کمالوندی
Mahathir: AS Lakukan Terorisme di Afghanistan
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyebut pembunuhan warga sipil oleh Amerika Serikat di berbagai negara termasuk Afghanistan sebagai tindakan teroris.
Mahathir Mohamad dalam wawancara dengan televisi Al-Jazeera baru-bru ini mempersoalkan sepak terjang AS yang menginvasi Afghanistan dengan dalih terorisme, tapi dia sendiri melakukannya.
"Terorisme tidak hanya terbatas pada kelompok-kelompok militan Muslim, tetapi juga dilakukan Amerika Serikat," kata Mahathir.
Ia juga meragukan validitas argumentasi yang disampaikan AS dalam masalah serangan teroris 11 September 2001.
Menurut Mahathir, video menunjukkan menara ketiga di dekat menara kembar World Trade Center di New York yang hancur dalam serangan itu, tetapi pihak Amerika Serikat hanya berbicara tentang hancurnya menara kembar, dan tidak menyinggung sama sekali menara ketiga.
Menlu Yordania: Palestina Harus Jadi Negara Merdeka !
Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Al Safadi mengatakan bahwa Palestina harus menjadi negara merdeka yang diperjuangkan hingga tercapai.
Al Safadi dalam statemen yang disampaikan hari Rabu (24/6/2020) mengatakan bahwa isu Palestina senantiasa menjadi prioritas utama Yordania.
"Masalah Palestina menjadi penyebab utama konflik di kawasan, dan penyelesaiannya berdasarkan prinsip-prinsip yang adil dan diterima oleh bangsa-bangsa dunia akan menjadi satu-satunya cara untuk membangun keamanan dan stabilitas," ujar Menlu Yordania.
Al-Safadi menyalahkan rezim Zionis atas keputusannya menganeksasi sebagian daerah di Tepi Barat yang dimasukkan dalam wilayah pendudukan.
Diplomat senior Yordania ini menyerukan dukungan publik internasional, terutama negara-negara Arab untuk mewujudkan perdamaian di kawasan.
"Amman saja tidak dapat menyelesaikan konflik antara Palestina dan rezim Zionis. Oleh karena itu, negara-negara Muslim, Arab dan asing harus memainkan perannya untuk mengatasi masalah ini sebagai tanggung jawab bersama," tegas Al Safadi.
Rezim Zionis berencana menganeksasi 30 persen Tepi Barat pada awal Juli di bawah rencana AS-Zionis "Kesepakatan Abad" yang didukung pemerintah Presiden Donald Trump.(
Hamas Serukan Revolusi untuk Lawan Pendudukan Tepi Barat
Juru bicara gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengatakan, langkah yang diambil pejuang revolusioner Palestina, Asem Al Barghouti adalah satu-satunya jalan untuk melawan berlanjutnya penjajahan rezim Zionis Israel.
Pengadilan militer Israel, Ofer, di barat Ramallah, Rabu (24/6/2020) menjatuhkan vonis empat kali hukuman penjara seumur hidup kepada Asem Al Barghouti karena dituduh membunuh dua tentara Israel, dan seorang pemukim Zionis pada akhir tahun 2018 lalu.
Situs berita Palestina, Safa News melaporkan, Jubir Hamas, Hazem Qasem menuturkan, langkah yang diambil Asem Al Barghouti adalah jalan pasti yang akan ditempuh untuk melawan proyek penggabungan sebagian wilayah Tepi Barat oleh Israel, dan ia akan menjamin berhentinya pembangunan distrik Zionis serta terusirnya Israel dari seluruh tanah Palestina.
Israel berencana menggabungkan 30 persen wilayah Tepi Barat ke wilayah pendudukan dengan dukungan prakarsa Presiden Amerika, Kesepakatan Abad.
Siap Gempur AS, Pasukan Hashd al-Shaabi Datangi Zona Hijau Baghdad
Pasukan Hashd al-Shaabi Irak memasuki Zona Hijau Baghdad setelah pasukan teroris Amerika menyerang markas Kata'ib Hizbullah Irak di distrik al-Dora di selatan Baghdad.
Pasukan teroris AS bersama dengan 40 kendaraan lapis baja menyerang markas Kata'ib Hizbullah Irak di distrik al-Dora pada Jumat (26/6/2020) dini hari. Serangan ini didukung oleh pasukan kontra-terorisme Irak yang berada di bawah AS. Sedikitnya 13 komandan dan anggota Kata'ib Hizbullah Irak ditangkap.
Sementara itu, kubu perlawanan Irak memperingatkan bahwa jika orang-orang yang ditangkap tidak dibebaskan, mereka akan menyerukan pasukannya untuk perang habis-habisan dengan pasukan pendudukan.
Akun Telegram milik pasukan perlawanan Irak menyatakan bahwa semua kelompok perlawanan memberikan waktu 24 jam kepada amerika untuk membebaskan anggota Kata'ib Hizbullah.
Kelompok Ashab al-Kahf Irak juga memperingatkan bahwa jika anggota pasukan Kata'ib Hizbullah tidak dibebaskan, Kedutaan AS di Baghdad akan diserang.
Hamas Sebut Aneksasi Tepi Barat sebagai Deklarasi Perang
Juru bicara Brigade Ezzedine al-Qassam, Abu Obeida mengatakan rencana rezim Zionis menganeksasi Tepi Barat, Palestina adalah deklarasi perang.
"Jika aneksasi beberapa bagian dari Tepi Barat dilakukan, kubu perlawanan akan mengambil tindakan yang membuat musuh Zionis mengigit jarinya sebagai tanda penyesalan," tegasnya dalam sebuah pernyataan hari Kamis (25/6/2020) seperti dikutip kantor berita Shehab.
Abu Obeida lebih lanjut mengatakan prioritas Hamas adalah mencapai kesepakatan pertukaran tawanan. Kesepakatan ini sebagai bentuk komitmen terhadap para pahlawan Palestina yang ditawan.
Jubir sayap militer Hamas ini menegaskan, para pemimpin rezim penjajah perlu mengetahui bahwa kubu perlawanan punya banyak opsi dalam kasus pertukaran tawanan.
"Larangan-larangan yang dilanggar dalam kesepakatan Wafa al-Ahrar (kesepakatan Shalit) dapat terulang kembali pada kesepakatan baru," ujarnya.
Seorang tentara rezim Zionis, Gilad Shalit ditawan selama operasi yang dilakukan di perbatasan timur Gaza pada 25 Juni 2006. Shalit kemudian ditukar dengan 1.027 tawanan Palestina yang merupakan sebuah pencapaian besar bagi kubu perlawanan.
Israel telah mengumumkan rencananya untuk mencaplok beberapa bagian di Tepi Barat dengan dukungan pemerintahan Donald Trump. Langkah ini merupakan bagian dari prakarsa yang diperkenalkan oleh AS, Kesepakatan Abad.
Di antara butir penting Kesepakatan Abad adalah menetapkan Quds sebagai ibukota rezim Zionis, menyerahkan 30 persen dari wilayah Tepi Barat kepada Israel, menghapus hak kepulangan pengungsi Palestina, dan melucuti senjata kelompok perlawanan.
Inggris Bersekutu dengan AS dalam Membunuh Rakyat Yaman
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman, Mohammad Ali al-Houthi mengatakan Inggris adalah sekutu Amerika Serikat dalam membunuh dan memblokade rakyat Yaman.
"Inggris mendukung negara-negara yang melancarkan serangan ke Yaman," tulisnya via akun Twitter, Jumat (26/6/2020) seperti dikutip Farsnews.
"Ansarullah tidak bertanggung jawab atas kapal tanker Safer. Embargo ekonomi dan wilayah Yaman oleh negara-negara agresor secara langsung menargetkan rakyat Yaman," ujar Ali al-Houthi.
Sebelum ini, Duta Besar Inggris untuk Yaman, Michael Aron menganggap Ansarullah bertanggung jawab atas kebocoran kapal tanker Safer dan pencemaran lingkungan sekitar.
Kapal tanker tua, Safer telah ditambatkan di dekat perairan Provinsi al-Hudaydah, barat Yaman sejak empat tahun lalu. Para agresor Saudi mencegah pasukan Ansarullah untuk memperbaiki tanker tersebut.
Hamas Ingatkan Negara Arab tidak Bantu Israel Capai Tujuannya
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), menyebut normalisasi hubungan dengan rezim Zionis sebagai kejahatan terhadap rakyat Palestina.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem dalam wawancara dengan televisi al-Mayadeen, Jumat (26/6/2020) mengatakan, normalisasi hubungan dengan rezim Zionis bertentangan dengan cita-cita dunia Arab.
"Setiap langkah kompromis negara-negara Arab dengan Israel akan memungkinkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mencapai tujuan pendudukan rezim Zionis dalam konteks Kesepakatan Abad," jelasnya.
Normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan rezim Zionis adalah salah satu pilar dari Kesepakatan Abad.
Kesepakatan Abad menetapkan Quds sebagai ibukota rezim Zionis, menyerahkan 30 persen dari wilayah Tepi Barat kepada Israel, menghapus hak kepulangan pengungsi Palestina, dan melucuti senjata kelompok perlawanan.
Qatar Tekankan Pentingnya Hubungan dengan Iran
Duta Besar Qatar untuk AS, Sheikh Meshal Hamad Al Thani menekankan pentingnya hubungan negaranya dengan Iran, karena kedua negara berbagi ladang gas terbesar di dunia.
Sheikh Meshal Al Thani, seperti dikutip Tasnimnews, Jumat (26/5/2020), mengatakan hubungan Doha dengan Tehran adalah penting meskipun ditentang oleh negara-negara yang memblokade Qatar (Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir).
"Negara-negara yang memblokade Qatar menghalangi proses mediasi untuk menyelesaikan krisis yang muncul antara mereka dan Doha," ungkapnya.
Doha, tegas Sheikh Meshal Al Thani, tetap bersikeras pada prinsipnya dalam mendukung dialog yang menghormati kedaulatan Qatar.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungannya dengan Qatar pada 5 Juni 2017. Mereka menuding Qatar mendukung terorisme, tetapi alasan sebenarnya adalah kontradiksi kebijakan luar negeri Doha dengan kebijakan luar negeri Riyadh.
Saudi Cs menggunakan kebijakan sanksi dan blokade untuk menekan Qatar. Namun, Qatar berhasil melewati sanksi dan blokade dalam waktu singkat berkat dukungan Republik Islam Iran dan Turki.
Setelah mengatasi kesulitannya, pemerintah Qatar sekarang mengambil sikap untuk melawan pendekatan Arab Saudi.
Nouri al-Maliki Seru Pasukan Relawan Rakyat Irak Dihormati
Pemimpin Koalisi Negara Hukum Irak seraya menyeru semua pihak untuk menahan diri, memperingatkan meletusnya friksi di antara pasukan militer Irak.
Seperti dilaporkan Fars News, Nouri al-Maliki di akun Twitternya saat merespon penangkapan anggota Kataib Hizbullah Irak menuntut penghormatan terhadap pasukan Hashd al-Shaabi.
Ia menulis, "Hashd al-Shaabi memiliki gelar kemenangan yang penting dan manifestasi kekuatan rakyat serta kedaulatan, serta mereka harus dihormati serta karismanya dijaga serta pelanggaran terhadap mereka atau melecehkannya tidak diperbolehkan. Pemerintahan ini untuk kita dan pejuang yang melawan terorisme juga anak-anak kita di mana kita bangga atas jihad dan konsisten mereka. Pelecehan dan tidak menghormati kelompok atau terhadap setiap anasir militer nasional di bawah kedaulatan Irak, tidak diperbolehkan."
Lebih lanjut Nouri al-Maliki menuntut sikap menahan diri dan penyelesaikan kendala serta friksi berdasarkan tanggung jawab nasional serta tanpa intervensi asing. Ia juga memperingatkan pihak-pihak yang ingin menyulut perpecahan di antara kekuatan dan pasukan Irak.
Jet Tempur Baru Iran Gunakan Turbojet Dalam Negeri
Direktur Lembaga Industri Penerbangan, Kementerian Pertahanan Iran mengatakan, produksi jet tempur Kowsar telah menempatkan Iran di jajaran negara-negara yang menguasai teknologi desain jet tempur bermesin avionik, dan sistem pengendali tembakan generasi ke-4.
Menurutnya, mesin turbojet buatan dalam negeri Owj yang dipasang pada jet tempur Kowsar, memungkinkan pesawat tersebut, terbang hingga ketinggian 50.000 kaki.
Fars News (25/6/2020) melaporkan, Brigjen Afshin Khojeh Fard dalam acara penyerahan tiga jet tempur Kowsar ke Angkatan Udara Iran menuturkan, jet tempur ini sudah dipamerkan di Hari Industri Pertahanan Iran dua tahun lalu.
Ia menambahkan, jet tempur Kowsar adalah pesawat perang canggih yang bertugas memberi dukungan jarak dekat di udara, dan merupakan buatan dalam negeri Iran. Pesawat ini telah menempatkan Iran di jajaran negara-negara pemilik teknologi desain dan produksi jet tempur dengan mesin avionik dan sistem pengendali tembakan generasi ke-4.
Brigjen Khojeh Fard menjelaskan, Kowsar dibuat dalam dua tipe, single cabin dan double cabin. Tipe double cabin selain memiliki kemampuan tempur, juga bisa digunakan sebagai pesawat latih.
"Turbojet Owj, adalah mesin jet pertama buatan Iran yang memungkinkan pesawat tempur terbang hingga ketinggian 50.000 kaki, dan dilengkapi dengan berbagai sistem yang kuat serta tahan dalam berbagai situasi operasi dan cuaca, juga bisa dipasang di berbagai merek pesawat dengan bobot maksimal 10 ton" pungkasnya.




























