کمالوندی
Sabar Dalam Mencari Rezeki Halal
Menurut para ulama salah satu kekhususan yang Tuhan sebutkan di dalam Alquran dan dimiliki oleh para nabi, para wali, orang-orang yang salih adalah kesabaran. Sifat sabar ini bagi orang mukmin, muwahid dan orang salih akan selalu ada dalam dirinya, dan jiwa mereka penuh dengan sifat ini.
Nabi besar Muhammad saww yang berkaitan dengan tema kesabaran pernah bersabda: “Kesabaran ada dalam tiga bagian, kesabaran dalam melawan kemaksiatan, dalam beribadah dan dalam menerima musibah”.
Mengacu pada salah satu pembahasan paling penting yang disabdakan oleh Nabi saww tentang hakikat ibadah. Para ulama menyatakan bahwa: Nabi saww pernah bersabda bahwa ibadah itu ada sepuluh bagian, 9 bagian mengenai masalah mencari rezeki yang halal, dan satu bagian untuk furu’uddin.
Mencari rezeki yang halal membutuhkan kesabaran, kesungguhan, dan daya tahan dalam menghadapi kesulitan. Kita harus menanggung segala tantangan dan tidak terpengaruh dengan segala hambatan yang dihadapi. Sangat berharga bagi seseorang untuk berjuang mencari rezeki halal, dan karena itu Allah Swt memuji orang-orang yang mengeluarkan keringat bersungguh-sungguh untuk mendapatkan rezeki yang halal.
Para ulama mengatakan bahwa kesabaran bisa membuat orang lebih memiliki daya tahan, dan bahkan ketika dihadapkan dengan perilaku masyarakat yang sudah keluar dari jalur yang benar dia akan bertahan dan bersabar sampai di mana dia mampu mengajak masyarakat pada jalan Tuhan Yang Mahakuasa.
Kesabaran dalam menerima bencana terutama terkait dengan peristiwa – peristiwa duniawi seperti rasa takut, kelaparan, ancaman terhadap jiwa, kekurangan dalam kehidupan adalah sebuah ujian bagi mereka yang bersabar, dan ketika sudah melewati ujian ini, Allah Swt akan membukakan pintu rahmat-Nya dan meninggikan derajatnya.
Sesungguhnya Doa Bisa Menangkal Bala
Bencana dan kesulitan tidak sama untuk semua orang, Nabi saw pernah bersabda yang ditulis di dalam kitab riwayat, Beliau saw bersabda: “Sesungguhnya bala untuk orang-orang zalim adalah peringatan dan untuk orang mukmin adalah ujian, dan untuk para nabi adalah kenaikan derajat, serta untuk para wali Allah adalah suatu kemuliaan.”
Siapa pun yang menindas orang lain adalah zalim. Sang suami yang menindas istri dan anak-anaknya juga adalah zalim. Seorang wanita yang berakhlak buruk kepada suaminya adalah zalim, dan seorang anak yang tidak menghormati orang tuanya pun zalim, seorang pengusaha yang tidak memiliki belas kasihan pada kliennya dan seorang pekerja kantor yang tidak menghormati klien itu adalah zalim.
Adapun mengenai kalimat “bagi orang-orang mukmin adalah ujian” maksudnya adalah bagi orang-orang yang tidak berdosa yang sedang mengalami ujian ilahi {Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar} (Al- Baqarah:155).
Ada beberapa bagian dalam ayat ini yang Tuhan akan coba berikan kepada kita, berupa ujian yang berbeda-beda, beberapa diuji dengan rasa takut dan yang lain dengan kelaparan, harta benda, atau kehilangan anak. Rasulullah saww juga telah mengalami ujian tersebut di sepanjang hidupnya.
Adapun dalam menghadapi kesulitan dan musibah wabah baru-baru ini, pertama-tama yang harus dilakukan adalah memperhatikan arahan para ahli dalam menangani wabah ini, sepeti halnya yang dianjurkan oleh pemimpin revolusi Islam yang menekankan kepada kita untuk mendengarkan nasihat dokter dan staf ahli medis.
Kedua, orang mukmin tidak boleh mengabaikan untuk merujuk pada dokter yang hakiki dan asli yakni Allah Swt, seperti yang disabdakan Nabi Saw ((Allah adalah Tabib(hakiki))) atau dalam doa Jaushan Kabir disebut “Ya Tibib” atau dalam riwayat Nabi saww dikatakan “Tabib yang mencari orang yang sakit.” Dan ini pun memiliki prosedur juga yang harus diperhatikan orang-orang mukmin.
Tentang efek doa dalam menghadapi kesulitan dan musibah ini, ahlulbait nabi ra pernah mengatakan: ((Sesungguhnya doa bisa menangkal bala)). Doa dapat bertahan melawan kesulitan dan bala. Dengan riwayat lain dari para Imam Ahlulbait ra dikatakan ((Cegahlah bala dengan doa)).
Para Imam ahlulbait ra berkata, salah satu untuk menangkal dan mencegah bala adalah dengan banyak beristigfar seperti yang tercantum di dalam ayat Alquran yang mengatakan: { Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun}, begitu pun amal saleh juga dapat mencegah musibah, seperti yang dikatakan dalam sebuah riwayat ((Sesungguhnya Sedekah bisa mencegah bala)).
Cerita Seorang Sufi yang Ingin Berhenti Bekerja & Reaksi Tak Terduga dari Gurunya
Kisah di bawah ini adalah kisah hikmah yang menggambarkan peristiwa sekarang ini. Yakni ada sebagian orang yang tidak ingin berikhtiar namun menyerahkan hidup serta matinya pada Allah swt. Namun pada akhirnya sang guru menasihati dia. Baca seluruh kisanya ya!
Suatu ketika, Syaqiq al-Balkhi meminta izin kepada guru sufi besar bernama Ibrahim bin Adam untuk bekerja dan berdagang selama beberapa minggu.
Baru tiga hari berlalu, Ibrahim bin Adam dikejutkan dengan kedatangan Syaqiq al-Balkhi. Keheranan menyergap hati Ibrahim bin Adam. Ada apa gerangan sang murid kembali lagi kepadanya bukankah ia memberikan izin kepadanya untuk bekerja beberapa minggu ke depan.
Ibrahim bin Adam pun bertanya, “Ada apa gerangan engkau datang ke sini?”
“Wahai guruku, di tengah perjalanan dagangku ketika aku menyusuri sebuah oase di tengah gurun pasir aku pun melihat seekor burung kecil yang patah sayapnya. Burung kecil ini tak dapat lagi terbang dan mencari makan. Akan tetapi, tiba-tiba dari arah langit datanglah seekor burung besar yang membawa makanan di paruhnya. Burung besar tersebut datang untuk menyuapi burung kecil yang patah sayapnya.”
Ibrahim bin Adam pun memberikan petuah kepada Syaqiq al-Balkhi, “Seperti itulah seharusnya manusia berbuat saling menyayangi di antara mereka seperti halnya burung besar yang engkau lihat dalam perjalanan dagangmu, tetapi mengapa engkau kembali ke sini dan meninggalkan perdaganganmu?”
“Guruku, aku datang ke sini karena aku berpikir bukankah Allah yang memerintahkan burung besar untuk menyuapi burung kecil yang patah sayapnya juga mampu memberikanku rezeki di mana pun dan kapan pun aku berada. Aku akan meninggalkan seluruh usaha perdaganganku dan berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah pasti Allah memberikan rezeki kepada seluruh hamba-Nya,” jawab Syaqiq al-Balkhi.
Ibrahim bin Adam pun memberikan nasehat yang sangat bijaksana, “Apakah engkau mengira dengan engkau beribadah dan meninggalkan usaha perdaganganmu niscaya engkau meraih rida Allah? Mengapa engkau tidak meniru burung besar yang memberikan makan kepada burung kecil yang patah sayapnya? Burung besar itu berusaha mencari makan dan memberikan kepada burung kecil yang kesusahan. Apakah engkau belum mendengar sabda Rasulullah Saw ‘Tangan di atas (orang yang memberi) lebih baik dari tangan di bawah (orang yang meminta)’?”
Syaqiq al-Balkhi pun terdiam seribu kata. Ia pun meminta permohonan maaf kepada gurunya, Ibrahim bin Adam.
“Ketahuilah muridku, seorang sufi harus mencari derajat yang lebih baik di hadapan Allah dengan usaha terbaik yang dapat ia kerjakan.”
Syaqiq al-Balkhi pun menyanjung gurunya, “Sungguh engkau adalah seorang yang sangat luas ilmunya.”
Kisah ini memberikan kita gambaran bahwa ulama sufi bukanlah ulama yang sekedar berpasrah diri kepada Allah. Melainkan, mereka semua adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam usaha mereka seraya memasrahkan hasilnya kepada Allah.
Sumber: Alif
Tiga Ciri Orang Sabar
Sabar memiliki banyak jenis dan penerapannya, pentingnya kesabaran telah disebutkan di dalam Alquran sebanyak 103 kali dan 93 ayat, dan sebagian dari yang disebutkan Alquran berhubungan dengan sabar dalam dalam musibah kemasyarakatan.
Allah Swt di dalam ayat ke-155 pada surat Al-Baqarah berfirman:
{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْن}
{Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar}.
Adapun ciri-ciri orang yang bersabar adalah seperti yang disebutkan oleh Rasulullah saw di dalam sebagian riwayat:
((عَلَامَهُ الصَّابِرِ فِی ثَلَاثٍ أَوَّلُهَا أَنْ لَایَکْسَلَ وَالثَّانِیَهُ أَنْ لَایَضْجَرَ وَالثَّالِثَهُ أَنْ لَایَشْکُوَ مِنْ رَبِّهِ تَعَالَى لِأَنَّهُ إِذَا کَسِلَ فَقَدْ ضَیَّعَ الْحَقَّ وَ إِذَا ضَجِرَ لَمْ یُؤَدِّ الشُّکْرَ وَ إِذَا شَکَا مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَ جَلَّ فَقَدْ عَصَاهُ))
((alamat orang sabar ada tiga: yang pertama adalah tidak malas, kedua adalah tidak gelisah, cemas dan berkeluh kesah , dan yang ketiga tidak mengeluh tentang Tuhannya, karena jikalau dia malas maka dia telah melalaikan hak, jikalau gelisah, cemas dan berkeluh kesah maka dia tidak bersyukur, dan jikalau dia mengeluh mengenai Tuhannya maka dia bermaksiat kepada-Nya)).
Parlemen Lebanon: Amerika Sekarang Sedang Membunuh Warganya Sendiri
Ibrahim al-Musawi, anggota fraksi parlemen Lebanon Al-Wafa al-Muqawama, menanggapi peningkatan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Amerika Serikat dan kurangnya peralatan medis dan perlindungan di negara itu terhadap warganya.
“Selama 30 tahun terakhir, Washington telah melancarkan 13 agresi dan serangan yang bertikai dan menghabiskan $ 14,2 triliun untuk menghancurkan negara dan membunuh warga negara lain,” tulis Al-Musawi di akun Twitter-nya.
“Jika Amerika Serikat hanya menghabiskan sebagian kecil dari biaya ini untuk orang-orangnya dan infrastrukturnya, dan untuk membangun rumah sakit dan sistem perawatan kesehatan yang nyata, (yang sebenarnya mereka mampu) maka mereka tak akan berteriak seperti sekarang ini,” katanya.
Dia juga menulis bahwa Amerika Serikat telah mengkhianati dan membunuh jutaan orang di seluruh dunia dan sekarang melakukan hal yang sama kepada rakyatnya!
Amerika Serikat adalah salah satu negara dengan jumlah tertinggi orang yang terinfeksi virus corona di negara ini, dengan 336.000 orang yang terinfeksi virus corona dan 9.600 kematian.
Wabah Tak Terbendung, New York Pertimbangkan Kuburan Massal
Ketua Dewan Kesehatan New York pada Senin (6/4) mengatakan bahwa para pejabat sedang mempertimbangkan pembangunan kuburan massal untuk penderita corona yang meninggal dunia. Ia menjelaskan bahwa rencananya kuburan tersebut akan dibangun di taman-taman setempat.
Pernyataan tersebut dikatakan oleh Mark Levine melalui laman Twitter resminya.
Levine mengatakan bahwa pemakaman ini hanya berlaku sementara. “Pemakaman sementara ini akan dibuat di taman-taman New York (ya, anda tak salah baca kok). Parit pemakamannya akan digali sedemikian rupa supaya cukup untuk 10 peti mati dalam satu garis,” tulisnya.
Levine mengatakan bahwa mungkin warga New York akan sulit menerimanya. Tapi ia menegaskan bahwa maksud dari langkah ini adalah mencegah terjadinya pemandangan-pemandangan memilukan seperti yang terjadi di Italia dimana tentara terpaksan mengumpulkan mayat-mayat yang tercecer di jalan dan di sejumlah gereja.
Meski begitu, Walikota New York, Bill de Blasio mengatakan bahwa pihaknya masih belum memberikan keputusan terkait pemakaman tersebut. Ia masih mengedepankan opsi penggunaan rumah mayat dan pemakaman rumah dalam menyikapi angka kematian yang terus bertambah ini.
Tolak Gagasan PLO, Israel Tolak Uji Covid-19 Sebelum Pulangkan Warga
Kanal Israeli Kan melaporkan bahwa rezim zionis menolak permintaan Palestina untuk melakukan tes uji Covid-19 kepada para pekerja Palestina yang berada di dalam garis hijau sebelum mengirim mereka kembali ke Tepi Barat.
Petugas Hubungan Internasional di Kementerian Kesehatan Israel mengatakan kepada saluran Israel Kan bahwa PLO telah mengirim permintaan tidak resmi ke negara pendudukan untuk menguji pekerja Palestina.
Otoritas Israel menolak permintaan tersebut, dan mengklaim bahwa Israel tidak memiliki cukup kit yang cukup untuk para pekerja.
Mereka juga menyebutkan bahwa ada beberapa kondisi tertentu yang menjadi syarat untuk proses pengujian.
Kementerian Kesehatan Israel telah menyatakan bahwa dua pabrik di Yerusalem ditutup setelah terdeteksi beberapa kasus infeksi COVID-19 di antara warga Palestina yang bekerja di sana.
Semua pekerja Palestina kemudian dikirim kembali ke Tepi Barat.
Diam-Diam Israel Lakukan Tes Obat Covid-19 Milik Jepang
Israel diam-diam telah menerima kiriman obat Avigan dan akan mulai melakukan pengujian pada pasien COVID-19 dengan obat itu.
Radio milik tentara Israel melaporkan pada hari Senin (7/4) bahwa rezim Zionis menerima pengiriman obat pertama dari Jepang.
Obat, yang dibuat oleh anak perusahaan Fujifilm akan diuji pada total 80 pasien di Hadassah, Sourasky, Rumah Sakit Poriah di Tiberias dan Rumah Sakit Soroka di Beersheba.
Pengujian tersebut dilaporkan telah efektif dalam memperpendek durasi penyakit ketika diminum pada tahap awal.
Israel adalah salah satu negara pertama yang menerima obat. Obat tersebut sebelumnya juga digunakan di Cina, Turki dan Italia.
Kuburan Milik Zaman Perunggu Ditemukan di Bethlehem
Kementerian Pariwisata mengumumkan pada hari Senin (7/4) bahwa sebuah kuburan yang merupakan peninggalakan Zaman Perunggu telah ditemukan di daerah Hindaza, sebelah timur kota Bethlehem di Tepi Barat selatan.
Dalam sebuah pernyataan pers, pihak kementrian mengatakan bahwa kuburan itu ditemukan ketika seorang penduduk setempat menggali tanah untuk membangun fondasi rumahnya.
Warga tersebut menghubungi Departemen Purbakala Betlehem. Kemudian mereka pergi ke lokasi untuk memulain penggalian.
Sebuah laporan menunjukkan bahwa kuburan itu adalah peninggalan Zaman Perunggu.
Kuburan tersebut diketahui berisi satu set tanah liat dan barang-barang logam, menurut WAFA.
Kementerian menekankan pentingnya penemuan ini karena dapat memperkaya pengetahuan ilmiah di wilayah ini.
Banyak informasi baru yang berguna yang sebelumnya tidak diketahui yang dapat memajukan riset dan penelitian ilmiah terkait sejarah dan arkeologi.
Penemuan ini memberikan informasi tentang adat penguburan di daerah Betlehem selama Zaman Perunggu.
Mossad Dalangi Teror Komandan Hizbullah
Sumber media Lebanon menduga adanya keterlibatan dinas intelijen rezim Zionis Israel Mossad dan orang bayarannya dalam teror terhadap komandan Hizbullah, Mohammed Ali Younes.
Hari Sabtu (4/4/2020) salah seorang komandan Hizbullah, Mohammed Ali Younes gugur diteror orang tak dikenal di selatan Lebanon.
Situs berita Lebanon, Al Junubiya menyinggung teror terhadap Mohammed Ali Younes dan menulis, pasukan perlawanan Islam, Hizbullah telah membuat batas di sekitar lokasi teror, dan sudah mendapatkan benang merah terkait pelaku pembunuhan tersebut karena kasus yang sedang ditangani Younes dinilai sangat sensitif.
Surat kabar Al Quds Al Arabi menulis, sampai sekarang belum terungkap apa motif teror Mohammed Ali Younes, tapi sikap Hizbullah yang mengucapkan duka cita dan selamat atas kesyahidan komandannya itu menunjukkan adanya kaitan antara teror dengan operasi keamanan.




























