کمالوندی
Rumah Fathimah Az-Zahra as
Imam Ali as ketika menikah dengan Sayidah Fathimah az-Zahra as hanya memiliki sebuah rumah kecil di samping masjid Nabawi. Rumah ini begitu kecil dan sangat sederhana, sehingga tidak cocok untuk melaksanakan prosesi pernikahan. Oleh karenanya, Nabi Muhammad Saw berkata kepada Ali as, "Usahakan sebuah rumah di dekat sini agar aku dapat menyerahkan istrimu kepadamu."
 
Imam Ali as berkata, "Ada rumah Haritsah bin Nu'man di dekat sini."
 
Nabi Saw berkata, "Saya sudah meminjam beberapa rumah dari Haritsah untuk orang-orang Muhajirin yang tidak punya tempat tinggal. Sekarang saya malu untuk meminjam rumahnya yang lain darinya."
 
Haritsah mendengar percakapan ini dan kemudian mendekati Nabi Saw lalu berkata, "Seluruh hartaku milik Allah Swt dan Rasul-Nya."
 
Nabi Saw kemudian mendoakannya dan berkata, "Malam ini pinjamkan rumahmu kepada Ali dan Fathimah as."
 
Dengan demikian, acara pernikahan berlangsung, sementara Ali dan Fathimah as pergi ke rumah Haritsah. Setelah itu keduanya kembali ke rumah mereka dan memulai kehidupan yang sederhana. Rumah ini terletak di samping masjid Nabawi dan sampai sekarang tempat itu tetap dikenal dengan "Rumah Az-Zahra".
 
Sumber: Sad Pand va Hekayat; Sayidah Fathimah Zahra as
 
Berita Kemunculan Imam Mahdi af
Kebencian warga Kufah akan kezaliman orang-orang Kafir telah sampai puncaknya. Orang-orang yang telah banyak melakukan penindasan waktu itu kepada umat Islam. Oleh karenanya, warga Kufah mendatangi Imam Ali as dan mengadukan ketertindasannya. Mereka berkata, "Sampai kapan kita harus menanggung kezaliman orang-orang Kafir dan tertawan oleh ketamakannya?"
 
Imam Ali as dalam sebuah pidatonya mengajak orang-orang Mukmin untuk bersabar dan berkata, "Ketahuilah bahwa dunia, setelah berpaling dari kita seperti onta yang berang dan tidak mau memberi susu kepada pemiliknya dan menyimpannya untuk anaknya, akan kembali memandang kita dengan penuh kasih sayang... Allah Swt dalam al-Quran berfirman, "Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)."[1]
 
Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Ali as
Nasihat Imam Husein as: Memaafkan
Memaafkan
 
Imam Husein as berkata:
 
"Bila ada seorang yang berucap buruk di telingaku ini, sambil menunjuk telinga kanannya, dan meminta maaf lewat telingaku yang lain, maka aku pasti memaafkannya. Hal ini dikarenakan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as menukil kepadaku bahwa beliau mendengar dari kakekku, Rasulullah Saw bersabda, 'Siapa yang tidak menerima permintaan maaf orang lain, baik ia benar atau salah maka tidak akan pernah memasuki kolam al-Kautsar." (Ihqaq al-Haq, jilid 11, hal 431)
 
Satu dari nilai-nilai moral dalam hubungan sosial adalah memberi maaf. Keutamaan akhlak ini dapat mencerabut segala bentuk permusuhan dan menjadi sarana terciptanya persahabatan.
 
Terkadang manusia dalam hubungan sosialnya melakukan perbuatan buruk, tapi setelah berlalu beberapa waktu ia kemudian menyesali perilakunya itu dan meminta maaf. Sudah selayaknya seorang mukmin dengan wajah tersenyum menerima permintaan maaf saudaranya itu dan melupakan kesalahannya, sehingga persahabatan dan kasih sayang menggantikan tempat kedengkian dan permusuhan.
 
Para Imam Maksum as dengan maqam dan derajat spiritual yang tinggi bukan saja tidak menuntut orang-orang yang menistakan mereka dikarenakan ketidaktahuan atau memang punya maksud tertentu, bahkan mereka diperlakukan dengan baik dan penuh kasih sayang. Dengan demikian, kita sebagai Syiah dan pengikut mereka harus menjadikan para Imam Maksum as sebagai teladan dalam berbuat.
 
Sumber: Pandha-ye Emam Hossein.
Nasihat Imam Husein as: Memperhatikan Tetangga
Memperhatikan Tetangga
 
Imam Husein as berkata:
 
"Tetangga adalah keluarga." (Tarikh Ya'qubi, jilid 2, hal 246)
 
Dalam agama Islam, tetangga memiliki kedudukan yang khusus dan banyak perintah agar orang mukmin berbuat baik dan menyayangi tetangganya. Allah Swt dalam al-Quran berfirman, "Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu." (QS. an-Nisa: 36)
 
Begitu juga dalam sebuah riwayat dari Rasulullah Saw disebutkan, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt dan Hari Kiamat, maka hendaknya ia tidak mengganggu tetangganya." (Bihar al-Anwar, jilid 43, hal 62)
 
Imam Husein as dalam ucapannya ini menyamakan tetangga dengan keluar sendiri. Karena sebagaimana manusia diperintahkan untuk berbuat baik dan menyayangi keluarganya, perintah yang sama juga terkait tetangganya.
 
Sumber: Pandha-ye Emam Hossein.
Nasihat Imam Husein as: Menjaga Rahasia Orang
Menjaga Rahasia Orang
 
Imam Husein as berkata:
 
"Rahasia orang lain adalah amanat." (Tarikh Ya'qubi, jilid 2, hal 246)
 
Semua manusia memiliki rahasia dan tidak ingin rahasianya itu diketahui orang lain. Rahasia ini terkadang pribadi, keluarga dan terkadang sosial dan ada hubungan dengan pekerjaan dan kehidupan. Rahasia orang lain merupakan amanat dan kita harus menjaganya. Karena terkadang kesembronoan kecil dapat membahayakan kehormatan dan kedudukan sosial orang lain atau menciptakan kebencian dan pertengkaran di antara masyarakat, dimana tidak mungkin memperbaikinya dengan mudah.
 
Oleh karenanya, sangat tepat bila kita benar-benar teliti menjaga amanat yang berupa rahasia orang yang disampaikan kepada kita.
 
Sumber: Pandha-ye Emam Hossein.
Nasihat Imam Husein as: Tidak Berbuat Zalim
Tidak Berbuat Zalim
 
Imam Husein as berkata:
 
"Jangan menzalimi seseorang yang tidak memiliki penolong selain Allah." (Tuhaf al-Uqul, hal 251)
 
Menzalimi orang lain di mana dan kapan saja merupakan perbuatan buruk dan tidak boleh dilakukan. Tapi menzalimi orang tertindas dan sendiri merupakan perbuatan yang sangat buruk dan pelakunya akan mendapat balasan azab ilahi yang sangat pedih. Selain itu, teriakan dan pengaduan yang disampaikan di dada orang yang tertindas akibat kezaliman yang dilakukan terhadap mereka akan bangkit dan menghantui kehidupan duniawi dan ketenangan si pelaku kezaliman.
 
Sejarah dengan baik telah menunjukkan kenyataan ini, bahwa perbuatan zalim yang dilakukan kepada orang tertindas yang tidak memiliki penolong selain Allah akan mendapat balasan setimpal. Bagaimana dalam sejarah disebutkan istana penguasa terkuat dapat hancur dalam waktu yang singkat dan saat ini yang tersisa hanya nama mereka.
 
Sumber: Pandha-ye Emam Hossein.
Nasihat Imam Husein as: Berbuat Baik Kepada Semua Orang
Berbuat Baik Kepada Semua Orang
 
Ada seorang berkata kepada Imam Husein as, "Berbuat baik kepada orang yang tidak layak merupakan perbuatan yang sia-sia."
 
Mendengar itu Imam Husein as langsung berkata, "Tidak demikian! Berbuat baik sama seperti turunnya hujan yang mengenai orang baik dan buruk." (Tuhaf al-Uqul, hal 250)
 
Manusia tidak boleh berpikiran bahwa bila ia memberi sesuatu kepada orang yang berperilaku buruk, berarti perbuatan baiknya akan sia-sia. Sesuai dengan ucapan Imam Husein as, berbuat baik itu laksana hujan yang mengenai siapa dan apa saja dan mempengaruhi semua orang. Karena bila orang yang dibaiki itu merupakan hamba Allah yang layak dan baik, maka perbuatan baik kita sudah pada tempatnya. Tapi bila orang itu tidak baik, maka kita tetap mendapat pahala dari perbuatan kita dari Allah Swt.
 
Pada prinsipnya, salah satu cara untuk memperbaiki dan membimbing orang-orang yang tidak baik adalah lewat berbuat baik kepadanya. Dengan memberikan sesuatu atau berperilaku baik kepadanya dapat menarik perhatiannya kepada kita dan perlahan-lahan dapat diajak untuk berbuat baik. Dalam sejarah kehidupan Ahlul Bait as banyak dijumpai kejadian yang semacam  ini.
 
Sekaitan dengan pahala berbuat baik kepada masyarakat, Imam Husein as berkata, "Barangsiapa yang menyegerakan berbuat baik kepada saudaranya, maka keesokan harinya ia akan menyaksikan hasilnya. Orang yang membantu saudaranya karena Allah, maka Allah Swt akan membalasnya ketika ia membutuhkan sebelum orang lain membantunya dan menjauhkan musibah darinya. Sementara orang yang menghilangkah kegalauan hati seorang mukmin, Allah Swt pasti menghilangkah kegalauan dan masalahnya baik di dunia maupun di akhirat. Seseorang yang berperilaku baik dengan orang lain, Allah Swt akan memperlakukannya dengan baik pula dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (Kasyf al-Ghummah, jilid 2, hal 29)
Sumber: Pandha-ye Emam Hossein.
Tekad Suriah untuk Membasmi Teroris
Presiden Suriah menegaskan kembali berlanjutnya perang melawan teroris Takfiri dan operasi pembersihan negara itu dari para teroris internasional.
 
Bashar al-Assad menegaskan hal itu ketika mengunjungi tempat-tempat penampungan para pengungsi Suriah di luar Damaskus terutama di penampungan Dweirdi kota Adra pada Rabu (12/3).
 
Ia mengatakan, pemerintah dan militer Suriah akan melanjutkan perang melawan teroris yang telah melakukan kejahatan mengerikan dan anti-kemanusiaan, serta menyebabkan warga Suriah terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka.
 
Selama beberapa pekan terakhir, para pejabat Damaskus mengkaji berbagai persoalan dan kebutuhan para pengungsi Suriah. Mereka juga berusaha membantu untuk mengembalikan para pengungsi ke rumah-rumah mereka.
 
Sementara itu, situasi di kamp-kamp pengungsi lainnya seperti kamp pengungsi Palestina di Yarmuk belum aman dan stabil. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina(UNRWA) telah memperingatkan tentang krisis kemanusiaan di kamp-kamp pengungsi Palestina di Yarmuk dan pinggiran selatan Damaskus.
 
Juru bicara UNRWA Chris Gunness dalam wawancara dengan radio PBB menyinggung berlanjutnya bentrokan dan blokade kelompok-kelompok teroris terhadap kamp Yarmuk. Ia mengatakan, instabilitas ini telah menyebabkan terhentinya distribusi bantuan kemanusiaan sejak 10 hari lalu.
 
Sejak masuknya kelompok-kelompok teroris ke kamp Yarmuk dan pecahnya bentrokan di kamp tersebut, proses pengiriman bantuan kepada ribuan pengungsi Palestina di kamp Yarmuk terhenti.
 
Selama setahun lalu ketika para teroris dari berbagai negara asing aktif di Suriah, "pembunuhan dan kelaparan" dijadikan sebagai alat perang bagi para teroris untuk mengusir warga supaya meninggalkan kota-kota tempat tinggal mereka.
 
Blokade kamp Yarmuk adalah termasuk dari contoh kebrutalan dan kekejaman kelompok-kelompok teroris Takfiri yang menyebabkan para pengungsi kelaparan dan menimbulkan tragedi kemanusiaan di sana.
 
Warga sipil yang berusaha untuk mencari makanan menjadi sasaran empuk peluru-peluru militan Takfiri. Amnesty internasional dalam laporannya berjudul "kejahatan perang terhadap warga sipil yang  diblokade" menyebutkan bahwa ratusan pengungsi di Suriah meninggal dunia akibat kekurangan makanan dan obat-obatan.
 
Dewan Keamanan PBB pada bulan Februari mengesahkan sebuah resolusi dan menuntut semua pihak bertikai di Suriah untuk mengakhiri pengepungan kamp Yarmuk guna menyelamatkan para pengungsi.
 
PBB baru-baru ini berhasil mengirim sejumlah bantuan makanan dan obat-obatan ke kamp Yarmuk, namun bantuan tersebut terpaksa dihentikan setelah gencatan senjata berakhir.
 
Sejak pecahnya krisis di Suriah, berbagai operasi teroris yang didanai dan dipersenjatai oleh Barat dan sejumlah negara Arab telah menyebabkan ratusan ribu warga Suriah tewas dan terluka.
 
Suriah adalah korban kerakusan segitiga Barat, rezim Zionis Israel dan Arab Saudi. Jutaan pengungsi di dalam dan luar Suriah merupakan korban kelambanan PBB dalam menyikapi para penghasut perang dan tragedi yang telah merampas kehidupan rakyat Suriah.
Polri Siaga Amankan Pemilu di Perbatasan
Kepala Kepolisian Resor Belu, AKBP Daniel Ruhoro, menegaskan pelaksanaan Pemilu Legislatif, 9 April mendatang, di daerah yang berbatasan dengan Timor Timur itu harus aman dan kondusif.
"Karena itu setiap personel di jajaran Polres Belu telah kami siagakan dan kami latih untuk pengamanan yang berkualitas. Kami bahkan sudah gelar simulasinya Kamis kemarin (13/3)," kata Ruhoro, yang dihungi dari Kupang, Jumat.
Dia mengaku, situasi keamanan dan kenyamanan warga di Kabupaten Belu, NTT, itu hingga kini masih sangat kondusif.
Ada tiga kabupaten di NTT yang berbatasan darat langsung dengan Timor Timur, yaitu Kabupaten Belu dengan ibukota Atambua, Kabupaten Timor Tengah Utara (Kefamenanu), dan Kabupaten Kupang (Camplong).
Di semua kabupaten itu, terdapat banyak jalan tradisional lintas bukit dan sungai serta hutan, yang bisa dijadikan jalur berjalan kaki menyeberang antar negara secara ilegal.
Menjaga rute-rute serupa ini menjadi bagian dari bidang tugas pengamanan garis perbatasan satuan tugas pengamanan perbatasan Indonesia-Timor Timur Markas Besar TNI.
"Aktivitas warga di daerah ini masih berjalan seperti biasa, normal dan sangat nyaman. Kondisi persiapan pemilu lancar, atribut partai politik serta para calon legislatif yang salah tempat sudah ditertibkan Satpol PP," katanya.
Polres Belu tidak ingin ambil resiko dalam pengamanan Pemilu di kabupaten itu, "Sebanyak tiga ratusan personel Polres Belu sudah kami siapkan," katanya.
"Semua personel akan fokus dari proses awal hingga pengamanan sampai dengan penghitungan suara," katanya.
Dia mengatakan, jumlah personel Polres Belu yang diterjunkan itu, akan dibantu aparat TNI AD setempat (atas permintaan kepolisian) dan satuan polisi Pamong Praja yang ada di Belu.
Dengan demikian, jumlah personel yang ada masih bisa bertambah hingga pada Pemilu Eksekutif mendatang.
Masyarakat, partai politik, para caleg dan komponen masyarakat lainnya, diharap tetap menjaga kondisi aman itu, hingga pelaksanaan dan penghitungan dan seterusnya agar daerah itu tetap aman dan damai.
"Jika dalam kondisi aman, pelaksanaan pembangunan di daerah ini bisa berjalan baik demi kemakmuran daerah ini," kata dia.
Malaysia Airlines MH370 Tinggalkan Jejak Data
Sejumlah satelit komunikasi menerima sinyal elektronik samar dan tidak teratur (pings) dari pesawat Malaysia Airlines yang hilang Sabtu lalu. Data ping itu memberikan lokasi, kecepatan dan ketinggian pesawat selama setidaknya lima jam setelah pesawat itu hilang dari layar radar sipil. Hal itu dikemukan sejumlah pejabat yang terlibat dalam penyelidikan, lapor laman Wall Street Journal, Kamis (13/3/2014).
 
Ping terakhir dikirim dari atas wilayah perairan, yang menurut seorang penyelidikdikirim dari ketinggian jelajah normal. Mereka menolak untuk mengatakan di mana persisnya lokasi transmisi itu berasal, juga tidak jelas mengapa transmisi itu berhenti. Salah satu kemungkinan, kata salah seorang dari mereka, adalah bahwa sistem pengiriman telah dinonaktifkan oleh seseorang di dalam pesawat.
 
Ping-ping otomatis itu, atau serangkaian upaya untuk berhubungan dengan satelit yang dioperasikan Inmarsat, terjadi beberapa kali setelah posisi terakhir Malaysia Airlines MH370 dapat diketahui. Hal itu menunjukkan bahwa setidaknya selama beberapa jam tersebut, Boeing 777 yang membawa 239 orang itu tetap utuh dan tidak hancur karena kecelakaan, tindakan sabotase atau ledakan.
 
Malaysia Airlines mengatakan belum menerima data tersebut. Sementara Boeing yang berbasis di Chicago menolak untuk berkomentar, lapor Wall Street Journal.
 
Jika pesawat itu tetap mengundara selama periode tersebut, peswat bisa terbang sejauh 2.200 mil laut (sekitar 3,500 kilomter) dari posisi terakhirnya yang dapat dikonvirmasi, yaitu di atas Teluk Thailand, kata sumber-sumber itu.
 
Sementara itu, pencarian pesawat itu yang telah memasuki hari ke tujuh diperluas hingga ke Samudra Hindia. Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, Kamis, mengatakan, ada informasi baru bahwa pesawat Malaysia Airlines mungkin keluar dari jalur penerbangan semestinya, Kuala Lumpur - Beijing. Pihak Amerika mengatakan, pencarian pesawat Malaysia itu bisa diperluas ke Samudra Hindia, jauh ke bagian barat dari posisi kontak terakhirnya.
 
Jay Carney mengatakan, ada informasi baru meskipun tidak konklusif bahwa Boeing 777 mungkin keluar dari jalur penerbangan semestinya dari Kuala Lumpur menuju Beijing dan mengarah ke Samudra Hindia. Carney mengatakan, Amerika sedang berkonsultasi dengan negara-negara lain yang terlibat dalam pencarian besar-besaran untuk menemukan pesawat jet itu demi melihat apakah kapal dan pesawat sudah dikerahkan ke Samudra Hindia untuk memperluas operasi pencarian.




























