کمالوندی

کمالوندی

 

Anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan, kemampuan rudal muqawama Palestina terus meningkat dan ini akan terungkap di berbagai pertempuran melawan Rezim Zionis.

Hamas selama beberapa tahun terakhir melalui berbagai uji coba rudal dan penyelenggaraan manuver militer, telah meningkatkan kemampuan resistensinya dan menciptakan pertahanan dalam menghadapi Rezim Zionis Israel.

Ismail Ridwan Selasa (28/6/2022) saat diwawancarai Iran Press di Gaza terkait kemampuan kekuatan rudal muqawama Palestina menekankan, rudal muqawama mampu menjangkaui seluruh wilayah Rezim ilegal Israel, dan mencapai target yang ditentukan.

Ismail Ridwan, anggota senior Hamas
Anggota senior Hamas ini menjelaskan, kekuatan rudal muqawama Palestina merusak konstelasi di bumi pendudukan, karena muqawama dengan kemampuan dan akurasi rudalnya, telah mengejutkan Rezim Zionis.

"Peningkatan kekuatan muqawama Palestina penting untuk menciptakan kemampuan pertahanan menghadapi penjajah Zionis dan membela Baitul Maqdis serta Masjid al-Aqsa dan demi membebaskan seluruh wilayah Palestina," papar Ismail Ridwan.

Lebih lanjut Ismail Ridwan menambahkan persatuan seluruh faksi muqawama Palestina, termsuk Brigade Izzudin al-Qassam, Saraya al-Quds, dan unit muqawama lain penting untuk membela Baitul Maqdis, Masjid al-Aqsa, dan juga mematahkan skenario Zionis-Amerika.

Sementara itu, Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah Minggu lalu saat menjelaskan kekuatan defensif faksi muqawama ini menegaskan, Hamas kurang dari lima menit mampu menembakkan 150 rudal dan roket ke arah Palestina pendudukan.

Selama perang 12 hari (Pedang al-Quds), pangkalan udara Rezim Zionis menjadi salah satu terget terpenting rudal dan roket faksi muqawama Palestina. Bahkan pangkalan ini diserang dari jarak yang sangat jauh dari Jalur Gaza. 

 

Salah satu pejabat Hizbullah Lebanon menyoroti kemampuan kelompok perlawanan Islam, dan mengatakan, orang-orang Israel takut terjun dalam perang apa pun dengan kelompok perlawanan.

Syeikh Hassan Al Baghdadi anggota Dewan Pusat Hizbullah, Minggu (26/6/2022) terkait ancaman-ancaman Rezim Zionis terhadap Lebanon mengatakan, "Ancaman para pejabat Zionis terhadap Lebanon menggelikan, karena mereka berada di puncak kekuatan, dan sekutu-sekutu mereka kalah dalam perang menghadapi kelompok perlawanan."

Ia menambahkan, "Hari ini ancaman-ancaman terkait perang, semakin membuat para pemukim Zionis ketakutan, dan orang-orang Lebanon, dikarenakan simpati mereka kepada kelompok perlawanan, dan keyakinan mereka atas kekuatan kelompok ini, sama sekali tidak menganggap penting ancaman-ancaman tersebut."

Pejabat Hizbullah menegaskan, kelompok perlawanan menolak segala bentuk normalisasi hubungan dengan Israel, dan berkomitmen menjaga aset-aset laut Lebanon, mematuhi peraturan dan prinsip nasional Lebanon, serta memilih opsi perlawanan dalam membela negara, asas dan sakralitasnya. (

 

Ketua Biro Politik gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengatakan, pembebasan Masjid Al Aqsa sudah dekat, dan 150 rudal akan menghancurkan Rezim Zionis dalam waktu kurang dari lima menit.

Ismail Haniyeh yang tengah berada di Lebanon, Minggu (26/6/2022) seperti dikutip stasiun televisi Al Mayadeen menuturkan, "Warga Palestina di Al Quds dan Tepi Barat beberapa tahun lalu ditekan untuk menghentikan perlawanan, dan meninggalkan tanah air mereka."

Ia menambahkan, orang-orang yang memilih normalisasi dengan Israel, dan mereka yang mengkhianati Palestina, menganggap pembebasan Masjid Al Aqsa, masih jauh

"Jalur Gaza diblokade dari darat, udara dan laut, tapi mengangkat Pedang Al Quds untuk melawan Israel, kelompok perlawanan dan penduduk Gaza siap untuk terjun ke dalam sebuah pertempuran strategis," imbuhnya.

Menurut Ketua Biro Politik Hamas, tidak ada tempat untuk Zionis dan pemukimnya di Masjid Al Aqsa, dan kelompok perlawanan akan memupus harapan orang-orang Zionis.

Haniyeh juga menyatakan solidaritas penuhnya atas Lebanon dalam menghadapi agresi Rezim Zionis terhadap kekayaan alam negeri ini.

"Rezim Zionis sama sekali tidak punya hak apa pun di perairan Lebanon, sebagaimana juga tidak punya hak apa pun di Palestina," pungkasnya. 

 

Presiden Republik Islam Iran dalam jumpa pers bersama dengan Perdana Menteri Irak mengatakan, upaya Rezim Zionis untuk menormalisasi hubungan dengan negara kawasan tak akan bisa membuat rezim ini aman.

Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi, Minggu (26/6/2022) dalam jumpa pers bersama dengan PM Irak, Mustafa Al Kadhimi menuturkan, "Hubungan kami dengan Irak bukan hubungan biasa dan klasik, tapi hubungan budaya dan mendalam, ada tekad di antara pemerintah dua negara untuk meningkatkan level hubungan."
 
Raisi menambahkan, "Dalam rangka memperluas kebijakan berhubungan dengan negara-negara tetangga, hari ini, Irak bagi Iran adalah tetangga terdekat."
 
"Sebagian besar hubungan bertetangga Iran, dilakukan dengan Irak, dan terkait hubungan politik serta ekonomi dua negara, sudah dilakukan dialog dan kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi," tegasnya.
 
Di sisi lain PM Irak dalam jumpa pers itu mengatakan, "Kami hari ini mencapai kesepakatan untuk memperkuat hubungan perdagangan, dan menyusun program kerja bagi para peziarah Imam Hussein di hari Arbain."
 
Ia menambahkan, "Hubungan kami dengan Republik Islam Iran sangat penting, dan upaya kami ditujukan untuk memenuhi kepentingan-kepentingan rakyak kedua negara."

 

Pemerintah Yunani hari ini, Minggu (26/6/2022) dikabarkan telah membebaskan kapal tanker Rusia, yang mengangkut minyak Iran.

Kantor berita Prancis, AFP, mengutip petugas pelabuhan Yunani melaporkan, kapal tanker Rusia yang mengangkut minyak Iran, dan sejak dua bulan lalu ditahan di pelabuhan Yunani, atas perintah Amerika Serikat, sudah dibebaskan.

"Kami mengetahui dari polisi pelabuhan Yunani, bahwa kapal tanker Rusia, pengangkut minyak Iran, yang ditahan di Yunani sejak April 2022 lalu atas perintah pengadilan AS, kini sudah bisa melanjutkan pelayarannya," tulis AFP.

Sebelumnya Organisasi Pelabuhan dan Pelayaran Iran mengumumkan kondisi terbaru kapal tanker Rusia pengangkut minyak Iran di pelabuhan Yunani, dan mengabarkan pengembalian muatan tanker yang disita atas perintah AS. 

 

Pejabat Pentagon Rusia meluncurkan serangkaian serangan terhadap pangkalan AS di Suriah bulan ini.

The Wall Street Journal Jumat (17/6/2022) malam mengutip pejabat militer AS, melaporkan bahwa pasukan Rusia telah melakukan serangkaian operasi bulan ini terhadap posisi AS di Suriah.

Salah satu operasi ini terjadi pekan ini di pangkalan strategis Al-Tanf.

"Rusia telah menyerang pangkalan Al-Tanf di wilayah selatan Suriah pekan ini," kata dua pejabat militer AS kepada The Wall Street Journal.

"Dua jet tempur Sukhoi mengebom sebuah situs di pangkalan Al-Tanf. Rusia telah memperingatkan Amerika Serikat bahwa mereka akan menanggapi dugaan serangan terhadap pasukan Suriah," tambahnya.

Para pejabat militer AS telah memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan Rusia di Suriah berisiko menimbulkan konfrontasi langsung dengan Amerika Serikat.

Kementerian intelijen Rusia baru-baru ini mengungkapkan bahwa Amerika Serikat merekrut teroris dari Suriah, termasuk Daesh, untuk mengambil bagian dalam perang Ukraina.

Menurut badan Rusia, milisi pro-AS sedang dilatih di pangkalan Al-Tanf yang berbasis di Suriah.

Pada hari Kamis, pesawat nirawak kembali menyerang pangkalan militer AS di Al-Tanf, yang berada di Suriah.

Wilayah Al-Tanf, tempat pangkalan AS berada, merupakan wilayah geostrategis kunci dan sangat penting yang terletak di segitiga perbatasan Suriah, Irak, dan Yordania.

Pangkalan itu dibangun secara ilegal dengan kehadiran pendudukan AS dan memiliki zona larangan bepergian sepanjang 50 kilometer.

Saberin News melaporkan bahwa pangkalan Al-Tanf yang diduduki oleh pasukan Amerika hari Kamis menjadi sasaran serangan drone 

Pangkalan militer AS di Al-Tanf berulangkali menjadi sasaran serangan drone dan roket.

 

Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICAN) di laporan terbarunya menyebutkan dana yang dikeluarkan rezim Zionis Israel untuk mengembangkan arsenal nuklirnya.

Menurut laporan laman Arab 21, ICAN di laporan terbarunya seraya menyebutkan berita ini menjelaskan, dana untuk pengembangan senjata nuklir di dunia di tahun 2021 naik 9 persen mencapai 82,4 miliar dolar.

Masih menurut laporan ini, Amerika sendiri mengeluarkan lebih dari separuh anggaran di dunia untuk pengembangan senjata nuklir. Amerika Serikat di tahun 2021 menganggarkan dana sebesar 44,2 miliar dolar untuk pengembangan senjata nuklirnya dan ini naik 12,7 persen di banding dengan tahun sebelumnya.

Setelah AS, negara-negara seperti Rusia, Prancis dan Inggris menempati urutan berikutinya dengan dana 8,6 miliar dolar, 5,9 miliar dorla dan 6,8 miliar dolar untuk pengembangan senjata nuklir. Ketiga negara tersebut di tahun 2021 menaikkan anggarannya untuk pengembangan senjata nuklir.

Sementara di antara negara-negara Asia, India menganggarkan dana 2.3 miliar dolar, Pakistan 1,1 miliar dolar menempati negara teratas yang mengelurkan dana untuk senjata nuklirnya. Adapun India, anggaran nuklir di tahun 2021 turun sebesar 200 juta dolar dibanding dengan tahun 2020.

Laporan ini juga menyinggung anggaran nuklir rezim Zionis Israel. Menurut laporan ini, rezim Zionis Israel di tahun 2021 menghabiskan dana sebesar 1,2 miliar dolar bagi pengembangan arsenal nuklirnya.

 

Ratusan polisi di Palestina pendudukan sejak awal tahun ini mengundurkan diri sebagai protes rendahnya gaji mereka.

Koran Yediot Aharonot Sabtu (18/6/2022) di laporannya menulis, rata-rata gaji bulanan polisi rezim Zionis sebesar 6700 Shekel.

Lebih lanjut laporan ini menyebutkan, sejak awal tahun ini lebih dari 400 polisi rezim Zionis mengundurkan diri, dan 101 orang di antaranya mundur pada bulan Mei, dan ini tercatat rekor.

Koran Yediot Aharonot menambahkan, sepertinya kondisi akan semakin buruk dan hingga akhir tahun 2022 sekitar 1000 anggota polisi Israel lainnya menyatakan akan mengundurkan diri.

 

Berbagai faksi muqawama Palestina mengecam agresi terbaru rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza dan menilainya sebagai ketidakmampuan dan kebingungan musuh.

Jet-jet tempur, uni artileri dan perahu perang militer rezim Zionis Sabtu (18/6/2022) pagi dengan dalih penembakan roket faksi muqawama ke distrik Ashkelon, menyerang wilayah tengah, utara dan selatan Jalur Gaza.

Menurut laporan IRNA Sabtu (18/6/2022), Ahmad al-Mudallal, salah satu pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina mengatakan, serangan musuh Zionis ke Jalur Gaza mengindikasikan kelemahan, ketidakmampuan dan kebingungan militer rezim Zionis akibat serangan dan operasi muqawama, khususnya brigade Jenin dan mobilitasnya.

Anggota Jihad Islam Palestina ini menjelaskan, bangsa Palestina tidak akan mengizinkan rezim Zionis merasa aman, karena rezim ini musuh dan tidak memahami kecuali perlawanan.

Gerakan Mujahidin Palestina di statemennya juga menyatakan, eskalasi serangan musuh Zionis ke Jalur Gaza dan pemboman pos-pos muqawama adalah upaya gagal untuk menyesatkan padangan dari kejahatan teror tiga pejuang muqawama di Jenin.

Gerakan Mujahidin Palestina juga menekankan, kejahatan musuh tidak akan pernah mampu menghalangi berlanjutnya muqawama Palestina dan persiapan pasukannya untuk mengusir penjajah Quds dari bumi dan kesucian Palestina.

Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) juga merilis statemen sebagai respon atas serangan rezim Zionis Sabtu pagi ke Jalur Gaza. DFLP menyatakan, musuh Zionis jika berpikir bahwa mereka mampu mencegah bangsa dan muqawama Palestina membalas kejahatan tak kenal hneti di wilayah pendudukan dengan membombardir Jalur Gaza dan kejahatan mengerikannya di wilayah ini, maka rezim ini pasti keliru besar.

Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) saat menyikapi serangan militer rezim Zionis ke Gaza menyatakan, serangan ini sebuah kepanjangan dari agresi terhadap seluruh wilayah Palestina.

"Muqawama selalu menjadi benteng perlindungan rakyat Palestina dan akan memukul musuh Zionis," ungkap Hamas.

Sebaliknya pasukan muqawama Palestina hari Sabtu menyerang sebuah distrik Zionis di perbatasan Jalur Gaza dengan bumi pendudukan.

Langkah permusuhan rezim Zionis Israel ini terjadi ketika berbagai faksi muqawama berulang kali memperingatkan Zionis terkiat segala bentuk aksi agresif terhadap rakyat Palestina di Quds dan Tepi Barat Sungai Jordan. 

 

Utusan khusus presiden Republik Islam Iran untuk Afghanistan mengatakan, Washington menyebar kebohongan untuk menutupi kekalahannya di Afghanistan hingga Amerika Selatan.

Menurut laporan FNA, Hassan Kazemi Qomi saat merespon statemen terbaru mantan menlu AS, Mike Pompeo di akun Twitternya menulis, kebohongan dan kerahasiaan merupakan bagian dari karakteristik pemerintah Amerika; Wajar jika di sistem yang setiap tahun menghambur-hamburkan jutaan dolar, Pompeo dilindungi, hal-hal yang jelas disembunyikan dan Washington melalui kebohongan menggambarkan seluruh catatannya dari Afghanistan hingga Amerika Selatan.

Mike Pompeo saat diwawancarai Alarabiya menggulirkan berbagai klaim mengenai kebijakan luar negeri negara ini di era pemerintahan Donald Trump.

Sementara itu, Pompeo termasuk penggagas utama kesepakatan Doha natara AS dan Teliban yang berujung pada keruntuhan pemerintah Kabul dan berkuasanya Taliban di Afghanistan.

Berdasarkan kesepakatan Doha, Amerika Serikat berjanji untuk menarik semua pasukan asing dari Afghanistan sebagai tanggapan atas komitmen Taliban untuk tidak mengancam wilayah anti-AS di tanah Afghanistan, gencatan senjata, memulai negosiasi dengan pemerintah Afghanistan, dan memutuskan hubungan dengan al-Qaeda.

Mike Pompeo yang tidak memiliki catatan capaian selama menjabat sebagai menlu AS, di bagian lain wawancaranya seraya menjustifikasi teror terhadap Syahid Qasem Soleimani, mantan komandan pasukan Quds IRGC Iran, mengatakan Jenderal Soleimani tengah merancang rencana untuk membunuh 500 warga Amerika.