Basij; Taladan Perlawanan dan Kekuatan

Rate this item
(0 votes)
Basij; Taladan Perlawanan dan Kekuatan

 

Basij sebagai kekuatan sipil yang dibentuk atas instruksi langsung Imam Khomeini aktif hadir di saat krisis dan telah membuktikan peran efektifnya dalam membela negara.

Seiring dengan meletusnya perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran, Basij sebagai kekuatan sipil juga memainkan perannya. Pada 22 September 1980, Irak mulai menyerang wilayah selatan dan barat Iran. Di kondisi sensitif saat itu, kehadiran Basij di samping para pejuang nasional lainnya semakin luas dan efektivitas Basij sebagai bagian dari pasukan muqawama militer dan pertahanan semakin menemukan maknanya di medan.

Peran membanggakan Basij di era perang pertahanan suci turut andil dalam mengalahkan musuh dan mengusir agresor dari wilayah Iran.


Percaya pada gerakan jihadis dan nilai dan dengan rasa tanggung jawab atas nasib negara, selain efektif dalam melindungi keamanan Iran, Basij telah mengambil langkah besar di bidang konstruksi, sains dan teknologi dan telah menunjukkan kesiapan untuk memainkan peran di berbagai bidang.

Peran dan pengaruh Basij menunjukkan bahwa organisasi sipil ini bisa menjadi salah satu fondasi kuat otoritas dan keamanan terhadap konspirasi dan konspirasi musuh, yang mengancam Iran dari semua sisi, terutama pada tahun-tahun pertama kemenangan revolusi.

Basij, dalam kerangka organisasi reguler dan dengan menerima tanggung jawab serius, menunjukkan kemampuan dan kapasitasnya, dan dengan melawan hasutan dan konspirasi, telah membuktikan ketangguhannya melawan musuh. Dengan mempertahankan fitur-fitur unik ini dengan semangat yang ulet dan tak kenal lelah, Basij telah memainkan perannya di level tertinggi di bidang apa pun yang membutuhkannya. Padahal, salah satu alasan bertahan dan berkembangnya ide-ide Basij di berbagai bidang adalah peran dan efektivitas Basij.

Dari perspektif ini, Basij dengan pemikiran baru dan tujuan revolusioner menjadi salah satu manifestasi dari soft power bangsa Iran. Untuk itu, musuh-musuh Iran selalu berpikir untuk melemahkan semangat Basij dan solidaritas rakyat Iran di daerah-daerah yang sulit dan stabilitas dalam menghadapi krisis dan masalah.

Setelah berakhirnya perang delapan tahun yang dipaksakan (Iran-Irak), Basij mengalami perombakan struktur yang besar dan dengan demikian peran lembaga sipil ini mengalami peningkatan dan menjadi simbol persatuan serta jihad di kondisi sensitif. Dengan dukungan besar dan rasa tanggung jawab terhadap nasib negara, Basij bikan saja aktif di sektor pertahanan dan menjaga keamanan negara, tapi juga mengambil langkah besar di bidang pembangunan, sains dan teknologi.


Gerakan Basij ke arah ini menunjukkan pemikiran baru dalam pendekatan lembaga sosial ini, dan pandangan tersebut terkadang memotivasi Basij untuk bertindak dengan cara yang diinginkan dan layak dalam hal keragaman, efisiensi dan produktivitas dalam kegiatan sosial. Kehadiran Basij dalam membantu para korban bencana seperti banjir dan gempa bumi serta partisipasi aktif mereka dalam memberikan pelayanan dalam pelaksanaan program sistem kesehatan di puncak wabah virus corona yang mematikan merupakan salah satu langkah yang mengungkapkan kemampuan Basij.

Dengan mempertahankan karakteristik unik ini dengan semangat yang tak kenal lelah, Basij telah memainkan perannya di level tertinggi di bidang apa pun yang membutuhkannya. Kehadiran dan kesiapan ini menjadi penghalang yang kuat terhadap persekongkolan dan konspirasi musuh dan mencegah pelaksanaan rencana jahat mereka. Dari perspektif ini, dapat dikatakan bahwa dimensi lain dari pengaruh pemikiran dan gerakan Basij adalah peran unik dari lembaga ini di gerakan revolusioner.

Model yang berharga ini juga dianggap sebagai pemikiran baru oleh gerakan-gerakan revolusioner di negara-negara lain. Gerakan jihad Hizbullah di Lebanon, gerakan Jihad Islam Palestina, dan kelompok perlawanan populer lainnya di Suriah, Irak, dan Yaman yang menentang terorisme dan agresor adalah contoh kedalaman strategis ideologi Basij di seluruh dunia Islam.

Selain peran besar Basij selama perang delapan tahun Iran-Irak dan kemudian peran mereka setelah perang ini di bidang sosial, lembaga sipil ini juga aktif membela negara dari konspirasi musuh. Salah satunya adalah peristiwa pendudukan Kedubes Amerika di Tehran pada 4 November 1979 oleh para pemuda revolusioner. Dokumen yang berhasil disita dari Kedubes ini menunjukkan statemen jelas pemerintah Amerika untuk melancarkan serangan militer ke Iran.


Kemungkinan intervensi militer AS dan invasi ke Republik Islam bukan tidak mungkin. Bahkan menurut sejarah negara arogan ini, diperkirakan dekat dan mungkin. Imam Khomeini (RA), yang memiliki kepemimpinan tajam dan kecerdasan politik yang kuat dan tinggi, dengan persepsi perang yang dekat dan mungkin oleh Amerika Serikat, sebulan setelah penangkapan sarang mata-mata AS di Iran, memerintahkan pembentukan sebuah kekuatan perlawanan populer yang disebut "Basij".

Imam Khomeini saat itu mengatakan, "Sebuah negara setelah beberapa tahun yang memiliki 20 juta pemuda, harus memiliki 20 juta marinir dan 20 juta tentara. Negara seperti ini tidak akan menghadapi ancaman atau kerusakan."

Rakyat muslim Iran yang mencintai revolusi dan cita-cita tingginya, atas instruksi Imam untuk membentuk Basij, dengan cepat membentuk unit-unit perlawanan rakyat di pos-pos Basij. Unit perlawanan rakyat pertama tahun itu dibentuk di berbagai masjid dan pos Basij. Masjid-masjid di seluruh wilayah Iran saat itu sangat dekat dengan pos-pos Basij dan ini mengindikasikan bahwa Basij memiliki cita-cita dan tujuan yang didasari keyakinan agama, serta bersandar pada ibadah, pembersihan diri dan hubungan ikhlas dengan Tuhan.

Pengalaman pertama pertahanan dan keamanan Basij, yang dibentuk dari massa dan menerima pelatihan militer, muncul pada awal revolusi dan perang melawan para penjahat dan menggagalkan konspirasi orang-orang munafik. Keluarga Basij datang membantu IRGC dalam hal ini dan memainkan peran yang efektif dalam bidang ini. Dengan dimulainya invasi Saddam Hussein oleh tentara Ba'ath Irak pada tahun 1980, Basij lebih terorganisir saat hadir di medan tempur, dan dengan demikian kehadiran Basij membawa keberhasilan militer yang besar.

Dengan bergabungnya unit Basij, yang terdiri dari pemuda bersemangat tinggi, mukmin dan revolusioner dengan pasukan IRGC dan militer, tercapai kemenangan besar di berbagai operasi seperti Tareq al-Quds, penembusan blokade kota Abadan di selatan Iran, operasi Fath al-Mubin, Tsamin al-Aimah dan al-Fajr 8 serta operasi penyeberangan danau Arvand, Karbala 5 dan lain sebagainya. Imam Khomeini saat menyebut layanan besar Basij dalam mempertahankan revolusi dan setelahnya dalam membela wilayah negara mengatakan, "Semoga rahmat dan berkah Allah Swt dilimpahkan kepada Basij yang benar-benar menjadi pendukung revolusi."

Pemerintah Republik Islam telah memperoleh otoritas dan keamanannya lebih dari solidaritas massa rakyat dan dukungan mereka untuk sistem Islam dan penerimaan rakyat. Orang-orang yang hadir di lapangan dengan penuh keimanan, ideologi, kesadaran dan kepatuhan yang teguh pada kepemimpinan, dan Basij adalah contoh yang jelas dari hal ini. Penguatan pemikiran Basij di masyarakat adalah penguatan kekuatan dan keamanan sistem Islam. Dalam hal ini, Imam Khomeini menekankan permusuhan terus-menerus antara Amerika Serikat dengan Republik Islam dan menganggap mendengarkan kata-kata menipu para penguasa Amerika sebagai sifat yang polos dan sederhana.

Keberadaaan unit-unit sipil untuk membela negara di saat bahaya, merupakan perilaku logis dan cerdas. Dan kini negara-negara seperti Irak, Lebanon, Suriah, Yaman dan lainnya mulai meneladani unit ini dan mereka berhasil meraih prestasi besar.


Kesiapan rakyat, atau dengan kata lain pasukan Basij di bidang pertahanan negara sangat penting dari sisi bahwa pada dasarnya hanya mengandalkan militer dan tentara tanpa dukungan kuat rakyat tidak akan mampu menjaga Iran dari permusuhan besar kubu arogan dunia. Jika demikian, maka dari satu sisi negara akan mengeluarkan anggaran besar yang dengan sendirinya akan mencegah pembangunan di segala sektor dan dari sisi lain, di kondisi krisis seperti agresi militer, melawan para perusuh atau meletus perang di perkotaan atau daerah, maka akan sangat sulit bagi militer untuk menghadapinya.

Tidak ada militer yang tanpa dukungan kuat rakyat mampu berperang secara maksimal. Selama tidak ada bantuan rakyat, maka kemenangan akan sulit diraih. Di sinilah peran pertahanan Basij sangat kentara. Basij melalui perjuangannya selain menjaga nilai dan cita-cita revolusi tanpa harus mengeluarkan biaya besar, juga merupakan gerakan spontan yang siap hadir membela negara. Dengan sendirinya hal ini merupakan prestasi besar bagi negara dan revolusi.

Sangat menarik untuk mengetahui bahwa musuh telah menyadari pentingnya peran Basij lebih dari teman-temannya, dan oleh karena itu, dari waktu ke waktu, ia menunjukkan permusuhan dan kebencian yang mendalam terhadap Basij dan IRGC, dengan mengancam para komandan Basij dan IRGC. Ancaman untuk membunuh komandan Basij dan IRGC dan memasukkan nama mereka ke daftar hitam, memboikot paspor mereka, dan sejenisnya adalah tanda-tanda ketidakmampuan mereka untuk melawan perlawanan Iran. Tampaknya musuh tidak mengetahui bahwa syahid disertai keikhlasan adalah ciri terpenting seorang Basij yang telah mengguncang musuh dan penentang Islam di mana pun di dunia dengan semangat yang sama di zaman sekarang.


Pemuda Basij telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya membela Iran Islam dari serangan musuh, tetapi mereka juga berdiri dengan berani di luar perbatasan melawan teroris dan kelompok teror seperti Daesh (ISIS) dan mendukung semua Muslim di planet ini. Selama perang melawan Daesh dan pembunuhan brutalnya, Basij sekali lagi datang ke tempat kejadian dengan cepat dan berpihak pada komandan besar dan terkemuka seperti Jenderal Soleimani. Mereka mengobarkan perang spektakuler dengan saudara-saudara Mujahidin Irak dan Suriah, dan tidak meninggalkan tempat sampai kehancuran ISIS, dan menggambarkan manifestasi brilian dari pengorbanan diri untuk membela yang tertindas.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei meyakini bahwa negara dan bangsa ini membutuhkan keamanan, membutuhkan pasukan Basij dan ideologinya. Terkait permusuhan AS dan Zionis global terhadap Basij, Ayatullah Khamenei mengatakan, "Mengatapa di propaganda dunia dan radio, Basij dihina ? Basij yang dipuja dan dihormati dilecehkan dan dihina ? Karena mereka mengetahui peran Basij dalam menjaga independensi nasional, menjaga kebanggaan nasional, menjaga kepentingan nasional dan akhirnya mengibarkan bendera Islam dan pemerintah Republik Islam. Oleh karena itu, mereka memiliki permusuhan besar terhadap Basij, tapi permusuhan mereka tidak ada gunanya."

Read 133 times

Add comment


Security code
Refresh