Quran dan Tahrif

Rate this item
(0 votes)
Quran dan Tahrif

Quran dan Tahrif

Quran adalah sumber rujukan tertinggi di kalangan Muslimin. Quran merupakan firman Allah swt. yang diturunkan kepada Rosul-Nya, dan di dalamnya tidak ada kesalahan sama sekali. Dan barang siapa yang meragukan kandungan Quran maka dia telah kafir. Muslimin memuliakan dan mensucikan kitab tersebut, namun terdapat perbedaan dalam menafsirkannya.

Yang menjadi rujukan Syiah dalam menafsirkan al-Quran adalah ucapan Nabi Muhammad saw dan para Imam Maksum as, sedangkan rujukan Ahlu Sunnah adalah hadits-hadits Nabi saw dan juga bersandar kepada para sahabat ra. Sudah tentu bahwa Ahlul bayt (Keluarga) Nabi adalah manusia yang paling memahami kitab Allah swt.

Adapun anggapan yang mengatakan bahwa menurut Syiah kitab suci ini telah ditahrif adalah sebuah fitnah semata. Dalam keyakinan mereka, hal ini tidak memiliki dampak sama sekali. Dan kita di sini akan membahas tentang jenis tahrif yang mampu kita cerna sehingga kita memahami bagian mana yang menjadi bahan perselisihan. Lalu kita akan membuktikan ketiadaan tahrif sesuai dengan Kitab dan Sunnah.

Jenis-jenis Tahrif

1.      Mengubah/memindahkan segala sesuatu dari asalnya ke tempat yang lainnya, ini adalah makna tahrif secara bahasa yang disepakati oleh mayoritas Muslimin. Dan yang menjadi penguat hal tersebut adalah firman Allah swt. : “Sebagian orang-orang yahudi ingin mengubah perkataan dari tempat-tempatnya…” (1)

2.      Mengurangi atau menambahkan satu atau dua kalimat dengan menjaga keutuhan al-Quran ; tahrif jenis ini telah terjadi pada jaman sahabat, oleh karena itu Utsman bin Affan memerintahkan untuk membakar Mushaf-mushaf dan mushaf yang ia kumpulkan adalah Quran yang sekarang berada di tengah-tengah kita.

3.      Tahrif dengan menambahkan; maksudnya sebagian yang berada di dalam al-Quran yang kita pegang ini bersumber dari selain Kalam Ilahi, seluruh Muslimin sepakat bahwa tahrif dalam makna ini adalah batal dan tidak akan pernah terjadi.

Dalil-dalil tentang Batalnya Syubhat Tahrif dalam al-Quran :

1)      Allah swt berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Dzikro (al-Quran), dan Kami lah yang menjaganya.” (2) ayat ini menjamin al-Quran dari adanya tahrif dan jaminan yang berasal dari Allah swt tidak pernah bohong.

2)      “Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari al-Quran ketika al-Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka). Sesungguhnya al-Qiran adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (al-Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakang, yang diturunkan dari Tuhan yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (3)

3)      Hadits masyhur Tsaqolain, dimana jika al-Quran dikatakan mengalami tahrif maka melazimkan gugurnya keharusan berpegang teguh kepadanya dan menuntut ketiadaannya al-Quran sebagai hujjah, padahal Rosululloh saw. di dalam hadits Tsaqolain memerintahkan kita untuk berpegang teguh kepadanya.

4)      Sabda Nabi Muhammad saw. tentan kitab Ilahi : “ambillah segala sesuatu yang sesuai dengan al-Quran dan tinggalkanlah segala sesuatu yang bertentangan dengannya.” Hadits ini menunjukkan ketiadaannya tahrif dalam al-Quran.

5)      Dalam al-Quran terdapat I’jaz yaitu diantaranya adalah penentangan al-Quran, seperti firman-Nya : “Apakah mereka mengira bahwa kitab ini adalah butan Muhammad? Katakanlah! Bawakan satu surat seperti dalam al-Quran.” (4) menurut ulama, ayat ini adalah dalil yang paling kuat  dalam menolak adanya tahrif.

6)      Penjelasan para Imam Maksum as. dan ulama besar Syiah tentang tidak adanya tahrif, seperti Syaik Soduq, Syaikh Mufid, Sayyid Mustadho, Syaikh Thusi dan yang lainnya.

 

 

[1]             QS. an-Nisa : 46

[2]             QS. al-Hijr : 9

[3]             QS. Fushilat : 41 & 42

[4]             QS. Yunus : 38

 

Read 96 times

Add comment


Security code
Refresh