Pentingnya Akhlak Sebagai Prinsip Utama dalam Al-Quran

Rate this item
(2 votes)

Akhlak adalah pembahasan terpenting dalam al- Quran, bahkan ini menjadi misi terpenting dalam risalah para nabi. Karena tanpa akhlak, agama tidak akan bermakna dan masalah duniawi tidak akan terurus.

Sebuah masyarakat yang tidak berakhlak akan musnah! Karena pada hakikatnya, seseorang akan menjadi manusia ketika dia berakhlak. Jika tidak maka dia adalah hewan yang sangat berbahaya, yang akan menggunakan akalnya untuk merusak dan mengacau. Demi kepentingan materinya secara ilegal, maka dia akan mencakar, dan untuk menjual senjata dia akan mengadu domba.

Benar jika secara lahiriyah dia tampil seperti orang yang beradab, namun pada saat yang sama dia adalah binatang buas yang tidak mengenal halal dan haram, serta tidak membedakan antara kezaliman dan keadilan atau antara zalim dan mazlum.

Masalah ini telah dijelaskan dalam al-Quran dalam ayat-ayat berikut:

هُوَالَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَ‌سُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوعَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَوَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ سورة الجمعة ﴿٢

"Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim."

لَقَدْمَنَّ اللَّـهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَ‌سُولًا مِّنْأَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُالْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ.سورة آل عمران﴿١٦٤

"Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata."

كَمَاأَرْ‌سَلْنَا فِيكُمْ رَ‌سُولًا مِّنكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَاوَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُممَّا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ.سورة البقرة ﴿١٥١

"Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui."

رَ‌بَّنَاوَابْعَثْ فِيهِمْ رَ‌سُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَوَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ. سورة البقرة﴿١٢٩

"Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana."

Empat ayat di atas mengacu satu hakikat bahwa tujuan dari risalah nabi Muhammad Saw, adalah penyucian diri dan pembinaan diri serta pembimbingan akhlak yang mulia. Dapat dikatakan bahwa membaca ayat-ayat Allah, pengajaran kitab langit dan hikmah, pada ayat pertama adalah mukaddimah untuk masalah penyucian diri dan bimbingan manusia. Inilah yang menjadi tujuan utama dalam ilmu akhlak.

Mungkin atas dasar ini pula, tazkiyah (penyucian diri) lebih dahulu dari pengajaran, karena tazkiyah menjadi tujuan utama.

Ayat-ayat di atas membuktikan betapa pentingnya akhlak dan tazkiyah dalam al-Quran, sebagai masalah prinsip yang akan menegakkan struktur kehidupan. Dengan kata lain, akhlak melingkupi seluruh hukum dan aturan hidup.

Kesempunaan akhlak individu dan masyarakat merupakan tujuan terpenting yang diacu agama-agama langit dan menjadi akar dari segala upaya pembenahan dan perbaikan. Tanpa akhlak dan hanya mengandalkan ilmu pengetahun atau logika, maka tidak ada hasil lain kecuali perusakan dan kefasadan yang semakin merajalela dengan semakin meningkatnya tingkat pengetahuan. Karena tanpa akhlak, manusia tidak berbeda dengan binatang kecuali pada cara-caranya untuk mencapai tujuannya.(IRIB Indonesia/MZ)

Read 6719 times

Add comment


Security code
Refresh