کمالوندی

کمالوندی

 

Nuansa religius bulan Ramadhan terasa kental sekali saat sudah menginjak hari pertengahan. Pada pertengahan Ramadhan, kaum Muslim dengan meneladani Imam Hasan al-Mujtaba as, melengkapi ibadah mereka dengan membantu kaum fakir dan anak yatim.

Kaum Muslim menyambut penuh suka cita dan rasa syukur hari kelahiran cucu Rasulullah Saw ini pada tanggal 15 Ramadhan. Imam Hasan as adalah cucu pertama Rasulullah Saw dari Ali bin Abi Thalib as dan Sayidah Fatimah as. Ia lahir pada pertengahan Ramadhan tahun ke-3 Hijriah di kota Madinah.

Ketika Rasul Saw diberi kabar tentang kelahiran cucu pertamanya itu, wajah beliau berseri-seri dan hatinya sangat gembira. Beliau bergegas menuju rumah Sayidah Fathimah as untuk melihat cucunya itu. Sayidah Fatimah as menyerahkan Imam Hasan as yang masih bayi kepada Rasulullah Saw. Setelah menggendongnya, Rasul Saw membacakan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri bayi suci tersebut. Ketika itu, malaikat Jibril as turun dan menyampaikan perintah Allah Swt kepada beliau agar menamakan cucu pertamanya dengan Hasan, yang berarti baik dan terpuji.

Imam Hasan as senantiasa mendampingi Rasulullah Saw. Terkadang ia duduk di pangkuan Nabi, terkadang pula beliau memikul cucu kesayangannya itu di pundaknya. Setiap kali wahyu turun, ia pun mendengar langsung dari bibir Rasulullah Saw dan menukilkannya untuk sang ibu, Sayidah Fatimah as.

Semasa hidupnya, Nabi Saw menunjukkan kecintaan beliau yang sangat besar kepada anak-anak Fatimah. Suatu kali, Fatimah as datang ke rumah Nabi dengan membawa dua putranya Hasan dan Husein. Kepada ayahnya, Fatimah as berkata, "Ayah, ini adalah dua putramu. Berilah mereka sesuatu yang akan selalu menjadi pengingatmu." Kala itu Rasulullah Saw bersabda, "Hasan akan mewarisi kewibawaan dan keberanianku, sedangkan Husein akan memperoleh kedermawanan dan keberanianku."

Berbuat kebajikan dan bermurah hati termasuk dari karakteristik utama Imam Hasan as. Pribadi mulia ini selalu menjadi tumpuan kaum fakir dan miskin, kadang sebelum mereka mengeluhkan keperluannya, Imam Hasan langsung memenuhi kebutuhan mereka dan tidak membiarkan mereka merasa malu dengan mengiba.

Beliau kadang juga memberi bantuan dalam jumlah besar sekaligus kepada kaum fakir dan pemberian ini demi mewujudkan sebuah kehidupan yang bermartabat bagi mereka. Oleh sebab itu, Imam Hasan dikenal sebagai Karim Ahlul Bait, yang berarti pemilik sifat dermawan, mulia, dan utama. Kata Karim dalam berbagai ayat dan riwayat adalah sekumpulan keutamaan dan sifat terpuji dan menjadi pembeda seseorang dengan yang lain.

Jalaluddin al-Suyuthi, seorang ulama dan cendekiawan Muslim menulis, “Hasan bin Ali memiliki banyak keluhuran akhlak dan keutamaan insani. Ia adalah seorang pribadi besar, penyabar, penuh ketenangan, dermawan, murah hati, dan sosok yang dipuji oleh masyarakat.”


Kemuliaan sifat dan kesucian jiwa membuat Imam Hasan memiliki kedudukan yang sangat istimewa, di mana Nabi Saw dalam beberapa surat perjanjian mencantumkan nama Hasan sebagai saksi meski ia masih anak-anak. Pada saat Nabi Saw pergi bermubahalah dengan kaum Nasrani Najran, Imam Hasan dan Husein beserta Imam Ali dan Fatimah, diikutsertakan bersamanya atas perintah Allah Swt. Ayat Tathir (ayat 33 surat al-Ahzab) turun untuk memberi kesaksian atas kesucian mereka.

Imam Hasan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melakukan perbuatan baik dan pekerjaan mulia. Beliau telah menginfakkan banyak hartanya di jalan Allah Swt. Sejarah mencatat bahwa Imam Hasan pernah dua kali menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah dengan membantu orang-orang yang membutuhkan. Beliau juga tiga kali mendermakan setengah dari hartanya, separuh untuk dirinya dan setengah lainnya diinfakkan di jalan agama.

Alkisah, suatu hari seorang miskin datang menemui Imam Hasan. Namun karena merasa malu, lisannya tidak sanggup mengutarakan kebutuhannya. Menyaksikan itu, Imam Hasan berkata, “Jika demikian, sampaikanlah kebutuhanmu secara tertulis.”

Orang miskin itu pun langsung melaksanakan perintah Imam. Beliau lalu membaca surat tersebut dan memberinya bantuan dua kali lipat dari permintaannya. Salah seorang yang hadir di sana berkata, “Wahai putra Nabi, betapa berkahnya surat tersebut baginya.” Imam Hasan menjawab, “Keberkahannya lebih besar untuk kami, karena Allah menjadikan kami sebagai orang-orang yang berbuat baik.”

Imam Hasan as adalah pribadi yang sangat agung, penyabar, sangat berwibawa dan teguh pendirian. Ketinggian ilmu dan hikmah beliau membuat kagum siapapun serta sangat bijak dalam memutuskan suatu perkara. Sepanjang hidupnya, Imam Hasan senantiasa berkiprah untuk membimbing dan mencerahkan masyarakat.

Beliau mengajak masyarakat untuk beribadah secara ikhlas dan dalam keadaan bersih, dan beliau sendiri memakai pakaian yang paling bagus untuk menunaikan shalat. Saat ditanya tentang penampilannya itu, Imam Hasan menjawab, “Allah adalah indah dan mencintai keindahan. Untuk itu aku memperindah penampilan di sisi Allah, Dia telah memerintahkan untuk memakai pakailah yang indah setiap memasuki masjid.”

Imam Hasan juga dikenal sebagai sosok yang penyabar, terutama pada masa memimpin dan membimbing umat. Dengan kesabaran ini pula, Imam Hasan berhasil menggagalkan konpsirasi-konspirasi rezim penguasa waktu itu. Pada dasarnya, penandatanganan perjanjian damai dengan Muawiyah merupakan cara lain dari perang melawan kezaliman yang diadopsi oleh pemuda surga itu.


Para sejarawan menulis, “Suatu hari Imam Hasan berjalan di tengah keramaian, tiba-tiba beliau berpapasan dengan orang asing yang berasal dari Syam. Pendatang itu ternyata seorang yang sangat membenci Ahlul Bait Nabi. Mulailah ia mencaci maki Imam Hasan. Beliau tertunduk diam tidak menjawab sepatah kata pun terhadap cacian itu, hingga orang tersebut menuntaskan hinaannya.”

Setelah itu Imam Hasan membalasnya dengan senyuman, lantas mengucapkan salam kepadanya sembari berkata, "Wahai kakek, aku kira engkau seorang yang asing. Bila engkau meminta pada kami, kami akan memberimu. Bila engkau meminta petunjuk, aku akan tunjukkan. Bila engkau lapar, aku akan mengenyangkanmu. Bila engkau tidak punya pakaian, aku akan berikan pakaian. Bila engkau butuh kekayaan, aku akan berikan harta. Bila engkau orang yang terusir, aku akan mengembalikanmu. Dan bila engkau memiliki hajat yang lain, aku akan penuhi kebutuhanmu."

Mendengar jawaban itu, kakek tersebut terperanjat dan terkejut, betapa selama ini ia keliru menilai keluarga Nabi Saw. Sejak saat itu, ia sadar kalau Muawiyah telah menipu dirinya dan masyarakat. Bahkan Muawiyah menyebarkan fitnah tentang ihwal Ali bin Abi Thalib as dan keluarganya.

Terkesima oleh jawaban Imam Hasan, kakek itu pun menangis dan berkata, "Aku bersaksi bahwa engkau adalah khalifah Allah di muka bumi ini dan sesungguhnya Allah Maha Tahu kepada siapa risalah-Nya ini hendak diberikan. Sungguh sebelum ini engkau dan ayahmu adalah sosok yang paling aku benci dari sekalian makhluk Tuhan. Namun kini engkau adalah pribadi yang paling aku cintai dari segenap makhluk-Nya."

Lelaki tua itu akhirnya diajak oleh Imam Hasan ke rumahnya dan beliau menjamunya sebagai tamu kehormatan hingga ia pamit untuk pulang.

Berikut ini kami kutip dua perkataan hikmah dari Imam Hasan as:

"Memberi sebelum diminta adalah kebesaran jiwa yang teragung."

“Kedudukan utama di sisi Allah adalah milik orang yang paling mengerti dengan hak-hak masyarakat dari semua orang lain dan dalam menunaikan hak-hak tersebut, ia berbuat lebih banyak dari yang lain. Dan barang siapa yang bersikap rendah hati di hadapan saudaranya seiman, Allah akan menempatkannya sebagai Shiddiqin dan Syiah Ali as.” 

 

PBB dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) diminta membantu menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya.

Kepala Biro Komunikasi dan Diplomasi Internasional Partai Persatuan Tionghoa Malaysia (MCA), Tee Ching Seng mengatakan setiap organisasi hak asasi manusia tidak boleh menggunakan berbagai dalih kemanusiaan dengan melemparkan tanggung jawab kepada negara-negara tujuan para pengungsi.

Tee Ching, seperti dilansir kantor berita Bernama, Rabu (6/5/2020) menambahkan tidak ada satu negara pun yang dapat memberikan bantuan tanpa henti, apalagi dengan pandemi Covid-19 yang telah melanda seluruh dunia.

Bahkan, lanjutnya, masalah pengungsi Rohingya yang melibatkan konflik etnis di Myanmar berada di luar kemampuan Malaysia untuk menanganinya.

"PBB harus membantu pemerintah Bangladesh untuk meningkatkan fasilitas dan keamanan tempat penampungan bagi Muslim Rohingya yang berjumlah lebih dari satu juta orang di Cox's Bazaar," imbuh Tee Ching.

"Jika PBB berpikir bahwa masa depan orang-orang Rohingya yang kembali ke Myanmar akan suram, maka PBB harus menempatkan mereka secara bertahap di beberapa negara maju serta di negara yang menandatangani Konvensi Pengungsi 1951," tegasnya.

Lebih dari satu juta Muslim Rohingya melarikan diri dari perang dan pembantaian oleh militer Myanmar dan ekstremis Budha di Provinsi Rakhine pada tahun 2017. Mereka sekarang ditampung di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh.

PBB menganggap militer Myanmar sebagai pelaku genosida terhadap Muslim Rohingya di negara itu.

Kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh dianggap akan menjadi bom waktu penyebaran virus Corona. Tempat ini tidak memiliki standar kesehatan dan pengungsi juga sangat rentan terhadap wabah Corona. 

 

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab, menyeru masyarakat internasional untuk memberikan dukungan finansial kepada negaranya.

Diab, seperti dikutip kantor berita ISNA, Rabu (6/5/2020) dalam pertemuan dengan para duta besar negara-negara Arab dan asing di Beirut, menyampaikan penjelasan mengenai proposal baru reformasi ekonomi pemerintah Lebanon.

Dia menuturkan krisis ekonomi Lebanon semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.

"Proposal pemerintah untuk mempermudah jalannya pengembangan ekonomi Lebanon telah dikirim ke Dana Moneter Internasional (IMF)," ungkap Diab.

Beirut, lanjutnya, menyerukan partisipasi dan dukungan masyarakat internasional untuk membantu Lebanon dalam mengatasi krisis saat ini.

Dewan Menteri Lebanon pada Jumat lalu, menyetujui proposal ekonomi perdana menteri negara itu.

Kota-kota di Lebanon diguncang demonstrasi untuk memprotes kondisi buruk ekonomi dan aksi protes anti-pemerintah ini meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Hampir 40 tentara Lebanon dan demonstran terluka dalam demonstrasi pekan lalu di kota Tripoli.

 

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyatakan, tidak ada kemajuan sama sekali dalam masalah pertukaran tawanan dengan rezim Zionis lewat mediasi pihak lain.

Hamas, seperti dilaporkan televisi al-Alam, Selasa (5/5/2020) menambahkan bahwa Israel ingin lari dari proposal yang ditawarkan oleh Yahya al-Sinwar, Ketua Biro Politik Hamas di Gaza.

"Kami siap untuk memberikan konsesi parsial dalam masalah pertukaran tawanan dengan imbalan pembebasan tawanan lansia, orang sakit, dan anak-anak dari penjara Israel di tengah pandemi Corona," kata Yahya al-Sinwar pada April lalu.

Para pejabat Hamas mengatakan sejauh ini tidak ada perkembangan terbaru mengenai rencana pertukaran tawanan.

Sebanyak 5.800 warga Palestina dikurung di penjara-penjara rezim Zionis, di mana 200 dari mereka anak-anak dan 700 lainnya dalam kondisi sakit. 

 

Lima partai Tunisia dalam pernyataan bersama yang disampaikan baru-baru ini mengecam langkah pemerintah Jerman yang menyebut Hizbullah Lebanon sebagai teroris.

Partai-partai Tunisia dalam pernyataan hari Selasa (5/5/2020) menilai keputusan Berlin melarang aktivitas Hizbullah Lebanon di negaranya demi mengamini dikte rezim Zionis yang didukung penuh oleh Amerika Serikat. 

Mereka juga menggambarkan langkah Jerman terhadap Hizbullah Lebanon sebagai keputusan Zionisme global.

Lima partai Tunisia ini menyebut keputusan Berlin diambil karena peran Hizbullah Lebanon sebagai gerakan paling penting dalam melawan rezim Zionis.

Partai-partai Tunisia juga menyerukan supaya rakyat dan para pemimpin negara-negara Arab bersama semua orang yang independen di dunia bersama-sama menghadapi langkah-langkah imperialisme terhadap pihak lain.

Mereka menilai tindakan Jerman tersebut bertujuan untuk melemahkan gerakan perlawanan, menghancurkan cita-cita luhur Palestina dan mengabaikan hak bangsanya untuk menentukan nasib sendirinya sendiri. 

Pemerintah Jerman Kamis lalu mengumumkan Hizbullah Lebanon sebagai organisasi teroris, dan melarang total kegiatannya di wilayah negara Eropa ini.

Hizbullah sebagai organisasi resmi dan sah dengan tingkat popularitas yang tinggi di Lebanon, dan negara-negara Asia Barat merupakan gerakan kunci dalam menentang agresi Zionis terhadap Palestina, dan selama ini aktif memerangi kelompok-kelompok teroris seperti Daesh dan Front al-Nusra.

 

Mustafa Al-Kadhimi resmi menjabat sebagai perdana menteri Irak setelah mendapat suara mayoritas parlemen.

Menurut laporan IRNA, parlemen Irak dalam sidang kontroversial yang rencananya akan diselenggarakan pada hari Rabu (06/05/2020) malam, pukul 21:00 waktu setempat, tetapi tetapi ditunda hingga pukul 24:00 malam karena perbedaan pendapat faksi-faksi yang ada dengan dihadiri 233 dari jumlah keseluruhan 329 anggota parlemen akhirnya memilih untuk mendukung kabinet Mustafa al-Kadhimi.

Sidang parlemen Irak
Para wakil rakyat yang hadir pada sidang tersebut, dengan pengecualian dari perwakilan fraksi Negara Hukum (Nouri al-Maliki), dari total 21 kementerian, memberikan suara mosi percaya pada 15 menteri yang diusulkan dan menolak untuk setuju dengan empat menteri yang diusulkan.

Pada sidang ini, pengambilan keputusan terkait dua menteri perminyakan dan luar negeri ditunda karena perselisihan tentang menteri yang diusulkan.

Dalam jam-jam terakhir menjelang sidang parlemen tadi malam, Mustafa al-Kadhimi, atas permintaan beberapa faksi, terpaksa untuk mengubah sejumlah menteri yang diusulkan untuk beberapa kementerian.

Pemerintah Mustafa al-Kadhimi menggantikan Adil Abdul-Mahdi, yang mengundurkan diri pada 29 November tahun lalu.

 

Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), menyebut dukungan Amerika Serikat atas pendudukan rezim Zionis sebagai kelancangan dan serangan terhadap hak-hak bangsa Palestina.

Hazem Qasem mengatakan, pernyataan duta besar AS tentang legitimasi pendudukan kota al-Khalil dan pencaplokan pemukiman di Tepi Barat adalah sikap lancang dan merupakan pelanggaran langsung AS terhadap hak-hak rakyat Palestina.

Pada Rabu lalu, Dubes AS untuk Israel, David Friedman mengatakan dalam beberapa minggu ke depan, Washington siap mengakui aneksasi pemukiman Zionis di Tepi Barat sebagai bagian lain dari wilayah pendudukan.

Hazem Qasem, seperti dikutip kantor berita Ma'an Palestina, menuturkan statemen itu sejalan dengan sikap Partai Likud dan merupakan kelanjutan dari logika pemerintahan Trump tentang memutarbalikkan fakta dan mendistorsi sejarah.

"Rakyat Palestina akan melanjutkan perlawanan yang sah sampai penjajah diusir dari seluruh tanah Palestina dan mendirikan sebuah negara merdeka dengan ibukota al-Quds," tegasnya.

Pemerintah Otorita Ramallah juga mengecam pernyataan yang disampaikan oleh Friedman.

 

Shalat Jumat kembali dilaksanakan di 157 kota di 21 provinsi Iran dengan tetap menjaga protokol kesehatan setelah tidak adanya kasus baru Corona di daerah-daerah tersebut.

Wakil Ketua Dewan Pembuat Kebijakan Shalat Jumat Iran, Hujjatul Islam Ali Nouri mengatakan shalat Jumat akan dilaksanakan hari ini (8 Mei 2020) di kota-kota yang berstatus zona putih dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Ritual shalat Jumat dipersingkat dan tidak disertai dengan kegiatan yang biasanya dilaksanakan sebelum khutbah Jumat," tambahnya.

Atas rekomendasi dan arahan Badan Nasional Penanggulangan Wabah Corona, kegiatan shalat Jumat untuk sementara waktu tidak dilaksanakan di ibukota-ibukota provinsi.

Kegiatan shalat Jumat di Iran telah dihentikan sejak awal Maret lalu untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Sebelum ini, Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan bahwa masjid di 132 kota di daerah yang dikategorikan sebagai 'zona putih' (wilayah bebas Covid-19) akan dibuka kembali mulai 5 Mei.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, memperpanjang situasi darurat nasional terhadap Suriah selama satu tahun lagi.

Seperti dikutip IRNA, Jumat (8/5/2020), Trump telah mengabaikan seruan internasional untuk menghindari kebijakan sepihak terhadap negara-negara lain di tengah pandemi virus Corona.

Trump pada hari Kamis menandatangani perintah eksekutif untuk memperpanjang situasi darurat nasional terhadap Suriah selama satu tahun lagi.

Dia mengklaim bahwa tindakan dan kebijakan pemerintah Suriah telah menjadi "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa" terhadap keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi AS.

"Saya menyerukan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad dan para sekutunya untuk menghentikan perang dan mematuhi gencatan senjata di seluruh negeri," imbuhnya.

Sebelum ini, Trump membenarkan intervensi militer AS di Suriah dengan mengatakan bahwa pasukan AS berada di negara itu untuk mengamankan minyak Suriah.

Kebijakan dan tindakan intervensi AS telah memperburuk ketegangan dan kekacauan di wilayah Asia Barat, termasuk Suriah.

AS dan Eropa mengobarkan permusuhan terhadap pemerintah Suriah dengan berbagai alasan. Namun, Barat sendiri mendukung kegiatan kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di Suriah dan Irak. 

Minggu, 03 Mei 2020 20:25

Filosofi Hukum dalam Islam (9)

 

Salah satu kekhawatiran ahli shalat adalah apakah ibadah yang mereka lakukan diterima oleh Allah Swt atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan ini, kami mengajak Anda mengenali parameter penerimaan shalat seperti yang disebutkan oleh ayat dan riwayat.

Prinsip utama yang berperan penting dalam penerimaan shalat adalah meyakini pemimpin (imam) yang ditunjuk oleh Allah Swt. Karena kedudukan imam sama seperti posisi jantung bagi tubuh manusia, yaitu mentransfer darah ke seluruh anggota badan dan menjamin kelangsungan hidup manusia. Peran vital seperti ini juga dimainkan oleh imam dalam sistem takwini (penciptaan alam) dan sistem tasyri'i (penetapan hukum agama).

Mengenai prinsip akidah manakah yang paling berpengaruh dalam penerimaan shalat seseorang oleh Allah Swt, Imam Ali Zainal Abidin as-Sajjad as berkata, "Mencintai dan berwilayah (berimamah) serta berlepas tangan dari musuh-musuh kami." (Manaqib Ibnu Syahr Asyub, jilid 4, hal 131)

Tanda lain bahwa shalat seseorang diterima adalah sifat takwa yang tumbuh dalam dirinya. Takwa adalah kekuatan internal yang mencegah manusia dari melakukan dosa. Sifat ini sangat penting sehingga disebut hampir 110 kali dalam al-Quran.

Rasulullah Saw bersabda, "Jika engkau mendirikan shalat begitu banyak hingga membuatmu terlihat seperti tali anak panah (kurus) dan berpuasa begitu banyak hingga engkau terlihat seperti busur yang bungkuk, Allah tetap tidak akan menerimanya kecuali engkau bertakwa."

Imam Ali as berkata, "Shalat adalah pendekat setiap manusia yang bertakwa kepada Allah Swt."

Dalam Islam, kedudukan ilmu pengetahuan sangat tinggi sehingga ia tidak hanya memberikan nilai bagi shalat, tetapi juga bagi semua amal ibadah lainnya. Rasulullah – salah satu misinya adalah memberantas kebodohan – bersabda, "Satu rakaat shalat yang dikerjakan oleh orang yang mengetahui keagungan Tuhan, lebih baik daripada seribu shalat oleh orang yang tidak memiliki ilmu tentang kedudukan Tuhan."

Jelas bahwa ahli shalat yang berwilayah (berimamah), bertakwa, dan berilmu akan berusaha memberikan keteladanan perilaku yang baik kepada masyarakat sehingga semua orang tahu bahwa shalat diterima oleh Allah ketika pelakunya menyandang keutamaan spiritual dan kemanusiaan.

Shalat di Masjidil Haram dengan menjaga jarak di tengah wabah Corona.
Imam Jakfar Shadiq as kepada salah satu sahabatnya berkata, "… Allah Swt berfirman, 'Sesungguhnya aku menerima shalat orang yang tunduk di hadapan kebesaran dan keagungan-Ku, menjaga dirinya dari godaan hawa nafsu demi memperoleh keridhaan-Ku, dan menghabiskan seluruh harinya dengan mengingat-Ku.'"

Ahli shalat memiliki tanggung jawab di hadapan Allah dan perlu selalu berusaha untuk meraih ridha-Nya, namun ia perlu mengetahui bahwa membangun hubungan dengan Sang Khalik saja tidak cukup, tetapi ia juga harus bersedia memikul tanggung jawab sosial.

Imam Shadiq as lebih lanjut berkata, "Aku menerima shalat seseorang yang tidak merasa sombong di hadapan masyarakat, mengenyangkan orang yang lapar, menutupi orang yang tanpa pakaian, membantu orang yang tertimpa musibah, bersikap lemah lembut, dan memberikan tempat tinggal kepada orang yang terasing. Cahaya kesucian dan spiritualitas terpancar ibarat matahari dari hamba seperti ini." (Kitab Tuhaf al-Uqul, hal 306)

Meski manusia memikul tanggung jawab di hadapan Tuhan dan orang lain, serta wajib mematuhi perintah dan larangan-Nya, tetapi dalam sistem hukum Islam, ayah dan ibu memiliki kedudukan yang luar biasa dan istimewa. Dalam al-Quran, Allah memerintahkan manusia untuk menaati diri-Nya dan kemudian mematuhi kedua orang tuanya serta berbuat baik kepada mereka.

Perintah ini ikut berpengaruh dalam penerimaan atau penolakan shalat seseorang. Imam Shadiq as berkata, "Barang siapa yang telah menzalimi ayah dan ibunya meskipun dengan tatapan yang tajam dan emosi kepada mereka, Allah tidak akan menerima shalatnya."

Ilustrasi anak-anak berbuka puasa bersama di Iran. (dok)
Pada intinya, sangat penting untuk menjaga hak-hak orang lain di semua dimensinya terutama akhlak sosial. Dapat dikatakan bahwa dalam akhlak Islami, tidak ada dosa yang lebih besar daripada ghibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain di belakangnya).

Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa dari laki-laki dan wanita Muslim melakukan ghibah, Allah tidak menerima shalat dan puasanya selama 40 hari, kecuali dia meminta kerelaan dari orang yang telah diumpatnya dan memperoleh maaf darinya."

Salah satu langkah yang sangat penting adalah menjaga shalat dari setiap noda. Sebab, nilai shalat akan berkurang jika dikotori dengan noda-noda seperti tidak menjaga larangan Allah, bermalas-malasan dalam shalat, dan sejenisnya.

Poin lain yang sangat ditekankan dalam shalat adalah menunaikan shalat tepat waktu dan tidak menundanya dengan alasan-alasan, yang tidak dibenarkan. Ahli shalat dituntut berkomitmen dengan masalah ini.

Komitmen ini sangat penting sehingga para nabi pun tetap melakukan shalat di awal waktu meskipun perang sedang berkecamuk. Rasulullah Saw bersabda, "Perbuatan yang paling dicintai di sisi Allah adalah mengerjakan shalat tepat waktu."

Imam Ali as berkata, "Jagalah waktu shalat kalian dan tunaikan ia dengan penuh semangat dan kegembiraan, dan dengannya carilah kedudukan yang dekat dengan Tuhan, di mana kewajiban Ilahi ini memiliki waktu yang telah ditetapkan bagi orang-orang yang beriman." (