کمالوندی
Bagaimana Ilmuwan Iran, Khawaja Nasiruddin Mengubah Bangsa Mongol?
Lembaran sejarah menunjukkan bahwa Khawaja Nasiruddin memperoleh bagian penting dalam pendidikannya di era kekaisaran Mughal, bahkan mendirikan Sekolah Maragheh dan mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan melalui para siswa yang dilatihnya.
Tehran, Parstoday- Evolusi bangsa Mongol setelah memasuki Iran merupakan salah satu peristiwa sejarah terpenting yang secara jelas menunjukkan pengaruh budaya dan ilmu pengetahuan Iran terhadap bangsa ini.
Transformasi ini terjadi terutama melalui tokoh-tokoh seperti menteri dan orang bijak Iran yang kompeten seperti Khwaja Nasiruddin Tusi (579-672 H) (1201-1274 M) dan dengan penekanan pada penciptaan keseimbangan dan moderasi dalam pemikiran dan perilaku bangsa Mongol.
Dalam artikel Parstoday ini, kita akan menelisik beberapa tindakan penting yang dilakukan oleh Khawaja Nasiruddin Tousi yang mengubah sikap dan intelektual bangsa Mongol
1. Mengenali bangsa Mongol dengan pandangan ilmiah dan pemikiran bangsa
Khwaja Nasir al-Din Tusi memainkan peran penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dengan memasuki istana Hulagu Khan. Dengan menulis, mengajar dan menerjemahkan karya-karya yang berorientasi pada sains, ia meletakkan dasar bagi kebangkitan pemikiran yang berbeda dan ilmiah di antara sebagian bangsa Mongol.
Hossein Masoumi Hamdani, seorang peneliti peradaban Iran mengungkapkan,"Pada masa ketika situasi di Kastil Alamut sedang kacau, Khawaja Nasir mendapatkan status di kalangan kaum Ismaili, yang berdasarkan itu ia dapat terlibat dalam kegiatan ilmiahnya dan menulis. buku. Penerjemahan yang dilakukan di bawah pengawasan Khwaja Nasiruddin juga membuat bangsa Mongol mengenali budaya bangsa lain. Salah satu tindakan terpenting Khawaja Nasiruddin Tusi adalah pendirian Observatorium Maragheh pada tahun 657 H. Observatorium ini menjadi pusat ilmiah besar pada masanya dengan dukungan Hulagu Khan. Dengan memanfaatkan situasi ini, Khawaja Nasir mempertemukan banyak ilmuwan dari seluruh dunia Islam dan mendirikan landasan ilmiah baru yang membawa pada transformasi pemikiran bangsa Mongol dan mengubah pandangan mereka terhadap dunia.
2. Memberikan peta jalur moderasi
Salah satu poin penting dalam pemikiran Khawaja Nasir adalah keterhubungan antara agama dan politik serta berusaha menciptakan keseimbangan di antara keduanya. Ia menilai kebahagiaan bergantung pada upaya menemukan garis moderasi dan jalan tengah antara sikap ekstrem, terutama di bidang politik. Pandangannya ini menyebabkan sebagian orang Mongol, seperti Hulagu Khan, yang sampai batas tertentu dipengaruhi olehnya, menjauhkan diri dari kekerasan dan kekejaman ekstrem yang disebabkan oleh takhayul yang dikaitkan dengan agama dan beralih menjalankan pemerintahan dengan pendekatan yang lebih moderat.
3. Mengenal rasionalitas dan sikap Iran
Khawaja Nasir juga berperan penting dalam evolusi intelektual bangsa Mongol dengan menghidupkan kembali karya-karya filosofis Ibnu Sina dan mengedepankan pemikiran rasional.
Menurut Hasan Ansari, seorang peneliti sejarah, “Khawaja Nasir memulai menghidupkan kembali tradisi kuno filsafat Ibnu Sina dengan menulis penjelasannya Hal ini menyebabkan bangsa Mongol mempelajari jenis pandangan dunia lain, yang ironisnya bersifat religius dan duniawi, dan lebih mementingkan pemikiran daripada hanya mengandalkan kekerasan.
4. Pendirian sekolah Maragheh dan pendidikan anak-anak Mongol
Dengan mendirikan Sekolah Maragheh dan mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan melalui murid-murid yang dilatihnya, Khawaja Nasir memperoleh bagian penting dalam pendidikan generasi Mughal berikutnya. Sekolah ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga menunjukkan bahwa bangsa Mongol juga bisa menjadi pencipta pemikiran dan seni dengan memanfaatkan budaya dan pengetahuan Iran.
5. Berencana untuk melestarikan dan memperkuat identitas Iran dengan tujuan mengubah gaya hidup bangsa Mongol
Khawaja Nasir juga berusaha mempertahankan dan memperkuat identitas Iran melawan bangsa Mongol dengan merancang dan melaksanakan proyek nasional. Dengan memberikan keaslian pada budaya Iran-Islam dan dengan menonjolkan berbagai dimensi dan orientasi hidup dalam pikiran orang-orang Mongol, ia berhasil membuat mereka terkesan dengan budaya ini dan menciptakan transformasi mendalam dalam gaya hidup mereka. Ansari mengatakan dalam hal ini, "Saya pikir Khawaja Nasir telah memikirkan isu-isu ini selama bertahun-tahun."
6. Pengaturan prinsip-prinsip moral dan pemajuannya
Khawaja Nasir tidak melupakan pendidikan dasar etika, dan dengan menulis Etika Naseri. Ia memadukan konsep moral dan politik sedemikian rupa sehingga berdampak mendalam bagi bangsa Mongol. Buku ini menunjukkan moderasi intelektual Khawaja Nasir dan upayanya menghubungkan etika dengan politik.
Mohammed Javad Anvari, salah satu peneliti di bidang ini mengatakan: "Akhlaq Naseri adalah tulisan filosofis dalam bahasa Persia, dan dalam buku ini, Khawaja telah menghubungkan etika dengan agama dan politik."
Yang terakhir, poin-poin singkat ini menunjukkan bagaimana bangsa Iran, khususnya melalui Khawaja Nasiruddin Tusi meletakkan dasar untuk mengubah sikap bangsa Mongol, mengubah mereka dari masyarakat yang biadab dan kejam menjadi peminat budaya dan ilmu pengetahuan serta politisi beretika. Perkembangan ini tidak hanya membawa bangsa Mongol menuju moderasi dan keseimbangan dalam politik dan etika, namun juga meletakkan dasar bagi kebangkitan budaya dan identitas transenden di dalamnya berdasarkan konteks Iran-Islam.
Sarjana Kimia yang Menjadi Sekjen Hizbullah Lebanon, Siapakah Sheikh Naim Qassem?
Sheikh Naim Qassem mempunyai andil dalam menulis dan merupakan penulis berbagai karya di bidang hak-hak sipil, status perempuan, status guru, status pelajar, hak laki-laki dan perempuan, kewajiban orang tua terhadap anak dan lainnya.
Tehran, Parstoday- Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam pidato peringatan lima tahun kesyahidan Jenderal Qassem Soleimani dan Abu Mahdi Al-Muhandis, yang gugur akibat serangan drone Amerika Serikat pada tanggal 3 Januari 2020, mengatakan, " Perlawanan akan terus berlanjut dan kepemimpinan perlawananlah yang menentukan kapan dan bagaimana perlawanan menentukan metode perlawanan dan senjata yang digunakan".
"Ada yang mengatakan bahwa perlawanan telah mundur, namun perlawanan adalah keyakinan yang kuat, semakin kuat dan mengakar" ujar Sheikh Qassem.
Statemen Sheikh Naim Qassem dalam pidatonya mendapat reaksi luas di media kawasan. Surat kabar Rai Alyoum menulis dalam konteks ini, "Pidato Naeem Qassem mengejutkan Israel dan menunjukkan bahwa Hizbullah tidak akan mundur".
Namun siapakah Sheikh Naim Qassem yang menjadi Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon setelah Sayid Hassan Nasrullah syahid?
Naim bin Muhammad Naim Qassem lahir pada bulan Februari 1953 di kota Kfar Fila di provinsi Nabatieh, selatan Lebanon. Beliau menikah dan memiliki 6 orang anak, empat putra dan dua putri.
Ketertarikannya pada Islam membuatnya mempelajari kitab-kitab Islam saat remaja, dan ketika ia berusia 18 tahun, ia menyelenggarakan kelas agama dan mengadakan kelas mingguan untuk anak-anak dan remaja di masjid.
Tentu saja minat Sheikh Naim Qassem tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu Islam saja, ia juga tertarik pada bidang kimia. Naim Qassem meraih gelar sarjana kimia dalam bahasa Prancis dari Universitas Lebanon dan pada tahun 1977 ia menerima gelar master di bidang kimia dari universitas ini, kemudian ia mulai mengajar dan bekerja sebagai guru di sekolah menengah negeri selama 6 tahun.
Selain studi di universitas, Naim Qassem juga mempelajari mata pelajaran agama di seminari Lebanon.
Pada awal tahun 1970-an, Naim Qassem mendirikan Persatuan Mahasiswa Muslim Lebanon bersama sekelompok pemuda dengan tujuan kegiatan keagamaan dan transmisi pemikiran Islam di universitas dan sekolah.
Sheikh Naim Qassem bergabung dengan cabang militer gerakan yang disebut "Gerakan Orang yang Dirampas" setelah berdirinya Gerakan Amal oleh Imam Musa Sadr pada tahun 1974 untuk menghadapi penjajah Zionis yang menduduki sebagian Lebanon pada saat itu.
Setelah pertemuan Komite Islam pada tahun 1982, Hizbullah Lebanon berdiri dan Naim Qassem adalah salah satu aktivis paling terkemuka yang berperan dalam pendiriannya.
Ia kemudian menjadi anggota Dewan Hizbullah Lebanon dan menjabat selama tiga periode. Setelah itu, ia diserahi tanggung jawab kegiatan pendidikan dan kepanduan di Beirut, dan kemudian menjabat sebagai wakil dewan eksekutif kelompok tersebut.
Naim Qassem juga memainkan peran penting dalam pengembangan hubungan Hizbullah dengan partai politik Lebanon lainnya. Ia telah berperan dalam banyak negosiasi yang menghasilkan kesepakatan politik dengan pemerintah Lebanon.
Kemudian pada tahun 1991, ia diangkat menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah dan memegang posisi tersebut hingga Sayid Hassan Nasrullah syahid.
Pada tanggal 27 September 2024, Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon gugur setelah serangan udara rezim Zionis di pinggiran selatan Beirut.
Pada tanggal 29 Oktober 2024, dan sekitar sebulan setelah kematian Sayid Hassan Nasrullah, Hizbullah Lebanon memilih Naim Qassem sebagai sekretaris jenderal gerakan Islam tersebut.
Sheikh Naim Qassem dalam pidato pertamanya sebagai Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mengirimkan beberapa pesan seperti tekad, kekuatan dan kemenangan, dan kelanjutan perlawanan dan tidak menerima persyaratan penjajah Zionis, serta mendukung gencatan senjata dan negosiasi.
Situs pribadi Sheikh Naim Qassem menulis, "Dia percaya pada teori politik-agama tentang otoritas agama dan, sebagai hasilnya, otoritas Imam Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam".
Sheikh Naim Qassem juga memiliki andil dalam menulis dan merupakan penulis berbagai karya di bidang hak-hak sipil, status perempuan, status guru, status siswa, hak laki-laki dan perempuan, kewajiban orang tua terhadap anak-anak, dan lainnya.
Beliau menulis buku penting berjudul “Al-Imam al-Khomeini antara orisinalitas dan pembaharuan” tentang Imam Khomeini, dan buku “Al-Wali al-Mujadid” tentang Ayatullah Imam Khamenei yang telah diterbitkan.
Selain itu, salah satu karyanya adalah buku berjudul "Hizbullah: Al-Manhaj - Al-Taqaba - Al-Mustaqbal" (Hizbullah of Lebanon; kebijakannya, masa lalu dan masa depan) yang ditulis pada tahun 2002 dan telah diterbitkan dalam bahasa Farsi, Inggris, Perancis, Turki, Urdu dan bahasa Indonesia.
Buku Tafsir Hukum Imam Zainal Abidin, putra Imam Hussein merupakan salah satu karya Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon lainnya.
Secara umum, dapat dikatakan bahwa Sheikh Naim Qassem adalah tokoh sentral dalam kancah politik Lebanon dan terus mempengaruhi dinamika Lebanon melalui perannya dalam Hizbullah dan kecenderungan politiknya.
Banyak ahli percaya bahwa Hizbullah Lebanon akan mengalami perubahan penting dan mengambil tindakan luar biasa bersama Sekretaris Jenderalnya Sheikh Naim Qassem.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Kesulitan?
Masalah dan kesulitan adalah bagian dari kehidupan yang datang, seperti badai, tidak ada jalan keluar. Keluarga Nabi Islam telah memberikan banyak nasihat tentang kesabaran dalam hal ini.
Kesulitan dan masalah adalah bagian dari kehidupan yang akan membangun karakter manusia yang menghadapinya.
Dalam artikel dari Pars Today ini, terdapat kata-kata berharga dari Ahlul Bait Nabi Muhammad saw tentang menghadapi kesulitan dan masalah, yang akan dapat Anda baca:
Imam Ali berkata:
أقوی عَدوِّ الشدائِدِ الصّبر (تصنیف غررالحکم، صفحه ۲۸۲، حدیث ۶۲۷۵)
"Musuh terkuat dari kesulitan adalah kesabaran.
Imam Sajjad, putra Imam Hussain, berkata:
یا بُنَیَّ اِصبِرْ عَلیَ الحقِّ و ان کانَ مُرّاً (بحار الانوار، جلد ۷۱، صفحه ۷۷)
Wahai anakku, bersabarlah terhadap kebenaran, meskipun itu pahit bagimu.
Imam Ali berkata:
اَلصَّبرُ اَن یَحتَمِلَ الرَّجُلُ ما یَنوبُهُ و َیَکظِمَ ما یُغضِبُهُ (عیون الحکم و المواعظ (لیثی) ص ۵۶، ح ۱۴۳۹)
Kesabaran adalah ketika seseorang menanggung kesulitan dan musibah yang menimpanya dan menahan amarahnya.
Imam Ridha berkata:
لَا یَسْتَکْمِلُ عَبْدٌ حَقِیقَةَ الْإِیمَانِ حَتَّى تَکُونَ فِیهِ خِصَالٌ ثَلَاثٌ التَّفَقُّهُ فِی الدِّینِ وَ حُسْنُ التَّقْدِیرِ فِی الْمَعِیشَةِ وَ الصَّبْرُ عَلَى الرَّزَایَا (تحف العقول ص ۴۴۶ – بحار الانوار (ط-بیروت) ج ۷۵، ص ۳۳۹)
Tidaklah sempurna iman seorang hamba kecuali jika ia memiliki tiga hal: ilmu agama, pertimbangan yang baik dalam hidup, dan kesabaran dalam menghadapi musibah dan bencana.
Imam Ali berkata:
إِنَّ المُؤمِنَ… إذا أَصابَتهُ شِدَّةٌ صَبَرَ… وَالمُنافِقُ … إِذا أصابَتهُ شِدَّةٌ ضَغا (تحف العقول، ص۲۱۲)
Orang yang beriman itu sabar dalam menghadapi musibah, dan orang yang munafik itu tidak sabar dalam menghadapi musibah.
Imam Hassan berkata:
اَلخَیرُ الَّذِی لا شَرَّ فِیهِ، اَلشُّکرُ مَعَ النِّعمَة وَ الصَّبرُ عَلَی النّازِلَة (تحف العقول ص ۲۳۴)
Kebaikan yang tidak ada keburukannya adalah rasa syukur atas nikmat, dan kesabaran dalam menghadapi musibah.
Imam Ali berkata:
کَمْ یُفْتَح بالصَّبرِ من غَلَقٍ (تصنیف غررالحکم، صفحه ۲۸۵، حدیث ۶۳۶۸
Ada begitu banyak simpul rumit dan masalah sulit yang dapat dipecahkan dengan kesabaran.
Imam Ali berkata:
الْحِلْمُ حِجَابٌ مِنَ الْآفَاتِ (عیون الحکم و المواعظ (لیثی) ص ۲۴، ح ۲۲۸)
Kesabaran dan ketabahan merupakan penghalang terhadap bencana.
"Terkutuklah orang yang menyakiti Tetangganya": Petunjuk Nabi Muhammad Saw dan Ahlul Bait tentang Tetangga
Rasa hormat terhadap tetangga mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan sosial masyarakat, dan isu ini menjadi semakin penting karena meluasnya urbanisasi dan gaya hidup perkotaan, serta perhatian terhadap tetangga dan hak-hak mereka.
Kebutuhan untuk menjalin hubungan yang baik dengan tetangga ditekankan dalam Islam, dan mengabaikan mereka sangat dilarang dalam ajaran agama. Berikut ini adalah beberapa sabda berharga dari Nabi Muhammad saw dan Imam Ssadiq tentang pentingnya memperhatikan tetangga dan perlunya berkomunikasi dengan mereka, yang dapat kita baca dalam artikel Parstoday kali ini.
Rasulullah saw bersabda:
حُرمَةُ الجارِ عَلَى الإنسانِ کحُرمَةِ اُمّهِ (مکارم الاخلاق، ص126)
Menghormati sesama manusia itu seperti menghormati ibu sendiri.
Imam Shadiq berkata:
مَلْعُونٌ مَلْعُونٌ مَن آذَی جارَهُ (مستدرک الوسائل، ج 8، ص 422)
Terkutuk, terkutuklah orang yang menyakiti sesamanya.
Rasullah saw bersabda:
مَنْ کانَ یُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْیَوْمِ الآخِرِ فَلا یُؤْذِی جارَهُ (الکافی، ج 4، ص 491)
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, maka janganlah ia menyakiti sesamanya.
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ مَنَعَ الْماعُوُنَ جارَهُ مَنَعَهُ اللهُ خَیْرَهُ یَوْمَ الْقِیامَةِ (مستدرک الوسائل، ج 8،
Barangsiapa yang menahan kebaikan terhadap tetangganya, maka Allah SWT juga akan menahan kebaikan-Nya terhadapnya pada hari kiamat.
Imam Shadiq berkata:
اِنَّهُ لَیْسَ مِنّا مَنْ لَمْ یَحْسِنْ مُجاوَرَةَ مَنْ جاوَرَهُ (الکافی، ج 4، ص 492)
Sesungguhnya, dia yang tidak berbuat baik kepada sesamanya, bukanlah termasuk golongan kami.
Nabi Muhammad Saw bersabda:
ما زالَ جَبْرَئِیلُ یُوصِینِی بِالْجارِ حَتّی ظَنَنْتُ اَنَّهُ سَیُوَرِّثُهُ. (بحار الانوار، ج 74، ص 151)
Malaikat Jibaril menyampaikan begitu banyak hal kepadaku tentang tetangga, sehingga aku berpikir ia akan menjadikan tetanggaku itu salah satu ahli warisnya.
Imam Shadiq berkata:
ما آمَن باللّه ِ و الیَومِ الآخِرِ مَن باتَ شَبْعانَ و جارُهُ جائعٌ (بحار الأنوار: ج۷۷ ص 191)
Barangsiapa tidur nyenyak di malam hari sementara tetangganya lapar, maka ia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kiamat.
Mufasir Besar Iran, Javadi Amoli: Al-Quran Jawaban atas Semua Masalah
Mufasir terkemuka Iran mengatakan bahwa Al-Quran adalah sumber ilmu pengetahuan dan telah menjawab segala ketidaktahuan dan keraguan.
Ayatullah Abdullah Javadi Amoli, mufasir Al-Quran dalam sebuah pertemuan dengan para anggota Dewan Kebijakan Konferensi Tafsir Tasnim Internasional menyinggung status tinggi Al-Quran dengan mengatakan, "Al-Quran adalah penyembuhan yang mutlak"
Menurut Pars Today, Ayatullah Javadi Amoli menegaskan, "Al-Quran dan Ahlul Bait Nabi Muhammad saw adalah Kauthar dan keduanya mengalir seperti mata air yang jernih dan membawa berkah bagi individu dan masyarakat."
Ayatullah Javadi Amoli menyatakan bahwa Al-Quran menjawab semua keraguan, termasuk keraguan yang terkait dengan ketidaktahuan ilmiah dan ketidaktahuan praktis, seraya menambahkan, "Umat Islam harus menghargai status dan identitas mereka, karena memiliki Al-Quran dan Ahlul Bait".
Perwakilan Ayatullah Sistani di Karbala memuji ensiklopedia Al-Quran Ahlul Bait
Sheikh Abdul Mahdi Karbalaei, perwakilan Ayatollah Sistani di Karbala, Irak, bertemu dengan delegasi dari Makam Husseini dan memuji upaya makam tersebut dalam menyusun ensiklopedia Al-Qur'an Ahlul bait.
Ia memandang ensiklopedia ini sebuah pencapaian Al-Quran yang unik dan menghargai usaha selama 14 tahun (2011 hingga 2025) yang dihabiskan untuk menyusun karya Al-Quran ini.
Perlu disebutkan bahwa Ensiklopedia Al-Quran Ahlul Bait terdiri dari 60 jilid dan mencakup lebih dari 35.000 teks Al-Quran yang membahas tentang penafsiran Al-Quran dan ilmu-ilmunya berdasarkan warisan Ahlul Bait dalam menjelaskan makna Al-Quran.
Festival Al-Quran Nasional dimulai di Qazvin, Iran
Festival Nasional Musabaqah Tilawah Al-Quran, yang diselenggarakan oleh kota Qazvin di Iran, dimulai pada Jumat malam dan berlanjut hingga Minggu.
Perayaan hari kelahiran Imam Mahdi di provinsi Balkh dan Jawzjan di Afghanistan
Perayaan kelahiran Imam Mahdi yang bertajuk "Rumah Ini Menanti Sang Mahdi Zahra" digelar dengan kehadiran masyarakat yang antusias di Masjid Jami Khatam al-Nabi di distrik Sholgara, provinsi Balkh, Afghanistan.
Selain itu, Pondok Pesantren Ahlul Bait di kota Sheberghan, ibu kota provinsi Jawzjan, Afghanistan, menggelar perayaan akbar untuk memperingati hari lahir Imam Mahdidengan slogan “Bangsa yang bersatu di masa penantian” di provinsi tersebut.
Pameran Al-Quran dan Keluarga Internasional Digelar di Mashhad, Iran
Pameran Al-Quran dan Keluarga Internasional ke-18 akan diadakan pada awal bulan suci Ramadan, di sebelah makam suci Imam Reza, keturunan Nabi Muhammad, di kota Mashhad, Iran.
Komandan IRGC: Iran Termasuk Lima Negara Unggul Dunia di Bidang Drone
Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, mengatakan, Republik Islam Iran, dalam teknologi pesawat tanpa awak, termasuk lima negara unggul dunia.
Mayjen Hossein Salami, mengatakan bahwa Iran, di bidang produksi drone, istimewa, dan termasuk lima negara unggul dunia, dan pada saat yang sama Iran memproduksi kompresor turbin.
Ia menuturkan, “IRGC di bidang Kecerdasan Buatan (AI) juga berhasil meraih sejumlah kemajuan yang cukup mengejutkan.”
Berbicara di sebuah pertemuan yang dihadiri oleh para intelektual di Universitas Imam Hossein, Komandan IRGC mengatakan, “Capaian-capaian teknologi dan sains yang dicapai IRGC sangat luar biasa, akan tetapi karena sebagian besar dari capaian itu berklasifikasi, maka ada sejumlah pembatasan dalam publikasinya.”
Kami Tumbuh di Bawah Tekanan Kebutuhan
Komandan IRGC menekankan bahwa Iran tumbuh di bawah tekanan kebutuhan, dan menuturkan, “Dalam masalah militer, negara-negara dunia terbagi menjadi dua bagian, di tempat tertentu, doktrin-doktrin lebih terbelakang daripada teknologi dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan, tapi di negara-negara maju, teknologi lebih depan daripada doktrin, dan kita harus sampai pada level dimana teknologi lebih depan daripada doktrin.”
Mayjen Hossein Salami menambahkan, “Pangkalan Pembangunan melakukan banyak pekerjaan yang menakjubkan seperti membangun anjungan lepas pantai, pembangkit listrik, dan kilang minyak yang selama ini hanya bisa dilakukan negara asing.”
Seluruh Capaian Dirgantara Iran Dicapai di Masa Sanksi
Komandan IRGC menekankan bahwa saat ini produksi satelit dan peluncur satelit, peluncuran dan manajemen satelit setelah peluncuran, menjadi hal mudah bagi Iran. Menurut Mayjen Hossein Salami, seluruh capaian itu diraih di masa sanksi.
Mayjen Hossein Salami menjelaskan, “Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, yang menegaskan bahwa akurasi rudal-rudal balistik kita harus mencapai seratus persen.”
Jika Musuh Kita Rezim-Rezim Terbelakang, Maka Kita akan Terus Lemah
Komandan IRGC mengatakan, “Kita akan menjadi kuat bersama musuh yang besar, dan jika musuh kita adalah rezim-rezim terbelakang, maka kita akan selalu lemah, tapi ketika kita bermaksud melawan Amerika Serikat, maka kita harus membangun kekuatan yang setara dengan negara itu, dan kekuatan ini bukan semata-mata pertahanan, dan satu-satunya yang menyelamatkan negara kita dari setiap krisis adalah ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sampai sekarang pun dengan instrumen ini kita berhasil melewati berbagai krisis, dan pencegahan bisa diwujudkan dengan kekuatan.”
Wa’d Sadiq 3 Mungkin Saja Terjadi pada Posisi dan Kondisinya
Mayjen Hossein Salami, pada saat yang sama menyinggung operasi Wa’d Sadiq yang merupakan sebuah titik dari arena luas perang, dan terjadinya Wa’d Sadiq 3 dalam posisi dan kondisinya.
Rahbar Sebut Perluasan Hubungan dengan Tetangga, Kebijakan Definitif Iran, & Emir Qatar Nilai Dukungan Rahbar atas Rakyat Palestina Tak akan Terlupakan
Pemimpin Besar Revolusi Islam menyatakan bahwa perluasan hubungan dengan negara-negara tetangga adalah kebijakan utama Republik Islam Iran.
Tehran, Parstoday mengutip situs web informasi Kantor Pemimpin Besar Revolusi Islam melaporkan pertemuan antara Ayatullah Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam dengan Sheikh Tamim bin Hamad bin Khalifa Al Thani, Emir Qatar, dan delegasi yang menyertainya.
Rahbar dalam pertemuan yang berlangsung Rabu malam mengatakan, "Salah satu kebijakan definitif pemerintah Iran adalah memperluas hubungan dengan negara-negara tetangganya, dan dengan karunia Allah, pekerjaan baik telah dilakukan dalam hal ini dan beberapa kemajuan telah dicapai."
Pemimpin Revolusi Islam menyampaikan harapan bahwa kesepakatan yang dicapai oleh pejabat Iran dan Qatar di Teheran akan menguntungkan kedua negara, dan kedua pihak akan mampu memenuhi tugas bertetangga mereka melebihi sebelumnya.
Ayatullah Khamenei juga menyinggung pernyataan Emir Qatar terkait isu-isu regional, dengan menambahkan,"Republik Islam Iran memandang Qatar sebagai negara yang bersahabat dan bersaudara, meskipun masih ada beberapa isu yang belum terselesaikan, seperti memenuhan tuntutan Iran yang dialihkan dari Korea Selatan ke Qatar, dan hambatan utama terhadap pelaksanaan kesepakatan yang dicapai terkait hal ini yang dilakukan Amerika Serikat".
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad bin Khalifa Al Thani juga menyampaikan rasa senangnya bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam dan menghargai posisi Republik Islam dalam mendukung orang-orang tertindas di dunia dan rakyat Palestina.
Emir Qatar menyampaikan pandangannya kepada Pemimpin Revolusi Islam dengan menjelaskan,"Dukungan Yang Mulia terhadap rakyat Palestina tidak akan pernah terlupakan".
Faktor-Faktor Strategis Apa yang Picu Kekalahan Israel di Operasi Badai Al Aqsa?
Sebagaimana diketahui, Rezim Zionis, dengan dalih menjaga keamanan komunitas Yahudi dunia, berusaha terus mendatangkan orang-orang Yahudi, ke Wilayah pendudukan.
Akan tetapi pukulan yang diterima Rezim Zionis, dalam operasi Badai Al Aqsa, dari kelompok perlawanan, telah menunjukkan keroposnya proyek Zionis, dan menyebabkan Israel, kehilangan daya tarik di mata orang-orang Zionis.
Al-Zaytouna Centre, dalam salah satu laporannya mengulas faktor-faktor strategis yang menyebabkan kekalahan Rezim Zionis dalam operasi Badai Al Aqsa.
“Kekalahan Israel, dalam operasi Badai Al Aqsa, telah meruntuhkan teori keamanan Israel, yang bertumpu pada pencegahan dan peringatan cepat serta menuntaskan perang dengan harapan kemenangan Rezim Zionis,” tulisnya.
Pada kenyataannya, operasi Badai Al Aqsa, telah memupus ide “Palestina adalah tempat yang aman bagi orang-orang Yahudi.”
Keamanan dalam pandangan Rezim Zionis adalah pilar asasi, dan rezim itu dengan dalih menjaga keamanan komunitas Yahudi dunia, berusaha mendatangkan orang-orang Yahudi, ke Wilayah pendudukan.
Akan tetapi pukulan yang diterima oleh Rezim Zionis, dari kelompok perlawanan Palestina, dalam operasi Badai Al Aqsa, bahkan telah mendorong para pemukim Zionis untuk melarikan diri dari Wilayah pendudukan.
“Kekalahan Israel, dalam menghadapi perlawanan Palestina, telah menghilangkan peran efektif Rezim Zionis, dalam menjalankan kebijakan Barat dan Amerika Serikat di kawasan. Di satu sisi proyek-proyek normalisasi hubungan menelan kekalahan telak, dan wajah brutal Rezim Zionis telah menghentikan kecenderungan rezim-rezim berkuasa pada normalisasi,” paparnya.
Operasi Badai Al Aqsa, telah menciptakan keraguan atas eksistensi Rezim Zionis di masa depan, maka dari itu banyak orang Zionis, termasuk mantan Menteri Perang Israel, Yoav Gallant, menganggap perang Gaza sebagai perang eksistensi bagi Israel.
Tapi di sisi lain, capaian besar Badai Al Aqsa, telah menginspirasi bangsa-bangsa Arab, dan umat Islam, bahwa Wilayah pendudukan bisa dibebaskan, dan banyak masyarakat yang menyadari rapuhnya kedigdayaan Rezim Zionis.
Al-Zaytouna Center, menulis, “Operasi Badai Al Aqsa, sekali lagi mengembalikan Masjid Al Aqsa dan Al Quds menjadi prioritas dalam opini publik Palestina, Arab, dan Islam. Operasi ini telah memperkuat legalitas perlawanan bersenjata dalam menghadapi penjajahan, dan menjadikannya sebagai instrumen efektif untuk menegakkan hak-hak bangsa Palestina, dan menegaskan kekalahan strategi-strategi normalisasi hubungan dengan Israel.”
Sehubungan dengan ini, serangan brutal Rezim Zionis ke Gaza, telah mengubah rezim ini menjadi rezim yang dibenci dan dikucilkan di seluruh dunia, di saat yang sama telah memperkuat lingkaran dukungan atas Palestina, dan perlawanan di tengah bangsa-bangsa dunia terutama kaum muda, mahasiswa, serta masyarakat Barat secara umum.
Rezim Zionis, memulai perang terhadap rakyat Palestina, dengan tujuan memusnahkan total Hamas, dan membebaskan para tawanan Zionis di Jalur Gaza, pada 7 Oktober 2023, dengan dukungan penuh pemerintah AS.
Akan tetapi setelah kejahatan dan genosida terhadap rakyat Palestina, pemboman rumah sakit dan sekolah, penghancuran infrastruktur Jalur Gaza, berlangsung 15 bulan, Rezim Zionis tak berhasil mencapai tujuan-tujuannya, dan terpaksa menyepakati gencatan senjata, serta dimulainya proses pembebasan tawanan melalui pertukaran tahanan dengan Perlawanan Palestina.
100 Warga Palestina Gugur oleh Tentara Israel sejak Gencatan Senjata, Serangan AS terhadap Suriah Terus Berlanjut
Kantor informasi pemerintah Palestina di Gaza mengumumkan bahwa rezim Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata sebanyak 350 kali, yang paling penting adalah mencegah dan menghalangi pelaksanaan ketentuan protokol kemanusiaan.
Kantor informasi pemerintah Palestina di Gaza pada Jumat malam mengumumkan bahwa tentara Israel telah menewaskan 100 warga Palestina dan melukai 820 orang sejak penerapan perjanjian gencatan senjata pada 19 Januari 2025.
Menurut Pars Today, ratusan ribu keluarga Palestina di Jalur Gaza yang kehilangan rumah mereka akibat serangan rezim Israel membutuhkan setidaknya 60.000 rumah mobil dan 200.000 tenda untuk perumahan sementara.
Walikota Rafah juga menunjukkan ketidakcukupan peralatan yang diimpor ke Jalur Gaza dan menekankan bahwa kedatangan 15 rumah dan rumah mobil dalam lima konvoi hanyalah setetes air di lautan kebutuhan bagi penduduk Jalur Gaza.
Diskusi tentang perkembangan di Gaza
Terkait hal ini, Kantor Berita Resmi Saudi (SPA) mengumumkan bahwa para pemimpin negara Teluk Persia, Yordania, dan Mesir bertemu di Riyadh pada hari Jumat dan membahas perkembangan di Gaza dan masalah Palestina.
Pertemuan itu diadakan atas undangan Putra Mahkota Saudi untuk bertukar pandangan dan pendapat tentang masalah regional dan internasional.
Menurut laporan tersebut, dibahas upaya bersama untuk mendukung perjuangan Palestina dan perkembangan di Gaza. Para pemimpin yang hadir dalam pertemuan di Riyadh menyambut baik penyelenggaraan pertemuan darurat para pemimpin Arab yang dijadwalkan akan diadakan di Kairo pada tanggal 4 Maret.
Pembebasan 602 tahanan Palestina
Di sisi lain, Kantor Informasi Tahanan Palestina mengumumkan bahwa hari ini (Sabtu) sebagai bagian dari kelanjutan tahap pertama perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, dan sebagai imbalan atas penyerahan 6 tahanan Israel, 602 tahanan Palestina akan dibebaskan.
Kantor Perdana Menteri Israel juga mengumumkan bahwa Tel Aviv telah menerima nama enam tahanan Israel yang dijadwalkan akan dibebaskan hari ini dan telah memberi tahu keluarga mereka.
Sejak penerapan perjanjian dimulai pada 19 Januari 2025, Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, telah menyerahkan 19 tahanan Israel dalam enam kelompok selama kesepakatan pertukaran tahanan saat ini.
Saluran Radio dan Televisi Zionis, KAN mengumumkan, "Pada tahap kedua perjanjian, Israel menuntut pembebasan 22 tahanan wanita Israel yang masih hidup."
Menurut laporan ini, Amerika Serikat telah menetapkan batas waktu untuk kesepakatan antara Israel dan Hamas dan telah meminta Israel dan Hamas untuk mencapai kesepakatan baru dalam dua pekan ke depan.
Serangan udara AS di Suriah
Media Suriah mengumumkan bahwa koalisi Amerika menargetkan kendaraan di provinsi Idlib utara Suriah.
Dalam serangan udara yang dilakukan oleh pesawat tak berawak ini, sebuah mobil menjadi sasaran di dekat desa Qah di wilayah Al-Dana.
Al Jazeera melaporkan bahwa sedikitnya satu orang tewas dalam serangan itu.
Penurunan Islamofobia di Prancis, dan Penolakan Denmark terhadap Proyek Rasmus Paludan yang Menghina Al-Quran
Kementerian Dalam Negeri Prancis mengumumkan penurunan Islamofobia di negara itu pada tahun 2024.
Penurunan serangan terhadap umat Islam di Prancis, persidangan seorang wanita yang Islamofobia di Australia, penolakan otoritas Denmark untuk menyetujui pembakaran Al-Quran yang berulang, dan jenazah Salwan Momika dikremasi menjadi tajuk utama yang akan Anda baca dalam paket berita Parstoday kali ini.
Seorang wanita diadili atas tuduhan Islamofobia
Otoritas peradilan Australia mengumumkan persidangan seorang wanita yang terlibat dalam penulisan slogan-slogan anti-Islam di tempat umum di Sydney.
Bronwyn Elizabeth Nowicki, 53, telah didakwa menulis pesan-pesan kebencian dan rasis terhadap Muslim di Pusat Perbelanjaan Hornsby Whitfield dan Stadion Cumbank di Parramatta.
Islamofobia di Prancis menurun
Surat kabar Prancis Libération mengumumkan bahwa Islamofobia dan tindakan rasis yang dicatat oleh Kementerian Dalam Negeri Prancis terhadap umat Islam, yang meningkat pada tahun 2023, telah menurun sekitar sepertiga pada tahun 2024.
Menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis, total 173 insiden anti-Muslim tercatat pada tahun 2024, yang lebih sedikit dari jumlah insiden yang dilaporkan pada tahun 2023 (242 kasus) dan merupakan penurunan hampir sepertiga (29 persen). Dari jumlah tersebut, 52 di antaranya merupakan serangan terhadap properti dan sisanya merupakan serangan terhadap individu.
Peluru pembakar Al Quran Denmark meleset dari sasaran
Rasmus Paludan, pemimpin partai sayap kanan Denmark Stram Kurs, mengatakan permintaan barunya untuk membakar salinan Al-Quran ditolak oleh otoritas Denmark. Menurut Paludan, pihak berwenang melarangnya melakukan pembakaran Al-Quran di ibu kota.
Serangan Islamofobia terhadap wanita Muslim di Australia
Serangan terhadap dua wanita Muslim, berusia 26 dan 30 tahun, di sebuah pusat perbelanjaan di Melbourne, Australia, mengakibatkan mereka dirawat di rumah sakit.
Polisi Australia mengatakan serangan itu kemungkinan bermotif rasial dan penyelidikan sedang dilakukan.
Di sisi lain, Dewan Imam Nasional Australia (ANIC) mengutuk serangan tersebut terhadap dua wanita Muslim, salah satunya sedang hamil.
Salwan Momika dikremasi di Swedia
Menurut laporan yang dimuat di sejumlah media, otoritas Swedia mengumumkan bahwa mereka telah mengkremasi jenazah Salwan Momika, pelaku penodaan Al-Quran di negara tersebut, setelah tidak ada seorang pun yang datang untuk mengambilnya.
Momika, yang menggambarkan dirinya sebagai aktivis anti-Islam, ditembak mati pada 29 Januari di wilayah Hovsjo, Swedia.




























