
Rouhani: Bangsa Iran tidak akan Menyerah terhadap Represi AS
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, dunia sampai pada kesimpulan bahwa bangsa Iran memiliki tekad lebih besar daripada menyerah terhadap represi Amerika Serikat.
"JCPOA jika tetap dipertahankan hingga tahun depan, maka seluruh sanksi senjata PBB terhadap Iran akan dicabut secara penuh," papar Rouhani Kamis (01/08) di Provinsi Azerbaijan Timur seraya mengisyaratkan keluarnya AS secara ilegal dari kesepakatan nuklir dan eskalasi sanksi terhadap Tehran.
"JCPOA dari sisi politik dan hukum sangat penting bagi Iran, karena PBB dengan bersandar pada kesepakatan ini mengakui secara resmi hak pengayaan uranium Iran," kata Rouhani.
Lebih lanjut Rouhani menambahkan, mereka yang anti Iran khususnya rezim Zionis, Arab Saudi dan kubu konservatif Amerika, tidak dapat menyaksikan JCPOA terus eksis dan mengumumkan penentangan transparan mereka terhadap kesepakatan internasional ini serta mengakui bahwa kesepakatan ini seratus persen menguntungkan Iran.
Presiden Iran menekankan, Iran jika tidak dapat memanfaatkan kepentingan JCPOA, dan pihak yang tersisa tidak menjalankan komitmennya maka Tehran secara bertahap akan mengurangi komitmennya dan akan membuktikan kepada dunia bahwa Iran memiliki banyak metode.
Presiden Iran hari kamis melakukan kunjungan ke Tabriz, Provinsi Azerbaijan Timur untuk meresmikan sejumlah proyek pembangunan.
Motif Lawatan Penasihat Presiden AS ke Asia Barat
Penasihat Senior Presiden AS, Jared Kushner telah memulai kunjungannya ke Asia Barat yang menjadi perhatian para pengamat internasional.
Kushner memulai lawatannya dengan mengunjungi Yordania dan Palestina Pendudukan sejak Rabu (31/7) yang akan dilanjutkan ke beberapa negara Arab lainnya.
Menantu Trump ini telah bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II di Amman, dan Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu.
Tampaknya, lawatan Kushner mengejar beberapa tujuan. Pertama dan terpenting dari perjalanan Kushner ke Asia Barat melanjutkan beberapa kali kunjungannya selama tahun 2019 yang bertujuan untuk meletakkan dasar bagi implementasi prakarsa "Kesepakatan Abad". Kushner adalah salah satu arsitek utama dari proyek baru AS di Timur Tengah ini.
Meskipun beberapa aspek dari kesepakatan abad ini, termasuk penyerahan Baitul Maqdis dan Golan ke Israel dan pengumuman Al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis secara praktis telah dilaksanakan, tapi secara resmi prakarsa kesepakatan abad belum diumumkan. Kushner yang membuat langkah besar untuk memperkenalkan kesepakatan abad pada KTT Manama yang berlangsung 25 dan 26 Juni lalu akhirnya terpaksa mengakui kegagalannya.
Kini, penasihat senior presiden AS ini melakukan kunjungan ke Asia Barat dan bertemu dengan para pejabat Israel dan sejumlah negara Arab demi menyampaikan masalah kesepakatan abad.
Surat kabar rezim Zionis, Yedioth Ahranoth dalam sebuah laporan menulis, "Setelah berkonsultasi dengan Perdana Menteri Israel, penasihat Trump berencana untuk melakukan perjalanan ke beberapa negara Arab untuk mengajukan proposal dari Presiden AS, Donald Trump,".
Koran Zionis ini menuturkan bahwa Kushner mengajak para pemimpin Arab untuk menghadiri pertemuan Camp David pada September mendatang, dan Presiden AS Trump akan mengumumkan peluncuran kesepakatan abad.
Kedua, tujuan Kushner lainnya melakukan perjalanan ke Asia Barat, terutama ke Palestina pendudukan untuk membantu Benjamin Netanyahu memenangkan pemilu parlemen Israel mendatang.
Pemilihan umum parlemen Israel akan diadakan untuk kedua kalinya dalam enam bulan terakhir pada 17 September. Netanyahu yang gagal membentuk kabinet setelah kemenangan tipis dalam pemilu April 2019 saat ini menghadapi berbagai masalah yang melilitnya.
Kushner dan Trump sebagai pendukung Netanyahu dalam pemilu sebelumnya, tampaknya berusaha membantu Netanyahu dan Partai Likud memenangkan kembali dukungan politiknya dengan mengadakan pertemuan Camp David pada September mendatang.
Tujuan ketiga lawatan Kushner ke Asia Barat adalah untuk menindaklanjuti agenda tekanan maksimum terhadap Iran yang dilancarkan pemerintahan Trump. Oleh karena itu, Brian Hook selaku direktur urusan Iran di kementerian luar negeri AS juga ikut serta mendampingi lawatan Kushner kali ini.
Target kampanye anti-Iran yang dikejar AS berlangsung di saat tensi ketegangan di Teluk Persia sedang memanas, dan Uni Emirat Arab menarik diri dari Yaman serta kunjungan delegasi Hamas ke Tehran untuk bertemu dengan para pejabat Republik Islam Iran.
Kushner berusaha menemui para pejabat tinggi negara-negara Arab untuk membahas masalah Iran demi mencegah normalisasi hubungan antara Iran dan negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia terutama Uni Emirat Arab, dan memompa ketegangan regional terus berlanjut untuk kepentingan Washington.
Khatib Shalat Jumat Tehran: AS Alami Kebingungan Strategi
Khatib shalat Jumat Tehran menilai langkah Amerika menjatuhkan sanksi terhadap Menlu Iran Mohammad Javad Zarif sebagai perilaku kenakak-kanakan dan menggelikan.
Ia menekankan, langkah ini merupakan indikasi kebingunan strategi dewan pemimpin Amerika Serikat.
Hujjatul Islam Mohammad Javad Ali Akbari, di khutbah Jumat pekan ini di Tehran seraya menjelaskan bahwa merupakan sebuah kebanggaan bagi menlu Iran ketika ia disanksi Amerika, mengingatkan, metode pemerintah Amerika ini indikasi memudarnya lembaga diplomasi dan kepemimpinan negara ini.
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif
Seraya menjelaskan bahwa wacana muqawama menghasilkan, khatib shalat Jumat Tehran mengatakan, langkah AS mengindikasikan bahwa diplomasi mengemis tidak berhasil dan sepertinya hati mereka akan senang dengan hal-hal ini.
Departemen Keuangan AS hari Kamis (01/08) mencantumkan nama Mohammad Javad Zarif di list sanksinya.
Saat merespon langkah Departemen Keuangan AS menjauthkan sanksi terhadap dirinya menilai langkah tersebut dikarenakan pidato dan wawancara dirinya dengan wartawan Amerika. Di akun twitternya Zarif menulis, "Apakah warga Amerika membutuhkan ijin Departemen Keuangan untuk mendengarkan suara Saya ?"
Urgensitas Ibadah Haji Menurut Rahbar
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Rabu pagi (03/07) saat bertemu dengan jajaran penyelenggara haji menyebut ibadah haji sebagai kumpulan luar biasa dan unggul dari nilai-nilai yang dipuji Islam.
Di pertemuan yang digelar menjelang pengiriman kontingen jamaah haji Iran ke Baitullah, Rahbar menilai haji sebagai contoh kecil dari masyarakat Islami yang unggul dan manifestasi peradaban baru Islam.
Haji selain menjalankan perintah Ilahi dan melakukan ritual khusus agama, juga manifestasi penting kehidupan sosial Islam. Rahbar dalam pidatonya terkait hal ini mengisyaratkan sisi penting manasik haji seperti persatuan, persaudaraan dan kesetaraan, pertemuan umum di padang Arafah, Masharil Haram dan Mina serta tawaf dan sai.
Rahbar juga menjelaskan Bara'at atau berlepas tangan dari dari kaum arogan adalah ibadah dan kewajiban Islam, oleh karena itu kami sangat menekankan agar masalah ini dilakukan setiap tahun dengan cara terbaik.
Beliau menekankan, di samping gerakan politik agama, ada pula langkah-langkah politik non agama dan setan, seperti saat di ibadah haji ada yang menyerukan jangan memprotes Amerika atau jangan mengungkapkan baraat dari kaum musyrikin.
Manifestasi persatuan umat Muslim tak diragikan lagi merupakan salah satu manifestasi politik terpenting ibadah haji. Di acara bara'at dari kaum musyrikin, umat Muslim menunjukkan kepada musuh akan keagungan umat ini dan prinsip mereka berpegang teguh terhadap kekuatan tak terbatas Ilahi.
Dalam perspektif pandangan ini, haji sebuah peluang untuk mengumumkan sikap atas isu-isu yang diterima umat Islam khususnya isu Palestina dan menjelaskan hakikat ancaman serta permusuhan terhadap umat Islam. Di kondisi saat ini, intervensi dan kehadiran Amerika di negara-negara Islam dan kawasan serta pembentukan kelompok teroris Takfiri merupakan masalah yang masih memberatkan geografi dunia Islam. Oleh karena itu, para peziarah Baitullah di ritual haji mereka memiliki tanggang jawab besar dan berbahaya menyampaikan pesan serta sikap dunia islam terkait ancaman dan bahaya ini.
Penekanan untuk menjalankan tanggung jawab ini mengindikasikan urgensitas wacana politik haji seperti persatuan, membela kaum tertindas dan bara'at dari kaum musyrikin. Rahbar dalam arahannya saat menyebut pentingnya wacana kunci ini menyebutkan indeks seperti bara'at dari kaum musyrikin sebagai sisi yang kerap dilalaikan di ibadah haji. Beliau menekankan, sisi politik haji merupakan salah satu karakteristik ibadah ini yang sesuai dengan tuntutan dan ajaran Islam. Oleh karena itu, politik haji sama dengan kewajiban agama dan ibadah.
Tak diragukan lagi haji, konsentrasi umat Muslim di padang Arafah, Masharil-Haram dan akhirnya Mina seluruhnya dibarengi dengan penolakan dan kebencian akan seluruh manifestiasi setan. Seperti yang dijelaskan Rahbar, permusuhan Amerika dan kubu arogan lainnya terhadap hakikat Islam sangat luas dan serangan brutal politik, sosial, budaya, ekonomi dan keamanan kubu arogan global terhadap bangsa Muslim menunjukkan kedalaman permusuhan mereka terhadap ajaran Islam.
Di kondisi seperti ini, sensitifitas penyelenggaraan acara bara'at dari kaum musyrikin tak diragukan lagi merupakan peluang berharga untuk menjelaskan hakikat Islam. Perhatian terhadap sisi ini dari manasik haji sejatinya indikasi komitmen masyarakat Islam terhadap sendi-sendi dan syariat Islam serta penolakan mereka menyerah tehadap arogansi musuh. Seperti yang dijelaskan Rahbar, hal ini akan menjadi sumber kemenangan dan kemajuan serta keselamatan umat Islam.
Selain sisi politik haji, Ayatullah Khamenei di bagian lain pidatonya mengisyaratkan isu keamanan haji dan mengingatkan tanggung jawab besar pemerintah Arab Saudi serta kewajiban berat untuk menjamin keamanan para jamaah haji tanpa melakukan pengamanan lingkungan serta dengan menjaga kehormatan dan martabat jamaah.
Menjaga kehormatan, keamanan dan martabat jamaah haji selama acara ritual haji merupakan salah satu tuntutan serius dan permanen Republik Islam Iran bagi seluruh jamaah haji khususnya jamaah asal Iran. Penekanan atas tanggung jawab ini mengingatkan poin ini bahwa keamanan haji berada di pundak pemerintah Saudi yang menguasai Haramain (Mekah dan Madinah) khususnya bahwa Arab Saudi dalam hal ini selama bertahun-tahun lalu telah melakukan kesalahan yang tidak dapat dikompensasi.
Menggulung Kain Penutup Ka'bah
Penggulungan sebagian kain penutup Ka'bah dilakukan setiap tahun menjelang musim haji dan sebelum jemaah yang melakukan tawaf mencapai puncaknya.
Tindakan tersebut bertujuan untuk melindungi Kiswah dari kerusakan seperti robek atau hal lainnya.
Berdasarkan kegiatan tahunan menyusul masuknya musim haji, Departemen Urusan Masjidil Haram dan Masjid an-Nabawi menggulung bagian bawah Kiswah sepanjang tiga meter.
Kain penutup Ka'bah yang digulung itu kemudian ditutup dengan kain katun dengan lebar sekitar dua meter dari keempat sisinya.
Menurut para pejabat Arab Saudi, langkah tersebut bertujuan mencegah dan melindungi Kiswah dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti robek dan rusak, sebab, banyak jemaah haji yang ingin menyentuh kain penutup Ka'bah tersebut.
Departemen Urusan Masjidil Haram dan Masjid an-Nabawi bertugas untuk membuat dan menjaga Kiswah.
Menurut pejabat haji Arab Saudi, kondisi kain penutup Ka'bah akan dikembalikan seperti semula usai musim haji.
Iran, Tanah Agama-agama Monoteisme Dunia
Peluncuran buku "Ritual Gereja-gereja Timur Assyrian Urmia" baru-baru menampilkan sisi lain Iran, isu multikulturalisme yang sering disorot media Barat.
Sebuah buku yang didedikasikan untuk berbagai ritual dan upacara yang diadakan di gereja-gereja Assyrian timur kota Urmia. Hasil studi etnografi ini menunjukkan keragaman budaya Iran yang dikaji cukup mendalam dan historis dari semua etnis dan agama minoritas.
Iran adalah tanah air luar biasa bagi agama-agama monoteis dunia. Peneliti sejarah agama, Mehrdad Bahar menyebut Iran sebagai salah satu asal tumbuh dan berkembangnya agama monoteis. Di tanah ini, penganut agama monoteis seperti Zoroster, Yahudi, Kristen, Mandaean hingga Islam hidup rukun dan harmonis.
Selama ini berbagai institusi termasuk lembaga antropologi Iran melakukan studi mendalam mengenai kehidupa para penganut monoritas agama, termasuk yang terbaru peluncuran buku antropologi gereja-gereja Assyrian timur Urmia.
peluncuran buku antropologi gereja-gereja Assyrian timur Urmia.
Acara peluncuran buku "Ritual Gereja-gereja Assyrian Timur Urmia" disertai dengan pemberian penghargaan kepada Abbas Tahvildar sebagai penulis buku tersebut yang berpengalaman dalam penulisan sejarah, termasuk penulis skenario 3 film layar lebar, dan 30 film dokumenter untuk televisi, termasuk perang nomaden, monumen bersejarah Delhi, Iran tanah kasih, Ashura Bijar dan lainnya.
Dalam buku barunya, Abbas Tahvildar menyoroti ritual spesifik gereja Assyrian timur, seperti upacara Natal, Paskah, pernikahan dan kematian. Ia mengatakan, "Beberapa kota Iran terkenal dengan keanekaragaman budayanya, salah satunya adalah Urmia. Di sana terdapat 80 gereja yang sebagian besar milik Gereja Assyrian, dan buku ini menggambarkan warisan kuno dari 20 gereja, yang tentu saja termasuk warisan budaya Iran,".
Pastor gereja Assyrian timur, Darius Azizian menilai penerbitan buku "Ritual gereja-gereja Assyrian timur Urmia" sebagai peristiwa yang luar biasa, dan sama pentingnya dengan sejarah 2.000 tahun kehadiran gereja ini di Iran. Ditegaskannya, "Penerbitan buku berharga dan indah yang menggambarkan gereja-gereja Assyrian timur Urmia menunjukkan perhatian besar pemerintah Republik Islam Iran. Buku ini adalah hadiah dari Republik Islam Iran kepada komunitas Assyrian Iran yang dapat kami berikan kepada teman-teman kami,".
"Menurut Alkitab, Iran dikenal sebagai tanah Pars dan selalu berperan aktif," ujar Pastor Azizian.
bangunan baru gereja St. Maria atau Assyirian timur, Urmia
Gereja St, Maria yang juga dikenal sebagai gereja Assyrian timur terletak di Jalan Khayyam di Urmia, adalah sebuah gereja kecil yang berada di daerah yang luas, dan kini sebuah bangunan baru menara baru telah dibangun di sampingnya.
Untuk memasuki gereja St. Maria, seseorang harus membungkuk. Bagian dalam gereja sama sekali tidak seperti apa yang ada dalam pikiran Anda mengenai gereja lain, dengan batuan yang sederhana. Altar sederhana di belakang lorong biru, dihiasi dengan gambar salib dan kursi pendeta.
Altar gereja adalah kamar berbentuk kubah kecil yang hanya boleh dimasuki oleh para pastor. Ruangan ini digunakan untuk tempat pembaptisan dan menyalakan lilin.
mihrab gereja St. Maria
Menurut narasi Assyrian dan sumber-sumber sejarah, bangunan keagamaan ini adalah salah satu gereja tertua dan paling penting di dunia. Sebab, tiga pemimpin agama Zoroaster yang meramalkan kelahiran Yesus, setelah bepergian dan mencari informasi mengenai kelahiran Nabi Isa, lalu kembali Urmia, dan menjadikan mereka telah menjadikan tempat ini sebuah gereja. Dalam buku-buku sejarah, dua orang dari mereka bernamat 'Malcolm' dan 'Bakht Nasr', tetapi nama ketiga tidak diketahui.
Bangunan ini dibangun pada abad pertama Masehi dan telah diperbaiki serta diperbaiki pada abad-abad yang berbeda, tetapi tekstur aslinya tetap utuh dan semua perbaikan dilakukan berdasarkan bangunan aslinya yang awalnya adalah kuil api di era Sassanid.
Seorang puteri Cina bernama Baffary (bappery) bersama 50 pejabat tinggi pada tahun 642 datang ke Urmia untuk bertemu dengan Uskup Agung Nineveh. Setelah beristirahat di Gereja St. Maria, ia memutuskan untuk memugar tempat ibadah tersebut. Informasi mengenai junjungan putri Cina ini ditulisa dalam sebuah prasasti yang berada di dinding gereja sampai awal Perang Dunia II, tetap kini hilqang jejaknya.
Gereja St. Maria memainkan peran penting dalam pertumbuhan agama Kristen di Iran dan Asia Barat. Provinsi Azerbaijan Barat memiliki banyak gereja di berbagai daerah perkotaan dan pedesaan, salah satu yang paling menonjol di antaranya adalah gereja di utara provinsi ini.
Gereja ini adalah gereja tertua di dunia Kristen dan terletak 20 kilometer timur laut Chaldoran dan dibangun di makam St. Theodos yang masuk daftar warisan budaya dunia UNESCO. Ritual tahunan ziarah Armenia di dunia "Bodarak" yang diadakan setiap tahun di gereja menyebabkan banyak orang Kristen di dunia melakukan perjalanan ke Chaldoran di Azerbaijan barat, untuk menghadiri upacara tersebut.
ritual bodarak
Gereja-gereja Assyrian mengikuti tradisi umum gereja-gereja. Meskipun demikian, sereja-gereja di kota Urmia dan desa-desa sekitarnya memiliki bentuk arsitektur yang berbeda.
Gereja-gereja ini dibangun semata-mata untuk ibadah berdasarkan kebutuhan dan keadaan khusus ketika itu. Misalnya, Gereja St. Maria di Urmia tidak memiliki arsitektur khusus. Sepintas, bangunan itu terlihat sederhana. Tetapi ruang interiornya terdiri dari beberapa kamar kecil dan khusus.
Gereja St. Maria adalah manifestasi dari kesederhanaan, keindahan yang mencerminkan sejarah peradaban dan budaya Iran sebagai tempat kelahiran pelangi bangsa-bangsa dan agama dunia. Keberadaan gereja dunia tertua kedua di dunia di antara mayoritas populasi Muslim menunjukkan persatuan orang-orang dan agama-agama dan persatuan mereka selama bertahun-tahun di daerah itu dan memiliki kapasitas tinggi untuk menarik wisatawan asing.
Al Akhbar: Hamas Semakin Dekat ke Poros Perlawanan
Surat kabar Lebanon mengabarkan, kepercayaan timbal balik Hamas dan Iran sudah pulih, dan Hamas semakin dekat untuk begabung ke dalam koalisi pertahanan bersama poros perlawanan.
Fars News (25/7/2019) melaporkan, kunjungan delegasi Hamas pekan ini ke Iran, dan pertemuan dengan pejabat tinggi negara ini, mendapat reaksi luas media dunia.
Surat kabar Al Akhbar, Lebanon menulis, Iran dan Hamas menemukan kembali kepercayaan timbal baliknya, dan dalam dua tahun terakhir, Hamas sudah kembali ke poros perlwanan, serta bergabung dengan koalisi pertahanan kolektif, bersama anggota poros perlawanan lainnya.
Koran Lebanon itu menambahkan, lawatan delegasi Hamas ke Iran dan pertemuan dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar untuk pertama kalinya setelah Hamas meninggalkan Suriah pada 2012 lalu, dilakukan atas undangan resmi Iran atas Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh.
Akan tetapi meski Ismail Haniyeh beberapa kali mencoba keluar dari Gaza, tapi Mesir terus menghalanginya, sehingga ia terpaksa mengirim anggota Hamas yang lain.
Menurut Al Akhbar, Hamas dalam lawatan ke Iran menunjukkan keinginannya untuk memperkuat hubungan dengan seluruh anggota poros perlawanan hingga tercapainya sebuah kesepakatan untuk membentuk koalisi pertahanan kolektif.




























