Kalam Hikmah (12): Musuh Pasti Kalah

Rate this item
(0 votes)
Kalam Hikmah (12): Musuh Pasti Kalah

 

Pada bagian ke-12 Kalam Hikmah ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menjelaskan tentang pertolongan Allah SWT dan kepastian bahwa musuh pasti akan kalah, sebab, musuh berada di jalan yang batil.

"Ada elemen yang sangat berharga di Angkatan Udara Republik Islam dan Tentara Republik Islam. Saya melihat beberapa anak muda yang telah melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dan alhamdulillah penuh dengan kemampuan, bakat dan kapasitas untuk maju. Insya Allah, Anda akan memanfaatkan kemampuan ini semaksimal mungkin, dan Insya Allah, Anda kian hari akan lebih kuat," kata Rahbar dalam ceramahnya.

Ayatullah Khamenei menambahkan, saya juga berdoa kepada Allah untuk memperbanyak taufik dan kesuksesan Anda hari demi hari. Dan ketahuilah bahwa musuh bangsa Iran pasti akan gagal. Alasannya adalah musuh bangsa Iran sedang bergerak ke arah kebatilan, dan  mereka bergerak di jalan yang salah.

"Jika presiden-presiden Amerika yang lalu melakukan hal-hal secara tersembunyi, sekarang mereka melakukannya secara terbuka dan terang-terangan. Mereka secara terbuka menunjukkan kebobrokannya, penyimpangannya, menyulut peperangan, hasutan dan menunjukkan keserakahan mereka sendiri terhadap harta dan kekayaan orang lain," paparnya.

Jalan itu, lanjutnya, adalah jalan yang salah, jalan setan dan jalan setan ini seperti yang difirmankan Allah SWT:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَمَن يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا ‎﴿٥٢﴾‏

"Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya."  (An-Nisa: 52)

"Orang yang dilaknat Allah dan menjauhkannya dari sisi-Nya tidak akan menang. Dia tidak akan menemukan penolong. Itulah realitas masalahnya. Tetapi kalian memiliki penolong, dan penolong itu adalah Allah yang Mulia dan Bijaksana. Insya Allah, Dia akan menolong kalian dan mengantarkan kalian pada tujuan kalian," pungkasnya.

Read 38 times

Add comment


Security code
Refresh