کمالوندی
Berakhirnya Kepemimpinan Global AS di Era Trump
Presiden Donald Trump menghidupkan kembali unilateralisme Amerika Serikat sejak berkuasa pada 20 Januari 2017. Dengan slogan "America First", Trump mengklaim kebijakan unilateral akan meningkatkan kekuatan AS sebagai pemimpin global, tetapi klaim itu sekarang mulai diragukan.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell pada Senin (25/5/2020) mengatakan tatanan yang dipimpin oleh AS di dunia sedang berakhir dan menyerukan blok Eropa untuk mengambil strategi yang lebih kuat terhadap Cina.
"Para analis telah lama berbicara tentang berakhirnya tatanan yang dipimpin Amerika dan sekarang pandemi virus Corona akan menjadi titik balik pergeseran kekuatan dari Barat ke Timur," ujarnya.
Pandemi virus Corona – yang menciptakan perubahan besar di dunia – telah menjadi faktor yang mempercepat proses pelemahan kekuatan Negeri Paman Sam dan sekarang Amerika versi Trump menghadapi krisis hebat di bidang ekonomi, sosial, dan sistem kesehatan.
Borrell juga mengakui adanya peningkatan tekanan terhadap Uni Eropa agar memutuskan akan berkiblat ke arah mana, Cina atau Amerika.
Sebenarnya, isu yang disinggung oleh Borrell merupakan sebuah masalah yang sudah lama diperbincangkan oleh para sekutu dan rival Washington di tingkat internasional yaitu meredupnya kekuatan AS yang memiliki berbagai dampak di tingkat domestik dan global.
Di tingkat kebijakan luar negeri, Trump secara terukur merusak semua instrumen dan norma-norma multilateralisme dan bersikeras pada unilateralisme serta memprioritaskan ambisi Amerika. Hal ini telah mencoreng kredibilitas dan pengaruh global Amerika. Dengan kata lain, Washington kian terkucil jika Trump tetap bersikeras pada pendekatan yang keliru itu.
Dengan menarik diri dari perjanjian-perjanjian penting internasional, Trump telah menghancurkan semangat multilateralisme dan hanya mengejar kebijakan sepihak di dunia.
Trump pertama-tama menarik AS keluar dari Perjanjian Iklim Paris dan kemudian perjanjian nuklir JCPOA. Pemerintahan Trump juga merencanakan penarikan diri dari perjanjian kontrol senjata dan sejauh ini AS telah meninggalkan Traktat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) dan Traktat Langit Terbuka (Open Skies Treaty) serta tidak berniat memperpanjang Perjanjian Start Baru.
Trump telah mengeluarkan AS dari UNESCO dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Dia juga meluncurkan perang dagang antara Amerika dan Cina, perang dagang antara Amerika dan Eropa serta mempertanyakan peran AS di NATO.
Pendekatan Trump ini menyebabkan keretakan antara Eropa dan Amerika serta perselisihan yang tajam antara trans-Atlantik dalam banyak isu. Menurut Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian, "Trump masuk ke Gedung Putih dengan slogan America First, tetapi sekarang sudah melangkah lebih jauh dengan slogan America Alone. Amerika menekankan superioritasnya di setiap pembicaraan bilateral."
Saat ini dua rival utama Amerika di ranah politik dan militer yaitu Rusia serta Cina di bidang ekonomi dan perdagangan, mengkritik keras pendekatan Trump di kancah internasional.
AS masih menganggap dirinya sebagai super power dan bahkan satu-satunya super power di dunia dan berdasarkan ilusi itu, AS mendikte semua isu yang berkembang di dunia.
Cina percaya bahwa kebijakan unilateral Trump telah memicu perang dagang, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan menambah persoalan ekonomi di berbagai negara dunia.
Turki Tempatkan Rudal Anti-Pesawat di Utara Suriah
Turki menempatkan rudal-rudal darat ke udara MIM-23 Hawk di pangkalan udara Taftanaz, utara Suriah.
Fars News (26/5/2020) melaporkan, pemerintah Turki untuk pertama kalinya menempatkan sistem pertahanan rudal anti-pesawat di pangkalan udara Taftanaz, utara Provinsi Idlib, Suriah.
Seperti ditulis situs Enab Baladi, rudal-rudal MIM-23 Hawk pada awal tahun 2018 juga ditempatkan di kota Dar Izza, barat Provinsi Aleppo.
Pangkalan udara Taftanaz adalah ruang komando militer Turki, dan tempat koordinasi dengan kelompok-kelompok teroris di Provinsi Idlib dan Aleppo.
Ankara tahun lalu mengumumkan, rudal-rudal darat ke udara HISAR buatan dalam negeri Turki, sudah ditempatkan di utara Suriah.
Bersamaan dengan penempatan peralatan militer canggih Turki di utara Suriah, lebih dari 10.000 tentara negara ini juga dikerahkan ke Suriah.
Ucapan Terima Kasih Presiden Venezuela kepada Iran
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani, yang telah mengirimkan bantuan migas. Menurutnya, bantuan itu sangat membantu Venezuela bertahan dari krisis energi untuk beberapa bulan ke depan.
Kapal tanker pertama Iran, Fortune yang mengangkut bahan bakar bensin telah memasuki perairan Venezuela dan dikawal kapal perang negara ini pada Minggu, 24 Mei 2020.
Dalam sebuah pernyataan terbaru, Maduro tak hanya mengucapkan terima kasih kepada Iran, tetapi juga menyinggung ancaman Amerika.
Sebelumnya, Amerika Serikat mengancam akan bereaksi keras jika Iran tetap mengirimkan bantuan ke Venezuela. AS juga memperingatkan Iran untuk jangan coba-coba membantu Venezuela menghadapi krisis energi. Sebab, kedua negara dalam status menjalani sanksi dagang dari Amerika. Jika Iran tetap membandel, Amerika mengancam akan meresponnya dengan keras.
Mengenai ancaman ini, Presiden Venezuele mengatakan bahwa Tehran dan Caracas berhak untuk saling membantu dan berdagang.
"Venezuela dan Iran sama-sama menginginkan kedamaian dan kami memiliki hak untuk berdagang dengan bebas. Kami adalah revolusioner yang tidak akan berlutut terhadap 'Kekaisaran' Amerika Utara," kata Maduro dalam keterangan persnya baru-baru ini.
Militer Venezuela juga telah bersiap-siap untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi konflik dengan AS setelah masuknya kapal-kapal tanker Iran ke negara ini. Militer Venezuela menggelar manuver militer untuk menyambut kedatangan tanker-tanker Iran itu.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami mengatakan, segala bentuk gangguan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal tanker Iran, akan dibalas tegas.
Hatami kepada wartawan menuturkan, gangguan terhadap kapal tanker Iran, melanggar aturan dan keamanan internasional. Baik organisasi internasional maupun negara-negara dunia, sangat sensitif terhadap aturan dan keamanan jalur pelayaran, maka dari itu setiap gangguan harus ditindak tegas.
Brigjen Amir Hatami menegaskan, gangguan Amerika terhadap kapal tanker Iran, dapat dikategorikan sebagai perompakan.
Dia menambahkan, kebijakan kami jelas, dan sudah kami umumkan secara transparan bahwa kami tidak bisa menoleransi gangguan terhadap kapal tanker kami, Amerika dan negara lainnya sudah tahu, Iran tidak ragu untuk menindaknya, jika gangguan terus dilakukan, maka Amerika harus siap tanggung akibatnya.
Saat ini, Venezuela sedang menghadapi krisis energi terburuknya. Migas langka di negara ini karena kilang minyak mereka hanya beroperasi 10 persen dari kapasitas aslinya, 1,3 juta barrel per hari. Venezuela harus mencari bantuan dari negara lain.
Karena sanksi dagang Amerika, Venezuela kesulitan mencari bantuan. Opsi yang dimiliki untuk sumber dan jenis migas yang bisa diterima terbatas. Untungnya, Iran menyanggupi permintaan Venezuela dan langsung menjadwalkan pengiriman migas dengan lima kapal tanker.
Kapal pertama, bernama Fortune, tiba di Pelabuhan El Palito, Caracas, pada hari Senin. Kapal kedua, Forest, juga telah tiba pada pada hari berikutnya. Sementara itu, tiga sisanya masih berada di Samudra Atlantik. Iran dilaporkan mengirim 1,53 juta barrel minyak dan bensin per kapal.
Palestina Tolak Bantuan Medis UEA Lewat Israel
Otorita Ramallah Palestina menolak menerima bantuan medis yang dikirim Uni Emirat Arab (UEA).
Televisi al-Mayadeen Kamis (21/05/2020) melaporkan, alasan penolakan bantuan medis yang dikirim UEA adalah Emirat berencana mengirim bantuan tersebut melalui bandara udara Tel Aviv ke Palestina.
Masih menurut sumber ini, pemerintah Palestina menentang bahwa bantuan medis ini menjadi jembatan bagi normalisasi hubungan antara UEA dan rezim Zionis Israel.
Sejumlah media Selasa malam lalu mengkonfirmasi landingnya pesawat Etihad yang membawa bantuan media bagi rakyat Palestina di Bandara Udara Ben Gurion, di dekat Tel Aviv.
Hubungan transparan dan rahasia Israel dengan negara-negara Arab Teluk Persia selama beberapa tahun terakhir semakin luas.
Uni Emirat Arab termasuk negara pendukung rencana Kesepakatan Abad dan dubes negara ini juga hadir ketika Presiden AS Donald Trump meresmikan rencana rasis ini.
Kemenlu Iran: Hari Quds Manifestasi Persatuan dan Kebangkitan Umat Islam
Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan, hari Quds hari manifestasi persatuan, solidaritas dan kebangkitan umat Islam dalam membebaskan kiblat pertama muslimin dan melawan ancaman Zionisme serta kubu arogan dunia.
Deplu Iran Kamis (21/05/2020) seraya merilis statemen bertepatan dengan hari Quds sedunia menjelaskan, Jumat terakhir bulan suci Ramadhan mengingatkan momen penting dunia yang ditetapkan Imam Khomeini sebagai hari Quds sedunia sehingga muncul persatuan dan solidaritas muslim dunia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina melawan penjajah Zionis.
Di statemen Deplu Iran disebutkan, kota Baitul Maqdis sebagai bagian bumi Palestina sejak awal pendudukan tidak pernah aman dari perampokan Zionis yang merampas peninggalan Islam, sejarah dan identitasnya. Selain itu, dalam koridor kebijakan Yahudisasi, tempat kuno dan Islam kota ini dihancurkan, pendudukan asli diusir dan imigran Yahudi menempati mayoritas wilayah kota ini.
Deplu Iran seraya menekankan dilanjutkannya kebijakan Republik Islam dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina dan perlawanan terhadap penjajah, meminta seluruh bangsa Muslim dan pecinta kebebasan di dunia menekan pemerintah serta lembaga resmi dan organisasi hukum internasional untuk menjalankan tugas legal dan kemanusiannya mendukung hak-hak rakyat Palestina dan mengakhiri pendudukan serta menghentikan kejahatan sadis Zionis.
Dimensi Penting Peringatan Hari Quds Internasional
Hari ini, Jumat terakhir bulan suci Ramadhan bertepatan dengan Hari Quds Internasional.
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani dalam sebuah pesan memperingati Hari Quds Internasional Kamis malam menekankan prinsip yang tidak bisa diganggu gugat, "Baitul Maqdis, sebagai ibu kota Palestina". Presiden Rouhani menegaskan bahwa Hari Quds Internasional sebagai simbol ketangguhan, persatuan dan solidaritas umat Islam dalam mempertahankan cita-cita Islam.
Peringatan Hari Quds Internasional dilakukan karena mengandung beberapa dimensi penting.
Pertama, penekanan terhadap aspek kemanusiaan dalam masalah Palestina yang dimanifestasikan dalam peringatan Hari Quds Internasional sebagai gerakan simbolis kecaman atas kejahatan Israel terhadap Palestina.
Kedua, peringatan Hari Quds Internasional menegaskan urgensi perlindungan berkelanjutan atas hak-hak rakyat Palestina dalam hukum internasional, dan penolakan terhadap penjajahan dalam berbagai bentuk apapun.
Ketiga, peringatan Hari Quds Internasional menyuarakan pembelaan terhadap prinsip penentuan nasib bangsa Palestina sebagai pemilik asli tanah tersebut.
Ketiga masalah ini menyoroti pentingnya nasib Palestina sebagai masalah sentral dunia Islam. Oleh karena itu, tidak boleh ada arus di dunia Islam yang mengabaikan masalah ini. Pengalaman lebih dari tujuh dekade sejarah penindasan di Palestina menunjukkan bahwa pihak agresor tidak pernah bersedia untuk memenuhi hak-hak jajahannya. Satu-satunya cara untuk mengakhiri situasi ini adalah melanjutkan perlawanan dan perjuangan global demi memaksa penjajah mematuhi hukum internasional dan mengikuti prinsip penentuan nasib Palestina oleh bangsanya sendiri.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei telah memberikan solusi komprehensif mengenai masalah Palestina. Rahbar menyatakan bahwa bangsa Palestina, seperti halnya bangsa lain, memiliki hak untuk menentukan nasib mereka sendiri dan memilih sistem politik yang mengatur negaranya. Semua orang asli Palestina baik Muslim, Kristen, maupun Yahudi yang tersebar di mana-mana dan bukan imigran asing, yang berada di dalam Palestina, di kamp-kamp pengungsian maupun di tempat lain harus mengambil bagian dalam referendum umum untuk menentukan masa depan Palestina. Setelah pemerintahan Palestina berdiri, nasib para imigran non-Palestina yang bermigrasi ke wilayah ini selama beberapa tahun terakhir akan ditentukan kemudian. Ini adalah prakarsa adil dan rasional yang dipahami oleh opini publik dunia dan bisa didukung oleh negara dan pemerintah yang berdaulat di dunia.
Tidak ada keraguan bahwa kebijakan penjajahan dan agresi yang dilakukan rezim Zionis dengan menggunakan kekerasan fisik dan struktural telah menyebabkan pelanggaran yang luas dan sistematis terhadap hak-hak bangsa Palestina. Proses ini memiliki tujuan jangka panjang dan separatis demi menyulut perpecahan dan pengaruh destruktifnya di dunia Islam, sekaligus menjadi ancaman bagi perdamaian maupun keamanan regional dan internasional.
Hari Al-Quds Internasional tidak hanya aksi kecaman terhadap pendudukan dan penjajahan, tetapi juga tanda kebangkitan umat Islam melawan konspirasi seperti Kesepakatan Abad, yang dikejar oleh Amerika Serikat dan Israel bersama sekutu mereka di kawasan.
Rahbar: Barat, Penyebab Utama Tragedi Palestina
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, penyebab utama tragedi pendudukan Palestina adalah pemerintah-pemerintah Barat dan kebijakan-kebijakan jahat mereka.
Hal itu disampaikan Ayatullah Khamenei dalam pidato memperingati Hari Quds Internasional pada Jumat (22/5/2020) siang ketika mengingatkan tragedi besar di Palestina dan pembentukan "tumor ganas" rezim Zionis Israel.
Rahbar menyinggung bahwa bangkitnya Revolusi Islam di Iran telah membuka babak baru dalam perjuangan rakyat Palestina.
"Salah satu langkah pertama adalah mengusir elemen-elemen Zionis, di mana Iran pada era taghut merupakan salah satu pangkalan paling aman mereka. Penyerahan kedutaan tidak resmi rezim Zionis kepada wakil Palestina dan penghentian pasokan minyak hingga pekerjaan-pekerjaan besar serta aktivitas politik yang luas, semua ini menyebabkan munculnya "Front Muqawama" (Front Perlawanan) di seluruh kawasan. Akhirnya, harapan untuk memecahkan masalah tumbuh dan berkembang di hati mereka," jelas Ayatullah Khamenei.
Rahbar menambahkan bahwa Front Muqawama bergerak ke arah peningkatan ketangguhan dan optimismenya, juga menyerap unsur-unsur kekuatan yang semakin tumbuh. Tapi sebaliknya, Front lalim, kafir dan arogan kian hari semakin lemah dan putus asa.
"Indikasi yang jelas dari klaim ini adalah kondisi militer Zionis, yang pernah dianggap sebagai pasukan tak terkalahkan dan mampu menghentikan pasukan besar dua negara penyerang hanya dalam beberapa hari, kini terpaksa harus mundur dan mengakui kekalahannya ketika menghadapi pasukan pejuang rakyat di Lebanon dan Jalur Gaza. Meski demikian, arena perjuangan sangat berat dan dapat berubah serta membutuhkan perawatan yang konstan karena subjek perjuangan ini sangat penting, menentukan, dan vital," tegasnya.
Menurut Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, kebijakan utama kekuatan arogan dan Zionisme adalah melunturkan isu Palestina dari benak masyarakat Muslim sehingga isu ini terlupakan. Oleh karena itu, tugas yang paling mendesak saat ini adalah memerangi pengkhianatan yang dilakukan oleh antek-antek bayaran musuh dalam bidang politik dan budaya di negara-negara Muslim sendiri.
Kemenlu Iran: Rezim Zionis, Mesin Pembunuh Massal
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menegaskan bahwa rezim Zionis Israel pada dasarnya adalah mesin pembunuh manusia, yang membunuh dan mengorbankan warga Palestina tanpa aturan apa pun.
Hal itu disampaikan Kemlu Iran dalam tweet-tweet pada Kamis (21/5/2020) malam menandai peringatan Hari Quds Internasional.
"Rezim apartheid Israel memiliki pengalaman luas dalam menargetkan anak-anak Palestina yang tidak bersalah. Semua anak-anak Palestina yang gugur syahid tidak bersenjata dan hanya mencari kebebasan dan keadilan. Tetapi mereka ditembaki oleh militer Israel tanpa aturan apa pun," tulis Kemlu Iran ketika menyinggung genosida dan kejahatan perang Israel.
Kemlu Iran menambahkan, perempuan dan anak-anak Palestina yang menderita dan dalam penahanan menjadi korban utama dari kekejaman rezim Zionis.
"Orang-orang Palestina ditahan di pusat-pusat penahanan Israel tanpa alasan apa pun. Mereka dipukuli dan disiksa secara berkala; mereka harus segera dibebaskan," tegas Kemlu Iran.
Kemlu Iran lebih lanjut menjelaskan bahwa penyiksaan sistematis merupakan bagian dari landasan dan kebijakan Israel.
"Israel adalah rezim kejam yang menerapkan kebijakan tradisional penyiksaan hingga kematian terhadap rakyat tak berdosa Palestina. Penyiksaan sistematis oleh Israel bertentangan dengan semua hukum, bahkan hukum primitif, dan Hak Asasi Manusia yang mendasar," tegas Kemlu Iran.
Kemlu Iran juga menyinggung Ahed al-Tamimi, aktivis 19 tahun, yang menjadi model gerakan nasional pembebasan wilayah-wilayah pendudukan.
"Pendudukan adalah dasar apartheid Israel, namun generasi muda Palestina cukup berani untuk tidak mentolerir pendudukan lagi," pungkasnya.
Hari Jumat, 22 Mei 2020 atau 22 Ramadhan 1441 H adalah Jumat terakhir bulan suci Ramadhan tahun ini dan diperingati sebagai Hari Quds Internasional.
Bapak Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra menetapkan hari Jumat terakhir setiap bulan Ramadhan sebagai Hari Quds Sedunia.
Karena penyebaran virus Corona, COVID-19, Pawai Akbar Hari Quds Sedunia tidak digelar dan aksi itu digantikan dengan aksi-aksi lain yang menyuarakan kemerdekaan Palestina dan al-Quds. (RA)
Menlu Iran: Israel, Pelanggar Terbesar HAM
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif menyebut rezim Zionis Israel sebagai pelanggar terbesar Hak Asasi Manusia.
Zarif dalam tweetnya menandai peringatan Hari Quds Internasional pada hari Jumat (22/5/2020) menulis, Israel adalah satu-satunya pihak yang memiliki senjata nuklir di kawasan dan merupakan ancaman kronis terbesar bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Dia menegaskan, Hari Quds adalah hari pemulihan hak-hak rakyat Palestina dan kehancuran rezim penjajah.
"Konspirasi rasis 'Kesepakatan Abad' membuktikan bahwa Washington adalah mitra agresor dan tidak ada harapan untuk itu," tulisnya.
Menurut Menlu Iran, solusi untuk menyelesaikan masalah Palestina adalah penyelenggaraan referendum.
Sejak lama, Iran telah mengusulkan referendum untuk menyelesaikan masalah Palestina. Referendum yang melibatkan orang-orang asli Palestina, baik Yahudi, Kristen, maupun Muslim untuk menentukan sistem politik negara Palestina.
Hari ini, Jumat, 22 Mei 2020 atau 22 Ramadhan 1441 H adalah Jumat terakhir bulan suci Ramadhan dan diperingati sebagai Hari Quds Internasional.
Bapak Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra menetapkan hari Jumat terakhir setiap bulan Ramadhan sebagai Hari Quds Sedunia.
Karena penyebaran virus Corona, COVID-19, Pawai Akbar Hari Quds Sedunia tidak digelar dan aksi itu digantikan dengan aksi-aksi lain yang menyuarakan kemerdekaan Palestina dan al-Quds.
Pidato Rahbar Memperingati Hari Quds Internasional
"Palestina adalah milik orang-orang Palestina dan harus diatur oleh kehendak mereka sendiri. Prakarsa referendum yang melibatkan semua agama dan etnis Palestina, yang telah kami sampaikan hampir dua dekade lalu adalah satu-satunya kesimpulan yang perlu diambil untuk menghadapi tantangan Palestina saat ini dan esok."
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahirabbil 'Aalamin wa Shallallahu 'ala Muhammad wa Aalihi at-Thahirin wa Shahbihi al-Muntajabin wa Man Tabiahum Biihsanin ila Yaumiddin
Saya menghaturkan salam kepada saudara-saudari Muslim di seluruh penjuru dunia, dan sebelumnya saya juga mengucapkan selamat menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1441H. Semoga Allah Swt menerima ibadah dan ketaatan kita semua di bulan Ramadhan yang penuh berkah, dan kita bersyukur kepada-Nya atas segala karunia dan berkah jamuan Ilahi di bulan suci ini.
Hari ini adalah Hari Quds, hari yang ditetapkan atas inisiatif cerdas Imam Khomeini sebagai rantai penghubung solidaritas umat Islam mengenai al-Quds Sharif dan Palestina yang tertindas. Hari Quds selama beberapa dekade telah berperan penting dalam hal ini dan setelahnya yang akan terus berlanjut, Insya Allah.
Bangsa-bangsa dunia menyambut Hari Quds dan mereka memperingatinya sebagai tanggung jawab perdana, yaitu mengibarkan bendera kebebasan Palestina. Kebijakan utama kekuatan arogan dan Zionisme adalah melunturkan isu Palestina dari benak masyarakat Muslim sehingga isu ini terlupakan. Oleh karena itu, tugas yang paling mendesak saat ini adalah memerangi pengkhianatan yang dilakukan oleh antek-antek bayaran musuh dalam bidang politik dan budaya di negara-negara Muslim sendiri.
Faktanya, isu sebesar masalah Palestina bukanlah sesuatu yang mengizinkan harga diri, rasa percaya diri, dan kewaspadaan yang semakin besar dari bangsa-bangsa Muslim untuk melupakan isu ini, meskipun Amerika Serikat dan kekuatan hegemonik lainnya serta antek-antek mereka di kawasan menggelontorkan seluruh uangnya dan mengerahkan segenap kemampuannya supaya isu Palestina terlupakan.
Poin pertama mengenai tragedi besar penjarahan negara Palestina dan pembentukan "tumor ganas" rezim Zionis. Di antara kejahatan kemanusiaan pada masa-masa yang dekat dengan periode sekarang tidak ada kejahatan apapun sebesar kejahatan yang dilakukan Zionis. Penjarahan sebuah negara dan pengusiran penghuninya dari rumah dan tanah mereka untuk selamanya, dengan melakukan pembunuhan dan kejahatan yang paling kejam serta penghancuran yang terus berlanjut beberapa generasi selama puluhan tahun, jelas merupakan catatan baru kejahatan kemanusiaan.
Penyebab dan pelaku utama tragedi ini adalah pemerintah-pemerintah Barat dan kebijakan jahat mereka. Ketika negara-negara pemenang Perang Dunia I membagi kawasan Asia Barat ــyaitu kawasan Asia Kekaisaran Ottomanــ sebagai pampasan perang penting di antara mereka pada Konferensi Paris, mereka telah merasa membutuhkan adanya pangkalan yang aman di jantung kawasan ini guna menjamin dominasi mereka yang berkelanjutan.
Inggris sejak bertahun-tahun lalu telah mempersiapkan landasan pacu melalui prakarsa Deklarasi Balfour dengan menggandeng para pemimpin Yahudi arogan, untuk mewujudkan sebuah plot sesat bernama "Zionisme". Kini pijakan praktisnya sudah terbentang. Dari tahun-tahun itu, mereka secara bertahap menyatukan persiapan, dan akhirnya setelah Perang Dunia II, mereka melancarkan pukulannya dengan mengambil keuntungan dari kelalaian dan masalah yang dihadapi negara-negara kawasan dengan mendeklarasikan rezim palsu dan pemerintah tanpa rakyat, rezim Zionis.
Target pukulan ini pertama-tama adalah bangsa Palestina dan kemudian semua bangsa di kawasan. Dengan melihat peristiwa-peristiwa berikutnya di kawasan menunjukkan bahwa tujuan utama dan target cepat Barat dan korporasi Yahudi dari pendirian negara Zionis adalah membangun pangkalan dan menacapkan pengaruh permanen mereka di Asia Barat serta akses yang memungkinkan untuk campur tangan dan mendominasi negara-negara di kawasan.
Untuk itu, mereka melengkapi rezim palsu dan perampas (rezim Zionis Israel) dengan segala macam fasilitas yang kuat, militer dan non-militer, bahkan senjata nuklir, dan memasukkan pertumbuhan "tumor kanker ganas" ini dari Nil hingga Eufrat dalam agenda mereka.
Sayangnya, sebagian besar pemerintah Arab secara bertahap menyerah setelah perlawanan pertama mereka, yang beberapa (perlawanan itu) di antaranya sangat mengagumkan. Apalagi setelah kedatangan Amerika Serikat sebagai penjaga kepentingan ini, mereka telah melupakan tugas-tugas kemanusiaan, Islam, dan politik, serta semangat dan kebanggaan Arab-nya; dan dengan harapan palsu, mereka justru membantu musuh mewujudkan tujuannya, di mana perjanjian Camp David adalah contoh nyata dari fakta pahit tersebut.
Kelompok-kelompok pejuang, setelah melakukan beberapa perjuangan yang penuh perngorbanan pada tahun-tahun pertama, mereka secara bertahap juga terseret ke dalam negosiasi tanpa hasil dengan penjajah dan para pendukungnya, dan meninggalkan garis perjuangan yang mengarah pada realisasi cita-cita Palestina.
Bernegosiasi dengan Amerika Serikat dan pemerintah-pemerintah Barat lainnya serta badan-badan Internasional yang tak berguna adalah pengalaman pahit dan gagal bagi Palestina. Menunjukkan "Cabang Zaitun" di Majelis Umum PBB tidak memiliki hasil apapun, kecuali Perjanjian Oslo yang merugikan, dan pada akhirnya berakhir dengan nasib Yasser Arafat, yang membawa banyak pelajaran.
Bangkitnya Revolusi Islam di Iran membuka babak baru dalam perjuangan Palestina. Salah satu langkah pertama adalah mengusir elemen-elemen Zionis, di mana Iran pada era taghut merupakan salah satu pangkalan paling aman mereka. Penyerahan kedutaan tidak resmi rezim Zionis kepada wakil Palestina dan penghentian pasokan minyak hingga pekerjaan-pekerjaan besar serta aktivitas politik yang luas, semua ini menyebabkan munculnya "Front Muqawama" (Front Perlawanan) di seluruh kawasan. Akhirnya, harapan untuk memecahkan masalah tumbuh dan berkembang di hati mereka.
Dengan munculnya Front Muqawama, ruang gerak rezim Zionis menjadi sulit dan semakin sulit, dan tentu saja akan jauh lebih sulit di masa depan, Insya Allah. Tetapi upaya para pendukung rezim ini, yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk membela dan mempertahankannya juga semakin meningkat.
Munculnya pasukan Mukmin, muda dan penuh pengorbanan seperti Hizbullah di Lebanon dan pembentukan kelompok-kelompok penuh motivasi seperti Hamas dan Jihad Islam di dalam perbatasan-perbatasan Palestina tidak hanya membuat khawatir para pemimpin Zionis, tetapi juga membuat cemas Amerika Serikat dan Barat. Mereka kemudian memprioritaskan upaya untuk meraih dukungan dari dalam kawasan, terutama komunitas Arab dalam agendanya setelah memberikan dukungan perangkat keras dan lunak kepada rezim agresor Zionis. Buah kerja keras mereka hari ini terlihat jelas dalam perilaku dan ucapan beberapa pemimpin negara-negara Arab dan sejumlah aktivis politik dan budaya Arab yang berkhianat.
Kini berbagai kegiatan dilakukan kedua kubu di medan perang, namun terdapat perbedaan. Front Muqawama bergerak ke arah peningkatan ketangguhan dan optimismenya, juga menyerap unsur-unsur kekuatan yang semakin tumbuh. Tapi sebaliknya, Front lalim, kafir dan arogan kian hari semakin lemah dan putus asa. Indikasi yang jelas dari klaim ini adalah kondisi militer Zionis, yang pernah dianggap sebagai pasukan tak terkalahkan dan mampu menghentikan pasukan besar dua negara penyerang hanya dalam beberapa hari, kini terpaksa harus mundur dan mengakui kekalahannya ketika menghadapi pasukan pejuang rakyat di Lebanon dan Jalur Gaza.
Meskipun demikian, perjuangan penting dan dinamis ini membutuhkan perawatan konsisten, karena subjek perjuangan ini sangat penting, menentukan, dan vital. Oleh karena itu, setiap kelalaian dan kesalahan dalam kalkulasi dasar akan menimbulkan kerugian besar.
Berdasarkan pertimbangan ini, saya akan menyampaikan poin-poin penting kepada semua orang yang mendukung perjuangan Palestina.
Pertama, perjuangan untuk pembebasan Palestina adalah jihad di jalan Allah dan kewajiban dalam Islam. Kemenangan dalam perjuangan ini dijamin, karena jikapun gugur, akan meraih tempat terbaik dan mulia.
Selain itu, masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan. Pengusiran terhadap jutaan orang dari rumah mereka, lahan pertanian dan tempat tinggal serta mata pencahariannya yang dilakukan dengan pembunuhan dan kejahatan, pasti akan menyakiti setiap hati nurani manusia; dan siapapun yang memiliki keberanian pasti akan menghadapinya. Oleh karena itu, membatasi masalah ini hanya pada isu Palestina semata, ataupun masalah Arab tentu saja merupakan kesalahan besar.
Mereka yang menganggap langkah kompromis beberapa elemen Palestina atau para penguasa sejumlah negara Arab dengan rezim Zionis sebagai legitimasi untuk mengabaikan masalah Islam dan kemanusiaan ini jelas sangat keliru dalam memahami masalah tersebut, dan termasuk pengkhianatan dengan mendistorsi persoalannya.
Kedua, tujuan dari perjuangan ini adalah pembebasan seluruh wilayah Palestina dari laut ke sungai, dan kembalinya semua warga Palestina ke tanah air mereka. Mereduksi masalah ini melalui pembentukan pemerintahan di sudut wilayah ini yang dilakukan dengan cara memalukan, sebagaimana dimaksud dalam literatur Zionis yang kasar, jelas sekali bukanlah tanda kebenaran maupun tindakan yang realistis.
Faktanya, kini jutaan orang Palestina telah mencapai tingkat kematangan pemikiran dan pengalaman serta kepercayaan diri yang menjadikan jihad besar sebagai spiritnya untuk meraih kemenangan akhir dengan bersandar pada pertolongan ilahi, sebagaimana ditegaskan dalam ayat al-Quran,
وَلَيَنصُرَنَّ اللَّـهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّـهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,".
Ketiga, meskipun diizinkan untuk mengambil keuntungan dari segala cara yang sah dan halal dalam perjuangan ini, termasuk meraih dukungan global, tapi kita harus menghindari untuk menggantungkan harapan secara lahir maupun batin dengan mempercayai negara-negara Barat maupun komunitas dunia afiliasinya.
Mereka memusuhi eksistensi Islam yang berpengaruh, mereka mengabaikan hak-hak manusia dan bangsa-bangsa, mereka sendiri telah menyebabkan kerusakan dan kejahatan terbesar bagi umat Islam; kini lembaga global ataupun kekuatan kriminal mana yang saat ini bertanggung jawab atas terjadinya pembunuhan, pembantaian, perang, pemboman dan kelaparan buatan di sejumlah negara Muslim dan Arab?
Kini, publik dunia terus menghitung jumlah korban virus Corona satu persatu di seluruh penjuru dunia, tetapi tidak ada yang pernah bertanya siapa yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban ratusan ribu martir dan tawanan di negara-negara tempat Amerika Serikat dan Eropa mengobarkan api perang. Siapa yang bertanggung jawab atas semua pertumpahan darah di Afghanistan, Yaman, Libya, Irak, Suriah, dan negara-negara lainnya? Siapa yang bertanggung jawab atas semua kejahatan, perampasan, penghancuran, dan penindasan di Palestina?
Mengapa tidak ada yang menghitung jutaan anak-anak yang tertindas, wanita dan pria di dunia Islam? Mengapa tidak ada yang menyampaikan belasungkawa atas pembantaian terhadap umat Islam? Mengapa jutaan orang Palestina harus hidup di dalam pengasingan selama tujuh puluh tahun jauh dari rumah mereka sendiri? Mengapa Quds Sharif, kiblat pertama umat Islam dihina dan dinistakan? Lalu apa fungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tidak menunaikan tugasnya. Demikian juga dengan lembaga hak asasi manusia yang sudah mati. Tampaknya, slogan "Membela hak-hak anak-anak dan perempuan" tidak termasuk anak-anak dan perempuan yang tertindas di Yaman dan Palestina.
Inilah kondisi ketika kekuatan Barat yang menindas dan komunitas afiliasinya berkuasa di dunia. Beberapa pemerintahan pengekor mereka di kawasan aibnya terbuka dengan kondisi yang lebih buruk lagi. Oleh karena itu, masyarakat yang bersemangat dan religius tertentu harus mengandalkan kekuatan dirinya sendiri, dengan menyingsingkan lengan baju bersama ketawakalan dan keimanan kepada Allah swt untuk menghadapi rintangan yang menghadang.
Keempat, poin penting yang tidak boleh diabaikan oleh elit politik dan militer dunia Islam adalah kebijakan Amerika Serikat dan Zionis dalam mentransfer konflik ke belakang front perlawanan. Pecahnya perang saudara di Suriah, pengepungan militer, pembunuhan sehari-hari di Yaman, pembantaian, penghancuran dan pembentukan kelompok teroris Daesh di Irak, dan kasus-kasus serupa di beberapa negara lain di kawasan; semua itu plot untuk mengalihkan perhatian front perlawanan dan memberi peluang untuk bernafas kepada rezim Zionis.
Beberapa politisi di negara-negara Muslim tidak tahu apa-apa, bahkan ada yang mengamini tipuan musuh. Cara untuk mencegah hal ini adalah gerakan serius dari para pemuda aktif di dunia Islam. Orang-orang muda di semua negara Muslim, terutama di dunia Arab, tidak boleh mengabaikan nasihat Imam Khomeini, yang mengatakan, "Apapun yang Anda teriakan lantang tentang [perlawanan terhadap] Amerika Serikat, dan tentu saja Zionisme."
Kelima, kebijakan menormalkan kehadiran rezim Zionis di kawasan merupakan salah satu dari kebijakan utama Amerika Serikat. Beberapa negara Arab di kawasan – yang berperan sebagai antek-antek AS – menyiapkan prasarana yang diperlukan termasuk hubungan ekonomi dan sejenisnya. Berbagai upaya ini secara total akan gagal dan tidak membuahkan hasil.
Rezim Zionis adalah penumpang gelap yang membawa kehancuran dan kerugian besar bagi kawasan, dan secara pasti akan tercerabut dan binasa. Rasa malu dan kehinaan akan menjadi milik orang-orang yang menyerahkan sarananya untuk mengabdi kepada kebijakan arogan tersebut.
Beberapa pihak yang berupaya menjustifikasi perilaku buruk ini berpendapat bahwa rezim Zionis adalah sebuah realitas di kawasan, tanpa mengingat lagi bahwa kenyataan yang membawa kehancuran dan kerugian harus diperangi dan dibinasakan.
Hari ini, virus Corona adalah sebuah kenyataan dan semua manusia yang cerdas menganggapnya wajib untuk memerangi virus ini. Virus Zionis yang sudah lama bercokol tentu tidak akan bertahan lama dan berkat kerja keras, iman, dan keberanian kaum muda, akan tercerabut.
Keenam, anjuran utama saya adalah merekomendasikan berlanjutnya perlawanan dan mengoordinasikan lembaga-lembaga jihad, kerja sama di antara mereka, serta memperluas medan jihad di dalam wilayah Palestina.
Setiap orang harus membantu rakyat Palestina dalam jihad suci ini. Setiap individu harus mengisi kepalan tangan pejuang Palestina dan memperkuat punggungnya. Kami dengan bangga akan melakukan ini dengan segenap kemampuan.
Hasil identifikasi kami adalah bahwa pejuang Palestina memiliki agama, semangat, dan keberanian, dan satu-satunya kendala mereka adalah tidak memiliki senjata. Kami telah menyusun rencana dengan petunjuk dan pertolongan Tuhan, dan hasilnya adalah perimbangan kekuatan di Palestina telah berubah dan hari ini Gaza dapat bertahan terhadap agresi militer musuh Zionis dan dapat mencapai kemenangan.
Perubahan perimbangan ini di bagian yang disebut wilayah pendudukan, akan membawa masalah Palestina lebih dekat ke langkah-langkah final. Pemerintah Otorita Ramallah memiliki tugas besar dalam hal ini.
Kita tidak dapat berbicara dengan musuh yang buas, kecuali dengan kekuatan dan dengan posisi yang kuat, dan benih-benih kekuatan ini – segala puji bagi Allah – sudah siap di tengah bangsa berani dan tangguh Palestina.
Para pemuda Palestina sekarang haus untuk mempertahankan martabatnya. Hamas dan Jihad Islam di Palestina serta Hizbullah di Lebanon telah menyempurnakan argumentasi kepada semua.
Dunia belum lupa dan tidak akan pernah melupakan hari ketika tentara Zionis melanggar perbatasan Lebanon dan bergerak ke Beirut, dan hari ketika seorang pembunuh kriminal bernama Ariel Sharon melakukan pertumpahan darah di Sabra dan Shatila.
Dunia juga belum lupa dan tidak akan pernah melupakan hari ketika tentara yang sama berada di bawah pukulan keras Hizbullah, sehingga tidak punya jalan lain kecuali mundur dari perbatasan Lebanon dengan menanggung kerugian besar dan mengakui kekalahan, dan memohon gencatan senjata. Inilah yang dimaksud dengan tangan penuh dan posisi kuat.
Sekarang saksikanlah beberapa pemerintah Eropa – yang seharusnya malu selamanya karena menjual bahan kimia ke rezim Saddam – menganggap Hizbullah, pejuang yang membanggakan sebagai ilegal.
Yang disebut ilegal adalah sebuah rezim seperti Amerika yang menciptakan Daesh, dan rezim seperti pemerintah Eropa yang membunuh ribuan orang di kota Baneh, Iran dan Halabja, Irak, karena bahan-bahan kimia mereka.
Ketujuh, Palestina adalah milik orang-orang Palestina dan harus diatur oleh kehendak mereka sendiri. Prakarsa referendum yang melibatkan semua agama dan etnis Palestina, yang telah kami sampaikan hampir dua dekade lalu adalah satu-satunya kesimpulan yang perlu diambil untuk menghadapi tantangan Palestina saat ini dan esok.
Prakarsa ini menunjukkan bahwa klaim anti-Semit yang ditiupkan orang-orang Barat dengan terompet mereka sama sekali tidak berdasar. Sesuai rencana ini, orang-orang Palestina, baik Yahudi, Kristen, maupun Muslim bersama-sama mengikuti referendum untuk menentukan sistem politik negara Palestina. Pastinya, yang harus sirna adalah sistem Zionis, dan Zionisme itu sendiri merupakan bidah dalam Yudaisme, yang benar-benar asing bagi mereka sendiri.
Sebagai penutup, saya mengajak untuk mengenang perjuangan syuhada Quds dari Sheikh Ahmad Yassin, Fathi Shaghaghi dan Sayid Abbas Mousavi hingga komandan agung Islam dan wajah tak terlupakan dari front perlawanan, Syahid Soleimani dan mujahid besar Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, dan syuhada lainnya, juga salam kepada Imam Khomeini, yang telah membukakan jalan kemuliaan dan jihad di hadapan kita. Selain itu, saya juga memohon rahmat ilahi untuk saudara almarhum Mujahid Hossein Sheikh al-Islam yang berjuang di jalan ini selama bertahun-tahun.
Wassalamualaikum Warahmatullah




























