Dari Lorong al-Quds Menuju Masjid al-Aqsa

Rate this item
(0 votes)
Dari Lorong al-Quds Menuju Masjid al-Aqsa

Masjid al-Aqsa menjadi salah satu masjid suci umat Islam, selain Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid tersebut berada di al-Quds (Jerusalem) Timur, wilayah Kota Tua.


Masjid yang memiliki kubah berwarna perak itu berdiri di kompleks al-Haram As-Sharif di area seluas 14 hektar. Di kompleks ini, terdapat The Dome of The Rock, yang diyakini sebagai tempat pijakan Nabi Muhammad Saw dalam perjalanan Isra Mikraj.

 

Bangunan suci tersebut menjadi sumber konflik berkepanjangan antara rezim Zionis Israel dan Palestina. Salah satu pemicu konfliknya adalah adanya pergerakan dari kaum Yahudi untuk beribadah di kompleks suci tersebut. Yahudi menyebut kompleks Al-Haram As-Sharif sebagai "Temple Mount" (Bukit Suci).

 

The Dome of The Rock (Qubbat al-Sakhra) adalah sebuah bangunan dengan keindahan luar biasa, soliditas, keanggunan, dan singularitas bentuknya, baik di luar maupun di dalamnya.

 

Bentuk bangunan yang luar biasa itu sebagian besarnya ditutupi dengan lapisan emas sehingga mata orang yang memandang akan terpesona dengan keindahannya. Qubbat al-Sakhra adalah bagian dari Masjid al-Aqsa.

 

The Dome of The Rock berada dalam satu kompleks Haram As-Sharif. Orang Yahudi biasa menyebutnya sebagai Temple Mount.  Kubah Batu ini dibangun pada masa Dinasti Umayyah, antara tahun 691 dan 715 Masehi.

 

Qubbat al-Sakhra berbentuk oktagonal atau persegi delapan. Struktur bangunan mengambil tradisi arsitektur khas Bizantium pada abad ke-7. Tahapan pembangunan sekaligus menunjukkan gaya arsitektur yang berbeda untuk pembangunan masjid.

 

Kubah batu tersebut memiliki diameter sekitar 65 kaki atau 20 meter. Di bawah kubah, terdapat batu yang diyakini sebagai pijakan Nabi Muhammad Saw ketika perjalanan Isra Mikraj. Batu tersebut dilindungi oleh pagar dan terdapat tangga yang mengarah ke gua, yang terdapat di bawah permukaan batu. Gua tersebut dikenal dengan sebutan "The Well of Souls" atau Bir el-Arweh.

 

Di bagian interior dan eksterior dihiasi marmer, mosaik, dan plakat logam. Terdapat pula kaligrafi di sepanjang sisinya. Kemudian pada masa kepemimpinan Ottoman, The Dome of The Rock dipercantik. Kubahnya dilapisi emas serta langit-langit segi delapan juga ditutupi ukiran kayu Ottoman.

 

Bentuk kubah yang menawan menjadikan Qubbat al-Sakhra sebagai pelopor penggunaan kubah berbentuk setengah bola. Selain itu, The Dome of The Rock menjadi salah satu bangunan dengan kubah terindah di dunia. 

Read 500 times

Add comment


Security code
Refresh