کمالوندی

کمالوندی

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, semua gerakan yang telah dilakukan musuh dalam 40 tahun terakhir adalah anti-revolusi dan kali ini, rakyat Republik Islam Iran dengan kekuatan penuh juga akan mengatakan kepada Amerika Serikat dan Inggris bahwa mereka kali ini juga tidak mampu dan tidak akan pernah mampu.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, semua gerakan yang telah dilakukan musuh dalam 40 tahun terakhir adalah anti-revolusi dan kali ini, rakyat Republik Islam Iran dengan kekuatan penuh juga akan mengatakan kepada Amerika Serikat dan Inggris bahwa mereka kali ini juga tidak mampu dan tidak akan pernah mampu.

Ayatullah al-Uzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di hadapan ribuan warga kota Qom, selatan Tehran, ibukota Republik Islam Iran, Selasa (9/1/2018).

"Revolusi mencerabut musuh dari sisi politik di negara ini dan musuh secara terus menerus menyerang, namun selalu gagal dan tidak mampu memajukan langkahnya disebabkan perlawanan rakyat," kata Rahbar ketika menyinggung transformasi terbaru di Iran.

Ayatullah Khamenei menyinggung pawai akbar jutaan warga Iran di seluruh negeri dalam beberapa hari terakhir untuk mendukung Revolusi Islam dan mengecam para perusuh.

"Kali ini rakyat dengan kekuatan penuh juga akan mengatakan kepada AS dan Inggris bahwa mereka tidak mampu dan tidak akan pernah mampu," ujarnya.

Gerakan besar rakyat dengan keteraturannya, kewaspadaan dan wawasannya, semangat dan motivasinya –untuk melawan konspirasi– seperti itu tidak ditemukan di bagian dunia manapun, dan ini berlanjut selama 40 tahun.

Ayatullah Khamenei menegaskan, pertarungan bangsa dengan anti-bangsa, pertarungan Iran dengan anti-Iran dan pertarungan Islam dengan anti-Islam berlanjut dan setelah ini tentunya juga akan berlanjut.

Dalam beberapa hari sejak tanggal 28 Desember 2017, warga Iran di beberapa kota di negara ini turun ke jalan-jalan untuk memprotes kenaikan sejumlah harga barang dan lemahnya pengawasan pemerintah, namun sejumlah pihak memanfaatkan situasi itu untuk menciptakan kekacauan dengan merusak sarana publik dan membuat keonaran di bawah bayangan dukungan asing.

Para pejabat AS, rezim Zionis, Arab Saudi dan media asing memanfaatkan unjuk rasa itu untuk mendorongnya ke arah kerusuhan, namun jutaan rakyat Iran di berbagai kota secara sepontan turun ke jalan-jalan untuk mengungkapkan kemarahan mereka atas konspirasi baru musuh dan mengecam para perusuh yang merusak sarana publik. 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, dalam pidatonya di hadapan ribuan warga kota Qom, selatan Tehran, Selasa (9/1/2018), menjelaskan berbagai dimensi dan makar musuh untuk mendistorsi tuntutan sah rakyat.

Menurut Kantor Berita ABNA, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, dalam pidatonya di hadapan ribuan warga kota Qom, selatan Tehran, Selasa (9/1/2018), menjelaskan berbagai dimensi dan makar musuh untuk mendistorsi tuntutan sah rakyat.

Dalam pidatonya, beliau menekankan dua poin penting ketika menganalisa berbagai peristiwa yang terjadi di Iran beberapa waktu lalu. Poin pertama adalah pentingnya memperhatikan akar permusuhan terhadap revolusi dan pemerintah Republik Islam, yang terjadi sejak dimulainya kemenangan Revolusi Islam dan berlanjut sampai hari ini dalam berbagai bentuk.

Adapun poin kedua adalah bahwa pemisahan antara gangguan eksternal dan kelemahan internal dapat dianggap sebagai tolok ukur dalam mengidentifikasi faktor dan sebab isu seperti yang terjadi setelah peristiwa demonstrasi 9 Dey.

Rahbar dalam menjelaskan dua poin tersebut juga memaparkan berbagai fakta dan kekurangan, serta menegaskan "bahwa memperjuangkan hak rakyat dan upaya untuk menyelesaikan masalah mereka" sebagai tugas para pejabat, dan menambahkan bahwa seluruh lapisan masyarakat, terutama "kelompok lemah", merasakan kesulitan dan semua upaya pejabat harus terfokus pada upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Beliau selanjutnya menyinggung fakta lain, dan dalam menjelaskan aspek-aspek lain dari berbagai peristiwa terbaru di Iran, mengatakan, indikasi dan bukti-bukti menunjukkan bahwa kasus-kasus tersebut telah direncanakan secara terkoordinasi dan dalam pembentukannya, terdapat sebuah segitiga aktif. Menurut beliau, di puncak segitiga tersebut adalah Amerika Serikat dan Zionis sebagai perancang makar tersebut selama beberapa bulan, dan berdasarkan rencana sebelumnya, mereka bergerilya dari kota-kota kecil hingga ke pusat.

Ayatullah Khamenei menyebut bagian kedua dari segitiga itu adalah salah satu negara terkaya di Teluk Persia, yang mendanai makar tersebut. Sementara bagian ketiga adalah para pion mereka yang berafiliasi dengan Organisasi Munafikin Khalq (MKO). Mereka telah mempersiapkannya sejak beberapa bulan lalu.

Penegasan Rahbar bahwa makar terbaru musuh di Iran disetir dari dua markas komando di sekitar Iran, mengungkapkan semakin banyak elemen terselubung dari fenomena tersebut.

Banyak indikasi yang menunjukkan bahwa dalam mengungkap faktor dan sebab di balik peristiwa beberapa waktu lalu di Iran, faktor dan perencanaan eksternal jangan sampai dilupakan. Untuk sebab itu, dalam menganalisa peristiwa itu, harus diperhatikan semua elemen dan komponen yang terlibat, guna memperjelas mengapa dan bagaimana konsentrasi yang berawal dari tuntutan sah masyarakat itu berubah menjadi gerakan yang mengacu pada tujuan-tujuan subversif dengan bantuan pihak asing serta media dan jejaring sosial di luar negeri.

Namun sebagaimana yang telah dijelaskan Rahbar, revolusi mencerabut musuh dari sisi politik di negara ini dan musuh secara terus menerus menyerang, namun selalu gagal dan tidak mampu memajukan langkahnya disebabkan perlawanan rakyat.

Semua gerakan yang telah dilakukan musuh dalam 40 tahun terakhir adalah anti-revolusi dan kali ini, rakyat Republik Islam Iran dengan kekuatan penuh juga akan mengatakan kepada Amerika Serikat dan Inggris bahwa mereka kali ini juga tidak mampu dan tidak akan pernah mampu.

Sabtu, 13 Januari 2018 15:23

Jauh Dari Permainan Sia-Sia

Shaghwan Jammal mengatakan, “Saya datang menemui Imam Shadiq as dan bertanya kepada beliau tentang imam setelahnya.”

Beliau menjawab, “Pemilik imamah tidak akan bermain yang sia-sia.”

Pada saat itu juga saya melihat Musa bin Jakfar yang pada saat itu masih kanak-kanak datang bersama seorang anak kambing. Dia mengambil kambing itu dan berkata kepadanya, “bersujudlah kepada Tuhanmu”.

Imam Shadiq as kemudian memeluknya dan berkata, “Ayah dan ibuku sebagai tebusan orang yang tidak bermain sia-sia.”

Kabar Tentang Masa Depan

Abu Khalid mengatakan, “Mahdi Abbasi [Khalifah Abbasiyah yang ketiga] memerintahkan untuk menangkap Imam Kazhim as. Para petugasnya membawa beliau dari Madinah menuju Bagdad menemui Mahdi Abbasi. Di jalan saya berbicara dengan beliau. Beliau berkata kepada saya, “Mengapa engkau bersedih?”

Saya berkata, “Mengapa saya tidak harus bersedih? Sementara Anda akan dibawa ke Tahgut ini [Mahdi Abbas] dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Anda?”

Imam Kazhim as berkata, “Dalam safar ini tidak akan ada bahaya yang mengenaiku. Ketika bulan tertentu tiba, di hari tertentu dan di tempat tertentu, datang temuilah aku!”

Saya senantiasa menghitung detik-detik yang ada sampai tibalah hari itu. Pada hari itu juga saya menuju ke tempat itu. Matahari hampir terbenam. Saya masih belum tahu tentang kabar Imam Kazhim as. Setan membuat saya waswas dan saya meragukan kata-kata Imam yang menyebutkan tentang waktu tertentu, di tempat tertentu temuilah aku.

Tiba-tiba mata saya tertuju pada sesuatu yang hitam datang dari arah Irak. Saya maju dan saya melihat Imam Kazhim as berada di bagian depan karavan menunggangi kendaraan dan menyapa saya, “Hai Abu Khalid!”

Saya menjawab, “Iya wahai putra Rasulullah!”

Imam Kazhim as berkata, “Tentunya jangan ragu, karena setan senang bila engkau ragu.”

Saya katakan, “Puji syukur kepada Allah yang telah menjaga Anda dari bahaya taghut.”

Kemudian beliau berkata, “Aku akan dibawa lagi kepada mereka dan kali ini aku tidak akan dibebaskan (dengan ucapan ini beliau mengisyaratkan tentang penangkapannya atas perintah Harun dan beliau akan mencapai syahadah di penjaranya).

Kabar Tentang Masa Depan

Ishaq bin Ammar mengatakan, “Saya berada bersama Imam Kazhim as. Beliau memberitahukan tentang kematian seseorang kepada orangnya sendiri.

Saya berkata kepada diri saya sendiri, “Memangnya Imam Kazhim tahu masing-masing dari pengikutnya kapan akan mati?”

Seketika itu juga Imam Kazhim memandang saya dengan wajah marah dan berkata, “Hai Ishaq, Rusyid salah seorang sahabat dekat Imam Ali as tahu tentang ilmu manaya dan balaya [kematian dan musibah]. Imam lebih layak untuk memiliki ilmu tersebut.”

Kemudian beliau berkata, “Wahai Ishaq! Lakukan apa saja yang kau inginkan dan lakukan pekerjaan-pekerjaanmu. Karena usiamu telah berakhir dan tidak sampai dua tahun engkau akan mati dan keluargamu beberapa hari setelah kematianmu akan berselisih satu sama lainnya dan saling mengkhianati yang lainnya sedemikian rupa sehingga para musuhpun akan mencela mereka. Lalu sekarang engkau berkhayal dalam hatimu, bagaimana kami memberikan kabar tentang masa depan?”

Ishaq berkata, “Apa yang terjadi dalam hatiku adalah saya meminta ampunan kepada Allah.”

Setelah kejadian ini berlalu, Ishaq meninggal dunia. Sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Imam Kazhim, keluarga Ishaq saling berselisih dan mereka mengambil harta kekayaan orang lain dan perbuatan mereka membuat mereka sengsara.

Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Musa Kazdim as.

Pada hari Rabu (6/12/2017) jajaran pejabat pemerintah Iran, duta besar negara Muslim dan peserta konferensi internasional persatuan Islam ke-31, bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar.

Dalam pertemuan itu, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengucapkan selamat atas Maulid Nabi Muhammad Saw dan cucu mulia beliau Imam Jafar Shadiq as. Rahbar berharap, hari penuh berkah ini menjadi momen bagi umat Islam untuk memperhatikan kembali teladan Rasulullah Saw. Ayatullah Khamenei juga memaparkan penjelasan penting terkait kondisi terkini Dunia Islam dan masalah Al Quds.

Pada kesempatan itu, Rahbar menyebut Nabi Muhammad Saw sebagai Rahmatan Lil Aalamin dan menuturkan, wujud suci Nabi Muhammad Saw adalah rahmat. Rahmat ini meliputi seluruh pengikut beliau, juga kepada orang-orang yang menerima ajaran dan hidayahnya. Mereka berada dalam naungan rahmat Ilahi, dan ini adalah janji Allah Swt yang pasti akan terwujud.

Allah Swt dalam Surat Al A'raf ayat 156-157 berfirman, "....Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami". (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka...."

Rahbar menegaskan, hadiah Nabi Muhammad Saw untuk umat manusia adalah terselamatkannya mereka dari berbagai jenis perbudakan. Menurut Ayatullah Khamenei, rantai yang membelenggu leher, tangan dan kaki manusia serta membuatnya tidak bisa bergerak dan terbang, mencegahnya dari spiritualitas dan membuat hidupnya menjadi kelam, seluruhnya dilepaskan oleh Rasulullah Saw.

Ayatullah Khamenei menilai penindasan kubu adidaya dunia, penjajahan kubu imperialis, kesenjangan kelas, dan aristokrasi menindas serta congkak, sebagai perbudakan-perbudakan yang membelenggu umat manusia. Ia menegaskan, Nabi Muhammad Saw bangkit memerangi perbudakan-perbudakan ini dan sekarang seluruh bangsa dunia dapat melanjutkan jalan beliau, dengan syarat melakukan perlawanan dan menyelamatkan diri mereka dari perbudakan.  

Terkait konspirasi-konspirasi besar yang hari ini terus dilakukan oleh kubu adidaya dunia terhadap umat Islam, Rahbar menegaskan, seluruh konspirasi ini bisa dilawan dan digagalkan. Mengutip kisah Nabi Musa as dan Firaun dalam Al Quran, Rahbar menerangkan, Firaun di hadapan Musa adalah sebuah kekuatan besar yang memiliki kekayaan, potensi, senjata, uang dan selainnya.

Di sisi lain, Musa hanya seorang diri dan beliau memohon kepada Allah Swt, "....Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami -- akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih". (Surat Yunus ayat 88)

Di ayat ke-89, Allah Swt menjawab permohonan Musa,  "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui ".

Ayatullah Khamenei menyebut Amerika Serikat, rezim Zionis Israel dan seluruh kekuatan penyembah uang dan syahwat di dalam masyarakat Islam sendiri yang bergantung pada kubu adidaya dunia, sebagai Firaun-firaun modern. Rahbar menerangkan, seluruh kekuatan ini menyusun barisan menghadapi Islam dan jalan para nabi.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei
Rencana mereka hari ini, katanya, adalah melemahkan masyarakat Islam dengan menyulut perang mazhab di antara Muslimin di kawasan Asia Barat, sehingga mereka bisa menciptakan zona aman untuk Israel. Rahbar menyebut jalan untuk melawan berbagai konspirasi itu tidak lain adalah jalan yang ditunjukkan Al Quran, yaitu jalan perlawanan dan menolak tunduk pada orang-orang jahil.

Menurut Ayatullah Khamenei, sebagian penguasa negara kawasan, bahkan beberapa tokoh yang menjadi pion Amerika dan aktor perpecahan, adalah contoh orang-orang jahil dan tidak boleh diikuti. Rahbar mengatakan, kami sama sekali tidak punya keinginan untuk berkonflik dengan negara-negara Muslim, kami meyakini persatuan.

Rahbar menambahkan, kami bersyukur kepada Tuhan, karena Republik Islam Iran dan rakyatnya berhasil menghindari perpecahan dengan saudara-saudara Muslimnya dan mewujudkan persatuan dan persaudaraan dengan mereka. Dalam praktiknya, gerakan persatuan dan kecintaan pada persatuan, harus berhadapan dengan pihak-pihak yang menginginkan perpecahan dan perang, yang pada kenyataannya ingin menjalankan skenario Amerika di kawasan.

Ayatullah Khamenei mengungkapkan, kami nasihati mereka bahwa apa yang sedang dilakukan oleh beberapa negara kawasan hari ini untuk melayani Amerika, merugikan mereka sendiri dan akibatnya seperti yang diperingatkan Al Quran, "....mereka membinasakan diri mereka sendiri."

Rahbar juga menyinggung soal dimunculkannya gerakan-gerakan Takfiri di kawasan oleh musuh Islam dan menuturkan, di dalam kawasan kita sendiri, mereka membentuk kelompok-kelompok Takfiri yang mereka kira bisa menyulut perang mazhab. Namun Allah Swt menggagalkannya dan perang mazhab tidak terjadi, dan tidak akan pernah terjadi. Kita berdiri melawan provokasi-provokasi musuh dan segala puji bagi Allah Swt, kita berhasil.

Menurut Ayatullah Khamenei, masalah Takfiri adalah buah dari kepatuhan sebagian pihak terhadap musuh. Musuh ingin menyulut perang Sunni-Syiah, tapi Allah Swt menjadikan musuh-musuh kita idiot dan Daesh dengan seluruh pengkhianatannya terhadap Sunni dan Syiah, telah menjadi musuh semua Muslim.

Terkait perang Iran melawan Daesh di kawasan, Rahbar menuturkan, perang kita melawan pasukan Takfiri adalah perang melawan penindasan, perang melawan penyimpangan Islam, perang melawan kelompok barbar yang tak punya akhlak, peradaban dan hakikat Islam. Mereka membakar manusia hidup-hidup, mengulitinya, menawan keluarga-keluarga Muslim dan melakukan kerusakan politik, pelecehan seksual, korupsi, kerusakan moral dan segala bentuk kerusakan lainnya.

Rahbar menegaskan, ini adalah realitas, bahwa kami berperang dengan Takfiri. Jika Dunia Islam ingin meraih kemuliaan, jangan sampai kehilangan persatuan dan solidaritasnya. Jika Dunia Islam ingin mencapai kekuatan dan kemuliaan, maka harus berdiri melawan Zionisme.

Sekitar dua pekan lalu, seiring dengan berakhirnya operasi pembebasan kota Al Bukamal, benteng terakhir Daesh, bersamaan dengan diturunkannya bendera kelompok teroris dukungan Amerika dan Israel itu, dan dinaikkannya bendera Suriah, Mayjen Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, Korps Garda Revolusi Islam Iran, Pasdaran mengumumkan berakhirnya pendudukan "Pohon Terlaknat" ini.

Rahbar, di bagian lain paparannya menyinggung masalah Palestina dan menuturkan, hari ini, masalah Palestina menjadi prioritas politik Dunia Islam dan Muslim. Semua berkewajiban untuk membela, membebaskan dan menyelamatkan rakyat Palestina dan berjuang untuk mereka. Di saat yang sama, Ayatullah Khamenei menekankan kegagalan musuh dalam masalah Palestina dan mengatakan, klaim mereka ingin menjadikan Al Quds sebagai ibukota Israel, muncul dari kelemahan dan ketidakmampuan mereka.

Mereka akan menerima pukulan lebih besar dari langkah ini, ujar Rahbar, dan Dunia Islam akan bangkit melawan mereka. Dipastikan musuh tidak akan mampu meraih tujuannya dalam masalah Palestina, dan Palestina akan bebas, tidak diragukan Palestina akan merdeka. Cepat atau lambat hal ini akan terjadi dan perjuangan umat Islam untuk menyelamatkan Palestina, dengan izin Allah Swt akan membuahkan hasil.

Ayatullah Khamenei di akhir pidatonya menyinggung perlawanan luar biasa rakyat Iran dan menuturkan, rakyat Iran, dengan keberanian, keimanan, kesadaran, dan ketabahannya, berhasil melewati sekian banyak jalan terjal dan berliku.

Ia melanjutkan, semua harus tahu, seluruh sahabat kami di dunia harus tahu, musuh kami harus tahu, sepanjang perjalanan selama 38 tahun pasca Revolusi Islam, banyak permasalahan yang kami hadapi namun tidak mampu menjatuhkan rakyat Iran, padahal banyak bangsa di dunia yang gagal menghadapi permasalahan serupa.

Ayatullah Khamenei menjelaskan, dipastikan masalah-masalah yang diciptakan di masa depan, akan lebih kecil dan lebih sedikit di mata kami, dan kemampuan rakyat Iran untuk menyelesaikannya akan jauh lebih besar. Kami akan mengalahkan semua kesulitan dengan bantuan Allah Swt, musuh tidak akan bisa mengalahkan bangsa Iran dan terpaksa mundur.

Rahbar menegaskan, kami dengan izin Allah Swt akan berhasil melalui seluruh permasalahan dan menunjukkan kemuliaan Islam kepada seluruh bangsa Muslim, dan kami akan semakin meninggikan panji kemuliaan Islam atas kehendak Allah Swt.

Sabtu, 13 Januari 2018 15:20

Mutiara Kenabian Dan Wilayah

Fathimah Zahra as di tengah-tengah semua keluarga yang agung ini adalah mulia dan ini sangat berharga.

Pada hakikatnya, hari kelahiran beliau yang merupakan mutiara kenabian dan wilayah, merupakan hari raya bagi para pengikutnya, pecintanya, anak-anak spiritual dan jasmaninya. (dalam pertemuan dengan para pembaca kidung Ahlul Bait as dalam rangka hari kelahiran Sayidah Fathimah as, 17/5/1383)

Pancaran Matahari Imamah, Wilayah Dan Nubuwah Dari Fajar Terang Fathimah as

Bila kepribadian Fathimah Zahra as bagi pikiran sederhana dan mata kita yang bisa melihat dari dekat ini bisa jelas, maka kita juga akan membenarkannya bahwa Fathimah Zahra as adalah penghulu wanita seluruh alam. Wanita yang di usia yang masih muda dan umurnya yang pendek telah mencapai kedudukan spiritual, keilmuan, makrifat dan derajat yang setingkat dengan kenabian dan para wali. Pada hakikatnya Fathimah Zahra as adalah fajar yang terang yang darinya memancar matahari imamah, wilayah dan nubuwah; langit yang tinggi menjulang yang dari pangkuannya terdapat bintang-bintang terang wilayah. Semua para imam maksum as menghormati dan menghargai ibunya dan jarang ada orang yang dihormati dan dihargai oleh para imam maksum as sedemikian rupa. (Dalam seminar besar para wanita dalam rangka perayaan kelahiran Fathimah Zahra as, 30/7/1376)

Jelmaan Malakuti Sayidah Fathimah as

Bagi Amirul Mukminin as juga demikian. Ada riwayat, “Summiyat Fathimah, Zahra” “Fathimah disebut sebagai Zahra” karena  dalam sehari beliau memancar di depan mata Imam Ali as. Bila seorang istri sebagai pendukung suaminya di segala kancah, maka kekuatan seorang suami akan menjadi berkali-kali lipat. Wanita bijak ini, wanita alim ini, wanita muhaddits ini, wanita yang memiliki hubungan dengan alam gaib ini, wanita yang malaikat berbincang-bincang dengannya ini, wanita yang hatinya seperti hati Ali dan Rasulullah Saw, bisa melihat alam mulk dan malakut, dengan segala kapasitasnya, dengan segala kedudukannya yang tinggi, di semua tahapan kehidupan, selama masih hidup, beliau bak gunung berdiri kokoh di belakang Amirul Mukminin as. (dalam pertemuan dengan para wanita, 25/9/1371)

Fathimah Zahra as Puncak Spiritual Dan Kesempurnaan Manusia

Kita tidak akan masuk pada pembahasan mengenalkan kedudukan spiritual beliau dan memang kita tidak mampu memahami kedudukan spiritual Fathimah Athhar as. Pada hakikatnya beliau berada di puncak spiritual dan kesempurnaan manusia. Hanya Allah yang bisa mengenalnya dan orang-orang yang sejajar dengannya dan melihat kedudukannya. Oleh karena itu Amirul Mukminin as dan ayahnya dan anak-anaknya yang maksum saja yang bisa mengenalnya. Masyarakat zaman itu dan zaman selanjutnya dan kita yang berada di zaman ini tidak bisa melihat pancaran spiritual beliau. cahaya terang spiritual tidak akan bisa tampak dilihat oleh mata setiap orang dan mata kita yang melihat dari dekat dan lemah ini tidak mampu melihat jelmaan kemanusiaan beliau. Kita tidak akan masuk ke dalam pembahasan mengenalkan spiritual Fathimah Zahra as. (dalam pertemuan dengan badan pengawas dan pelaksana pemilu, 22/9/1368)

Keajaiban Kesempurnaan Sipiritual Dan Materi Sayidah Fathimah Dan Ajarannya

Semakin manusia berpikir tentang Zahra Athhar dan kondisinya, maka dia akan merasa takjub. Ketakjuban manusia bukan hanya karena bagaimana seorang manusia di usia muda bisa mencapai derajat kesempurnaan spiritual dan materi [tentunya hal ini dengan sendirinya juga merupakan sebuah hakikat keajaiban]. Bahkan yang lebih menakjubkan adalah bagaimana Islam dengan kekuatannya yang ajaib bisa menyampaikan pendidikannya yang tinggi ini sehingga seorang wanita di usia muda dalam kondisi sulit bisa mencapai kedudukan yang tinggi. Selain wujud manusia yang agung ini menakjubkan, keagungan ajarannya yang bisa mewujudkan manusia yang agung dengan posisinya yang tinggi ini juga menakjubkan.   

Mendalami Samudera Cahaya Dengan Bantuan Hadis

Sebenarnya, bidang kecintaan kepada Ahlul Bait, adalah kancah yang layak untuk menampilkan seni. Di antara himpunan cahaya ini, kecintaan kepada Fathimah Zahra as adalah tempat untuk menyampaikan seni, menyampaikan bakat dan kehalusan karakter, di sinilah sebenarnya. Fathimah Zahra as adalah kalimat Allah yang penuh kandungan. Bagaikan sebuah lautan yang dalam. Semakin pemikiran manusia, bakat manusia, kehalusan pemilik karakter digali di bidang ini, dan semakin berpikir, maka semakin banyak permata yang didapatkan. Tentunya pesan kami adalah mendalami samudera cahaya ini harus dengan bantuan hadis-hadis Ahlul Bait. Sebagaimana dalam syair yang dibaca oleh bapak-bapak, kandungannya adalah makrifat keluarga ini juga ada pada keluarga ini sendiri. Kita harus belajar dari mereka. Kita jadikan mereka sebagai makrifat mereka sendiri. Kita pikirkan, kita teliti, sehingga kita bisa memahami kata-kata dan makna ini secara mendalam. Para penyair kita, para pembaca kidung kita, para pemuji Ahlul Bait yang memiliki kebanggaan ini, hendaknya merujuk kepada kata-kata dan riwayat-riwayat Ahlul Bait as, memikirkannya, meminta bantuan dari orang-orang yang ahli bashirat dan makrifat [orang-orang peka hatinya dan penuh makrifat] untuk mendalaminya, maka pada saat itu gunakanlah bakat, karakter yang halus, perhatian dan ketetelitian, suara yang bagus, dan tenggorokan yang kuat untuk mengabdi. Ini adalah salah satu pekerjaan yang paling bagus dan paling mulia.

---

Gunakan kandungan yang bisa dimanfaatkan oleh para audiens, dengan manakib yang bisa dipahami, dengan sebuah keutamaan yang membangkitkan dari Ahlul Bait yang bisa mengokohkan keyakinan dan keimanan manusia. Kalian lihat, para pembaca kidung Ahlul Bait as di masa hidupnya para imam maksum, bersandar pada apa saja? Syairnya Da’bal, Syairnya Kummit, syairnya Farazdak; ini adalah syair-syair yang didukung oleh Ahlul Bait as. Mereka bersandar pada apa saja? Kalian lihat, kandungan dari syair-sayair ini membuktikan tentang kebenaran Ahlul Bait dengan dalil, dengan argumentasi. Argumentasi yang dibungkus dengan indah dan halus dalam bentuk syair.

Lihatlah syair Da’bal; kalau tidak menjelaskan menjelaskan tentang keutamaan Ahlul Bait; sebagaimana yang dibaca berkali-kali oleh para penyair kita sekarang, menyinggung tentang Hal Ata, mengisyaratkan tentang kejadian Mubahalah. Mengisyaratkan tentang kata-kata Rasulullah Saw tentang Fathimah Zahra as, ya menjelaskan tentang pelajaran yang bisa diambil dari kehidupan para maksum as dan contohnya yang benar-benar indah dan dekat dengan zaman kita adalah syair-syair di masa revolusi -  masa-masa puncaknya kebangkitan tahun 56 dan 57 -  di bulan Muharram, pawai tepuk dada [acara duka], yang ditunjukkan atas inisiatif para pembaca kidung sendiri, para pembaca puisi. Pawai tepuk dada di pasar, di jalan-jalan menepuk dada, membaca syair duka, setiap orang mendengarnya, dia akan tahu apa yang harus dilakukannya saat ini, saat ini harus bergerak ke arah mana? (dalam pertemuan dengan para pembaca kidung Ahlul Bait, 4/4/1387) 

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan II, Olgou-ye Zan Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Uzhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami.

Sabtu, 13 Januari 2018 15:18

Tetangga Hasut

Di zaman khalifah Musa al-Hadi Abbasi saudara Harun Rasyid, ada seorang lelaki kaya dan salah satu tetangganya hasut padanya.

Dengan segala kekuatan, penghasut ini berusaha untuk menghancurkan tetangganya yang kaya ini. Namun usahanya tidak berhasil. Sampai akhirnya ia membeli seorang budak kecil dan mengasuhnya sampai besar dan kuat. Suatu hari ia berkata kepada budaknya, “Demi urusan penting aku sudah banyak mengasihimu dan berbuat baik kepadamu, apakah engkau mau membantuku?”

Sang budak berkata, “Saya akan melakukan apa saja yang Anda perintahkan.”

Lelaki hasut ini menjelaskan keinginannya, “Aku memiliki tetangga yang kaya. Aku memusuhinya. Sejak awal aku ingin memusnahkannya, namun usahaku tidak menuai hasil. Sampai akhirnya aku membelimu dan aku besarkan engkau. Pada suatu malam aku akan membangunkanmu dan membawamu ke atas rumahmu. Kemudian bawalah aku ke atas rumah tetanggaku dan sembelihlah leherku dan ambillah uang tiga ribu dirham ini, lalu pergilah ke salah satu kota dan hiduplah di sana dengan baik sampai akhir hidupmu dan jangan sampai engkau beritahukan masalah ini kepada siapapun, sehingga membuatku tidak rela padamu.”

Sang budak berkata, “Lalu bagaimana akibatmu?”

Lelaki hasut itu berkata, “Akibatku adalah aku mati. Tapi lelaki kaya itu akan ditangkap dan dia akan dibunuh karena kejahatan ini.”

Sang budak benar-benar keheranan dan berusaha melarang lelaki ini dari niatnya. Tapi tidak ada pengaruhnya sama sekali pada lelaki penghasut ini. lelaki hasut ini memaksanya sehingga sang budak menerima permintaannya.

Pada pertengahan malam, lelaki penghasut ini membangunkan budaknya dan pelan-pelan menuju ke atas rumah tetangganya. Ia berbaring menghadap kiblat dan memberikan pisau kepada budaknya. Kemudian, atas kebodohannya, sang budak memisahkan kepala menyembelih kepala majikannya dan matilah si penghasut ini.

Malam pun berlalu. Ketika mendekati maghrib, para tetangga tahu akan kejadian ini. Karena jasad berada di atas rumah orang kaya, maka orang kaya itu ditangkap dan dipenjara. Setelah beberapa hari, sang budak dibawa menghadap kepada khalifah dan dia menjelaskan kejadiannya dari awal sampai akhir. Hadi Abbasi pun terheran-heran menyaksikan kejadian menakjubkan ini. Setelah itu, atas perintah khalifah, budak dan orang kaya itu di bebaskan. Dan rencana ini hanya berakhir dengan kemusnahan sang penghasut dengan tanpa merugikan orang lain. (Safinatul Baharij, jilid 1, hal 251 dan Namuneh Maarif Islam, jilid 4, hal 262)

Kebutaan Mata Karena Membutakan Sumber Mata Air

Salah seorang ulama yang bertakwa menceritakan bahwa salah satu keluarganya di akhir usianya membeli sebuah pekarangan dan menjalani hidupnya dengan memanfaatkan hasil pekarangan itu.

Setelah kematiannya, dia bermimpi bertemu dengannya dalam keadaan buta. Kemudian dia ditanya tentang sebab kebutaannya di alam barzakh.

Dia menjawab, “Aku membeli sebuah pekarangan dan di tengah-tengahnya ada sumber mata air yang jernih dan para tetangga datang mengambilnya untuk minum dan memberikannya kepada binatang-binatang ternaknya. Karena mereka sering datang dan pergi, sehingga tanamanku rusak. Akhirnya, aku menutup sumber mata air itu dengan tanah, batu dan gamping, agar mereka tidak lagi datang dan pergi yang menyebabkan keuntunganku berkurang. Sumber mata air itu aku tutup dan kering sehingga para tetangga pergi mengambil air ke tempat yang jauh. Kebutaanku ini karena aku membutakan sumber mata air itu.

Aku berkata kepadanya, “Apakah ada jalan keluarnya?”

Dia menjawab, “Bila para pewarisku mengasihi aku. Maka hendaknya mereka membuka kembali sumber mata air itu sehingga bisa di gunakan oleh para tetangga. Maka pada saat itu akan kondisiku akan membaik.”

Sang ulama ini berkata, “Aku datang menemui para ahli warisnya dan mereka menerima dan membuka kembali sumber mata air itu. beberapa lama kemudian, almarhum itu saya temui kembali dalam mimpi dalam kondisi bisa melihat dan mengucapkan terima kasih.”

Tetangga Pengganggu Tidak Beriman

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw pada suatu hari berkata sebanyak tiga kali “Wallahu La Yu’minu” Demi Allah orang seperti ini tidak beriman.

Ada yang bertanya, “Siapakah?

Rasulullah Saw bersabda, “Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari gangguannya”. (Man La Yahdhurul Fakih, bab Hukmul Tahrim) (Emi Nur Hayati)

Seperti yang telah diperkirakan, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat kembali memperpanjang sanksi-sanksi nuklir terhadap Republik Islam Iran. Gedung Putih dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam, 12 Januari 2018 menyebutkan, Trump untuk terakhir kalinya telah memperpanjang penangguhan sanksi nuklir Iran meski menyuarakan ketidakpuasan terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).

Bersamaan dengan keputusan Trump, Departemen Keuangan AS telah menambahkan 14 individu dan entitas ke daftar sanksinya dengan alasan pelanggaran hak asasi manusia dan terlibat program rudal Iran.

Berdasarkan kesepakatan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Perancis, Inggris, AS ditambah Jerman) dengan Iran, semua sanksi yang telah diberlakukan dengan dalih aktivitas nuklir Iran –selama negara ini komitmen dengan JCPOA– harus dicabut atau ditangguhkan oleh negara-negara dan lembaga pemberi sanksi.

Oleh karena itu, sejak dua tahun lalu hingga sekarang, pemerintah AS melanjutkan penangguhan sanksi nuklir terhadap Iran.

Keputusan untuk memperpanjang penangguhan sanksi nuklir Iran diambil ketika dalam beberapa bulan terakhir ini, pejabat AS dan sejumlah media menciptakan keraguan atas perpanjangan penangguhan sanksi tersebut. Namun di tengah-tengah hiruk-pukuk itu, akhirnya Trump memperpanjang penangguhan sanksi nuklir terhadap Iran atas dasar komitmen Tehran terhadap JCPOA.

Bersamaan dengan keputusan tersebut, Presiden AS mengeluarkan ancaman bahwa ini adalah perpanjangan terakhir yang disetujuinya. Trump juga mengancam Eropa dan mengumumkan bahwa jika tidak ada perubahan dalam perjanjian nuklir dengan Iran, maka 120 hari mendatang, penangguhan sanksi nuklir terhadap Tehran tidak akan lagi diperpanjang dan AS secara resmi akan keluar dari JCPOA.

"Jika tidak ada perubahan yang diminta oleh Presiden AS terkait intensifikasi pengawasan dan penambahan isu rudal Iran ke dalam kesepakatan tersebut, maka AS akan keluar dari perjanjian ini," tegas pernyataan Gedung Putih, Jumat malam.

Trump mengumumkan bahwa penyertaan program rudal Iran dalam kesepakatan baru nuklir dan pembatasan permanen terhadap aktivitas nuklir negara ini adalah syarat AS untuk tidak keluar dari JCPOA. Jika syarat itu tidak dipenuhi, maka AS akan sepenuhnya keluar dari perjanjian nuklir tersebut.

Syarat seperti itu disampaikan Trump ketika JCPOA adalah hasil kesepakatan tiga negara Eropa: Inggris, Perancis dan Jerman dan juga AS, Rusia dan Cina dengan Iran. Dengan kata lain, seandainya Eropa menyetujui ketamakan Trump pun, dimulainya perundingan baru untuk mengubah isis JCPOA memerlukan persetujuan dari Iran, Rusia dan Cina. Sementara ketiga negara pentingnya ini telah berulang kali mengumumkan bahwa mereka menolak segala bentuk perundingan baru tentang aktivitas nuklir Iran.

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran pada Jumat malam menegaskan, JCPOA  tidak dapat dinegosiasikan ulang dan AS harus memenuhi kewajibannya.

"Kebijakan Trump dan pengumuman hari ini menunjukkan upaya putus asa untuk melemahkan kesepakatan multilateral yang solid dan dengan jahat melanggar paragraf 26, 28 dan 29. JCPOA tidak dapat dinegosiasikan kembali: daripada mengulangi retorika usang, AS lebih baik menyesuaikan diri sepenuhnya, sama seperti Iran," kata Zarif dalam tweetnya pada Jumat malam.

Pasca pengumuman keputusan Presiden AS terkait dengan JCPOA, Uni Eropa juga mengumkan komimen mereka untuk melanjutkan implementasi penuh dan efektif perjanjian nuklir JCPOA.

Tampaknya, hingga 120 hari mendatang pun, tuntutan pemerintah AS untuk mengubah isis JCPOA tidak akan terwujud. Oleh karena itu, pemerintah Trump harus meninggalkan posisinya itu atau merealisasikan janjinya untuk keluar dari pernjanjian nuklir tersebut.

Yang pasti, keluarnya AS dari perjanjian nuklir dan pembubaran JCPOA berarti pencabutan kewajiban Iran dalam kesepakatan itu. Para pejabat Tehran berulang kali mengumumkan bahwa Iran siap untuk kembali ke masa sebelum JCPOA dalam jangka waktu yang sesingkat mungkin dan memulihkan aktivitas nuklir damainya secara kualitatif dan kuantitatif seperti di masa lalu dan bahkan lebih baik lagi. 

Seorang nelayan Palestina gugur syahid tertembus peluru pasukan Angkan Laut Mesir di selatan perairan Jalur Gaza.

Seperti dilansir FNA, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa Abdullah Zaidan, 33 tahun, gugur syahid pada Sabtu (13/1/2018) pagi setelah mengalami luka parah.

Pada Jumat malam, Zaidan menderita luka serius setelah pasukan AL Mesir menembakinya ketika ia di atas perahu mengail ikan di perairan selatan Gaza.

Menurut kantor berita Safa, Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, nelayan yang terluka pada Jumat malam telah gugur syahid pada Sabtu pagi.

Disebutkan pula bahwa Zaidan yang terluka parah telah dibawa ke Rumah Sakit Abu Youssef al-Najjar, namun nyawanya tidak tertolong.

Menangkap ikan adalah sumber pendapatan penduduk Gaza. Pekan lalu, pasukan penjaga pantai rezim Zionis Israel menangkap empat nelayan Palestina di perairan dekat dengan pantia Gaza.

Rencana terbaru rezim Zionis Israel untuk membangun lebih dari 1.200 unit rumah baru untuk warga Zionis di Tepi Barat menuai protes luas dari kalangan internasional.

Seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, Sabtu (13/1/2018), Yordania, Turki dan Perancis menilai kelanjutan pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan penghalang bagi jalur perdamaian.

Mohammed Momeni, Menteri Informasi Yordania mengatakan, rencana pembangunan distrik baru oleh rezim Zionis di wilayah Palestina pendudukan bertentangan dengan resolusi-resolusi internasional dan merupakan langkah sepihak yang menunjukkan rezim ini tidak memiliki keyakinan atas proses kompromi untuk menyelesaikan konflik Palestina.

Ia menuntut masyarakat internasional untuk melaksanakan tanggung jawabnya dan menekan rezim Zionis agar menghentikan pembangunan distrik-distrik di Palestina pendudukan dan menghormati hukum dan resolusi internasional.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan penentangan terhadap kelanjutan pembangunan distrik Zionis dan mengecam penembakan terhadap dua warga Palestina di Nablus dan Jalur Gaza oleh pasukan keamanan Israel.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Perancis mengumumkan bahwa pembangunan distrik-distrik di wilayah Palestina bertentangan dengan hukum dan resolusi inernasional. Kemlu Perancis juga menuntut penghentian segera pembangunan distrik Zionis di wilayah Palestina pendudukan.

Pembangunan distrik-distrik Zionis merupakan upaya Israel untuk mengubah struktur demografi berbagai wilayah Palestina agar bisa menetapkan dominasinya. 

Menteri Komunikasi rezim Zionis Israel mengancam wartawan dan awak media dengan hukuman berat dan bahkan hukuman mati.

Ayoob Kara mengungkapkan hal itu dalam konferensi tahunan partainya di Eilat, selatan Palestina pendudukan (Israel) seperti dilansir Mehr Newsmengutip Russia El Youm, Sabtu (13/1/2018).

Ia menegaskan, langkah-langkah yang diperlukan terkait dengan struktur media akan diambil.

Ayoob Kara menjelaskan, dengan pelaksanaan langkah-langkah baru itu, maka akan diambil kontrol lebih ketat terhadap media, di mana bagi yang melanggarnya akan dikenai hukuman berat, bahkan hukuman mati.

Sementara itu, Oren Hassan, salah satu anggota parlemen rezim Zionis (Knesset) mengecam pernyataan Menteri Komunikasi Israel.

Sebelumnya, pihak berwenang rezim Zionis memecat sejumlah wartawan yang memprotes kejahatan pasukan Israel.