کمالوندی

کمالوندی

 

Jumlah kasus kematian akibat Corona di Indonesia dilaporkan bertambah menjadi 38 orang.

FNA melaporkan, pemerintah Indonesia Sabtu (21/03) mengumumkan, enam lagi penderita Corona meninggal dunia dan jumlah total kamatian akibat virus ini mencapai 38 orang.

Masih menurut sumber ini, ditemukan juga 81 kasus baru Corona di Indonesia dan jumlah warga yang terinfeksi virus ini mencapai 450 orang.

Sementara itu, di Jakarta diberlakukan kondisi darurat selama dua pekan.

 Menurut laporan Antaranews.com, Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB pada Sabtu mengatakan, "Seluruh data ini sudah kami berikan kepada semua kepala dinas provinsi dan kepala dinas provinsi sudah memberikan juga kepada rumah sakit tempat pasien dirawat." 

Menurut catatan pemerintah, penambahan paling banyak terjadi di DKI Jakarta dengan 44 kasus menjadi 267 kasus, kemudian ada Jawa Barat dengan 14 kasus menjadi 55 kasus, 11 kasus di Jawa Timur menjadi 26 kasus, Banten empat kasus menjadi 43 kasus, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan masing-masing bertambah dua orang

Sementara kasus meninggal terbaru akibat penyakit yang disebabkan virus corona baru itu terjadi di DKI Jakarta dengan lima kematian dan satu meninggal dunia di Banten.

Sementara itu pemerintah Filipina hari Sabtu juga mengkonfirmasi kasus ke-19 kematian penderita Corona di negara ini.

Untuk melawan Corona, pemerintah Manila memaksa separuh warganya untuk tinggal di rumah.

Adapun Hong Kong hari Sabtu juga menyatakan peliburan sekolah masih tetap dilanjutkan mengingat wabah Corona dan ujian masuk universitas ditangguhkan pada 24 April.

Berdasarkan statistik di Hong Kong ditemukan 273 kasus Corona dengan 4 kasus kematian.

Adapun pemerintah Vietnam untuk melawan Corona sejak Ahad (22/03) melarang masuknya warga asing ke negara ini. 

 

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei seraya mengisyaratkan instruksi Rasulullah Saw di al-Quran terkait melaksanakan keadilan menekankan, Barat tidak pernah melaksankaan kebebasan dan keadilan sosial, sementara Islam lebih dari 1400 tahun lalu di al-Quran telah mengisyaratkan masalah ini.

Ayatullah Khamenei Ahad (22/03) pagi bertepatan dengan perayaan tahun baru dan hari raya Mab'ats Rasul Saw seraya menjelaskan bahwa prinsip mab'ats atau pengutusan seluruh nabi dan penurunan kitab suci adalah keadilan sosial dan ekonomi menjelaskan, "Perealisasian wacana dan pengetahuan ini di keyakinan masyarakat membutuhkan kekuatan politik, di mana jika tidak ada hal ini maka para pengganggu, tentara hitam dan orang malas tidak akan membiarkan masalah ini terealisasi."

Rahbar seraya mengisyaratkan berkah bimbingan Nabi, hukum dan pendidikan beliau mengingatkan, "Di abad keempat dan tiga ratus tahun setelah pengutusan nabi, masyarakat Islam merupakan pemerintahan paling luas  dan dari sisi pengetahuan dan budaya tercatat sebagai masyarakat paling maju di dunia."

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menambahkan, setelah Nabi, para khalifah tak layak dan fasik seperti Bani Umayyah berkuasa dan jika tidak ada mereka maka umat Islam semakin maju.

Pidato Nowruz Ayatullah Khamenei yang disampaikan di awal tahun baru setiap tahun dan digelar di kompleks makam Imam Ridha as di kota Mashhad, tahun ini tidak digelar di kompleks suci tersebut karena anjuran tim medis mengingat maraknya wabah Corona. Pidato Rahbar disiarkan secara langsung oleh jaringan televisi nasional Iran IRIB dan televisi internasional.

Rahbar sebelumnya di pesan tahun baru 1399 Hs menamakan tahun baru ini dengan tahun lonjakan produksi. 

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, mengatakan pemerintah AS berulang kali menyampaikan kalau mereka siap membantu Iran memerangi wabah virus Corona, namun pengalaman menunjukkan bahwa AS tidak dapat dipercaya.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei pada Minggu (22/3/2020) pagi, menyampaikan pidato via televisi mengenai peringatan Hari Mab'as (Pengutusan Rasulullah Saw) dan perayaan Tahun Baru Nowruz.

Mengenai statemen para pejabat AS yang mengaku siap membantu peralatan medis dan obat-obatan ke Iran, Rahbar menandaskan, "Pertama, mereka sendiri menghadapi kekurangan parah obat-obatan dan peralatan untuk merawat pasien Corona. Kedua, AS sendiri dituduh memproduksi virus Corona, ketika ada tuduhan seperti ini, bisakah orang bijak memercayai mereka?"

Rahbar menganggap para pejabat Amerika sebagai pendusta dan teroris. AS sama sekali tidak dapat dipercaya, karena mungkin saja obat yang mereka kirimkan justru akan memperparah penyebaran virus ini di Iran atau membuatnya kebal.

Ada banyak informasi yang menyebutkan bahwa AS terlibat dalam memproduksi virus Corona, setelah wabah ini menyebar luas di Cina dan kemudian Iran. Para pejabat Cina menuding AS telah memproduksi dan menyebarkan virus mematikan ini.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Robert Redfield mengatakan virus COVID-19 diidentifikasi oleh otoritas kesehatan Amerika di negara ini. Jadi, sumber utama virus ini bukanlah Cina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian via akun Twitter-nya menulis bahwa tentara AS membawa virus Corona ke Wuhan saat mengikuti Pekan Olahraga Militer Dunia pada Oktober 2019.


Setelah adanya dugaan seperti itu, Lembaga Pertahanan Sipil Iran baru-baru ini menggelar pertemuan pakar untuk membahas adanya unsur kesengajaan atas penyebaran virus Corona.

Sikap para pejabat AS mengenai wabah Corona di Iran benar-benar sebuah kemunafikan, karena di satu sisi mereka mengaku siap membantu rakyat Iran, tapi di sisi lain kebijakan tekanan maksimum AS telah merampas hak hidup dan kesehatan warga Iran sebagai prinsip pertama Hak Asasi Manusia.

Tekanan maksimum pemerintah AS ikut memperparah penyebaran virus Corona dan satu warga Iran kehilangan nyawanya setiap 10 menit. Perilaku para pejabat AS merupakan kejahatan anti-kemanusiaan dan menurut ungkapan Ayatullah Khamenei, mereka adalah teroris dan berhati batu.

Padahal virus Corona telah menyebar ke 188 negara dunia. Dengan demikian, kerja sama kolektif dan saling berbagi pengalaman medis dapat menjadi satu-satunya cara untuk mengalahkan wabah CIVID-19.

Iran dengan keahliannya di bidang medis, telah memperlihatkan kemampuannya dalam memberantas virus Corona. Protokol kesehatan Iran termasuk mobilisasi nasional untuk memerangi Corona, mendapat pengakuan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Tim medis Iran telah melakukan riset dan hampir mencapai hasil untuk memproduksi obat baru pengobatan pasien Corona. Jika masyarakat mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan benar, wabah Corona akan berakhir dan jika terwujud, ini akan menunjukkan pentingnya kekuatan dunia medis, yang disebut oleh Ayatullah Khamenei sebagai salah satu instrumen kekuatan Iran.

Dari sini akan terlihat bahwa kekuatan Iran tidak hanya bertumpu pada sektor militer dan pertahanan, tapi juga kuat di bidang-bidang lain seperti bidang medis, sains, dan ekonomi. 

 

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah mengatakan musuh berusaha untuk menghancurkan kepercayaan rakyat Lebanon terhadap gerakan perlawanan dan pendukung setianya.

Nasrullah dalam pidato Jumat malam mengenai perkembangan terbaru di Lebanon dan kawasan mengkritik pembebasan mata-mata Zionis-Amerika Amer Al Fakhouri. 

"Sikap Hezbullah dalam masalah ini berpijak pada sikap rakyat Lebanon, dan bukan desas-desus maupun pernyataan palsu," ujar Sekjen Hizbullah Lebanon.

Nasrullah menilai pembebasan Amer Al Fakhouri dilakukan dengan intervensi AS, bahkan Washington mengancam dan melancarkan tekanan terhadap pemerintah Lebanon untuk membebaskannya.

"Amerika secara langsung mengancam sejumlah tokoh politik dan pemerintah Lebanon dengan sanksi yang akan dijatuhkan jika dia [Amer Al Fakhouri] tidak dibebaskan," tegas Sekjen Hizbullah Lebanon.

Nasrullah menilai penyerahan diri kepada AS berisiko yang akan membuka jalan bagi lebih banyak intervensi AS terhadap Lebanon di masa depan.

Al-Fakhouri adalah warga negara Lebanon-Amerika yang ditangkap pada September tahun lalu setelah kembali dari Amerika Serikat.

Dia adalah komandan militer di penjara al-Khayyam di Lebanon selatan ketika daerah itu diduduki rezim Zionis.

Pengadilan militer Lebanon hari Senin mengeluarkan vonis bebas bagi Amer Elias Al Fakhouri, sehingga keputusan bersalah yang telah dikeluarkan sebelumnya dibatalkan.

Pada tahun 2000, Amer al-Fakhouri menerima paspor Israel dan kemudian melakukan perjalanan ke Amerika Serikat hingga mendapat kewarganegaraannya.

 

Komite Rakyat untuk Pencabutan Blokade Jalur Gaza menyerukan dukungan publik dunia supaya bertindak mencabut sanksi yang telah berjalan selama 14 tahun di Gaza di tengah ancaman penyebaran Covid-19.

Jamal al-Khadri, ketua Komite Rakyat untuk Pencabutan Blokade Jalur Gaza dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (20/3/2020) mengatakan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis harus menghentikan tindakan lalim mereka terhadap Badan Bantuan PBB Urusan Pengungsi Palestina, UNRWA.

"[Selain itu] negara-negara lain harus mematuhi kewajiban finansial mereka  terhadap UNRWA dan mengizinkan Gaza menerima bantuan keuangan dan medis untuk melawan corona," tegasnya.

Jalur Gaza tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menangani Covid-19, dan 50 persen obat-obatan maupun peralatan medis yang dibutuhkan tidak tersedia.

Jamal al-Khadri juga menegaskan urgensi peningkatan dukungan ekonomi dan keuangan dari lembaga internasional dan  masyarakat dunia  terhadap orang-orang Palestina di Jalur Gaza.

Saat ini, jumlah orang Palestina yang terinfeksi virus corona telah mencapai 48 orang.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Rezim Zionis Israel mengumumkan kematian orang pertama penderita Covid-19 di wilayah pendudukan, dan mengatakan sejauh ini, 529 orang positif terinfeksi virus corona.(

Minggu, 22 Maret 2020 14:24

Corona Tiba di Jalur Gaza

 

Dua warga Jalur Gaza dan sedikitnya empat tawanan Palestina di penjara rezim Zionis Israel dilaporkan terinfeksi virus Corona.

Seperti dilaporkan FNA, Departemen Kesehatan Gaza Ahad (22/03) dini hari mengumumkan, dua warga Gaza yang berkunjung ke Pakistan dua pekan lalu setelah kembali dinyatakan positif Corona.

Depkes Gaza juga mengumumkan masjid, restoran dan seluruh pusat perkumpulan publik di Gaza ditutup sementara.

Sekaitan dengan ini Komunitas Tahanan Palestina menyatakan, sedikitnya empat tawanan Palestina di penjara-penjara Israel terinfeksi virus Corona.

Menurut sumber ini, virus tersebut ditularkan oleh seorang tahanan dan ketika prores interogasi kepada tahanan di penjara Megiddo.

Berdasarkan statistik terbaru, sampai saat ini lebih dari 308 ribu orang di dunia terinfeksi Corona dan di antaranya lebih dari 13 ribu meninggal dunia serta sekitar 96 robu berhasil sembuh. 

 

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengumumkan, rezim Zionis Israel memanfaatkan penyebaran virus Corona untuk merealisasikan ambisinya di bumi pendudukan.

Seperti ditulis laman Elnashra, PLO menjelaskan, Israel memanfaatkan kesibukan berbagai negara melawan Corona sebagai peluang untuk memperluas distrik Zionis dan pemisahan Quds dari wilayah lain.

Menurut keterangan PLO, Israel baru-baru ini melaksanakan sebuah rencana yang hasilnya adalah proyek pembangunan distrik Zionis di wilayah utara Tepi Barat semakin luas.

Sejumlah media beberapa hari lalu mengkonfirmasi bahwa Israel mulai Ahad (22/03) berencana memisahkan secara total sejumlah wilayah Quds dari Tepi Barat dan tidak mengijinkan warga Quds memiliki identitas Israel dan mereka yang tinggal di balik tembok pemisah dimasukkan ke kota dan juga warga Quds tidak dijinkan pergi ke wilayah Otorita Ramallah.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatulalh al-Udzma Sayid Ali Khamenei seraya menekankan abhwa Amerika tidak dapat dipercaya mengingatkan, "Di saat AS didakwa sebagai pembuat virus Corona, manusia berakal mana yang bersedia menerima bantuan negara ini."

Ayatullah Khamenei Ahad (22/03) di pidatonya yang disiarkan secara langsung di televisi seraya mengisyaratkan statemen berunag sejumlah petinggi AS terkait kesiapan Washington mengirim bantuan obat-obatan dan pengobatan jika Iran meminta, menjelaskan, "Ucapan AS termasuk statemen paling aneh, karena mereka sendiri mengalami kelangkaan obat-obatan dan peralatan pencegahan Corona, serta sejumlah pejabat negara ini secara transparan menyebut kelangkaan ini mengerikan. Oleh karena itu, jika mereka memiliki fasilitas, maka mereka seharusnya dapat memenuhi kebutuhan warganya sendiri."

Seraya menjelaskan bahwa statemen AS tidak dapat diterima, Rahbar menambahkan, "Bisa jadi AS mengirim obat-obatan supaya virus di Iran semakin menyebar dan bertahan lama, atau bahkan mereka bisa jadi mengirim tim medis sehingga menyaksikan bagaimana dampak virus yang disebutkan sebagian darinya hanya diproduksi khusus untuk Iran dan mereka menyempurnakan datanya serta permusuhannya terhadap Iran semakin besar."

Rahbar lebih lanjut menekankan bahwa jika kesabaran dan ketekunan disertai dengan akal, kebijaksanaan serta konsultasi maka kemenangan sebuah kepastian. "Bersabar berarti tidak menyerah, tidak lemah dan tidak ragu, dengan keberanian dan kebijaksanaan akan mampu membendung musuh dan mengalahkannya," papar Ayatullah Khamenei.

Seraya mengingatkan pengalaman 40 tahun dan kapasitas besar nasional dalam melawan seluruh kendala dan kesulitan, kepada banga Iran Rahbar menekankan, "Kapasitan nasional sangat besar, tapi yang terpenting adalah pejabat mengidentifikasi kapasitas ini dan memanfaatkan pemuda, mukmin dan memiliki motivasi serta taat agama di semua sektor."

Ayatullah Khamenei kembali merekomendasikan seluruh rakyat secara serius dan menjalankan imbauan petugas Staf Nasional Anti Corona dan mengharapkan semoga Allah Swt secepatnya menghapus bala ini dari bangsa Iran, muslim dan seluruh umat manusia.

 

Seorang guru TK mengatakan kepada murid-murid di kelasnya bahwa dia ingin melakukan sebuah permainan dengan mereka. Guru tersebut mengatakan kepada murid-muridnya agar mereka masing-masing membawa kantong plastik dan mengisinya dengan kentang sebanyak hitungan orang-orang yang mereka tidak menyukainya dan membawanya ke sekolah.

Keesokan harinya anak-anak datang ke sekolah dengan membawa kantong plastik. Didalam plastik ada yang mengisi dengan dua kentang, tiga dan sebagian lain berisi lima kentang. Guru menyuruh anak-anak untuk membawa tas plastik selama seminggu ke mana pun mereka pergi.

Hari-hari berlalu seperti itu, dan akhirnya satu persatu anak-anak mulai mengeluhkan bau kentang busuk yang tidak sedap. Selain itu, mereka yang memiliki lebih banyak kentang dalam plastic sudah merasa capek membawa beban berat ini.

Setelah seminggu, permainan akhirnya berakhir, dan anak-anak merasa lega. Guru bertanya kepada anak-anak, “Bagaimana rasanya membawa kentang bersamamu selama seminggu?” Anak-anak mengeluh bahwa mereka harus membawa kentang bau dan berat ke manapun mereka pergi. Saat itulah, guru tersebut menjelaskan kepada anak-anak tentang tujuan utama permainan itu dengan berkata “Ini sama halnya jika kalian terus memendam kebencian terhadap orang-orang yang tidak kalian sukai di hati kalian dan membawanya kemanapun. Bau busuk kebencian dan dendam akan merusak hati kalian dan kalian membawanya kemanapun. Sekarang Kalian tidak tahan dengan bau kentang selama seminggu terus bagaimana kalian ingin menanggung bau busuk sepanjang hidup kalian? Jadi, selalu usahakan untuk tidak memendam dendam terhadap seseorang, melainkan lebih baik memikirkan kebaikan seseorang daripada membencinya.”

Sabtu, 14 Maret 2020 18:24

Hidup di Dunia Ini Hanyalah Sementara

 

Alkisah, seorang pelancong  pergi ke sebuah desa untuk mengunjungi seorang Zahid yang terkenal dan dia melihat bahwa Zahid tinggal di sebuah ruangan yang sederhana.

Ruangan itu penuh dengan buku, dan selain itu hanya meja dan bangku. Dia bertanya: “Di mana peralatan rumah Anda?”

Zahid berbalik bertanya: “Di mana peralatanmu?” Pelancong itu berkata: “Saya adalah seorang  pelancong di sini.”

Zahid berkata, “Saya juga.”