کمالوندی

کمالوندی

Deputi urusan Riset dan Teknologi, Kementerian Perminyakan Iran menilai tujuan sanksi sepihak Barat atas Iran adalah melumpuhkan industri minyak Tehran.

IRIB News (20/1) melaporkan, Mohammad Reza Moghaddam, Rabu (20/1) menghadiri seminar pelayanan eksplorasi Iran yang dihadiri oleh 250 direktur perusahaan dalam dan luar negeri dari 15 negara dunia di Tehran.

Dalam kesempatan itu, Moghaddam mengatakan, Iran sejak awal kemenangan Revolusi Islam, selalu berada dalam tekanan sanksi.

"Awalnya, target sanksi adalah industri minyak dan pihak yang menjatuhkan sanksi, dengan mencegah alih teknologi dan perlengkapan industri minyak, berusaha melumpuhkan Iran," ujarnya.

Moghaddam juga menjelaskan bahwa seluruh perusahaan pengebor minyak meninggalkan Iran sejak awal kemenangan Revolusi Islam.

Dengan adanya sanksi, katanya, kebutuhan pelayanan pengeboran semakin tinggi dan dalam kondisi disanksi, Iran berhasil memenuhi kebutuhan pengeboran minyaknya. Mulai dari nol sampai bisa memproduksi perlengkapan industri minyak.

Deputi Riset dan Teknologi, Kementerian Perminyakan Iran menerangkan, Iran pada kondisi disanksi dan dilarang masuknya teknologi, berhasil mengaktifkan banyak proyek. Sejumlah banyak proyek mengalami kemajuan justru di era sanksi.

"Di masa sanksi, selain pasokan energi untuk kebutuhan dalam negeri terus terpenuhi, ekspor migas bahkan tidak pernah berhenti," pungkasnya.

Jumat, 22 Januari 2016 14:29

Suzuki Ingin Kembali ke Pasar Iran

Suzuki Motor Corporation Jepang menyatakan pada Kamis (21/1) bahwa sedang mempertimbangkan untuk memasuki kembali pasar Iran setelah pencabutan sanksi ekonomi terhadpa negara itu.

"Kami telah menandatangani kesepakatan lisensi dengan Iran Khodro Industrial Group untuk produksi lokal pada tahun 2005. Dengan pelonggaran terbaru dari sanksi, kami ingin untuk mempertimbangkan restart bisnis kami di sana," kata Presiden Suzuki, Toshihiro Suzuki, kepada para wartawan sebagaimana dilansir Reuters.

Berdasarkan perjanjian dengan Iran Khodro, perusahaan yang mengkhususkan di bidang compact-car ini, akan mengirim suku cadang untuk 6.200 mobil ke Iran pada tahun 2011, tahun akhir operasinya di negara itu.

Dan kini Suzuki bergabung dengan industri otomotif global lainnya termasuk Daimler, Peugeot, Renault dan Fiat yang menyatakan ingin kembali ke pasar Iran di era pasca-sanksi.

Jumat, 22 Januari 2016 14:20

Tabriz, Ibu Kota Pariwisata Islami

Kota Tabriz, pusat kota provinsi Azerbaijan Timur ditetapkan sebagai ibu kota pariwisata Islami tahun 2018.

IRNA melaporkan, Kepala Program Pengembangan Kerajinan IRCICA, Nazih Marouf mengatakan sebagian besar negara-negara Islam mendukung Tabriz sebagai ibu kota pariwisata Islam di tahun 2018.

Setelah mengumuman tersebut, Marouf mengirim surat kepada Tabriz Islamic Art University (TIAU), dan menilai kota Tabriz layak mendapatkannya.

Keberadaan festival internasional renovasi dan inovasi dalam seni dan kerajinan Islam menjadi pertimbangan pemilihan Tabriz sebagai kota pariwisata Islam tahun 2018.

Menurut Kepala IRCICA, keberadaan museum khusus yang beraneka ragam, infrastruktur perkotaan, Tabriz Islamic Art University, serta tempat-tempat wisata di kota ini memberikan poin besar bagi Tabriz sebagai ibu kota pariwisata Islam.

IRCICA adalah unit budaya OKI, yang merupakan organisasi antar-pemerintah terbesar kedua setelah PBB, dengan anggota 57 negara dari empat benua dunia.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menilai partisipasi luas warga di pemilu 26 Februari sebagai faktor keberlangsungan keamanan dan kemulian nasional serta jaminan bagi kemajuan dan pembangunan Republik Islam.

Ayatullah Khamenei Rabu (20/1) saat menerima panitia penyelenggara pemilu ke 12 parlemen dan Dewan Pakar ke lima menjelaskan anasir penopang persaingan sehat di pemilu, menyebut bangsa dan Republik Islam Iran sebagai pemenang penyelenggaraan sebuah perlombaan nasional dan kuat di bidang pemilu.

Rahbar menilai penting dua pemilu mendatang dan menambahkan, syarat terpenting sebuah persaingan sehat adalah partisipasi seluruh warga yang berhak memilih dan bahkan mereka yang memiliki masalah dengan pemerintah.

Ayatullah Khamenei seraya mengisyaratkan upaya sejumlah pihak untuk mencegah partisipasi warga di pemilu atau boikot serta melemahkan proses pemilu menjelaskan, kandidat yang layak dipilih adalah mereka yang setelah menduduki jabatan bekerja demi kepentingan rakyat dan bertindak sesuai dengan kepentingan umum.

Beliau menekankan, kepatuhan seluruh panitia pemilu terhadap undang-undang dan dihormatinya hukum, tidak melecehkan lembaga hukum, tidak membuat bingung opini publik, tidak saling menghina antar kandidat, tidak mengumbar janji yang irrasional dan berlaku jujur kepada maysarakat termasuk parameter dan tata cara yang diperlukan dalam persaingan sehat di pemilu.

Ayatullah Khamenei seraya mengucapkan terima kasih atas kinerja presiden, menlu dan anggota tim juru runding nuklir Iran terkait penyelesaian berkas nuklir negara ini menambahkan, “Namun demikian tuntutan Republik Islam Iran seluruhnya belum tercapai, tapi para pejabat pemerintah dalam hal ini telah berusaha keras.”

Seraya menekankan poin penting terkait pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPAO), kepada para pejabat negara Rahbar menjelaskan, Amerika Serikat saat ini adalah AS di masa lalu, tak ada bedanya serta harus diwaspadai makar mereka dipelaksanaan JCPAO.

Ayatullah Khamenei menegaskan, prestasi nuklir adalah hasil upaya para ilmuwan Iran dan dukungan bangwa, oleh karena itu, sangat naif jika sejumlah kalangan mempropagandakan bahwa prestasi ini karena kemurahan Amerika Serikat.

Di kesempatan tersebut, Rahbar juga mengisyaratkan karakteristik lain Amerika. “Transformasi regional saat ini adalah impian beberapa tahun lalu Amerika ketika negara ini mulai mencanangkan Timur Tengah baru. Timur Tengah baru dalam visi mereka adalah Timur Tengah yang bergolak, dilanda perang, terorisme, fanatisme dan penuh dengan bentrokan sektarian serta perang saudara,” tegas Rahbar.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei saat menjawab surat Presiden Hassan Rouhani terkait hasil perundingan nuklir menyatakan kepuasannya atas upaya juru runding nuklir dan mundurnya pihak seberang dalam menghadpai resistensi bangsa Iran.

Ayatullah Khamenei di suratnya juga memuji upaya presiden, menlu dan juru runding nuklir Republik Islam Iran.

Di suratnya, Rahbar mengingatkan seluruh pejabat pemerintah, "Solusi kendala ekonomi Iran bergantung pada upaya tak kenal henti dan bijak seluruh sektor serta mengarah pada ekonomi muqawama. Pencabutan sanksi dengan sendirinya tidak cukup untuk menumbuhkan ekonomi nasional serta kehidupan masyarakat."

Rahbar di suratnya menekankan bahwa di propaganda ada biaya besar dari hasil transaksi ini. "Tulisan dan ungkapan yang berusaha mengabaikan realita ini dan menganggap dirinya berhutang pada Barat sejatinya tidak jujur pada opini publik bangsa," tekan Rahbar.

Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Berhati-hatilah, jangan sampai pihak seberang tidak melaksanakan secara penuh komitmennya. Statemen sejumlah elit politik Amerika selama dua-tiga hari terakhir sepenuhnya memicu kecurigaan."

Di surat Rahbar dijelaskan, "Prestasi yang diraih saat ini dihadapan kubu arogan dunia juga hasil dari resistensi dan semua ini harus menjadi pelajaran bagi berbagai isu dan peristiwa yang terjadi di Republik Islam."

Ayatullah Khamenei di suratnya seraya mengharapkan keberhasilan pejabat pemerintah kembali menegaskan, "Janganlah kalian lalai dari tipu daya dan pelanggaran janji pemerintah imperialis dunia, khususnya Amerika Serikat di isu ini dan masalah lainnya." (

Sebuah delegasi Rusia mengunjungi Pakistan untuk membahas penjualan perangkat keras militer ke negara itu.

Delegasi yang dipimpin oleh Alexander Vasilyevich, Direktur Layanan Federal untuk Militer dan Kerjasama Teknis Rusia, mengunjungi markas militer Pakistan, Kamis (21/1/2016) untuk pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Raheel Sharif. Demikian dikutip oleh media-media Pakistan.

Selama pertemuan itu, diskusi difokuskan pada peningkatan kerjasama pertahanan dan penjualan perlengkapan militer.

Pada November 2014, Pakistan dan Rusia menandatangani sebuah perjanjian kerjasama bilateral pertahanan untuk memperkuat hubungan militer kedua negara.

Meski kedua pihak telah menandatangani kontrak penjualan helikopter serbu Mi-35 Rusia, tapi sejauh ini belum ada helikopter yang diserahkan ke militer Pakistan.

Pakistan juga menyampaikan minat untuk membeli jet tempur Su-35 Rusia dan kedua pihak telah melakukan diskusi di bidang itu, namun belum menghasilkan sebuah kontrak.

Rusia dan Pakistan memulai babak baru kerjasama militer dan pertahanan setelah kedua negara menandatangani perjanjian kerjasama pertahanan dua tahun lalu.

Sekitar 16 militan Taliban dan tiga tentara Afghanistan tewas dalam operasi militer terbaru di berbagai daerah, kata kementerian pertahanan negara itu pada Jumat (22/1/2016).

Sebanyak 14 militan juga terluka dan empat lainnya ditahan selama operasi yang dilakukan oleh tentara Afghanistan, polisi dan personel badan intelijen dalam 24 jam terakhir, kata kementerian itu dalam satu pernyataan, seperti dilansir Xinhua.

"Empat komandan Taliban juga termasuk di antara yang tewas selama operasi yang dilakukan di Kunar, Logar, Uruzgan, Kunduz dan Kandahar," tambahnya.

Berdasarkan keterangan itu, pasukan keamanan Afghanistan juga menjinakkan beberapa bom pinggir jalan dan ranjau darat.

Pada Rabu lalu, Kementerian Pertahanan Afghanistan juga mengumumkan bahwa operasi militer yang dilancarkan di sejumlah provinsi sedikitnya menewaskan 50 militan dan melukai 39 lainnya.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat, menghalangi penjualan pesawat ke perusahaan penerbangan Caspian Airlines Iran.

Seperti dilansir Wall Street Journal‎, Jumat (22/1/2016), Departemen Perdagangan AS telah mengambil tindakan terhadap tiga individu dan dua perusahaan, yang berusaha untuk menjual dua pesawat asal AS kepada Caspian Airlines.

Pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap Caspian Airlines pada tahun 2014 dengan alasan perusahaan itu mendukung terorisme.

"Sanksi AS terhadap Iran yang berhubungan dengan program nuklir telah dicabut, tapi sanksi-sanksi lain masih tetap berlaku,” kata Asisten Menteri Perdagangan AS, David W. Mills.

Khatib shalat Jumat Tehran, mengatakan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan pencabutan sanksi merupakan sebuah kesuksesan besar akibat resistensi dan dukungan rakyat.

Ayatullah Ahmad Khatami dalam khutbahnya, memaparkan masalah penutupan berkas nuklir Iran dan pencabutan sanksi. Ia mengapresiasi kerja keras presiden, menteri luar negeri dan tim negosiasi nuklir untuk menutup berkas nuklir dalam kerangka kepentingan bangsa Iran.

“Perjanjian nuklir Iran dan Kelompok 5+1 meskipun bukan kesepakatan yang sempurna, tapi telah memenuhi tuntutan Republik Islam yaitu penghapusan sanksi ekonomi dan pengakuan resmi hak nuklir Iran,” tambahnya.

Menanggapi sanksi baru Amerika Serikat setelah Presiden Barack Obama menandatangani perintah penghapusan sanksi-sanksi sebelumnya, Ayatullah Khatami menandaskan Amerika masih tetap Amerika yang sebelumnya dan Iran perlu mewaspadai tipu dayanya dalam implementasi JCPOA.

“JCPOA tidak boleh dianggap sebagai kemurahan hati AS. Negara itu akan selalu menjadi musuh Iran dan sama sekali tidak boleh mempercayai musuh, karena mereka senantiasa marah atas kemajuan bangsa Iran dan gembira atas kegagalan Republik Islam,” jelas Ayatullah Khatami.

Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Khatami berbicara tentang pemilu parlemen dan Dewan Ahli Kepemimpinan Iran yang akan digelar pada 26 Februari mendatang. Ulama berpengaruh ini menegaskan, semua tanggung jawab dan jabatan di Republik Islam mulai dari kepemimpinan sampai anggota parlemen merupakan amanah politik.

Menurutnya, orang-orang yang telah ditolak kelayakannya oleh Dewan Garda Konstitusi, tapi tidak menerima keputusan itu dan mengklaim ada kecurangan, mereka adalah orang-orang yang tidak amanah dan tidak layak menjadi wakil bangsa Iran.

Ia juga menyarankan para pejabat Dewan Garda Konstitusi Iran untuk bertindak sesuai undang-undang dalam proses verifikasi kelayakan para calon dan tidak perlu takut terhadap celaan dan kritik yang tidak pada tempatnya.

“Pasal 99 Undang-Undang Dasar Iran memerintahkan Dewan Garda Konstitusi untuk mengawasi pemilu dan lembaga itu berhak melakukan pengawasan persetujuan sesuai dengan konstitusi. Jadi, para calon yang ditolak kelayakannya punya hak konstitusional untuk protes dan juga tidak ada klaim bahwa Dewan Garda Kontitusi terbebas dari kesalahan,” ujarnya.

Di bagian akhir, Ayatullah Khatami mengapresiasi langkah Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran dalam menahan marinir AS, yang memasuki wilayah perairan Iran.

Amerika Serikat dan Perancis sedang bersiap untuk menggelar operasi militer di Libya dengan alasan meningkatnya kekacuan di negara itu.

Situs koran ad-Diyar Lebanon, Ahad (10/1/2016) melaporkan, AS dan Perancis telah memberitahu pemerintah Aljazair bahwa operasi militer dengan melibatkan negara-negara Barat akan dilakukan di Libya untuk memerangi kelompok ISIS.

Washington dan Paris juga sudah meminta Aljir untuk melakukan kerjasama intelijen sehingga jumlah korban sipil dapat dikurangi.

Setelah serangan teror di Paris pada November 2015, Presiden AS dan Perancis menugaskan dinas-dinas intelijen mereka untuk mengumpulkan informasi tentang aktivitas ISIS di Libya sebagai persiapan serangan.

Keputusan untuk melakukan serangan militer di Libya dibuat selama pertemuan Barack Obama dan Francois Hollande.

Sementara itu, para pengamat politik di Libya mengatakan bahwa intervensi militer Barat di negara itu akan memperburuk krisis Libya dan operasi lebih lanjut akan menghancurkan negara tersebut.