کمالوندی

کمالوندی

Minggu, 22 Desember 2019 16:02

Mengenal Perempuan Dalam Al-Quran (16)

 

Dalam artikel sebelumnya, kita telah membicarakan tentang pribadi Sayidah Khadijah as dalam kehidupan Nabi Muhammad Saw. Pada kesempatan kali ini, kita akan memasuki pembahasan tentang istri-istri Nabi Saw. Mereka yang disebutkan dalam al-Quran bahwa mereka tidak seperti perempuan lain dan memiliki kondisi dan hukum yang khusus. Tentu harus diingat bawa Nabi Saw tidak melakukan perbuatan ekstrim kiri dan kanan atau penyimpangan. Pernikahan yang dilakukannya atas perintah Allah.

Setelah kematian istrinya yang terhormat dan penuh pengorbanan, Sayidah Khadijah, Nabi Saw kemudian menikahi Saudah. Saudah pertama kali menikah dengan sepupunya, Sakran, dan bepergian bersamanya bersama dengan Muslim lainnya yang bermigrasi ke Habasyah untuk kedua kalinya. Sakran meninggal setelah kembali dari Habasyah di Mekah, meninggalkan Saudah yang sendirian dan tidak memiliki rumah. Setelah Sayidah Khadijah wafat, Rasulullah Saw kemudian menikahi Saudah. Saat itu, sesuai yang disebutkan dalam riwayat, Saudah berusia 50 tahun dan ia lebih banyak mengurusi anak-anak Nabi Muhammad Saw, sekalian mengurusi rumah.

Al-Quran
Salah satu istri Nabi Saw yang lain adalah Zainab, putri Jahsy. Kebiasaan pada waktu itu adalah bahwa para bangsawan dan pejabat tidak akan menikahi orang-orang yang "budak" atau "dibebaskan". Zainab adalah anak bibi atau sepupu Nabi Saw dan cucu Abdul Mutthalib. Gadis-gadis seperti itu adalah bangsawan, dan Zaid bin Harithah adalah budak yang telah dibebaskan dan putra angkat Nabi. Adat istiadat pada waktu itu tidak mengizinkan pemuda seperti itu untuk menikah.

Misi utama Nabi adalah untuk membimbing orang-orang ke jalan Tuhan dan untuk menghapus tradisi dan adat istiadat Jahiliah pada waktu itu. Nabi Muhammad secara pribadi pergi ke rumah putri bibinya dan memintanya untuk menikahi Zaid. Ketika Nabi menyampaikan masalah lamaran, pada mulanya Zainab dan saudara lelakinya berpikir bahwa Nabi menginginkannya sendiri dan mereka berdua puas, tetapi ketika mereka mengetahui bahwa beliau sedang meminta untuk Zaid bin Harithah, mereka dengan setuju dengan tidak suka hanya untuk tidak menolak upaya Nabi Saw yang berusaha menengahi pernikahan ini.

Dengan demikian, salah satu tradisi Jahiliah dan batil pada masa itu dibantah oleh pernikahan ini, dan orang-orang menyadari bahwa tidaklah salah bagi Islam untuk seorang bangsawan menikah dengan budak yang telah dibebaskan. Namun pernikahan itu tidak berlangsung lama dan berujung perceraian. Nabi Saw berulang kali melarang Zaid untuk menceraikan istrinya, tetapi keduanya gagal hidup bersama dan akhirnya berpisah. Perpisahan ini sangat berat bagi putri bibi Nabi karena lelaki yang diceraikannya itu tampaknya adalah budak yang dibebaskan, bukan lelaki yang mulia, meskipun secara spiritual Zaid memiliki derajat yang tinggi, tetapi secara lahiriah ia tampaknya adalah budak yang dibebaskan.

Di sisi lain, salah satu tradisi yang masih diwarisi dari masa Jahiliah adalah bahwa tidak ada yang berhak menikahi perempuan yang pernah menjadi istri dari putra angkatnya. Mereka menganggap anak angkat sama seperti putra asli. Sekarang Nabi Muhammad Saw harus menghapuskan kebiasaan ini juga. Beliau ditugaskan oleh Allah untuk membawa Zainab, sepupunya, dan istri yang telah diceraikan oleh putra angkatnya untuk menghapus kebiasaan palsu itu. Dengan perintah Allah, Nabi Saw kemudian menikahi Zainab dan dengan demikian kebiasaan itu untuk selamanya dibatalkan.

Al-Quran dalam surat al-Ahzab ayat 37 menyebutkan, "Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya."


Istri-istri Nabi diberi status khusus setelah menikah dengan utusan Allah, sehingga ketika Allah memberi kabar gembira bahwa masing-masing dari mereka yang tunduk kepada Tuhan dan utusan-Nya serta berbuat baik, ia akan menerima ganjaran ganda dan setiap orang yang melakukan tindakan buruk akan mendapat hukuman dua kali lipat juga. Al-Quran dalam ayat-ayat surat al-Tahrim menyebutkan para istri Nabi Saw dan menyalahkan dua dari mereka karena mengungkapkan rahasia yang telah dibagikan Nabi kepada mereka. Dalam ayat-ayat ini mengetengahkan pentingnya kerahasiaan dengan pasangan dan menjelaskan sifat-sifat yang layak dimiliki seorang perempuan muslim.

Nabi memperlakukan keluarga dan istri-istrinya sedemikian rupa sehingga mereka kadang-kadang berani terhadap beliau dan begitu congkak, sehingga mengungkapkan rahasia batinnya. Karena alasan ini, ayat-ayat al-Quran diturunkan dalam mengancam dan menegur mereka. (Surat al-Tahrim ayat 3 sampai 5) Setelah perang dengan suku Bani Quraizhah, dimana pasukan Islam mendapat banyak harta rampasan perang, Hafshah dan dan Aisyah mengolah gagasan kehidupan aristokrat dan mewah dan menuntut perhiasan dari Nabi.

Nabi Saw menolak dan berkata, "Saya adalah pemimpin Islam dan Muslimin. Hidup saya sangat sederhana dan biasa sehingga orang miskin dan orang yang tidak memiliki apa-apa tidak merasa rendah diri." Tetapi keduanya bersikeras pada keinginan mereka dan membuat Nabi memikirkan masalah ini. Nabi Saw menahan diri untuk tidak merespons dengan keras. Umar bin Khattab, ayah Hafshah dan Abu Bakar, ayah Aisyah, dengan keras mencela putri mereka.

Nabi tidak senang dengan perilaku ayah mereka dan meninggalkan tempat pertemuan. Setelah beberapa saat, Allah mewahyukan kepada Nabi Saw dalam ayat 28 dan 29 dari surat al-Ahzab, "

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar."


Dalam pandangan Nabi, keluarga adalah lembaga suci yang memberi empati pada pasangan. Dalam wahyunya, Nabi meminta laki-laki dan perempuan untuk berbuat seperti pakaian dan saling menutupi ketidaksempurnaan yang lain. Rasulullah juga merupakan contoh yang baik dalam tingkah lakunya dalam hal ini. Nabi, dengan keyakinan pada istrinya, mengungkapkan rahasia kepada salah satu dari mereka. Tetapi dengan terungkapnya rahasia itu lewat kerja sama dengan salah satu istri beliau yang lain, perbuatan itu sangat mengganggu jiwa Nabi.

Peristiwa ini memiliki efek negatif pada hati Nabi Saw) dan semangatnya yang besar bahwa Allah membelanya dan, meskipun cukup dalam kekuatannya, perlu ada pernyataan dukungan dari Jibril dan orang-orang beriman yang saleh serta para malaikat lainnya. Ceritanya adalah bahwa Nabi Saw mengatakan rahasia kepada salah satu istrinya (Hafshah) dan memerintahkan dia untuk tidak memberi tahu siapa pun. Tetapi Hafshah, bertentangan dengan perintah Nabi, mengatakan rahasia itu kepada yang lain dan mengungkapkan sebagian darinya.

"Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal"." (QS. Al-Tahrim: 3)


Pada ayat selanjutnya Allah berfirman, "Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula."


Menjaga rahasia bukan hanya salah satu sifat dari orang mukmin sejati, dimana setiap orang dengan kepribadian harus menjaga rahasia. Ini bahkan lebih penting dalam kehidupan keluarga, karena pasangan adalah pendukung pasangan lainnya dalam semua tahap kehidupan mereka, dan kepercayaan satu sama lain dapat menyelamatkan kapal kehidupan yang ramai hingga selamat ke pantai.

Namun, kedua perempuan itu mengabaikan status Nabi yang tinggi dan keagungan spiritualnya. Allah meminta mereka untuk bertobat dan mereka diingatkan bahwa jika mereka mau, mereka dapat dipisahkan dari utusan Tuhan. Karena sangat layak dalam privadi suci dan spiritual Nabi ada istri-istri yang memiliki keutamaan. Istri yang diperkenalkan Allah sebagai perempuan muslim, mukmin, taat, bertaubat, ahli ibadah dan berpuasa.

Bahkan, pada hakikatnya Allah di sini menggambarkan sifat-sifat perempuan yang layak agar perempuan dapat menghiasi dirinya dengan keutamaan-keutamaan ini, sehingga meraih kebahagiaan dan keselamatan.

Minggu, 22 Desember 2019 16:02

Mengenal Perempuan Dalam Al-Quran (15)

 

Sayidah Khadijah as adalah seorang perempuan yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai pribadi penuh pengorbanan. Mengkaji sejarah kehidupan Sayidah Khadijah as menunjukkan dirinya baik dalam periode Jahiliah dan setelah pengutusan nabi telah memiliki keutamaan akhlak dan kesempurnaan spiritual. Sekalipun namanya tidak disebutkan langsung dalam al-Quran, tapi banyak ayat al-Quran yang menyinggung dirinya.


Sayidah Khadijah binti Khuwailid, seorang bangsawan Quraisy dan keluarga besar, memiliki martabat keluarga yang unik pada zamannya, dengan pemikiran panjang dan wawasan mendalam. Dia adalah wanita paling mulia dan terkaya di Quraisy, sehingga ketika karavan bisnisnya pergi ke kota Syam, biasanya seluruh karavan berbagai keluarga Quraisy sama banyak jumlahnya dengan yang dimiliki Sayidah Khadijah. 

Karena itu, semua lelaki suku Quraisy ingin menikah dengannya, dan jika Khadijah menerimanya, ia akan memiliki kekayaan yang luar biasa. Tetapi ketika ia berkenalan dengan Muhammad al-Amin Saw bisnisnya dan melihat kualitasnya sangat berbeda dari orang-orang lain, ia pun melamarnya. Khadijah yang menolak para aristokrat dan para tokoh Hijaz, justru menyatakan keinginannya yang besar untuk menikahi Muhammad dan berkata, "Wahai Muhammad! Saya tertarik dengan Anda karena kemuliaan, amanah, akhlak yang baik dan kejujuranmu." Khadijah setelah menikah dengan Nabi Muhammad Saw menyerahkan seluruh harta dan budak-budaknya kepada beliau, sehingga dapat digunakan sesuai keinginannya.

Khadijah as adalah perempuan pertama yang menerima ajakan Nabi untuk menyembah Tuhan Yang Esa dan membenarkan ucapan dan perilaku sang pembawa pesan kebenaran dan hakikat dengan mengorbankan jiwa dan harta benda. Afif, seorang pengusaha terkenal mengatakan, "Ketika saya pergi ke Masjidul Haram, saya dikejutkan oleh pemandangan yang menakjubkan. Saya melihat tiga orang membungkuk dan berdiri. Saya bertanya kepada Abbas tentang mereka. Ia mengatakan, 'Orang pertama adalah sepupu saya yang mengakui kenabian. Pria yang berada di belakangnya adalah Ali, anak pamannya dan perempuan itu adalah istri Muhammad, yakni Khadijah.' Selain mereka saya tidak tahu kalau ada yang memeluk agama ini." Ali as mendeskripsikan hari-hari itu, "Di hari-hari itu selain Rasulullah Saw dan Khadijah as, tidak ada yang memeluk Islam dan saya adalah orang ketiga. Saya menyaksikan cahaya wahyu dan merasakan aroma kenabian dengan penciuman batin."

Dalam kondisi paling sensitif dari kehidupan Nabi, Khadijah selalu berada di sisinya, baik ketika kehadirannya berada menjelang diturunkan wahyu atau ketika telah menjadi seorang Nabi, ia selalu bersamanya. Perempuan penuh pengorbanan ini mengetahui keagungan risalah Nabi, sehingga seluruh kemampuannya digunakan untuk mengkonsolidasikan dan memperluas Islam. Sejauh yang dikatakan Nabi Saw dalam konteks ini, "Islam tidak tegak kecuali dengan pedang Ali dan kekayaan Khadijah." Terlepas dari status sosial yang istimewa dan kekayaannya yang luar biasa, Khadijah tidak menunjukkan sikap sekecil apa pun terhadap Nabi, yang merupakan tanda keunggulan.

Sayidah Khadijah as adalah manifestasi dari kebaikan, kesucian dan kesempurnaan seorang wanita Muslim. Dia menunjukkan bahwa bahkan dalam lingkungan yang dekaden dan bodoh, seseorang dapat hidup dengan suci dan hidup sehat dan dapat menyibak tirai takhayul dan kebodohan. Pesan Khadijah adalah bahwa untuk mencapai kebahagiaan dan keberuntungan, seseorang harus memikirkan tujuan-tujuan penting dan menanggung kesulitan jalan. Ia menghangatkan kehidupan Rasul Allah dan menemaninya dalam kesulitan. Sayidah Khadijah telah bersama Nabi selama 25 tahun dalam periode paling kritis dari Islam dan memberikan semua miliknya kepada Nabi.


Menurut tradisi Islam, Nabi Saw menggunakan harta Khadijah untuk membantu membebaskan para pengutang, anak yatim dan orang miskin. Kedermawanan Khadijah begitu besar dan tulus sehingga Tuhan menghormatinya, dan menyebutkan pekerjaan Khadijah yang luar biasa ini menyebutnyadalam barisan nikmat-nikmat besar-Nya yang diberikan kepada hamba pilihannya, Muhammad. Dalam ayat 8 surat al-Dhuha Allah Swt berfirman, "Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan." Yakni, harta Khadijah as adalah milik Allah dan pekerjaan Khadijah diterima di sisi Allah.

Wanita itu tidak hanya dirampas hak-haknya di hari-hari Jahiliah dan sebelum pengutusan Nabi, tetapi hidup dalam kondisi yang paling menyedihkan. Di beberapa suku mereka dikubur hidup-hidup sebagai aib. Khadijah, pada waktu itu, dengan menganut agama Islam, membuktikan bahwa seorang wanita tidak hanya memiliki hak untuk hidup dan harus mengklaim hak-haknya, tetapi ia dapat mencapai tahap yang dapat dilakukan oleh Nabi Saw dengan kebajikan dan usaha. Sayidah Khadijah termasuk salah satu dari empat wanita terpilih di alam semesta dan Tuhan telah berulang kali memberikan salam dan penekanan khusus lewat malaikat Jibril as.

Seperti yang dikatakan Rasulullah Saw, "Malam ketika aku melakukan Mikraj dan ketika akan kembali, Jibril kembali menemuiku. Kepadanya aku berkata, "Wahai Jibril! Apakah engkau ada keperluan?" Jibril menjawab, "Keperluan saya untuk menyampaikan salam dari Allah kepada Khadijah as yang harus engkau sampaikan kepadanya. Ketika Rasulullah menyampaikan pesan Jibril kepada Khadijah, dengan segera Khadijah menjawab, "Demikianlah Allah adalah Salam, dan Salam adalah keselamatan berasal dari-Nya dan Salam menuju kepada-Nya dan Salam kepada Jibril."

Keutamaan lain dari Sayidah Khadijah adalah posisi di surga yang dijanjikan kepadanya oleh Tuhan. Nabi Saw juga telah berulang kali memberi kabar gembira kepada Khadijah as dan mengatakan, "Di surga, Anda memiliki rumah di mana Anda tidak akan melihat penderitaan." Khadijah as dalam komunitasnya menjadi teladan perempuan yang unggul dan memiliki dampak signifikan pada pengembangan sifat-sifat manusia yang baik. Kedermawanan, martabat, pengorbanan, ketekunan, tinjauan ke masa depan, kebijaksanaan, perhatian pada yang membutuhkan, kasih sayang, dan ketekunan adalah di antara kebajikan-kebajikan baik yang menghiasi sejarah hidup wanita yang terkasih ini. Karena itulah, dia adalah mitra yang paling cocok untuk Nabi Muhammad. Tentu saja, Sayidah Khadijah memiliki peran penting dalam kehidupan Nabi Saw.

Pernikahan adalah perjanjian sakral dan sarana pertumbuhan dan transenden. Islam menekankan pembentukan lembaga yang berharga ini dan Nabi Saw tidak menemukan dasar yang lebih menguntungkan bagi Allah daripada pernikahan. Sambil mendesak orang untuk menikah, memberikan rasa aman kepada masyarakat dan berkontribusi pada kelangsungan hidup generasi yang bersih, ia menekankan mempertahankan dan memperkuat pusat keluarga.


Rasulullah Saw merekomendasikan agar pasangan menjaga lingkungan hidup yang hangat dan akrab. Karena keluarga adalah sekolah pertama yang membesarkan anak-anak yang sehat dan kompeten, salah satu keutamaan Khadijah adalah bahwa dia adalah ibu dari perempuan yang mulia dan terhormat seperti Fathimah. Kedua perempuan besar ini sangat dekat satu sama lain. Sebelum kelahirannya, Fathimah berbicara kepada ibunya dan ketika semua wanita Quraisy meninggalkan Khadijah sendirian, dia menghibur hatinya dan menghiburnya dalam kesulitan. Khadijah juga mencintai Fathimah karena dia sadar akan status putrinya.

Khadijah selalu mencintai Nabi dan tidak menyesal bahkan menikahi Muhammad Saw, bahkan selama masa-masa paling sulit (selama di Syi'ib Abi Talib). Nabi juga selalu setia kepada Khadijah, sehingga dia banyak menangis setelah kematian Khadijah. Sampai saat-saat terakhir hidupnya, dia selalu mengingat Khadijah dan selalu mengingat pengorbanannya untuk dirinya sendiri.

Minggu, 22 Desember 2019 16:01

Mengenal Perempuan Dalam Al-Quran (14)

 

Salah satu pribadi perempuan yang berpengaruh dalam kehidupan Nabi Musa as adalah Shafura, putri Nabi Syu'aib as. Pada kesempatan ini kita akan mengulas kisah kehidupan Shafura, istri Nabi Musa as.

Nabi Musa as setelah pertumbuhan dan kedewasaan fisik, ia menjadi pria yang kuat. Suatu hari, tiba-tiba, ia mendengar seseorang berteriak minta tolong. Ia kemudian pergi mencari sumber suara dan melihat salah satu petugas Firaun sedang mengintimidasi manusia yang tidak punya tempat berlindung. Musa terlibat konflik ketika berusaha mendukung orang yang tertindas dengan petugas tiran itu dan memukul dengan tinjunya. Terkena pukulan Musa, orang itu mati seketika.

Nabi Musa as masih kecil (ilustrasi)
Setelah kejadian tersebut, banyak peristiwa yang terjadi pada Musa. Seperti ada seseorang dari titik terjauh dari kota mendatanginya dengan tergesa-tesa dan berkata bahwa kepala-kepala suku sedang bermusyawarah dan mereka ingin membunuhmu. Karenanya, engkau harus segera keluar dari kota. Musa yang menanti bakal terjadi hal yang seperti ini, merasa khawatir dan takut, sehingga ia terpaksa meninggal Mesir lalu pergi ke arah Madyan yang terletak di barat laut Arab Saudi.

Ketika Musa melihat bayangan kota dan pemandangan sekitar kota tersebut, ia mulai berharap dengan pertolongan Allah dapat menyiapkan kehidupan yang lebih aman buat dirinya. Al-Quran surat al-Qashash ayat 22 menyebutkan, "Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Mad-yan ia berdoa (lagi), "Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar."

Di sekitar kota, ada sebuah sumur atau sumber air, dimana beberapa gembala tengah sibum memberi minum kepada domba mereka, sementara di sisi lain, ia melihat dua anak perempuan gembala sedang menunggu sampai sumur itu sepi dari para gembala. Musa menemui keduanya dan dalam percakapan singkat ia memahami bahwa mereka adalah putri seorang tua bernama Syu'aib yang harus menunggu gembala terakhir menyelesaikan pekerjaannya karena ketidaktahuan mereka atau rasa malu pada gembala lainnya. Mendengar situasi yang dihadapi kedua gadis itu, Musa membawa kawanan domba mereka ke sumur dan membantu mereka memberi air domba mereka tanpa takut diganggu oleh para lelaki. Pekerjaan memberi minum kawanan domba telah selesai dan para gadis kembali ke rumah dengan gembira, sementara Musa beristirahat di bawah naungan pohon.

Al-Quran dalam ayat 23-24 surat al-Qashash menjelaskan peristiwa itu demikian, "Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata, "Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?" Kedua wanita itu menjawab, "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya." Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."

Ketika ayah melihat dua anak gadisnya dengan penuh takjub bertanya, "Mengapa hari ini kalian cepat kembali?" Mereka menjawab, "Ada pria baik di dekat sumur yang membantu kami memberi minum domba-domba." Syu'aib as segera meminta Shafura, salah satu putrinya untuk pergi menemui Musa dan mengajaknya ke rumah. Allah dalam ayat 25 surat al-Qashash menjelaskan kejadian ini, "Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata, "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami." Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata, "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu."

Nabi Musa as ditemukan (ilustrasi)
Waktu itu, seorang dari anak gadisnya (Shafura) berkata, "Wahai ayah! Pekerjakan orang ini untuk pekerjaan Anda karena dia adalah orang terbaik yang dapat Anda pilih untuk melakukan pekerjaan ini. Karena ia adalah orang yang cakap dan dapat dipercaya." Syu'aib kemudian berkata kepada Musa, "Saya ingin menikahkan kamu dengan salah satu dari dua putri saya, asalkan Anda bekerja untuk saya selama delapan tahun, dan jika Anda memperpanjang waktu itu menjadi sepuluh tahun, itu menunjukkan kebaikan Anda. Saya tidak ingin menyusahkan Anda."

Musa akhirnya menerima tawaran tersebut dan hidup dalam lingkungan spiritual yang sederhana dan penuh dengan spiritual sekaligu menjadi menantu Nabi Syu'aibas. Bukan saja ia memiliki seorang istri yang setia, dimana tetap bersama utusan Allah, ia juga belajar banyak hal dari Nabi Syu'aib as. Shafura bersama Musa ketika memutuskan untuk kembali ke Mesir dan sampai diangkat sebagai nabi. Ia selalu membantu suarinya dalam kondisi paling sulit sekalipun dan berhasil membuktikan perannya sebagai perempuan teladan dan sangat berperan.

Kisah ini menggambarkan kehadiran wanita yang berguna di luar rumah dan dalam konteks menjaga kehormatan dan berhijab. Para cendekiawan dan psikolog berpendapat bahwa sepanjang sejarah -seorang perempuan berdasarkan inspirasi bawaan untuk mempertahankan posisinya- ia telah berusaha menjauhkan diri dari jangkauan pria. Jilbab dan rasa malu, yang merupakan salah satu ciri alami perempuan telah menjadi cara penciptaan untuk melindungi esensi batin perempuan dan untuk mempertahankan statusnya dihadapan pria. Seorang perempuan terhormat dan bermartabat tidak akan memperlihatkan anggota tubuhnya kepada orang lain demi meningkatkan penghormatan kepadanya.

Pada prinsipnya, kesucian dan kehormatan adalah instrumen yang selalu digunakan oleh perempuan untuk mempertahankan status dan nilai mereka di depan pria. Jenis perilaku dan cara bersikap antara perempuan dan laki-laki di tengah masyarakat sangat penting. Rasa malu dalam berucap merupakan penekanan oleh Allah kepada istri-sitri Nabi Muhammad Saw, ketika berfirman, "... Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik."

Meskipun yang disebutkan langsung oleh ayat ini adalah istri Nabi, itu tidak bisa dikatakan eksklusif bagi mereka, tetapi untuk semua perempuan Muslim. Rasa malu menuntut agar kualitas bicara sedemikian rupa sehingga tidak merangsang pria yang bukan muhrim. Oleh karena itu, para ahli hukum dan otoritas agama tidak mengizinkan perempuan berbicara kepada non muhrim atau menyampaikan suaranya sehingga merangsang non muhrim.

Nabi Musa as (ilustrasi)
Di sisi lain, perilaku dua putri Syu'aib menunjukkan bahwa interaksi sosial antara anak laki dan perempuan, perilaku, cara pandang, berpakaian dan percakapan mereka harus berlandaskan "rasa malu". Sebagaimana Allah ketika mendeskripsikan cara berjalan putri Syu'aib bagaimana ia berjalan dengan penuh martabat dan rasa malu. Karena cara bergerak, berbicara dan bagaimana berpakaian memiliki pesannya sendiri-sendiri. Dengan menjadikan kisah ini sebagai teladan, anak gadis hendaknya dalam berinteraksi dengan jenis kelamin berbeda, bila ia kemudian merasa menyukainya, hendaknya menyampaikannya kepada orang tuanya atau kepada konsultan yang dapat dipercaya, sehingga dapat memanfaatkan pengalaman ilmiah dan nyata mereka. Dengan begitu, sebelum melangkah ia dapat mengambil keputusan yang rasional.

Jika anak laki-laki dan perempuan mengajukan masalah ini dengan orang-orang yang berpengalaman, keluarga atau konsultan, dapat diharapkan untuk menghindari banyak hubungan yang tidak sehat. Poin lain adalah bahwa dalam hubungan dengan lawan jenis seseorang harus menghindari mata keranjang yang diungkapan dalam al-Quran dengan "Ghadd al-Bashar" yang berarti menundukkan pandangan.

Teladan yang disampaikan oleh al-Quran adalah anak laki-laki dan perempuan tidak memandang dengan cara pandang mata keranjang, penuh syahwat dan tidak terkontrol. Sebagaimana Nabi Musa as ketika bergerak menuju rumah Nabi Syu'aib berkata kepada putri Syu'aib, "Saya berjalan di depan dan engkau berjalan di belakang sambil memberi petunjuk." Shafura, putri Nabi Syu'aib yang kemudian menjadi istri Nabi Musa as menjadi teladan rasa malu dan bagaimana memilih suami yang baik. Al-Quran dalam kisah itu juga menyinggung tentang rasa malu. Pada hakikatnya, rasa malu dan menjaga kehormatan, khususnya bagi perempuan merupakan tanda iman, kesempurnaan dan kezaliman semangat menyembah Allah.

Minggu, 22 Desember 2019 16:01

Mengenal Perempuan Dalam Al-Quran (13)

 

Ayat-ayat al-Quran yang indah memberikan pandangan yang jelas tentang laki-laki dan perempuan dan membatalkan semua kesalahpahaman. demi menjaga kesucian dan spiritualitas ini. Dalam hal ini, al-Quran menceritakan kisah-kisah indah dan nyata tentang perempuan.

Pada artikel sebelumnya, kita mengetahui bahwa ayat-ayat al-Quran menjelaskan wajah perempuan dan laki-laki tercerahkan dan transparan lalu membatalkan segala bentuk anggapan yang tidak benar. Perempuan dalam al-Quran adalah manusia pembuat sejarah dan manusia yang memiliki kepribadian penuh nilai spiritual dan suci serta dirinya sendiri ada pembela kesucian dan spiritual. Sekaitan dengan hal ini, al-Quran menjelaskan kisah-kisah indah dan nyata dari para perempuan agar manusia mengambil pelajaran dari mereka.

Kali ini kami bermaksud memperkenalkan beberapa perempuan yang mendapat teguran dan kecaman. Ummu Jamil, seorang dari perempuan ini. Ketika ada dakwah menuju kebenaran dan kebaikan, ia menyebarkan fitnah dan bekerja sama dengan suaminya di jalan kebatilan. Apa yang ingin dikaji dalam hal ini bukan kepribadiannya, tetapi ia menjadi simbol manusia yang rusak. Ia bangkit melawan kebenaran dan di akhir nasibnya ia harus menerima apa yang telah dilakukan selama ini. Menurut al-Quran, perempuan seperti laki-laki harus memanfaatkan substansi fitrahnya di jalan transenden dan mengaktualisasikan inovasi. Sekalipun ia memiliki kemandirian, pemikiran dan memilih nasibnya sendiri, tapi apa yang dihadapinya harus diterima oleh akal sehat dan rasio serta dapat membawanya pada kebahagiaan.

Nabi Muhammad Saw ketika berdakwah kepada masyarakat untuk memeluk Islam menghadapi segala kesulitan dan masalah. Segala peristiwa yang tidak diinginkan mengitarinya. Musyrikin dan para penyembah berhala tidak berdiam diri dan selalu berusaha untuk mengganggunya dan umat Islam. Dengan penuh kesabaran dan meminta bantuan Allah, beliau menanggung semua kesulitan ini, tetapi pada saat yang sama tidak meninggalkan sedikitpun kewajibannya mengemban risalah ilahi. Allah kemudian memerintahkan beliau untuk memulai dakwah secara terang-terangan kepada masyarakat.

Kewajiban itu membuat tanggung jawab Nabi Muhammad Saw menjadi lebih berat. Atmosfer kota Mekah sedemikian rupa bila seseorang menolak pemikiran buruk dan syirik orang-orang kafir, maka dengan segera masyarakat dimobilisasi dan diprovokasi untuk membencinya. Apalagi seseorang ingin berbicara secara terbuka tentang tauhid dan meninggalkan penyembahan berhala. Tetapi Nabi Muhammad tidak takut akan rintangan ini. Untuk tujuan ini, Gunung Saba, yang menghadap kota Mekah, dipilih karena undangan surgawi dan mengundang orang-orang ke tempat itu.

Dia kemudian menyatakan bahwa siapa pun yang ingin diselamatkan akan mengatakan bahwa Tuhan itu satu dan tidak ada Tuhan lain selain Dia. Kerumunan bertambah, dengan semua orang menyatakan ketidaksetujuan mereka. Para pemimpin penyembah berhala, termasuk Abu Lahab, paman Nabi, paling marah dan meremehkan serta mencemooh Nabi. Abu Lahab berbicara kepada Nabi dengan kalimat yang menjijikkan, "Semoga engkau mati. Berita penting apa yang membuat Anda mengumpulkan kami untuk mendengarnya? Bagaimana Anda membiarkan diri Anda menghina sesembahan kita? Kami mengenal Anda sebagai "Amin," tetapi lebih baik memanggil Anda "gila."

Sejumlah orang membuat pernyataan untuk mengecam persetujuan mereka dengan Abu Lahab dan menolak tindakan Nabi. Beberapa diam dan memprovokasi pikirannya lalu merujuk pada kebenaran di dalam hati mereka. Mereka membenarkan kata-kata Nabi, tetapi mereka tidak berani untuk mengambil tindakan.

Ummu Jamil, istri Abu Lahab, paman Nabi Muhammad Saw. Dia, bersama dengan suaminya dan bahkan lebih intens menentang Nabi. Sebenarnya, suami-istri ini adalah salah satu musuh paling keras dan ganas terhadap Nabi dan terus-menerus memancing orang lain untuk bermusuhan dengannya. Rumah mereka bersebelahan dengan Nabi. Setiap berita yang dia dengar tentang Nabi Muhammad, keponakan suaminya, ia akan memberi tahu orang-orang musyrik.

Ummu Jamil selanjutnya mendesak suaminya untuk lebih lanjut melecehkan Nabi. Dia bahkan telah mengubah nama Nabi dan ketika dia melihat Nabi, dia langsung berkata buruk dan menghina Nabi. Ummu Jamil biasa mengumpulkan banyak duri dari di padang pasir untuk mengganggu Nabi dan umat Islam lainnya, dan untuk mengangkut kayu bakar ke kota, ia mengikat mereka dengan pelepah kurma dan menggantungkannya di lehernya dan melemparkan duri di jalan Nabi agar kakinya terluka. Dia terus melakukannya sampai dia dikenal sebagai pembawa kayu.

Abu Lahab juga berkali-kali ketika melihat Nabi, melemparkan tanah dan kerikil padanya. Dia akan muncul di setiap tempat di mana Utusan Allah akan menyampaikan pesannya dan dengan bahasa kasar dan gerakan tidak sopan untuk mempengaruhi orang yang hadir, sehingga tidak ada yang akan mendengar pembicaraan beliau dan tidak hinggap di hati pendengar, seakan-akan mereka pasangan suami istri yang tidak punya target lain dalam kehidupannya.

Ummu Jamil menganggap dirinya sebagai keluarga bangsawan dan tidak menerima kesetaraan manusia yang disuarakan Islam. Karena penolakannya akan kebenaran dan berjuang serius untuk melawannya, ia akhirnya dikutuk secara abadi, sehingga namanya kotor dan selalu disalahkan karena bersimpati kepada iblis dan mematuhi hawa nafsu, sehingga Allah mencatatnya dalam surat al-Masad bersama suaminya, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut."


Istri Abu Lahab bisa saja menerima kebenaran dan memainkan peran yang efektif dalam mengurangi kebencian Abu Lahab menghadapi kebenaran. Tetapi dia sendiri menjadi korban dari ketidaktahuan dan kesombongannya sendiri, dan pada hari kebangkitan dia akan masuk neraka seperti yang dia lakukan di dunia. Karena dia mencegah misi Nabi dengan mengumpulkan duri dan kayu bakar serta menganiaya Nabi dan menyulut kebencian orang lain. Benar, dia akan memasuki api yang telah dipersiapkannya sendiri.

Tidak diragukan lagi, merasa diri sebagai pusat yang paling penting bakal berakhir demikian. Al-Quran telah menyebutkan msalah ini terkait istri Luth dan Nuh. Meskipun mereka adalah istri dari nabi-nabi sejati, mereka gagal untuk memahami kebenaran dan spiritual suami mereka dan untuk mengejar jalan keselamatan sendiri.

Sangat penting untuk mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan perempuan dari sudut pandang al-Quran. Karena al-Quran bukan hanya merujuk pada kisah dan cerita serta menjelaskan sejarah, tapi berusaha untuk menunjukkan cara hidup yang benar atau tidak perempuan setiap masyarakat dalam bentuk kisah sehingga perempuan dapat belajar dari pengalaman pendahulu mereka dan juga membangun karir mereka sendiri.

Karenanya, al-Quran menawarkan contoh-contoh untuk memajukan talenta perempuan sehingga mereka dapat berjalan di jalan kebahagiaan dengan keyakinan. Kitab Samawi ini untuk membimbing dan mendidik perempuan, dengan menceritakan kisah pahit dan manis perempuan dalam sejarah yang akrab dan di samping memberikan pujian pada aspek-aspek positif, juga mengecam penampakan negatif dari perilaku mereka, lalu meminta wanita untuk mengikuti pola yang baik dan mencontohkan mereka agar dapat mencegah mereka melewati jalan yang tidak benar.

Minggu, 22 Desember 2019 16:00

Mengenal Perempuan Dalam Al-Quran (12)

 

Kesucian adalah salah satu kebajikan moral paling berharga dari manusia mana pun dan terutama representasi dari kebesaran moral dan pribadi perempuan. Namun, salah satu masalah umat manusia yang belum terpecahkan saat ini adalah adanya distorsi moral yang membahayakan kesehatan masyarakat dan pada saat yang sama mengabaikan pentingnya mereka. Nabi Muhammad Saw bersabda, "Perempuan kalian terbaik adalah perempuan yang suci." 

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Perempuan kalian terbaik adalah perempuan yang suci." Dalam proses baiat Nabi dengan para perempuan Mekah, salah satu butir perjanjian itu adalah mereka harus menjaga kesucian dan kehormatan. Dapat dikatakan bahwa penekanan Nabi Saw kepada perempuan dikarenakan mereka memiliki kasih sayang dan emosi yang banyak serta badan yang lembut. Allah telah menciptakan mereka dengan emosi dan perasaan agar markas keluarga menjadi pangkalan yang kokoh. Karenanya, penting untuk memanfaatkan sumber yang suci dan utama ini di jalur yang benar dan berada di bawah kekuatan rasional.


Al-Quran menempatkan kehormatan dan kesucian pada keselamatan dan kesehatan masyarakat dan dalam urgensinya itu menceritakan kisah Nabi Yusuf as. Dalam cerita ini, seorang perempuan tertawan hawa nafsunya sendiri dan melintasi jalan batil, tetapi akibat diperlakukan dengan benar dan terukuroleh Nabi Yusuf as, ia tidak mencapai tujuannya.

Tentu saja, apa yang kami maksudkan dalam tulisan ini tidak semua yang dikatakan al-Quran tentang perempuan. Dalam al-Quran, posisi perempuan baik sama dengan posisi pria baik, tinggi dan transenden. Tetapi kitab ini menceritakan tentang orang berdosa, baik pria maupun perempuan, dengan cara yang berbeda sehingga setiap orang dapat belajar dan tidak tersesat.

Kisah teladan Zulaikha bersama dengan tata krama indah yang ditunjukkan dengan perilaku Nabi Yusuf as dituangkan dalam surat Yusuf yang disebut "kisah terbaik" atau "Ahsan al-Qashas".

Yusuf adalah anak Nabi Ya'qub as yang memiliki sifat-sifat akhlak, berwibawa dan beriman serta dicintai ayahnya. Tapi saudara-saudaranya iri kepadanya. Mereka mencari alasan ingin bermain dengannya dan kemudian melemparkannya ke sumur. Dengan demikian mereka berusaha menjauhkan ingatan ayahnya kepadanya. Karavan melewati sumur tempat Yusuf dimasukkan. Ketika mereka berusaha mengambil air dengan timba, Yusuf memegang tali timba dan ikut ke atas dan berhasil keluarg. Yusuf lalu dijual ke pasar sebagai budak. Gubernur Mesir yang tidak memiliki anak membelinya. Ia menyerahkan Yusuf kepada istrinya, Zulaikha. Yusuf tumbuh menjadi remaja di rumahnya dan Allah menganugerahkan ilmu dan hikmah kepadanya.

Zulaikha, istri gubernur Mesir menerima Yusuf sebagai anaknya dan mendidiknya, tapi ketika Yusuf melewati masa remaja dan mencapai usia balig, ia tampil dengan segala kesempurnaan seorang pria yang membuat Zulaikha menyukainya. Tubuh yang tinggi, dada yang bidang, wajah berseri dan tampan, malu dan menjaga kehormatannya, merupakan sebagian dari ciri-ciri Yusuf yang membuatnya tampil sebagai pria ideal bagi setiap perempuan. Zulaikha melihat ada permata mahal di dekatnya.

Awalnya, ia berusaha menarik perhatian Yusuf, tapi hati Yusuf hanya tertarik kepada Allah, sehingga tidak tempat bagi yang lain, apalagi kasih sayang Zulaikha. Pada akhirnya Zulaikha lelah menghadapi kondisi seperti ini dan suatu hari ia mengajak Yusuf ke tempat sepi dan dengan menutup pintu, sehingga tidak ada yang tahu bagaimana ia akan melaksanakan keinginan setan, tapi yang dihadapi adalah jawaban tegas Yusuf, sehingga segala harapannya putus dan segalanya pupus.

Ibadah paling utama adalah menjaga kehormatan
Ketika istri gubernur Mesir, Zulaikha telah menyiapkan semua kondisi bagi Yusuf untuk dapat menyeretnya ke arah dosa dan ketergelinciran dan tidak ada jalan untuk menyelamatkan diri, Yusuf hanya mencukupkan dirinya dengan ucapan ini, "Ma'adzallah" saya berlindung kepada Allah! Dengan demikian, bantuan Allah dan keimanannya berhasil menolak keingingan tidak benar Zulaikha dan memahamkan kepadanya bahwa dirinya tidak akan menyerah dihadapan keinginan Zulaikha. Yusuf berhasil mengajarkan kepada semua bahwa dalam kondisi sulit dan krisis hanya ada satu jalan keselamatan dengan berlindung kepada Allah dari gangguan setan dan mereka yang bersifat setan, sehingga tidak ada beda baginya antara berada di keramaian atau kesunyian dan tidak ada satu pun yang dapat melawan kehendaknya.

Yusuf adalah seorang nabi Allah. Sekalipun ia telah melewati periode masa mudanya, tapi cahaya iman telah membuatnya sibuk dengan Allah dan wujudnya penuh dengan kecintaan kepada Allah. Tetapi Zulaikha tetap memaksakan jalannya.

Ayat 25-29 surat Yusuf menjelaskan peristiwa larinya Yusuf dan bagaimana ia dikejar Zulaikha berikut ini:

"Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?" Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar". Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar".


Setelah mengkaji argumentasi dan bukti-bukti, pada akhirnya gubernur Mesir memahami pengkhianatan dan kebohongan ucapan istrinya. Tetapi ia masih khawatir jangan sampai kejadian ini diketahui orang banyak dan kehormatannya akan hilang. Karenanya ia melihat lebih maslahat bila peristiwa ini ditutupi. Ia mengatakan kepada Yusuf agar Tidak perlu memperpanjang masalah ini dan jangan mengatakan masalah ini kepada orang lain. Ia juga mengatakan kepada istrinya agar meminta ampun atas dosa yang dilakukannya, karena ia telah berbuat salah. Tapi sebaliknya dari yang diharapkan mereka yang tinggal di istana, masalah ini ternyata keluar dari istana dan seperti yang disebutkandalam ayat, "Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata".

Istri gubernur Mesir yang akhirnya mengetahui kalau para wanita Mesir tahu akan masalah yang terjadi, mulai mencari jalan keluar dan mengundang mereka dalam sebuah acara. Ia mempersiapkan tempat yang sesuai bagi mereka dan mengundang mereka untuk makan buah. Untuk itu ia mempersiapkan pisau buat setiap orang untuk mengupas buah. Setelah itu ia memerintahkan Yusuf untuk memasuki ruangan agar para wanita pejabat menyaksikan ketampanan Yusuf dan tidak lagi meledeknya.

Tapi para perempuan Mesir ketika memandang wajah Yusuf yang tampan begitu terkejut dan melihatnya sangat luar biasa dan tanpa sadar mereka bukannya mengupas buah, tapi memotong jarinya. Mereka mengatakan Allah Maha Suci dan ia bukan manusia, tapi malaikat! Istri gubernur Mesir akhirnya berhasil menunjukkan mengapa ia melakukan perbuatannya terhadap Yusuf kepada mereka. Di acara itu juga, Zulaikha mengungkap tabir yang terjadi selama ini dan mengakui perbuatannya. Ia berkata bahwa benar saya yang mengajaknya, tapi ia menahan diri dan menolak. Tanpa merasa malu ia menyatakan bahwa bila Yusuf tidak melakukan apa yang diperintahkannya, maka sudah pasti ia akan dijebloskan ke penjara dan selama di penjara ia akan terhina.

Ketika kondisi tidak menguntungkan Yusuf dari segala sisi, ia dengan penuh keberanian mengambil keputusan dan tanpa duduk bersama para wanita dan berbicara dengan mereka, ia menghadapi kepada Allah sambil bermunajat, "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh".

Allah kemudian mengabulkan doa Yusuf dan mengembalikan makar dan tipuan para wanita itu kepada mereka dan akhirnya kesucian Yusuf terbukti dihadapan ketidaksucian istri gubernur Mesir.

Di sela-sela kisah ini banyak poin penting yang disampaikan dimana setiap poin tersebut memiliki pelajaran tersendiri. Tetapi apa yang harus menjadi perhatian adalah manusia dapat memilih untuk melangkah di jalur iman dan takwa, sehingga dapat mengontrol hawa nafsunya kemudian menata dan melewati kehidupannya seperti yang dilakukan Nabi Yusuf.

Kecenderungan dan hawa nafsu manusia bila tidak dikontrol dengan batasan-batasan, maka sebesar itu tidak dibatasi, maka sebesar itu pula dimensi kehewanan manusia menguat, sehingga manusia melupakan dimensi kemanusiaannya. Zulaikha pada awalnya seorang wanita yang kokoh dan kuat, tapi bukannya memikirkan nilai-nilai hakiki dan kemanusiaannya lalu mengikuti hawa nafsu yang akhirnya mengantarkannya ke jalan kesesatan. Tetapi kehendak Allah di akhir hidup Zulaikha berujung pada satu hal yang lain. Sesuai dengan catatan sejarah, Zulaikha setelah kematian suaminya dan Yusuf dipilih menduduki jabatannya, perlahan-lahan menjadi miskin dan perlahan-lahan kehilangan kecantikannya. Ia benar-benar tersiksa karena berpisah dari Yusuf dan berusaha  mengisi hidupnya dengan kebaikan menutupi kesalahannya dan akhirnya menyembah Allah yang Esa.

 

21 Azar 1398 Hs bertepatan dengan 12 Desember 2019 Ketrampilan Pembuatan dan Memetik Dutar Iran, selama sidang ke-14 UNESCO di Kolombia dicatat sebagai warisan dunia. Berkas ini dua tahun silam juga telah dicatat di warisan budaya nasional Iran.

Nilai warisan budaya tak benda bukan saja tidak dibawah warisan budaya benda, bahkan warisan bentuk ini disebut sebagai faktor pencipta dan pemberi identitas budaya. Dengan demikian warisan ini sangat dibutuhkan untuk dilestarikan dan dijaga.

Warisan budaya takbenda (Intangible cultural heritage disingkat ICH) adalah praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, atau keterampilan, serta instrumen, objek, artefak, dan ruang budaya yang dianggap oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya suatu tempat. Warisan budaya tak-benda dianggap oleh Negara Anggota UNESCO dalam kaitannya dengan Warisan Dunia berwujud yang berfokus pada aspek-aspek budaya takbenda.

Dutar
Pada tahun 2001, UNESCO membuat survei antara Negara dan LSM untuk mencoba menyepakati definisi, dan Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda dirancang pada tahun 2003 untuk perlindungan dan promosinya.

Warisan budaya pada umumnya terdiri dari produk dan proses budaya yang dilestarikan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Beberapa warisan itu mengambil bentuk kekayaan budaya, dibentuk oleh artefak berwujud seperti bangunan atau karya seni. Namun, banyak bagian budaya tidak berwujud, termasuk lagu, musik, tarian, drama, keterampilan, masakan, kerajinan tangan dan festival. Mereka adalah bentuk budaya yang dapat direkam tetapi tidak dapat disentuh atau disimpan dalam bentuk fisik, seperti di museum, tetapi hanya dialami melalui kendaraan yang mengekspresikannya. Kendaraan budaya ini disebut "Harta Manusia" oleh PBB .

Menurut Konvensi 2003 untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, warisan budaya takbenda (ICH) atau warisan hidup adalah sumber utama keanekaragaman budaya umat manusia dan pemeliharaannya merupakan jaminan untuk kreativitas yang berkelanjutan. Ini didefinisikan sebagai berikut:

Warisan Budaya Takbenda berarti praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan - serta instrumen, objek, artefak, dan ruang budaya yang terkait dengannya - yang oleh masyarakat, kelompok, dan, dalam beberapa kasus, individu diakui sebagai bagian dari warisan budaya mereka. Warisan budaya takbenda ini, ditransmisikan dari generasi ke generasi, terus-menerus diciptakan kembali oleh masyarakat dan kelompok sebagai tanggapan terhadap lingkungan mereka, interaksi mereka dengan alam dan sejarah mereka, dan memberi mereka rasa identitas dan kontinuitas, sehingga mendorong penghormatan terhadap keanekaragaman budaya dan kreativitas manusia. Untuk tujuan Konvensi ini, pertimbangan akan diberikan semata-mata pada warisan budaya takbenda yang kompatibel dengan instrumen hak asasi manusia internasional yang ada, serta dengan persyaratan saling menghormati di antara masyarakat, kelompok dan individu, dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, warisan budaya tak benda etnis Iran meski beragam dan berbeda di luarnya, namun seluruhnya memiliki akar bersama dan mendorong pertalian budaya di antara seluruh etnis di negara ini. Hal ini menjadi salah satu faktor bagi solidaritas rakyat negara ini sepanjang sejarah.

Salah satu warisan tak benda Iran adalah seni musik yang selama bertahun-tahun merefleksikan kekhawatiran, kesedihan dan kegembiraan, tuntutan dan harapan masyarakat. Sementara itu, para budayawan menjadi salah satu pelantun dan penyampai keinginan masyarakat. Apa yang tersisa dari warisan budaya tak benda bukan saja warisan besar nasional, tapi juga bagian yang bernilai tinggi bagi warisan budaya tak benda umat manusia.


Salah satu warisan budaya Iran yang baru saja dicatat sebagai warisan dunia UNESCO adalah dutar dan seni memetik dan pembuatannya. Dutar atau kecapi asia adalah salah satu alat musik Iran. Dari namanya dutar, alat ini memiliki dua senar. Permainan alat ini dengan memetik bukan dipukul.

Dutar memiliki sejarah panjang dan dapat disebut sebagai cikal bakal tanbor dan sitar. Di prasasti Ashkenian (Kekaisaran Parthia) ada gambar tanbor dan mengingat Ashkenian menyukai alat musik ini, dokumen ini membuktikan adanya dutar atau tanbor di era tersebut, yakni era milenium ketiga sebelum masehi hingga abad ketiga masehi.

Saat ini kisaran seni memetik dutar di Iran berada di utara Khorasan dan kota-kota seperti Quchan, Shirvan, Bojnurd, Esfarāyen, Dargaz dan Ashkhaneh. Sementara di selatan dan utara Khorasan mulai dari kota Torbat-e-Jam, Taybad, Neyshabur, Ferdows, Birjand, Bajestan, Bardaskan, Ghayen, Kashmar, Bakharz, Khaf, Sarakhs, Gonabad dan Sabzevar.

Sementara itu, gaya memetik dan permainan dutar etnis Turkman di timur laut termasuk Provinsi Golestan dan sebagian wilayah Aliabad-e-Katul serta sebagian wilayah Provinsi Mazandaran memiliki sedikit perbedaan dengan wilayah lain. Mengingat jenis dutar di wilayah geografi Iran dibagi menjadi dutar Khorasan, dutar Turkman dan dutar Mazandaran, maka cara memetik dan permainan alat musik ini juga memiliki gaya yang berbeda.

Dutar sebagai alat musik penting di budaya musik utara Khorasan senantiasa menjadi perhatian dan misi utama seni ini adalah menceritakan kisah dan nasehat dari generasi ke generasi. Penggunaan alat musik ini untuk mengiringi pembacaan kisah dan legenda sebuah pilihan cerdas oleh warga setempat, karena masyarakat selain mempertahankan seni ini juga dengan mudah memahami kisah dan nasehat yang ada.

Pembawa cerita dan kisah disebut Bakhshy. Di wilayah ini para pembawa kisah berbahas Turki sangat banyak dan ini karena bahasa serta logat warga setempat di Khorasan utara adalah Turki.


Salah satu bagian yang paling menarik dari instrumen ini, yang umum di sebagian besar bagian timur dan timur laut dari dataran tinggi Iran, adalah nada yang berbeda sesuai dengan selera instrumen tersebut. Sebagai contoh, setiap musisi memiliki kesempatan untuk memainkan lagu mereka sendiri pada instrumen dengan menggunakan nada khususnya.

Selama beberapa dekade terakhir dutar utara Khorasan memainkan peran penting dalam mengenalkan budaya kuno Iran kepada negara lain. Haj Ghorban Soleimani, salah satu musisi dan pemetik dutar yang selama hidupnya aktif mengenalkan budaya kuno ini ke dunia di berbagai festival internasional.

Soleimani dilahirkan pada tahun 1920 dari orang tua Turki di desa Aliabad (علی‌آباد) di bagian utara Qouchan di Iran timur laut. Ayahnya, Karbalaii Ramezan, seorang musisi ulung mengajarinya dotar sejak usia muda. Setelah kematian ayahnya, ia terus mempelajari dotar dan mencari pelajaran menyanyi dari penyanyi seperti Avaz Bakhshi, Gholamhossein Bakhshi Jafarabadi dan Mohammad Qeitaqi.

Pada awal usia dua puluhan, ia telah menguasai instrumen tradisional Iran, dotar, dan pada usia 21 ia menerima gelar 'Bakhshi' yang didambakan, yang diberikan kepada orang-orang dengan keunggulan musik di provinsi Khorasan.


Soleimani pernah berbicara tentang penghargaan; "Di wilayah Khorasan, 'Bakhshi' adalah gelar yang diberikan kepada seorang musisi yang sempurna. Dia harus bisa mengarang, menyanyi, bermain, membuat alat musik dan bahkan mengetahui cerita dan menceritakan kisah. Orang sulit menemukan seniman semacam itu akhir-akhir ini. "Soleimani bernyanyi dalam tiga bahasa yang digunakan di provinsi Khorasan, yaitu Persia, Turki.

Dutar memiliki banyak jenis dan variasi dalam konstruksi mereka. Dutar tidak memiliki ukuran yang tetap untuk menentukan rasio mangkuk dengan panjang bets. Untuk mempertahankan keasliannya, dobel harus dibuat tangan tanpa menggunakan alat khusus industri. Meskipun ini banyak pekerjaan, itu mempengaruhi kualitas suara pembicara. Dibutuhkan setidaknya tiga atau empat bulan dari awal membuat karya utama ke tangan seniman utama hingga mencapai suara aslinya dan dipercayakan kepada para musisi. Perpanjangan waktu disebabkan oleh kenyataan bahwa pada setiap langkah, kayu harus benar-benar kering sehingga tidak kehilangan bentuknya setelah pembuatan.

Sebelumnya Republik Islam Iran dengan 13 warisan budaya takbenda yang dicatat UNESCO menempati posisi ketujuh dunia dan empat Asia. Dan kini dengan diakuinya seni dutar di lembaga PBB ini, Iran memiliki 14 karya warisan budaya takbenda .

 

Pasca pertemuan petinggi negara Muslim di Malaysia, "Kuala Lumpur Summit 2019" yang menekankan kerja sama untuk mengevaluasi peradaban Islam, PM Malaysia memuji perlawanan Iran atas sanksi yang diberlakukan terhadap Iran selama beberapa dekade.

Fars News (21/12/2019) melaporkan, PM Malaysia, Mahathir Mohamad menekankan independensi negara-negara Muslim, dan menuturkan, jika negara-negara Muslim independen dan mampu berdiri di atas kaki sendiri, maka mereka tidak akan diperlakukan seperti sekarang ini.

Situs surat kabar Malaysia, The Star menulis, Mahathir Mohamad menuturkan, bagi saya penting untuk menunjuk langsung Iran. Iran meski disanksi dan diboikot selama bertahun-tahun, berhasil melanjutkan kemajuan dan perubahan. Iran bangga karena menjadi negara keempat dunia dengan jumlah insinyur terbanyak.

PM Malaysia juga menyinggung tentang Qatar dan menjelaskan, Qatar juga sasaran boikot, sebagaimana juga Iran, Qatar berhasil mengangkat dirinya dan mencapai kemajuan yang luar biasa. Meskipun demikian sanksi-sanksi dan pembatasan ini tidak terbatas hanya pada Iran dan Qatar.

Mahathir memperingatkan, dalam dunia seperti sekarang ini, saat beberapa negara mengambil keputusan sepihak untuk menghukum pihak lain, Malaysia dan negara-negara Muslim lain harus memahami mungkin saja masalah ini dipaksakan juga kepada kita, ini adalah alasan terbaik kemandirian kita, dan upaya untuk mewujudkan hal ini menjadi tanggung jawab negara-negara Muslim sehingga jika sampai terjadi, kita bisa melawannya. 

 

Kunjungan Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhan ke Malaysia dan usulan-usulan yang disampaikan dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi Kuala Lumpur 2019 (Kuala Lumpur Summit 2019) serta penekanan atas perluasan kerja sama di antara negara-negara Muslim untuk mengatasi tantangan bersama menjadi awal yang baik untuk menuju kerja sama, konvergensi dan pencapaian kemajuan dunia Islam.

Republik Islam Iran sebagai sebuah negara penting di Benua Asia telah mencapai berbagai prestasi penting di banyak sektor sains dan teknologi dalam empat dekade terakhir, terutama ilmu-ilmu pengetahuan baru termasuk nanoteknologi dan bioteknologi.

Berbagi prestasi dan kemajuan tersebut dengan negara-negara Muslim di Benua Asia akan memiliki hasil yang bagus, dan tentunya juga akan melipatgandakan kekuatan dan pengaruh negara-negara ini di dunia, yang saat ini terganggu oleh unilateralisme Amerika Serikat dan kekuatan-kekuatan hegemoni global.

Presiden Iran dalam pidatonya di Kuala Lumpur Summit 2019 pada hari Kamis (19/12/2019) mengatakan, keputusan untuk memajukan dunia Islam akan kuat dan stabil dengan berpijak pada kerja sama.

Dia menambahkan, negara-negara Muslim harus saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, di mana ada banyak alasan untuk mencapai integrasi bersama di dunia Islam.

Negara-negara  Muslim di Benua Asia memiliki kapasitas yang sangat besar untuk menjalin kerja sama yang luas, di mana peningkatan konvergensi di setiap sektor ekonomi, ilmiah, budaya, pertahanan, dan bahkan pariwisata akan menambah lingkaran kekuatan dan pengaruh dunia Islam di semua bidang.


Iran, Indonesia, Malaysia, Turki dan Pakistan merupakan negara-negara Muslim penting, di mana setiap dari negara ini memiliki pengalaman sukses di banyak bidang. Jika negara-negara itu saling berbagi kemampuan dan pengalamannya maka selain memenuhi kebutuhan satu sama lain, mereka juga akan  mampu menjadi kekuatan yang efektif di arena global.

Karena adanya beberapa pendekatan eksklusif di dunia seperti monopoli dolar oleh Amerika Serikat  dan diskriminasi ilmiah di dunia, maka negara-negara Muslim harus bersinergi bersama agar bisa menghapus pengaruh dari pendekatan kolonial teersebut.

Terkait hal ini, Rouhani dalam pidatonya di Kuala Lumur Summit mengusulkan tiga hal penting untuk kerja sama efektif di antara negara-negara Muslim. Pertama, pembentukan dana bersama pada KTT Kuala Lumpur untuk jaminan finansial kerja sama teknologi antar negara  Muslim agar mereka bisa masuk dengan kuat ke dalam rantai nilai dunia.

Kedua, pembentukan pusat riset bersama di bidang teknologi kecerdasan buatan dan keamanan cyber untuk pelopor dalam teknologi informasi dan komunikasi interdisipliner, dan yang ketiga adalah pembentukan pasar bersama negara-negara Muslim dan Islam di bidang ekonomi digital.

Jika tiga usulan tersebut terwujud maka akan menciptakan kutub pengaruh besar di dunia Islam. Selain itu, mengingat negara-negara Muslim memiliki banyak persamaan budaya, bahasa, agama dan peradaban maka mereka akan dengan mudah mampu menciptakan pendekatan dominan di dunia pada banyak sektor, bahkan bisa menjadi sebuah lembaga kuat yang mengelola persamaan ekonomi, budaya dan politik dunia.

Penciptaan jaringan perbankan bersama, pembuatan jaringan transportasi kereta api dan pembangunan jaringan pariwisata di antara negara-negara Muslim adalah di antara kapasitas besar dan aktif di negara-negara ini, di mana realisasi masing-masing tersebut tidak hanya akan menciptakan ikatan luas di antara negara-negara Muslim, tetapi juga akan melipatgandakan kemampuan dan pengaruh ekonomi dan politik dunia Islam di arena internasional. 

 

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, menyambut baik usulan Iran untuk menggunakan mata uang kripto terpadu bagi negara-negara Muslim.

"Kita tidak bisa selalu menggunakan dolar AS, karena penggunaannya akan membuat kita terlalu bergantung pada AS, yang dapat menjatuhkan sanksi terhadap kita dan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita," ujarnya seperti dilansir IRNA, Jumat (20/12/2019).

"Ini adalah pertama kalinya kami mendengar gagasan ini (penggunaan mata uang kripto terpadu) yang berasal dari Iran," ungkap Mahathir.

"Jika kita tidak memiliki dolar AS, kita dapat menggunakan mata uang kita sendiri atau kita dapat membuat mata uang bersama," katanya kepada wartawan di sela-sela KTT Kuala Lumpur 2019 pada hari Kamis.

Presiden Iran Hassan Rouhani, sebelumnya menyarankan bahwa negara-negara Muslim dapat bekerja sama lebih dekat dalam hal perbankan dan ekonomi termasuk penggunaan mata uang kripto tunggal. 

Minggu, 22 Desember 2019 15:54

Kuala Lumpur Summit 2019

 

Konferensi Tingkat Tinggi Kuala Lumpur 2019 (Kuala Lumpur Summit 2019) dimulai pada hari Rabu, 18 Desember 2019.


Kuala Lumpur Summit 2019 mempertemukan para pemimpin Malaysia, Indonesia, Pakistan, Turki, Iran dan Qatar serta 450 intelektual dan cendekiawan Muslim dari seluruh dunia. KTT ini berlangsung di Kuala Lumpur dari Rabu-Sabtu, (18-21/12/2019).


Kuala Lumpur Summit 2019 bertujuan membahas dan menemukan solusi baru bagi persoalan-persoalan yang dihadapi dunia Islam dan memberikan kontribusi bagi kemajuan umat Islam dan negara-negara Islam.


KTT Kuala Lumpur 2019 mengusung tujuh tema utama, yaitu: pembangunan dan kedaulatan, integritas dan tata kelola yang baik, budaya dan identitas, keadilan dan kebebasan, keamanan, keselamatan dan pertahanan, perdagangan dan investasi, dan teknologi  dan tata kelola internet.


Para pemimpin negara-negara Muslim, para cendekiawan dan pemikir akan berdialog dan mencari solusi bersama untuk menangani berbagai persoalan yang membelenggu dunia Islam.


Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani tiba di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia pada Selasa petang untuk memenuhi undangan resmi Perdana Menteri Mahathir Mohamad guna menghadiri KTT Kuala Lumpur 2019.


Rouhani dalam pidatonya di KTT tersebut pada hari Kamis (19/12/2019) mengatakan, dunia Islam di tingkat nasional dan internasional menghadapi tantangan baru, oleh karena itu dunia Islam harus memikirkan langkah-langkah untuk lepas dari hegemoni dolar dan sistem finansial Amerika Serikat.


Dia menambahkan, kendala utama terbaru dunia Islam di tingkat nasional dan internasional adalah tantangan budaya dan identitas, keamanan, ketertinggalan, dan ekonomi.


Menurutnya, lemahnya identitas nasional dan Islam serta hegemoni budaya asing merupakan ancaman terpenting bagi dunia Islam.


"Perang di Suriah dan Yaman, kerusuhan dan instabilitas di Irak, Lebanon, Libya dan Afghanistan adalah hasil dari ekstremisme dalam negeri dan intervensi asing," ujarnya.


Presiden Iran lebih lanjut menilai kerjasama dan interaksi antar negara-negara Muslim sebagai sebuah prinsip utama.


"Sinergi kapasitas politik dan ekonomi akan mengubah dunia Islam menjadi blok besar kekuatan di tingkat internasional. Menumpuknya kapasitas sains dan teknologi di negara-negara Muslim bisa mengkompensasi ketertinggalan yang ada dan menghapus peluang hegemoni asing," tuturnya.


Rouhani menegaskan bahwa Palestina masih menjadi isu utama dunia Islam. Dia menuturkan, lalai atas isu Palestina dan membahas isu parsial serta memicu perpecahan adalah sebuah penyimpangan besar.


Presiden Iran juga mengusulkan pembentukan dana bersama pada KTT Kuala Lumpur untuk jaminan finansial kerjasama teknologi antar negara  Muslim.


Dia juga mengusulkan pembentukan pusat riset bersama di bidang teknologi kecerdasan buatan dan keamanan cyber serta pembentukan pasar bersama negara-negara Muslim dan Islam di bidang ekonomi digital. (RA)