کمالوندی

کمالوندی

 

Gerakan Kataib Hizbullah Irak memperingatkan segala bentuk penghinaan terhadap Marja Taklid Syiah Irak, dan meminta Turki segera menarik pasukan dari negara itu sebelum terlambat.

Kataib Hizbullah Irak, Sabtu (5/2/2022) mengumumkan, "Kami tegaskan bahwa syuhada, para pemimpin dan rujukan kami terutama Marja-marja Syiah di kota Najaf adalah benteng kokoh dan lentera yang menerangi jalan, dan mereka melindungi rakyat dari kejahatan para penjahat."
 
Kataib Hizbullah memperingatkan, siapa pun yang menghina Marja-marja Irak, berarti telah menghina rakyat negara ini dan umat Islam, dan setiap penghinaan terhadap mereka tidak bisa ditolelir hanya dengan permintaan maaf.
 
Terkait serangan pasukan Turki ke utara Irak, Kataib Hizbullah menjelaskan, "Ujung pisau sudah sampai ke tulang. Sudah cukup untuk mengabaikan nyawa rakyat dan kedaulatan negara kami, ketahuilah sebuah bangsa yang mampu mengalahkan kekuatan terbesar dunia, dan membuatnya tersungkur ke tanah, juga bisa membuat Anda tersungkur, maka sebelum terlambat, tarik pasukan Anda dari Irak." 

 

Ratusan anggota kelompok teroris Daesh yang melarikan diri dari penjara Ghwayran di kota Al Hasakah, timur laut Suriah, dikabarkan masuk ke wilayah Turki.

Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah, SOHR yang berafiliasi ke pemberontak Suriah, Minggu (6/2/2022) seperti dikutip surat kabar Rai Al Youm mengumumkan, ratusan teroris Daesh melarikan diri setelah operasi penjara Ghwayran di Al Hasakah.
 
Menurut SOHR, ratusan teroris Daesh yang melarikan diri dari penjara di Al Hasakah itu berhasil memasuki Turki, sementara sebagian dari mereka masuk ke wilayah-wilayah yang diduduki milisi bersenjata dukungan Turki di Suriah, dan sebagian lain tetap berada di wilayah kekuasaan Pasukan Demokratik Suriah, SDF dukungan Amerika Serikat.
 
Sampai sekarang pemerintah Turki tidak menunjukkan reaksi apa pun terkait masalah ini. Daesh pada Januari 2022 lalu dengan dalih membebaskan beberapa komandan dan anggotanya, menyerang penjara Ghwayran, dan bertempur dengan pasukan SDF, yang berlangsung hingga 10 hari.
 
SOHR sebelumnya mengabarkan, dalam serangan ini 335 orang tewas, 246 di antaranya teroris Daesh, 79 orang anggota SDF dan tujuh lainnya warga sipil. Sekitar 3.500 teroris Daesh berada di penjara Ghwayran, Suriah.

Minggu, 06 Februari 2022 19:49

Model Kesepakatan yang Dicari Iran di Wina

 

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrel, membahas perkembangan yang dicapai dalam perundingan nuklir Wina dalam pembicaraan telepon pada Sabtu (5/2/2022).

Amir-Abdollahian menekankan bahwa Tehran dengan benar-benar mencari kesepakatan, tetapi kepentingan nasional Iran juga harus dijamin. Sementara itu, Borrell menuturkan negosiasi berada pada fase yang penting, dan semua pihak harus datang ke Wina dengan agenda yang jelas untuk mencapai kesepakatan.

Menlu Iran menyatakan Republik Islam serius untuk mencapai kesepakatan, tetapi juga bertekad untuk melindungi garis merah dan kepentingan nasionalnya. Menurutnya, beberapa perkembangan positif telah terjadi dalam negosiasi, namun ini masih belum memenuhi harapan Iran.

Iran terlibat dengan lebih tegas dalam perundingan Wina putaran baru dengan agenda pencabutan sanksi. Hal ini berangkat dari pengalaman di masa lalu di mana Amerika Serikat secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir JCPOA, dan pihak Eropa juga tidak mampu memenuhi kepentingan ekonomi Iran seperti tertulis dalam kesepakatan.

Perundingan Wina ditangguhkan sejak 28 Januari 2022 untuk memberikan kesempatan kepada para delegasi untuk berkonsultasi dengan pemerintahan mereka dan membuat keputusan politik demi mencapai sebuah kesepakatan.

Iran akan menerima kesepakatan untuk mencabut sanksi selama ia dapat diverifikasi dan secara pasti menjamin kepentingan ekonomi Iran, terlepas dari undang-undang domestik negara lain, terutama AS.

Sejauh ini JCPOA gagal untuk menjamin kepentingan ekonomi Iran. Pendekatan AS dan ketidakmampuan pihak Eropa untuk bertindak independen (di luar bayang-bayang AS) telah menambah ketidakpercayaan Iran terhadap beberapa pihak dalam perundingan Wina.

Oleh karena itu, Tehran akan menyetujui kesepakatan yang secara realistis dan berkelanjutan melayani kepentingan ekonomi Iran, bukan hanya (kesepakatan) di atas kertas.

JCPOA ditandatangani pada 2015 dengan tujuan menjamin kepentingan ekonomi Iran dan negara ini juga menerima beberapa pembatasan pada program nuklirnya. Dalam praktiknya, bukan hanya kepentingan itu tidak dipenuhi secara berkelanjutan, tetapi Iran juga dijatuhi sanksi di berbagai sektor setelah AS keluar dari JCPOA.

Berangkat dari ketidakpercayaan terhadap pihak Barat, tim perunding Iran mengambil langkah-langkah dan mengajukan proposal yang rasional, sambil mengeveluasi keseriusan mereka. Tim Iran ingin memastikan agar kepentingan nasional Republik Islam tidak dilanggar kembali jika kedua pihak mencapai kesepatan.

Selama prinsip penting ini belum terbukti bagi Iran, maka pihaknya tidak akan menerima kesepakatan apa pun.

Dalam hal ini, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani menulis di akun Twitternya pada Sabtu kemarin bahwa keuntungan ekonomi yang nyata, efektif, dan dapat diverifikasi bagi Iran adalah syarat yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan.

Pihak Barat harus memberikan jaminan untuk membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan. Jaminan itu antara lain ekspor minyak tanpa hambatan dan pengiriman uangnya ke Iran secara berkelanjutan, kerja sama tak terbatas antara bank-bank Iran dan bank-bank asing, kemudahan dan kelancaran kegiatan perdagangan luar negeri Iran terlepas dari pemerintah mana yang berkuasa di AS di masa depan, serta investasi yang berkelanjutan dan dapat diandalkan di Iran.

Sabtu, 05 Februari 2022 20:14

Dunia dalam Pandangan Imam Hadi as

 

Hari ini tanggal 3 Rajab bertepatan dengan peringatan Haru Syahadahnya Imam Hadi as, Imam kesepuluh Ahlul Bait as. Manusia suci ini dibunuh oleh penguasan Dinasti Abbasiah karena merasa terancam kekuasaannya atas keberadaan beliau.

Sejarah Islam menunjukkan kehadiran orang-orang besar dan mulia yang begitu berjasa bagi umat manusia. Mereka adalah para penerus risalah para Nabi dan Rasul yang mengenalkan jalan kebahagiaan sejati dan keselamatan bagi umat manusia. Ahlul Bait Rasulullah Saw menjadi pelita penerang umat dari kegelapan.

Ahlul Bait Nabi Muhammad Saw mencurahkan hidupnya untuk membimbing manusia dengan ketinggian ilmu dan keutamaan akhlaknya. Salah satu dari Ahlul Bait Rasulullah saw adalah Imam Hadi yang telah menunjukkan keagungannya sejak kecil hingga akhir hayatnya.

Imam Ali al-Hadi lahir tanggal 15 Dzulhijjah 212 H di kota Madinah. Ketika ayahnya Imam Jawad syahid, Imam Hadi memegang tanggung jawab kepemimpinan umat Islam. Beliau memberikan petunjuk dan bimbingan kepada masyarakat selama 33 tahun.

Kepemimpinan Imam Hadi semasa dengan enam orang penguasa dari dinasti Abbasiah. Di masa kepemimpinan beliau inilah Ahlul Bait Rasulullah Saw banyak mengalami tekanan dari pihak penguasa lalim. Salah satu dari enam khalifah yang sezaman dengan beliau dan paling membenci Ahlul Bait adalah Mutawakkil.

Keimamahan Imam Ali al-Hadi menjadi ancaman bagi musuh-musuh Ahlul Bait, terutama penguasa lalim. Untuk itulah, mereka berupaya memisahkan Imam dari umat Islam. Bahkan sejak kecil, para imam mendapat tekanan dari penguasa lalim. Tapi tekanan tersebut tidak menghalangi para Imam dalam membimbing masyarakat bahkan sejak usia kecil beliau.

Kehidupan sosial dan politik Ahlul Bait menunjukkan betapa sensitifnya tanggung jawab yang mereka pikul dalam melindungi dan menyebarkan agama di tengah-tengah masyarakat. Periode kehidupan mereka penuh dengan peristiwa yang mengancam masyarakat Islam, akibat kebodohan masyarakat waktu itu atau oleh para penguasa zalim. Di masa kehidupan Imam Ali al-Hadi as muncul sejumlah pemikiran dan keyakinan di tengah-tengah umat Islam. Pembahasan seperti melihat Tuhan, keyakinan akan Jabr (Determinasi) atau sebaliknya lebih menekankan kebebasan manusia. Sebagian lagi justru cenderung pada tasawwuf yang kemudian berusaha merasuki pikiran masyarakat umum.

Munculnya fenomena seperti ini berasal dari perubahan dalam kebijakan budaya penguasa Bani Abbasiah dan serangan pemikiran filsafat materialistik dari bangsa-bangsa lain ke tengah masyarakat Islam. Para khalifah pasca Ma’mun telah mengalokasikan dana luar biasa untuk menerjemahkan buku-buku filsafat Yunani. Bahkan disebutkan bahwa para penerjemah mendapat upah emas seberat buku yang diterjemahkan.

Salah satu ajaran penting dan kunci dari pernyataan Imam Hadi as yang mencerahkan adalah perhatian yang diberikan kepada dunia fana dan perannya dalam mempromosikan kebahagiaan manusia. Imam Hadi as memperkenalkan dunia sebagai pasar di mana kelompok mendapat manfaat darinya dan kelompok lainnya merugi. Di mata Imam, yang tercela adalah keterikatan akan dunia dan cinta dunia, bukan dunia itu sendiri, tetapi karena manusia mencari keuntungan di pasar akan terikat pada dunia. Keterikatan pada kesenangan duniawi ini adalah sumber kesalahan manusia dan penderitaannya karena melakukan dosa. Penderitaan ini dalam materi yan fana dan keinginan duniawi, menghancurkan manusia dan menjadi sarana bagi kejatuhan dan kemerosotannya. Keuntungan dan kerugian pasar dunia bergantung pada banyak faktor dan keadaan.

Sebagian orang melihat dunia sebagai tempat peralihan dan mencoba membangun cadangan untuk akhirat di dunia. Mereka adalah orang yang di pasar dunia menempatkan metode Nabi Saw dan Ahlul Bait as yang melangkah di jalur penghambaan diri kepada Allah dan berusaha keras di jalan kebenaran dan keadilan. Orang-orang seperti ini akan sampai pada kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Tetapi mereka yang menganggap dunia sebagai sesuatu yang permanen dan stabil, adalah tawanan hawa nafsu dan mengikuti setan serta dunia sebagai tujuannya. Mereka menjadi mainan dunia yang berkilau dan dosa yang mereka lakukan membuat mereka merugi dan akhirnya mereka mendapat azab ilahi di akhirat.

Dalam hadis lain, Imam Hadi as mengatakan, "Allah telah menempatkan dunia sebagai tempat ujian dan akhirat sebagai rumah terakhir dan konsekuensi dunia. Ujian dan peristiwa dunia akan mendapat pahala di akhirat, sebaliknya pahala di akhirat sebagai ganti ujian di dunia."

Imam Hadi as memulai perjuangannya melawan para penguasa Abbasiah secara tidak langsung dengan penyadaran sosial, budaya dan pendidikan. Ahlul Bait Rasulullah Saw mengajarkan pondasi pemikiran dan keyakinan yang kokoh dan logis  kepada masyarakat yang berada di bawah tekanan politik penguasa lalim.

Tekanan berat dari sisi politik dan menyebarnya kerancuan pemikiran dan keyakinan merupakan dua fenomena yang muncul di zaman Imam Hadi as. Tanpa beliau, dasar keyakinan dan pemikiran Islam bakal terancam.

Sebelum Imam Hadi as dipindahkan ke Samara oleh pasukan Abbasiah, beliau tinggal di Madinah yang menjadi pusat keilmuan dan fikih dunia Islam. Aktifitas Imam Hadi di Madinah memicu kekhawatiran dari para penguasa zalim. Oleh karena itulah mereka memaksa Imam Hadi as untuk meninggalkan Madinah dan selama 10 tahun beliau hidup dalam tekanan berat di masa kekuasaan Bani Abbasiah.

Image Caption
Tekanan berat politik para penguasa Abbasiah terhadap Imam Hadi  menyulitkan masyarakat untuk bisa menemui beliau. Hal ini dilakukan mereka dengan harapan bahwa ketidakhadiran Imam Hadi di tengah-tengah masyarakat bakal memunculkan masalah keyakinan.

Situasi dan kondisi demikian secara perlahan-lahan memunculkan aliran-aliran sesat di tubuh umat Islam. Hal ini membuat agama Islam betul-betul berada dalam bahaya. Untuk menghadapi kondisi sulit ini, Imam Hadi as memperkuat "Lembaga Perwakilan" dan menyebarkannya ke daerah-daerah guna menciptakan koordinasi antara sesama pengikut Ahlul Bait yang tersebar di daerah-daerah.

Imam Hadi sebagaimana pendahulunya, Imam Ali bin Abi Thalib menjalani kehidupan secara sederhana, zuhud, saleh dan senantiasa membantu orang miskin maupun orang yang membutuhkan.

Imam Hadi berperan besar dalam menyampaikan nilai-nilai Al-Quran kepada umat Islam di zamannya. Mengenai Al-Quran, salah satu pernyataan beliau di antaranya, "Allah Yang Maha Kuasa tidak menempatkan Al-Qur'an hanya untuk waktu tertentu. atau untuk orang-orang khusus saja. Sebab Al-Qur'an berlaku sampai hari kiamat, dan senantiasa baru untuk zaman apapun, dan bangsa manapun,".

Sabtu, 05 Februari 2022 20:13

Malaysia Kecam Kejahatan Baru Rezim Zionis

 

Para pengunjuk rasa berkumpul di depan kedutaan AS di Kuala Lumpur untuk mendukung Palestina dengan mengutuk pembongkaran rumah di daerah Sheikh Jarrah oleh rezim Zionis Israel.

Sekelompok perwakilan LSM Malaysia melakukan aksi protes di depan Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur di tengah pembatasan yang diberlakukan pemerintah Malaysia akibat penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Perwakilan organisasi non-pemerintah Malaysia hari Jumat (28/1/2022) menyerukan diakhirinya dukungan penuh AS terhadap Israel dalam aksi penghancuran rumah, pengusiran Muslim Palestina dengan perluasan Yahudisasi Al Quds, serta memutus dukungan senjata dan menjatuhkan sanksi terhadap rezim Zionis.

Saat ini, 28 keluarga Palestina di daerah Sheikh Jarrah berisiko mengungsi dan kehilangan rumah mereka, karena Israel berupaya menyita rumah-rumah ini dan menyerahkannya kepada pemukim Zionis.

Pemukim Zionis mengklaim bahwa tanah di mana rumah-rumah ini dibangun adalah milik mereka. Namun, Palestina memiliki dokumen yang membuktikan kepemilikan sah atas tanah tersebut.

Sabtu, 05 Februari 2022 20:12

Ammar al-Hakim: Irak Tidak Butuh Pasukan AS

 

Pemimpin Gerakan Kebijaksanaan Nasional Irak, Ammar Al-Hakim mengatakan, “Hari ini, kemampuan keamanan dan militer Irak telah mencapai titik kemandirian, sehingga tidak membutuhkan pasukan Amerika,". .

Ammar al-Hakim, Pemimpin Gerakan Kebijaksanaan Nasional Irak hari Jumat (4/2/2022) mengatakan bahwa semua pihak di Irak berupaya untuk mengaktifkan elemen kekuatan nasionalnya, dan membangun sistem pertahanan yang komprehensif dan profesional yang bebas dari pengaruh pihak manapun.

"Pemerintah masa depan harus melakukan upaya serius untuk membentuk aparat ini dan menggunakan berbagai unit militer, termasuk tentara dan aparat kontra-terorisme serta Al Hashd Al Shaabi dan Peshmerga, untuk membangun kesatuan militer nasional yang komprehensif," ujar Al-Hakim.

"Kami berada di garis depan dalam membela persatuan nasional semua kelompok politik di Irak, dan kami menghormati karakteristik sosial setiap orang, dan kami ingin persatuan ini menjadi prasyarat untuk persatuan yang lebih besar di tingkat nasional," kata Hakim.

Selama kunjungannya baru-baru ini ke Amerika Serikat, Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi bertemu dengan Presiden Joe Biden untuk membahas berbagai masalah dan kebutuhan pasukan AS untuk meninggalkan Irak pada akhir tahun ini.

Namun, sumber-sumber Irak mengatakan Amerika akan terus hadir di Irak sebagai penasihat, yang memicu reaksi keras dari berbagai kelompok Irak, termasuk Hizbullah, Al Nujaba dan lainnya.

 

Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menekankan bahwa perlawanan tidak akan membiarkan rezim Zionis menyusup ke Lebanon.

Televisi Al-Manar hari Sabtu (5/2/2022) melaporkan, Sheikh Naim Qassem, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam pidatonya mengatakan, "Front perlawanan membela Lebanon, oleh karena itu mendapat dukungan rakyat,".

"Dukungan untuk Hizbullah meningkat dari hari ke hari, sayangnya beberapa orang berpengaruh atau kaya menyerang Hizbullah," ujarnya.

Pekan lalu,  pasukan keamanan Lebanon telah mengidentifikasi dan menghancurkan 17 jaringan mata-mata Zionis yang beroperasi di berbagai bagian negara itu.

Badan Intelijen Pasukan Keamanan Internal Lebanon meluncurkan operasi terbesar dalam sejarahnya terhadap jaringan mata-mata Israel, dan dalam waktu empat minggu mampu membongkar kasus yang melibatkan puluhan tersangka yang bekerja sama secara langsung atau tidak langsung dengan Mossad.

 

Mantan Deputi Ketua Majelis Rendah Rusia Duma menganggap Revolusi Islam Iran sebagai penghambat besar bagi hegemoni Amerika Serikat di dunia.

Sergey Baburin, Sabtu (5/2/2022) dalam wawancara dengan IRNA mengatakan, "Rakyat negara-negara kawasan Asia Barat yang berhadapan dengan hegemoni AS, berhasil bangkit melawan AS berkat inspirasi dari Revolusi Islam Iran yang dipimpin Imam Khomeini."

Mantan Deputi Ketua Duma Rusia juga menganggap keluarnya pasukan AS dan NATO dari Afghanistan secara memalukan pada Agustus 2021 lalu, sebagai buah dari Revolusi Islam Iran.

Baburin menuturkan, "Iran melawan sistem hegemoni AS, dan berhasil membuktikan bahwa tanpa persetujuan AS sekali pun, ia bisa mempertahankan independensinya."

Ia menambahkan, "Perjuangan rakyat Palestina untuk membebaskan tanah airnya juga mengikuti jejak Revolusi Islam Iran, dan sampai sekarang telah mengalahkan berbagai konspirasi besar seperti Kesepakatan Abraham yang digulirkan mantan Presiden AS Donald Trump untuk menjajah Palestina, dan mengakui secara resmi penjajahan tersebut." 

 

"Imam Muhammad Baqir as memandang pekerjaan sebagai aktivitas suci dan bernilai. Beliau menjelaskan hubungan mendalam antara ekonomi dan spiritual dalam Islam. Menurut pandangan Imam Baqir as, kerja dan produksi yang dilakukan dalam tolok ukur dan nilai agama, dan dengan tujuan memenuhi kebutuhan, serta demi kemakmuran individu maupun masyakarat, khususnya bagi orang-orang yang membutuhkan, terhitung sebagai ibadah."

Setiap orang yang merenungkan lautan ilmu Ahlul Bait as, maka dia akan tertarik dengan spiritualitas dan kesempurnaan ilmu mereka serta akan merasa rendah hati dan hormat. Hari ini, dengan penuh rendah hati dan keinginan kuat, kitamenuju ke pantai lautan ilmu Imam Bagir as sehingga pada hari kelahiran beliau saat ini kita dapat menimbailmudaribeliau.

Imam Muhammad Baqir as dilahirkan di kota Madinah pada tanggal 1 Rajab tahun 57 H. Beliau adalah putra dari cicit Rasulullah saw, Imam Ali Zainal Abidin. Beliau diberi gelar "Baqirul Ulum" yang berarti pembelah ilmu. Artinya beliau punya kemampuan tinggi dalam mengurai segala cabang ilmu. Itu pulalah yang disabdakan Nabi Saw jauh sebelum lahirnya Imam Baqir as.

Rasulullah Saw pernah bersabda kepada sahabatnya, Jabir bin Abdillah Ansari. Beliau berkata, "Wahai Jabir, engkau akan tetap hidup setelah kepergianku, hingga engkau bertemu dengan salah satu putra keturunanku, orang yang paling mirip denganku dan namanya sama dengan namaku. Kapanpun engkau melihatnya, sampaikan salamku padanya dan amalkan sungguh-sungguh pesanku ini."

Rasulullah saw memberi gelar kepada cucu yang akan ditemui oleh Jabir bin Abdillah itu dengan Baqir al-Ulum. Setelah bertahun-tahun berlalu, Jabir akhirnya bertemu dengan Imam Muhammad Baqir as dan ia pun menyampaikan titipan salam Rasulullah Saw kepada Imam.

Kelahiran Imam Baqir as
Abdullah bin Atha al-Makki, salah seorang ilmuan di zamannya mengatakan, "Saya tak pernah melihat ada ulama dan ilmuan yang tidak merasa kerdil di depan Imam Muhammad Baqir as. Aku pernah menyaksikan sendiri bagaimana Hakam bin Atha yang dikenal punya kedudukan keilmuan yang sangat tinggi duduk bersimpuh di depan Imam Baqir seperti seorang anak kecil di depan gurunya."

Imam Baqir as selalu bersandar pada dua sumber penting Islam yaitu al-Quran dan Sunnah untuk menjelaskan ajaran-ajaran agama di berbagai bidang termasuk masalah sosial, ekonomi dan politik. Beliau kepada sahabatnya berkata, "Setiap riwayat yang aku katakan kepadamu, ketauhilah bahwa riwayat tersebut berasal dari Istinbat al-Quran." Imam Baqir as menilai akal memiliki peran penting untuk memahami hakikat sesuatu. Oleh karena itu, beliau menyerukan masyarakat untuk menggunakan akal tersebut untuk memahami berbagai ilmu.

Ekonomi dan hal-hal yang berhubungan dengan kerja dan produksi merupakan topik penting dalam pendidikan Ahlul Bait as. Islam tidak hanya mengajarkan urusan akhirat saja, tetapi juga mengajarkan masalah keduniawian dan hal itu sesuai dengan tuntutan manusia. Oleh sebab itu, Islam telah memberikan petunjuk dan penjelasan terkait masalah ekonomi, bahkan telah memberikan jalan dan solusi yang sangat bernilai guna meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia.

Perilaku dan ucapan Imam Ahlul Bait as dalam upaya untuk mendapatkan rizki halal merupakan satu keutamaantersendiri. Mereka selalu berusaha memenuhi kebutuhan finansial dan ekonominya dengan bekerja keras. Kerja dan aktivitas produksi dalam pandangan Imam Baqir as memiliki kedudukan penting.

Imam Baqir as melihat sistem ekonomi yang sehat akan terwujud jika sumber produksi kekayaan diolah oleh orang-orang saleh. Terkait hal itu, beliau menegaskan tentang kekayaan yang halal dan orang-orang yang kaya dan saleh. Imam Baqir as mengatakan, kekayaan harus diolah oleh orang-orang yang mengetahui hak atas harta dan kewajibannya terhadap harta tersebut serta melaksanakannya dengan baik. Salah satu penyebab hancurnya umat Islam dan Islam adalah investasi berada di tangan orang-orang yang tidak mengetahui hak dan tanggung jawab atas kekayaan tersebut dan tidak melaksanakannya dengan baik. (Mustadrak al-Wasail, Juz 2, Halaman 393)

Kelahiran Imam Baqir as
Imam Baqir as amat memperhatikan masalah produksi, khususnya pertanian. Di sisi lain,beliau juga memperhatikan masalah kerja dan mengais rizki yang halal serta tidak bergantung kepada orang lain. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah dengan jalan bertani, di mana sebagian kebutuhan makanan penting dan pekerjaan dapat dipenuhi melalui jalantersebut.

Imam Baqir as berkata, "Tidak ada pekerjaan yang lebih mulia disisi Allah Swt dari pertanian dan tidak ada nabi yang diutus Allah Swt yang tidak bertani kecuali Nabi Idris as, karena beliau seorang penjahit. (Miratul Uqul, Juz 19, Halaman 339).

Dari riyawat tersebutdapat dipahami bahwa jika seseorang memiliki tanah dan air yang cukup, namun tetap hidup miskin, maka ia telah jauh dari rahmat Allah Swt. Sebab, amat jelas bahwa ia bukan seorang yang inginberusaha untuk bekerja demi memenuhi kebutuhannya. Imam Baqir as berkata, "Setiap orang yang memiliki tanah dan air yang cukup, namun tetap hidup fakir, maka Allah Swt akan menjauhkan orang tersebut dari rahmat-Nya."

Imam Muhammad Baqir as memandang pekerjaan sebagai aktivitas suci dan bernilai. Beliau menjelaskan hubungan mendalam antara ekonomi dan spiritual dalam Islam. Menurut pandangan Imam Baqir as, kerja dan produksi yang dilakukan dalam tolok ukur dan nilai agama, dan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan, sertademi kemakmuran individu maupun masyakarat, khususnya bagi orang-orang yang membutuhkan, terhitung sebagai ibadah.

Penggunaan harta untuk kepentingan sosial, khususnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan adalah tujuan Imam Baqir as dalam kegiatan produksi. Beliau menggunakan hasil pertanian dan perkebunannya untuk membantu anak-anak yatim dan orang-orang fakir. Imam Baqir as mengatakan, "Aku lebih menyukai untuk memikul tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan sebuah keluarga Muslim dan menolong mereka dari kelaparan, memberikan pakaian kepada mereka serta menjaga kehormatannya daripada menunaikan satu ibadah haji mustahab atau bahkan 70 ibadah haji mustahab." (Miratul Qulub, Juz 9, Halaman 108).

Meski Imam Baqir as usianya semakin tuadan memiliki pembantu, namun beliau tetap bekerja keras. Bahkan ada sekelompok orang yang mengira perbuatan beliau itu sebagai penjelas untuk tidak merasa zuhud dan qanaah.

Seseorang bernamaMuhammad bin Munkadir mengatakan, "Suatu hari yang panas, aku melihat Abu Jafar Muhammad bin Ali (Imam Baqir as) berada di sekitar Madinah. Beliau keluar dari Madinah untuk bekerja. Kepada diriku aku mengatakan, "Subhanallah, seorang pembesar Quraish dalam kondisi yang panas seperti ini sibuk dengan urusan duniawinya. Aku harus menasihatinya." Kemudian aku mendekatinya dan mengucapkan salam. Dalam kondisi keringat yang sedang mengucur, beliau menjawab salamku.

Aku berkata kepadanya, "Apakah seorang pembesar Quraish dalam cuaca yang panas seperti ini masih sibuk dengan urusan duniawi? Jika dalam posisi seperti ini ajalmu datang, apa yang akan engkau lakukan?" Beliau menjawab, jika dalam kondisi saat ini ajalku datang, maka aku akan mati dalam kondisi taat kepada Allah Swt, sebab hasil jerih payahku ini telah menjadikanku dan keluargaku tidak tergantung kepadamu dan orang lain. Aku takut ajalku tiba pada saat aku sibuk bermaksiat kepada Allah Swt."

Mendengar jawaban Imam Baqir as, Muhammad bin Munkadir berkata, "Semoga Allah selalu memberikan rahmat kepadamu. Apa yang engkau katakan benar. Sebelumnya, aku ingin menasihatimu tetapi engkau telah menasihatiku."

Selain mendorong untuk bekerja dan berusaha, Imam Baqir as juga melarang menganggur, bermalas-malasan dan meninggalkan pekerjaan. Tak diragukan lagi, pengangguran selain menimbulkan kondisi yang tidak menentu dan menghilangkan hargadiri, juga akan menjadi penghalang utama pertumbuhan ekonomi. Jika dalam ekonomi masyarakat tidak ada motor penggerak yaitu kerja dan usaha, maka ekonomi tersebut akan berhenti dan mengalami resesi.

Kelahiran Imam Baqir as
Imam Baqir as berkata, "Aku membenci orang yang mencari alasan dan tidak mencari pekerjaan, kemudian dia hanya tinggal di rumah dan dengan menengadahkan tangan berkata, "Ya Allah, berilah aku rizki." Sementara semut keluar dari lobangnya untuk mencari rizki dan memenuhi kebutuhannya dengan upaya dan bekerja keras."

Perkataan Imam Baqir as tersebut menunjukkan bahwa pengangguran tidak hanya menyebabkan resesi dan ketertinggalan ekonomi, namun juga memiliki dampak negatif terhadap fisik dan jiwa,serta tingkah laku manusia.Bahkan akan mendorong timbulnya akhlak dan sosial yang buruk,serta menghilangkan kebahagiaan hidup manusia.

Sementara itu, perdagangan sebagai salah satu bentuk pekerjaan memiliki peran penting dalam menumbuhkan ekonomi. Oleh karena itu, perdagangan juga mendapat perhatian khusus dari Ahlul Bait as. Imam Baqir as meriwayatkan dari ayahnya, terus hingga Rasulullah Saw, berkata, "Berkat memiliki 10 bagian, dan sembilan bagiannya terdapat dalam perdagangan."

Selain mengajarkan tentang perdagangan, Ahlul Bait as juga mengajarkan kepada manusia tentang kehalalannya, di mana pedagang harus mengetahui hukum syariat tentang perdagangan. Sehingga apa yang dia dapat adalah harta yang halal.

 

20 Jumadi al-Tsani, rumah Rasulullah Saw dan Khadijah as tengah menunggu kelahiran putri tercinta mereka yang nantinya diberi nama Fatimah Zahra, penghulu wanita surga.

Di hari kelahiran Sayidah Fatimah yang juga ditetapkan sebagai Hari Ibu di Republik Islam Iran, kami dikesempatan kali ini selain membahas wanita suci ini, juga akan menjelaskan peran ibu dan metode pendidikan ibu paling sukses ini.

Sebelum Sayidah Fatimah lahir, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah Saw dan berkata, Wahai Muhammad ! Allah Swt mengirim salam kepadamu dan memerintahkanmu untuk menjahui Khadijah selama 40 hari !


Kemudian Rasulullah melaksanakan perintah tersebut dan menghabiskan siang dengan berpuasa dan malam dengan ibadah. Setelah 40 hari, Jibril turun dan berkata, Allah Swt mengirim salam kepadamu dan berfirman, bersiaplah menerima hadiah dan kehormatan-Ku ! Ketika itu, Malaikat Mikail membawa buah surgawi. Rasulullah kemudian memakannya dan meminum air serta berhubungan dengan Khadijah malam itu, dan Fatimah lahir dari proses tersebut.

Ketika Khadijah menikah dengan Rasulullah Saw, perempuan Quraisy meninggalkannya dan menolak mendatanginya atau berinteraksi dengannya. Bahkan mereka tidak mengucapkan salam kepadanya dan mencegah yang lainnya berkomunikasi dengannya serta bertanya mengenai kondisinya.

Saat Khadijah mengandung Sayidah Fatimah, hanya janin tersebut yang berkomunikasi dengan ibunya dan menghiburnya. Khadijah menyembunyikan rahasia ini, bahkan ia tidak memberi tahu suaminya. Suatu hari ketika Rasulullah tiba di rumah dan mendengar dialog ibu dan anak tersebut. Rasul kemudian bertanya, Wahai Khadijah ! Kamu sedang berbicara dengan siapa ? Khadijah menjawab, janin ini berbicara denganku dan teman ketika aku kesepian.

Rasul kemudian berkata, Wahai Khadijah ! Jibril memberi kabar gembira kepada bahwa janin ini anak perempuan dan ia akan memiliki keturunan yang suci dan diberkahi, serta Allah Swt akan melanjutkan keturunanku melaluinya dan darinya para Imam Maksum terlahir dan setelah terputusnya kenabian serta wahyu, mereka akan melanjutkan risalahku.

Khadijah saat itu hanya ditemani oleh anak yang berada di kandungannya dan ini yang menghiburnya hingga saat kelahiran. Ketika akan melahirkan ia meminta bantuan perempuan Quraisy, tapi mereka menolaknya. Kemudian Allah Swt mengirim empat wanita surgawi untuk membantu wanita beriman ini. Sarah istri Nabi Ibrahim as, Asiyah istri Firaun, Maryam putri Imran dan Kultsum putri Musa bin Imran mendatangi Khadijah atas perintah Allah Swt dan membantu proses kelahiran Sayidah Fatimah as. Dengan demikian, Fatimah lahir dalam kondisi suci, dan namanya adalah nama terindah karena dipilih langsung oleh Allah Swt.


Kehidupan Ahlul Bait as merupakan petunjuk yang jelas bagi mereka yang ingin meraih kehidupan terbaik di dunia dan akhirat. Di ziarah Jamiah Kabirah yang di dalamnya kita mengirim salam kepada seluruh Imam Maksum as, ada jumlah yang menyebutkan bahwa kebahagiaan dan kesengsaraan seorang hamba tergantung pada ketaatan dan ketidaktaatan kepada imam maksum. Jumlah tersebut berbunyi مَن أتاکُم نَجی وَ مَن لَمْ یَاْتِکُمْ هَلَک (Barang siapa yang datang kepadamu akan selamat dan mereka yang tidak datang akan celaka). Di ziarah Asyura juga disebutkan bahwa kita memohon kepada Allah supaya kehidupan dan kematian kita sesuai dengan pola hidup Ahlul Bait as, «اللهُمَّ اجْعَلْ مَحْیایَ مَحْیا مُحَمَّد وَآلِ مُحَمَّد، وَمَماتی مَماتَ مُحَمَّد وَآل مُحَمَّد.

Di antara Imam Maksum as, kehidupan penuh berkah Sayida Fatima Zahra bak mentari bagi wanita muslim dan mengenal kehidupan wanita suci ini sangat bermanfaat bagi kita semua. Di masyarakat modern saat ini, ketika sistem kapitalis Barat melalui serangan budayanya berusaha menyajikan teladan rusak dan tak manusiawi kepada perempuan dan gadis muslim, mengkaji berbagai dimensi kehidupan Sayidah Fatimah akan mampu menjadi teladan praktis yang tepat bagi umat Muslim.

Tak diragukan lagi kehidupan individu dan sosial Sayidah Zahra menjadi pelajaran penting bagi semua orang. Selain itu, peran beliau di keluarga sebagai istri dan seorang ibu sangat berpengaruh. Mengingat hari kelahiran Sayidah Fatimah ditetapkan sebagai Hari Ibu di Republik Islam Iran, kini kami akan mengkaji peran Sayidah Fatimah sebagai seorang ibu serta berbagai dimensi kasih sayang seorang ibu yang dimilikinya.

Mengingat peran ibu adalah rububiyah  dan Tuhan juga Rabb, maka peran ibu adalah pancaran peran Tuhan. Hati penuh kasih dan lembut ibu merupakan manifestasi rahmat dan kasih sayang Tuhan; Seakan-akan Tuhan meletakkan setetes dari lautan kasih sayang dan kecintaan di hati ibu.

Al-Quran di Surat al-Baqarah ayat 223 menyebut perempuan sebagai ladang kemanusiaan dan berkata, نِسَاؤُکُمْ حَرْثٌ لَکُمْ فَأْتُوا حَرْثَکُمْ أَنَّى شِئْتُمْ (Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu...). Oleh karena itu, rahim ibu adalah tempat mendidik generasi dan anak di perut ibu, janin menerima inti dari sifat dan karakteristik ibu, ayah dan kakek. Seperti air, tanah, cahaya, panas dan penyakit berdampak langsung pada benih tanaman, begitu juga sifat dan karakteristik ibu, ayah dan kakek juga berpengaruh pada janin (bayi).


Ibu adalah posisi sangat penting, karena ia yang membentuk manusia dan ia juga bertanggung jawab atas peran pendidik manusia yang suci dan benar serta tokoh-tokoh besar dan bijak. Warisan, pendidikan dan lingkungan adalah tiga pilar utama dalam membentuk kepribadian manusia, dan harus diketahui di bidang pendidikan bahwa anak memiliki besar terhadap ibu dan ayahnya, khususnya ibu dalam hal ini memainkan peran lebih besar. Karena para ibu pada umumnya lebih dekat dengan anak-anak karena keberadaannya yang lebih banyak di rumah.

Sayidah Zahra menjadi teladan dalam mendidik anak dan ia melaksanankan tanggung jawabnya sebagai ibu dengan baik. Ia menyerahkan anak-anaknya seperti Imam Hasan, Imam Husein, Zainab Kubra dan Umu Kultsum ke masyarakat di mana setiap anak-anaknya tersebut merupakan teladan dan contoh dari manusia-manusia yang pandai, sadar, berani, mukmin, pejuang dan memiliki nilai-nilai tertinggi kemanusiaan.

Sayidah Zahra menekankan hal ini bahwa anak-anak sedari kecil dikenalkan dengan kewajiban dan mengajari mereka untuk berhubungan dengan Tuhan serta menabur benih-benih kecintaan dan hubungan dengan sang pencipta, sehingga anak-anak tersebut tidak akan merasa terbebani ketika melakukan kewajiban, tapi mereka akan mengerjakannya dengan penuh minat dan kesenangan.


Dengan demikian, putri Rasulullah Saw ini bahkan membiasakan anak-anaknya untuk shalat malam. Yang pasti beliau memahami dengan benar metode pendidikan dan tidak memaksa anak-anaknya serta mengajak mereka melakukannya sesuai dengan kemampuannya. Misalnya Sayidah Fatimah di malam ke-23 bulan suci Ramadhan mengajak anak-anaknya untuk tidak tidur di malam penuh berkah tersebut dan di siang harinya ia meminta anak-anaknya untuk tidur cukup sehingga mereka istirahat dengan cukup, memberinya makan lebih sedikit sehingga badan dan mental akan lebih siap untuk begadang di malam penuh berkah tersebut.

Sayidah Zahra di berbagai dimensi pendidikan merupakan teladan sempurna seorang ibu. Beliau menembus jauh ke dalam jiwa anak-anaknya dan memperkuat landasan moral, pendidikan, dan kemanusiaan mereka.

Sayidah Zahra dalam mendidik anak-anaknya bertindak dengan baik sehingga anak-anaknya selain meraih kesempurnaan dan mencarinya, juga penuh kasih sayang kepada yang lain dan tetap mempertahankan etika saling menghormati di keluarga. Dengan demikian, Imam Husein as sangat menghormati kakaknya. Imam Husein juga tidak akan berbicara ketika ada kakaknya, Imam Hasan as, dan sangat mencintai adiknya, Zainab Kubra. Selain itu, kecintaan Sayidah Zainab kepada kakaknya, Imam Husein as juga sangat besar.

Di antara metode lain pendidikan Sayidah Fatimah adalah sifat pemurahnya. Di depan mata anak-anaknya, ia membantu orang lain, sedangkan dirinya menahan lapar, tapi rela memberi makan yang tengah kelaparan. Sayidah rela menghadiahkan kalungnya kepada orang miskin dan dari uang tersebut, ia membeli kain dan membuat pakaian yang layak bagi mereka. Bahkan Sayidah Fatimah dalam doanya mendahulukan orang lain dari dirinya sendiri, seperti yang dinukil Imam Hasan as, ketika berkata, "Suatu malam aku melihat ibuku yang beribadah hingga subuh, dan senantiasa mendoakan orang muknin dan orang lain, tapi tidak untuk dirinya sendiri. Saat aku bertanya mengenai alasannya, ibuku berkata, pertama para tetangga, baru kemudian diri kita sendiri."


Metode pendidikan wanita besar Islam ini membuat anak-anaknya menjadi orang sukses, berpengaruh, kuat menghadapi kesulitan, bertauhid, pejuang dan memiliki kerja sama tinggi dengan masyarakatnya. Apa yang ditampilkan oleh Sayidah Fatimah, wanita dunia dan penghulu perempuan alam semesta, di kehidupannya menunjukkan keutamaan dan maqam tinggi beliau. Sekali lagi kami ucapkan selamat atas kelahiran putri tercinta Rasulullah Saw dan Sayidah Khadijah as.