کمالوندی

کمالوندی

 

Pemimpin Gerakan Amal Lebanon, Nabi Berri membantah desas-desus mengenai pecah kongsi antara partai yang dipimpinnya dengan Hizbullah, dan mengatakan ikatan keduanya hingga kini tetap kuat.

"Informasi yang beredar di media sosial mengenai friksi antara Gerakan Amal dan Hizbullah Lebanon tidak benar," ujar Berri hari Senin (27/4/2020). 

Ketua Parlemen Lebanon menilai penguatan hubungan antara Gerakan Amal dan Hizbullah tidak hanya menguntungkan kedua pihak, tapi juga Lebanon.

Mengenai perang melawan korupsi di Lebanon, Berri menegaskan, "Proses pemberantasan korupsi harus didasarkan pada aturan dan prinsip keadilan,".

Sejak awal tahun ini, tujuh miliar dolar telah hilang dan tiga miliar dolar telah dihabiskan hanya dalam empat minggu terakhir.

Dijadwalkan, pemerintah Lebanon akan menggelar sidang untuk membahas mekanisme pemberantasan korupsi dan menemukan solusi untuk mengembalikan dana yang hilang.

 

Komando angkatan bersenjata Lebanon mengumumkan bahwa rezim Zionis melanggar wilayah udara dan air negaranya.

Komando angkatan bersenjata Lebanon dalam sebuah pernyataan hari Selasa (28/4/2020) mengumumkan tiga pesawat mata-mata Israel telah memasuki Lebanon dari wilayah Ramish di tenggara, dan kembali ke wilayah pendudukan dengan melewati wilayah selatan negara Arab ini.

Selain itu, kapal Zionis juga memasuki perairan Lebanon.

Pelanggaran ini bukan pertama kalinya dilakukan rezim Zionis terhadap wilayah udara Lebanon.

Pada tahun 2006, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi no.1701 untuk mengakhiri perang 33 hari antara Israel dengan Lebanon. 

Berdasarkan resolusi ini, rezim Zionis harus menghormati kedaulatan wilayah udara, darat dan laut Lebanon, tapi Israel terus melanggarnya hingga kini.

Lebanon telah berulangkali meminta Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas demi mengakhiri pelanggaran yang dilakukan rezim Zionis terhadap kedaulatan nasionalnya.

 

Menteri Perang rezim Zionis Israel dalam sebuah wawancara televisi mengaku bahwa peluncuran satelit militer Iran, dan kemajuan apapun yang dicapai negara itu, membuat Tel Aviv cemas.

Fars News (28/4/2020) melaporkan, Naftali Bennett dalam wawancara dengan Kanal 12 TV Israel berbicara tentang kesuksesan Iran meluncurakan satelit militer pertamanya, Nour, ke luar angkasa.

Bennett menuturkan, peluncuran satelit militer Iran menciptakan kekhawatiran bagi Israel, dan semua kemajuan yang dicapai Iran membuat Tel Aviv cemas.

Satelit Nour yang merupakan satelit militer pertama Iran, berhasil diluncurkan ke luar angkasa pada hari Rabu (22/4/2020) menggunakan roket peluncur tiga tahap Qased, oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC.

Keberhasilan Iran meluncurkan satelit militer pertamanya telah menciptakan kegaduhan di antara negara-negara Barat yang anti-Iran terutama Amerika Serikat.

 

Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, jika Amerika Serikat melakukan kesalahan, meski itu kecil, atau berani melanggar perairan serta kepentingan Iran, maka ia akan menerima tamparan yang lebih keras dari sebelumnya.

Presiden Amerika Donald Trump baru-baru ini memerintahkan pasukannya untuk menembak kapal-kapal Iran yang dianggap mengganggu di Teluk Persia.

Brigjen Abolfazl Shekarchi, Selasa (28/4/2020) malam menjelaskan, Amerika berbicara sembarangan dan mengancam karena kepentingan perang psikologis, dan untuk menyimpangkan opini publik Amerika, mempersiapkan pemilu presiden mendatang, serta lari dari permasalahan dalam negeri.

Ia menambahkan, angkatan bersenjata Iran dalam melindungi negaranya tidak main-main dengan siapapun, dan siap melakukan perlindungan total.

Jubir Angkatan Bersenjata Iran menegaskan, negara-negara kawasan Asia Barat mampu menjaga keamanan kawasannya sendiri. 

 

Pejabat pemerintah Afghanistan mengabarkan sumbangan 2000 kit tes Corona Iran untuk 20 ribu orang yang diduga tertular Covid-19 di negaranya.

Fars News (28/4/2020) melaporkan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Herat, Afghanistan, Abdul Hakim Tamanna mengabarkan sumbangan kit tes Corona, alat-alat laboratorium dan alat kesehatan dari Iran.

Ia mengatakan, setelah dinas kesehatan Herat dan Kementerian Luar Negeri Afghanistan melakukan negosiasi dengan beberapa negara tetangga untuk mengatasi wabah Virus Corona, Iran sebagai negara tetangga yang memiliki niat baik dan hubungan bersahabat dengan Afghanistan, karena menyaksikan kelangkaan alat tes Corona, dan kebutuhan mendesak atas alat ini, menyumbangkan sejumlah banyak kit tes Corona kepada kami.

Menurut Abdul Hakim Tamanna, setelah pemerintah Afghanistan dan Iran berunding, akhirnya 2000 kit tes Corona untuk 20 ribu orang yang diduga terinfeksi Covid-19 akan diserahkan ke duta besar Afghanistan di Tehran, untuk kemudian dibawa ke Herat.

"Karena Herat merupakan garda terdepan melawan Corona di Afghanistan, maka kit tes Corona bantuan Iran akan digunakan untuk 10 ribu orang yang diduga tertular Covid-19 di provinsi ini," pungkasnya. 

 

Bendera Republik Islam Iran dikibarkan di kapal perusak Jamaran bertepatan dengan peringatan Hari Nasional Teluk Persia.

"29 April, peringatan pembebasan pulau-pulau Teluk Persia dari dominasi penjajah selama 500 tahun penjajah. Hari ini adalah simbol anti-arogansi dan semangat kebebasan dan demarkasi masyarakat Hormozgan di Iran selatan," ungkap Fereydoun Hemmati, Gubernur Hormozgan hari Rabu (29/04/2020) dalam acara peringatan Hari Nasional Teluk Persia yang turut dihadiri sejumlah komandan militer dan polisi yang disertai dengan manuver kapal-kapal ringan Angkatan Laut Iran di Teluk Persia.

Fereydoun Hemmati, Gubernur Hormozgan
"Selama berabad-abad, Teluk Persia telah menjadi arena bagi berbagai kekuatan kolonial, termasuk Portugis, Belanda, Inggris, dan Amerika, tetapi bangsa Iran, terutama warga Hormozgan, sebagai penjaga perbatasan Teluk Persia, berhasil untuk selamanya mengakhiri kolonialisme Portugis," pungkas Hemmati.

Hari ini (Rabu) 29 April 2020, peringatan pengusiran penjajah Portugis dari perairan selatan Iran pada 1622 dan telah ditetapkan sebagai Hari Nasional Teluk Persia.

Teluk Persia, sebagai lalu lintas maritim yang penting, selalu memiliki posisi politik yang menonjol dan saat ini dikenal sebagai jalur maritim internasional paling penting di dunia. Teluk Persia, sebagai persimpangan pertukaran barang dan perdagangan antara Timur dan Barat, menjadi arena bagi kompetisi dan konflik antara kekuatan regional dan internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa negara Arab di Teluk Persia telah berusaha mendistorsi nama Teluk Persia dengan menghasut kolonialisme Barat, sementara nama Teluk Persia sudah ada sejak lama.

 

Komandan Angkatan Laut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menjelaskan bahwa Iran tidak memiliki keserakahan kepada negara lain seraya menekankan, "Negara-negara kawasan dapat menciptakan keamanan di Teluk Persia dan mengusir pihak asing dari sana."

Laksamana Alireza Tangsiri, Komandan Angkatan Laut IRGC hari Rabu (29/04/2020) menyebut urgensi Teluk Persia tidak bergantung pada minyak dan gas.

"Portugis tinggal di sana selama 117 tahun, terlepas dari masalah geografis dan atmosfer wilayah itu, dan kemudian Inggris lalu Amerika Serikat, yang menunjukkan pentingnya Teluk Persia," ungkap Laksamana Tangsir.

Laksamana Alireza Tangsiri, Komandan Angkatan Laut IRGC
Sembari menyinggung Hari Nasional Teluk persia, Laksamana Tangsiri menjelaskan, "Di berbagai belahan dunia, teluk ini disebut sebagai "Persia" dalam bahasa mereka sendiri, seperti Persicus Sinus, Bahr al-Farsi dan Bahr al-Fars, sehingga tidak ada yang bisa menyebutnya palsu.

Untuk menghormati para syahid yang meninggal di kawasan Teluk Persia, komandan Angkatan Laut IRGC mengatakan, "Syuhada besar telah mengorbankan hidup mereka di wilayah ini sehingga Teluk Persia akan tetap menjadi 'Teluk Persia' dan pulau-pulau itu akan menjadi pulau-pulau Teluk Persia."

Hari ini (Rabu) 29 April 2020), peringatan pengusiran penjajah Portugis dari perairan selatan Iran pada 1622 dan telah ditetapkan sebagai Hari Nasional Teluk Persia.

 

Bersamaan dengan diadakannya perayaan Golrizan ke-32 Lembaga Diyah Iran yang didedikasikan untuk membantu pembebasan tahanan yang membutuhkan, Pemimpin Besar Revolusi Islam mengalokasikan 450 juta Toman untuk tujuan baik ini.

Menurut laporan situs informasi Kantor Pemimpin Bedar Revolusi Islam pada hari Rabu (29/04/2020), perayaan Golriz diadakan setiap tahun selama bulan suci Ramadhan yang dikelola oleh Komisi Rakyat untuk Membayar Urusan Diyah dan Membantu Tahanan yang Membutuhkan.

Biasanya acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan dermawan di Tehran dan di kota-kota lain, tetapi karena wabah virus Corona dan penting untuk melindungi keselamatan pejabat dan dermawan, tahun ini perayaan Golriz diselenggarakan lewat televisi dan media sosial.

Rabu, 29 April 2020 22:46

Doa dan Munajat Sehingga Bencana Tiba

 

Allah Swt dalam al-Quranul Karim telah berjanji bahwa barang siapa berdoa kepada-Nya maka akan dikabulkan doanya. Hal itu tertera dalam ayat: ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Imam Ja'far Sadiq as, Cicit Rasulullah SAW berkata, aku berpesan kepada kalian untuk berdoa, sebab, tidak ada yang mendekatkan kepada Tuhan seperti doa, dan janganlah meninggalkan doa untuk sesuatu urusan yang kecil (ringan) disebabkan kecilnya urusan itu.

Para perawat dan staf medis di rumah sakit Nekuei Hedayati Forqani Qom, Republik Islam Iran mengisi hari dan malam Ramadhan di sela-sela tugas mereka dengan mendoakan para pasien yang terinfeksi virus Corona, COVID-19.

Selain berdoa untuk kesembuhan para pasien COVID-19, para perawat juga membaca al-Quran di samping mereka.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour mengatakan, pasien COVID-19 yang sembuh meningkat dan hingga sekarang 73.791 pasien virus ini telah sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit.

"Sejak Selasa siang hingga hari ini (Rabu siang), berdasarkan hasil tes laboratorium, ada 1.073 pasien baru yang terinfeksi virus Corona, sehingga jumlah total pasien yang terinfeksi virus ini menjadi  93.657 orang," kata Jahanpour, Rabu (29/4/2020) siang.

Dia menambahkan, sayangnya selama 24 jam lalu, 80 pasien yang terinfeksi Covid-19 di Iran meningal dunia, sehingga jumlah total yang meninggal dunia hingga sekarang mencapai 5.957 orang. Sementara 2.965 pasien dalam kondisi kritis.

Virus Corona telah menyebar ke lebih dari 111 negara dan jumlah korban jiwa akibat virus ini di seluruh dunia hingga Rabu pagi, 29 April 2020 telah mencapai 217.164 orang.

Lebih dari 3.118.435 orang terinfeksi COVID-19 dan 928.799 dari mereka telah sembuh. Covid-19 ditemukan pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

Amerika Serikat berada di urutan pertama yang memiliki kasus terbanyak terkait dengan virus Corona. 1.012.582 warga Amerika terinfeksi COVID-19, dan 58.355 dari mereka meninggal dunia.

Spanyol berada di urutan kedua. 232.128 warga negara ini tertular COVID-19, dan 23.822 dari mereka meninggal dunia. Negara berikutnya adalah Italia. 201.505 warga negara ini terinfeksi virus Corona dan 27.359 dari mereka meninggal dunia.

Negara-negara berikutnya yang memiliki kasus terbanyak COVID-19 adalah Prancis,  Inggris, Jerman, Turki, Rusia, Iran dan Cina.

 

Presiden Amerika Serikat tidak membantah laporan-laporan yang menyebutkan bahwa dirinya sudah diperingatkan berulangkali tentang wabah Covid-19 sebelum virus itu menyebar luas dan memakan banyak korban.

Fars News (28/4/2020) melaporkan, Donald Trump mengakui bahwa sebelumnya sejumlah dinas intelijen Amerika sudah berulangkali memperingatkan dirinya soal penyebaran Virus Corona.

Seperti ditulis surat kabar The Independent, dalam sebuah jumpa pers, Trump ditanya apakah benar ada beberapa laporan yang menyebutkan pada Januari dan Februari 2020, ia sudah diperingatkan tentang penyebaran Virus Corona.

Trump menjawab, harus saya periksa, saya ingin memeriksa lebih teliti tanggal disampaikannya peringatan-peringatan itu.

Surat kabar Washington Post, Senin (27/4) menulis, Donald Trump sudah diperingatkan berulangkali tentang bahaya Virus Corona dalam laporan-laporan intelijen bulan Januari dan Februari lalu.

Beberapa pejabat dan mantan pejabat Amerika yang tidak ingin diungkap identitasnya mengatakan, peringatan-peringatan yang lebih dari 12 kali, dan disampaikan saat Trump masih menganggap remeh bahaya Covid-19 itu, dicatat dalam ringkasan laporan terkategorisasi harian tentang isu-isu global dan ancaman keamanan.