کمالوندی
Mesin Turbofan Ringan Jahesh-700; Langkah Besar di Propulsi Udara
Salah satu capaian pertahanan yang dipamerkan Kementerian Pertahanan bertepatan dengan Hari Industri Pertahanan pada 20 Agustus 2020 adalah mesin turbofan ringan Jahesh-700.
Mesin turbofan ringan Jahesh-700 selain bentuk capaian desain dan produksi, juga salah satu capaian terpenting teknologi sejarah Iran di bidang mesin udara, karena desain dan produksi mesin seperti ini hanya dimiliki sejumlah negara terbatas di dunia.
Meskipun produk khusus ini lebih kecil dan lebih halus daripada banyak produk pertahanan dalam hal volume dan dimensi, tetapi dapat dianggap sebagai salah satu produk pertahanan paling penting dan efektif yang dibuat selama dua dekade terakhir industri pertahanan negara karena mesin turbofan yang ringan Jahesh-700 sebenarnya merupakan titik lompatan yang dapat dianggap sebagai salah satu peristiwa besar dan abadi dalam sejarah industri penerbangan di Iran.
Jahesh-700
Mesin canggih Jahesh 700 dan proses manufakturnya merupakan langkah maju yang penting bagi industri pertahanan negara. Mesin Jahesh 700 yang dikembangkan sebagai mesin native turbofan pertama di kelas mesin generasi keempat, merupakan mesin twin-axle turbofan yang dapat dipasang pada semua jenis pesawat berawak maupun tanpa awak dengan kemampuan menghasilkan daya dorong (propulsion force) dari 500 hingga 700 kg, yang mampu menciptakan kemampuan daya dorong pesawat berbobot sekitar 4 ton.
Beberapa sumber menganggap mesin ini sebagai rekayasa balik dari mesin FJ-33, yang merupakan mesin turbofan ringan paling canggih di dunia dan diproduksi oleh Williams International di Amerika Serikat, dan dapat memproduksi 6672 Newton Trust . Mesin Jahesh 700 bisa menjadi produk berharga untuk luapan teknologi militer-sipil, dan di bidang perancangan dan pembangunan jet komersial oleh jaringan perusahaan berbasis pengetahuan di sektor swasta dan dengan bantuan Kementerian Pertahanan, desainer kini memiliki kenyamanan memiliki mesin turbofan yang andal dengan efisiensi komersial yang tinggi.
Fitur Umum
Desain dan konstruksi mesin turbofan lebih kompleks daripada turbojet. Sebelum ini dan sejak 1370-an (Hijriah Syamsiah), industri pertahanan negara telah memasuki lingkaran produsen mesin ini dengan membuat mesin mini-jet Toloue-4, yang digunakan untuk drone dan rudal jelajah. Kemudian versi perbaikan mesin ini diproduksi. Terkait mesin turbofan rudal jelajah, capaian pertama adalah mesin rudal Somar, yang dapat diklasifikasikan dalam kategori turbofan mini.
Seperti di bidang turbojet, langkah besar setelah keluarga mesin Toloue adalah mesin Owj. Sementara di bidang mesin turbofan, setelah mesin mini turbofan Somar, Departemen Pertahanan mulai mengambil langkah jangka panjang dengan memprodksi sebuah mesin turbofan dengan dimensi lebih besar dan ketebaan 53 sentimeter serta pendorong lebih besar untuk penggunaan di drone-drone lebih besar, serta pesawat komersial ringan di masa mendatang.
Image Caption
Penggunaan mesin turbofan Jahesh 700 dapat memberikan drone Iran kemampuan terbang lebih lama karena konsumsi bahan bakar yang lebih rendah dan ketinggian yang lebih tinggi. Mungkin dengan mesin ini untuk mencapai ketinggian penerbangan 20 km di atas tanah.
Jahesh-700, yang dikembangkan sebagai mesin turbofan asli pertama di kelas mesin generasi keempat, adalah mesin turbofan dua poros yang dapat dipasang pada semua jenis unit terbang berawak dan tak berawak serta memiliki daya dorong 700 kg dan dapat dipasang di pesawat dengan berat hingga 4.000 kg.
Engine ini menggabungkan teknologi bilah kristal tunggal yang mutakhir dan beratnya sekitar 140 kg.
Jahesh-700 bersifat modular, memiliki sistem kontrol elektronik canggih, TBO (waktu antara perbaikan) yang sangat lama dan konsumsi bahan bakar yang sangat rendah, yang memberikan daya tahan penerbangan yang lama bagi drone Iran.
Mesin ini menggunakan superalloy asli untuk suku cadang mesin panas dan paduan ringan lainnya dari mesin udara.
Jika sama dengan model asing yang sama, konsumsi bahan bakar Jahesh-700 adalah sekitar 13,77 gram per detik untuk menghasilkan daya satu kilowatt.
Karakteristik ini membuat Jahesh-700 berada di antara mesin turbofan udara canggih, di mana teknologi pembuatannya hanya dimiliki sejumlah negara dan perusahaan yang terbatas. Setelah fase penelitian dan riset terhadap sampel yang ada, serta simulasi yang diperlukan, pembuatan sampel pertama dan uji coba awal dilakukan tahun 2020 dan secara resmi dipamerkan akhir Agustus 2020.
Salah satu keunggulan mesin turbofan adalah hemat bahan bakar. Konsumsi bahan bakar mesin Jahesh-700 jika dibandingan dengan contoh serupa milik asing sekitar 13,77 gram perdetik untuk memproduksi satu kilonewton energi. Sementara mesin Toloue-4 dari jenis mesin turbojet konsumsi bahan bakarnya sekitar 33-36 kg setiap detik untuk memproduksi satu kilonewton energi, dan ini menunjukkan 2,6 kali lipat konsumsi.
Salah satu fitur paling menarik dari mesin Jahesh-700, yang dapat dilihat sekilas, adalah bentuk geometris bilah kipas yang sangat kompleks dan konstruksi bilah turbin kristal tunggal atau kristal tunggal. Semakin tinggi suhu pembakaran di ruang bakar mesin jet dan semakin tinggi suhu masuk turbin, semakin banyak efisiensi mesin dan daya yang dihasilkan, tetapi suhu yang lebih tinggi tidak ditoleransi oleh paduan logam dan metode pendinginan konvensional mesin udara dan membutuhkan pengaturan khusus.
Konstruksi mesin Jahesh-700 menunjukkan bahwa spesialis negara kita, setelah berhasil membuat suku cadang turbin gas tanah menggunakan pembangkit listrik kristal tunggal, juga berhasil mengembangkan kemampuan ini ke mesin udara; Ini memiliki efek yang luar biasa dalam mengurangi biaya siklus hidup, meningkatkan daya tahan dan keandalan bagian-bagian yang relevan di mesin. Secara umum, penggunaan bilah turbin kristal tunggal dapat meningkatkan suhu masuk ke turbin hampir 30 persen dengan asumsi pendinginan serupa output produksi dengan mesin Jahesh adalah sekitar 500 hingga 700 kg, yang memungkinkan untuk memberikan daya dorong yang cukup untuk pesawat dengan berat hingga 4000 kg.
Hasilnya, drone bertenaga turbofan dapat dibangun yang membawa bahan bakar dan senjata jauh lebih banyak daripada drone saat ini. Di antara drone terbaik dunia, drone RQ-170 juga menggunakan mesin seperti Jahesh-700. Selain itu, Jahesh-700 memiliki kemampuan untuk beroperasi dengan aman di ketinggian hingga 60.000 kaki, yaitu lebih dari 18 km, yang sangat meningkatkan nilai operasional drone dalam misi pemantauan dan pengintaian. Konsumsi bahan bakar mesin Jahesh-700 yang lebih rendah juga secara signifikan meningkatkan kontinuitas penerbangan drone dengan jenis mesin ini. Juga, jet komersial dengan kapasitas 4 hingga 6 penumpang akan menggunakan mesin dari kelas ini.
Aplikasi utama mesin turbofan Jahesh-700 akan digunakan pada drone, tetapi karena keandalan produksinya yang tinggi, mesin ini juga dapat digunakan pada pesawat ringan, jet kecil, dan taksi udara; Namun karena produk ini merupakan pencapaian teknologi di bidang pertahanan, maka harus lebih diperhatikan fungsinya di bidang militer. Fungsi pertama yang akan dimiliki mesin ini di bidang militer untuk Angkatan Bersenjata Iran adalah lompatan drone Iran ke kelas khusus dan lebih tinggi di dunia.
Saat ini, drone di Angkatan Bersenjata biasanya memiliki berat lepas landas maksimum kurang dari satu ton dan beberapa ratus kilogram karena menggunakan mesin putar (Wankel), dengan berat lepas landas 600 kg. Pada drone Fotros saja, berkat penggunaan mesin empat silinder turbocharged bertenaga 115 hp, bobot lepas landas maksimumnya mencapai 1.200 kg.
Pembatasan berat juga akan membatasi pengangkutan senjata untuk drone, yang akan berupa batasan jumlah bom atau rudal yang dapat dibawa oleh pesawat tanpa awak dan batasan pengembangan senjata udara, karena harus selalu ada batasan untuk membawa barang-barang tersebut. Keterbatasan lain yang ada dalam penggunaan mesin Wankel atau mesin lain yang ada adalah ketinggian terbangnya, karena pada mesin miniatur atau piston, dengan bertambahnya ketinggian pesawat, karena pengenceran atmosfer dan penurunan kadar oksigen, pembakaran proses di mesin tidak bekerja dengan baik dan ini akan menyebabkan pembatasan pada ketinggian penerbangan drone.
Tantangan ini sangat akut pada drone pengintai, yang membutuhkan tingkat ketinggian yang lebih tinggi untuk mencakup area yang luas. ini adalah tantangan ketika menggunakan mesin non-turbofan di drone; Sementara menurut teknisi dan pakar mesin Jahesh dengan memproduksi 700 kg energi dan kekuatan daya dorong (thrust) akan mampu menerbangkan pesawat hingga kisaran berat 4 ton, yang berarti lompatan 4 kali lipat berat maksimum drone tempur Iran, jadi kita bisa menunggu revolusi dan perubahan generasi di bidang drone dengan memasukkan drone yang lebih besar dilengkapi dengan mesin turbofan dan mampu membawa lebih banyak senjata.
Di sisi lain, di bidang ketinggian penerbangan, mesin ini mampu menerbangkan drone hingga 60.000 kaki, lebih dari 2 kali lipat dari ketinggian 25.000 kaki drone Fotros, yang lebih efektif dalam pengembangan drone dengan misi pengintaian untuk terbang di ketinggian yang lebih tinggi.
Inilah Sosok Karimah Ahlul Bait, Sayidah Maksumah as
Pada tanggal 1 Dzulqadah 173 Hijriah, lahir seorang bayi mulia di rumah Imam Musa Kadhim. Sang ayah menamainya Fatimah, dan lebih dikenal dengan sebutan Maksumah.
Kelahirannya juga disambut dan dirayakan para pencinta Ahlul Bait Rasulullah Saw, bahkan hingga kini. Meskipun telah berlalu lebih dari seribu tahun, tapi hari kelahiran Sayidah Maksumah setiap tahun diperingati dengan suka cita.
Ayahnya, Imam Musa al-Kadhim as dan ibunya Sayidah Najmah Khatun adalah sosok mulia dan agung. Selain mereka, Sayidah Maksumah memiliki saudara laki-laki yang menjadi pembibingnya yaitu, Imam Ali Ridha as. Di bawah bimbingan mereka, Sayidah Maksumah tumbuh menjadi wanita agung.
Kebahagiaan Sayidah Maksumah as bersama mereka di masa kecil tidak bertahan lama. Karena ayahnya, Imam Kadhim as gugur syahid di penjara penguasa lalim saat itu. Wanita mulia ini berusia 10 tahun ketika ayahnya gugur syahid. Setelah itu, Imam Ridha as menjadi satu-satunya pelindung setia dan pembimbing Sayidah Maksumah.
Sayidah Maksumah senantiasa menuntut ilmu dan membela kebenaran dalam kondisi apapun. Ia mengamalkan ilmu pengetahuan yang didapatkan dari ayahnya. Kehadiran aktif Sayidah Maksumah dalam kegiatan mengajar dan ibadah menunjukkan posisi dan kedudukan tinggi wanita dalam sejarah kebudayaan Islam.
Kehidupan Sayidah Maksumah menjadi bukti bahwa Islam sangat menghargai wanita dan menempatkannya pada kedudukan tinggi, sehingga dari keutamaan spiritual, keilmuan, dan kemuliaan akhlak menjadi teladan bukan hanya bagi wanita saja.
Kelahiran Sayidah Maksumah sangat istimewa bagi Ahlul Bait, karena beberapa tahun sebelum kelahirannya, Imam Jafar Shadiq as yang juga kakeknya telah menyampaikan kabar gembira ini. Ia berkata, "Salah satu putri dari anakku berhijrah ke kota Qom (salah satu daerah di Iran). Dia bernama Fatimah binti Musa bin Jafar." Imam Shadiq menambahkan, "Dengan keberadaan putri itu, kota ini (Qom) menjadi haram atau kota suci keluarga Rasulullah Saw."
Dengan demikian warga kota Qom termasuk cendekiawan dan ulama telah mengetahui akan kedatangan putri mulia ini. Mereka menghitung hari untuk menyambut keturunan Rasulullah ini dan mempersiapkan kedatangannya ke Qom.
Kota Qom menjadi kota suci karena kota ini disebut sebagai haram para imam maksum. Hal ini telah disebutkan dalam puluhan riwayat dari Rasulullah Saw, Imam Ali dan para Imam lainnya yang berbicara tentang kesucian dan kemuliaan kota Qom.
Ayatullah Mar'ashi Najafi mengatakan, "Alasan saya berhijrah ke Qom karena ayah saya, Sayid Mahmoud Mar'ashi Najafi selama 40 malam beritikaf di makam Imam Ali as. Suatu malam ketika ayah saya sedang beritikaf, ia melihat Imam Ali as sambil berkata, 'Sayid Mahmoud apa yang kamu inginkan?' Ayah saya berkata, 'Aku ingin mengetahui di mana makam Sayidah Fatimah az-Zahra supaya aku bisa menziarahinya.' Imam Ali berkata, 'Saya tidak bisa melanggar wasiatnya dan mengungkapkan kuburannya.' Kemudian ayah saya berkata, 'lalu apa yang saya lakukan jika ingin berziarah kepada Sayidah Zahra? Imam Ali berkata, 'Allah Swt telah memberikan hadiah Fatimah kepada Fatimah Maksumah, maka siapa saja yang ingin berziarah ke makam Sayidah Zahra, hendaknya ia menziarahi makam Sayidah Maksumah.'"
Sayidah Maksumah sama seperti neneknya, Sayidah Fatimah az-Zahra as menjadi teladan untuk keluarga Ahlul Bait as dan dalam kondisi sulit yang dihadapi keluarga Rasulullah Saw, ia menunjukkan kesabaran dan keteguhan yang luar biasa. Dia adalah teladan dalam ibadah, ketakwaan, perilaku, kesabaran, dan perjuangan menghadapi tekanan.
Sayidah Maksumah memiliki beberapa sebutan mulia seperti, Shadiqah, karena dikenal sebagai seorang yang terpercaya. Selain itu ia dipanggil dengan nama mulia seperti Karimah Ahlul Bait dan Thahirah, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Shadiq as. Selain itu, ia juga dijuluki Muhaddatsah yang berarti perawi hadis.
Di antara hadis yang diriwayatkan Sayidah Maksumah adalah hadis Manzilah yang menjelaskan kedudukan mulia Imam Ali as. Hadis ini menjelaskan kedudukan Imam Ali as di sisi Nabi Muhammad Saw sama seperti posisi Harun bagi Nabi Musa as. Wanita suci ini juga menjelaskan peristiwa penting di Ghadir Khum agar umat Islam tidak melalaikan amanah Rasulullah Saw tentang kepemimpinan setelahnya.
Saat ini, mengenal sosok seperti Sayidah Maksumah sangat penting di tengah penyebaran nilai-nilai budaya Barat, yang merendahkan perempuan dan menghancurkan kepribadian serta identitas mereka. Budaya Barat juga mempromosikan tindakan amoral kepada para gadis dan perempuan.
Sayidah Maksumah dengan memanfaatkan pengetahuan dari al-Quran dan upaya tak kenal lelahnya dalam menuntut ilmu, mampu memainkan peran penting di masyarakat. Selama perjalanannya dari Madinah ke kota Mashhad untuk bertemu dengan saudaranya, Imam Ridha as, ia terus menjawab pertanyaan orang-orang seputar agama.
Dalam setiap penyambutan di berbagai kota, Sayidah Fathimah selalu menggunakan kesempatan itu untuk memberikan pencerahan kepada para pecinta Ahlul Bait. Dalam berbagai pidatonya, ia membongkar kedok penguasa Bani Abbasiyah.
Hal inilah yang membuat antek-antek Bani Abbasiyah memburu rombongan Sayidah Maksumah. Ketika kafilah ini tiba di kota Saveh, mereka diserang oleh pasukan Makmun dan kelompok pembenci Ahlul Bait. Sejumlah pengikutnya gugur syahid dalam perang yang tak seimbang ini. Akibat peristiwa ini, Sayidah Maksumah terpukul batinnya dan jatuh sakit. Atas arahan Sayidah Maksumah, rombongan kemudian menuju kota Qom.
Tokoh dan ulama Qom yang mendengar kedatangan Sayidah Maksumah langsung keluar menyambut rombongan keluarga Nabi ini. Wanita suci ini tak lebih dari 17 hari hidup di Qom, ia akhirnya menghembuskan nafasnya akibat penyakit yang dideritanya pada 10 Rabiul Tsani tahun 201 H.
Sebenarnya, Sayidah Maksumah sengaja berhijrah dari Madinah ke Marv sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang ada. Perjalan itu merupakan bagian dari perjuangan Sayidah Maksumah terhadap intimidasi dan kezaliman penguasa.
Kedatangan Sayidah Maksumah telah mengubah keadaan kota Qom dalam waktu singkat. Kedatangan Ahlul Bait Nabi menorehkan sejarah baru bagi kota ini. Orang-orang dari jauh dan dekat mengunjungi kota ini untuk bertemu dengan Ahlul Bait Rasulullah. Kedatangan wanita agung ini memberikan berkah tersendiri bagi kota Qom.
Sayidah Maksumah terkenal sosok yang banyak beribadah dan karena ia menjaga dirinya dari dosa, Imam Ridha as menjuluki wanita mulia ini sebagai Maksumah. Sayidah Maksumah adalah contoh nyata dari individu yang mencapai derajat kesucian berkat penghambaan dan ibadahnya. Kesucian ini diraih melalui ketaatan, penghambaan, dan menjahui hawa nafsu.
Selamat atas kelahiran Sayidah Maksumah as
Islam memandang gender bukan ukuran kemuliaan dan keutamaan manusia. Sebab, kemuliaan dan keutamaan ditentukan oleh keimanan, ilmu dan akhlaknya. Berbagai ayat al-Quran menjelaskan penolakan segala bentuk ukuran keutamaan manusia, kecuali ketakwaannya.
Semua manusia, baik laki-laki dan perempuan bisa mencapai kesempurnaan dengan ketakwaan, ibadah, dan amal shalihnya. Salah satu contoh terbaik adalah Sayidah Maksumah. Selain memiliki akhlak mulia, ia juga dikenal sebagai orang yang ahli ibadah, suci, dan berilmu tinggi.
Mengenang Kepergian Bapak Pendiri Republik Islam Iran
Dengan hati yang tenang, hati yang percaya diri, dan jiwa yang bahagia dan ikhlas, mengharap rahmat Tuhan, saya akan dibebaskan dari pelayanan saudara-saudara saya, dan saya akan melakukan perjalanan ke tempat yang abadi. Dan saya sangat membutuhkan doa-doa baik Anda. Dan saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, untuk menerima permintaan maaf saya atas kurangnya pelayanan, kelalaian dan kesalahan saya.
Ini adalah kata-kata terakhir Imam Khomeini dengan umat Muslim. Di puncak kekuasaan, kehormatan dan ketenarannya, dia tidak hanya menyebut orang-orang Iran tetapi semua Muslim sebagai saudara dan saudarinya, dan menganggap dirinya membutuhkan doa-doa baik mereka, meskipun dia telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk memenuhi tujuan-tujuan agama dan menyelamatkan umat Islam dan kaum tertindas, dia meminta maaf jika melakukan kesalahan. Ini adalah salah satu tanda agung manusia, mereka yang tidak mabuk oleh kesenangan dunia, juga tidak menderita oleh penderitaan mereka.
Hari-hari pertengahan bulan Khordad tahun 1368 Hs (1989) bagi rakyat Iran dan seluruh pecintah Khomeini mengingatkan hari-hari yang sangat sulit. Di hari-hari sulit tersebut, ketika berita sakitnya Imam Khomeini, kesedihan luas dan mendalam menyelimuti setiap jiwa, mayoritas sahabat dan pecinta pemimpin besar ini mendoakan keselamatan dan kesehatannya di masjid, huseiniyah, dan bahkan di rumah-rumah mereka. Mereka berharap "Kurangi usia kami dan tambahkan ke usia Imam kami" tapi sangat disesalkan bahwa ajal dan kematian sesuatu yang pasti dan tiba saatnya tidak dapat diundur.
Takdir Tuhan adalah Ruhullah Khomeini memenuhi panggilan Kekasihnya pada 13 Khordad malam. Benar, di malam itu Imam Khomeini dengan tenang dan hati gembira serta penuh harapan memenuhi panggilan-Nya.
یَا أَیَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ / ارْجِعِی إِلَى رَبِّکِ رَاضِیَةً مَرْضِیَّةً /
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. (al-Fajr 27-28)
Kini telah berlalu 33 tahun dari kepergian Bapak Pendiri Republik Islam Iran ini, dan para pecinta Khomeini setiap tahun di hari seperti ini berkumpul di makamnya dan memperbaruhi baiat mereka. Benar, dia tidak berada di antara kita saat ini, tapi cita-cita dan harapannya senantiasa hidup di hati anak-anaknya. Ia seorang bapak dari banyak perempuan dan laki-laki kita. Maksud saya dari "Kami" bukan hanya bangsa Iran. Ia bapak dari banyak perempuan dan pria umat Islam. Umat yang tidak mengenal batas.
Ketika manusia meninggalkan dunia ini, seiring dengan berlalunya waktu, gambarnya akan semakin buram, namun di antara orang-orang ini ada orang yang gambarnya semakin terang dan jelas ketika semakin jauh dari waktu kematiannya. Orang seperti ini disebut sebagai unsur pemberi kehidupan, memberi cahaya dan kehangatan kepada bangsa dan masyarakat. Imam Khomeini termasuk orang-orang seperti ini. Kini bertahun-tahun dari kepergian manusia besar ini, tapi nama, ideologi dan keyakinannya masih menjadi penuntun dan pendorong manusia-manusia pencari kebenaran dan pejuang.
Salah satu karakteristik penting Sekolah (ajaran) Imam Khomeini adalah melawan pengaruh kekuatan asing dan tidak berdamai dengan kekuatan adidaya.
Tentu saja, sepanjang sejarah, ada banyak orang yang bangkit untuk melawan penindasan, tetapi mereka sendiri akhirnya menjadi penindas, tetapi di sekolah Khomeini, anti-penindasan disertai dengan kerendahan hati dan penyerahan diri kepada Tuhan dan perjuangan melawan hawa nafsu. Imam Khomeini tidak pernah memisahkan kedua medan perang tersebut. Di kancah sosial dan politik, ia melawan kekuatan arogansi dan memerangi hawa nafsunya. Inilah mengapa mencapai posisi pemimpin masyarakat Islam tidak pernah menularinya dengan pencarian kekuasaan dan keduniawian.
Dia dan murid-muridnya selalu bergerak dalam nama Tuhan, untuk Tuhan dan menuju Tuhan. Salah satu siswa alirannya ini adalah pemikir syahid, Profesor Morteza Muthahhari. "Saya memahami hal-hal dari semangat Imam yang tidak hanya menambah keterkejutan saya, tetapi juga iman saya," katanya. Menurut Muthahhari, ada beberapa hal yang membuat Imam Khomeini berbeda: Pertama,; Imam percaya pada tujuannya; Jika seluruh dunia berkumpul, mereka tidak bisa menghentikannya dari tujuannya. Kedua, ia teguh dalam meraih tujuan yang telah ia pilih; Tidak ada yang bisa menghalangi dia dari ini, dan di atas segalanya, karena imannya kepada Tuhannya sangat kuat, dia melihat kekuasaan Tuhan dengan jelas dalam segala hal.
Salah satu keinginan terbesar Imam Khomeini adalah agar tidak hanya bangsa Iran, tetapi semua bangsa Muslim kembali ke asalnya dan mengetahui budaya progresif mereka yang dipengaruhi oleh Islam dan memperkenalkannya kepada orang lain dan dengan demikian menghilangkan ketergantungan intelektual mereka pada Barat. Dengan literatur revolusionernya, dia menanam benih kepercayaan diri di dalam hati, dan sebenarnya dia menanam dan mengolah benih ini dengan baik.
Tanda percaya diri adalah seseorang menganggap dirinya memiliki kepribadian dan identitas, percaya pada kemampuannya dan tidak menemukan arah aspirasinya di pangkuan orang lain. Imam Khomeini (semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian) berkata: "Hal utama adalah mempersiapkan pikiran orang-orang muda ini dan bahkan orang tua dan intelektual bahwa kita adalah manusia dan tidak demikian bahwa kita mengulurkan tangan kepada orang lain di segala hal. Jika Anda percaya bahwa kami adalah manusia dan kami memiliki kekuatan untuk berpikir, Anda akan sukses."
Imam Khomeini (ra) menganggap konfrontasi serius dengan dua budaya merosot Timur dan Barat dan perjuangan melawan kebijakan ekonomi kapitalis dan sosialis sebagai tugas setiap Muslim, terutama ulama, dan menekankan kebangkitan dan kewaspadaan bangsa-bangsa. Hari ini, Revolusi Islam Iran adalah satu-satunya revolusi independen yang muncul dengan otoritas di antara negara-negara di dunia sebagai manifestasi perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan, dan itulah sebabnya semua orang yang ingin melawan sistem dominasi dengan cara tertentu mengikuti revolusi ini. Inilah yang menjadi alasan kemarahan Amerika Serikat, Inggris dan sekutu mereka.
Imam adalah contoh nyata dari fakta bahwa hamba-hamba Tuhan tidak takut kepada siapa pun selain kepada-Nya. Dengan kebijaksanaannya, dia mengarahkan peristiwa ke arah yang diinginkan dan mempertimbangkan semua kondisi, tetapi dia tidak menunggu semua kondisi muncul dengan sendirinya, tetapi dia mencoba menyediakan kondisinya sendiri.
Imam Khomeini, dalam wasiatnya yang komprehensif, telah menggambar jalan yang menyampaikan manusia ke tujuannya. Pertama-tama Imam Khomeini menjelaskan hadis Tsaqalain yang diakui sebagai hadis shahih oleh mayoritas umat Islam. Dari sudut pandang Imam Khomeini, yang membawa pertumbuhan dan kebahagiaan bagi bangsa-bangsa dan membawa dunia meraih keadilan adalah memanfaatkan ajaran Alquran dan menyerahkan pemerintahan kepada orang-orang yang bertakwa dan layak.
Sebuah pemerintahan yang berdasarkan nilai-nilai spiritual dan agama secara inheren menentang penindasan, korupsi dan agresi, dan akan membahayakan kepentingan penguasa, tentu pemerintahan seperti itu akan menghadapi banyak tantangan dan hambatan dari musuh-musuh konspirator. Tetapi mereka yang mengikuti jalan Tuhan dan bertekun di jalan ini, akan mendapat manfaat dari pertolongan Tuhan dan kemenangan akan datang dari mereka. Dalam wasiatnya, Imam Khomeini menginstruksikan semua orang: "Dengan mengingat Allah Swt, bergeraklah menuju pengetahuan diri, kemandirian dan independensi dalam semua dimensi, yang tidak diragukan lagi bahwa Tuhan bersama Anda."
Imam Khomeini adalah kebenaran yang selalu hidup, dan melanjutkan jalannya akan memberimanusia kehidupan yang berlandaskan kemandirian, kebebasan dan kebenaran. Murid dan penerusnya yang layak, Ayatullah Khamenei, mengatakan tentang karakter Imam: "Dia menghidupkan dan menggerakkan kami, dan dengan bantuannya, kami dapat menyadari nilai historis dan geografis negara kami, dan juga menyadari kebenaran budaya masa lalu bangsa kami, dan kebenaran Alquran."
Salam kepada Khomeini, sang pembaharu yang sadar dan bertakwa. Salam kepadanya yang memori kepemimpinan solidnya, pro kebebasan dan kebenaran membuat namanya semerbak harum di setiap jiwa. Salam kepadanya yang membuat Islam kembali dikenal di dunia dan dunia menyadari kebenaran, spiritualisme dan kebebasan sejati.
15 Khordad dan Cikal Bakal Revolusi Islam Iran
Perjuangan membutuhkan istiqamah dan keteguhan. Tanpanya tidak ada perjuangan yang akan berhasil. Peristiwa 15 Khordad 1342 Hs (6 Juni 1963) sebuah contoh dari fakta yang menorehkan sejarah perjuangan bangsa Iran melawan rezim Shah.
Peristiwa ini dari tiga sisi sangat penting bagi perjalanan transformasi politik di Iran:
Pertama, urgensitas peristiwa bersejarah ini berkaitan dengan bagian terpenting sejarah dan peristiwa sebelum kemenangan Revolusi Islam.
Salah satu masalah penting yang menjadi cikal bakal kebangkitan 15 Khordad adalah pengesahan RUU Asosiasi Negara Bagian dan Provinsi, Kapitulasi dan seluruh arus anti rakyat, arus yang melalui pencerahan Imam Khomeini dan biimbingannya berujung pada 22 Bahman 1357 Hs. Pidato Imam 42 tahun lalu, sejatinya bentuk penghakiman rezim Shah karena kezaliman dan kejahatannya terhadap hak bangsa Iran dari 28 Mordad 1332 (Agustus 1953) hingga Revolusi Putih, RUU Asosiasi Negara Bagian dan Provinsi, serta pengguliran isu-isu di bawah bayang-bayang Revolusi Putih, yang menuai protes rakyat dan ulama karena motif kolonialismenya. Meski demikian, peluang pembentukan kebangkiatan anti kubu arogan ini telah ada sejak bertahun-tahun sebelumnya dan ketika kudeta AS-Inggris pada 28 Mordad 1332 (Agustus 1953).
Kedua, nilai penting dari kebangkitan 15 Khordad 1342 Hs adalah urgensitasnya dari sisi karakteristik perjuangan revolusioner, berbasis rakyat dan memiliki pemimpin tunggal, di mana sebelumnya hal ini belum pernah terjadi.
Salah satu indeks penting dari wacana anti-arogan Imam Khomeini adalah kejelasannya. Imam Khomeini menegaskan bahwa untuk menghadapi arogansi global, seseorang harus merencanakan dan mengkaji segala cara dan gagasan. Ia secara tegas menyatakan bahwa metode perjuangan pasif dan pengaturan defensif terhadap arogansi tidak hanya tidak tepat, tetapi ide untuk menghancurkan arogansi tentu membutuhkan strategi agresif.
Beberapa hari sebelum insiden 15 Khordad, Imam Khomeini, dengan pendekatan yang sama, mengungkapkan sifat dan tujuan rezim Shah serta alasan kepatuhannya terhadap kebijakan AS dan Israel selama pidato pada kesempatan peringatan Asyura di Hauzah Faizieh di Qom. Pidato terbuka ini memicu reaksi tajam dan kekerasan dari rezim. Pada fajar pada tanggal 15 Khordad 1342 Hs/ 6 Juni 1963, tentara bayaran dari rezim yang menindas menyerbu rumah Imam di kota suci Qom, menangkapnya dan memindahkannya ke penjara di Teheran.
Menyusul berita penangkapan Imam, protes meluas terjadi di kota-kota Qom, Teheran, Varamin, Mashhad dan Shiraz. Demonstrasi berlangsung selama beberapa hari dan sejumlah orang tewas, terluka dan ditangkap. Kelanjutan protes ini menyebabkan penangkapan kembali dan deportasi Imam ke luar negeri selama 15 tahun. Rezim Shah; mengasingkan Imam untuk sementara waktu di Turki, lalu ke Najaf dan kemudian ke Prancis. Penangkapan dan pengasingan ini serta penindasan bukan akhir dari kebangkitan 15 Khordad.
Imam Khomeini di kondisi paling sulit dan penindasan keras, kepada pemimpin kubu arogan dunia mengatakan, "Kekuatan dan kekuatan besar serta kroni-kroninya harus sadar bahwa bahkan jika Khomeini tinggal sendiri, ia akan tetap melanjutkan perjuangannya melawan kekafiran, kezaliman, syirik dan penyebahan berhala serta dengan pertolongan Tuhan, bersama dengan para Basij di dunia Islam, para diktator yang bertelanjang kaki ini akan menghapus tidur nyenyak para pemakan dunia dan pemuja yang bersikeras pada penindasan dan kekejaman mereka."
Seraya menjaga prinsip nilai-nilai Islam, beliau senantiasa berbicara mengenai nilai-nilai agama dan Islam ketimbang menyerah pada tuntutan aliansi dan kelompok tertentu. Dengan demikian Imam memobilisasi seluru muslim Iran di satu front melawan rezim Shah.
Imam Khomeini secara transpara menyatakan, "Tugas kita adalah melawan kezaliman, kewajiban kita adalah berperang menentang kezaliman, kita akan melawan, lebih baik jika kita berhasil memaksa mereka mundur, dan jika tidak mampu, kita telah menjalankan kewajiban. Kita tidak memiliki ketakutan akan kalah. Pertama, kita tidak akan kalah, Tuhan bersama kita. Dan kedua, jika diasumsikan kita mengalami kekalahan secara zahir, tapi secara batin kita tidak kalah, dan kemenangan batin milik Islam, milik umat Islam dan milik kita."
Karaktertik ini menjadi peluang bagi transformasi besar di Iran yang saat ini menjadi teladan global; Teladan yang bukan saja mengubah nasib bangsa Iran, tapi juga menentukan alur gerakan revolusi dan gerakan besar kebangkitan Islam.
Sisi ketiga dari urgensitas kebangkitan 15 Khordad adalah bersandar pada dua prinsip penting, yakni tidak tunduk dan tidak takut terhadap ancaman dan memahami secara faktual esensi dan tujuan kubu kolonialis.
Imam Khomeini selalu konsisten melawan rezim rusak dan despotik Shah di Iran dan tidak pernah takut akan ancaman, pengasingan dan penindasan, karena beliau meyakini akan arti sejati revolusi.
Imam Khomeini dengan pandangannya terkait kebangkitan 15 Khordad 1342 Hs mengatakan, "15 Khordad, seperti hari Asyura, hari duka bangsa tertindas Iran, hari epik dan kelahiran baru Islam serta muslim. Memperingati hari epik 15 Khordad, memperingati nilai-nilai kemanusiaan sepanjang sejarah. Kebangkitan 15 Khordad mengalahkan legenda kekuatan Shah serta berbagai legenda lainnya. Gugurnya pemuda bijak dan perempuan serta pria di hari tersebut telah melemahkan benteng besar kekuatan setan. Darah para penghuni liar menghancurkan istana-istana penindas. Bangsa besar dengan kebangkitan dan pengorbanan darah anak-anaknya, telah membuka jalan kebangkitan bagi generasi mendatang serta hal-hal yang tidak mungkin menjadi mungkin."
Sejumlah elemen seperti politik, sosial dan agama memainkan peran di pembentukan kebangkitan bersejarah 15 Khordad. Kebangkitan 15 Khordad dengan karakteristik ini menjadi peluang awal bagi pembentukan kebangkitan politik besar yang didasari ideologi dan tujuan Revolusi Islam.
Di Konstitusi Republik Islam Iran disebutkan kebangkitan 15 Khordad disebut sebagai peristiwa bersejarah yang kekal di sejarah Revolusi Islam. Terkait urgensitas hari menentukan ini disebutkan, "Protes keras Imam Khomeini terhadap konspirasi Revolusi Putih AS, yang merupakan langkah untuk memperkuat sendi-sendi pemerintahan despotik dan memperkokoh ketergantungan politik, budaya dan ekonomi Iran kepada imperialis global, menjadi faktor persatuan bangsa yang kemudian disusul dengan revolusi besar dan berdasar umat Islam pada Khordad 1342 Hs yang sejatinya titik balik dimulainya perkembangan kebangkitan besar dan luas ini. Kondisi ini memperkuat posisi sentral Imam sebagai pemimpin Islam dan meski beliau berada di pengasingan karena memprotes Undang-Undang Kapitulasi (kekebalan hukum penasihat militer AS di Iran), hubungan kuat umat dengan Imam terus berlanjut dan bangsa Muslim khususnya cendikiawan dan ulama pejuang melanjutkan jalan beliau dari pengasingan dan penjarah, siksaan dan eksekusi."
Berbagai bukti menunjukkan bahwa rezim Shah tidak sendirian di aksi penumpasan dan pembantaian massal 15 Khordad. Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel juga terlibat di penumpasan berdarah ini. Kebangkitan 15 Khordad tidak pernah padam dengan penumpasan, penangkapan dan pengasingan Imam Khomeini. Imam dengan bijaksana dan ideologi politiknya, sejatinya membuat bangsa Iran terhormat dan memiliki keyakinan pada diri sendiri, serta menjauh dari rasa kalah dari Barat. Dari perspektif ini, kebangkitan 15 Khordad 1342 Hs harus dinilai sebagai titik balik di jalur kehormatan dan kemenangan revolusi bangsa Iran di tahun 1357 Hs (1979).
Raja Yordania kepada Macron: Langkah Sepihak Israel harus Dihentikan
Raja Yodania, Abdullah II di kontak telepon dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron menekankan urgensi dihentikannya langkah sepihak rezim Zionis Israel yang melemahkan peluang perdamaian.
Seperti dilaporkan ISNA, Abdullah II Sabtu (4/6/2022) di kontak telepon dengan Macron membahas isu-isu terkait keamanan pangan.
Raja Yodania dan presiden Prancis membicarakan hubungan bilateral dan transformasi regional.
Abdullah II di kontak telepon ini menyinggung kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina dan menegaskan pentingnya langkah sepihak Israel yang melemahkan peluang perdamaian dihentikan.
Selama beberapa pekan terakhir, serangan militer Israel terhadap warga Palestina meningkat drastis, dan tentara rezim ilegal ini di banyak kasus menembak langsung warga Palestina.
Zionis hampir setiap hari menyerang berbagai wilayah Palestina untuk meraih ambisi ekspansionisnya dan menembak mati, melukai atau menangkap warga Palestina.
Hamas: Pilar Keamanannya Diserang, Kehancuran Israel Semakin Dekat
Anggota senior Hamas mengatakan, jika pilar-pilar konsep keamanan internal Rezim Zionis Israel diserang, maka kehancuran rezim ini akan semakin dekat.
Selama ini Israel menunjukan seolah-olah semuanya berjalan baik, dan satu-satunya ancaman bagi rezim itu adalah nuklir Iran, padahal kenyataannya krisis internal adalah masalah utama Rezim Zionis.
Mahmoud Al Zahar, Minggu (5/6/2022) menekankan pentingya Poros Al Quds yang terdiri dari Palestina, Suriah, Lebanon dan Republik Islam Iran.
"Siapa pun yang mengira bahwa poros ini tidak menjadi target serangan Rezim Zionis Israel, maka ia sebenarnya sedang berhalusinasi," ujarnya.
Anggota senior Hamas itu menambahkan, konsep keamanan Rezim Zionis Israel bertumpu pada empat pilar, yaitu keunggulan, perang kilat, pemerintahan yang aman, dan dukungan internasional.
Menurut Mahmoud Al Zahar, jika pilar-pilar ini diserang, maka kehancuran Israel akan semakin dekat, dan jika salah satu pilar ini diserang, maka Rezim Zionis akan semakin lemah.
"Perang Pedang Al Quds membuktikan bahwa Gaza, sendirian tanpa bantuan poros perlawanan lain, mampu menyerang sistem keamanan Rezim Zionis," imbuhnya.
Pada saat yang sama, Al Zahar menegaskan bahwa dukungan internasional atas Israel tidak mutlak, dan rezim ini telah berubah menjadi permainan nyata bagi masyarakat internasional.
"Perang Wa'd Al Akhirah (nama yang dipilih Hamas untuk perang melawan Israel, dalam membebaskan Al Quds) adalah janji Ilahi kepada rakyat Palestina, untuk kebebasan Al Quds dan Palestina," pungkasnya.
Media Israel: Bahaya Drone Iran Tak Lebih Kecil dari Nuklir
Stasiun televisi Rezim Zionis Israel dalam acara khusus yang mengulas kemampuan drone Iran, mengabarkan bahwa bahaya drone Iran, tak lebih kecil dari ancaman nuklir.
Kanal 11 TV Israel, Jumat (3/6/2022) malam melaporkan, saat perhatian sebagian orang begitu terpusat pada bahaya nuklir Iran, ternyata ada bahaya lain bernama pesawat tanpa awak yang bahanya tidak lebih kecil dari nuklir.
TV Israel menambahkan, drone itu ukurannya kecil dan berbiaya murah, tapi bisa diterbangkan dari jarak ribuan kilometer untuk menyerang target, sementara kerugian yang ditimbulkan drone-drone ini cukup besar, berbeda dengan ukurannya yang kecil.
Menteri Perang Rezim Zionis Benny Gantz yang berbicara di acara Kanal 11 Israel ini, menyinggung jarak tempuh rudal Iran, Shahed-136 yang mencapai 2.000 kilometer, dan menyebut Iran sebagai ancaman keamanan bagi Israel.
Ia menuturkan, Iran sebelumnya tidak punya keberanian untuk melakukan hal ini, dan memang saat itu tidak punya kekuatan dari sisi teknologi untuk menerbangkan drone dengan jarak tempuh 1.500-2.000 kilometer, tapi sekarang secara praktis Iran bisa melakukannya.
"Secara geopolitik dan strategi keamanan, ancaman drone-drone Iran, selalu menjadi ancaman yang penting bagi Israel, karena memiliki dimensi operasional, dan memaksa kami untuk selalu bersiap dari sisi intelijen, pertahanan, agresi, dan upaya menghadapinya," tegas Gantz.
Hizbullah Peringatkan Israel: Kalian Tak Berhak Eksplorasi Gas Lebanon !
Wakil Hizbullah di Parlemen Lebanon merespon masuknya sebuah kapal Rezim Zionis Israel ke wilayah sengketa, dan menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan Tel Aviv mengeksplorasi gas di wilayah itu.
Sebuah kapal Israel, Minggu (5/6/2022) memasuki area ladang gas Karish, di wilayah sengketa setelah melanggar Jalur 29 maritim Lebanon.
Salah satu anggota Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qamati mengatakan, "Kami tidak akan membiarkan Israel melakukan aktivitas eksplorasi gas di wilayah sengketa."
Sementara Mohammed Raad, Ketua Koalisi Loyalis Hizbullah di Parlemen Lebanon kepada pemerintah Beirut mengatakan, "Mari kita pilih sebuah perusahaan menurut kehendak kita sendiri, dan mencapai kesepakatan terkait hal itu. Kita minta perusahaan ini untuk mengeksplorasi gas pada waktu dan periode tertentu di perairan kita sendiri."
"Siapa pun yang takut Israel mendekat ke perusahaan ini, ketahuilah kami akan memberi jawaban kepada Israel, tapi tidak baik menggadaikan negara demi ambisi menduduki beberapa posisi, kepentingan faksi politik, atau karena ketakutan dan keinginan kecil," pungkasnya.
Maariv: Hizbullah Punya Lebih dari 100.000 Rudal
Surat kabar Rezim Zionis Israel mengabarkan, berdasarkan perkiraan lembaga-lembaga keamanan Zionis, Hizbullah Lebanon memiliki lebih dari 100.000 unit rudal.
Maariv, Minggu (5/6/2022) melaporkan, jumlah rudal yang ada di gudang Hizbullah mengalami peningkatan secara signifikan sejak perang kedua Israel-Lebanon pada tahun 2006, dan ini menyebabkan bahaya bagi front internal Israel semakin besar.
Menurut koran Israel, sebagian besar gudang rudal Hizbullah dipenuhi oleh rudal-rudal Katyusha, yang memiliki hulu ledak berbobot 20 kilogram, dan berjarak tempuh 40 kilometer.
Selain itu, katanya, Hizbullah juga punya rudal Fajr. Rudal Fajr-3 memiliki jarak tempuh 43 kilometer, dan mampu membawa hulu ledak seberat 45 kilogram. Rudal Fajr-5 yang lebih canggih juga dimiliki Hizbullah, rudal ini punya jarak tempuh 75 kilometer, dan memiliki hulu ledak seberat 90 kilogram.
"Hizbullah dan Iran berusaha meningkatkan akurasi rudal-rudal canggih mereka, dan hasilnya rudal Zelzal. Jarak tempuh rudal Zelzal-1 mencapai 125-160 km, dengan hulu ledak seberat 500 kg, sementara rudal Zelzal-2 lebih canggih, jarak tempuhnya mencapai 210 km, dengan hulu ledak 600 kg," tulis Maariv.
Milisi Kurdi Siap Lawan Turki Bersama Pasukan Suriah
Komandan milisi Kurdi, Pasukan Demokratik Suriah, SDF menyatakan kesiapan pasukannya bekerja sama dengan pasukan pemerintah Damaskus untuk melawan militer Turki.
Komandan SDF, Mazloum Abdi, Minggu (5/6/2022) mengatakan akan melawan segala bentuk agresi militer Turki, di utara Suriah.
Ia menambahkan, pasukan SDF siap untuk melawan pasukan Turki, dan bekerja sama dengan pasukan pemerintah Suriah, tanpa perlu mengirim pasukan tambahan.
Pada saat yang sama, Mazloum Abdi mengklaim bahwa pasukan Suriah harus menggunakan sistem pertahanan udaranya untuk melawan Angkatan Udara Turki.
Pasukan SDF adalah pasukan dukungan militer Amerika Serikat, dan sampai saat ini masih menduduki sejumlah wilayah di timur dan timur laut Suriah.
Sebelumnya Komandan SDF mengaku khawatir AS akan meninggalkan mereka sendiri, seperti yang dilakukannya di Afghanistan. (




























