Ideologi Syahid Soleimani, Ideologi Perlawanan dan Kesadaran

Rate this item
(0 votes)
Ideologi Syahid Soleimani, Ideologi Perlawanan dan Kesadaran

 

Heroisme 9 Dey pada kenyataanya adalah heroisme kemanusiaan, pengenalan terhadap musuh dan kepatuhan pada kepemimpinan (Wilayah).

Hari ini merupakan simbol kemuliaan, independensi dan kesadaran rakyat Iran. Syahid Qassem Soleimani yang merupakan lulusan idelogi Wilayah adalah seorang tokoh yang sadar, patuh pada kepemimpinan dan seorang komandan pemberani serta bijak yang memandang seluruh masalah secara mendalam, dan detail. Bersamaannya 9 Dey dengan hari gugurnya Syahid Soleimani menjadi momen untuk menjelaskan ideologi dan ajaran beliau.
 
Tanggal 9 Dey di Iran dinamai Hari Kesadaran, sehubungan dengan itu, pada kesempatan kali ini akan diulas tentang kesadaran dan kepatuhan pada kepemimpinan atau Wilayah, dalam ajaran Syahid Soleimani.
 
Heroisme 9 Dey realitasnya adalah untuk membela kesucian, kebangkitan Asyura, dan kehormatan darah syuhada. Heroisme yang diciptakan rakyat Iran di hari ini membuktikan bahwa mereka patuh pada kepemimpinan (Wilayah) seutuhnya, dan membela Pemimpin mereka yaitu Wali Fakih, dan pemerintahan Islam. 
 
Al Quran sebagai kitab suci agama Islam, dan lentera penerang bagi orang-orang Mukmin serta Muslim, mengajak semua manusia kepada kesadaran dan kewaspadaan sekaligus menyiapkan instrumennya. Artinya mata, telinga, hati dan alat pengetahuan lainnya diberikan kepada manusia sehingga ia bekerja dengan ilmu pengetahuan dan keyakinan. Orang-orang yang sadar, menemukan jalan kehidupan dengan mata hatinya, dan melangkah di atas kebenaran dan kenyataan.
 
Allah Swt yang Maha Bijaksana setelah menjelaskan kisah Nabi Yusuf as, dan memberikan pelajaran bagi mereka yang mencari kebenaran, di ayat 108 Surat Yusuf kepada Nabi Muhammad Saw berfirman, 
 
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
 
"Katakanlah: 'Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik'."
 
Syahid Qassem Soleimani
 
Ideologi Syahid Soleimani adalah ideologi perlawanan, kesadaran, dan kepatuhan pada kepemimpinan (Wilayah). Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan bahwa Syahid Soleimani dengan sendirinya adalah sebuah ideologi dan ajaran yang berharga. Pada Salat Jumat tanggal 17 Januari 2020, tepat dua minggu setelah gugurnya Syahid Soleimani, Rahbar mengatakan, "Jenderal Syahid Mulia kita harus dipandang sebagai sebuah ideologi, sebuah jalan, sebuah madrasah, dan pelajaran."
 
Rahbar dalam pidatonya pada 29 Februari 2020 bertepatan dengan Hari Mab'ats, Nabi Muhammad Saw menyinggung dua unsur penting yaitu kesadaran dan perlawanan. Ia menjelaskan, "Diperlukan dua unsur penting untuk menghadapi musuh yang selalu saya sampaikan, dan kembali akan saya sampaikan, dua karakteristik ini perlu ada pada setiap diri warga Iran, pertama, kesadaran, dan kedua, perlawanan, jika keduanya ada pada diri kita, maka musuh tidak akan bisa berbuat apa pun, mereka tidak akan bisa melayangkan pukulan, dan tidak akan pernah berhasil melawan pemerintahan Islam." 
 
Kesadaran dan pengetahuan mendalam merupakan salah satu karakteristik terpenting yang dimiliki Syahid Soleimani yang tampak dalam seluruh sendi kehidupan pribadi, sosial dan politiknya. Kesadaran yang diserukan oleh Syahid Soleimani kepada semua orang, termasuk kepada para pejuang di medan tempur tidak lain adalah kesadaran hati dan pemahaman akal yang merupakan buah dari ketakwaan. Perjalanan spiritual Syahid Soleimani dan ajaran beliau yang mencerahkan, membantu keputusan-keputusannya, dan mencapai kesadaran, sehingga di mana pun ia berada berhasil melaksanakan kewajibannya, sebagaimana difirmankan Allah Swt dalam Surat Al Hadid ayat 28,
 
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِن رَّحْمَتِهِ وَيَجْعَل لَّكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
 
"Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
 
Kesadaran dan mengenal musuh dalam ajaran Soleimani bersumber dari pemahaman, dan pengetahuan mendalamnya. Tidak diragukan pengenalan atas musuh merupakan pembahasan paling inti dalam kerangka upaya menyingkirkan ancaman, dan melindungi kepentingan sebuah bangsa. Bangsa-bangsa yang lalai terhadap musuh, dan tidak memiliki kesadaran politik, sosial, serta tidak menyadari konspirasi musuh, akan jatuh ke dalam kebinasaan. Dalam pandangan Imam Ali as, orang yang tidur di hadapan musuhnya, dan lalai terhadapnya, maka tipuan musuh yang akan membangunkannya.
 
 
Alasan permusuhan Amerika Serikat, dan kubu imperialis global terhadap Jenderal Soleimani adalah karena pengenalannya atas musuh, sikap anti-musuh dan perlawanannya terhadap AS. Sekjen Hizbullah Lebanon Sayid Hassan Nasrullah mengatakan, "AS kemana pun mereka pergi di kawasan ini, akan berhadapan dengan Haj Qassem Soleimani. Pergi ke Suriah, mereka melihat Haj Qassem. Di Irak, di Lebanon, di Yaman dan di Afghanistan, di lokasi mana pun yang tersambung dengan poros perlawanan, maka di sana mereka akan menyaksikan Haj Qassem. Rezim Zionis Israel menganggap Haj Qassem sebagai orang paling berbahaya baginya."
 
Rahbar dan Syahid Soleimani
 
Jalan untuk mencapai kesadaran adalah cahaya Wilayah. Wujud Haj Qassem juga bercampur dengan Wilayah, dan sepanjang hidupnya ia melaksanakan tugas dalam kerangka baiat terhadap Wilayah. Pada kenyataannya, pemikiran Jenderal Soleimani terbentuk karena kebijaksanaan, berdasarkan arahan dan kepimpinan. Beliau dalam pengambilan keputusan selalu patuh pada Wilayah, dan tidak pernah mundur sedikit pun dari kepatuhan pada kepemimpinan atau Wilayah.
 
Syahid Soleimani di dalam surat wasiatnya berkata, "Jagalah prinsip. Prinsip yaitu Wali Fakih, terutama orang bijaksana ini, ia yang tertindas, ia yang memiliki pengetahuan mendalam dalam agama, fikih, Irfan, makrifat, jadikanlah Khamenei terkasih laksana jiwa kalian sendiri, jadikan kehormatannya sebagai kesucian. Saudara-saudara dan saudariku. Islam selalu membutuhkan kepemimpinan. Kepemimpinan yang tersambung dan ditunjuk secara syariat agama dan fikih, oleh orang-orang Maksum. Anda mengetahui dengan baik ulama paling bersih yang mengguncang dunia, dan menghidupkan Islam adalah Khomeini. Beliau menjadikan Wilayat Al Faqih sebagai satu-satunya kunci keselamatan umat ini, jangan meninggalkan Wilayah dan kemah untuk menyelamatkan Islam."
 
Syahid Soleimani di seluruh kehidupannya berperilaku di tengah poros Wilayah, kesadaran dan kepatuhan pada Wilayah. Beliau karena kesadaran dan kepatuhan pada Wilayah, menganggap dirinya sebagai prajurit Imam Zamannya, dan sangat memikirkan keamanan dan kepentingan umat Islam.
 
Haj Qassem Soleimani bukan sekadar pemegang panji dan simbol perlawanan terhadap imperialisme global, ia juga pencetus pemikiran anti-imperialisme. Ia adalah murid unggul ajaran Imam Khomeini, dan Imam Khamenei, dan dalam berhadapan dengan imperialis, ia tidak mengenal batas. Kehadiran beliau di arena tempur melawan imperialisme global dan ISIS, telah menggagalkan seluruh skenario dan konspirasi yang dilancarkan terhadap Dunia Islam, dan ia telah menyuntikan kepercayaan diri kepada para pejuang Muslim.
 
Syahid Soleimani adalah seorang komandan luar biasa yang melahirkan jalur perlawanan, dan dengan seluruh kemampuannya memperkuat jalur tersebut. Peran dan kehadiran Syahid Soleimani dalam mendukung perlawanan, dan kerja kerasnya mendidik pejuang perlawanan, seperti penegasan terhadap perlawanan, dan melahirkan Soleimani-Soleimani baru. Sekarang dua tahun berlalu setelah gugurnya Syahid Soleimani, akan tetapi sejak saat itu ribuan Soleimani telah lahir, dan ribuan Soleimani lain harus dilahirkan sehingga musuh tahu orang yang dihadapinya tidak mudah mundur, dan akan menuntut balas atas darah para syuhadanya. 

Read 286 times