کمالوندی
Islam itu Eropa dan Eropa adalah Islam
Judul di atas saya petik dari pidato pejabat tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan. Namanya Federica Mogherini. Pidato itu ia sampaikan dalam konferensi ÔÇÿIslam dan EropaÔÇÖ di Brussels, Belgia, pada Rabu (24/6) lalu. Perempuan Italia ini memperoleh gelar doktor dari perguruan tinggi di Prancis pada 1994. Disertasinya adalah tentang Islam dan politik.
Di depan para peserta seminar -- politisi, akademisi, tokoh agama, dan para pemimpin masyarakat sipil Eropa --, penanggungjawab politik luar negeri dan kebijakan keamanan Uni Eropa itu menjelaskan banyak hal tentang pengaruh positif Islam dan umat Islam di masyarakat Eropa. Katanya, Islam sudah menjadi salah satu ciri dari identitas Eropa.
Menurut Mogherini, masyarakat yang plural adalah masa depan Eropa. Dan, Islam menjadi salah satu sumber dari keberagaman itu. ÔÇÿÔÇÿIslam adalah Eropa dan Eropa adalah Islam,ÔÇÖÔÇÖ ia menegaskan.
Dalam pandangan Mogherini, Islam dan umat Islam telah memberi pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat Eropa. Ia yakin pengaruh itu akan semakin besar pada masa yang akan datang  dan harus diterima bersama (sebagai fakta), dan tidak seharusnya menjadi sumber ketakutan bagi Eropa.
Karena itu, katanya, tidak aneh bila Islam kemudian menjadi salah satu faktor pembentuk wajah Eropa pada saat ini dan akan datang. Oleh sebab itu, lanjutnya, Islam harus menjadi kenyataan yang tak bisa ditolak. ÔÇÿÔÇÿKita tidak boleh takut menyampaikannya di depan publik, meskipun banyak pihak tidak ingin mendengarkannya,ÔÇÖÔÇÖ ujarnya seperti dikutip media al Sharq al Awsat.
Dalam konferensi yang diselenggarakan koalisi partai-partai sosialis demokratik di Parlemen Eropa itu, para pembicara juga menyoroti tentang fenomena munculnya kelompok-kelompok radikal keagamaan. Juga banyaknya pemuda Eropa yang bergabung dengan kelompok teroris di Suriah dan Irak seperti ISIS.  Mereka mengatakan, kelompok-kelompok itu merupakan tantangan bagi politik dalam dan luar negeri Eropa.
Menanggapi hal itu, Federica Mogherini meminta para insan media untuk tidak terlalu membesar-besarkan kelompok-kelompok radikal tersebut. Semakin mereka dibesarkan, katanya, akan makin banyak anak-anak muda Eropa yang tertarik kepada mereka. Mogherini berpandangan, kelompok-kelompok teroris seperti ISIS justeru menjadi musuh utama Islam. ÔÇÿÔÇÿUmat Islamlah yang justeru menjadi korban dari ideologi yang dikembangkan ISIS. Bukan hanya masyarakat Eropa,ÔÇÖÔÇÖ┬á katanya.
Ia mensinyalir ketertarikan para pemuda Eropa pada ISIS antara lain karena mereka sedang mencari jati diri. Mereka kemudian menjadi korban dari lingkup sosial, budaya, dan politik Eropa yang kurang ramah kepada mereka. Mogherini pun mengajak para pemimpin Eropa untuk lebih memperhatikan para anak muda itu, antara lain dengan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan menolak pemikiran menyimpang lewat program pendidikan dan pengajaran.
Pernyataan para politisi yang tidak ramah kepada Islam, menurutnya,juga ikut memberi andil tentang munculnya ideologi radikal di kalangan anak muda Eropa. Untuk itu ia mengajak para pemimpin Eropa untuk mengikutsertakan anak-anak muda Muslim dalam program politik Eropa yang mengedepankan pluralistik masyarakat.
Beberapa hari sebelum konferensi ini, delegasi Uni Eropa juga telah menggelar pertemuan tahunan dengan para pemimpin agama yang melibatkan tokoh tiga agama besar di Eropa: Kristen, Islam, dan Yahudi. Mereka membahas tentang harmonisasi kehidupan masyarakat majemuk dalam menghadapi ideologi radikal. Menurut ketua majelis ulama Eropa yang bermarkas di Brussels, Khalid Hajji, dialog untuk menciptakan kehidupan yang lebih damai antarpemeluk agama sangat diperlukan dalam menghadapi ideologi radikal.
Menurut Hajji, para peserta pertemuan sepakat untuk terus melanjutkan dialog antarpenganut agama ini. Tujuannya untuk mencari solusi terhadap sikap ekstrim di masyarakat yang disebabkan oleh ideologi radikal dari para pemeluk agama. Hajji juga menyayangkan bahwa sikap dan pernyataan para politisi seringkali justru menjadi pemicu kebencian terhadap suatu agama. Meski ia tidak menyebut nama politisi di Eropa, namun bisa ditebak yang dimaksud adalah para politisi dan pihak-pihak di Eropa yang selama ini selalu menyebarkan kebencian pada Islam dan umat Islam semisal Geert Wilders. Nama yang terakhir ini merupakan politisi Belanda yang dikenal sangat membenci Islam.
Kita tentu menyambut baik pihak-pihak yang terus berusaha untuk menciptakan harmonisasi dan kedamaian di masyarakat, seperti halnya Federica Mogherini. Apalagi dengan posisinya yang tinggi di Uni Eropa, pengaruhnya tentu akan sangat besar, bukan hanya di negara-negara Eropa, tapi juga di dunia. Kehadiran tokoh seperti Mogherini semakin diperlukan di tengah dunia yang selalu dicemaskan oleh aksi-aksi teror seperti yang telah terjadi di Prancis, Kuwait, dan Tunisia dalam waktu yang hampir bersamaan beberapa hari lalu.
Seperti yang pernah saya tulis beberapa kali di rubrik ÔÇÿResonansiÔÇÖ ini bahwa kelompok-kelompok radikal, teroris, dan para simpatisannya tidak bisa hanya dihadapi dengan kekuatan senjata. Bahkan dengan koalisi militer internasional sekalipun. Lihatlah, apa yang terjadi dengan┬á Al Qaida-Taliban di Afghanistan ketika diserang habis koalisi militer pimpinan Amereka Serikat (AS).┬á Orang-orang al Qaida di Afghanistan memang berantakan, namun mereka justeru beranak-pinak dan menyebar ke berbagai negara dengan nama yang berbeda-beda.
Begitu juga dengan ISIS. Setahun lalu, AS menggalang koalisi 40 negara untuk menghabisi negara teroris pimpinan Abu Bakar al Baghdadi itu. Namun, ISIS kini justru lebih kuat dan kekuasaannya lebih luas di Suriah dan Irak.
Sikap radikal alias terorisme lahir dari sebuah ideologi. Sebuah ideologi tidak akan habis atau mati hanya karena serangan koalisi militer atau dihadapi dengan kekuatan bersenjata. Sebuah ideologi harus dihadapi dengan kontra-ideologi alias ideologi tandingan.
Kelompok-kelompok radikal dan ekstrimis juga tidak bisa dihadapi dengan kebencian, seperti yang dilakukan Geert Wilders dan para pengelola majalah Charlie Hebdo di Paris yang melecahkan Islam dan Nabi Muhammad SAW. Atau pun dengan membuat kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW di surat kabar Denmark Jyllands-Posten, atau juga yang dilakukan pendeta Amerika Serikat Terry Jones ketika membakar Alquran.
Kebencian akan melahirkan kebencian serupa. Sikap ekstrim akan juga memunculkan sikap ekstrim di pihak lain. Ujung-ujungnya dunia ini akan dipenuhi dengan berbagai kebencian. Pada akhirnya saling benci akan melahirkan tindakan ekstrim dan bahkan terorisme.
Karena itu, untuk mencegah ekstrimisme, radikalisme, dan terorisme di masyarakat, yang diperlukan adalah koalisi kelompok-kelompok yang mempromosikan sikap toleran, moderat, dan tidak saling menafikkan. Kita membutuhkan tokoh-tokoh seperti Federica Mogherini, Pangeran Charles dari Inggris, dan lainnya. Mereka dan sejumlah tokoh lainnya di Eropa tidak henti-hentinya mempromosikan sikap terleransi di masyarakat, terutama di antara para pemeluk agama yang berbeda.
Kita tentu berharap akan muncul lebih banyak lagi pihak-pihak yang mempromosikan teleransi di tengah-tengah masyarakat. Bila pihak-pihak itu berkoalisi atau bekerja sama, di satu sisi mereka akan mempersempit gerak mereka-mereka yang menebarkan kebencian pada Islam dan di sisi yang lain akan mencegah munculnya sikap-sikap ekstrimisme di masyarakat.
Rusia Produksi Rudal Supersonik Canggih
Pakar-pakar militer Rusia mengabarkan produksi rudal supersonik Yu-71 di negara ini.
Seperti dilansir Sputnik, para pakar militer Rusia, Ahad (28/6) mengatakan, rudal canggih dan supersonik Yu-71 mampu melewati semua sistem pertahanan rudal yang ada sekarang ini.
Rudal supersonik Yu-71 hingga sekarang telah diuji coba sebanyak empat kali.
Pembuatan rudal tersebut memerlukan waktu beberapa tahun, di mana uji coba terbaru dilakukan pada 26 Februari 2015.
Produksi rudal supersonik Yu-71 merupakan bagian dari agenda Rusia untuk memodernisasi "Pasukan Rudal Strategis" negara ini.
Yu-71, merupakan program rudal rahasia Rusia dengan sandi "Project 4202". Rudal ini memiliki kecepatan hingga 11.200 km perjam.
Menlu Iran Berunding Intensif di Wina
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran telah melakukan pembicaraan bilateral dan intensif dengan timpalannya dari Amerika Serikat dan Jerman, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, dan Wakil Menlu Cina.
Negosiasi Mohammad Javad Zarif dengan John Kerry, Frank-Walter Steinmeier, Federica Mogherini, dan Wang Yi dilakukan pada Ahad (28/6) sore setelah Zarif bertemu dengan timpalannya dari Inggris, Philip Hammond. Demikian dilansir IRNA.
Pertemuan antara Menlu Iran dan AS kali ini merupakan pertemuan keempat mereka selama dua hari ini.
Sementara itu, Menlu Jerman sebelum bertemu dengan timpalannya dari Iran, keluar dari Hotel Coburg dan menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan.
Steinmeier menegaskan komitmen terhadap pernyataan Lausanne dan mengatakan, kesepakatan itu harus diubah ke dalam sebuah teks, dan mungkin ini tampak sederhana, namun ini pekerjaan yang sulit.
Pada Ahad malam, Menlu Iran kembali ke Tehran dan setelah satu hari, ia dijadwalkan kembali ke Wina.
Sebelum meninggalkan Wina, Zarif mengatakan bahwa kepulangannya itu sudah diagendakan sebelumnya.
Tehran dan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Perancis, Inggris, Amerika Serikat ditambah Jerman) tinggal memiliki sehari lagi untuk mencapai kesepakatan komprehensif tentang isu nuklir Iran, sebab 1 Juli adalah tenggat waktu negosiasi.
Namun berdasarkan sejumlah laporan, perundingan itu kemungkinan akan diperpanjang hingga beberapa hari.
Thailand-Myanmar Musnahkan Narkoba Ratusan Juta Dolar
Pemerintah Thailand membakar tujuh ton narkoba senilai sekitar 600 juta dolar bertepatan dengan Hari Anti-Narkotika Internasional.
Surat kabar Bangkok Post menulis, Departemen Kesehatan Umum dan Kantor Makanan dan Obat (FDA) telah memverifikasi 7,340 kg narkoba sebelum membakarnya pada Jumat (26/6). Demikian dilansir IRNA.
Sementara itu, para pejabat Myanmar mengatakan, narkoba senilai sekitar 245 juta dolar telah dihancurkan dalam tiga tempat termasuk di pusat perdagangan Yangon dan kemudian dibakar.
Asia Tenggara khususnya Segitiga Emas (kawasan di bagian utara Asia Tenggara yang meliputi Burma, utara Laos dan bagian utara Thailand), merupakan pusat penting produksi narkoba di dunia.
Tingkat produksi opium di Segitiga Emas pada 2014 mencapai 762 ton, yaitu tiga kali lipat pada 2006.
Myanmar merupakan produsen opium terbesar di wilayah tersebut dan kedua di dunia setelah Afghanistan.
United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), organisasi tingkat dunia yang khusus menangani kejahatan dan narkoba, telah menetapkan 26 Juni sebagai Hari Anti-Narkotika Internasional.
Kesepakatan Nuklir, Peluang Perbaikan Hubungan Iran-Barat
Kementerian Luar Negeri Austria menilai kesepakatan nuklir antara Republik Islam Iran dan Kelompok 5+1 sebagai peluang untuk memperbaikai hubungan antara Tehran dan Barat.
Martin Weiss, juru bicara Kemlu Austria mengatakan, jika negosiasi sampai pada kondisi di mana semua pihak dapat mencapai kesepakatan atas sebuah solusi, maka ini adalah peluang sangat baik bagi Iran untuk meningkatkan hubungan yang lebih baik dengan Austria dan bahkan dengan dunia internasional. Demikian dilaporkan IRNA, Sabtu (27/6).
Weiss lebih lanjut menyinggung hubungan baik antara Austria dan Iran, dan mengatakan bahwa negaranya telah memiliki Kedutaan Besar dan Pusat Budaya di Tehran.
Di bagian lain pernyataannya, jubir Kemlu Austria menyinggung serangan cyber dan spionase terhadap tempat-tempat penyelenggaraan perundingan antara Iran dan Kelompok 5+1.
"Pencegahan terhadap segala bentuk spionase merupakan hal penting, dan penyelidikan terkait hal ini sedang dilakukan oleh para pakar Austria yang bekerjasama dengan pihak-pihak lain di perundingan ini termasuk Iran," jelas Weiss.
Tim perunding nuklir Iran dan Kelompok 5+1 berada di Wina untuk  melanjutkan penulisan draf Rencana Aksi Bersama.
1 Juli 2015 adalah tenggat waktu negosiasi antara Iran dan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Inggris, Perancis ditambah Jerman) untuk mencapai kesepakatan final.
Pakistan Kecam Serangan Teroris di Kuwait
Pemerintah Pakistan mengecam serangan teroris di sebuah masjid Muslim Syiah di Kuwait.
Seperti dilansir IRNA, Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataannya, Jumat (26/6), menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga para korban serangan bom bunuh diri di Masjid Imam Jafar Shadiq as di Kuwait.
Disebutkan bahwa rakyat dan pemerintah Pakistan mendoakan para korban terluka serangan tersebut supaya cepat pulih kembali.
Serangan bom bunuh diri di Masjid Imam Shadiq as di distrik al-Sawabir, Kuwait City, telah merenggut nyawa 27 orang dan melukai 227 lainnya.
Insiden tersebut terjadi ketika para jamaah sedang menunaikan shalat Jumat.
Serangan yang dilakukan oleh teroris ISIS itu telah menuai kecaman masyarakat internasional.
Kuwait Perketat Keamanan di Kilang-kilang Minyak
Juru bicara resmi Perusahaan Minyak Nasional Kuwait (KNPC) mengabarkan peningkatan langkah-langkah keamanan di sekitar instalasi minyak di negara ini.
Seperti dilaporkan Sky News, Khaled al-Asousi, Jumat (26/6) mengatakan, langkah-langkah keamanan telah ditingkatkan pasca serangan bom bunuh diri di Masjid Imam Jafar Shadiq as di Kuwait.
Ia menambahkan, meskipun selama beberapa waktu lalu telah diadopsi berbagai tindakan preventif di sekitar kilang-kilang minyak melalui kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri Kuwait, namun peningkatan langkah-langkah ini sangat penting menyusul ancaman terorisme.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Kuwait, serangan bom bunuh diri di Masjid Imam Shadiq as di distrik al-Sawabir, Kuwait City, telah merenggut nyawa 27 orang dan melukai 227 lainnya.
Insiden tersebut terjadi ketika para jamaah sedang menunaikan shalat Jumat.
Sebarkan Kekerasan, Puluhan Masjid di Tunisa akan Ditutup
Pemerintah Tunisia berencana menutup puluhan masjid yang diduga menyebarkan ajaran kekerasan.
Habib Essid, Perdana Menteri Tunisia mengatakan, pemerintah akan menutup 80 masjid yang keluar dari kontrol dan digunakan untuk menghasut kekerasan. Demikian dilaporkan IRNA mengutip Reuters, Sabtu (27/6).
Menurutnya, penutupan itu akan berlangsung dalam waktu sepekan dan dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri Tunisia.
"Sejumlah masjid terus menyebarkan propaganda dan mereka mendukung terorisme," imbuh Essid dalam jumpa pers, Jumat.
Keputusan tersebut diambil setelah orang-orang bersenjata di tepi pantai dekat Hotel Imperiale Marhaba di Sousse, Tunisia menembaki wisatawan asing secara membabibuta.
Serangan pada Jumat itu telah menewaskan 39 orang termasuk turis dari Inggris, Jerman, Belgia, Prancis dan Irlandia.
Insiden tersebut adalah serangan kedua setelah Maret lalu kelompok militan menewaskan 22 orang, kebanyakan warga asing, di sebuah musim.
Bersama Kafilah Ramadhan (6)
Kesenjangan yang besar antara kaya dan miskin merupakan salah satu pemicu ketidakpuasan di masyarakat. Semakin besar kesenjangan sosial di antara anggota masyarakat, kondisi hidup bagi kalangan miskin kian sulit. Jika rasa empati dan persaudaraan di sebuah komunitas semakin pudar, kaum papa selain menderita akibat kemiskinan, juga didera penderitaan perasaan yang besar. Sebaliknya jika mereka disayang dan diperhatikan oleh kalangan mampu, maka penderitaan hidup mereka semakin ringan.
Syariat Islam yang bertumpu pada prinsip keadilan sosial berusaha keras mengatur hubungan dan interaksi sosial. Salah satu hukum Islam untuk menciptakan kesetaraan di antara manusia adalah puasa. Puasa menciptakan kondisi di mana mereka yang kaya dengan memahami penderitaan serta posisi orang miskin, menyadari sepenuhnya tekanan ekonomi dan kesulitan sosial mereka. Dengan demikian orang kaya akan berusaha meringankan penderitaan saudara mereka yang kurang mampu. Upaya ajaran Islam ini akan berhasil menghapus iklim ketidakpuasan dan penderitaan serta menciptakan semangat persaudaraan dan konvergensi.
Hasil nyata dari puasa adalah menumbuhkan perasaan menyelami penderitaan orang miskin. Orang kaya bisa saja lalai akan penderitaan orang miskin dan bagaimana rasanya kelaparan. Melalui puasa, orang kaya akan terbebas dari kealpaan dan senantiasa mengingat penderitaan orang-orang miskin, sehingga mereka tak segan-segan mengulurkan tangan membantu mereka serta memenuhi kebutuhan saudara mereka tersebut.
Ada sebuah riwayat dari Imam Sadiq as yang mengisahkan pertanyaan Hisyam bin Hakam akan sebab diwajibkannya puasa. Imam Sadiq as menjawab, ÔÇ£Puasa diwajibkan karena untuk menyetarakan antara orang kaya dan miskin. Penyetaraan ini dari sisi, orang kaya dapat merasakan lapar dan mereka akan memenuhi hak-hak orang miskin. Hal ini dikarenakan orang kaya selalu dapat memenuhi seluruh keinginannya. Allah ingin menyaksikan persamaan di antara hamba-Nya dan membuat orang kaya dapat mencicipi rasanya lapar, supaya mereka menyayangi orang miskin.ÔÇØ
Para pemuka agama di berbagai riwayat dan doa menyebut bulan Ramadhan sebagai bulan muwasah (kepedulian/bantuan). Muwasah adalah membagi rizki yang diperoleh kepada sesama saudara Muslim. Oleh karena itu, bulan suci Ramadhan disebut sebagai bulan muwasah (peduli), supaya orang Muslim memiliki rasa peduli kepada saudara Muslim yang lainnya dan berbuat baik kepada mereka. Dengan melatih sifat mulia ini, masyarakat Muslim akan terbebas dari kebencian orang miskin kepada orang kaya dan semua anggota masyarakat hidup dalam penuh persaudaraan serta mencicipi nikmat Ilahi. Dorongan memberi buka puasa di budaya Islam, membantu orang miskin dan menggelar jamuan bagi semua orang yang kini telah menjadi budaya, merupakan indikasi lain dari kasih sayang di masyarakat Islam.
Salah satu buah dari ibadah puasa adalah menumbuhkan kepedulian dan merasakan penderitaan orang miskin. Sejatinya rasa lapar dan haus orang yang berpuasa membuat mereka merasakan pula apa yang dialami oleh orang miskin. Dengan demikian orang kaya akan semakin dekat dengan orang miskin dan mereka bersedia berbuat baik serta menginfakkan hartanya. Yang kemudian terjadi adalah sebuah masyarakat akan belajar saling membantu kepada sesamanya.
Orang kaya yang selalu tercukupi kebutuhannya dan belum pernah merasakan rasa lapar, di bulan Ramadhan akan terbebas dari kealpaan dan ketidakpedulian terhadap kondisi orang miskin. Rasulullah Saw di khutbahnya sebelum memasuki bulan Ramadhan telah mengisyaratkan poin ini. Beliau bersabda, ÔÇ£Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya...ÔÇØ
Rasulullah Saw saat menjelaskan keutamaan bulan Syaban dan Ramadhan bersabda, ÔÇ£Bulan Syaban adalah bulanku dan Ramadhan, bulah Allah Swt yang merupakan musim semi bagi orang fakir dan miskin.ÔÇØ Oleh karena itu, salah satu ritual beliau di bulan ini adalah memberi sedekah dan infak kepada orang miskin. Imam Sadiq as dalam sebuah sabdanya berkata, ÔÇ£Mereka yang bersedekah di bulan Ramadhan, Allah Swt akan menghapus 70 musibah dan kesulitan orang tersebut.ÔÇØ Oleh karena itu, pengikut sejati Rasulullah di bulan Ramadhan berusaha menjadikan bulan ini sebagai musim semi bagi orang-orang yang membutuhkan. Mereka berlomba-lomba membantu sesamanya yang membutuhkan dan menghapus penderitaan dari wajah kaum papa.
Puasa membangkitkan empati terhadap penderitaan orang miskin. Orang yang berpuasa dengan menahan rasa lapar dan haus yang bersifat sementara, telah mengembangkan rasa kasih sayang dan lebih baik menyadari kondisi orang miskin. Selain itu, perjalanan hidupnya pun akan berubah dan mereka tidak akan lagi memonopoli hak-hak kaum miskin.
Bantuan tulus kepada mereka yang membutuhkan dapat menjadi ampunan dosa dan menutupi kekurangan manusia. Di sebuah riwayat dari Imam Ali as disebutkan, ÔÇ£Di antara sarana ampunan dosa besar adalah membantu manusia yang kesusahan dan memenuhi kebutuhan kebutuhan mereka.ÔÇØ Imam Sadiq as dalam sebuah riwayat bersabda, ÔÇ£Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Dawud as bahwa Aku akan memasukkan seorang hamba ke surga hanya dengan satu kebaikan yang dikerjakannya. Nabi Dawud as kemudian bertanya, apakah kebaikan yang telah dikerjakan hamba tersebut? Allah berfirman, kebaikan tersebut adalah menggembirakan hati seorang mukmin, meski hanya dengan memberi sebuah kurma.ÔÇØ
Bulan Ramadhan dan berpuasa memiliki dampak beragam bagi Muslim. Bulan Ramadhan, di samping sisi spiritual khususnya, juga memperluas semangat saling membantu dan bekerjasama dengan kaum papa. Salah satu hikmah paling mencolok puasa adalah bantuan dan bersahabat dengan orang-orang miskin, kaum papa, anak yatim dan mereka yang kelaparan. Karena manusia dengan berpuasa dan merasakan lapar serta dahaga, dapat menyelami perasaan kaum ini lebih baik. Jika demikian manusia pun akan lebih berusaha untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang tidak mampu.
Di bulan Ramadhan sangat dianjurkan untuk berbuat baik, memberi makan serta infak kepada orang miskin. Di sisi lain, rasa lapar dan dahaga orang yang berpuasa membuat mereka memahami lebih baik kondisi yang dialami orang miskin. Dengan demikian orang kaya akan semakin dekat dengan si miskin dan perasaannya semakin sensitif. Orang kaya akan semakin terdorong berbuat baik dan bersedekah serta masyarakat akan belajar membantu sesama anggotanya. Imam Hasan Askari ditanya, mengapa puasa itu wajib? Beliau menjawab, supaya orang yang mampu dapat merasakan rasa lapar dan memperhatikan orang-orang miskin.
Arnoud van Doorn, masuk Islam di tahun 2013. Setelah merasakan ajaran-ajaran Ilahi, ia semakin tertarik dengan Islam dan ajarannya. Selama beberapa tahun ia berpuasa bersama orang Muslim lainnya dan melewati bulan Ramadhan bersama-sama. Ramadhan dan berpuasa merupakan pengalaman menakjubkan bagi van Doorn.
Ia mengungkapkan pengalaman pertamanya saat berpuasa. Ia mengatakan, ÔÇ£Bagi Saya, Ramadhan pertama sama halnya dengan pengungkapan kemampuan dan kekuatan seseorang dalam menghadapi kesulitan serta melatih kesabaran. Ini merupakan poin yang belum pernah Saya sadari sebelumnya. Di bulan Ramadhan Anda akan mengecap perasaan yang hanya Anda dengar dari orang lain atau Anda baca di buku-buku, misalnya bagaimana perasaan kolektif orang Muslim terkait rasa lapar, dahaga dan berbuka puasa. Namun sekarang Saya mengalami perasaan ini.ÔÇØ
Namun demikian bulan Ramadhan bukan sekedar pengalaman menahan rasa haus dan lapar. Dengan perut kosong, van Doorn memikirkan dunia, mereka yang tidak mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Terkait hal ini ia berkata, ÔÇ£Kami berpuasa dan setelah beberapa jam, kami lantas berbuka. Saat itu, kami menyadari orang-orang di seluruh dunia yang menderita kelaparan dan tidak memiliki harapan menemukan sesuatu untuk memenuhi perut mereka. Sejatinya puasa menumbuhkan rasa empati terhadap orang miskin dan saya berusaha sebisa mungkin untuk memenuhi kebutuhan mereka.ÔÇØ
Bersama Kafilah Ramadhan (5)
Syariat Islam dikemas selaras dengan fitrah manusia dan hukum-hukumnya merupakan tuntutan hakiki fitrah insani. Perkara yang dilarang dan dianggap haram dalam Islam adalah sesuatu yang tidak selaras dengan tuntutan dan kecenderungan fitrah.Sementara hal yang masuk kategori perintah sudah tentu sejalan dengan fitrah. Dengan alasan ini, hati nurani umat manusia menerima ajaran Islam dan menyesuaikan pola hidup mereka dengan ajaran tersebut dan mereka sama sekali tidak merasa terbebani atau tertekan.
Salah satu ciri khas syariat Islam adalah kemudahan dan keringanan hukum-hukumnya. Allah Swt mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan manusia serta kepastian terlaksananya hukum syariat yang ditetapkan.Landasan hukum Islam adalah untuk kebaikan dan maslahat serta menolak keburukan dan mafsadat. Jelas bahwa hukum yang selaras dengan fitrah manusia akan diterima dan hati nurani juga terdorong untuk melaksanakannya.Jika individu tertentu menentang hukum Islam karena kepentingan pribadi atau kebodohan dan mencegah penerapannya, maka pihak lain akan bangkit membela dan mencela orang-orang yang menolak hukum Allah Swt.
Puasa Ramadhan merupakan bagian dari ajaran Islam yang selaras dengan fitrah. Puasa bagi mereka yang hobi makan akan sedikit berat dan ini bisa menjadi ajang latihan.Iya, menahan lapar dan haus tidak sejalan dengan tuntutan hawa nafsu, tapi kondisi ini sama seperti ketidakcocokan obat dengan selera pasien, rasa obat yang pahit bertentangan dengan selera pasien. Namun, fitrah dan akal sehat menerima obat tersebut dan ia siap dengan segala kepahitannya. Dalam puasa, Allah Swt juga tidak menginginkan kesulitan dan kepayahan bagi umatnya. Surat al-Baqarah ayat 185 berbunyi, Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
Ternyata puasa sudah dikenal oleh umat-umat terdahulu. Bangsa Romania, India, dan kemudian Yunani dan Mesir, merupakan suku bangsa yang sudah mengenal puasa. Beberapa filosof Yunani seperti, Pythagoras dan Plato juga percaya bahwa puasa akan menciptakan nuansa religius dalam jiwa dan ini merupakan tahap awal untuk mendapatkan ilham. Suku-suku di benua Amerika juga meyakini bahwa puasa efektif untuk memperoleh petunjuk dari Ruh Besar dan menyebabkan penyucian jiwa.
Puasa juga sudah dipraktekkan di tengah pemeluk agama Yahudi dan Nasrani. Dalam ajaran Yahudi, salah satu cara populer untuk mendekatkan diri kepada Tuhan adalah berpuasa. Puasa merupakan bagian dari ibadah umat Yahudi dan hal ini disinggung beberapa kali dalam kitab Taurat. Nabi Musa as sebelum menerima 10 Perintah Tuhan,melakukan ritual puasa selama 40 hari di Gunung Sinai dan menahan diri dari makan dan minum. Saat ini, puasa merupakan sebuah perkara yang sangat umum di tengah umat Yahudi dunia dan dilakukan dalam bentuk kewajiban atau anjuran.
Di agama Nasrani, puasa tercatat dalam kalender Gereja dan merupakan bagian dari tradisi keagamaan mereka. Dalam kitab Injil disebutkan bahwa Isa al-Masih memerintahkan para pengikutnya untuk berpuasa. Puasa sudah menjadi ciri khas para Hawariyun dan penyebar ajaran Isa al-Masih.
Allah Swt telah menanamkan fitrah dalam diri manusia. Fitrah adalah sifat asal dan sebuah kencenderungan di mana Tuhan menciptakan manusia atasnya. Pada dasarnya,Allah Swt telah membekali manusia dengan kecintaan kepada-Nya pada saat meniupkan ruh ke jasad mereka. Sebenarnya, jika kita sudah memahami hakikat insan dengan benar dan juga mengerti kaitannya dengan alam malakut, maka bulan Ramadhan bukan lagi perkara sulit dan halangan bagi kita. Kita akan menganggap Ramadhan sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri dan mencapai kesempurnaan.
Puasa merupakan sejenis latihan agar manusia mampu mengontrol dirinya dan memerangi hawa nafsu, sehingga bisa sampai pada tujuan utama dan filosofi penciptaan manusia yaitu, kesempurnaan dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Salah satu perintah yang tegas dalam agama Islam adalah kewajiban berpuasa. Dengan mewajibkan puasa, Allah Swt ingin memberikan sebuah kesempatan emas kepada manusia sehingga mereka bisa mengaktualisasikan potensi-potensinya untuk mencapai kedekatan dengan Sang Pencipta dan meraih posisi utamanya sebagai khalifah Tuhan di muka bumi. Kewajiban ini disertai dengan menahan diri dari segala hal yang bisa membatalkan puasa.
Manfaat puasa yang disebut dalam sejumlah riwayat sangat mengagumkan. Dikatakan bahwa untuk mencapai kesempurnaan hakiki, tidak ada jalan lain kecuali mengurangi porsi makan dan berpuasa. Rasul Saw bersabda, ÔÇ£Barang siapa yang menahan rasa lapar, daya pikirnya akan meningkat dan meraih pencapaian makrifat.ÔÇØ (Mizan al-Hikmah, jilid 5).Dalam sebuah riwayat dari Nabi Daud as dikisahkan bahwa Tuhan berfirman kepadanya, ÔÇ£Wahai Daud! Aku menetapkan lima perkara dalam lima perkara. Akan tetapi, umat sibuk mencari lima perkara yang lain dan mereka tidak menemukannya. Salah satu dari lima hal itu adalah ilmu, Aku menempatkannya dalam rasa lapar dan usaha, sementara umat mencarinya dalam keadaan kenyang dan santai dan mereka tidak mendapatinya.ÔÇØ (Bihar al-Anwar, jilid 75)
Berpuasa dan membiarkan perut kosong memiliki banyak manfaat dan berkah. Salah satunya adalah manusia bisa meraih ilmu pengetahuan dan hikmah. Ketika perutpenuh terisi makanan, organ-organ tubuh harus bekerja ekstra untuk mencerna makanan dan pada akhirnya pikiran dan daya pikir manusia tidak beraktivitas dengan baik. Namun ketika perut kosong dari makanan, mereka akan memiliki kekuatan prima. Alkisah, seseorang mendatangi rumah ulamauntuk belajar tata cara ibadah. Ulama itu kemudian bertanya, ÔÇ£Bagaimana cara engkau menyantap makanan?ÔÇØ Orang itu menjawab, ÔÇ£Aku makan sebanyak mungkin sampai aku kenyang.ÔÇØ Sang ulama heran dan berkata, ÔÇ£Ini adalah kebiasaan hewan. Engkau harus terlebih dahulu belajar cara makan dan kemudian belajar tata cara ibadah.ÔÇØ (Dikutip dari buku Bahr al-Maarif, karya Abdul Samad Hamedani)
Bulan Ramadhan merupakan sebuah momentum untuk membersihkan dan menyucikan jiwa sehingga manusia terbebas dari cengkraman hawa nafsu. Mereka harus memanfaatkan bulan ini untuk menggantikan kegelapan syahwat dengan cahaya dan kenikmatan mengikuti perintah Allah Swt. Di bulan Ramadhan, pintu-pintu rahmat terbuka lebar dan taubat para hamba diterima. Pada dasarnya dengan segala berkah yang ditawarkan Ramadhan, manusia bisa meningkatkan derajatnya dan melangkah meraih kesempurnaan.
Bapak Pencetus Revolusi Islam, Imam Khomeini ra adalah sosok ulama revolusioner, ahli fikih, filsafat, teologi, dan irfan. Beliau juga dikenal sebagai seorang arif dan teladan ketakwaan. Berkenaan dengan bulan Ramadhan, Imam Khomeini ra berkata, ÔÇ£Ini adalah sebuah undangan dari sisi Allah. Ini adalah sebuah nikmat dan rahmat dari Allah kepada hambanya yang lemah dan hina sehingga ia bisa meningkatkan derajatnya.ÔÇØ Beliau meneruskan, ÔÇ£Bersungguh-sungguhlah meraih berkah Ramadhan dan jangan biarkan berlalu begitu saja. Nuansa religius yang dirasakan selama Ramadahan harus tetap dijaga untuk menjalani bulan-bulan selanjutnya.ÔÇØ
Imam Khomeini ra di berbagai ceramahnya selalu menyeru masyarakat pada ketaatan dan ibadah kepada Allah Swt. Selama bulan Ramadhan, beliau menghabiskan banyak waktunya untuk berdoa dan bermunajat dengan Sang Khalik dan berusaha untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan maksimal. Imam Khomeini ra kadang harus berpuasa selama 18 jam di tengah teriknya suhu udara di kota Najaf yang mencapai 50 derajat Celcius. Beliau tidak menyantap hidangan berbuka sebelum menunaikan shalat magrib dan isya serta ibadah sunnah.
Imam Khomeini ra juga senantiasa menunaikan shalat dzuhur dan asar berjamaah di Madrasah Ayatullah Burujerdi di Najaf. Sebelum shalat dimulai, beliau menyempatkan diri untuk melaksanakan ibadah sunnah. Pembacaan ayat-ayat yang panjang dalam shalat dan kegiatan berzikir setelahnya terbilang sebagai rutinitas yang memberatkan para santri muda. Namun, keteladanan yang ditunjukkan Imam Khomeini ra memberi pengaruh besar pada diri santri dan menumbuhkan semangat baru pada diri mereka.
Mengenai kegiatan Imam Khomeini ra di bulan puasa, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, ÔÇ£Beliau biasanya tidak punya agenda pertemuan selama Ramadhan kecuali keperluan mendesak. Namun setelah bulan puasa, orang-orang yang bertemu Imam Khomeini ra menemukan beliau lebih bercahaya. Orang-orang di sekitar merasakan hal itu. Dengan usia 90 tahun, Imam Khomeini raaktif selama satu bulan penuh dan beliau bergerak maju. Beliau selalu bergerak maju, tapi di bulan Ramadhan gerakan itu meningkat dan lebih giat, karena momentum ini adalah sebuah kesempatan yang sangat tepat.ÔÇØ




























