Keutamaan Awal Bulan Dzulhijjah

Rate this item
(0 votes)
Keutamaan Awal Bulan Dzulhijjah

Setiap bulan di kalender Islam (Qamariah) memiliki karakteristik khusus. Bulan Dzulhijjah, bulan ke 12 dan terakhir di kalender Islam serta penutup tahun hijriah qamariyah. Bulan ini termasuk salah satu bulan yang perang diharamkan serta bulan yang ditetapkan Tuhan untuk ibadah, ziarah, mengakhiri peperangan dan pembunuhan.

Al-Quran juga mengisyaratkan hal ini dan menekankan kepada seluruh manusia terutama Muslim akan pentingnya menjaga kehormatan manusia. Ayat ke 36 surat At-Taubah menyebutkan, "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu...."

Bulan Dzulhijjah termasuk bulan mulia sepanjang tahun dan mengingat bulan ini terdapat ritual agung, ibadah, sosial dan bersejarah, maka dengan sendirinya bulan Dzulhijjah memiliki posisi unggul di agama dan di antara mazhab Islam. Hal ini karena sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah hari untuk menunaikan ibadah haji dan berziarah ke Baitullah.

Surat Hajj ayat 28 mengisyaratkan hal ini dan menyatakan, "...dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak..." Salah satu penafsiran untuk Fii Ayyamim Maklumat  yang disebutkan olah berbagai riwayat dan hadis adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu sepuluh hari tersebut, baik itu malam hari atau siangnya sangat mulia. Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada yang melebihi ibadah dan kebaikan yang dikerjakan pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).

Di sebagian riwayat dijelaskan bahwa malam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang Allah Swt bersumpah dengan firmannya والفجر و لیال عشر “Demi Fajar dan demi malam yang sepuluh” adalah malam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sumpah ini menunjukkan keutamaan bulan ini.

Di budaya Islam, ibadah adalah filsafat penciptaan manusia dan jika ibadah dilakukan dengan syarat serta tata caranya, maka hubungan keimanan dan penghambaan manusia dengan Tuhan akan semakin kokoh. Hasil penting dari ibadah adalah takwa yang merupakan esensi ibadah. Ibadah tanpa takwa sama seperti badan tanpa jiwa. Seluruh ibadah termasuk haji juga tidak terkecuali dari kaidah ini. Dengan menjamin spirit penghambaan dan penyerahan diri, perjalanan manusia akan terkoordinir dengan alam semesta dalam meraih tujuan penciptaan dan kesempuraan.

Sejatinya ibadah untuk menyampaikanmanusia kepada nilai-nilai unggul spiritual dan melepas diri dari belenggu materi. Ruh atau jiwa memiliki potensi untuk terus naik dan berkembang, sementara ibadah menjadi peluang dan pendahuluan bagi perkembangan ruh. Kemudahan dan kecepatan ruh berkembang dan meraih derajat yang lebih tinggi tergantung pada ibadah seseorang.

Shalat lima waktu tak ubahnya pembersihan lima kali seperti membersihkan badan dengan air, maka ruh juga akan menjadi bersih dengan shalat. Haji meski diwajibkan sekali seumur hidup, juga memainkan peran yang sama serta memiliki karakteristik dan kualitas ibadah. Kesulitan selama bepergian untuk menunaikan ibadah haji serta amalan ritual haji yang harus dikerjakan, menggiling dan membersihkan jiwa serta membangungkan pikiran hamba. Haji sama halnya dengan menghadiri medan pertempuran, sangat konstruktif dan memiliki pengaruh yang besar.

Al-Quran dalam surat al-Baqarah ayat ke 125 menyampaikan seruan umum kepada manusia untuk menunaikan ibadah haji, " Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

Surat Hajj ayat ke 27 dan 28 menyebutkan, " Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. upaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka..."

Di ayat ini Allah Swt menyebut Ka'bah sebagai Rumah Tauhid dan Baitullahpertama di muka bumi. Ka'bah sebuah tempat aman untuk berintraksi secara ikhlas dengan Tuhan serta akan membuat manusia tercerahkan dan terbebas dari tipuan dunia yang fana. Perjalanan spiritual ini memiliki banyak pengaruh dan berkah.

Pada dasarnya manusia yang tenggelam dalam lumpur kehidupan sehari-hari dengan kebutuhan ilusi dan sejati, disibukkan dengan pekerjaan dan informasi sekitarnya serta di daerah, telah mencegah manusia sampai pada cita-cita tingginya serta melalaikannya untuk bergerak ke arah kesempurnaan. Haji sebuah perjalanan hijrah yang suci dan melepaskan diri dari ketergantungan dan kebiasaan sehari-hari  serta pada akhirnya mendorong manusia ke arah Tuhan dan fitrahnya yang suci.

Haji sebuah kongres umum dan luar biasa umat Muslim yang digelar setiap tahun. Haji, ritual massal untuk bertemu dengan Tuhan yang dibarengi dengan satu cita-cita serta mereka menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia hadir di satu tempat untuk menunaikan kewajiban agama. Melalui berbagai ritual ibadah di manasik haji yang memiliki pengaruh mendalam bagi jiwa dan fisik manusia, menjadi jalan serta metode manusia. Ritual haji jika dikerjakan dengan benar akan membuat manusi meraih kesuksesan besar di seluruh bidang baik materi maupun spiritual.

Jamaah haji dengan berpartisipasi di kamp Ibrahimi dari satu sisi bergabung dengan sejarah para nabi dan membuka identitas bersejarah dirinya, dari sisi lain melalui konvergensi dan kongres besar Islam dengan seluruh saudara Muslim lainnya, mereka menuntut kehormatan dan kebanggaan. Setiap ritual di manasik haji merupakan simbol transformasi manusia dan kedekatan kepada Tuhan.

Ketika jamaah haji mengenakan kain ihram, ia sejatinya telah melepaskan diri dari egoisme, membanggakan diri sendiri dan kebiasaan serta perilaku buruk. Sebagai gantinya ia melantunkan puja pujian dan menyaksikan nikmat serta kekuatan Allah Swt. Di kongres agung haji, persatuan, ibadah, politik, iman dan persatuan, perang melawan kekufuran dan kesyirikan serta manifestasi setan muncul dalam satu tempat.

Hari pertama bulan suci Dzulhijjah adalah hari kelahiran Nabi Ibrahim as serta hari ketika Allah Swt memilih Ibrahim sebagai Khalil (Orang yang paling Allah Sayangi). Hari pertama bulan Dzulhijjah juga hari ketika Rasulullah Saw memerintahkan Abu Bakar membacakan ayat Bara'ah (berlepas diri) dari kaum Musyrik.

Saat itu, Rasulullah Saw menerima wahyu yang menyebutkan bahwa hanya pribadi Rasul atau orang yang memiliki kemuliaan tak jauh dari dirinya yang berhak untuk membacakan Surat Bara'ah (At-Taubah) tersebut kepada kaum Musyrik. Setelah itu, Rasul memerintahkan Ali bin Abi Thalib as menyusul Abu Bakar dan mengambil ayat tersebut darinya serta membacakannya kepada kaum Musyrik. Ali pun mengerjakan perintah Rasul tersebut.

Keberadaan dua hari raya di bulan Dzulhijjah, Idul Kurban dan Idul Ghadir serta hari Arafah dan doa Imam Husein as di Arafah memberikan kemuliaan tersendiri bagi bulan ini.


Sangat dianjurkan (disunahkan) di setiap malam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, khususnya antara Maghrib dan Isya menunaikan shalat dua rakaat. Di setiap rakaatnya setelah surah Hamdalah dan al-Ikhlas, membaca ayat 142 surah al-A'raf.

Mereka yang menunaikan shalat sunnah ini pahalanya sama dengan jamaah haji, meski ia tidak menunaikan ibadah haji. Sejatinya perhatian khusus terhadap bulan Dzulhijjah adalah satu suara dengan para peziarah Baitullah (jamaah haji) di bulan ini serta mengingatkan ritual agung haji yang penuh spiritualitas dan berkah dan memberikan atmosfer unik bagi manusia, khususnya bagi mereka yang mendapat taufiq menunaikan ibadah haji.

Dengan demikian sudah sepantasnya kaum Muslim memanfaatkan kondisi istimewa bulan Dzulhijjah dan berusaha membersihkan diri sehingga mampu menghapus segala rintangan dalam perjalanannya meraih kebahagiaan sejati.

 
 
 
 
 
 
Aug 13, 2018 02:33 Asia/Jakarta
   

Read 108 times

Add comment


Security code
Refresh