کمالوندی
Tahun Kedua Kemenangan Poros Perlawanan terhadap Daesh di Suriah
Pada 21 November 2017, Qasem Soleimani, komandan Brigade Quds Sepah Pasdaran Republik Islam Iran menulis surat kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamanei mengenai kemenangan poros muqawama melawan kelompok teroris Daesh di Suriah. Tahun ini, menjadi peringatan kedua pengumuman kemenangan poros muqawama melawan kelompok teroris Daesh.
Suriah menghadapi protes anti-pemerintah pada 2011, yang berubah menjadi perang besar-besaran yang melibatkan milisi teroris yang datang dari berbagai negara dunia dengan intervensi poros Arab, Ibrani dan Barat. Kelompok-kelompok teroris yang sebelumnya telah hadir di negara-negara lain, terutama di Afghanistan dan Irak dikerahkan di Suriah, dan terjadi perekrutan anggota secara masif. Warga dari 80 negara ikut berperang melawan pemerintah Suriah. Kelompok teroris Daesh adalah salah satu kelompok penting yang secara aktif terlibat dalam perang dengan pemerintahan Bashar Assad.
Sejak invasi AS ke Irak dan jatuhnya Saddam Hussein tahun 2003, kelompok teroris ini telah ada selama lebih dari 15 tahun dengan nama yang berbeda-beda. Kemudian, di tahun 2014 berdiri dengan mengusung nama "Negara Islam Irak dan Sham" (Daesh atau ISIS) di bawah kepemimpinan Abu Bakar al-Baghdadi yang menyatakan diri sebagai khalifah.
Setelah menduduki daerah yang luas di Irak dan Suriah. kelompok teroris Daesh mendeklarasikan Raqqa di Suriah dan Mosul di Irak sebagai ibu kota kekhalifahannya. Daesh telah menciptakan teror dengan taktik merilis video pemenggalan sandera, tentara, dan eksekusi massal yang disebar di media sosial.
Dalam sebuah surat yang dilayangkan kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Qasem Soleimani menggambarkan kelompok teroris Daesh sebagai "fitnah hitam" dengan berbagai kejahatannya. Dalam surat ini, ia menyebut kelompok teroris Daesh memenggal kepala anak-anak atau pria hidup-hidup dan membunuh keluarga mereka, menangkap gadis dan wanita tak berdosa serta memperkosanya, membakar mereka hidup-hidup dan membantai ratusan anak muda, menghancurkan ribuan masjid dan fasilitas publik seperti rumah sakit dan lainnya.
Komandan Pasukan Quds Iran juga menulis dalam surat itu, "Orang-orang Muslim di negara-negara ini (Suriah dan Irak), kaget menyaksikan badai beracun ini, dan sebagian dari mereka menjadi bagian dari kelompok penjahat Takfiri ini, dan jutaan orang meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke kota dan negara lain.
Lebih dari 6.000 pemuda yang tertipu dengan slogan Daesh "membela Islam" bergabung dengan kelompok teroris ini dan menjadi pelaku pemboman bunuh diri untuk di alun-alun, masjid, sekolah, bahkan rumah sakit Muslim dan pusat-pusat layanan publik yang menewaskan puluhan ribu orang.
Menurut pengakuan salah seorang pejabat tinggi AS sendiri, semua kejahatan ini telah dirancang dan dieksekusi oleh para pemimpin dan organisasi yang berafiliasi dengan Amerika Serikat. Besarnya kejahatan Daesh di Irak dan Suriah sangat sangat parah menyebabkan Amnesty International mendefinisikan tindakan kelompok teroris ini sebagai "pembersihan etnis".
Tapi berkat perjuangan rakyat Irak dan Suriah bersama pemerintah dan gerakan muqama akhirnya sebagian besar kelompok teroris Daesh berhasil ditumpas. Pada 21 November 2017, akhir Daesh di Suriah diumumkan dengan selesainya Operasi Pembebasan di Al-Bukamal di perbatasan Suriah-Irak. Kerugian material akibat kehadiran kelompok teroris Daesh bagi Irak dan Suriah diperkirakan lebih dari $ 500 miliar.
Menurut pengakuan Presiden AS Donald Trump sendiri, Daesh adalah produk buatan Washington di wilayah Asia Barat. Faktanya, kelompok teroris Daesh diciptakan dalam jangka panjang sebagai organisasi teroris dari kawasan Asia Barat yang terbesar di dunia dengan dukungan intelektual, keuangan, politik dan militer dari Arab Saudi, Amerika Serikat dan Inggris.
Pendudukan sebagian besar tanah Suriah dan Irak oleh kelompok teroris Daesh bertujuan untuk menghilangkan gerakan perlawanan terhadap rezim Zionis. Namun, setelah kejahatan keji yang dilakukan oleh kelompok teroris ini, Amerika Serikat pada tahun 2014 membentuk apa yang disebutnya sebagai koalisi internasional untuk melawan ISIS, yang tidak berusaha menghancurkan kelompok teroris, tetapi hanya melemahkannya saja.
Berbeda dengan pendekatan pemerintah AS terhadap Daesh, Poros Perlawanan, termasuk Republik Islam Iran, Hizbullah, militer Suriah, dan kelompok-kelompok perlawanan lainnya bersama dengan Rusia, melancarkan aksi serius untuk menumpas Daesh dan membersihkan Suriah dan Irak dari kelompok teroris itu.
Hasil penting dari gerakan ini berhasil mencegah jatuhnya Baghdad dan Damaskus ke tangan kelompok teroris. Padahal, ahli strategi AS mengatakan, setelah Daesh menguasai Mosul akan membutuhkan lebih dari 30 tahun untuk mengeluarkan Mosul dari pendudukan kelomopok teroris ini.
Sementara Poros Perlawanan fokus pada penghancuran Daesh, ada banyak laporan yang menyebut koalisi internasional anti-ISIS yang dipimpin AS justru membantu kelompok teroris tersebut. Hanya beberapa hari sebelum pengumuman berakhirnya Daesh di Suriah, sumber-sumber berita melaporkan bahwa Washington meluncurkan gambar udara perbatasan Suriah dan Irak dan menyerahkannya ke Daesh. Media juga melaporkan bahwa pesawat pengintai Israel juga telah mengambil gambar al-Bukamal dan memberikan gambar-gambar ini kepada Daesh agar kelompok teroris itu melancarkan serangan balik.
Dengan berbagai pelanggaran yang dilakukan AS dan sekutunya, kehadiran kelompok teroris Daesh di Suriah diumumkan pada November 2017. Sumbu Perlawanan yang dipimpin oleh Republik Islam Iran berhasil membuktikan keberhasilannya mengalahkan kelompok teroris Daesh yang tidak memakan waktu 30 tahun.
Pada saat yang sama, Poris Perlawanan menunjukkan kemampuannya mengganggu permainan yang dirancang oleh AS dan sekutunya terhadap keamanan dan stabilitas politik Asia Barat. Tidak seperti "keamanan versi AS dan Barat yang diimpor dari luar, keamanan dalam definisi poros perlawanan mencegah terjadinya pengotak-kotakan negara kawasan menjadi negara lebih kecil, dan menjadi tidak terjadinya penyebaran ketidakaman maupun kekerasan di seluruh kawasan.
Tidak diragukan lagi, poros Arab, Ibrani dan Barat adalah pecundang utama dari keberhasilan strategis poros yang berhasil mengalahkan Daesh di Suriah, karena secara formal menghancurkan impian mereka untuk menggulingkan pemerintah yang berdaulat di Suriah.
Penumpasan Daesh di Suriah dan Irak telah membuktikan bahwa poros segitiga; Barat, Ibrani, dan terbukti mendukung teroris, tetapi lebih dari itu, sebagian besar kelompok teroris termasuk Daesh memang dibuat langsung oleh Barat terutama Amerika atau hasil dari kebijakannya di kawasan Asia Barat.
Mengenal Organisasi Basij Iran
Tanggal 5 Azar 1358 Hijriyah Syamsiah (26 November 1979), Bapak Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah pelatihan militer massal dan pembentukan tentara rakyat dengan kekuatan 20 juta orang.
Berbicara di hadapan pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) di Tehran, Imam Khomeini mengajak semua lapisan masyarakat bersatu dan memiliki kesiapan untuk menghadapi ancaman terhadap negara.
"Negara Islam semuanya harus militeris dan memiliki pelatihan militer… harus demikian di seluruh negara di mana setelah beberapa tahun memiliki 20 juta pemuda, memiliki 20 juta pemanggul senjata dan 20 juta tentara…," kata Imam Khomeini.
Sebuah asumsi keliru jika mengira Basij (Organisasi Basij Mustaz’afin) lahir karena perang yang dipaksakan atau Revolusi Islam. Basij adalah sebuah pemahaman yang baik kaum Muslim tentang persatuan, tekad, dan keikhlasan, yang lahir dengan munculnya Islam dan kemudian berkembang di tengah bangsa-bangsa Muslim.
Organisasi Basij Mustaz’afin adalah salah satu dari lima kekuatan Korps Pasdaran (Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Pasukan Quds, dan Basij). Basij bertugas merekrut dan mengorganisir sukarelawan rakyat yang sejalan dengan tujuan-tujuan organisasi.
Tentara relawan rakyat ini dikenal dengan sebutan Basij Mustaz’afin atau pasukan perlawanan Basij, yang dibentuk pada 5 Azar 1358 HS atas perintah Imam Khomeini. Basij diakui sebagai salah satu kekuatan melalui keputusan Parlemen Iran pada bulan Dey tahun 1359 HS dan berada di bawah Korps Pasdaran.
Anggota tentara relawan rakyat ini dipanggil basiji dan berdasarkan pasal 13 undang-undang perekrutan Korps Pasdaran, basiji adalah individu yang secara sukarela berada di bawah Pasdaran untuk mewujudkan tentara 20 juta personel.
Menurut pasal tersebut, anggota basiji dibagi menjadi tiga divisi Basij Biasa, Basij Aktif, dan Basij Khusus atau Pasdaran Kehormatan. Selama perang Iran dan Irak, anggota basiji dikirim secara sukarela dan terorganisir ke medan tempur.
Mengenai Organisasi Basij Mustaz’afin, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Jika kita ingin memperkenalkan Basij dalam sebuah definisi singkat, maka harus kita katakan, 'Basij adalah sebuah organisasi yang diisi oleh orang-orang yang bersih, yang paling rela berkorban, dan para pemuda yang paling siap mengabdi yang berkumpul untuk tujuan luhur bangsa ini dan untuk mengantarkan negara ini pada kebahagiaan…
Basij adalah kumpulan dari berbagai individu yang berada di bawah sebuah institusi yang besar dan kuat, sebuah kumpulan yang sadar, berkomitmen, arif, dan peduli terhadap persoalan negara dan kebutuhan bangsa.
Sebuah perkumpulan yang membuat musuh takut dan sahabat merasa optimis dan tenang. Sebenarnya, semua orang mukmin, sadar, arif, cinta, berkomitmen, dan menyukai pengabdian di setiap medan dari medan-medan yang membawa manfaat bagi bangsa, mereka adalah bagian dari basiji. Oleh karena itu, Basij adalah sebuah nama suci."
Masalah pelatihan rakyat muncul seiring pecahnya perang yang dipaksakan dan pada masa itu, Organisasi Basij mampu menyelesaikan berbagai persoalan negara. Masyarakat yang sudah terlatih juga diterjunkan ke medan perang secara berkelompok.
Organisasi Basij Mustaz’afin yang berada di bawah Korps Pasdaran, mengorganisir pengiriman masyarakat yang sudah terlatih ke medan perang selama delapan tahun agresi sepihak rezim Saddam Irak.
Imam Khomeini ra berulang kali memuji pengorbanan pasukan Basij, termasuk dalam memikul misi berat selama perang dengan musuh asing dan antek-antek mereka di dalam negeri. Ia menganggap negara berhutang budi kepada Basij. Ayatullah Khamenei menganggap Basij sebagai warisan Imam Khomeini yang paling besar, paling berharga, dan paling langgeng.
Sejak awal dibentuk, Basij mampu memainkan peran efektif dalam mendukung dan menjaga cita-cita Revolusi Islam. Sejak awal perang, organisasi ini memainkan peran efektif di medan tempur yang ditandai dengan kehadiran pasukan mereka di garis depan, hingga memberikan pengabdian yang luas kepada masyarakat.
Dalam menghadapi bencana alam, pasukan Basij menjadi tumpuan masyarakat dan andalan pemerintah, seperti pengabdian yang mereka berikan pada gempa bumi kota Rudbar 1990.
Kajian sejarah Iran dalam beberapa abad terakhir menunjukkan bahwa tidak ada gerakan rakyat dan perubahan yang terjadi tanpa kepemimpinan atau dukungan dari kalangan ulama. Salah satu tugas ulama adalah melawan penindasan dan memperjuangkan keadilan.
Basij juga merupakan institusi yang lahir dari rahim rakyat dan selalu menyaksikan kehadiran para ulama pejuang di tengahnya. Para ulama Basij mendedikasikan banyak martir selama masa perang. Hari ini mereka juga terlibat aktif di bidang ideologi, militer, politik dan lainnya.
Komposisi utama dari setiap masyarakat dibentuk oleh perempuan dan mereka memainkan peran besar di bidang pendidikan. Tidak berlebihan jika kita menganggap perempuan sebagai elemen pembentuk budaya di setiap bangsa. Islam menaruh perhatian khusus terhadap posisi perempuan dan menekankan partisipasi positif mereka di masyarakat.
Ideologi Basij juga berkembang dan tumbuh di tengah perempuan Iran. Mereka memiliki saham besar dalam kemenangan Revolusi Islam karena kehadirannya yang efektif dan kontribusi yang diberikan selama perang yang dipaksakan. Basij perempuan bertugas merekrut, melatih, dan mengorganisir kalangan perempuan di Iran. Selama ini, perempuan Basij telah memberikan kontribusi besar di bidang militer, bantuan sosial, ideologi, politik, dan literasi.
Pasukan Basij juga menerima pelatihan teknik penyelamatan dan metode untuk mengurangi dampak kerugian dalam menghadapi bencana alam. Saat ini, mereka selalu diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan penyelamatan masyarakat di setiap bencana alam.
Hari ini Iran menjadi salah satu negara yang mampu memberikan pertolongan tercepat di daerah bencana, karena pasukan Basij memiliki keahilan untuk melakukan itu dan terbukti sukses, seperti kegiatan-kegiatan mereka di bidang lain.
Intervensi Barat di Urusan Internal Iran
Barat pasca kemenangan Revolusi Islam di Iran dan pembentukan pemerintahan Republik Islam, senantiasa memilih pendekatan permusuhan terhadap Tehran. Sekaitan dengan ini, Barat berusaha menekan Republik Islam Iran dengan harapan mampu menumbangkan pemerintahan ini.
Upaya Barat tersebut direalisasikan mulai dari perang yang dipaksakan Iran-Irak, klaim palsu terkait program nuklir Iran serta berbagai sanksi dengan alasan ini.
Pelopor upaya anti Iran dari Barat adalah Amerika Serikat. Para presiden Amerika baik dari Republik maupun Demokrat, selama empat dekade lalu dengan berbagai kebijakan, berusaha melemahkan dan menumbangkan Republik Islam Iran. Namun upaya mereka sia-sia.
Kerusuhan terbaru di Iran dengan alasan kenaikan bensin meletus sejak hari Jumat (15 November 2019). Peristiwa ini menurut pandangan Barat khususnya Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa sama halnya dengan peluang untuk mengintervensi urusan internal Iran. Dalam hal ini mereka bukan saja secara terang-terangan mendukung para perusuh, tapi juga berusaha menekan Republik Islam untuk tidak melawan mereka.
Kerusuhan terbaru di Iran
Padahal berbagai bukti menunjukkan ada campur tangan Barat untuk memperluas aksi kerusuhan dan instabilitas di Iran serta kerusuhan ini diprogram sebelumnya. Besarnya aksi perusakan fasilitas publik di kerusuhan terbaru mengindikasikan bahwa kerusuhan tersebut bukan pekerjaan warga biasa, tapi hasil dari sebuah skenario yang telah dirancang sebelumnya.
Untuk menjelaskan kerusuhan di Iran, pertama-tama kita harus merujuk sikap Amerika dan kemudian sejumlah pemerintah Eropa serta tujuan mereka. Presiden AS, Donald Trump senantiasa menunjukkan sikap anti Iran dan menekankan kebijakan represi maksimum terhadap Tehran untuk memaksa Iran menerima keinginan Washington.
Trump menyalahgunakan setiap peluang untuk mengintervensi urusan internal dan mengumbar klaim mengasihani rakyat Iran. Sekaitan dengan ini, Gedung Putih, Ahad (17/11/2019) sore dalam statemen intervensifnya seraya mengulang klaim palsu anti Iran, mendukung segelintir perusuh yang melakukan aksi perusakan fasilitas publik dengan dalih kenaikan harga bensin di sejumlah kota Iran.
Di statemen Gedung Putih disebutkan, "Amerika Serikat mendukung rakyat dan protes damai anti pemeritah. Kami mengutuk pemanfaatan pasukan pembunuh dan pembatasan ketat terhadap demonstran." Sikap Gedung Putih ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Luar Negeri AS. Brian Hook, utusan khusus AS untuk Iran Senin (18/11/2019) seraya mengulang klaim palsu anti Iran dalam sebuah statemen intervensifnya secara transparan menyatakan, Amerika sangat mendukung perusuh dan kerusuhan di Iran.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo yang negaranya memiliki berkas tebal intervensi di urusan internal Iran, Sabtu (16/11) malam di akun twitternya seraya menyinggung berbagai protes di sejumlah kota Iran akibat reformasi harga bensin mengklaim, Washington mendukung rakyat Iran. Sementara menurut pandangan Iran, pemerintah Trump tengah menyalahgunakan kondisi saat ini demi memajukan tujuan busuknya dan mereka tidak memiliki niat baik apapun terhadap warga Iran.
Mike Pompeo
Pemerintah Trump yang berulang kali menggulirkan beragam tudingan terhadap Iran, dalam hal ini ia mengekar pendekatan represi maksimum untuk memaksa Iran mengubah perilakunya dan memaksakan tuntutan ilegal Amerika dalam bentuk 12 tuntutan Mike Pompeo. Selain itu, ia mengklaim sangat mengasihani rakyat Iran.
Trump seraya mengumumkan keluarnya AS dari JCPOA dan memulihkan kembali sanksi nuklir terhadap Iran, secara praktis telah mengobarkan perang ekonomi dengan menciptakan kemiskinan luas dan instabilitas di Iran. Ia dan petinggi Amerika lainnya berulang kali berbicara mengenai pentingnya represi maksimum terhadap rakyat Iran dengan anggapan mampu membuat rakyat dan pemerintah Iran saling berhadapan dalam koridor kebijakan pemiskinan dan pemberontakan.
Hal ini menunjukkan kedengkian besar Trump terhadap bangsa Iran karena kegagalannya menundukkan rakyat Iran melalui upayanya mengalahkan Republik Islam Iran. Amerika secara langsung berusaha mengkoordinir kerusuhan di Iran dan mengarahkannya. Dalam hal ini, Direktur eksekutif institut Ron Paul, Daniel McAdams mengungkapkan, Dinas Rahasia AS (CIA) berperan dalam aksi kerusuhan terbaru di Iran.
Daniel McAdams Selasa (19/11) dalam wawancaranya dengan televisi Russia to day (RT) terkait instabilitas dan kerusuhan terbaru di Iran mengatakan, transformasi terbaru Iran bukan sekedar protes kenaikan harga bensin, tapi sebuah kerusuhan yang dikobarkan melalui anasir Amerika di Iran serta mengikuti teladan CIA.
Ia mencontohkan kelompok MKO sebagai anasir AS dan mengatakan, bentuk kerusuhan seperti ini mayoritasnya hasil dari kinerja CIA yang dilancarkan oleh pemerintahan Donald Trump dan sejak tahun lalu tanggung jawabnya diserahkan kepada Michael D'Andrea, salah satu perwira tinggi CIA yang juga dikenal dengan julukan Ayatollah Mike.
Daniel McAdams
Koran New York Times dalam laporannya yang mendapat respon besar, menguak rencana yang dipimpin D'Andrea di CIA untuk mengobarkan kerusuhan dan instabilitas di Iran yang didukung oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Model dan esensi kerusuhan terbaru di Iran serta laporan dan statemen petinggi Amerika selama beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa AS sebelum meletusnya protes di Iran telah melakukan banyak persiapan.
Salah satu anggota Demokrat beberapa hari setelah meletusnya kerusuhan di Iran mengklaim, "Protes di seluruh Iran menunjukkan bahwa kepemimpinan ulama di Iran mulai runtuh dan Iran membutuhkan kebebasan lebih besar." Sementara Koran Haaretz Israel sebelumnya mengutip berbagai sumber resmi AS menulis, "Anggota DPR Amerika meyakini bahwa saat ini merupakan kesempatan langka untuk menjatuhkan pemerintahan Iran."
Pusat Studi Keamanan Internasional di bawah pengawasan pemerintah AS merilis laporan detail mengenai kerusuhan dan protes di Iran dan laporan ini menunjukkan bahwa Amerika senantiasa menyusun program bagi transformasi internal Iran.
Amerika di kerusuhan tahun 2018 di sejumlah wilayah Iran juga ingin menumbangkan pemerintahan Republik Islam dan Trump serta petinggi Washington lainnya mempertebal tekadnya untuk menekan Tehran. Protes dua tahun lalu merupakan salah satu faktor berpengaruh bagi keluarnya AS dari JCPOA dan penerapan kembali sanksi baru demi menekan lebih keras Tehran.
Richard Grenell, duta besar Amerika di Jerman pada 19 November 2019 di akun twitternya menulis, "Kami mendengarlam suara rakyat Iran. Kami menyadari kesulitan yang ada, namun saat ini kami tidak dapat merilis perincian lebih besar atas apa yang telah kami lakukan hingga kini."
Sejumlah negara Eropa seperti Jerman dan Perancis secara terang-terangan juga mendukung kerusuhan terbaru di Iran dan menuntut represi lebih keras terhadap Republik Islam Iran. Ini menunjukkan bahwa Eropa meski mengklaim menentang pandangan Amerika di isu kesepakatan nuklir (JCPOA) dan menekankan untuk menjaga kesepakatan ini demi kepentingan pribadi mereka, namun mereka satu suara dengan Amerika di pendekatan anti Iran dan upaya untuk melemahkan dan menumbangkan pemerintah Tehran.
Departemen Luar Negeri Perancis 18 November 2019 dalam sebuah statemen intervensif mengklaim pentingnya menghormati kebebasan berpendapat dan hak protes damai di Iran. Ini merupakan respon pertama Perancis atas transformasi dan kerusuhan terbaru di Iran yang dilakukan melalui statemen intervensif.
Perancis dan Jerman Dukung Kerusuhan di Iran
Seruan Deplu Perancis atas protes damai di Iran dirilis ketika hanya beberapa hari lalu, aksi demi rompi kuning di Perancis berujung pada kekerasan atas campur tangan aparat keamanan.
Sementara pemerintah Jerman saat merespon transformasi terbaru di Iran dalam sebuah statemen intervensifnya menuntut perhatian terhadap tuntutan demonstran. Jubir Angela Merkel 18 November dalam sebuah statemen intervensifnya meminta Iran supaya apa yang diklaim sebagai protes legal di Iran dihormati dan tuntutannya dipenuhi. Ia mengatakan, ketika warga mengungkapkan ketidakpuasannya atas kondisi ekonomi dan politik, seperti apa yang terjadi di Iran saat ini, harus dihormati. Lebih lanjut ia meminta pemerintah Iran membalas dengan tepat tuntutan ini melalui pendekatan dialog.
Kesamaan sikap AS dan Eropa terkait kerusuhan terbaru di Iran menunjukkan bahwa meski pemerintah Trump memainkan peran polisi buruk dan trioka Eropa serta Uni Eropa memainkan peran polisi baik terkait Iran, namun karena esensi permusuhan dengan Iran pada akhirnya mereka memiliki tujuan sama, yakni berusaha menumbangkan pemerintahan Republik Islam Iran.
Amerika menganggap bahwa dengan perang syaraf dan aksi-aksi penumbangan yang disertai dengan represi ekonomi terhadap Iran, mereka dapat memaksa Tehran menyerah terhadap tuntutannya. Pendekatan Amerika ini berarti intervensi di urusan internal Iran, sebuah langkah yang sepenuhnya ilegal menurut hukum internasional dan piagam PBB.
Pada dasarnya pendekatan AS terhadap Iran sekedar bertumpu pada ancaman, kekerasan dan pemaksaaan. Sementara pendekatan Eropa lebih halus melalui upaya diplomatik dan menolak menjalankan komitmennya di JCPOA.
Rakyat Iran Kecam Kerusuhan di negaranya
Meski demikian Iran selama empat puluh tahun senantiasa melawan kebijakan dan langkah-langkah Barat pimpinan Amerika dan secara praktis mematahkan konspirasi ini. Iran telah membuktikan bahwa mereka sukses melawan kebijakan permusuhan Barat.
Rakyat Iran berulang kali menunjukkan loyalitas mereka terhadap pemerintah Republik Islam dan tekad mereka melawan konspirasi Barat. Mengingat kejahatan besar Amerika dan sejumlah negara Eropa terhadap rakyat Iran, aksi penipuan dengan kedok solidaritas terhadap bangsa ini tidak mampu menipu bangsa Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Mousavi seraya mengisyaratkan statemen intervensif Menlu AS, Mike Pompeo dalam mendukung perusuh mengatakan, rakyat terhormat Iran dengan baik menyadari bahwa statemen seperti ini tak lebih ungkapan bermuka dua dan menjijikkan serta tidak memiliki rasa solidaritas yang jujur.
Ketegangan Meningkat, AS Kirim Satu Skuadron F-35 ke UEA
Sejumlah media mengabarkan pengiriman satu sukadron jet tempur F-35 Amerika Serikat ke pangkalan udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab sebagai kelanjutan manuver militer negara itu di kawasan Asia Barat.
Fars News (23/11/2019) mengutip harian Amerika Serikat, Standard-Examiner melaporkan, untuk kedua kalinya sepanjang tahun 2019, satu skuadron jet tempur F-35 Amerika dikerahkan dari pangkalan udara Hill, Utah untuk menjalankan tugas perang di Asia Barat.
Standard-Examiner menulis, atas alasan keamanan, Angkatan Udara Amerika mengumumkan berita ini setelah penarikan keluar skuadron lama.
Skuadron baru ini rencananya akan mendukung tugas komando pusat AU Amerika di kawasan Asia Barat.
Menurut surat kabar Amerika, beberapa minggu lalu, sebuah armada jet tempur dan teknisi pangkalan udara Hill, dipulangkan ke Amerika setelah bertugas selama 6 bulan di Asia Barat.
Kantor berita Sputnik terkait hal ini mengabarkan, di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan Amerika, penguatan kehadiran militer Amerika di kawasan terus berlanjut, dan baru-baru ini Amerika juga mengirim 3000 tentara bersama sistem pertahanan udara ke Arab Saudi.
Pentagon: Kekuatan Rudal Iran Terbesar di Timur Tengah
Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang diumumkan pada hari Selasa, 19 November 2019 menyebutkan bahwa Republik Islam Iran memiliki kekuatan rudal terbesar di kawasan Timur Tengah meskipun beberapa dekade disanksi oleh Gedung Putih.
"Iran memiliki program pengembangan rudal yang luas, dan ukuran dan kecanggihan pasukan misilnya terus tumbuh meskipun puluhan tahun upaya kontra-proliferasi ditujukan untuk mengekang kemajuannya," kata Badan Intelijen Pertahanan AS seperti dilansir Press TV.
Namun Departemen Pertahanan AS juga mengulang tuduhan tak berdasar bahwa program rudal Iran bukan untuk tujuan damai dan defensif.
"Iran telah mengandalkan rudal balistik sebagai kemampuan serangan jarak jauh untuk mencegah musuh-musuhnya di kawasan, khususnya Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi, dari menyerang negara itu," kata laporan tersebut.
Disebutkan pula bahwa Iran telah mengembangkan serangkaian rudal yang bisa menyerang pada jarak 2.000 km, yang mampu mencapai Tel Aviv atau Riyadh.
Sejak awal, pemerintah Iran telah berulang kali menegaskan bahwa program rudalnya tidak diproduksi untuk tujuan non-konvensional dan hanya dimaksudkan sebagai bagian dari kemampuan pencegahan.
AS meningkatkan tekanan terhadap Iran sejak tahun lalu setelah menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) yang disepakati pada 2015.
Sejak itu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump berusaha mengurangi ekspor minyak Iran hingga ke angka nol, dan mengirim kapal-kapal induk dan kapal perang serta penambahan sekitar 1.500 pasukan ke kawasan untuk menangkal apa yang mereka sebut sebagai ancaman dari Iran.
Iran telah menolak langkah-langkah seperti perang psikologis, dan menegaskan bahwa Tehran memiliki cara sendiri untuk menghadapi permusuhan AS. Para pejabat Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak menimbulkan ancaman bagi negara mana pun, tetapi akan mempertahankan diri jika diserang.
Pakistan Peringatkan Pencurian Data Whatsapp oleh Israel
Pemerintah Pakistan memperingatkan pencurian informasi pribadi dan lembaga negara itu melalui pesan media sosial Whatsapp.
IRNA (23/11/2019) melaporkan, peringatan tersebut disampaikan Kementerian Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Pakistan pada hari Sabtu (23/11) setelah berita pencurian informasi akun-akun pengguna media sosial Whatsapp dari puluhan negara dunia termasuk Pakistan, oleh perusahaan rezim Zionis Israel, NSO, mencuat.
Kementerian Teknologi Informasi Pakistan menambahkan, agen intelijen musuh sudah menyiapkan program untuk menginfiltrasi akun-akun pribadi, dan informasi telepon genggam, dan dengan menggunakan virus bernama Pagasus mereka mencuri informasi dari telepon genggam sejumlah pejabat tinggi Pakistan.
Kementerian Teknologi Informasi Pakistan meminta para pejabat dan pegawai pemerintah negara itu untuk tidak membagikan informasi-informasi penting melalui jejaring media sosial Whatsapp.
Jenderal McKenzie: Ribuan Tentara AS tak Bisa Bendung Iran
Komandan US Central Command, CENTCOM di kawasan Asia Barat dalam sebuah wawancara mengakui bahwa pengiriman pasukan dan peralatan militer ke Asia Barat tetap tidak mampu menciptakan kekuatan pencegahan di hadapan Iran.
Fars News (23/11/2019) mengutip Foreign Policy melaporkan, Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan, meski Amerika sudah mengirim ribuan tentara dan sejumlah banyak amunisi perang ke kawasan Asia Barat untuk menciptakan pencegahan di hadapan Iran, namun tetap gagal.
Situs Foreign Policy, Sabtu (23/11) dalam wawancara dengan McKenzie menulis, Pentagon sejak Mei 2019 telah mengirim 14.000 tentara tambahan, satu kapal induk dan puluhan ribu peralatan perang ke Timur Tengah untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman baru Iran.
Akan tetapi, imbuhnya, meski Amerika terus memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah, seorang jenderal senior negara ini percaya ancaman Iran terus meningkat, dan Tehran akan kembali memberikan pukulan.
Penentangan atas Dukungan AS terhadap Pembangunan Distrik Zionis
Dukungan penuh petinggi Gedung Putih terhadap kebijakan rezim Zionis Israel khususnya pelegalan sebagian proyek distrik Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan bukan saja membangkitkan kemarahan publik dunia, tapi pengabaian hukum internasional yang menilai proyek ini melanggar hukum, telah memaksa sejumlah wakil Demokrat di DPR negara ini mengecam pelegalan kebijakan distrik Zionis oleh pemerintah Trump.
Sekaitan dengan ini, sebanyak 107 anggota Demokrat di DPR pada 22 November seraya menandatangani surat terbuka meminta Menlu Mike Pompeo meralat statemennya terkait dukungan terhadap pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat dan Quds pendudukan.
Mike Pompeo 18 November lalu dalam sebuah pidatonya seraya menjelaskan bahwa Washington mengubah kebijakannya terkait pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat dan mengklaim proyek ini dengan sendirinya tidak melanggar hukum internasional.
Statemen Pompoe dirilis ketika Dewan Keamanan PBB pada 23 Desember 2016 seraya meratifikasi resolusi 2334 meminta Israel segera dan secara total menghentikan seluruh proyek pembangunan distriknya di wilayah Palestina pendudukan.
Berdasarkan hukum internasional, seluruh distrik ini ilegal. Sementara itu, Israel seraya mengabaikan hukum internasional dan permintaan masyarakat dunia, terus melanjutkan pembangunan distrik Zionisnya di bumi Palestina pendudukan. Sejatinya petinggi Israel melalui proyek ini berusaha mengubah struktur geografi dan demografi wilayah Palestina dan memberi citra Zionis terhadap wilayah yang mereka duduki tersebut.
Meski Amerika selama bertahun-tahun mendukung kebijakan Israel dan berusaha memberi legalitas atas aksi-aksi di luar hukum dan anti kemanusiaan rezim ini, namun selama beberapa tahun terakhir, Presiden AS Donald Trump menjadikan dukungan tanpa syarat kepada Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel sebagai agenda kerjanya.
Contoh nyata dalam hal ini adalah relokasi kedubes Washington ke Quds pendudukan meski berbeda dengan sikap dunia internasional serta ancaman kepada negara-negara yang tidak tunduk pada instruksi Washington tersebut. Trump juga mengakui secara resmi aneksasi Dataran Tinggi Golan ke Israel. Kini Washington juga melegalkan pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat, sebuah sikap yang juga melanggar hukum internasional.
AS dan Israel ketika melancarkan kebijakan setali tiga uang, di saat keduanya saat ini mengalami krisis internal yang lebih parah dari sebelumnya. Trump di Amerika kini menghadapi pemakzulan dan represi akibat tuntutan ini dan dari sisi lain, seiring dengan kian dekatnya pilpres 2020, ia membutuhkan dukungan Lobi Zionis di Amerika. Dengan demikian berbagai dukungan yang ditunjukkan Trump terhadap Israel juga dimaksudkan untuk meraih kepercayaan lebih besar dari Lobi Zionis.
Bernie Sanders, senator Amerika terkait hal ini mengatakan, distrik Zionis Israel ilegal dan Trump dengan sikapnya ini yang dimaksudkan untuk memuaskan pendukung ekstrimnya kembali membuat Amerika kian terkucil.
Sementara di Israel, posisi Benjamin Netanyahu semakin tidak stabil. Ia menghadapi beragam kesulitan politik dan dua kali gagal membentuk kabinet. Kini Netanyahu berperang bagi keberlangsungan politiknya. Ketua Partai Likud seraya mengkhawatirkan langkah Benny Gantz, Pemimpin Partai Blue and White membentuk kabinet, terus mengawasi rivalnya ini. Di kondisi seperti ini, perubahan sikap Amerika terkait pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat sama halnya peluang besar bagi Netanyahu untuk memperbaiki citra politiknya.
Perdana Menteri Otorita Ramallah Mohammad Shtayyeh terkait hal ini mengatakan, sikap pemerintah Amerika ini sebuah upaya untuk meraih dukungan Benjamin Netanyahu di detik-detik akhir persaingannya untuk menduduki kembali posisi perdana menteri di Israel.
Upaya Washington untuk melegalkan pembangunan distrik Zionis bukan saja diprotes masyaakat internasional, tapi juga di dalam negeri Amerika, banyak menuai penentangan. Langkah ini juga sama halnya pengabaian penuh terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB. Hal ini juga akan membuat Washington semakin terkucil di tingkat internasiol.
Solusi Persatuan dalam Perspektif Imam Shadiq as
Tanggal 17 Rabiul Awal bertepatan dengan kelahiran Imam Jakfar Shadiq as. Selain menyampaikan ucapan selamat atas hari penuh berkah ini yang juga bertepatan dengan kelahiran utusan Allah terakhir Nabi Muhammad Saw, kami mengajak Anda untuk menelah bersama solusi persatuan dalam perspektif Imam Shadiq as.
Hari ini tanggal 17 Rabiul Awal (15 November) bertepatan dengan kelahiran penuh berkah pamungkas para nabi, utusan cahaya dan hidayah, Muhammad al-Mushtafa Saw. Selain itu, hari ini juga bersamaan dengan kelahiran Jakfar bin Muhammad as yang lebih dikenal dengan Imam Shadiq as, Imam Keenam Syiah. Imam Shadiq as sepanjang masa keimamahannya selama 34 tahun berusaha keras untuk menghidupkan kembali agama kakeknya, Nabi Muhammad Saw dengan menyampaikan pesan ilahi, memberi hidayah dan membersihkan masyarakat. Seperti ayah dan leluhurnya yagn suci fokus pada kewajiban paling penting tentang al-Quran dan Sunnah Nabi, persatuan dan solidaritas di antara umat Islam . Karena tujuan asli dan penting Islam adalah membentuk umat yang satu, kuat seiring dengan menebar perdamaian, persahabatan, ketenangan dan keamanan.
Imam Shadiq as
Persatuan Islam berdasarkan ajaran dan perintah agama Islam tidak terbatas pada periode masa tertentu. Semua umat Islam dalam tauhid, hari kebangkitan dan kenabian memiliki akidah yang sama. Hukum-hukum seperti shalat, puasa, haji, zakat, jihad dan lain-lain termasuk kesamaan yang pasti di antara mereka. Karenanya, dengan mudah dapat membentuk satu barisan bernama Umat yang Satu menghadapi musuh dalam negeri dan asing, para perusak dan sesat seperti kelompok Takfiri dan Daesh (ISIS).
Terwujudnya persatuan Umat yang Satu hanya mungkin terjadi dengan prinsip dan poros bersama, dimana poros pertamanya untuk mencapai satu persatuan rasional dan logis di antara mazhab-mazhab Islam adalah al-Quran. Allah Swt dalam ayat 103 surat Ali Imran memperkenalkan al-Quran sebagai pembimbing dan poros, dan untuk mencegah perpecahan, menyeru umat Islam agar berpegangan dengan kitab suci ini dan menyebutkan, "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai."
Imam Shadiq as dengan mengikuti Nabi Muhammad Saw dan para wali Allah yang lain untuk menciptakan persatuan, satu hati dan keharmonisan antara umat Islam serta jauh dari perselisihan dan perpecahan, menyeru semua umat Islam untuk menaati perintah dan ajaran al-Quran. Sebagaimana beliau berkata, "Sesungguhnya Allah telah menjelaskan semua dalam al-Quran dan demi Allah bahwa Allah tidak menutup mata dari apa yang dibutuhkan oleh hamba-hamba-Nya, sehingga hamba-Nya dapat mengatakan bila hal ini telah diturunkan dalam al-Quran, pasti Allah menurunkannya dalam al-Quran." Imam Shadiq as di tempat lain mengatakan, "Tidak ada sesuatu yang diperselisihkan dua orang, selain prinsipnya telah disebutkan dalam al-Quran, tetapi akal manusia tidak sampai ke sana."
Allah Swt dalam al-Quran memuji Nabi Muhammad Saw dan pada ayat 21 surat al-Ahzab memperkenalkannya sebagai teladan sempurna bagi manusia dan berfirman, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik." Dari sini, setelah al-Quran, Sunnah Nabi Saw menjadi poros penting yang memberikan persatuan di antara semua mazhab Islam. Semua umat Islam melihat dirinya komitmen dengan Sunnah Rasulullah Saw dan dalam pemikirannya di berbagai isu bersandar pada Sirah dan Sunnah Nabi Saw.
Imam Shadiq as sebagai pemimpin mazhab Ja'fari juga mengajak umat Islam untuk mengamalkan dan memperhatikan Sunnah Nabi Saw dan berkata, "Tidak ada perintah, selain di sana ada tanda-tanda dalam Kitab dan Sunnah." Beliau juga mengutip dari Nabi Saw dan mengatakan bahwa setiap orang yang merujuk pada Sunnah Nabi Saw ketika perselisihan umat, pahalanya sama dengan 100 syahid."
Prinsip dan ajara bersama agama termasuk poros lain yang dapat menciptakan persatuan. Prinsip-prinsip ini mencakup iman kepada Allah (Tauhid), risalah para nabi (Kenabian), Ma'ad (Hari Kebangkitan) dan diturunkannya wahyu. Pada hakikatnya, tauhid, kenabian dan Ma'ad termasuk kesamaan akidah bagi semua agama ilahi. Di samping kesamaan keyakinan, ada juga kesamaan fikih. Hukum-hukum fikih seperti shalat, puasa, haji, zakat, jihad, amar makruf dan nahi mungkar dan lain-lain yang semuan termasuk ajaran pasti agama Islam. Tentu saja harus diperhatikan di balik ajaran yang pasti, ada sebagian detil ajaran yang menjadi tempat perbedaan pendapat antara para ulama dan ahli fikih mazhab-mazhab Islam.
Di sini, sebagian membesar-besar perselisihan, perpecahan dan pemisahan umat Islam. Para musuh Islam juga membesar-besarkan perselisihan ini, sehingga satu kelompok mengkafirkan dan mengeluarkan kelompok yang lain dari Islam. Sebagaiman hari ini, par pengikut Wahabi menilai muslimin yang lain berada di luar Islam dan dengan alasan ini, para pengikut kelompok teroris Daesh (ISIS), karena tidak memiliki pengetahuan yang benar akan batasan kufur dan iman, dengan tenang melakukan pembunuhan, bahkan genosida terhadap umat Islam yang lain dan bangga dengan apa yang mereka lakukan. Padahal, parameter iman dan keislaman seseorang telah dijelaskan adalah keyakinan kepada Allah, Hari Kiamat dan melaksnakan kewajiban seperti shalat, puasa, haji, zakat, jihad dan lain-lain. Seorang muslim tidak berhak menuding saudara agamanya sebagai kafir, karena itu pemicu dan sarang bagi perang dan konflik.
Imam Shadiq as dalam hal ini mengatakan, "Ketika seorang mukmin berkata kepada saudaranya, 'Ah', mereka akan terpisah dan berkata 'engkau kafir', satu dari mereka akan menjadi kafir dan bila menuduhnya, 'Islam dalam hatinya akan mencair seperti garam berada di air." Di tempat lain beliau juga berkata, "Terlakna dan terlaknat, seseorang yang menuduh seorang muslim lain sebagai kafir dan seseorang yang melakukan hal ini seperti ia membunuhnya."
Salah satu solusi yang baik dan sangat tepat untuk menciptakan dan mempertahankan persatuan adalah berpartisipasi dalam pertemuan ibadah dan politik seperti shalat jamaah dan Jumat. Begitu juga dalam melaksanakan kewajiban haji termasuk perintah Nabi Saw sejak awal pengutusannya. Dari Nabi Saw dinukil tentang pentingnya shalat berjamaah, dimana beliau bersabda, "Jibril sedemikian rupa berpesan kepadaku tentang shalat berjamaah, sehingga aku beranggapan shalat tanpa berjamaah tidak sah dan tidak diterima." Nabi Saw juga berbicara tentang hadir di masjid dan perkumpulan umat Islam, "Setan adalah serigala bagi manusia. Sebagaimana serigala akan memakan kambing yang berada sendiri dan jauh dari yang lain, maka berhati-hatilah dari keterpisahan dan kalian harus hadir di perkumpulan umat Islam dan bersama mereka pergi ke masjid."
Imam Shadiq as memberi pesan kepada pengikutnya untuk menjaga persatuan agar ikut dalam shalat berjamaah dengan Ahli Sunnah. Beliau berkata, "Seseorang yang berada di shaf pertama melakukan shalat dengan mereka, sama seperti mereka yang berada di shaf pertama shalat berjamaah dengan Rasulullah Saw." Seorang pengikut Imam Shadiq as bertanya kepada beliau, "Imam jamaah kami penentang mazhab dan memusuhi orang-orang Syiah. Apa yang harus kami lakukan?" Imam as menjawab, "Jangan diambil hati apa yang diucapkannya. Demi Allah! Bila engkau adalah orang yang jujur, engkau lebih layak ke masjid ketimbang orang itu. Karenanya, jadilah orang pertama yang memasuki masjid dan orang terakhir yang keluar darinya. Perbaiki akhlak dan perilakumu dengan mereka dan berbicara dengan cara yang baik."
Dalam sebuah riwayat, ada yang bertanya kepada Imam Shadiq as, "Apakah sah pernikahan dan melaksanakan shalat berjamaah dengan penentang mazhab atau tidak?" Imam menjawab, "Sekalipun perbuatan ini sangat sulit bagi kalian, tetapi ketahuilah bahwa Nabi Saw menikah dengan orang yang tidak kalian terima dan Imam Ali juga shalat di belakang para khalifah."
Semua riwayat ini menunjukkan hal ini bahwa Imam Shadiq as seperti para Imam yang lain ikut shalat dalam shalat berjamaah Ahli sunnah dan kehadiran mereka bukan karena takut atau taqiyah politik serta hal ini tidak terbatas pada waktu tertentu, tetapi jalan dan metode yang pasti demi menciptakan persatuan, persahabatan dan sehati antara umat Islam.
Imam Shadiq as sepanjang hidupnya selalu berusaha untuk menjelaskan berbagai ajaran agama dan menyelamatkan umat Islam dari kejatuhan dalam kesesatan. Hari ini, khazanah tak ternilai ilmu dan ajarran beliau telah diserahkan kepada umat Islam, dimana dengan merujuk dan mengamalkannya, banyak masalah dunia Islam yang menjadi kendala terbesar bagi terwujudnya persatuan umat Islam dapat terselesaikan.
Sekali lagi kami mengucapan selamat atas kelahiran Imam Shadiq as dan akan mengakhiri makal ini dengan ucapan beliau.
Imam Shadiq as berkata, "Bagi setiap muslim yang mengenal kami, perlu untuk setiap hari dan malam bagi dirinya untuk melihat perbuatannya dan menimbang jiwanya. Bila menemukan perbuatan baik di sana, hendaknya ia menambahkannya dan bila menemukan perbuatan buruk, hendaknya meminta ampunan, agar tidak malu nantinya di Hari Kiamat."
Nabi Muhammad Saw, Teladan Sempurna Manusia
Namanya Muhammad yang berarti terpuji. Sampai waktu itu, nama ini belum pernah digunakan. Nama ini sama dengan pemiliknya adalah pilihan Allah yang Maha Kuasa dan kitab-kitab samawi sebelumnya telah memberikan kabar gembira akan kedatangannya. Namun sekarang, tidak ada seorang pun yang belum pernah mendengar nama Muhammad karena itu adalah nama suci lebih dari satu miliar Muslim yang diberkahi menunjukkan cinta dan keyakinan akan risalah mulianya.
Agama yang dibawah membuat umat Islam saling menyayangi satu sama lain dan menjalankan nilai-nilai kemanusiaan serta mengibarkan bendera tauhid. Nabi Muhammad Saw adalah fenomena penciptaan yang hebat dan luar biasa. Beliau adalah makna hidup bagi mereka yang mencari sumber kehidupan dan seperti seorang pengamat yang melihat musuh dari titik tinggi dan bergegas menyelamatkan manusia.
Sepanjang hidupnya, manusia selalu mencari teladan yang akan membuatnya menjadi panutan dalam hidupnya sendiri baik dalam aspek khusus atau secara umum, demi mencapai tujuan yang diinginkan. Teladan dalam pembahasan pendidikan, pembelajaran, psikologi, irfan dan manajemen memiliki posisi yang tinggi dan dampaknya tidak dapat diingkari. Islam juga tidak mengabaikan budaya pendidikan ini dan telah menyediakan banyak teladan yang bermanfaat di berbagai tingkatan. Allah mendeskripsikan teladan terbaik dalam ayat 21 surat al-Ahzab sebagai berikut, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
Ayat ini ditujukan kepada semua umat Islam kapan saja dan di mana saja, dan dipahami bahwa mengikuti pribadi unik nabi tidak terbatas pada waktu atau wilayah tertentu, dan bahwa keteladanannya bersifat umum dan tidak dapat dikecualikan. Bahkan, salah satu sila dari keimanan dan risalah Rasulullah Saw adalah mengikuti jalan dan perilaku Nabi Saw yang menanggung banyak kesusahan di jalan Allah dan demi keselamatan manusia.
Hampir dipastikan tidak ada seorang yang ditemukan dalam al-Quran yang dipuji seperti Nabi Muhammad Saw. Muhammad Saw, di satu sisi, adalah manusia yang hidup seperti manusia lainnya. Makan dan minum seperti manusia lainnya, tetapi seperti permata yang bersinar di antara benda-benda. Beliau adalah manusia yang begitu transparan dan bercahaya di antara manusia. Menurut al-Quran, hak istimewa Utusan Allah adalah bahwa beliau adalah manusia yang paling sempurna di sisi Allah. Beliau adalah pemimpin semua manusia dan sedang membangun peradaban baru yang mencontohkan keadilan Islam dalam mengejar kesempurnaan spiritual dan ilahi. Dalam hal ini, al-Quran telah memperkenalkannya sebagai teladan bagi umat manusia.
Nabi Muhammad Saw, seperti halnya nakhoda, tidak akan membiarkan rasa lemah atau kebingunan merasuki dirinya ketika kapalnya dihantam badai paling parah. Beliau langsung mengambil cangkul dan bersama umat Islam yang lain mulai menggali parit dan untuk mempertahankan semangat dan ketenangan para sahabatnya, beliau tidak ragu-ragu untuk bercanda dengan mereka. Nabi juga mendorong mereka untuk membaca al-Quran atau puisi-puisi heroik demi tetap semangat bekerja. Tidak lupa beliau mengingatkan mereka untuk selalu meningat Allah dan memberikan kabar gembira akan masa depan yang cerah dan penaklukan-penaklukan besar.
Nabi Saw mengingatkan mereka akan kospirasi orang-orang munafik dan berharap mereka selalu waspada. Beliau tidak lupa memberi tahu mereka akan formasi militer yang benar dan memilih metode terbaik perang, dan pada saat yang sama mencari berbagai cara untuk mengusir musuh. Benar, beliau adalah teladan orang mukmin terbaik di medan tempur dan di seluruh medan lainnya.
Allah Swt dalam ayat 4 surat al-Qalam memperkenalkan Nabi Muhammad Saw memiliki akhlak terbaik, "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." Al-Quran bahkan menyebut keberhasilan Nabi Muhammad Saw dalam mengemban risalahnya dikarenakan akhlaknya. Kemudian puncak empati Rasulullah dijelaskan demikian, "Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (QS. Al-Taubah: 128) Tidak diragukan bahwa perilaku dan perkataan Nabi Muhammad Saw adalah teladan konstruktif bagi kehidupan transenden dan setiap orang yang menginginkan kebahagiaan dan keberuntungan, sudah selayaknya mengikuti teladan abadi ini.
Nabi Muhammad Saw yang agung adalah orang yang unik, dimana dalam melaksanakan risalahnya, begitu baik, sangat cekatan dan cepat dalam keputusannya. Ia adalah orang yang paling toleran, paling dermawan, makan dengan sederhana, dan seperti orang biasa duduk di atas tanah bersama orang lain. Rasulullah Saw memiliki pengaruh yang paling penting, kepribadiannya yang kuat dan sikapnya yang berani memiliki pengaruh yang mendalam dan meluas pada setiap orang. Ucapan dan diammya, keduanya penuh dengan kebijaksanaan dan poin-poin konstruktif. Anas bin Malik mengatakan, "Selama sepuluh tahun saya menemani dan melayani Nabi Allah. Saya bersumpah demi Allah, ia tidak pernah mempermalukan atau mencela siapa pun yang menyakitinya dan menyiksa seseorng karena melakukan sesuatu dan tidak pernah menyalahkan saya."
Kasih sayang Nabi Saw kepada semua manusia sangat terkenal dan hatinya yang lembut milik semua orang. Beliau selalu menanyakan kondisi para sahabatnya dan membesarkan hati mereka. Jika tidak melihat seseorang selama tiga hari, beliau akan bertanya kepada yang lain. Bila ia sedang bepergian, beliau pasti mendoakannya dan ketika berada di rumah, beliau akan menyambanginya. Bahkan musuh-musuh pun tidak luput dari merasakan keluasan kasih sayang Nabi Muhammad Saw.
Dalam perang Badr, Nabi Saw memerintahkan umat Islam untuk menguasai sumur-sumur air daerah itu dan membuat kolam yang berisi air. Ketika musuh mendekati kolam itu untuk menggunakan airnya, Nabi Saw memerintahkan agar tidak ada seorang pun yang mencegah mereka menggunakan air tersebut! Di sisi lain, keadilan Nabi Muhammad Saw di semua bidang pelaksanaan, penetapan undang-undang, moral dan pikirian memiliki keistimewaan yang khas, sehingga tidak terjadi sedikit pun kezaliman bahkan dalam gerakan terkecil dan pelaksanaan dalam memandang manusia. Imam Shadiq as berkata, "Rasulullah Saw juga membagi pandangannya kepada para sahabatnya, dan menjaga keadilan dalam pandangannya ke sini dan ke sana."
Salah satu karakteristik yang melekat pada umat manusia adalah rasionalitas dan berpikir rasional. Nabi Muhammad Saw juga dengan berdasarkan karakter ini, berdasarkan kebijaksanaan dan akal mengajak manusia kepada kebenaran dan, di samping itu, menyusup dalam hati dan benak manusia dengan nasihat yang baik disertai kasih sayang. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw dalam mengajak manusia kepada Allah juga menjadi teladan terbaik. Karena beliau akrab dengan semua tata krama dakwah dan kesuksesan terbesar beliau juga di jalan ini. Umat Islam sekarang, berdasarkan instruksi dari Rasulullah Saw, telah menjadi agama dengan populasi terbesar di dunia dan populasi orang beriman terus meningkat. Kenyataan ini tidak lain dari kesuksesan luar biasa Nabi Saw dalam menyampaikan pesan pembebas ilahi dan melawan penindasan kepada manusia di seluruh dunia.
Tidak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad Saw adalah manusia besar dan pada saat yang sama membesarkan orang-orang yang nanti menjadi besar juga dalam keutamaan dan kesempurnaan dirinya. Beliau adalah pembuat aturan yang bijak, pemimpin yang hebat, penguasa yang adil dan nabi yang bertakwa. Beliau berhasil memunculkan revolusi terbesar di atas bumi.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam hal ini mengatakan, "Allah Swt memberi perintah kepada kita umat Islam untuk menaati Nabi Saw. Ketaatan ini dalam semua aspek kehidupan. Beliau bukan saja ucapan, tetapi dalam perilakunya, dalam gaya hidup dengan orang lemah dan kuat dan dalam semua aspek adalah teladan. Masyarakat Islam kita saat makna hakiki masyarakat Islam telah sempurna ketika kita menyesuaikan perilaku kita dengan Nabi Saw. Bila belum sampai seratus persen menyesuaikan dengan perbuatan beliau, pasti tidak bisa, setidaknya ada kesamaan dengan perilakunya. Jangan sampai yang kehidupan kita berbanding terbalik dengan kehidupan Nabi Saw. Kita harus bergerak di garinys."




























