کمالوندی
Gaya Hidup Nabi Muhammad Saw dalam Keluarga
Karena manusia adalah ciptaan Allah, tentunya rencana terbaik untuk kesempurnaannya adalah rencana yang dibuat oleh Allah. Gaya hidup Nabi Muhammad Saw dalam ucapan, perbuatan dan taqrir (persetujuan) begitu lengkap dan komprehensif sehingga dijadikan hujjah oleh Allah bagi manusia serta semua orang dapat mengatur perilaku, perbuatan dan pemikirannya sesuai dengan gaya hidup ini.
Kita berada dalam peringatan ulang tahun kelahiran Nabi Muhammad al-Musthafa Saw. Muslim Sunni menganggap tanggal 12 Rabiul Awal dan Syiah menyebut tangga 17 bulan ini sebagai hari kelahiran Nabi Saw. Bertahun-tahun yang lalu, Imam Khomeini, Pemimpin Revolusi Islam Iran, yang juga merupakan pendukung persatuan di dunia Islam, menggunakan masalah ini untuk menyatukan dan mendekatkan antara mazhab-mazhab Islam kemudian mengumumkan jarak antara dua tanggal sebagai "Pekan Persatuan" bagi umat Islam. Penempatan pekan persatuan ini menjadi alasan bagi kami untuk mengikuti al-Quran yang memperkenalkan Nabi Muhammad Saw sebagai teladan terbaik, dengan membahas gaya hidup beliau dan meresapi seteguk dari laut tak bertepi rahmat.
Salah satu variabel terpenting para nabi adalah sifat amanat mereka. Karena mereka harus amanat dan jujur dalam mendapatkan dan menyampaikan agama Allah serta menjaga rahasia ilahi. Sifat amanat Nabi Muhammad Saw telah dikenal oleh semua sejak masih remaja dan ciri khas ini berhasil menyiapkan jalan bagi manusia untuk menerima Islam karena hati mereka telah pasrah.
Kejujuran dan amanat Nabi Saw juga menyebabkan kita tidak ragu untuk menjadikan gaya hidupnya sebagai teladan dan menaati ajaran Allah yang disampaikan oleh beliau. Tidak diragukan lagi bahwa membahas bagaimana perilaku dan perbuatan para wali Allah menyebabkan kita terhubungkan dengan sumber pengetahuan ilahi ini dan meraih kebahagiaan duniawi dan ukhrawi.
Karena manusia adalah ciptaan Allah, tentunya rencana terbaik untuk kesempurnaannya adalah rencana yang dibuat oleh Allah. Dalam al-Quran ayat 21 surat al-Ahzab, kepada mereka berharap kepada Allah dan Hari Kiamat, Allah memperkenalkan Nabi Muhammad Saw sebagai teladan kebaikan dan berfirman, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
Gaya hidup Nabi Muhammad Saw dalam ucapan, perbuatan dan taqrir (persetujuan) begitu lengkap dan komprehensif sehingga dijadikan hujjah oleh Allah bagi manusia serta semua orang dapat mengatur perilaku, perbuatan dan pemikirannya sesuai dengan gaya hidup ini. Keagungan akhlak Nabi Saw sedemikian terkenal, sehingga Allah memperkenalkannya sebagai teladan nyata bagi manusia dan bila Allah ingin menunjukkan akhlak-Nya kepada manusia, maka orang yang memiliki kapasitas ini hanya Nabi Muhammad Saw, sehingga sifat akhlak-Nya termanifestasi melaluinya.
Rasulullah Saw membagi waktunya menjadi tiga; sebagian untuk Allah yang diisi dengan ibadah, shalat dan tahajud, sebagian untuk keluarga dengan berbicara dan menciptakan situasi akrab dengan mereka serta menjamin kebutuhan batin dan perasaan mereka serta sebagian lainnya untuk dirinya dan masyarakat juga berusaha menyelesaikan masalah mereka.
Fondasi keluarga kokoh berdasarkan cinta, sebagaimana Allah Swt dalam ayat 21 surat Rum menyebut kehadiran wanita dan pria secara bersama menjadi sumber ketenangan, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."
Dengan kasih sayang dan kecintaan di tengah keluarga, banyak kekurangan yang dapat ditutupi. Hati semakin dekat, harapan dan kepastian muncul serta kegairahan dan kegembiraan mengalir dalam kehidupan berkeluarga. Diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw, "Ketika iman seseorang lebih sempurna, ia akan lebih banyak menyatakan kecintaannya kepada istrinya."
Rasulullah Saw menasihati laki-laki agar memperlakukan istrinya dengan penuh perasaan dan keadilan. Beliau bersabda, "Seseorang yang menikah harus menghormati istrinya. Ketika seorang suami mengatakan kepada istrinya 'Aku mencintaimu', ucapan ini tidak akan pernah keluar dari hatinya."
Cinta dan kecenderungan Nabi Saw kepada Sayidah Khadijah juga telah dicatat dalam sejarah, fakta ini disampaikan oleh Abu Thalib as dalam khutbah akad, "Ia mencintai Khadijah dan Khadijah juga mencintainya." Rasulullah Saw mengetahui kesempurnaan Khadinah dan menilainya layak menjadi istrinya, serta selalu memperlakukannya dengan penuh hormat. Nabi Saw tidak pernah meletakkan seorang wanita pun sejajar dengan Khadijah dan berterima kasih atas pengorbanan dan usahanya. Karena Khadijah menyerahkan semua hartanya tanpa berharap sesuatu, justru bangga dengan apa yang dilakukannya. Khadijah dengan semangat akan membantu penyebaran Islam dan tujuan mulian Nabi Saw.
Nabi Saw menyebut pekerjaan laki-laki di rumah sebagai sedekah. Beliau berkata kepada Imam Ali as, "Wahai Ali! Membantu istri akan menghapus dosa-dosa besar dan menurunkan kemurkaan Allah." Beliau menyebut duduk bersama keluarga lebih dicintai oleh Allah dari itikaf dan ibadah di masjid Madinah. Rasulullah sangat memperhatikan makan bersama keluarga. Beliau bersabda, "Pria yang mempersiapkan taplak meja untuk makan dan memanggil istri dan anaknya kemudian mulai makan dengan menyebut nama Allah lalu mengakhirnya dengan bersyukur kepada Allah, selama taplak meja masih ada dan belum diringkas, Allah tetap menurunkan rahmat dan ampuan-Nya kepada mereka."
Ketika Imam Ali dan Fathimah as meminta kepada Rasulullah agar membagi pekerjaan sehari-hari mereka, Rasulullah Saw berkata, "Pekerjaan di dalam rumah dilakukan oleh Fathimah dan pekerjaan di luar rumah dilakukan Ali." Sekalipun pekerjaan di dalam rumah terkait dengan istri dan pekerjaan di luar rumah dilakukan suami, tapi tidak bermakna bahwa suami tidak boleh membantu di rumah dan selalu berharap istrinya menyiapkan segalanya, bahkan terkadang istri membutuhkan kerja sama dan berpikir bersama, di sini suami harus memahami dan dengan wajah ceria segera membantunya.
Rasulullah Saw berusaha bermain dan memberi hadiah kepada anak-anak demi menggembirakan mereka. Nabi Saw berpesan, "Seseorang yang menggembirakan anak perempuan kecil, sama seperti membebaskan budak dari keturunan Ismail as dan seseorang yang menggembirakan anak laki-laki kecil, sama seperti ia mencucurkan air mata karena takut kepada Allah.
Nabi Saw menilai awal tanggung jawab ayah dan ibu dalam pendidikan agama anak-anak sejak memilih istri dan untuk mendapatkan anak yang baik, pertama beliau menekankan harus memilih istri yang tepat. Tanggung jawab pendidikan anak sedemikian penting sehingga Rasulullah Saw bersabda, "Bila salah satu dari kalian mendidik anak, maka akan sangat baik baginya untuk mengeluarkan sedekah setiap harinya seukuran setengah dari penghasilannya di jalan Allah. Kalian harus memilih nama yang baik bagi anak dan dengan pendidikan yang benar, kalian telah meninggalkan warisan terbaik bagi anak-anakmu."
Menurut al-Quran, derajat tertinggi gaya hidup adalah Hayat Thayyibah atau kehidupan yang baik. Dengan memperhatikan gaya hidup para wali Allah, manusia dapat mencapai derajat Khalifah Allah dan kehidupannya menjadi Hayat Thayyibah. Kehidupan yang bersih dari pengkhianatan dan polusi, dimana dasarnya fokus pada Allah dan upaya mendekatkan diri kepada-Nya. Ungkapan Hayat Thayyibah hanya disebutkan dalam sebuah ayat secara transparan, "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Dalam kondisi ketika Barat berusaha membatasi agama hanya pada kehidupan individu, memperkenalkan agenda komprehensif Islam menjadi masalah yang sangat penting. Islam sebagai agama yang sempurna memiliki program dan agenda untuk seluruh dimensi kehidupan manusia dan gaya hidup Nabi Muhammad Saw sebagai teladan terbaik dan nyata agama ilahi ini dapat menjamin kebahagiaan duniawi dan akhirat semua manusia.
Bila tidak mengikuti jalan yang telah ditempuh Nabi Muhammad Saw, di hari kiamat kita hanya bisa menarik napas panjang penyesalan di Hari Kiamat, mengapa kita tidak mengikuti pribadi agung ini. Sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Quran dalam ayat 27 surat al-Furqan, "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul."
Di akhir artikel ini, kami sekali lagi menyampaikan ucapan selamat atas kelahiran Nabi Muhammad Saw dan mengangkat tangan ke atas berdoa kepada Allah, " Ya Allah! Jadikan kami sebagai umat Nabi Muhammad Saw dan pengikut jalannya. Engkau mengetahui bahwa hati kami penuh dengan cinta kepada Rasul-Mu, tetapkan hidup kami dengan cinta ini dan matikan kami dengan cinta tak berakhir ini. Ya Allah! Beri kesempatan kami dapat memiliki akhlak seperti Rasulullah di dunia dan beri kami taufik untuk dapat melihat wajah penuh berkah beliau di Hari Kiamat."
Maulid Nabi SAW, Momen untuk Perkuat Persatuan Umat Islam
Pada setiap bulan Rabul Awal, umat Islam di berbagai negara memperingati Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi SAW menjadi momen yang tepat untuk memperkokoh persatuan umat Islam dan menyatukan pandangan guna mencari solusi atas beragam persoalan yang dihadapi dunia Islam.
Sejarah Maulid Nabi SAW merupakan perjalanan penting dalam kehidupan Rasulullah SAW dan juga agama Islam. Nabi Muhammad SAW lahir dari ibu bernama Aminah dan ayah bernama Abdullah.
Menurut riwayat, beliau lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal pada tahun pertama sejak peristiwa pasukan penunggang gajah atau 'Amul Fiil atau tahun 571 kalender Romawi.
Dalam riwayat dan literatur sejarah lainnya, Rasulullah Saw lahir pada tanggal 17 Rabiul Awal. Oleh karena itu, Imam Khomeini ra, Pendiri Republik Islam Iran menetapkan rentang waktu antara tanggal 12-17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Islam, yang berpijak pada perbedaan riwayat tentang kelahiran figur suci Nabi Muhammad SAW.
Menandai Pekan Persatuan Islam ini, Republik Islam Iran menggelar Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 di Tehran, Kamis, 14 November 2019.
Konferensi tahunan ini mengusung tema "Persatuan Umat Islam untuk Membela Masjid al-Aqsa".
400 ulama, tokoh politik, cendekiawan dan akademisi dari 90 negara dunia, termasuk Indonesia berpartisipasi dalam konferensi yang membahas itu-isu penting dunia Islam, terutama Palestina itu.
Muhammad, Nama Terbaik dan Paling Populer
Orang tua tentunya akan menyiapkan nama yang terbaik bagi putra dan putrinya. Sebuah laporan menunjukkan bahwa "Muhammad" menjadi nama yang paling populer untuk nama anak laki-laki di sejumlah negara.
Nama Muhammad adalah merujuk kepada Nabi Muhammad SAW. Nama ini mengandung pujian. Nama "Muhamad" berarti "yang dipuji". Karena memang Rasulullah SAW adalah manusia agung dan dipuji oleh seluruh makhluk.
Penulisan nama "Muhammad" ini beragam seperti Mohammad, Mohamed, Muhammad, Muhamed, Mohammet, atau Muhamet dan lain sebagainya. Namun, semua itu tidak mengubah makna dan kandungannya.
Sebelum ini, dilaporkan bahwa "Muhammad" adalah nama paling populer di seluruh dunia. Hal ini disebutkan oleh The Telegraph dalam tajuk utama "Mohammed, The Nation’s (Secret) Favorite Name". Media lainnya menyebutkan bahwa "Muhammad" nama paling populer di antara laki-laki di Inggris.
Di Inggris, sebagian besar bayi perempuan memakai nama "Olivia". Namun, nama yang paling umum digunakan untuk bayi laki-laki adalah "Muhammed". Nama "Muhammad" juga berada di daftar teratas di Amsterdam, Kopenhagen dan Brussels.
Diperkirakan lebih dari 150 juta pria dan anak lelaki memakai nama "Muhammad" di banyak bagian dunia. Meskipun dieja secara berbeda, namun ketiga konsonan mempertahankan tempat yang sama dan tidak berubah, yaitu dari akar triconsonantal "H-M-D".
Umat Islam melihat dalam diri Nabi Muhammad SAW sebuah simbol cinta dan kedamaian, teladan keunggulan dalam semua bidang. Inilah sebabnya mereka berusaha mengikuti petunjuknya dan meneladani Rasulullah SAW.
Orang-orang memilih "Muhammad" untuk nama putranya karena kecintaaan kepada sosok besar Nabi Muhammad Saw dan ingin mencontohnya. Mereka memilih nama itu karena kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW.
Mereka juga percaya bahwa nama itu akan membawa kebahagiaan dan berkah. Mereka ingin mencontoh kejujuran, kepercayaan, cinta, dan perilaku yang baik yang dimiliki Nabi Besar Muhammad SAW.
Pada setiap bulan Rabul Awal, umat Islam memperingati Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mereka mempelajari dan mengkaji sejrah dan kisah beliau dan berusaha untuk meneladaninya
Sejarah Maulid Nabi SAW merupakan perjalanan penting dalam kehidupan Rasulullah SAW dan juga agama Islam. Nabi Muhammad SAW lahir dari ibu bernama Aminah dan ayah bernama Abdullah.
Menurut riwayat, beliau lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal pada tahun pertama sejak peristiwa pasukan penunggang gajah atau 'Amul Fiil atau tahun 571 kalender Romawi.
Dalam riwayat dan literatur sejarah lainnya, Rasulullah Saw lahir pada tanggal 17 Rabiul Awal. Oleh karena itu, Imam Khomeini ra, Pendiri Republik Islam Iran menetapkan rentang waktu antara tanggal 12-17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Islam, yang berpijak pada perbedaan riwayat tentang kelahiran figur suci Nabi Muhammad SAW.
Menandai Pekan Persatuan Islam ini, Republik Islam Iran menggelar Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 di Tehran, Kamis, 14 November 2019. Konferensi ini mengusung tema "Persatuan Umat Islam untuk Membela Masjid al-Aqsa".
400 ulama, tokoh politik, cendekiawan dan akademisi dari 90 negara dunia, termasuk Indonesia berpartisipasi dalam konferensi yang membahas itu-isu penting dunia Islam, terutama Palestina itu.
Balas Israel, Jihad Islam Palestina Gunakan Rudal Baru
Sayap militer Jihad Islam Palestina, Brigade Al Quds mengumumkan penggunaan rudal baru dalam pertempurannya melawan rezim Zionis Israel dua hari terakhir.
Fars News (15/11/2019) melaporkan, Brigade Al Quds, Kamis (14/11) malam mengumumkan, dalam pertempuran dua hari terakhir melawan rezim Israel, kami menggunakan rudal baru.
Media Al Ilam Al Harbi mengabarkan, Brigade Al Quds menayangkan video di situs mereka yang memperlihatkan pejuang Jihad Islam dalam perang dua hari lalu melawan Israel, melancarkan operasi bersandi "Jeritan Pagi" dan untuk pertama kalinya menggunakan rudal Boraq 120.
Sayap militer Jihad Islam mengatakan, rudal baru ini adalah buatan Jihad Islam dan digunakan untuk menyerang distrik Hadera di wilayah pendudukan.
Jihad Islam Palestina dua hari lalu membalas teror terhadap Baha Abu Al Ata yang dilakukan Israel dengan serangan rudal. Serangan itu memaksa Israel menerima syarat gencatan senjata. Dalam pertempuran tersebut, kelompok-kelompok perlawanan Palestina menembakkan lebih dari 400 rudal ke wilayah pendudukan.
Ancaman Kebijakan Sepihak bagi Perekonomian Global
Kelompok BRICS yang terdiri dari lima negara Rusia, Cina, India, Brazil dan Afrika Selatan sebagai kekuatan internasional baru dan dikenal menyusul meluasnya kerja sama finansial dan ekonomi antara anggota serta perubahan di struktur internasional saat ini. Anggota BRICS juga dikenal paling aktif, berpengaruh dan menentukan di kelompok 20.
Brasilia, ibukota Brazil sejak 13-14 November menjadi tuan rumah KTT BRICS, tempat berkumpulnya pemimpin Brazil, Afrika Selatan, Cina, India dan Rusia. KTT BRICS pertama kali digelar tahun 2009 di Rusia. Peningkatan peran BRICS menjadi agenda para pemimpin negara anggota. Berbagai prediksi menunjukkan bahwa ekonomi bersama negara anggota BRICS hingga tahun 2035 akan melampaui kelompok G-7 dan ini indikasi pentingnya BRICS di tingkat ekonomi, perdagangan dan ekonomi internasional.
Oleh karena itu, Amerika sangat menentang kekuatan BRICS yang sama halnya dengan kian kuatnya multilateralisme. Tak hanya itu, Washington juga berupaya untuk tetap mempertahankan hegemoninya di tingkat internasional melalui penerapan kekerasan dan pemaksaan tuntutannya kepada negara lain.
Pendekatan Amerika ini kian mencolok di era pemerintahan Donald Trump, dan salah satu indikasinya adalah meletusnya perang dagang antara negara ini dan Cina telah menuai kritik keras Rusia sebagai salah satu anggota BRICS. Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT Brazil mengatakan, "Tak diragukan lagi di kondisi saat ini, ekonomi dunia semakin terpengaruh metode persaingan tidak adil termasuk sanksi sepihak yang mayoritasnya memiliki motif politik, dan masalah ini mencageh laju ekonomi yang adil bagi berbagai negara dunia."
Statemen Putin ini mengacu pada kebijakan dan sikap dagang Donald Trump yang jelas-jelas menekankan keunggulan Amerika dan keharusan pemerintah lain mengikuti kebijakan Washington serta mengedepankan kepentingan dagang dan ekonomi Amerika.
Trump mengejar kebijakan proteksionisme ekonomi yang sama halnya dengan meningkatkan tarif dan menciptakan beragam pembatasan dengan dalih melindungi industri dalam negeri dan menerapkan sanksi sepihak dengan tujuan menyingkrikan rival dagang Washington.
Sekaitan dengan ini, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev di awal November 2019 memperingatkan, mengejar kebijakan sanksi akan mengakibatkan meletusnya perang dagang yang luas.
Mengingat kondisi ini, negara-negara anggota BRICS telah mengambil langkah yang jelas untuk meningkatkan ekonomi mereka dan mencegah berkurangnya kesejahteraan warganya. Anggota BRICS seraya mengkritik pendekatan sepihak Washington menuntut penerapan sistem dagang multi dan sistematis untuk menjamin perdagangan internasional yang transparan, tanpa diskriminasi, bebas dan komprehensif.
Anggota BRICS seraya menekankan pentingnya menjaga komitmen mereka di bidang perdagangan global, menghendaki perlawanan dihadpaan aksi-aksi dagang diskriminatif, khsusunya langkah dagang Donald Trump. Sekaitan dengan ini, Putin menyatakan, Rusia berencana mempersiapkan program ekonomi khusus dan luas bagi pengembangan kerja sama antar negara-negara anggota BRICS untuk pertemuan mendatang yang dijadwalkan digelar Juli 2020 di kota St. Petersburg.
Rusia meyakini bahwa transformasi internasional dan realita sistem global mendukung arus ke arah sistem multipolar. Sementara Amerika melalui penekanan untuk mempertahankan sistem monopolar dan upaya untuk memainkan peran polisi dunia serta memaksakan kehendaknya termasuk penjatuhan sanksi dan tarif cukai, ingin mengejar tujuan dan ambisinya melalui unilateralisme.
Sekjen Nujaba: Revolusi Islam Iran, Awal Kebangkitan Muslim Dunia
Sekjen Gerakan Al Nujaba Irak menganggap Revolusi Islam Iran sebagai pelopor kebangkitan umat Islam di seluruh penjuru dunia.
IRIB (15/11/2019) melaporkan, Akram Al Kaabi, Kamis (14/11) di sela Konferensi Persatuan Islam ke-33 di Tehran mengatakan, misi yang dibawa Revolusi Islam Iran adalah membela kaum tertindas dan lemah dunia, dan negara-negara poros perlawanan dengan meneladani Revolusi Islam Iran berusaha mewujudkan misi ini.
Akram Al Kaabi juga menyinggung peristiwa terbaru yang melanda Irak dan menuturkan, musuh Islam terutama rezim Zionis Israel tidak akan pernah membiarkan umat Islam hidup tenang.
Menurutnya rakyat Irak memiliki tuntutan-tuntutan yang benar. Rakyat Irak menganggap pemerintah negara ini bagian dari mereka, dan berunjuk rasa memprotes korupsi yang bersumber dari pasukan Amerika Serikat di Irak.
Pasukan Rusia Duduki Pangkalan AS di Suriah
Pasukan Rusia baru-baru ini mendarat di bekas pangkalan militer Amerika Serikat di utara Suriah, dan menguasai kontrol pangkalan tersebut.
Fars News (15/11/2019) melaporkan, stasiun televisi Rusia, Zvezda menayangkan sebuah video yang memperlihatkan pasukan Rusia mendarat di bekas pangkalan militer Amerika di utara Suriah dekat perbatasan Turki.
Dalam video itu terlihat polisi militer Rusia turun dari helikopter Mi-35 di pangkalan militer Amerika dan menguasai kontrol pangkalan tersebut. Peralatan militer dan sejumlah produk buatan Amerika juga diperlihatkan dalam video itu.
Televisi Rusia tidak menyebutkan nama pangkalan militer tersebut, dan hanya menyebut lokasinya di utara Aleppo, di sekitar kota Kobani, dekat perbatasan Turki.
Mengutip sumber militer Rusia, TV Zvezda mengabarkan, pasukan Rusia menggunakan pangkalan militer Amerika ini untuk menyalurkan bantuan kepada warga setempat, dan sekarang pasukan Suriah yang mengontrol bandara pangkalan militer ini.
Menurut situs surat kabar Al Sharq Al Awsat, pasukan Rusia segera merebut kontrol pangkalan militer yang ditinggalkan pasukan Amerika, sehingga mereka tidak menghancurkannya.
Khatib Jumat Tehran: Serang Yaman Berarti Serang Dunia Islam
Khatib Shalat Jumat Tehran menyebut faktor penyebab permasalahan yang dialami masyarakat kawasan adalah infiltrasi kubu arogan dunia. Menurutnya, masyarakat kawasan harus bangkit dan waspada, serta melawan konspirasi dan infiltrasi musuh.
IRIB (15/11/2019) melaporkan, Ayatullah Mohammad Emami Kashani dalam khutbah shalat Jumatnya di Tehran pekan ini menuturkan, orang-orang yang menyerang Yaman dan Palestina serta membombardir rakyatnya, berusaha membinasakan Dunia Islam.
Khatib Jumat Tehran menegaskan bahwa tindakan semacam ini menghina seluruh Dunia Islam, dan merendahkan umat Islam.
"Zionis bukan Yahudi, juga bukan Kristen, mereka adalah anti-Tuhan, anti-kemanusiaan dan anti-semua nilai," imbuhnya.
Ayatullah Kashani menambahkan, Yahudi sendiri melawan Zionis, dan mereka percaya rezim Zionis anti-Tuhan.
Pada saat yang sama Khatib Jumat Tehran menyebut kesadaran rakyat Irak dan perhatian mereka kepada ulama, menyebabkan fitnah gagal.
"Rakyat Irak berhak memprotes melambungnya harga-harga dan buruknya pengelolaan pemerintahan, tapi aksi protes ini tidak boleh dimanfaatkan pihak lain," pungkasnya.
Rahbar: Israel Terhapus, Muslim, Kristen dan Yahudi Berkuasa
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar mengatakan, terhapusnya Israel berarti terhapusnya rezim buatan Zionis, dan berkuasanya pemerintahan terpilih para pemilik asli Palestina baik dari Islam, Kristen maupun Yahudi.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Jumat (15/11/2019) saat bertemu pajabat pemerintah Iran, para tamu peserta Konferensi Persatuan Islam, duta besar negara Muslim dan berbagai lapisan masyarakat menuturkan, musuh Islam, yang dipimpin Amerika Serikat menentang prinsip agama Islam dan semua negara Muslim.
Rahbar menambahkan, senjata utama mereka di kawasan adalah infiltrasi di pusat-pusat sensitif dan pusat pengambilan keputusan, menciptakan perpecahan di antara bangsa-bangsa, dan mengajukan opsi menyerah di hadapan Amerika sebagai solusi masalah. Jalan keluar untuk menghadapi konspirasi ini adalah penyadaran dan perlawanan di jalan kebenaran.
Ayatullah Khamenei menjelaskan tahapan-tahapan persatuan, tahap paling rendah dan paling awal dalam menyatukan Dunia Islam adalah menghindari saling serang dan saling pukul di antara masyarakat, pemerintah, kaum dan mazhab Islam, dan bersatu melawan musuh bersama.
Ia menerangkan, pada tahap yang lebih tinggi, negara-negara Muslim harus bersinergi di bidang ilmu pengetahuan, kekayaan, keamanan dan kekuatan politik demi mencapai peradaban baru Islam, dan tujuan Iran juga sama yaitu mencapai peradaban baru Islam.
Menurut Rahbar, musibah-musibah yang menimpa Dunia Islam termasuk pendudukan Palestina dan perang berdarah di Yaman, Asia Barat dan Afrika Utara diakibatkan oleh tidak adanya komitmen atas prinsip menghindari konflik, dan tidak adanya persatuan melawan musuh bersama.
"Hari ini musibah terbesar Dunia Islam adalah pendudukan Palestina, sebuah bangsa yang terasing dari rumah dan tanah airnya sendiri," imbuhnya.
Terkait upaya musuh menyimpangkan makna penegasan Imam Khomeini dan pejabat pemerintah Islam tentang penghapusan Israel, Rahbar mengatakan, kami adalah pendukung Palestina, kemerdekaan dan keselamatannya, penghapusan Israel bukan berarti penghapusan rakyat Yahudi, karena kami tidak mempermasalahkan mereka, di negara kamipun tinggal sekelompok warga Yahudi dalam keamanan penuh.
Ayatullah Khamenei menegaskan, rakyat Palestina baik Muslim, Kristen maupun Yahudi yang merupakan pemilik asli tanah air mereka, harus bisa memilih pemerintahannya sendiri, dan pihak asing, perusuh serta pengacau seperti Benjamin Netanyahu harus diusir, sehingga bangsa Palestina bisa mengelola negaranya sendiri, dan ini akan segera terwujud.
Rahbar menilai tanggung jawab para intelektual dan ulama Dunia Islam sangat penting dan mengatakan, kalian harus membela kebenaran dengan segenap kekuatan, jangan takut musuh, ketahuilah Dunia Islam dengan bantuan Ilahi tidak lama lagi akan menyaksikan cita-citanya terwujud.
Cara Al-Quran Mengajak Manusia Berbuat Baik
Sebenarnya perbuatan buruk itu dilakukan karena banyak waktu luang. Jika kita sibuk untuk berbuat baik, tidak ada waktu tersisa untuk melakukan hal-hal yang tercela.
Kualitas manusia dinilai dari perbuatannya. Wajah yang elok, kekayaan yang berlimpah dan jabatan tinggi tidak sedikitpun menambah kemuliaan seseorang di mata Allah. Ketenangan hati seseorang juga bergantung pada amal perbuatannya. Karena itu, Allah memberi perhatian lebih pada perintah untuk berbuat baik. Bahkan, Allah mempunyai cara yang indah untuk memotivasi seseorang agar selalu berbuat baik. Sampai tak ada lagi alasan seseorang untuk tidak berbuat baik.
Bagaimana cara Allah mengajak manusia berbuat baik?
Sebenarnya perbuatan buruk itu dilakukan karena banyak waktu luang. Jika kita sibuk untuk berbuat baik, tidak ada waktu tersisa untuk melakukan hal-hal yang tercela. Munculnya fitnah, mencari kesalahan orang lain, saling menjatuhkan satu sama lainnya, serta berbagai konflik yang terjadi adalah karena tidak ada motivasi untuk berbuat baik. Mari kita lihat, bagaimana cara Al-Qur’an sebagai Kitab Motivasi terbaik mengajak kita untuk selalu berbuat baik.
1. Ingat kebaikan yang kita terima dari Allah!
وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ
“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu”
(Al-Qashas: 77)
Cara pertama, Allah menggugah hati kita untuk berbuat baik dengan mengingat, bahwa setiap hari Allah selalu mencurahkan kebaikan untuk kita.
Sejak mata ini terbuka di pagi hari, Allah telah memberi kebaikan berupa udara yang segar, kekuatan untuk bangun, kemampuan untuk melihat dan semua pemberian yang mustahil dapat kita hitung.
“Jika tidak ada perintah atau larangan dari Allah, kita tetap wajib untuk menyembahnya sebagai rasa syukur atas apa yang telah Allah berikan, begitulah kata mutiara dari Imam Ali bin Abi tholib.”
اذْكُرُواْ نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ
“Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku Berikan kepadamu” (Al-Baqarah: 122)
Sayangnya, manusia sering melupakan kebaikan yang selalu Allah berikan padanya dan benar-benar mengingkari atas segala kenikmatan yang ia dapati secara gratis. Dalam Hadist Qudsi, Allah berfirman:
“Aku yang Menciptakan tapi kau menyembah selain-Ku. Aku yang selalu meberi (kebaikan) kepadamu namun kau berterima kasih pada selain-Ku. Kebaikan-Ku selalu turun kepadamu, sementara keburukanmu selalu naik kepada-Ku.”
Cara efektif untuk mencegah diri dari perbuatan buruk adalah dengan banyak bersyukur dan mengingat kebaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita renungkan berapa banyak kebaikan yang telah kita terima setiap hari. Kita ingat satu demi satu nikmat yang takkan mampu kita syukuri selamanya.
Coba bayangkan, di saat membuka mata esok hari, tiba-tiba pemberian Allah telah dicabut. Mata kita tak bisa melihat lagi, ingatan seketika hilang dan tubuh pun tak dapat digerakkan.
Jika kita sering merenungkan kenikmatan ini, masihkah kita bernafsu untuk menyakiti orang lain? Bukankah kita sering melihat seorang yang sehat di sore harinya tiba-tiba lumpuh pada keesokan harinya?
2. Kebaikan itu berada dengan keburukan
Cara kedua, Allah menekankan bahwa kebaikan itu jauh berbeda dengan keburukan. Sekecil apapun kebaikan itu, tetaplah jauh di atas keburukan. Seperti dalam Firman-Nya:
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik” (Fussilat: 34)
Walau terkadang keburukan itu tampak indah di mata, begitu menarik hati, tetaplah kebaikan jauh lebih baik. Bahkan kebaikan sekecil apapun tetaplah kebaikan dan keburukan sebanyak apapun tetaplah buruk.
قُل لاَّ يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ فَاتَّقُواْ اللّهَ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu” (Al-Ma’idah: 100)
3. Allah menjanjikan balasan yang lebih besar
Cara ketiga, Kita tidak hanya disuruh untuk mengingat kebaikan Allah dan meyakini: bahwa kebaikan tidak sama dengan keburukan tapi Allah juga menjanjikan sesuatu untuk memotivasi seseorang agar selalu berbuat baik.
مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِّنْهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Al-Qashas: 84)
Kebaikan yang kita lakukan tidak akan menguap hilang sia-sia. Allah berjanji bagi siapa yang mau berbuat baik, dia akan membalasnya dengan yang lebih baik. Dan kalimat “lebih baik” apabila bersumber dari Allah, sungguh kita tak akan mampu membayangkannya.
4. Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda!
Suatu hari ketika turun firman Allah,
مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِّنْهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu.” (Al-Qashas: 84)
Rasulullah berdoa kepada Allah, “Ya Allah, tambahlah (balasannya)”.
Rasul meminta tambahan untuk umatnya agar mendapat balasan yang lebih banyak ketika berbuat kebaikan. Allah mengabulkan doa Rasulullah dengan firman-Nya:
مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
“Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya.” (Al-An’am: 160)
Rasulullah berdoa kembali, “Ya Allah, tambahlah (balasannya)”.
Allah mengabulkannya lagi dengan firman-Nya,
مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللّهَ قَرْضاً حَسَناً فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافاً كَثِيرَةً
“Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah Melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak.” (Al-Baqarah: 245)
Mendengar ayat ini Rasulullah merasa cukup dan berkomentar bahwa “banyak” di sisi Allah tidak terbatas dan tidak dapat dihitung lagi.
5. Orang yang berbuat baik adalah kekasih Allah!
Cara kelima, jika balasan yang berlipat itu belum cukup, Allah punya janji lain yang lebih agung dari balasan kebaikan yang berlipat ganda. Seorang yang mau berbuat baik, Allah akan jadikan dia kekasih-Nya. Sesuai firman-Nya,
وَأَحْسِنُوَاْ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Sungguh, Allah Mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Baqarah: 195)
Budak mana yang tidak ingin dicintai oleh Tuhannya? Hamba mana yang tidak ingin menjadi kekasih Tuhan-Nya?
Layaknya seorang kekasih, pasti dia akan menyayangi, melindungi dan membahagiakan kekasihnya. Maha Suci Allah dari segala contoh. Namun kali ini kita tidak lagi membicarakan tentang bilangan ganjaran Allah atas perbuatan baik menusia. Lebih dari itu, perbuatan baik kita lakukan bisa mengantarkan kita menuju maqamkekasih-Nya.
6. Allah bersama orang-orang yang berbuat baik!
Cara keenam, kekasih mungkin tak selalu bersama. Bagi seorang yang mau berbuat baik, Allah menjanjikan posisi yang lebih tinggi dari seorang kekasih. Allah berjanji kepada seorang yang selalu berbuat baik bahwa Allah selalu menyertainya. Allah selalu bersamanya.
وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (al-Ankabut: 69)
Selalu bersama Allah adalah posisi yang amat agung di atas orang yang dicintai Allah. Lihatlah ketika Musa diperintahkan untuk pergi menghadapi Fir’aun. Nabi Musa merasa khawatir saat akan menghadapi Fir’aun karena dia adalah raja yang terkenal dengan kebengisannya.
Musa sangat mengetahui kejahatan dan kebengisan Fir’aun karena dia tinggal bersamanya sejak kecil. Namun kekhawatiran itu segera sirna karena Allah berjanji akan selalu bersama Musa. Fir’aun yang kejam itu tampak lebih kecil jika Allah menyertai hamba-Nya.
قَالَ لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى
Dia (Allah) Berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku Mendengar dan Melihat.”(Thaha: 46)
Sama halnya ketika Bani Israil takut pasukan Fir’aun dapat menyusul mereka ketika telah sampai di depan lautan.
Nabi Musa menenangkan mereka dengan berkata,
قَالَ كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhan-ku bersamaku, Dia akan Memberi petunjuk kepadaku.” (As-Syuara: 62)
Bersama Allah adalah posisi yang amat tinggi. Bukankah ketika Rasulullah saw berada di gua dalam keadaan genting, beliau selalu tenang karena Allah selalu bersamanya?
لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا
“Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (At-Taubah: 40)
7. Allah menjanjikan kabar gembira!
Cara ketujuh, pada puncaknya Allah swt memberikan kebar gembira kepada mereka yang selalu berbuat baik. Jika kita telah menerima kabar baik dari Allah, Tidak ada lagi yang perlu ditakuti dan dikhawatirkan.
وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Hajj: 37)
Orang semacam ini sudah berada di surga sebelum mereka memasuki surga. Karena hati mereka selalu gembira, tak pernah gelisah dan takut. Karena hati itu selalu dipenuhi dengan kabar gembira dari Allah swt.
Apakah semua janji Allah ini hanya untuk di Alam Akhirat?
Islam tidak datang hanya untuk menjanjikan balasan di akhirat. Islam datang untuk menata kehidupan dunia dan akhirat manusia. Orang yang berbuat baik akan dibalas oleh Allah di dunia sebelum nanti di akhirat.
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami Berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 97)
Di dalam ayat itu Allah jelas menjanjikan balasan di dunia dengan kehidupan yang baik di dunia sebelum balasan yang lebih besar di akhirat. Memang kita selalu menghitung kebaikan Allah dengan hitungan materi. Padahal banyak pemberian Allah yang lebih mahal dari itu.
Ada seorang selama 40 tahun selalu berdoa untuk diberi kekayaan namun tidak juga terkabul. Sebenarnya bukan karena Allah tidak ingin mengabulkan sesuatu yang baik untuk hambanya. Seperti seorang ibu yang tidak memberi makanan tertentu pada anaknya yang sedang sakit, bukan karena tidak sayang namun karena ibunya tau makanan itu akan membuat anaknya semakin sakit.
Saat kita berdoa meminta sesuatu seperti harta dari Allah, kita merasa doa itu tidak terkabul karena harta yang kita minta tak kunjung datang. Padahal, bisa saja doa itu Allah kabulkan dengan kebaikan-kebaikan lainnya seperti menghindarkan bahaya dari kita.
Andai Allah memberikan apa yang kita minta sementara bencana itu tetap datang, maka semua harta yang kita miliki akan habis tak bersisa. Bahkan kita bisa lebih sengsara karena bencana tersebut.
Berbagai bencana yang Allah hindarkan ini tidak pernah masuk dalam logika materi kita. Padahal itu lebih mahal dari sekedar harta.
Padahal yang kita dapat di dunia adalah berupa kemudahan dalam setiap urusan, kesehatan, harta dan hal-hal yang mungkin tak pernah kita sadari bahwa itu adalah hasil dari kebaikan kita.
8. Kebaikan itu untuk diri kita sendiri
Cara kedelapan, ini adalah cara terakhir yang membuat seseorang tidak bisa mencari alasan lagi untuk tidak berbuat baik.
Seorang yang berakal pasti mencintai dirinya. Seorang yang mencintai dirinya pasti ingin selalu berbuat baik untuk dirinya sendiri. Sedangkan Allah telah menjelaskan bahwa perbuatan baik yang kita lakukan untuk orang lain juga akan bermanfaat untuk diri kita sendiri. Kebaikan yang kita berikan akan kembali pada diri kita sendiri.
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.” (QS.Al-Isra’: 7)
Untuk mengakhiri kajian ini, ada hal yang unik di dalam ayat-ayat yang disebutkan di atas. Dalam ayat-ayat itu Allah selalu menyebutkan “siapa yang datang dengan membawa kebaikan maka..”, seperti ayat berikut,
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
“Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya.” (al-An’am: 160)
Ayat-ayat itu sering menggunakan kata (مَنْ جَاءَ) “siapa yang datang” bukan “siapa yang melakukan kebaikan..”.Mengapa demikian?
Karena kebaikan yang kita lakukan bisa saja habis sebelum kita bertemu dengan Allah swt. Berapa banyak kebaikan yang kita lakukan terbakar sia-sia oleh dosa-dosa?
Siapa yang datang membawa kebaikan adalah siapa yang bisa menjaga kebaikannya agar tidak hangus terbakar oleh dosa-dosa selama di dunia, maka dia layak mendapat ganjarannya di dunia maupun di akhirat kelak.
Sering kita membangun surga dengan dzikir, beramal, berpuasa ataupun bersedekah. Namun semua itu kita hancurkan dalam sekejap dengan mengungkit-ngungkit atau menyakiti hati orang yang menerima. Oleh karenanya, jagalah kebaikan itu agar tetap hidup hingga kita datang kepada Allah swt dengan sifat-Nya yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kebaikan-kebaikan benih yang kita tanam. Kita tidak cukup hanya menabur benih dan menunggu hasilnya. Benih itu perlu disiram, dijaga dan diberi pupuk agar tumbuh dan berubah. Begitu pula perbuatan baik. Tak cukup hanya beramal, kita harus menjaga perbuatan itu dimulai dari,
Niatnya
Cara melakukannya (sesuai dengan ketentuan Allah)
Menjaganya dari Riya’, ujub, mengungkit-ungkit atau menyakiti orang lain.
Jangan sampai amal yang kita lakukan habis tak bersisa seperti firman Allah swt,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).” (al-Baqarah: 264)
وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا
“Dan kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang bertentangan.” (al-Furqan: 23).
Sumber: Buku “25 Hidangan dari Al-Quran”




























