کمالوندی

کمالوندی

Kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi di Timur Tengah sementara invasi ke Irak merupakan kesalahan fatal.

Trump, (13/02), selama debat dengan saingannya dari Partai Republik Jeb Bush, mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menghabiskan banyak uang untuk invasi ke Irak, anggaran yang telah dikeluarkan sejumlah dua triliun dolar dan banyak kehilangan nyawa, Islamtimes (14/02) memberitakan.

Trump menjelaskan bahwa invasi AS ke Irak adalah kesalahan George Bush kakak Jeb Bush, ia mengatakan "kita semua bisa membuat kesalahan, namun  kesalahan yang satu ini berbeda, seharusnya kita tidak usah pergi ke Irak, kamilah yang menghancurkan Timur Tengah".

Trump menuduh Presiden George W. Bush berbohong "mereka telah berbohong kepada rakyat Amerika, mereka mengatakan bahwa ada senjata pemusnah massal, tapi kenyataannya tidak ada senjata sama sekali, mereka mengetahui hal itu dengan baik"

Warga setempat melaporkan, Minggu (14/02), bahwa kelompok teroris ISIS menarik mundur puluhan elemennya dan 60 kendaraan milik mereka dari daerah selatan Mosul menuju Raqqah Suriah.

Beberapa saksi mata mengatakan kepada kantor berita Almaalomah (14/02) "kelompok teroris ISIS menarik mundur puluhan jihadisnya dan 60 kendaraan milik mereka termasuk SUV dan Humvee dari daerah Qayyarah dan Hamam Al-Alil selatan dari Mosul menuju ke arah Raqqah Suriah".


Para saksi menambahkan bahwa "hal itu dilakukan karena di perbatasan Mosul para elemen organisasi teroris ISIS kriminal itu menghadapi kesulitan dalam menghadapi gempuran ribuan tentara dan pasukan populer Irak serta beberapa kekuatan militer lainnya yang terdiri dari beberapa anggota suku, terutama di daerah bagian sisi timur dan selatan Makhmur".

Pasukan keamanan sedang mempersiapkan untuk operasi militer besar-besaran untuk membebaskan kota Mosul, terutama setelah kedatangan batalyon kelompok 15 yang telah dilatih secara khusus perang di jalanan.


Kelompok kriminal teroris ISIS masih menguasai kota Mosul sejak 10 Juni 2014, dimana kelompok teroris tersebut telah melakukan kejahatan kemanusiaan paling keji terhadap rakyat kota tersebut, terutama dari kaum minoritas keagamaan seperti Yazidi dan Kristen, Turkmen dan Shabak.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengabarkan, sejumlah meriam diluncurkan ke Barat negara itu dari dalam wilayah Turki.

Kantor berita Sputnik, Rusia (1/2) melaporkan, Kemenlu Suriah, Senin (1/2) mengumumkan, serangan yang dilakukan dari dalam wilayah Turki ke Utara Provinsi Latakia, Suriah menewaskan seorang tentara negara itu dan melukai lima lainnya.

Kemenlu Suriah menuding pemerintah Turki bertanggung jawab atas serangan meriam ke Barat negara itu.

Kemajuan militer Suriah hingga ke perbatasan Turki dan pembebasan wilayah-wilayah di Provinsi Latakia, berhasil memulihkan ketenangan di provinsi pesisir pantai Laut Mediterania itu.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pesannya untuk Pertemuan Nasional Shalat ke-24 mengatakan, semua harus mengetahui, salah satu metode paling efektif untuk mengurangi masalah sosial adalah penyebaran budaya shalat.

Kantor Rahbar (26/1) melaporkan, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pesan tersebut menekankan pentingnya rasa tanggung jawab semua lapisan masyarakat Iran atas penyebaran budaya shalat.

Rahbar mengajak seluruh masyarakat terutama pejabat pemerintah dan orang-orang yang memiliki fasilitas finansial, spiritualitas dan manajemen untuk memahami urgensi masalah ini serta melakukan langkah nyata.

Isi pesan Ayatullah Khamenei menyebutkan, kapasitas dan lahan kerja, juga kebutuhan dan rasa haus masyarakat Islam untuk mencapai target ideal, terpaut jauh dengan realitas-realitas yang ada saat ini.

Pertemuan Nasional Shalat ke-24, dibuka secara resmi hari ini, Selasa (26/1) di Universitas Imam Khomeini, Qazvin, Barat Tehran.

Pesan Rahbar untuk pertemuan itu dibacakan oleh Ayatullah Abdulkarim Abedini, Wakil Wali Fakih dan Imam Jumat Qazvin.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pesannya untuk Pertemuan Nasional Shalat ke-24 mengatakan, semua harus mengetahui, salah satu metode paling efektif untuk mengurangi masalah sosial adalah penyebaran budaya shalat.

Kantor Rahbar (26/1) melaporkan, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pesan tersebut menekankan pentingnya rasa tanggung jawab semua lapisan masyarakat Iran atas penyebaran budaya shalat.

Rahbar mengajak seluruh masyarakat terutama pejabat pemerintah dan orang-orang yang memiliki fasilitas finansial, spiritualitas dan manajemen untuk memahami urgensi masalah ini serta melakukan langkah nyata.

Isi pesan Ayatullah Khamenei menyebutkan, kapasitas dan lahan kerja, juga kebutuhan dan rasa haus masyarakat Islam untuk mencapai target ideal, terpaut jauh dengan realitas-realitas yang ada saat ini.

Pertemuan Nasional Shalat ke-24, dibuka secara resmi hari ini, Selasa (26/1) di Universitas Imam Khomeini, Qazvin, Barat Tehran.

Pesan Rahbar untuk pertemuan itu dibacakan oleh Ayatullah Abdulkarim Abedini, Wakil Wali Fakih dan Imam Jumat Qazvin.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, kesepakatan Presiden Iran dan Cina untuk pembentukan "hubungan strategis 25 tahun" antarkedua negara benar dan bijak.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Xi Jinping, Presiden Cina dan delegasi tingkat tinggi yang menyertainya di Tehran, ibukota Iran, Sabtu (23/1/2016).

"Pemerintah dan rakyat Republik Islam Iran selalu berusaha memperluas hubungan dengan negara-negara independen dan dapat dipercaya seperti Cina," imbuh Ayatullah Khamenei ketika menyinggung sejarah kuno hubungan perdagangan dan budaya antara bangsa Iran dan Cina.

Rahbar menyebut energi sebagai salah satu masalah penting dunia dan menjelaskan, "Iran adalah satu-satunya negara independen di kawasan, di mana di sektor energi dapat dipercaya, sebab – tidak seperti halnya beberapa negara di kawasan– kebijakan energi Iran tidak berada di bawah pengaruh faktor non-Iran.

Ayatullah Khamenei juga menekankan pentingnya kebangkitan "Jalur Sutra" dan perluasan kerjasama antarnegara-negara yang berada di jalur ini.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran lebih lanjut menyinggung kebijakan hegemonik dan pendekatan tidak jujur sejumlah negara terutama Amerika Serikat.

Ayatullah Khamenei menuturkan, klaim AS terkait pembentukan "koalisi anti-teror" adalah sebuah aksi menipu. Hal seperti ini, lanjutnya, adalah pendekatan AS untuk semua isu dan mereka tidak pernah jujur dalam perilaku mereka.

"Dalam kondisi ini, negara-negara independen harus mengejar kerjasama lebih lanjut dan kesepakatan Iran dan Cina dalam kerangka ini harus ditindaklanjuti dengan serius," tuturnya.

Di bagian lain pernyataannya, Ayatullah Khamenei menandaskan, Barat tidak pernah mampu menarik kepercayaan rakyat Iran.

"Bangsa Iran tidak akan pernah melupakan kerjasama Cina di era sanksi. Republik Islam Iran akan mendukung konsep Cina bersatu sebagai bagian dari kebijakan dasar dan menentukan Iran," jelasnya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran juga mengungkapkan penyesalan atas ketidakamanan di kawasan.

Menurutnya, situasi ini merupakan hasil dari kebijakan keliru Barat dan persepsi menyimpang dan keliru tentang Islam, di mana kondisi tersebut harus dicegah melalui kerjasama yang bijak.

Rahbar lebih lanjut menilai sejumlah negara regional sebagai sumber utama pemikiran menyimpang.

"Barat alih-alih berkonfrontasi terhadap sumber utama pemikiran ini dan kelompok-kelompok teroris, namun mereka justru menyerang dan menekan umat Islam di Eropa dan Amerika, padahal terorisme sepenuhnya berbeda dengan pemikiran Islam yang sebenarnya," protesnya.

Rahbar juga menyinggung media dan pemerintah Barat, khususnya AS yang menggunakan istilah "Negara Islam" untuk menyebut kelompok teroris tertentu.

Menurut Ayatullah Khamenei, pendekatan seperti itu merupakan penghinaan terhadap umat Islam dan bukan menanggulangi masalah, namun secara tidak langsung justru mendatangkan alasan untuk penguatan kelompok-kelompok teroris itu.

Ayatullah Khamenei menegaskan, gerakan teroris sepenuhnya berbeda dengan ideologi Islam yang sebenarnya.

Senin, 01 Februari 2016 10:09

Rahbar Sampaikan Pesan kepada UISAE

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam sebuah pesan kepada Persatuan Himpunan Mahasiswa Islam di Eropa (UISAE) menyebut tekad kuat dan upaya tak kenal lelah semua pemuda dan mahasiswa Iran sebagai satu-satunya cara untuk memandulkan konspirasi musuh terhadap Republik Islam Iran.

Teks pesan Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei tersebut telah dibacakan oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Javad Ejei, Wakil Rahbar untuk Urusan Mahasiswa Iran di Eropa dalam pertemuan tahunan UISAE ke-50 yang digelar di Milan, Italia, Jumat (22/1/2016).

Bismillahirrahmanirrahim

Para pemuda yang tercinta

Sekarang kalian telah mencapai 50 tahun dari asosiasi kalian; sebuah lembaga yang diberkati, di mana institusi ini menghubungkan bimbingan Islam, semangat dan antusiasme iman dengan karakteristik para pemuda dan mahasiswa, dan hasilnya mereka bisa menjadi manusia-manusia yang berilmu, arif dan bijak, bertakwa dan saleh serta berwawasan luas.

Berusahalah supaya kalian dan asosiasi kalian sedapat mungkin sejalan dengan tujuan-tujuan tinggi dan pembawa kebahagiaan ini. Negara dan bangsa kalian memerlukan manusia-manusia seperti ini untuk menapaki jalan panjangnya.

Kemauan kuat dan usaha terus-menerus kalian dan semua pemuda dan mahasiswa Iran di semua tempat adalah satu-satunya cara untuk menggugurkan berbagai konspirasi yang dirancang dengan menggunakan semua jenis dan sarana oleh front musuh terhadap Iran yang Islami dan mulia.

Persiapkan, perbaruhi dan jagalah hati penuh harapan dan kemampuan kekuatan fisik dan spiritual kalian, dan melangkahlah maju dengan bertawakal kepada Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Semoga Allah Swt melindungi dan mendampingi kalian.

Sayid Ali Khamenei

Senin, 01 Februari 2016 09:52

Kemarahan Rusia atas Hinaan AS

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, menyatakan kemarahannya atas tuduhan korupsi terhadap Presiden Vladimir Putin, yang dilayangkan oleh para pejabat Amerika Serikat.

Lavrov dalam satu statemennya Jumat (29/1/2016), menyatakan bahwa tudingan para pejabat AS bisa mendorong meningkatnya ketegangan dalam hubungan bilateral. Ia menilai Washington sebagai pihak yang harus disalahkan atas ketegangan hubungan kedua negara.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest juga mengkonfirmasi komentar seorang pejabat di Bidang Kejahatan Keuangan dan Terorisme Departemen Keuangan AS, yang menuding Presiden Putin telah melakukan korupsi dan ia menyebut pernyataan itu sebagai refleksi pandangan pemerintah AS.

Kremlin menganggap statemen Gedung Putih sudah keterlaluan dan penghinaan terhadap Rusia. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan AS sedang berusaha mempengaruhi pemilu presiden mendatang di Rusia.

Sebelumnya, pejabat Bidang Kejahatan Keuangan dan Terorisme Departemen Keuangan AS, Adam Szubin dalam wawancaranya dengan BBC, Senin lalu, menyebut Putin telah melakukan korupsi. Ia menuding Putin menerima suap dan penggelapan dana pemerintah dan mengklaim bahwa Presiden Rusia dengan menyalahgunakan anggaran pemerintah kemungkinan telah menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Ketegangan antara AS dan Rusia tampaknya mulai memasuki babak baru setelah para pejabat Washington menuding Putin korupsi. Hubungan panas kedua negara sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, tapi seiring berjalannya waktu perselisihan mereka justru semakin tajam.

Jika Moskow dan Washington sampai sekarang terlibat ketegangan karena konflik Ukraina dan kehadiran militer Rusia dalam krisis Suriah, maka sekarang serangan verbal yang dilakukan para pejabat AS terhadap Putin telah mendorong konfrontasi terbuka dalam hubungan kedua negara.

Lalu, mengapa AS memilih menyerang Presiden Rusia dalam situasi seperti sekarang ini dan menuduhnya korup dan bahkan menyebut Putin sebagai salah satu orang terkaya di dunia? Sikap Rusia yang menolak kompromi terhadap tuntutan AS tampaknya telah memaksa para pejabat Washington melontarkan tudingan miring untuk membunuh karakter Putin dan membuatnya kehilangan kredibilitas di tengah rakyat Rusia dan opini publik dunia.

Terlepas dari benar atau tidaknya tudingan itu, Gedung Putih menegaskan bahwa Putin telah memonopoli kekuasaan. Setelah gagal mencapai kompromi dengan Rusia di panggung internasional, AS sekarang memilih mempertanyakan kredibilitas dan keabsahan kekayaan Putin. Dengan cara ini, AS ingin mendudukkan Putin dengan seorang pemimpin korup dan diktator.

Pada dasarnya, tudingan miring Washington terhadap Presiden Putin bertujuan untuk menggoyah kepemimpinan di Moskow sebagai salah satu pemimpin yang menentang Barat.

Senin, 01 Februari 2016 09:50

Manuver Besar Angkatan Laut Iran

Angkatan Laut Iran sedang menggelar latihan militer dengan sandi Velayat-94 di sebuah area besar mulai dari perairan timur Selat Hormuz dan Laut Oman sampai ke wilayah utara Samudera Hindia. Manuver ini menampilkan kekuatan pertahanan AL Iran kepada dunia dan negara-negara kawasan.

Kegiatan yang akan berlangsung sampai hari Senin (1/2/2016) ini, memamerkan ketangguhan berbagai tipe kapal selam kelas Ghadir dan Tareq. Mereka mengidentifikasi dan mengunci target-target bergerak musuh dan kemudian melepaskan torpedo untuk menghancurkan sasaran.

Kapal perusak Jamaran dan semua satuan kapal perang Iran yang terlibat dalam kegiatan itu, menampilkan kekuatan mereka dengan menembakkan berbagai jenis rudal.

Helikopter AB 212 yang dilengkapi dengan roket peluncur dan senapan mesin, juga berhasil menghancurkan target.

Panglima AL Iran, Laksamana Habibollah Sayyari mengatakan angkatan laut strategis sedang mengembangkan torpedo dan kapal selam untuk melindungi wilayah perairan Republik Islam Iran. "Dengan memperhatikan letak strategis wilayah Timur Tengah bagi Iran dan dunia, maka AL Iran harus mampu memastikan keamanan kawasan yakni utara Samudera Hindia, Laut Oman, dan timur Selat Hormuz," ujarnya.

"Untuk mengontrol kawasan dan memperoleh informasi yang diperlukan, kapal perusak, kapal selam, dan berbagai jenis armada udara harus mampu melakukan tugas tersebut," tegasnya.

Laksamanan Sayyari menerangkan bahwa salah satu kebutuhan angkatan laut strategis adalah kepemilikan drone dan AL Iran juga memiliki program untuk mengembangkan drone.

Sementara itu, Wakil Panglima AL Iran Laksamana Gholam-Reza Khadem Bigham juga mengatakan bahwa pelaksanaan manuver besar Velayat-94 sebagai bukti keseriusan Republik Islam dalam membela kepentingan negara di perairan bebas dan internasional.

"Manuver ini membawa pesan perdamaian dan persahabatan kepada negara-negara lain serta penekanan bahwa Republik Islam bukan ancaman bagi negara lain dan punya kesiapan untuk bekerjasama dengan tetangga dalam memastikan keamanan kawasan," tegasnya.

Laksamana Bigham menjelaskan bahwa manuver Velayat-94 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tempur pasukan, menciptakan koordinasi antara kekuatan, mencoba senjata-senjata baru AL Iran, menguji sistem perang elektronik, dan memacu kesiapan pasukan untuk membela kepentingan Republik Islam Iran, khususnya di Selat Hormuz, Laut Oman, dan utara Samudera Hindia.

Sementara misi lain latihan tersebut adalah menjamin keamanan navigasi dan memerangi ancaman lingkungan hidup, terorisme, dan aksi perompakan laut, serta menciptakan keamanan bagi jalur transportasi dan melawan setiap gangguan di perairan internasional.

AL Iran telah melakukan upaya maksimal demi mewujudkan keamanan di kawasan dan juga menekankan kebutuhan untuk mengusir perompak laut yang sering beraksi di Teluk Aden.

Senin, 01 Februari 2016 09:49

Presiden Rohani dan Kerja Sama Iran-Eropa

Presiden Republik Islam Iran dalam konferensi pers dengan media massa Prancis  secara optimis menyatakan kunjungannya ke Roma dan Paris menguntungkan kepentingan kedua pihak, baik Iran maupun Italia dan Prancis. Hassan Rohani juga menegaskan bahwa lawatannya ke dua negara Eropa itu membantu mewujudkan perdamaian dan stabilitas regional.

Statemen Rohani di Paris menjelaskan proyeksi hubungan Iran dengan Italia dan Prancis, serta berbagai masalah regional dan internasional. Di bagian lain statemennya, Rohani menyinggung implementasi Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) nuklir Iran yang membawa Tehran memasuki perundingan politik dalam berbagai masalah regional.

"Kondisi seperti ini tidak terjadi selama beberapa tahun lalu. Tapi kini, bahkan AS sendiri pun mengakui sebuah realitas bahwa peran berpengaruh Iran dalam penyelesaian masalah regional tidak bisa dipungkiri," ujar Rohani di Paris baru-baru ini.

Dalam wawancara dengan media massa Prancis, Presiden Iran menyebut terorisme sebagai sebuah ancaman kolektif publik dunia. Rohani menyinggung poin mengenai masalah terorisme di kawasan, dan pihak mana saja yang selama ini mendukung teroris bisa kelihatan. Oleh karena itu, presiden Iran menilai masalah terorisme sebagai isu utama, dan menyerukan semua pihak untuk membantu menumpas teroris di Timur Tengah, menghentikan teror, serta mengembalikan rakyat yang mengungsi ke rumahnya masing-masing.

Tampaknya, tidak terlalu sulit untuk memahami keamanan regional, ketika sebuah negara dilanda kekacauan, maka negara lain di kawasan pun akan terimbas getahnya. Oleh karena itu, tidak ada bedanya antara teroris ekstrem maupun moderat. Dengan demikian, semua negara tanpa kecuali harus memandang semua teroris sebagai musuh bersama di tingkat regional dan global, yang harus diberangus.

Masalah tersebut disampaikan Presiden Iran dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Prancis, Francois Hollande. Rohani menegaskan "Kita bisa bekerja sama dalam berbagai masalah, tapi tidak di bidang militer". Di bagian lain, presiden Rohani menyinggung mengenai koordinasi antara Iran dengan negara lain. Setelah kunjungan ke Italia dan Prancis, koordinasi tersebut semakin intensif melebihi sebelumnya.

Dalam masalah Suriah, Rohani mengungkapkan dimulainya aksi baru perundingan damai membahas solusi damai di Suriah. Iran menyatakan akan berpartisipasi dalam perundingan Jenewa. Tehran berupaya mendorong perundingan internasional tersebut supaya membuahkan hasil signifikan, meskipun tidak mudah untuk meraih solusi bersama dalam waktu yang singkat. Sebab intervensi destruktif di Suriah hingga kini masih terjadi, dan pengiriman berbagai jenis senjata kepada kelompok teroris yang beroperasi di Suriah terus berlanjut.

Presiden Iran berkeyakinan bahwa penyelesaian damai di Suriah harus segera dicapai, dan semua pihak yang mendukungnya harus memperjuangkan masalah tersebut. Rohani menegaskan bahwa masalah terorisme harus menjadi prioritas bersama publik dunia.

Di bagian lain statemennya, presiden Iran mengungkapkan bahwa Iran tidak pernah jauh dari masyarakat dunia, baik sebelum maupun sesudah implementasi JCPOA. Pada tahun 2013, Iran mengusulkan prakarsa "Dunia Melawan Kekerasan dan Ekstremisme" di Majelis Umum yang disetujui secara bulat menjadi resolusi PBB.

Kini, diplomasi Iran melanjutkan track tersebut yang dibuktikan dengan kunjungan Rohani ke Italia dan Prancis. Lawatan tersebut bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga menyuarakan masalah stabilitas dan keamanan yang terancam karena terorisme dan ekstremisme. Untuk mewujudkan tercapainya tujuan tersebut, Iran menyambut peningkatan kerja sama dengan negara-negara Eropa. Sebab dengan kerja sama bisa menyelesaikan masalah bersama.