کمالوندی
Ayatullah Khatami: Bangsa Iran Tidak akan Berunding di Bawah Tekanan
Khatib shalat Jumat Tehran mengatakan, negosiasi dengan Amerika Serikat tidak membawa manfaat dan bangsa Iran tidak akan berunding di bawah represi ekonomi.
Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, khatib shalat Jumat Tehran menekankan bahwa AS akan mengubur impiannya berunding dengan Iran, dan menjelaskan, para pemimpin Amerika dan trioka Trump, Bolton dan Pompeo tidak jujur serta klaim kesiapan Washington berunding dengan Tehran sebuah kebohongan besar, karena langkah Trump menyeret Iran ke meja perundingan menjelang pemilu hanya untuk meraih suara.
Khatib shalat Jumat Tehran menjelaskan bahwa Iran tidak akan mengulangi pengalaman negosiasi nuklir sebelumnya, dan menambahkan, arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam atau Rahbar, Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo sangat bijaksana dan cerdik .
Ayatullah Khatami juga mengatakan, klaim Trump bahwa AS tidak berencana mengubah pemerintahan Islam Iran sebuah kebohongan besar, karena selama 40 tahun lalu seluruh presiden Amerika gagal melakukan tindakan anti Republik Islam Iran.
Khatib shalat Jumat Tehran di khutbahnya juga menyinggung genosia Al Saud di Yaman dan mengatakan, di manapun nama pembantaian dan perampokan muncul, naman Arab Saudi akan terlihat dan rezim ini dengan menghancurkan infrastruktur Yaman telah merenggut nyawa ribuan anak-anak dan perempuan tak berdosa.
Ayatullah Khatami saat merespon dukungan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) kepada Dewan Transisi Militer Sudan dalam membantai para demonstran menambahkan, eksekusi para oposisi Arab Saudi termasuk anak-anak juga menunjukkan watak jahat dan haus darah Al Saud.
Kritik Eropa terhadap AS dan Nasib Implementasi JCPOA
Keputusan Amerika Serikat keluar dari JCPOA pada Mei 2018 dan pemberlakuan kembali sanksi nuklir terhadap Iran memicu gelombang kecaman luas dari negara-negara dunia, termasuk yang terbaru disampaikan Swedia dan Rusia.
"Apa yang telah dilakukan orang Amerika sangat menghancurkan," kata Menteri Luar Negeri Swedia, Margot Wallström menyikapi dampak destruktif keluarnya AS dari JCPOA. Dia juga menekankan urgensi JCPOA yang selama ini relatif bisa meredam timbulnya berbagai masalah besar di kancah internasional.
Dari perspektif Swedia, tindakan Presiden AS Donald Trump dalam masalah JCPOA pada dasarnya mempertanyakan kredibilitas Washington dalam kepatuhan terhadap komitmen dan perjanjian internasional. Menurut Wallstrom, masalah tersebut akan menurunkan kredibilitas Amerika Serikat sebagai mitra untuk perjanjian baru dengan pihak manapun.
Pada dasarnya, salah satu atribut utama kebijakan luar negeri pemerintah Trump adalah penarikan negaranya dari perjanjian internasional semacam JCPOA. Di bawah kepemimpinan Trump, AS tidak mempercayai satupun perjanjian dan aturan multilateral, dan terus melanjutkan pendekatan unilateralismenya demi mewujudkan kepentingannya. Mengenai kesepakatan nuklir antara kelompok 5+1 dan Iran, Trump mengklaim perjanjian tersebut tidak mengakomodasi kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya, terutama rezim Zionis.
Pada prinsipnya tujuan utama Trump keluar dari JCPOA untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran, dan menciptakan pembatasan ketat terhadap program nuklir damai Iran, dan akhirnya akan mengakhiri program tersebut yang sejalan dengan tuntutan rezim Zionis.
Tuntutan tersebut diumumkan pada Mei 2018 oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dalam bentuk 12 poin tuntutan terhadap Iran, termasuk penghentian total program nuklir dan program rudal serta perubahan kebijakan regional Iran. Pada akhirnya, Washington menginginkan Iran bertekuk lutut terhadap terhadap Amerika Serikat. Tentu saja masalah ini segera ditolak oleh Tehran, karena bertentangan dengan independensi, martabat bangsa dan identitas nasional Iran.
Pada saat yang sama, anggota kelompok 4+1, terutama Rusia dan Cina terus menekankan perlunya mempertahankan perjanjian nuklir JCPOA. Dalam hal ini, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat, 14 Juni, di sela-sela KTT Shanghai mengkritik pendekatan AS terhadap perjanjian nuklir Iran dengan mengatakan bahwa Moskow melakukan segalanya untuk menjaga semuanya tetap berjalan. Putin memperingatkan mengatakan, "Penarikan Amerika Serikat secara sepihak dari perjanjian nuklir Iran bisa menghancurkan secara total rezim non-proliferasi nuklir dan senjata pemusnah massal."
PIhak Eropa yang terdiri dari Troika Eropa yaitu Jerman, Prancis dan Inggris, bersama Uni Eropa, meskipun menginginkan berlanjutnya JCPOA, tapi hingga kini belum mengambil langkah maju yang signifikan dalam implementasi perjanjian nuklir internasional itu.
Sejatinya, jika kekuatan internasional benar-benar menghendaki berlanjutnya JCPOA, maka harus menolak intimidasi Washington dan membela hak-hak legal Iran. Apalagi, Tehran telah menegaskan bahwa Iran akan tetap berada di JCPOA, selama kepentingannya terjamin, terutama dari masalah pengaruh sanksi ilegal AS.
Profesor Jepang: Abe Lakukan Apapun agar Iran-AS Berunding
Profesor bidang manajemen kebijakan, Universitas Keio, Jepang yang bekerja di Woodrow Wilson International Center for Scholars, Washington, Amerika Serikat menilai tujuan lawatan Perdana Menteri Jepang ke Iran adalah untuk meyakinkan Iran dan Amerika agar memulai dialog guna menyelesaikan konflik serta menurunkan ketegangan.
Surat kabar Cina, The Global Times, Kamis (13/6/2019) melaporkan, Profesor Toshihiro Nakayama mengatakan, kunjungan PM Jepang, Abe Shinzo ke Iran adalah sebuah langkah berani karena Jepang dari satu sisi merupakan sekutu keamanan Amerika, di sisi lain menjalin hubungan yang baik dengan Iran, oleh karena itu Tokyo bisa memainkan peran penting menurunkan ketegangan dua negara.
Ia menambahkan, bagi Jepang, kawasan Asia Barat (Timur Tengah) dan stabilitas serta keamanannya sangat penting, pasalnya sebagian besar kebutuhan energi negara itu dipasok dari wilayah ini.
Sementara itu Direktur Penelitian Luar Negeri dan Keamanan Nasional di Institut Canon untuk Studi Global sekaligus Profesor Tamu di Universitas Ritsumeikan, Jepang, Kunihiko Miyake mengatakan, PM Jepang akan melakukan apapun agar Iran dan Amerika mau berdialog dan berunding.
Hamas Minta Anggota Liga Arab tak Hadir di Bahrain
Juru bicara gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas meminta Liga Arab agar memerintahkan anggota untuk tidak hadir dalam konferensi ekonomi Bahrain yang diselenggarakan dalam kerangka proyek Amerika Serikat, "Kesepakatan Abad".
Kantor berita Sputnik (13/6/2019) melaporkan, Jubir Hamas, Hazem Qasim mengatakan, ikut serta dalam konferensi ekonomi Bahrain bertolak belakang dengan keputusan dan kebijakan Liga Arab terkait Palestina.
Menurut Hazem Qasim, penolakan beberapa negara Arab untuk menghadiri konferensi ekonomi Bahrain menjadi bukti bahwa mereka masih menjaga komitmen pada identitas Arab dan nasional terkait masalah Palestina sebagai masalah utama bangsa Arab.
Konferensi ekonomi Bahrain rencananya akan diselenggarakan di Manama pada 25-26 Juni 2019 untuk menarik investasi di wilayah pendudukan dengan dalih memperbaiki kondisi ekonomi rakyat Palestina.
Memerangi Islamphobia, Perempuan Sedunia Pakai Hijab
Hari Jilbab Sedunia, yang dimulai pada 2013 untuk mendorong perempuan dari semua agama dan latar belakang untuk mengenakan jilbab dalam mendukung perempuan Muslim, dirayakan pada Jumat.
Pada 2017, Hari Hijab Sedunia menjadi organisasi nirlaba, dengan misi untuk memerangi diskriminasi terhadap perempuan Muslim melalui kesadaran dan pendidikan.
Menurut pernyataan dari LSM pendiri acara tahunan itu, moto untuk Hari Hijab Sedunia (WHD) 2019 adalah "Mematahkan Stereotip, Menghapuskan Batas" dengan mengusung tagar #FreeInHijab.
"#FreeInHijab adalah tagar yang sangat dibutuhkan untuk situasi global kita saat ini, di mana perempuan berjilbab diberi label oleh media sebagai kaum tertindas dan secara simbolis dipenjara," kata Nazma Khan kepada Anadolu Agency dalam wawancara eksklusif menjelang peluncuran kampanye.
Sementara itu, ribuan perempuan memakai hijab selama Bulan Suci Ramadhan untuk meningkatkan kesadaran mengenai penutup kepala buat perempuan dan mendidik orang mengenai memerangi Islamfobia, kata pendiri World Hijab Day Organization.
Dari Belarusia, Brazil, Kanada, Jerman, Malaysia, Selandia Baru, Inggris sampai AS dan di belahan lain dunia, perempuan ikut dalam Tantangan Ramadan kelompok tersebut untuk tahun kedua berturut-turut, kata Nazma Khan kepada Kantor Berita Turki, Anadolu.
"Dengan mengundang perempuan dari berbagai kepercayaan dan latar-belakang untuk memakai hijab, itu menormalkan hijab," katanya. "Jadi, itu tidak lagi menjadi sesuatu yang tetap 'tak diketahui' yang sebagian orang mungkin tak takut atau memandangnya sebagai ancaman."
Tapi sebagian perempuan telah sangat terinspirasi sehingga mereka telah menerima tantangan itu dan bahkan bertindak lebih jauh dan memutuskan untuk berpuasa selama 29 atau 30 hari sebagaimana diwajibkan dalam Agama Islam.
Menggunakan hijab
"Buat saya, ikut dalam tantangan memakai hijab selama 30 hari dan berpuasa adalah sebelum kita menilai seseorang kita harus memahami proses berpikir, tantangan dan pengalamannya," kata Duta Besar Hari Hijab Dunia Ashley Pearson kepada Anadolu yang dikutip Parstoday dari Antara, Senin (03/06).
"Saya ingin mempelajari bagaimana rasanya buat orang lain dan memahami apa yang mereka hadapi," kata Pearson, yang tinggal di Arkansas.
Pearson bahkan datang ke satu masjid lokal dan berteman. Ia bergabung dengan mereka selama berbuka puasa, atau iftar, dan menikmati mempelajari kebudayaan Islam.
"Saya puasa selama Tantangan Ramadan, dan sejauh ini saya kira itu baik buat saya," kata Pearson pada hari ke-15 Ramadan.
"Itu mungkin menjadi agak sulit, tapi itu dapat benar-benar mengajarkan kamu disiplin diri sendiri."
"Banyak perempuan mengeluh bahwa ini penindasan, tapi saya tidak setuju sepenuhnya. Saya memandang hijab sebagai kebebasan, pembebasan," kata Siobhan Welch.
"Saya memiliki kendali mengenai siapa yang memandang saya, berapa sering mereka melihat saya. Saya memiliki kekuasaan atas tubuh saya, bukan orang lain."
"Berhenti dan berpikir sebentar sebelum kamu menghakimi saya," kata perempuan yang berusia 47 tahun tersebut kepada Anadolu Agency. "Saya telah memakai hijab setiap hari selama lebih (dari empat) tahun sekarang. Ini bukan cuma perintah agama, sebab itu diharuskan oleh agama saya. Tapi saya merasa bahwa melakukannya memperlihatkan penghormatan, cinta, kerendahan hati di hadapan Tuhan."
Sania Rukhsar Zaheerudin, mahasiswi Muslimah medis yang berusia 25 tahun yang biasanya tidak memakai hijab, ikut dalam tantangan itu dan memandangnya dengan cara yang persis sama.
"Di dunia tempat Islamphobia ada, ini seperti alat kekuatan buat perempuan Muslimah. Ini membantu kita menjadi lebih yakin, memberi kita pendapat secara global, menghilangkan ketakutan tidak diterima di masyarakat," katanya.
"Perempuan Muslimah kadangkala diproyeksikan sebagai tertindas, tertekan dan direndahkan oleh dunia zaman modern. Dan karena konsep Islamphobia menyebar seperti kebakaran hutan, penting buat kita, perempuan Muslimah, merasa sama dengan yang lain," ia menambahkan.
Mengapa Zionis Tingkatkan Penyerbuan ke Masjid Al Aqsa ?
Di tengah berbagai kegagalannya menghadapi gerakan perlawanan Palestina, rezim Zionis Israel meningkatkan aksi penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa selama beberapa bulan terakhir.
Lebih dari 1.200 orang pemukim Zionis dengan bantuan tentara Israel selama beberapa hari terakhir memasuki Masjid Al-Aqsa. Tindakan ini memicu perlawanan dari orang-orang Palestina yang hendak menunaikan shalat di tempat suci itu.
Polisi Israel menyerang warga Palestina dengan gas air mata dan peluru plastik, yang melukai setidaknya 45 warga Palestina.
Para analis politik menyoroti eskalasi penyerbuan pemukim Zionis ke masjid Al-Aqsa yang dipandang penting, karena beberapa faktor. Pertama, penyerbuan pemukim Zionis ke masjid Al-Aqsa tersebut mengalami tren kenaikan yang signifikan selama beberapa bulan terakhir.
Pada bulan Maret 2019, lebih dari 2.000 pemukiman Zionis menyerbu masjid Al Aqsa. Serangan itu dilakukan dengan dukungan militer Israel. Oleh karena itu, serangan terhadap masjid al-Aqsa bukanlah tindakan spontan oleh para pemukim distrik Zionis saja, tetapi tindakan terencana dan terarah dengan komando Tel Aviv.
orang-orang Palestina yang akan menunaikan shalat berjamaah di masjid Al Aqsa
Kedua, serangan terhadap masjid al-Aqsa adalah pelanggaran yang jelas terhadap hak beragama dan beribadah orang-orang Palestina yang memanfaatkan bulan suci Ramadhan untuk beribadah di masjid Al-Aqsa.
Ketiga, serangan baru-baru ini terhadap masjid al-Aqsa dilakukan di saat rezim Zionis tidak diperbolehkan memberikan izin bagi pemukim distrik Zionis untuk memasuki masjid al-Aqsa selama 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan berdasarkan perjanjian yang disepakati gena kubu Palestina.
Tapi faktanya, perjanjian tersebut dilanggar tahun ini yang menyebabkan konflik antara jamaah Palestina dan tentara Israel.
Situs berita France 24 melaporkan, konflik dimulai ketika Israel melanggar perjanjian untuk melarang non-Muslim memasuki masjid al-Aqsa selama 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan, dan mereka mencoba memasuki tempat suci umta Islam itu dengan dukungan tentara Israel..
Sementara itu, Kepala Masjid al-Aqsa Sheikh Omar al-Kaswani juga mengatakan bahwa rezim Zionis telah melanggar perjanjian antara kedua belah pihak dengan mengizinkan pemukim Zionis memasuki masjid al-Aqsa.
Poin terakhir adalah bahwa komunitas internasional terutama negara yang selama ini mengklaim sebagai pengusung hak asasi manusia bersikap pasif dalam menyikapi penistaan terhadap masjid al-Aqsa oleh Zionis, sebagaimana ketidakperdulian mereka terhadap berlanjutnya kejahatan yang dilakukan rezim Zionis terhadap Palestina.
Sikap pasif publik internasional mendorong rezim Zionis secara arogan melanjutkan kejahatannya terhadap Palestina.
Detik-detik Perpisahan dengan Imam Khomeini
Imam Khomeini sebelum wafat 30 tahun lalu, dan ranjang serta peralatan lain di ruangan yang ditempati oleh Bapak Pendiri Republik Islam Iran ini di rumah sakit jantung, Jamaran Tehran.
Selain menunaikan shalat, Imam Khomeini sangat mengutamakan membaca al-Quran meskipun kondisi fisiknya tidak memadai. Bahkan menjelang akhir hayatnya beliau masih menyempatkan untuk membaca al-Quran.
Ranjang, al-Quran, tongkat dan beberapa peralatan medis di ruangan tempat Imam Khomeini dirawat di rumah sakit jantung Jamaran Tehran.
Rahbar:Ideologi dan Jalan Imam Khomeini semakin Mempesona bangsa Dunia
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Selasa sore (04/06) di depan warga yang hadir di komplek makam Imam Khomeini menyebut rahasia pesona menakjubkan Imam adalah spesifikasi kepribadian dan berkah Ilahi yang dimilikinya.
Seraya menjelaskan dimensi dan komponen jalan serta logika muqawama sebagai pelajaran besar Imam bagi rakyat dan pejabat, Rahbar menegaskan, ideologi dan jalan ini setiap hari semakin mempesona bangsa dunia.
Haul Imam Khomeini ke-30
Menurut laporan kantor penerangan Rahbar, Ayatullah Khamenei menerima keputusan besar di percakapan ke-30 haul Imam Khomeini dan pawai akbar warga di hari ini.
"Hari Quds sedunia digelar di lebih dari 100 negara dunia baik dengan pawai juga acara lainnya, dan ini menunjukkan 40 tahun setelah langkah Imam Khomeini menentukan hari Jumat terakhir bulan Ramadhan sebagai hari Quds sedunia, pengaruh dan daya terik dia tetap menggerakkan berbagai bangsa," tambah Rahbar.
Ayatullah Khamenei menilai alasan sambutan bangsa dunia atas jalan Imam Khomeini yakni muqawama adalah daya tarik esensial jalan ini. “Di proses ini, Republik Islam Iran tidak pernah memaksakan kepada bangsa lain, sama seperti penyelenggaraan acara atau pawai hari Quds sedunia tahun ini di lebih dari 100 negara dunia juga digelar atas pilihan bangsa itu sendiri,” tambah Rahbar.
Rahbar menyebut muqawama sebagai kalimat umum dan diterima seluruh bangsa di Asia Barat dan mengingatkan, namun begitu sejumlah pihak tidak berani terlibat di lapangan, tapi ada juga yang dengan berani masuk ke medan.
Ayatullah Khamenei juga menyebut front muqawama saat ini semakin kuat dan menambahkan, kekalahan Amerika di Lebanon, Irak, Suriah dan Palestina mewakili kekuatan front muqawama.
Seraya mengisyaratkan data resmi yang mengindikasikan anjloknya ekonomi Amerika dan menurunnya pengaruh Washington di ekonomi global, Rahbar mengingatkan, kekuatan Amerika di bidang politik juga menurun di mana pemilihan sosok dengan karakteristik Donald Trump merupakan indikasi paling nyata dan terbaik bagi menurunnya politik Amerika.
“Penyerahan nasib lebih dari 300 juta warga Amerika kepada sosok yang sangat diragukan atas keseimbangan pikiran, kejiwaan dan moral merupakan bukti nyata bagi kemunduran politik dan moral Amerika,” papar Rahbar.
Rahbar juga menyebutkan alasan lain dari dekadensi moral pemerintah Amerika adalah dukungan pemerintah ini terhadap kejahatan rezim Zionis Israel di bumi pendudukan dan dukungannya atas kejahatan sejumlah pemerintah di Yaman serta pembantaian rakyat negara ini.
"Di bidang sosial, Amerika juga membahas soal pertambahan termasuk angka kemenangan, kriminalitas, mengatasi, kecanduan dan kekerasan, mana mana dalam kondisi seperti ini Presiden Amerika Serikat di luarnya tampak berbelas kasihan kepada bangsa Iran dan berharap bantuan mereka, juga harus dipertanyakan, pergilah Jika kamu mampu menyelesaikan kesulitanmu sendiri, ”tegas Rahbar.
Mengejar Berkah Ramadhan (26)
Karena Lailatul Qadr merupakan rahasia besar dan nasib manusia selama setahun ditentukan sesuai dengan kelayakan setiap manusia, maka sebisa mungkin manusia tidak tidur di malam tersebut dan mengisinya dengan istighfar dan taubat serta bermunajat. Ketika manusia mengisi malam Lailatul Qadr dengan cara seperti ini menghadap Allah Swt, dengan sendirinya kelayakan dirinya menjadi lebih baik dihadapan Allah.
Salah satu peristiwa penting di bulan Ramadhan adalah Lailatul Qadr yang memiliki derajat yang agung. Penurunan al-Quran dan begitu juga turunnya para malaikat serta penulisan takdir manusia terjadi di malam Lailatul Qadr. Kekhususan malam-malam Lailatul Qadr membuat orang-orang Mukmin yang berpuasa di siang hari juga berusaha tidak tidur di malam hari untuk beribadah, berdoa, bermunajat dan bertaubat dihadapan Allah untuk mendekatkan dirinya lewat jalur cahaya dan rahmat ilahi, sehingga dapat memanfaatkan keutamaan-keutamaan khusus yang ada di malam Lailatul Qadr.
Amalan di malam Laitul Qadr
Setelah melewati 26 hari dari bulan Ramadhan, salah satu malam yang penting dan menambah keutamaan bulan ini adalah malam ke-27. Dalam banyak riwayat terkait malam ini ada sejumlah amalan yang sama dengan malam-malam Lailaut Qadr. Dalam riwayat Ahli Sunnah disebutkan bahwa malam ke-27 dari bulan Ramadhan adalah Lailatul Qadr. Kemungkinan malam ini adalah Lailatul Qadr lebih dari malam-malam yang lain dan sangat ditekankan. Ada sejumlah amalan khusus dan ditekankan malam Lailatul Qadr di antara Ahli Sunnah, dan secara khusus malam dua puluh tujuh bulan Ramadhan.
Surah al-Qadr dalam al-Quran dengan tegas menyinggung keagungan malam Lailatul Qadr. Surah al-Qadr memiliki 5 ayat dan Allah Swt berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Allamah Thabathabai dalam tafsirnya menulis, "Mengapa malam ini disebut Lailatul Qadr disebut Qadr atau ukuran dan takdir, dikarenakan semua takdir manusia dalam setahun ditentukan di malam tersebut. Bukti pemahaman ini dapat diketahui dari surat al-Dukhan ayat 3-4, dimana Allah Swt berfirman, 'Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Di malam itu ditentukan semua ketentuan manusia selama setahun, dimana rezeki, umur danurusan lain ditentukan di malam Lailatul Qadr."
Sekarang, mungkin terbentuk pertanyaan di benak manusia, ketika takdir selama setahun telah ditentukan di malam Lailatul Qadr, apakah manusia sudah tidak memiliki ikhtiar lagi? Dalam menjawab pertanyaan ini harus dikatakan bahwa manusia dengan bantuan kekuatan akal dan hidayah para nabi serta kitab-kitab Samawi dapat melangkah di jalan yang lurus dan meraih kebahagiaan. Manusia dengan bantuan akal dapat memilih jalur gerakannya. Manusia lah yang memilih untuk berjalan di jalur kebusukan atau syahwat dan atau mengambil langkah di jalan spiritual.
Allamah Thabathabai dalam menjelaskan takdir manusia di malam Lailatul Qadr mengatakan, "Masalah ini tidak bertentangan dengan kebebasan kehendak manusia dan masalah ikhtiar. Karena takdir ilahi akan diterapkan kepada manusia lewat para malaikat sesuai dengan kelayakan setiap manusia dan tingkat keimanan, ketakwaan, niat dan perbuatannya. Yakni, bagi setiap orang akan ditetapkan sesuai dengan kelayakannya. Atau dengan ungkapan lain, sarananya telah disiapkan oleh setiap orang. Ini bukan saja tidak bertentangan dengan ikhtiar, tapi justru menekankan ikhtiar manusia."
Disebutkan bahwa kemungkinan Lailatul Qadr ada pada hari-hari di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan banyak yang menekakan di malam ke-23. Namun malam ke-19, 23 dan 27 juga memiliki kemungkinan seperti yang telah disebutkan dalam riwayat dan memiliki amalam khusus Lailatul Qadr. Malam Lailatul Qadr dikarenakan memiliki keagungan luar biasa dan lebih mulia dari seribu bulan serta takdir manusia ditentukan di malam tersebut, namanya adalah Qadr atau ketentuan. Malam ini lebih mulia dari seribu bulan dikarenakan ibadah dan mengisi malam itu dengan berbagai amalan. Yakni harus tidak tidur dan beribadah. Keutamaan beribadah di malam ini dapat ditemukan dengan banyak dalam riwayat-riwayat Syiah dan Ahli Sunnah. Allamah Thabathabai meyakini bahwa selain keutamaan dan keagungan malam ini, al-Quran juga di turunkan di malam ini dan diturunkannya berkah dan rahmat ilahi di malam ini yang menyebabkannya lebih mulia dari seribu bulan.
Membaca al-Quran di bulan Ramadhan
Tidak tidur di malam Lailatul Qadr dan mengisinya dengan ibadah merupakan masalah penting yang tidak boleh dilalaikan. Karena Lailatul Qadr merupakan rahasia besar dan nasib manusia selama setahun ditentukan sesuai dengan kelayakan setiap manusia, maka sebisa mungkin manusia tidak tidur di malam tersebut dan mengisinya dengan istighfar dan taubat serta bermunajat. Ketika manusia mengisi malam Lailatul Qadr dengan cara seperti ini menghadap Allah Swt, dengan sendirinya kelayakan dirinya menjadi lebih baik dihadapan Allah. Di saat-saat ketika takdir kita ditentukan, jangan sampai manusia tertidur, lalai dan tidak tahu apa-apa!
Dalam ayat terakhir surah al-Qadr kita membaca, "Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Allamah Thabathabai dalam hal ini menulis, "Kata Salam berarti tidak memiliki hama lahiriah dan batiniah. Dan kalimat "Salamun hiya ..." menyebutkan bahwa perhatian Allah Swt, dimana rahmat-Nya meliputi seluruh hamba, hanya akan menghampiri orang yang juga menginginkan-Nya."
Sebagian ahli tafsir juga mengatakan, yang dimaksud dengan kata "Salam" adalah di malam Lailatul Qadr para malaikat akan melewati setiap orang mukmin yang tengah beribadah dan mengucapkan salam kepada mereka. Sesuai dengan sebagian riwayat disebutkan bahwa setan di bulan Ramadhan diborgol dan dengan demikian malam itu menjadi malam yang penuh keselamatan.
Betapa indahnya ketika manusia di malam penuh cahaya ini tetap terjaga dan sampai dapat mendengar salam dari para malaikat dengan telinganya sendiri. Malam yang penuh dengan cahaya, rahbar, kebaikan, berkah, keselamatan dan kebahagiaan serta luar biasa dari segala aspek.
Menghidupkan malam ke-27 memiliki keutamaan dan malam kedua puluh tujuh memiliki keagungan dan amalan khusus. Dalam doa hari ke-27 bulan Ramadhan kita membaca "Allahummarzuqnii Fiihi Fadhla Lailatil Qadr Wa Shayyir Umuuri Fiihi Minal ‘Usri Ilal Yusri Waqbal Ma'aadziirii Wa Huttha ‘Anniiyadzdzamba Wal Wizra Yaa Rauufan Bi'ibaadihis Shaalihiina" yang berarti, Ya Allah...Rezekikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadr. Ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah. Terimalah permintaan maafku. Hapuskanlah dosa dan kesalahanku. Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang saleh.
Ayatullah Mojtahedi Tehrani ketika mengomentari doa ini menyinggung ungkapan Allahumma urzuqni fihi fadhla lailata al-qadr yang berarti Ya Allah, rezekikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadr mengatakan, "Doa ini memberikan kemungkinan bahwa malam ke-27 bulan Ramadhan juga termasuk Lailatul Qadr.
Di malam ke-27, selain sejumlah amalan khusus Lailatul Qadr ada shalat yang direkomendasikan oleh Imam Ali as. Merujuk shalat ini, Imam Ali as berkata, "Barangsiapa yang melaksanakan shalat empat rakaat di malam ke-27 bulan Ramadhan dengan cara; surah al-Fatihah dan al-Mulk yang masing-masing dibaca satu kali dan bila tidak hapal surah al-Mulk dan tidak dapat membacanya, maka dapat diganti dengan membaca surah al-Ikhlas sebanyak 25 kali, maka Allah Swt akan mengampuninya dan kedua orang tuanya."
Dalam kondisi lahiriah dan batiniah Imam Zainal Abidin disebutkan bahwa ketika tiba malam ke-27 bulan Ramadhan, beliau berdoa hingga sampai Subuh, "Allahumma urzuqni al-tajafi an dar al-ghurur wa al-inabah ila dar al-khulud wa al-isti'dadi lilmauti qabla hulul al-faut yang berarti Ya Allah, beri aku rezeki menjauhi rumah kesombongan dan kembali ke rumah abadi dan kesiapan untuk menghadapi kematian."
Berdoa dan bermunajat di malam bulan Ramadhan
Profesor Mahdi Tayyib dalam mengomentari bagian dari doa Imam Sajjad as ini yang meminta kesiapan dalam menghadapi kematian mengatakan, "Maut berbeda dengan Faut. Maut berarti memutuskan kecenderungan akan dunia dan memutuskan dari dunia, sementara Faut adalah kematian dengan terpisahnya ruh dari badan. Maut adalah memutuskan kecenderungan akan dunia dan tidak menginginkan sesuatu yang tidak abadi ini. Cara pandang kepada dunia dan mencuci hati dari cinta dunia. Ya Allah, beri kami kesiapan menghadapi Maut seperti hal-hal yang membuat kami lalai akan mati ketika Faut tiba menghampiri manusia. Mereka yang lalai tidak akan meraih Maut yang terpaksa, yakni selama hidup hatinya tidak untuk mencintai dunia. Sementara ada sejumlah kecil manusia yang memahami keburukan dunia dan keluar dari dekapannya. Mereka ketika masih hidup telah mencuci hatinya dari cinta dunia dan meraih Maut.
Kita juga mengharap dari Allah Swt agar mengeluarkan kecenderungan akan dunia dari hati kita dan menggantikannya dengan kecintaan kepada Allah.
Mengejar Berkah Ramadhan (25)
Peringatan Hari Quds Sedunia 2019 akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada banyak transformasi yang terjadi selama satu tahun terakhir. Zionis di bawah dukungan mutlak Presiden AS Donald Trump memfokuskan upayanya untuk meresmikan pendudukan dan agresi 70 tahun mereka di bumi Palestina melalui Kesepakatan Abad.
Pemerintah Amerika Serikat rencananya akan mengumumkan proposal Kesepakatan Abad setelah peringatan Hari Quds Sedunia 2019 ini. Trump telah mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan Kesepakatan Abad selama dua tahun terakhir. Salah satu langkah itu pengakuan Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel. Trump kemudian memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Quds.
Presiden AS memotong bantuan finansial untuk Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dengan tujuan menghapus isu pengungsi dari meja perundingan kompromi. Hampir lima juta pengungsi Palestina tinggal di kamp-kamp di berbagai negara selama beberapa dekade, dan mereka sedang menunggu waktu untuk kembali ke tanah airnya.
Tindakan lain Trump untuk mempertegas pendudukan rezim Zionis adalah mengakui "kedaulatan" Israel atas Dataran Tinggi Golan milik Suriah. Dengan langkah-langkah itu, AS ingin menyelesaikan perundingan kompromi dengan cara memaksakan tuntutan-tuntutan Zionis kepada Palestina.
Berdasarkan rencana AS, Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) serta Gerakan Hamas akan menandatangani sebuah perjanjian untuk mendirikan sebuah negara Palestina yang disebut "Palestina Baru." Negara Palestina baru akan mencakup Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan pengecualian tanah-tanah yang dicaplok untuk pembangunan pemukiman Zionis.
Kota Quds tidak akan dibagi, negara Palestina tidak memiliki pasukan militer, dan Gerakan Hamas harus dilucuti. Dengan kriteria ini, maka dalam praktiknya tidak ada sesuatu yang bisa disebut negara Palestina.
Hari Quds Sedunia dicetuskan oleh Imam Khomeini ra.
Pemerintah AS menyebut proposal itu sebagai Kesepakatan Abad dan bertujuan mengakhiri perlawanan 70 tahun oleh rakyat Palestina untuk membebaskan tanah air mereka dari pendudukan.
Zionis menyimpan ambisi untuk menduduki tanah bangsa-bangsa Muslim dari Sungai Nil hingga Eufrat. Tetapi perlawanan rakyat Palestina dan kemenangan Revolusi Islam di Iran telah menjadikan ambisi Zionis ini sebagai mimpi buruk.
Perlawanan Islam selama beberapa dekade terakhir memberikan pukulan besar pada Zionis sehingga mereka berusaha untuk mempertegas pendudukannya lewat dukungan Trump dan menormalisasi hubungannya dengan negara-negara di kawasan.
Untuk alasan ini, Amerika-Zionis berusaha mempercepat pelaksanaan proposal ambisius yang dikenal sebagai Kesepakatan Abad. Namun, rakyat Palestina dan bangsa-bangsa Muslim serta para penyeru kebebasan akan menggelar peringatan Hari Quds Sedunia pada Jumat terakhir bulan Ramadhan untuk menunjukkan bahwa cita-cita pembebasan Quds masih hidup dan bahkan lebih hidup dari tahun-tahun sebelumnya.
Perlawanan Islam di Palestina, Lebanon, dan Suriah memiliki cukup kekuatan untuk menghadapi rezim Zionis, yang ingin melaksanakan Kesepakatan Abad. Kesepakatan ini rencananya akan diimplementasikan dengan melucuti Hamas dan menekan poros perlawanan dengan merangkul rezim-rezim boneka di kawasan seperti, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir.
Dalam satu dekade terakhir, mereka – dengan mendukung gerakan takfiri dan teroris di Irak dan Suriah – tidak mampu menghancurkan poros perlawanan. Mereka sekarang berusaha untuk meresmikan pendudukan dan agresi Israel dengan cara merusak stabilitas di kawasan dan mengkampanyekan kebijakan Iranphobia.
Hari Quds Sedunia – yang diprakarsai oleh Bapak Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra – merupakan kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk membangun persatuan, ukhuwah, dan perlawanan terhadap konspirasi Setan Besar dan Zionis.
Pada hari itu, bangsa-bangsa dunia tetap menekankan pembebasan tanah pendudukan dan pembentukan negara Palestina di seluruh wilayah bersejarah Palestina dengan ibukota Quds. Langkah ini dianggap sebagai satu-satunya solusi untuk krisis saat ini. Hari Quds Sedunia dan semangat persatuan bangsa-bangsa Muslim dapat menjadi wadah untuk mengurangi perbedaan.
Para pendukung Kesepakatan Abad.
Aspek lain pentingnya Hari Quds Sedunia dapat ditinjau dari arah gerakan kaum Muslim dalam menghadapi musuh-musuh Islam.
Lobi-lobi Zionis dan Amerika – dengan memicu konflik di antara negara-negara Muslim dan mengangkat isu-isu seperti Iranphobia – sedang mendorong kaum Muslim untuk melupakan persoalan utama mereka yaitu masalah Quds. Mereka juga sedang mengubah status Zionis sebagai musuh dan memprovokasi negara-negara Muslim untuk memusuhi Republik Islam Iran.
Sayangnya, strategi musuh ini mendapat sambutan dari sebagian negara Muslim seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir. Mereka mendukung kebijakan Iranphobia yang disuarakan oleh rezim Zionis dan AS sebagai musuh utama Dunia Islam. Sekarang Hari Quds Sedunia dan isu Palestina telah menyingkap siapa saja yang menjadi musuh utama kaum Muslim.
Sebagian besar pemimpin negara-negara Arab, terutama Saudi, telah melakukan upaya terselubung dan terang-terangan untuk meyakinkan AS agar mendukung mereka dan dalam hal ini, mereka memberikan dolar-dolar minyak kepada Washington sebagai imbalannya.
Namun, bangsa-bangsa Muslim sadar bahwa musuh Islam adalah rezim Zionis dan Amerika, bukan negara-negara Muslim lainnya.
Hari Quds Sedunia dapat dianggap sebagai sarana untuk memperkuat poros perlawanan dan menambah semangat rakyat Palestina untuk melanjutkan perjuangan sampai kekalahan rezim Zionis. Hari besar ini bahkan bisa menjadi tamparan keras bagi rezim Zionis.
Awalnya, kelompok-kelompok Palestina berjuang dengan batu, tetapi sekarang rudal mereka telah menjangkau banyak sudut di wilayah pendudukan. Kekuatan poros perlawanan menunjukkan bahwa mitos Israel tak terkalahkan telah runtuh. Poros perlawanan akan bertambah kuat dengan dukungan kaum Muslim di Hari Quds dan mereka akan mengakhiri pendudukan Israel d bumi Palestina.
Pawai Hari Quds Sedunia di sebagian besar negara, tidak akan membiarkan masalah Palestina terlupakan, dan ini memberikan amunisi untuk melemahkan dan menghancurkan rezim pendudukan Quds dari waktu ke waktu.




























