کمالوندی

کمالوندی

Presiden Republik Islam Iran menekankan pentingnya untuk mengkompensasi kerusakan terhadap lingkungan hidup.

Hassan Rouhani mengemukakan hal itu dalam pidato memperingati perayaan Pekan Lingkungan Hidup di Tehran, ibukota Iran, Ahad (7/6) seperti dilansir ISNA.

Ia menilai kezaliman terhadap alam sebagai salah satu dosa buruk.

"Semua manusia bertanggung jawab untuk melestarikan tanah, hewan dan generasi mendatang. Oleh karena itu, mereka harus berupaya untuk mengkompensasi kerusakan lingkungan hidup, "ujarnya.

Presiden Iran juga menyinggung eksploitasi keliru dari alam yang akan membahayakan manusia.   

Pertumbuhan populasi penduduk dan munculnya industri dan teknologi, kata Rouhani, telah mempengaruhi lingkungan hidup, di mana mengabaikan hukum alam akan menimbulkan masalah bagi umat manusia.

Menurutnya, sebagian tugas untuk melestarikan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab pemerintah.

Presiden Iran menegaskan, untuk memulihkan lingkungan hidup maka semua pihak termasuk semua universitas, dosen, lembaga pendidikan, media dan berbagai organisasi harus turun tangan, sebab lingkungan hidup merupakan masalah penting yang memerlukan kerjasama oleh semua pihak.

Ketua Pusat Penelitian Strategis di Dewan Penentu Kebijakan Iran mengatakan, Amerika Serikat bersama rezim Zionis Israel sedang menjalankan sebuah program terpadu dalam bentuk perang berantai di Timur Tengah.

Program tersebut bertujuan untuk menciptakan perubahan terencana di kawasan, kata Ali Akbar Velayati pada Ahad (31/5/2015) malam dalam sebuah acara televisi. Demikian dikutip IRNA.

Menurut Velayati, semua skanerio itu dimulai dari Suriah dan sekarang menjalar ke Irak dan Yaman dan juga Pakistan.

ÔÇ£Dengan memperhatikan kehadiran ISIS di Afghanistan Utara, skenario mendatang mereka adalah melawan Cina di Provinsi Xinjiang,ÔÇØ tambahnya.

Berbicara tentang perkembangan Suriah, Velayati menerangkan perang yang sangat sulit dan melelahkan telah berlangsung selama empat tahun di negara itu. ÔÇ£Sejumlah wilayah berpindah tangan antara pasukan pemerintah dan kelompok teroris, namun saya yakin pemerintah dan rakyat Suriah akan tetap bertahan mengingat dukungan Iran dan Hizbullah,ÔÇØ ujarnya.

Menteri Intelijen Iran Sayid Mahmoud Alavi, menekankan pentingnya memelihara persatuan di tengah umat Islam dalam menghadapi konspirasi musuh terkait polarisasi dunia Islam.

Berpidato pada sebuah acara yang digelar oleh Organisasi Wakaf dan Amal Iran di Tehran pada Ahad (31/5/2015), Sayid Alavi menuturkan, menciptakan perpecahan di antara mazhab-mazhab Islam merupakan strategi musuh untuk membenturkan sesama kaum Muslim.

Menurutnya, strategi tersebut tidak hanya terbatas untuk negara-negara di sekeliling Republik Islam Iran. ÔÇ£Persatuan dan kekompakan pemerintah dan bangsa Iran merupakan satu-satunya jalan untuk menggagalkan agenda musuh,ÔÇØ tegasnya.

ÔÇ£Saat ini bahaya polarisasi mengancam dunia Islam, namun sayangnya beberapa negara regional justru bergerak seirama dengan musuh dan mereka mengeluarkan banyak uang di Irak dan Suriah serta menyerang Yaman demi mencapai ambisi-ambisinya,ÔÇØ jelas Sayid Alavi.

Pada kesempatan itu, Sayid Alavi menandaskan dinas-dinas intelijen Iran menguasai medan secara penuh. ÔÇ£Radar keamanan dan intelijen Iran sama sekali tidak punya kelemahan dan setiap teroris yang menyusup ke Iran untuk kegiatan sabotase, ia akan mengadapi pukulan keras oleh pasukan intelijen dan petugas keamanan Iran,ÔÇØ terangnya.

Sayid Alavi mengatakan bahwa sejauh ini sejumlah regu teror telah dikirim oleh musuh ke zona-zona sensitif di Iran untuk kegiatan sabotase dan peledakan bom, tapi mereka berhasil ditangkap berkat upaya pasukan keamanan dan konspirasi mereka digagalkan.

Ketua Pusat Riset Strategis Dewan Penentu Maslahat Negara Iran, Ali Akbar Velayati menyatakan, Amerika Serikat bersama rezim Zionis sedang menggulirkan sebuah program kolektif berantai guna menciptakan berbagai perubahan terkontrol di Timur Tengah.

IRNA melaporkan, Velayati pada Ahad malam (31/5) mengatakan, ÔÇ£Semua program tersebut pada awalnya dimulai di Suriah dan sekarang di Irak dan Yaman, juga selanjutnya Pakistan, mengingat kehadiran ISIS di utara Afghanistan.ÔÇØ

ÔÇ£Program mendatang mereka adalah anti-Cina di provinsi Xinjiang,ÔÇØ tegas Velayati.

Menyinggung transformasi Suriah, Velayati mengatakan, ÔÇ£Selama empat tahun pertempuran sulit dan melelahkan di negara ituÔÇöbanyak wilayah yang terbagi antara (yang dikuasai) pasukan pemerintah dan teroris, akan tetapi saya yakin dengan dukungan Iran dan Hizbullah, pemerintah dan rakyat Suriah akan tetap jaya.ÔÇØ

Perudingan delegasi Parlemen Iran dan Suriah digelar di gedung Majelis Syura Islam Iran.

IRIB News (1/6) melaporkan, Ali Larijani, Ketua Parlemen Iran dan Mohammad Jihad Al Laham, sejawatnya dari Suriah memimpin delegasi parlemen dua negara dalam perundingan itu.

Ketua Parlemen Suriah bersama rombongan tiba malam lalu di Tehran.

Selain bertemu dengan ketua Parlemen Iran, Mohammad Jihad Al Laham juga dijadwalkan akan menemui beberapa petinggi Iran lainnya.

Ketua Parlemen Iran dan Suriah akan menggelar konferensi pers pasca perundingan tersebut.

Wakil Asosiasi Internasional Pebisnis Cina mengatakan, dunia bisnis Asia menanti pencabutan sanksi atas Iran.

IRNA (30/5) melaporkan, Wakil Asosiasi Internasional Pebisnis Cina menuturkan, ÔÇ£Pasar Iran bagi perusahaan-perusahaan Cina dan seluruh pelaku bisnis Asia, merupakan pasar yang menarik dan penting. Tidak diragukan, dengan dicabutnya sanksi internasional, kapasitas kerja sama di antara negara-negara Asia akan berlipat ganda.ÔÇØ ┬á

Menurutnya, Iran dan Cina adalah dua negara penting di Asia dan Timur Tengah. ÔÇ£Latar belakang positif dan bersahabat Iran dan Cina dalam hubungan kokoh ekonomi sangat penting,ÔÇØ katanya.

Ia juga menyinggung posisi Iran dalam proses menghidupkan kembali Jalur Sutra yang tidak bisa ditolak. ÔÇ£Iran dalam pandangan Cina memiliki kedudukan tinggi dan layak dipuji. Perlawanan rakyat Iran dalam menghadapi arogansi Barat selalu membangkitkan kekaguman rakyat Cina,ÔÇØ pungkasnya.

Ketua Organisasi Managemen dan Perencanaan Iran Mohammad Bagher Nobakht mengatakan, perekonomian Iran akan menerima suntikan dana 100 miliar dolar jika kesepakatan nuklir dicapai.

Menurut laporan IRNA, Bagher Nobakht pada Sabtu (30/5/2015) sore, menyoroti kemajuan yang dicapai dalam perundingan nuklir Iran dengan enam kekuatan dunia. Dia menuturkan, jika kesepakatan final dicapai dalam negosiasi dan sanksi dicabut, 100 miliar dolar dari aset Iran yang diblokir di luar negeri akan masuk ke kas negara.

ÔÇ£Saat ini Iran yang telah menjual satu juta barel minyaknya tidak bisa mentransfer pendapatannya ke dalam negeri,ÔÇØ jelasnya.

Bagher Nobakht menerangkan, sumber-sumber keuangan Iran di dunia dilokir setelah Bank Sentral Republik Islam disanksi dan jika sanksi-sanksi itu dicabut, perubahan signifikan akan terlihat dalam perekonomian Iran.

Menurutnya, sanksi-sanksi kejam harus kita patahkan dengan kemuliaan dan Organisasi Managemen dan Perencanaan Iran akan menyusun anggaran untuk kondisi perekonomian saat ini atau untuk kemungkinan pencabutan sanksi.

ÔÇ£Sekarang hanya satu juta barel minyak terjual dengan harga sekitar 50 juta dolar dan jumlah ini pun tidak mengalir ke Iran karena Bank Sentral di bawah sanksi,ÔÇØ ujarnya.

Rahbar atau Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, menyatakan bahwa para pejabat Iran harus teguh pada kebijakan negara dalam negosiasi nuklir dengan Kelompok 5+1 guna menjamin kepentingan bangsa.

"Pada isu nuklir, sikap [Iran] adalah sama seperti yang kita telah umumkan secara eksplisit; poin yang sama telah diumumkan kepada para pejabat secara lisan dan tertulis. Ini adalah sikap mendasar pemerintah Islam," kata Ayatullah Khamenei dalam pertemuan Rabu (27/5) dengan Ketua Parlemen Iran (Majlis) Ali Larijani dan anggota parlemen.

Rahbar menambahkan bahwa penyelesaian masalah nuklir negara akan difasilitasi dengan memanfaatkan potensi dalam negeri.

"Jika kita meningkatkan produksi dan mengerahkan potensi dalam negeri, [ini akan] bukan hanya memecahkan masalah dalam negeri, bahkan memfasilitasi penyelesaian masalah luar negeri seperti masalah nuklir salah satunya," kata Rahbar.

Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa tim perunding nuklir Iran sedang berupaya tulus untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan program nuklir negara.

Beliau lebih lanjut mencatat bahwa Iran juga berhadapan masalah selain program nuklir negara itu dalam berurusan dengan Barat.

"Dalam kerangka isu-isu yang kita miliki dengan AS, Barat dan Zionisme, kami juga memprediksi berbagai topik selain masalah nuklir seperti hak asasi manusia, tetapi jika kita fokus pada kemampuan dalam negeri ... maka akan mudah menyelesaikan masalah-masalah ini juga," tegas Rahbar.

"Saya tahu bahwa kita dihadapkan dengan kurangnya sumber daya, dan sanksi telah berkontribusi pada kekurangan sumber daya itu. Carilah solusi," tegas Rahbar.

"Solusinya adalah menghemat," kata Pemimpin, seraya menambahkan bahwa prioritas harus dipertimbangkan.

Ayatullah Khamenei juga mendesak para anggota parlemen "bersikeras menekankan prinsip pemerintah [Islam]."

Karena menurut Rahbar, jika tidak ada penekanan itu dari para anggota parlemen maka negara akan menghadapi banyak bahaya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar mengatakan, solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah terkini Dunia Islam adalah mematuhi perintah Al Quran dan tidak tunduk pada tekanan-tekanan Jahiliyah Modern serta bangkit melawan serangan jahiliyah ini.

Ayatullah Khamenei, Rahbar, Sabtu (23/5) bersamaan dengan milad Abul Fadhl Abbas as, dalam pertemuannya dengan para peserta MTQ internasional Tehran menuturkan, ÔÇ£Hari ini, sungguh disayangkan, Dunia Islam menderita kelemahan, kemiskinan, konflik dan perang saudara akibat tekanan pemerintahan-pemerintahan jahil. Satu-satunya cara untuk menghadapi tekanan-tekanan ini adalah mematuhi perintah Al Quran dan memupuk tekad kuat untuk bergerak ke arah tujuan yang tinggi.ÔÇØ

Rahbar menambahkan, ÔÇ£Jika diambil satu langkah menuju tujuan Qurani, maka Allah Swt akan memberikan kekuatan tambahan, dan ini dirasakan oleh rakyat Iran. Dengan perlawanannya atas semua tekanan, rakyat Iran mendapatkan kemampuan dan harapan yang lebih besar.ÔÇØ

Ayatullah Khamenei menilai pemanfaatan pengalaman bangsa Iran dalam melawan kekuatan-kekuatan besar dunia, merupakan solusi bagi masalah-masalah Dunia Islam. ÔÇ£Upaya menciptakan konflik dan perpecahan di antara umat Islam, hari ini menjadi salah satu agenda utama musuh. Oleh karena itu, mereka harus waspada jangan sampai meneriakkan perpecahan dan menjadi corong musuh Islam dan Al Quran,ÔÇØ ujarnya.

Setiap pangkal kerongkongan yang digunakan untuk meneriakkan perpecahan, katanya, adalah corong musuh. Rahbar menjelaskan, ÔÇ£Upaya menciptakan perpecahan lewat isu Sunni-Syiah, Arab-Non-Arab, kesukuan, etnis dan fanatisme kebangsaan, termasuk agenda musuh-musuh umat Islam yang harus dihadapi dengan kesadaran dan tekad yang kuat.ÔÇØ

Menurut Rahbar, ulama, intelektual, penulis, mahasiswa, peneliti, qari dan hafiz Quran memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam menyebarluaskan Kebangkitan Islam.

ÔÇ£Masyarakat harus diberi kabar gembira tentang jalan yang ditunjukkan Al Quran,ÔÇØ kata Rahbar.

Ia menandaskan, ÔÇ£Kebangkitan Islam adalah sebuah realitas yang tidak akan pernah musnah, dan dampaknya akan semakin meluas dari hari ke hari.ÔÇØ

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menegaskan bahwa segala bentuk inspeksi atas situs militer Iran tidak akan pernah diizinkan.

Ayatullah Khamenei, Rabu (20/5) pagi di acara wisuda taruna militer Universitas Imam Hussein as menyinggung arogansi baru yang ditunjukkan dalam perundingan nuklir, termasuk permintaan untuk menginspeksi pusat-pusat militer dan dialog dengan ilmuwan-ilmuwan nuklir Iran.

Rahbar menuturkan, "Permintaan ini tidak akan pernah dikabulkan, dan musuh harus tahu bahwa rakyat dan pemerintah Iran tidak akan tunduk pada arogansi dan intimidasi dengan alasan apapun.

Ayatullah Khamenei menilai salah satu tantangan yang dihadapi Republik Islam Iran adalah intimidasi dan arogansi pihak lawan perundingan. "Musuh masih tidak mengenal dengan baik rakyat dan pemerintah Iran dengan terus mengeluarkan kata-kata memaksa, pasalnya rakyat dan pemerintah Iran, yang berasal dari rakyat, tidak akan pernah tunduk pada paksaan sampai kapanpun," ujarnya.

Rahbar menegaskan, setiap kali kita mundur dalam menghadapi arogansi pihak lawan, maka mereka akan bergerak maju. Ia menjelaskan, "Untuk menghadapi arogansi ini harus dibangun tembok kokoh dari tekad, tawakal dan kekuatan nasional."

Menurutnya, rakyat Iran akan mampu melewati tantangan-tantangan ini dengan bertawakal kepada Allah Swt dan percaya diri. "Kami tidak akan membiarkan pihak asing masuk dan menginterogasi ilmuwan serta putra-putra mulia bangsa ini," katanya.

Rahbar melanjutkan, "Para perunding nuklir harus menunjukkan pesan keagungan bangsa Iran dalam perundingan."

Rahbar juga menyinggung soal sejumlah pemberitaan terkait upaya para pengganggu dan beberapa negara kawasan Teluk Persia untuk menyeret perang proxy ke perbatasan Iran. "Jika sampai terjadi gangguan, reaksi Republik Islam Iran akan sangat keras," tegasnya.

Pada saat yang sama Rahbar juga menyoroti propaganda musuh terkait pengucilan Iran dan menerangkan, "Pemerintah Islam sejak awal sampai saat ini selalu memiliki tempat di hati rakyat dan bukti jelasnya, simpati kuat rakyat sejumlah negara dunia kepada pemimpin Iran dalam 36 tahun ke belakang."

 

Rahbar menambahkan, "Pemerintah Iran yang dengan berani terjun di medan tempur ini harus tahu bahwa satu-satunya cara menghadapi musuh yang tidak punya malu, adalah tekad kuat dan tidak reaktif."