کمالوندی
Iran dan Suriah Pertegas Kerjasama Perangi Terorisme
Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan, tekanan Barat terhadap Tehran dan Damaskus tidak akan menghalangi keduanya dalam memberantas terorisme.
Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan, tekanan Barat terhadap Tehran dan Damaskus tidak akan menghalangi keduanya dalam memberantas terorisme.
Dalam sebuah pertemuan di Damaskus, Senin 3 September 2018, Zarif dan Assad menegaskan bahwa negara-negara Barat tidak akan dapat menghalangi Iran dan Suriah untuk mempertahankan nilai, prinsip, kepentingan kedua negara, dan keamanan dan stabilitas seluruh kawasan.
Kedua pihak menekankan bahwa kebijakan Barat berbasis ancaman dan tekanan terhadap Suriah dan Iran menunjukkan kegagalan Barat mencapai tujuannya di Timur Tengah.
Presiden Suriah dan Menlu Iran memuji tingkat hubungan saat ini antara kedua negara di berbagai bidang dan sepakat untuk terus melanjutkan konsultasi dan koordinasi, terutama terkait isu-isu regional dan internasional yang berubah cepat.
Mereka juga membahas perkembangan terbaru di Suriah dan negara-negara regional serta KTT yang direncanakan akan dihadiri Presiden Iran, Rusia dan Turki di Tehran.
Presiden Iran Hassan Rouhani akan menjadi tuan rumah bagi mitranya dari Turki Recep Tayyip Erdogan dan dari Rusia Vladimir Putin, pada 7 September mendatang, dalam upaya untuk mencari solusi mengakhiri krisis yang sedang berlangsung di Suriah.
Pesan Ayatullah Sayid Ali Khamanei dalam Menghadapi Krisis Ekonomi
Saya juga kerap mengkritik perangkat pemerintah jika melakukan kecerobohan dan kesalahan, namun tidak dengan cara membuat masyarakat terjangkiti penyakit pesimisme. Jangan merusak pikiran masyarakat dengan menolak dan tidak mempercayai pencapaian pencapaian positif yang disampaikan namun disaat yang sama propaganda musuh yang penuh dengan kebohongan malah diminta untuk dipercayai. Jika ini yang terjadi, maka kita akan berhadapan dengan masalah besar.
Sebagaimana yang diketahui, melemahnya kurs mata uang atas Dollar bukan hanya diderita oleh Rupiah, namun juga oleh mata uang banyak negara. Bahkan rupiah masih terhitung kuat dibanding mata uang negara lain yang mengalami pelemahan masih dikisaran 8-10% sementara Lira Turki sampai mendekati 50%, Rubel Rusia tertekan 15,1% dan yang lebih parah adalah Iran, yang mengalami pelemahan hebat sampai 300%. Pada Maret 2018, kurs Riyal Iran 40.000 per dollarnya dan awal September jatuh ketitik terendah 120.000 per dollarnya.
Anjloknya kurs Riyal Iran atas Dollar, efek dari diberlakukannya kembali embargo ekonomi atas Iran oleh Donald Trump, yang sempat dicabut oleh Obama pada tahun 2015 lalu. Ekonomi Iran yang sempat membaik, kembali dilanda krisis. Dalam dua bulan terakhir imbas krisis ekonomi mengguncang kabinet Rouhani. Pertengahan Juli lalu, Presiden Rouhani mengganti Gubernur Bank Sentral Iran atas desakan Parlemen karena gagal mengatasi perdagangan mata uang di pasar gelap (black market) dan pada bulan Agustus, dinilai gagal atasi krisis, Menteri Ekonomi Iran dipecat Parlemen, menyusul dipecatnya Menteri Tenaga Kerja pada awal Agustus karena juga dinilai gagal mengatasi masalah pengangguran.
Dalam pertemuan dengan Parlemen (28/8), Rouhani membela kinerja kabinetnya dan menyebut Donald Trump yang kembali memberlakukan sanksi ekonomi atas Iran sebagai biang keladi terpuruknya perekonomian Iran. Rouhani juga meminta para anggota parlemen dalam pertemuan tersebut untuk mendukung kabinetnya dan tidak memanas-manasi rakyat dengan sentimen anti-pemerintah. Lebih lanjut, Rouhani mengatakan, "Lebih penting dari itu adalah bahwa banyak orang telah kehilangan kepercayaan mereka di masa depan Republik Islam dan kehilangan keraguan tentang kekuatannya."
Tidak puas dengan jawaban Rouhani, Parlemen berusaha menyeret Rouhani ke pengadilan negara dengan tudingan sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas krisis ekonomi di Iran.
Sebagai penengah, dalam pertemuan dengan ketua dan anggota Dewan Ahli Kepemimpinan (6/9) yang juga turut dihadiri Presiden Rouhani, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei menyampaikan pandangan dan sarannya.
Pesan dan saran tersebut juga sangat relevan dengan apa yang terjadi di Indonesia. Meski yang dihadapi Indonesia tidak separah krisis ekonomi yang melanda Iran, namun apa yang sedang dihadapi pemerintah Iran yang diserang dari luar dan dari dalam, juga memiliki gambaran yang sama dengan yang dihadapi pemerintah Indonesia.
Berikut poin-poin penting yang disampaikan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran:
Krisis yang dihadapi bukan karena musuh lebih kuat
Kita mengalami kondisi yang sangat sensitif hari ini, namun kondisi ini terjadi bukan karena semakin banyaknya musuh atau karena semakin menguatnya mereka, karena musuh-musuh tersebut dari awal kemerdekaan revolusi Islam Iran memang telah memiliki kekuatan namun dengan semua upaya yang telah mereka lakukan termasuk melakukan operasi Eagle Claw di Tabas, menjerat Iran dalam perang militer selama 8 tahun, menembak jatuh pesawat komersial, dan embargo ekonomi namun tidak satupun dari upaya tersebut yang berhasil. Sampai saat ini, ibarat pohon dengan akar yang kuat, Republik Islam Iran tetap bertahan bahkan bertambah kuat.
Musuh hendak menguasai atau menghancurkan dengan mengobarkan perselisihan internal
Selama 40 tahun ini, Republik islam Iran senantiasa melangkah dengan cara-cara yang baru yang lahir dari beragam pendapat dan pandangan, sementara pihak musuh bergerak dengan cara yang monoton. Mereka kerap mengobarkan perselisihan dan konflik di negara yang hendak mereka kuasai atau hancurkan. Karena itu, kita harus bisa mengenal dan memahami situasi yang tengah terjadi. Situasi memang sulit diprediksi dan mengalami serba ketidakpastian, sehingga jika lalai sedikit, kita akan menerima pukulan telak.
Musuh melancarkan dua perang: Perang Ekonomi dan Perang Media
Hari ini, Republik Islam Iran menghadapi perang ekonomi total, dimana ada satu ruang komando yang mengontrol semuanya dengan ketelitian dan perhatian penuh, tapi di samping perang ini mereka juga menggelar perang yang lebih penting namun biasanya terlupakan yaitu perang media dan propaganda.
Perang media dan propaganda, telah mereka lancarkan sebelumnya, namun kali ini jauh lebih dasyhat. Sesuai dengan informasi yang kita miliki, dinas-dinas intelijen Amerika Serikat dan rezim Zionis dengan dukungan finansial negara-negara 'Qorun' di kawasan sekitar Iran telah membentuk organisasi untuk menggelar perang media dan secara serius telah menyusun program dan berusaha untuk menginfeksi ruang publik dan pemikiran masyarakat.
Perang media dengan mempropagandakan ketakutan dan kecemasan di tengah-tengah publik
Tujuan dari perang media dan agitasi propaganda tersebut adalah untuk menciptakan kecemasan, kekecewaan, frustrasi dan perasaan berburuk sangka satu sama lain dan menghilangkan kepercayaan pada perangkat pemerintah dengan membesar-besarkan krisis ekonomi yang terjadi.
Sebagai contoh, dengan melemahnya kurs mata uang nasional, perang media melancarkan propaganda dengan memberikan penggambaran yang serba buruk, tentu saja musuh tidak diharapkan untuk kita jadikan pelarian, namun harus berhati-hati, jangan ikut membantu mengotori pikiran masyarakat.
Adanya upaya membesar-besarkan krisis untuk menakut-nakuti
Terkadang, ketika memberikan penjelasan mengenai kesulitan yang dihadapi, yang dilakukan adalah memberikan gambaran yang dibesar-besarkan. Yang penggambaran itupun melahirkan rasa pesimisme dan kecemasan di tengah-tengah masyarakat, bahkan menyebabkan tersebarnya dengan cepat virus kebencian dan permusuhan satu sama lain.
Jangan mengkritik dengan cara melahirkan pesimisme
Saya juga kerap mengkritik perangkat pemerintah jika melakukan kecerobohan dan kesalahan, namun tidak dengan cara membuat masyarakat terjangkiti penyakit pesimisme.
Jangan merusak pikiran masyarakat dengan menolak dan tidak mempercayai pencapaian pencapaian positif yang disampaikan namun disaat yang sama propaganda musuh yang penuh dengan kebohongan malah diminta untuk dipercayai. Jika ini yang terjadi, maka kita akan berhadapan dengan masalah besar.
Dalam mengkritik sampaikan juga pencapaian positif pemerintah
Terkadang memang diperlukan protes dan kritik yang disampaikan secara terbuka dan tidak semua harus disampaikan tertutup namun tidak dengan cara yang merobek-robek hati pendengarnya dan pertimbangkan semua hal yang bisa hilang dengan itu. Kadang kita pun melakukan kesalahan dalam mengkritik, karena pemerintah yang kita kritik itu juga memiliki pencapaian yang baik, yang itu seharusnya dilihat dan disampaikan.
Dengan turut menyampaikan pencapaian-pencapaian yang berhasil dari pemerintah ketika memberikan kritik, maka rakyat juga tahu bahwa pemerintah juga telah melakukan hal-hal yang baik yang dengan itu, rakyat tidak hilang kepercayaannya dan tidak pesimis pada kinerja pemerintah.
Optimislah dengan kemajuan yang akan dicapai negara
Ditengah kesulitan yang dihadapi, negara kita tetap mengalami kemajuan. Penyampaian ini bukan bualan, kita memiliki data yang valid bahwa negara sedang bergerak menuju maksud dan cita-cita revolusi yang meskipun mungkin kecepatannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, namun negara di semua bidang baik sains, industri, kejayaan politik, perkembangan intelektual dan spritual, sedang bergerak menuju ke depan dan mengalami kemajuan signifikan.
Semakin banyaknya generasi muda yang berpartisipasi di pawai Arbain, iktikaf, salat berjamaah di universitas-universitas dan majelis-majelis Ramadhan menunjukkan adanya kemajuan religiusitas dikalangan mereka. Mengapa sisi positif dan kemajuan ini tidak kita lihat?. Fakta ini harus kita lihat dan bicarakan khususnya oleh mereka yang memiliki pendengar atau pengikut yang banyak.
Jangan buat rakyat kehilangan kepercayaan pada pemerintah
Tidak ada pemerintah tanpa bantuan dan dukungan dari rakyat mampu bekerja dengan baik. Karena itu jangan buat rakyat tidak lagi memiliki kepercayaan pada perangkat-perangkat pemerintah, peradilan dan angkatan bersenjat.
Jangan tinggalkan pemerintah; sampaikan kritik dalam bingkai intelektualitas
Solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah negara bukan dengan meninggalkan pemerintah dan tidak mengungkapkan tanggungjawab dari lembaga yang bertanggungjawab namun dengan membangun hubungan yang sehat antara opini publik dan perangkat-perangkat pemerintah. Kebebasan bersuara dan menyampaikan kritik harus tetap berada dalam bingkai intelektual dan implementasi.
Bangun solidaritas antara rakyat dan pemerintah
Satu poin penting dalam kondisi saat ini yakni, solidaritas antara rakyat dan perangkat-perangkat pemerintah. Bagian penting dari kepercayaan dan meraih kepercayaan bergantung pada langkah-langkah yang diambil berbagai perangkat pemerintah dan tentu saja mereka yang punya akses juga harus membantu pekerjaan ini.
Pemerintah harus terbuka pada saran dari para pakar
Kewajiban pemerintah adalah mendengarkan saran-saran dari para ahli khususnya saran dari para pakar ekonomi tentang bagaimana cara mengatasi rendahnya kurs mata uang negara dan mengenai panduan likuiditas, lalu kemudian menerapkannya untuk mengatasi masalah yang ada.
Tetap percayakan pada pemerintah untuk menuntaskan tugasnya
Bertengkar bukan jalan menuju perbaikan. Demikian juga membentuk lembaga yang bekerja sejajar dengan pemerintah tidak akan memberikan perbaikan apa-apa. Pengalaman telah membuktikan bahwa pekerjaan harus dilakukan oleh mereka yang telah diamanahkan sesuai dengan jalur hukum.
Pemerintah harus lebih ekstra dalam bekerja
Pemerintah dalam melaksanakan tugasnya harus bersungguh-sungguh, dan yakin semua pihak akan turut membantu.
Kunci kemenangan adalah bersabar dan berjihad (bersungguh-sungguh)
Jika kita tetap tegar dalam menghadapi musuh, yakin mereka yang akan kalah bahkan sampai bertekuk lutut dihadapan kita. Dan ini akan kita tunjukkan pada dunia, bahwa pengikut Islam memiliki kemampuan bertahan dan berjihad, dan akan mencapai kemenangannya dengan itu.
Itulah beberapa poin pesan Ayatullah Sayid Ali Khamanei, yang menurut saya juga sangat relevan untuk dijalankan dan dilakukan pemerintah Indonesia dan pihak oposisi dalam menyampaikan kritiknya dan mengontrol kerja pemerintah.
Sebagaimana halnya pemerintah yang punya kekuasaan, oposisi juga mengabdi pada mandat rakyat untuk membangun demokrasi yang kuat dan membantu pemerintah untuk untuk tidak terjerumus ke dalam keadaan abuse of power. Sebagai salah satu elemen penting untuk membangun negara demokrasi yang kuat, keberadaan oposisi seyogyanya menyampaikan kritik ketika kekuasaan melakukan kekeliruan dan ketika kekuasaan menjalankan fungsinya dengan benar, maka oposisi turut membangun kesadaran dan aksi publik untuk mendukung kekuasaan sekaligus memberikan kontrol agar pemerintah tetap konsisten.
Jika pada kenyataannya, oposisi hanya menebarkan ketakutan dan kecemasan dalam kritiknya, dan pada puncak kritikannya ada nafsu berkuasa, maka oposisi yang seharusnya mencegah pemerintah menciderai rakyat, malah oposisilah yang melakukannya.
Menutup tulisan ini, saya kutipkan pesan Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran:
"Bisa jadi, selama 10 tahun kita kerja keras, 10 tahun kita mengalami kesulitan, akan tetapi hasil akhir adalah kita menjadi diri kita. Kemudian kita tidak perlu menjulurkan tangan(meminta) kepada institusi ini atau institusi itu, atau kepada negara itu atau negara ini…."
Jika di Iran saja yang diguncang badai ekonomi yang dasyhat, pemimpinnya tetap menebarkan optimisme pada rakyatnya, maka di Indonesia yang tidak separah Iran sudah semestinya. saling membantu dalam melewati masa-masa sulit ini. Insya Allah, badai pasti berlalu.
Ismail Amin Pasannai
Trump akan Bawa Mimpi Taklukkan Timteng ke Kuburan
Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Mohammad Emami Kashani mengatakan Presiden AS Donald Trump dan para pendukungnya akan segera membawa mimpi menaklukkan Timur Tengah ke kuburan.
Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Mohammad Emami Kashani mengatakan Presiden AS Donald Trump dan para pendukungnya akan segera membawa mimpi menaklukkan Timur Tengah ke kuburan.
"AS dan rezim Zionis sedang berperang dengan Republik Islam Iran. Jadi, diperlukan perencanaan dan manajemen yang tepat untuk melawan konspirasi musuh," tambahnya dalam khutbah Jumat ini.
Menurut Ayatullah Emami Kashani, musuh telah meluncurkan perang terhadap Iran demi menciptakan kepanikan dan ketakutan di masyarakat. Musuh, lanjutnya, sekarang sedang mengotori dunia maya dan di sini media bertugas untuk melawan trik musuh.
Mengacu pada konspirasi AS dan Israel untuk menaklukkan Timur Tengah, dia menekankan bahwa musuh kali ini akan gagal sama seperti konspirasi mereka selama 40 tahun ini.
"Trump dan Netanyahu akan segera membawa mimpi ini ke kuburan," tegasnya.
5 Cara Mengusir Galau
Galau adalah sebuah situasi dimana perasaan kita tidak menentu dan bercampur aduk yang sering terjadi pada setiap orang. Baik itu disebabkan oleh cinta ataupun hal lainnya. Padahal aktifitas kamu banyak sekali, namun karena keadaan kamu sedang galau, semuanya menjadi kacau balau. Nah berikut ini adalah 5 cara mengusir kegalauan yang kamu sedang hadapi versi Berita Dunia.
Berdoa Di Sepertiga Malam
Cobalah kamu bangun di sepertiga malam, di malam yang sunyi, ambil air wudhu lalu laksanakan shalat tahajud. Setelah itu mintalah solusi dan penyelesaian kepada Tuhan. InshaAllah, hatimu akan menjadi lebih tenang dan terusirlah galau dari dirimu.
Hindari mendengarkan lagu sendu
Kekeliruan terbesar bagi kamu yang sedang galau adalah mendengarkan lagu sendu. Lagu sendu hanya akan membuat kegalauanmu bertambah karena ketika kamu mendengarkan lagu sendu maka kenangan-kenangan yang ingin kamu kubur melayang-layang kembali di ingatan.
Berolahraga
Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika kamu galau maka kamu akan melakukan hal-hal yang mengganggu kesehatan seperti mengurung diri di kamar, menjauh dari keramaian, tidak makan, dll. Maka dari itu olahraga sangat penting bagi kamu supaya mampu menjalani aktifitas seperti biasanya walau dalam situasi galau.
Curhat Pada Orang Yang Pandai Beri Solusi
Mencurahkan segala isi hati pada seseorang adalah salah satu cara yang jitu untuk bisa mengurangi kegalauan. Akan tetapi yang patut diperhatikan adalah seseorang tersebut harus pandai memberi solusi dan bisa menjaga rahasia kita.
Mencari Kesibukan
Ketika kamu galau maka alam pikirmu akan selalu mengingat hal-hal yang punya kaitan akan kegalauanmu, maka dari itu dengan mencari kesibukan maka pikiranmu akan terjauh dari ingatan-ingatan yang buat kamu galau. Seperti membaca buku, kerja bakti, membantu ibu, dan hal-hal positif lainnya yang mampu kamu lakukan.
Semoga lima solusi ini bisa mengusir kegalauan kamu ya. Jangan galau mulu ah, masih banyak hal-hal positif yang bisa kerjakan dibanding sekedar diam dalam situasi galau.
Hal-hal yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Mukmin
Sebagai seorang yang beriman kepada Allah swt yang Maha Sempurna, tentunya kita memiliki hasrat untuk menjadi hamba yang bisa mengaplikasikan segala potensi kesempurnaan dalam diri untuk menjadi seorang mukmin yang sejati. Namun dengan segala keterbatasan yang ada, kita tidak bisa berjalan sendiri tanpa dibimbing oleh seorang hamba yang sedah mencapai derajat kesempurnaan yang tinggi seperti para Nabi, Sahabat dan ulama-ulama pewaris ilmu para Nabi dan kita dituntut untuk senantiasa mengikuti jejak mereka.
Dalam menggambarkan seorang mukmin sejati Imam Ja’far Shadiq yang dikenal sebagai pendiri madzhab Ja’fari pernah mengatakan bahwa:
“Ada empat hal yang harus dimiliki oleh seorang Mukmin, yaitu:
1. Rumah yang Luas
2. Kendaraan yang bagus
3. Pakaian yang indah
4. Lentera yang terang benderang
Lalu seseorang bertanya kepada beliau: “Kita tidak memiliki hal-hal seperti itu, lalu harus bagaimana?”
“semua ini juga memiliki sisi maknawi/makna batin juga. Dan yang dimaksud dengan rumah yang luas adalah kesabaran yang merupakan ciri dari seseorang yang memiliki jiwa yang besaar, maksud dari kendaraan yang bagus adalah Akal sehat, sedangkan maksud dari pakaian indah adalah haya’/rasa malu dan terakhir adalah lentera yang terang benderang yaitu ilmu yang buahnya adalah ketaatan dan penghambaan kepada Allah swt.” jawabnya.
Konspirasi Baru AS-Israel terhadap Iran
Amerika Serikat, sebagai sekutu strategis rezim Zionis Israel selalu melangkah sejalan dengan Tel Aviv dan dalam 40 tahun terakhir menyusun strategi anti-Iran dan merancang serta menjalankan banyak konspirasi untuk negara ini, meski selalu gagal.
Di sisi lain, Israel sebagai musuh regional terbesar Iran, melakukan banyak upaya untuk memprovokasi Barat terutama Amerika agar selalu mengambil kebijakan anti-Iran dan memberikan tekanan seperti sanksi ekonomi terhadap Tehran. Langkah ini semakin gencar dilakukan pasca kesepakatan nuklir Iran dengan Kelompok 5+1.
Pejabat Israel sangat berharap perundingan nuklir gagal mencapai hasil dan pada akhirnya tekanan terhadap Iran bisa sampai pada puncaknya. Kesepakatan nuklir Iran, JCPOA dan pada tahap selanjutanya resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, telah membangkitkan reaksi keras Israel, sehingga Perdana Menteri rezim itu, Benjamin Netanyahu mengambil kebijakan yang cenderung lebih keras dari sebelumnya.
Seiring dengan naiknya Donald Trump yang sangat menentang kesepakatan nuklir Iran, ke kursi kepresidenan Amerika pada Januari 2017, sejalan dengan keinginan Israel, 8 Mei 2018 mengumumkan keluarnya Amerika dari JCPOA dan memberlakukan kembali sanksi nuklir atas Iran dalam dua tahap. Langkah yang sepenuhnya sesuai dengan ambisi pejabat Tel Aviv ini, tak bisa dipungkiri telah membuat mereka gembira.
Dalam kerangka negosiasi dan koordinasi Washington-Tel Aviv untuk melanjutakan kebijakan anti-Iran, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton melakukan kunjungan ke Palestina pendudukan pada Ahad (19/8) malam dan bertemu dengan Netanyahu.
Netanyahu sendiri menyebut Bolton sebagai "sahabat istimewa" Israel dan keputusan Washington keluar dari kesepakatan nuklir Iran serta pemindahan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Al Quds, dinilainya sebagai momen bersejarah.
Menurut Netanyahu, tema terpenting yang dibicarakannya dengan Bolton adalah mekanisme memukul mundur Iran dari kawasan dan kepastian bahwa negara itu tidak bisa menguasai senjata nuklir. Pada akhir April 2018, PM Israel mengklaim, Iran pasca kesepakatan nuklir tahun 2015 meningkatkan upayanya menyembunyikan file-file nuklir rahasia.
Tujuan Netanyahu adalah untuk meyakinkan Amerika bahwa Iran punya program nuklir rahasia, terlebih karena negara-negara anggota Kelompok 5+1 selain Amerika, ternyata mendukung kesepakatan nuklir Iran. Namun demikian tidak ada seorangpun yang mempercayai klaim Netanyahu ini.
Bahkan 19 mantan pejabat dinas intelijen Amerika sendiri memperingatkan soal penggunaan dokumen dan data-data Israel terkait Iran dan mereka menyebut bukti-bukti yang berasal dari Israel tentang Iran itu, fiktif. Ke 19 mantan pejabat dinas intelijen Amerika itu berasal dari departemen luar negeri, dinas intelijen pusat, CIA dan agen keamanan nasional, NSA.
Para mantan pejabat intelijen Amerika itu dalam suratnya kepada Donald Trump menulis, Israel sedang berusaha memprovokasi Amerika untuk melawan Iran dengan menggunakan informasi-informasi fiktif.
Tuduhan bohong pejabat Amerika dan Israel tentang keberadaan program senjata nuklir Iran, tetap disampaikan padahal Badan Energi Atom Internasional IAEA sebagai pengawas internasional atas JCPOA, menegaskan komitmen penuh Tehran terhadap isi kesepakatan, dan negara ini tidak pernah bergerak ke arah produksi senjata nuklir.
Dirjen IAEA, Yukiya Amano selain menegaskan bahwa Iran berada di bawah sistem verifikasi nuklir paling kredibel di dunia, menurutnya, kesepakatan nuklir tahun 2015 juga merupakan landasan kemajuan yang sangat penting bagi proses verifikasi ini.
Dengan demikian jelas bahwa Amerika dan Israel sekarang tengah mengalami isolasi total dari masyarakat internasional dalam langkahnya menyerang Iran, meski tuduhan-tuduhan anti-Tehran begitu gencar mereka lancarkan.
Peringati HUT Kemerdekaan, KBRI Tehran Gelar Resepsi Diplomatik
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menggelar resepsi dilomatik memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Acara diselenggarakan di Parsian Evin Hotel di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Minggu malam, 19 Agustus 2018.
Para tamu undangan yang hadir di antaranya duta-duta besar, atase pertahanan dan diplomat dari negara-negara asing, pejabat Iran, warga negara dan mahasiswa Indonesia di Iran. Dalam sambutanya, Duta Besar RI untuk Tehran Octavino Alimudin mengucapkan terimakasih atas kehadiran para tamu undangan.
Dia menyinggung hubungan antara Indonesia dan Iran yang telah terjalin sejak tahun 1950, di mana hubungan ini kian hari semakin kuat. Kedua negara saling mendukung dalam berbagai forum internasional.
"Indonesia menyatakan terima kasih kepada Republik Islam Iran atas dukungannya yang berharga kepada Indonesia selama pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2019-2020," ujarnya.
Octavino menambahkan, Indonesia juga mendukung Iran di forum internasional termasuk implementasi perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) dan Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara.
Dubes RI untuk Tehran lebih lanjut menyinggung kerja sama bilateral kedua negara selama satu tahun terakhir. Menurutnya, banyak perjanjian yang telah ditandatangani secara khusus tentang pendidikan, Hak Asasi Manusia, pengawasan makanan dan obat.
Octavino menjelaskan, kunjungan ketua DPR, wakil presiden, menteri dan utusan khusus serta komandan militer kedua negara menunjukkan dengan jelas komitmen kedua negara untuk meningkatkan level kerja sama di semua bidang.
"Indonesia saat ini menempati urutan ke-11 dari 20 besar mitra dagang Iran. Kedua negara bertukar komoditas di sektor minyak dan gas, mineral dan tambang, produk pertanian dan berbagai industri termasuk makanan dan minuman," ujarnya.
Di bagian lain sambutannya, Dubes RI untuk Iran menyinggung kesulitan-kesulitan ekonomi yang dihadapi kedua negara yangmenghambat kemampuan dan kapasitas yang ada, bahkan kesulitan-kesulitan ini bisa memburuk dengan adanya bencana alam yang tak terelakkan seperti gempa bumi, badai dan banjir.
Octavino menyinggung perkataan penyair besar Iran, Sa'adi Shirazi yang mengatakan, kita harus "memiliki kesabaran, semua hal adalah sulit sebelum mereka menjadi mudah." Oleh karena itu, lanjutnya, kita harus melakukan upaya terbaik untuk saling mendukung dan mengurangi hambatan ekonomi dan meningkatkan kapasitas termasuk transfer teknologi.
Menurutnya, kerja sama yang saling menguntungkan juga harus dikembangkan di bidang sosial-budaya seperti yang telah disaksikan kedua negara mengenai adanya peningkatan jumlah Qari, ilmuwan dan atlet yang berpartisipasi dalam
berbagai event selama beberapa terakhir tahun.
Dia meyakini bahwa hubungan baik antara Indonesia dan Iran akan berkembang lebih lanjut di semua bidang.
Di bagian akhir pidatonya, Dubes RI untuk Iran menyinggung perhelatan besar olahraga, Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, di mana sekitar 15.000 atlet dari 45 negara termasuk atlet dari Iran bersaing dalam kompetisi ini.
"Kami berharap Republik Islam Iran dan negara-negara peserta lainnya dapat mencapai target dan sasaran mereka di kompetisi olahraga kedua dunia ini," pungkasnya.
Dukungan Rakyat AS kepada Trump Menurun
Jajak pendapat terbaru menunjukkan, data warga Amerika yang tidak mendukung kinerja Presiden Donald Trump terus melejit.
Televisi CNN dilaporannya menyebutkan, jajak pendapat terbaru lembaga Monmouth menunjukkan 57 persen rakyat Amerika meyakini dengan berkuasanya Donald Trump, negara ini berjalan di jalur yang salah.
Pakar Amerika mengatakan, proses ini akan berdampak pada pemilu sela Amerika yang rencananya digelar November 2018.
Langkah sewenang-wenang dan pendekatan kontroversial serta internasional presiden Amerika mendorong setiap hari kubu anti Trump terus bertambah.
Malaysia dan Cina Tekankan Pengokohan Kerja Sama
Presiden Cina, Xi Jinping dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad Senin (20/8) malam bertemu di Beijing dan menekankan pengokohan serta perluasan hubungan kedua negara di berbagai bidang politik, ekonomi dan investasi.
Xi Jinping di pertemuan ini seraya menjelaskan bahwa Cina dan Malaysia adalah mitra, menekankan kedua negara harus memperkuat lobi strategis mereka.
Presiden Cina juga memuji Mahathir Mohamad karena mendukung inisiatif Beijing "satu sabuk, satu jalan" (Belt Road Initiative China) serta sikapnya yang menilai penting hubungan kedua negara. Xi Jinpin di kesempatan tersebut juga memuji jasa dan pelayanan penting Mahathir untuk memajukan kerja sama regional di Asia.
Sementara itu, Mahathir Mohamad seraya menekankan bahwa Cina negara berpengaruh dan penting serta mitra dagang terbesar Malaysia mengingatkan, kerja sama dua negara membantu pengembangan dan kemajuan Kuala Lumpur.
Mahathir Mohamad menambahkan, inisiatif Xi Jinping terkait Satu Sabuk, Satu Jalan akan membantu interaksi dan kerja sama regional dan seluruh negara kawasan akan diuntungkan oleh inisiatif ini.
Mahathir hari Senin juga bertemu dengan sejawatnya dari Cina, Li Keqiang. Perdana menteri kedua negara di pertemuan ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) swap mata uang, di mana berdasarkan perjanjian ini kedua pihak akan menggunakan mata uang nasional masing-masing dalam perdagangan.
Perjanjian swap mata uang merupakan salah satu sarana untuk mempermudah hubungan perdagangan bilateral antar negara.
Hamas Kecam Kejahatan Israel terhadap Petugas Medis
Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengecam serangan pasukan rezim Zionis Israel terhadap petugas penyelamat dan layanan kemanusiaan di Palestina pendudukan.
Seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, Senin (20/8/2018), Hamas dalam pernyataannya menandai Hari (Aktivitas) Kemanusiaan Dunia, memuji upaya semua kelompok dan petugas penyelamat Palestina terutama para petugas medis dan layanan kemanusiaan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza yang diblokade.
Hamas mengecam semua serangan dan kejahatan musuh Zionis terhadap petugas medis dan penyelamat, yang menyebabkan banyak dari mereka gugur syahid dan ribuan lainnya terluka.
Ditegaskan pula mengenai pentingnya aktivitas petugas medis, penyelamat dan pelayanan kemanusiaan dan penyiapan dasar yang tepat bagi kegiatan mereka serta pentingnya dukungan kepada mereka dalam menghadapi kejahatan penjajah.
Kementerian Kesehatan Palestina baru-baru ini melaporkan bahwa hingga sekarang lebih dari 170 warga Palestina gugur syahid dan 18.000 lainnya terluka sejak dimulainya Pawai Akbar Hak untuk Pulang Palestina pada 30 Maret 2018.
Dia antara syuhada ada tiga petugas penyelemat dan kemanusiaan. 19 Agustus adalah Hari Kemanusiaan Sedunia.




























