کمالوندی
Ayatullah Alawi Gorgani
Ayatullah Alawi Gorgani
Kantor Ayatullah Alawi Gorgani
Dengan Nama Allah Yang Agung.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِي ٱلسِّلۡمِ كَآفَّةٗ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٢٠٨
Allah SWT berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (QS. Al-Baqoroh: 208)
Pesan Islam selalu bersesuaian degan logika rasional, dialog dan menahan diri dari setiap penghinaan dan tuduhan palsu.
Allah SWT berfirman:
ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ
“Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik.” (QS. Al-Mu’minun: 96)
Dia ayat lain Allah SWT juga berfirman:
وَلَا تَسُبُّواْ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّواْ ٱللَّهَ عَدۡوَۢا بِغَيۡرِ عِلۡمٖۗ
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” (QS. Al-An’am: 108)
Dalam situasi sekarang ini, dimana konspirasi musuh-musuh Islam (dalam meruntuhkan dasar-dasar Islam) dan firman Allah mereka pelintir untuk menutup semua panggilan ilahi, demi menetapkan aturan Setan di dunia ini, maka kita tidak seharunsya bersikap keras kepala terhadap perbedaan, membuat suasana permusuhan, dan bergerak sepanjang jalan yang menguntungkan kekuatan arogan global dan Zionisme internasional. Di masa lalu, terlepas dari doktrin-doktrin tertentu, mazhab-mazhab Islam yang berbeda memiliki koeksistensi yang terhormat dan damai, dan juga terlibat dalam perdebatan logis dalam setiap pertemuan dan diskusi. Hari ini, seperti sebelumnya, mereka harus bergaul dengan satu sama lain dan bertindak bersama-sama melawan musuh bersama. Mengutuk dengan tindakan orang-orang yang menuduh orang lain sesat di bawah dalih yang berbeda, dan yang menunjukkan permusuhan terhadap mazhab lainnya khususnya Syiah, telah menyebabkan pembantaian di berbagai negara seperti Pakistan, Afghanistan, Irak, Suriah, dan Indonesia. Mereka (hal ini) hanya akan memberikan keuntungan bagi kekuatan arogan dunia, melayani kepentingan mereka dan bertindak bertentangan dengan Al-Qur'an yang mengatakan secara eksplisit:
{لا تتخذوا الكافرين أولياء} (النساء / 144).
لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ
“Janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali” (QS. An-Nisa’: 144)
Mereka tidak seharusnya menjalin persahabatan dengan Zionis dan bekerja sama dengan mereka melawan Syiah. Semoga Allah SWT menjauhkan kaum Muslimin dari dari permusuhan dan perpecahan.
Ayatullah Sayyid Yusuf Madani Tabrizi
Ayatullah Sayyid Yusuf Madani Tabrizi
Balasan dari Sayyid Yusuf Madani Tabrizi
Dengan Nama Allah,
Islam tidak memperbolehkan menghina keyakinan agama, khususnya mazhab-mazhab dalam Islam, dan setiap tindakan yang dapat menciptakan perselisihan di antara masyarakat Muslim dan menyebabkan kerugian besar bagi kehidupan mereka dan harta bendanya adalah dilarang dalam hukum Islam. Misi bunuh diri terhadap Muslim dan pembantaian mereka di berbagai negara telah membuat miris dari setiap manusia yang berwawasan luas. Hal ini tidak sesuai dengan Islam, yang merupakan agama rahmat dan kasih sayang, dan menggambarkan gambaran yang keliru tentang Islam kepada dunia. Semoga Allah melindungi kita dari kejahatan keji dan merusak.
Sayyid Yusuf Madani Tabrizi
Ayatullah Sayyid Muhammad Sa'id Hakim
Ayatullah Sayyid Muhammad Sa'id Hakim
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Pertanyaan:
Kepada Yang Terhormat Ayatullah Sayyid Muhammad Sa'id Hakim
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Tolong berikan pencerahan kepada jutaan umat Islam terkait dua isu penting sebagai berikut:
Apakah seseorang yang mengaku dengan imannya atas keesaan Allah SWT, dan kenabian Nabi Muhammad bin Abdullah (SAW), melaksanakan sholat dengan menghadapi kiblat dan mengikuti salah satu dari delapan Mazhab Islam (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali, Ja'fari, Zaidi, Abazi dan Zahiri) dianggap sebagai Muslim? Apakah hidupnya, kehormatan dan harta bendanya harus dijaga (dihormati)?
Jawaban:
"Menuduh para sahabat atau Muslim lainnya dengan tuduhan sesat, terkait apapun Mazhab yang mereka percayai, bukanlah bagian dari keyakinan Syiah. Hal ini berlandaskan atas dasar semangat dan prinsip-prinsip dasar Islam. Terkait hal ini juga telah tersirat dalam hadis yang dikutip dari Imam Syiah (SAW) dan pengajaran ulama-ulamanya begitu juga kesepakatan agama."
Salah satu orang dari Mukmin lainnya juga bertanya:
Banyak Muslim dan non-Muslims bertanya kepada kami tentang hubungan antara mazhab-mazhab Islam. Terkait hal ini, tolong berikan jawaban dua pertanyaan ini dibawah ini:
1. Apakah seseorang yang mengikuti salah satu dari delapan Mazhab Islam (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali, Ja'fari, Zaidi, Abazi dan Zahiri) dianggap sebagai Muslim?
2. Apa batasan menuduh orang lain dengan tuduhan sesat? Apakah diperbolehkan seorang Muslim menuduh sesat kepada pengikut mazhab Islam (yang mashur) lainnya ataupun mazhab Asy’ariyah atau Mu’tazilah? Dan apakah menuduh para pengikut Sufi dengan tuduhan sesat diperbolehkan?
Jawaban:
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1. Kesaksian dengan iman atas keesaan Allah SWT, dan Kenabian Nabi Muhammad (SAW), melaksanakan tugas agama dan ajaran wajib agama seperti sholat dan lain-lainya sudah cukup bagi seseorang untuk dianggap sebagai Muslim. Dengan demikian, semua ajaran agama seperti perlunya menghormati hidupnya, harta bendanya dan lain-lain berlaku baginya.
2. Jawaban sama dengan point pertama diatas.
Sayyid Muhammad Sa'id Hakim
Ayatullah Sayyid Muhammad Sa'id Hakim
Ayatullah Sayyid Muhammad Sa'id Hakim
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Pertanyaan:
Kepada Yang Terhormat Ayatullah Sayyid Muhammad Sa'id Hakim
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Tolong berikan pencerahan kepada jutaan umat Islam terkait dua isu penting sebagai berikut:
Apakah seseorang yang mengaku dengan imannya atas keesaan Allah SWT, dan kenabian Nabi Muhammad bin Abdullah (SAW), melaksanakan sholat dengan menghadapi kiblat dan mengikuti salah satu dari delapan Mazhab Islam (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali, Ja'fari, Zaidi, Abazi dan Zahiri) dianggap sebagai Muslim? Apakah hidupnya, kehormatan dan harta bendanya harus dijaga (dihormati)?
Jawaban:
"Menuduh para sahabat atau Muslim lainnya dengan tuduhan sesat, terkait apapun Mazhab yang mereka percayai, bukanlah bagian dari keyakinan Syiah. Hal ini berlandaskan atas dasar semangat dan prinsip-prinsip dasar Islam. Terkait hal ini juga telah tersirat dalam hadis yang dikutip dari Imam Syiah (SAW) dan pengajaran ulama-ulamanya begitu juga kesepakatan agama."
Salah satu orang dari Mukmin lainnya juga bertanya:
Banyak Muslim dan non-Muslims bertanya kepada kami tentang hubungan antara mazhab-mazhab Islam. Terkait hal ini, tolong berikan jawaban dua pertanyaan ini dibawah ini:
1. Apakah seseorang yang mengikuti salah satu dari delapan Mazhab Islam (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali, Ja'fari, Zaidi, Abazi dan Zahiri) dianggap sebagai Muslim?
2. Apa batasan menuduh orang lain dengan tuduhan sesat? Apakah diperbolehkan seorang Muslim menuduh sesat kepada pengikut mazhab Islam (yang mashur) lainnya ataupun mazhab Asy’ariyah atau Mu’tazilah? Dan apakah menuduh para pengikut Sufi dengan tuduhan sesat diperbolehkan?
Jawaban:
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1. Kesaksian dengan iman atas keesaan Allah SWT, dan Kenabian Nabi Muhammad (SAW), melaksanakan tugas agama dan ajaran wajib agama seperti sholat dan lain-lainya sudah cukup bagi seseorang untuk dianggap sebagai Muslim. Dengan demikian, semua ajaran agama seperti perlunya menghormati hidupnya, harta bendanya dan lain-lain berlaku baginya.
2. Jawaban sama dengan point pertama diatas.
Sayyid Muhammad Sa'id Hakim
Ayatullah Syeikh Bashir Najafi
Ayatullah Syeikh Bashir Najafi
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Yang Terhormat : Ayatullah Syeikh Bashir Najafi
Banyak dari Muslim dan non-Muslims yang bertanya kepada kami tentang hubungan antara mazhab-mazhab dalam Agama Islam. Pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Apakah seseorang yang mengikuti salah satu mazhab dalam Islam (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali, Ja'fari, Zaidi, Abazi) dianggap sebagai seorang Muslim?
2. Apa parameter seseorang dianggap sesat? Apakah diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk menuduh pengikut mazhab lain, atau mazhab Asy’ariyah atau Mu’tazilah dengan tuduhan sesat? Apakah menuduh pengikut Sufi dengan tuduhan sesat diperbolehkan?
Jawaban:
Dalam Nama-Nya Yang Agung
1. Siapapun yang telah bersaksi dengan imannya atas keesaan Allah SWT, dan kenabian Nabi Muhammad bin Abdullah (SAW), dan kenabian yang telah ditutup (oleh Nabi Muhammad SAW), dan hari Pembalasan, juga tidak membuat penolakan terkait masalah ini, maka dia terbukti dan dianggap sebagai Muslim. Hidupnya, kehormatan dan harta bendanya dijaga (dihormati) dan semua ajaran agama berlaku baginya. Semua Muslim memiliki kewajiban agama untuk mempertahankan hidupnya, kehormatan dan harta bendanya, dan Allah SWT mengetahui yang terbaik.
2. Tidak diperbolehkan menuduh siapa pun dengan tuduhan sesat bagi siapa saja yang telah bersaksi atas keesaan Allah SWT, dan kenabian yang telah ditutup (oleh Nabi Muhammad SAW), dan hari Pembalasan, juga tidak membuat penolakan terkait masalah ini, maka dia terbukti dan dianggap sebagai Muslim. Ada beberapa riwayat dari Rasulullah Saw tentang larangan tindakan ini. Bagi siapa pun yang berusaha untuk menebar hasutan agama atau menuduh sesat seseorang yang telah mengaku keyakinan yang telah disebutkan di atas adalah jahil, pura-pura tidak tahu, atau dia adalah musuh Islam yang mencoba untuk mempengaruhi umat Islam untuk melayani kepentingan kekuatan arogan kafir yang ingin membuat konflik dan perpecahan.
Wallahu A’lam.
Bashir Al-Najafi
Ayatullah Syeikh Fazel Lankarani
Ayatullah Syeikh Fazel Lankarani
Pertanyaan:
Setelah Anda mengetahui dengan baik, terkait dengan kedatangan Barat pada abad ketiga Masehi, Barat telah memutuskan dengan pasti untuk menebar hasutan di antara kaum Muslim dan mereka berusaha untuk menggambarkan Islam sebagai agama kekerasan. Dalam situasi ini, menjaga persatuan umat Islam terlihat lebih penting daripada sebelumnya. Dengan menimbang bukti yang sangat jelas akan perlunya persatuan umat Islam sekarang ini, apa pendapat Anda tentang label ‘umat Islam’ untuk masyarakat muslim yang mengikuti salah satu dari empat mazhab Sunni ditambah dengan mazhab Zaidiyah, Dzahiriyah, Abazieh dan sebagainya? Yang mana mereka mengimani rukun Islam? Apakah dibolehkan menuduh mereka sesat? Apa batas-batas dan kriteria terkait tuduhan seperti itu? Kami memohon kepada Allah SWT untuk memberikan kesuksesan bagi Anda yang akan terus meningkat dalam melayani Islam dan Muslim khususnya muslim Syiah.
Balasan:
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Selama mazhab-mazhab tersebut tidak bertentangan dengan rukun-rukun Islam, ajaran wajib Islam, atau larangan Allah SWT dan para Imam Maksum (SAW), maka mereka dianggap bagian dari mazhab Islam.
Muhammad Fazel Lankarani
Ayatullah Wahid Khurosani
Ayatullah Wahid Khurosani
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Pertanyaan:
Kami adalah kelompok yang tinggal di lingkungan Sunni. Sunni menuduh kita sesat dan percaya bahwa Syiah adalah kafir. Bolehkan kita membalas mereka dengan menganggap mereka sebagai orang-orang kafir dan memperlakukan mereka seperti itu? Kami mohon jawaban tentang kewajiban agama bagi kami berkaitan dengan serangan tersebut.
Tanda tangan
Sekelompok Orang Mukmin
Ini adalah Jawaban dari Ayatullah Wahid Khurosani:
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Bagi siapapun yang telah bersaksi atas keesaan Allah SWT dan Kenabian Nabi Muhammad SAWW adalah seorang Muslim, adapun terkait hidupnya, kehormatan dan harta bendanya adalah sama kedudukannya seperti hidupnya, kehormatannya, dan hartanya milik pengikut Mazhab Ja'fari. Agama Anda mewajibkan Anda untuk memperlakukan dengan hormat seseorang yang telah mengaku beriman kepada Allah dan Nabi SAWW, sekalipun jika ia menganggap Anda sebagai orang yang tidak beriman. Walaupun mereka melakukan tindakan tidak adil terhadap Anda, maka tetaplah berjalan pada jalan keadilan; jika mereka sakit, kunjungilah mereka; jika salah satu dari mereka meninggal, hadirilah upacara pemakamannya, jika mereka meminta pertolongan maka bantulah mereka, dan serahkan masalah ini kepada kehendak Allah SWT yang berfirman:
وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنََٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa (QS. Al-Maidah: 8)
dan patuhilah perintah Allah SWT yang telah berfirman:
وَلَا تَقُولُواْ لِمَنۡ أَلۡقَىٰٓ إِلَيۡكُمُ ٱلسَّلَٰمَ لَسۡتَ مُؤۡمِنٗا
“Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin” (QS. An-Nisa’:94)
Wassalamualaikum Wr.Wb
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei
Dengan menimbang bukti yang sangat jelas akan perlunya persatuan umat Islam sekarang ini, apa pendapat Anda tentang label ‘umat Islam’ untuk masyarakat muslim yang mengikuti salah satu dari empat mazhab Sunni ditambah dengan mazhab Zaidiyah, Dzahiriyah, Abazieh dan sebagainya? Yang mana mereka mengimani rukun Islam? Apakah dibolehkan menuduh mereka sesat? Apa batas-batas dan kriteria terkait tuduhan seperti itu? Kami memohon kepada Allah SWT untuk memberikan kesuksesan bagi Anda yang akan terus meningkat dalam melayani Islam dan Muslim khususnya muslim Syiah.
Jawaban yang diberikan dari kantor Rahbar:
Semua mazhab Islam, pada hakikatnya adalah bagian dari satu umat Islam, dan mereka semua memiliki hak-hak khususnya sebagai umat Islam. Hal-hal yang menyebabkan perpecahan di antara mereka adalah bertentangan dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Nabi suci (SAW). Selain itu, hal ini juga dapat melemahkan umat Islam, dan akan digunakan sebagai dalih oleh musuh-musuh Islam. Jadi menuduh mazhab Islam yang lain dengan tuduhan sesat tidaklah diperbolehkan.
Kantor Penasehat Fatwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Ayatullah Sayyid Ali Sistani
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Pertanyaan:
Ayatullah Sayyid Ali Sistani
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Kami berharap agar jutaan umat Islam saat ini diarahkan kepada dua isu terpenting:
Apakah seseorang yang bersaksi dengan imannya atas keesaan Allah SWT, dan Kenabian Nabi Muhammad bin Abdullah (SAW), mengerjakan sholat dengan menghadapi kiblat dan mengikuti salah satu dari delapan mazhab (Hanafi, Shafi'i, Maliki, Hanbali , Ja'fari, Zaidi, Abazi dan Zahiri) maka dia dianggap sebagai Muslim? Dan apakah hidupnya, kehormatan dan hartanya juga dihormati (dijaga)?
Jawaban:
Dengan Menyebut Asma Allah SWT Yang Maha Agung
Barang siapa yang bersaksi dengan imannya atas keesaan Allah SWT, dan bersaksi atas Kenabian Nabi Muhammad bin Abdullah (SAW), tidak membuat pernyataan yang bertentangan dengan imannya, dan tidak menunjukkan permusuhan terhadap Ahlu Bait Nabi (SAW) maka dia dianggap sebagai Muslim.
Wa alaikum salam Wr.Wb.
Seorang Muslim lainnya juga bertanya kepada Ayatullah Sayyid Ali Sistani tentang sikap Muslim Syiah terhadap Muslim Sunni
Kantor resmi pengeluaran fatwa telah memberikan jawaban sebagai berikut:
Dari sudut pandang madzhab Syiah, Muslim Sunni dengan semua ajaran Islam berlaku untuk mereka. Pernikahan mereka diperbolehkan, mereka dapat menerima warisan dari muslim Syiah; muslim Syiah juga mewarisi dari mereka (kecuali untuk kaum Khawarij dan Nasibi), hidup mereka, kehormatan dan harta bendanya juga harus dijaga (dihormati). Tekait tuduhan bahwa Syiah menggap sesat para pengikut Perang Badar, atau Baiat Ridwan, dan orang-orang yang telah meninggalkan (rumah mereka) dan memberi bantuan kepada kaum Muhajirin dan Ansar, begitu juga para pemimpin mazhab Islam dan pengikut mereka, adalah kebohongan belaka.
Ayatullah Ja’far Subhani
Ayatullah Ja’far Subhani
Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” (QS. Al-Imran:103)
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berpegang teguh kepada tali (agama) Allah. Perumpamaan bangsa yang terbagi dan terpecah belah adalah seperti seseorang yang jatuh ke dalam sumur, yang membuat Allah SWT menggunakan istilah ‘tali’ dan tidak menggunakan istilah selain ini. Oleh karena itu seseorang yang telah masuk ke dalam sumur tersebut hanya dapat diselamatkan dengan berpegang pada tali yang telah dijulurkan kedalam lubang sumur.
Hal yang perlu digaris bawahi bahwa Al-Qur'an telah berulang-ulang memuji dan memerintahkan umat akan persatuan dan kerukunan, dan melarang umat dari perpecahan. Al-Qur'an telah mencela perpecahan dengan pertimbangan akan terjadinya bencana mengerikan sebagai konsequensinya.
قُلۡ هُوَ ٱلۡقَادِرُ عَلَىٰٓ أَن يَبۡعَثَ عَلَيۡكُمۡ عَذَابٗا مِّن فَوۡقِكُمۡ أَوۡ مِن تَحۡتِ أَرۡجُلِكُمۡ أَوۡ يَلۡبِسَكُمۡ شِيَعٗا وَيُذِيقَ بَعۡضَكُم بَأۡسَ بَعۡضٍۗ
“Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain” (QS. Al-An’am: 65)
Dengan demikian, semua umat Islam harus merujuk ke Al-Qur'an, bertindak sesuai dengan perintah Allah SWT didalamnya, dengan bersatu dan menahan diri dari sesuatu yang menyebabkan perpecahan. Apalagi pada zaman sekarang ini, di mana orang-orang kafir dan kekuatan arogan bersekongkol untuk menyebabkan perselisihan di kalangan umat Islam, dan mereka telah memimpin untuk menumpahkan darah satu sama lain untuk demi mencapai tujuan jahat mereka, mendominasi negara-negara Islam dan menjarahnya, yang mana kekayaan alam di negara itu adalah rahmat yang diberikan Allah SWT. Dengan demikian, mereka mencoba untuk membuat tempat yang aman bagi tentara penjajah yang telah menginvasi Palestina dan Yerusalem.
Fenomena Takfir (menuduh orang lain sesat) adalah tindakan tercela dan tidak senonoh; Karena semua umat Islam menyembah satu Tuhan dan percaya pada kenabian Nabi dan hari Hari Kiamat, ini cukup untuk menganggap mereka sebagai Muslim, bahkan jika mereka tidak percaya pada salah satu mazhab dalam Islam. Di ranjang sebelum wafat, Imam Asy'ari mengumpulkan semua muridnya dan mengatakan kepada mereka: “Saya bersaksi bahwa saya tidak pernah menuduh (amalan) muslim yang lain dengan bid'ah, karena mereka semua menyembah satu Tuhan dan semua di bawah bendera Islam. Kita juga wajib menghormati perasaan dan keyakinan yang lain. Kita tidak boleh memperlakukan mereka dengan cara yang menyebabkan perpecahan dan yang dapat menabur benih permusuhan dan dendam, karena hal ini telah menjadi praktek umum keturunan yang saleh diantara kita, yang hidup berdampingan dalam damai dan aman. Tuduhan mengutuk sahabat nabi yang salah dilontarkan terhadap Syiah adalah palsu dan tidak berdasar. Syiah dengan keras menyangkal tuduhan tersebut. Dalam sikap mereka terhadap para sahabat nabi, mereka mencontoh Imam Ali bin Hussein yang berdoa kepada Allah:
"اللهم وأصحاب محمّد خاصة، الذين أحسنوا الصحبة، والذين أبلوا البلاء الحسن في نصره، وکانفوه، وأسرعوا إلی وفادته، وسابقوا إلی دعوته”
“Ya Allah, pujian kepada sahabat Nabi Muhammad SAW yang terpilih, yaitu mereka yang menjadi teman yang baik dan yang telah diberikan ujian dalam membantu dan mendukung Dia (Nabi SAW), dan mereka yang bersegera untuk menghargai kehadiran dan kenabiannya”
Salam Perdamaian untuk Anda Sekalian beserta rahmat Allah dan berkah-Nya.
Hauzah Ilmiyah Kota Suci Qom
Ja'far Subhani




























