کمالوندی
Jauh Dari Permainan Sia-Sia
Shaghwan Jammal mengatakan, “Saya datang menemui Imam Shadiq as dan bertanya kepada beliau tentang imam setelahnya.”
Beliau menjawab, “Pemilik imamah tidak akan bermain yang sia-sia.”
Pada saat itu juga saya melihat Musa bin Jakfar yang pada saat itu masih kanak-kanak datang bersama seorang anak kambing. Dia mengambil kambing itu dan berkata kepadanya, “bersujudlah kepada Tuhanmu”.
Imam Shadiq as kemudian memeluknya dan berkata, “Ayah dan ibuku sebagai tebusan orang yang tidak bermain sia-sia.”
Kabar Tentang Masa Depan
Abu Khalid mengatakan, “Mahdi Abbasi [Khalifah Abbasiyah yang ketiga] memerintahkan untuk menangkap Imam Kazhim as. Para petugasnya membawa beliau dari Madinah menuju Bagdad menemui Mahdi Abbasi. Di jalan saya berbicara dengan beliau. Beliau berkata kepada saya, “Mengapa engkau bersedih?”
Saya berkata, “Mengapa saya tidak harus bersedih? Sementara Anda akan dibawa ke Tahgut ini [Mahdi Abbas] dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Anda?”
Imam Kazhim as berkata, “Dalam safar ini tidak akan ada bahaya yang mengenaiku. Ketika bulan tertentu tiba, di hari tertentu dan di tempat tertentu, datang temuilah aku!”
Saya senantiasa menghitung detik-detik yang ada sampai tibalah hari itu. Pada hari itu juga saya menuju ke tempat itu. Matahari hampir terbenam. Saya masih belum tahu tentang kabar Imam Kazhim as. Setan membuat saya waswas dan saya meragukan kata-kata Imam yang menyebutkan tentang waktu tertentu, di tempat tertentu temuilah aku.
Tiba-tiba mata saya tertuju pada sesuatu yang hitam datang dari arah Irak. Saya maju dan saya melihat Imam Kazhim as berada di bagian depan karavan menunggangi kendaraan dan menyapa saya, “Hai Abu Khalid!”
Saya menjawab, “Iya wahai putra Rasulullah!”
Imam Kazhim as berkata, “Tentunya jangan ragu, karena setan senang bila engkau ragu.”
Saya katakan, “Puji syukur kepada Allah yang telah menjaga Anda dari bahaya taghut.”
Kemudian beliau berkata, “Aku akan dibawa lagi kepada mereka dan kali ini aku tidak akan dibebaskan (dengan ucapan ini beliau mengisyaratkan tentang penangkapannya atas perintah Harun dan beliau akan mencapai syahadah di penjaranya).
Kabar Tentang Masa Depan
Ishaq bin Ammar mengatakan, “Saya berada bersama Imam Kazhim as. Beliau memberitahukan tentang kematian seseorang kepada orangnya sendiri.
Saya berkata kepada diri saya sendiri, “Memangnya Imam Kazhim tahu masing-masing dari pengikutnya kapan akan mati?”
Seketika itu juga Imam Kazhim memandang saya dengan wajah marah dan berkata, “Hai Ishaq, Rusyid salah seorang sahabat dekat Imam Ali as tahu tentang ilmu manaya dan balaya [kematian dan musibah]. Imam lebih layak untuk memiliki ilmu tersebut.”
Kemudian beliau berkata, “Wahai Ishaq! Lakukan apa saja yang kau inginkan dan lakukan pekerjaan-pekerjaanmu. Karena usiamu telah berakhir dan tidak sampai dua tahun engkau akan mati dan keluargamu beberapa hari setelah kematianmu akan berselisih satu sama lainnya dan saling mengkhianati yang lainnya sedemikian rupa sehingga para musuhpun akan mencela mereka. Lalu sekarang engkau berkhayal dalam hatimu, bagaimana kami memberikan kabar tentang masa depan?”
Ishaq berkata, “Apa yang terjadi dalam hatiku adalah saya meminta ampunan kepada Allah.”
Setelah kejadian ini berlalu, Ishaq meninggal dunia. Sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Imam Kazhim, keluarga Ishaq saling berselisih dan mereka mengambil harta kekayaan orang lain dan perbuatan mereka membuat mereka sengsara. (Emi Nur Hayati)
Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Musa Kazdim as.
Seorang Kristen Yang Masuk Islam
Seorang Kristen (ilmuwan dan senantiasa ingin tahu) datang menemui Imam Kazhim as.
Dia berkata, “Sudah tiga puluh tahun saya memohon kepada Tuhanku agar menunjukkan aku ke agama yang paling bagus dan hamba-hambanya yang paling istimewa. Sampai pada suatu malam saya bermimpi ada seseorang mengenalkan saya tentang seorang lelaki yang tinggal di Damaskus. Saya pergi menemuinya dan dia berkata, “Bila engkau menginginkan ilmu Islam, Taurat, Injil dan seluruh kitab samawi serta kabar-kabar, maka pergilah ke Madinah. Di sana tanyakan, siapakah Musa bin Jakfar itu? Ketika engkau sampai dan menemuinya, maka sampaikan bahwa si fulan di Damaskus kirim salam untuk Anda dan dialah yang mengirim saya ke sini. Kemudian belajarlah kepada tentang apa saja yang engkau maukan.”
Seorang kristen ini berkata, “Karena saat ini saya berada di dekat Anda, izinkan saya untuk sungkem kepada Anda [dengan cara seperti yang dilakukan di hadapan para raja dan sedikit menunduk dengan menyembunyikan kedua telapak tangan di antara kedua paha].”
Imam Shadiq, “Aku izinkan engkau untuk duduk tapi tidak untuk sungkem dengan cara ini.”
Lelaki Kristen itu duduk dan berkata, “Apakan Anda mengizinkan saya untuk berbicara dan bertanya?”
Imam Kazhim as berkata, “Iya. Bukannya engkau datang bukan untuk hal ini?”
Lelaki itu berkata, “Iya. Tapi mengapa Anda tidak menjawab salam temanku.”
Imam Kazhim as berkata, “Jawaban untuk temanmu adalah semoga Allah menghidayahinya. Jawaban salam boleh baginya, di saat dia telah menerima agama kami [Islam].
Lelaki Kristen itu berkata, “Sekarang izinkan saya untuk menyampaikan beberapa pertanyaan.”
Imam Kazhim as, “Tanyakan apa saja yang engkau maukan.”
Lelaki Kristen bertanya, “Apa topik nuzulul Quran untuk Muhammad dan apa tujuan dari nuzul tersebut?”
Imam Kazhim as berkata, “Hammim...demi kitab yang terang yang kami turunkan di malam yang penuh berkah. Kami senantiasa sebagai pemberi peringatan.”
Lelaki Kristen: “Apa tafsir batininya ayat-ayat ini?”
Imam Kazhim as: “Kata Ha’mim adalah Muhammad dan kata ini ada dalam sebuah kitab yang diturunkan kepada Nabi Hud dan hurufnya terkurangi. Sedangkan yang dimaksud dengan “kitab yang jelas” adalah Amirul Mukminin Ali dan maksud dari “malam yang penuh berkah” adalah Fathimah.
Dan yang dimaksud dengan kata-kata bahwa pada malam itu setiap perkara akan diatur sesuai dengan hikmah Allah yakni Fathimah adalah sumber segala kebaikan dan kebaikan itu adalah lelaki yang bijak, lelaki yang bijak, dan lelaki yang bijak yakni Imam Hasan dan Imam Husein dan Imam Sajjad dan imam maksum lainnya.
Lelaki Kristen: “Kenalkanlah orang yang pertama dan yang terakhir dari para lelaki ini!”
Imam Kazhim as: “Sifat-sifat mereka semuanya sama dan aku akan mengenalkan yang ketiga [Imam Husein as] dimana Mahdi berasal dari keturunannya. Sifat-sifatnya disebutkan dalam kitab yang diturunkan kepada kalian bila belum diubah, tapi kalian sejak awal telah mengubah kitab tersebut.”
Lelaki Kristen: “Benar apa yang Anda katakan dan tidak ada kebohongan di dalamnya.”
Imam Kazhim as: “Sekarang aku akan mengabarkan sebuah masalah kepadamu dan tidak ada yang tahu dari orang-orang yang membaca kitab samawi kecuali hanya sedikit saja. Katakan kepadaku siapakah nama ibunya Maryam? Pada hari apa dan jam berapa ruhnya Isa ditiupkan ke rahim Maryam?”
Lelaki Kristen: “Saya tidak tahu.”
Imam Kazhim as: “Nama ibunya Maryam adalah Martsa dan bahasa Arabnya adalah Wahibah. Maryam hamil pada hari Jumat waktu Zuhur yaitu ketika Jibril turun dari langit dan tidak ada hari raya yang lebih penting dari hari itu bagi umat Islam. Allah dan Muhammad menganggap hari itu sebagai hari yang bernilai dan memerintahkan agar menjadikan hari itu sebagai hari rayanya.
Adapun hari lahirnya Isa adalah hari Selasa dan pada saat itu hari telah berjalan selama empat jam setengah.
Kemudian beliau berkata: “Sungai apakah yang di sisinya Isa telah lahir?”
Lelaki Kristen: “Saya tidak tahu.”
Imam Kazhim as: “Sungai itu adalah sungat Furat yang di tepinya ada pohon-pohon anggur dan kurma. Tidak ada sungai yang memiliki banyak pohon anggur dan kurma di tepinya selain sungai Furat.”
Imam Kazhim as: “Selama engkau di majlis ini, Allah akan memberimu hidayah.”
Lelaki Kristen: “Siapakah nama ibuku dalam bahasa Arab dan Syiriac?”
Imam Kazhim as: “Nama ibumu dalam bahasa Syiriac adalah Anqaliyah dan dalam bahasa Arabnya Huwamiyah dan nama ayahmu adalah Abdul Masih.”
Lelaki Kristen: “Saya beriman kepada Allah Yang Maha Besar dan saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Dia tidak sebagaimana yang dikenalkan oleh orang-orang Kristen dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah dan dia diutus dengan benar dan dia menerangkan kebenaran untuk ahlinya. Ahli kebatilan berada dalam kesesatan dan penyimpangan. Dia adalah utusan Allah untuk semua penghuni dunia baik kulit merah maupun kulit hitam dan semua manusia adalah sama baginya. Ada sekelompok orang yang mencapai hidayah dan ada sekelompok orang yang tetap dalam kesesatan. Saya bersaksi bahwa wali dan penggantinya telah menjelaskan hikmahnya. Dan para nabi sebelumnya juga telah menjelaskan hikmah yang sempurna dan berusaha dalam ketaatan kepada Allah dan menjauhi segala kebatilan, kesalahan dan ahli kebatilan. Allah pun telah membantu mereka di jalan ketaatan-Nya.”
Kemudian lelaki kristen ini mematahkan dan melepaskan kalung salib emasnya dari lehernya dan berkata kepada Imam Kazhim as, “Zakatnya salib emas ini aku gunakan untuk apa?”
Imam Kazhim as: “Di sini adalah saudara seagamamu yang telah memeluk Islam. Berbuat baiklah kepadanya dan bertetanggaanlah dengannya dan berikan zakat kepadanya dan aku tidak akan membiarkan hak-hakmu dalam Islam.
Lelaki Kristen: “Saya di daerah saya sendiri termasuk orang kaya dan saya memiliki tiga ratus kuda jantan dan betina dan seribu onta dan hak Anda di sisi saya lebih dari hak saya di sisi Anda.”
Imam Kazhim as: “Engkau adalah orang yang dimerdekakan oleh Allah dan Rasul-Nya dan keturunan dan rasmu tetap ada pada tempatnya.”
Sejak saat itu, lelaki Kristen ini secara resmi sebagai seorang muslim dan menjalankan kewajibannya dengan baik dan dia menikah dengan seorang wanita dari suku Bani Fahr dan Imam Kazhim memberikan mahar untuk istri lelaki ini sebanyak lima puluh dinar dari barang wakaf Imam Ali as dan memberikan seorang pembantu untuknya dan memberikan sebuah rumah kepadanya dan dia lelaki ini hidup mengabdi kepada Imam Kazhim as di Madinah sampai ketika beliau diasingkan ke Bagdad. Lelaki Kristen baru masuk Islam ini meninggal dunia dua puluh delapan malam setelah Imam Kazhim as diasingkan.
Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Musa Kazdim as.
Rasulullah Saw, Simbol Persatuan Dunia Islam
Umat Islam di seluruh penjuru dunia memperingati maulid Nabi Muhammad Saw, meskipun terdapat perbedaan penanggalan kelahirannya menurut riwayat Sunni dan Syiah. Sunni meyakini Rasulullah Saw dilahirkan tanggal 12 Rabiul Awal, sedangkan Syiah meyakini tanggal 17 Rabiul Awal. Meskipun demikian, hal ini justru dipahami sebagai momentum persatuan Dunia Islam.
Di Iran, Imam Khomeini mencanangkan “Pekan Persatuan Dunia Islam” dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Hingga kini, Iran terus menerus menyuarakan persatuan Muslim di tengah keragaman mazhab masing-masing.
Persatuan umat Islam dipahami bahwa kaum Muslim mengedepankan kesamaan pandangan sebagai pokok pijakan bersama, yaitu: Tauhid, al-Quran dan Nabi Muhammad Saw dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap prinsip Islam dan masyarakat Muslim, sekaligus sebagai pengikat umat Islam untuk menjauhi friksi antarmazhab, politik, etnis, bahasa dan lainnya.
Dewasa ini, urgensi persatuan Islam lebih mendesak dari sebelumnya.Sebab Islam dan Muslim di seluruh penjuru dunia saat ini menjadi sasaran musuh dengan berbagai programnya, termasuk Islamofobia. Oleh karena itu, seluruh Muslim harus menaati perintah Allah swt dan menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai teladannya, dan perilaku mereka mengikuti contoh yang telah diberikan oleh Rasulullah Saw. Nabi Muhammad Saw berhasil menyatukan bangsa jahiliyah yang tidak berbudaya dalam ikatan tauhid dan solidaritas umat Islam.
Nabi Muhammad Saw sangat menekankan urgensi persatuan dan solidaritas umat Islam demi mewujudkan tujuan mulia agama Islam, dan beliau sangat mengetahui dengan baik jalan untuk mewujudkannya.Oleh karena itu, Rasulullah Saw mengerahkan seluruh upayanya untuk mewujudkan persatuan umat Islam.
Setelah hijrah dari Mekah ke Madinah, langkah pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw salah satunya adalah mengambil janji setia dan mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Ansar. Dalam perjanjian ini, Rasulullah Saw juga menyatukan suku Aus dan Khazraj yang sering berperang hingga bertahun-tahun. Sejarah mencatat, peperangan antara dua kabilah itu lebih dari seratus tahun.
Rasulullah Saw dengan baik memahami bahwa Islam tidak akan berakar kuat di kota Madinah dan di wilayah lainnya ketika antarsesama anggota masyarakat masih berperang mengenai masalah suku maupun etnis dan kelas sosial. Dengan metode yang sangat cerdas, Rasulullah Saw mempersaudarakan satu persatu dari kedua kelompok. Nabi Muhammad Saw dalam sebuah pertemuan besar bersabda, “Setiap pasang terdiri dari dua orang menjadi saudara seagama”.
Saking kuatnya ikatan persaudaraan ini, seorang Muslim akan mendahulukan saudara seagama dari dirinya sendiri. Sejarah mencatat suatu hari terjadi pembagian pampasan perang atau ghanimah. Rasulullah Saw berkata kepada orang-orang Ansar supaya mempersilahkan muhajirin ikut dalam pembagian ghanimah tersebut.
Pihak Ansar menjawab, “Kami tidak hanya akan memberikan ghanimah kepada saudara muhajirin, tapi mereka juga diperbolehkan untuk tinggal di rumah kami,”. Sejatinya, tindakan Rasulullah Saw mempersaudarakan kaum muhajir dan Ansar merupakan terobosan besar yang dicatat dalam sejarah. Persatuan tersebut menjadi model persatuan dunia Islam hingga kini.
Persatuan Islam merupakan salah satu faktor terpenting bagi kemuliaan dan kemenangan Muslim di berbagai bidang, dari aspek sosial hingga politik. Sebaliknya, perselisihan dan friksi hanya menghasilkan kelemahan dan ketidakberdayaan umat Islam. Potensi sumber daya Muslim yang besar terbuang percuma, dan umat Islam terkotak-kotak secara etnis, kelompok sosial dan kecenderungan politiknya masing-masing.
Nabi Muhammad Saw memandang sama setiap Muslim. Bagi Rasulullah Saw, tidak ada bedanya seorang budak seperti Bilal dan Zaid bin Haritsah, yang menjadi komandan pasukan Muslim. Parameter keutamaan dalam Islam yang dijadikan pijakan oleh Rasulullah Saw adalah ketakwaan. Oleh karena itu, orang yang paling takwa adalah orang yang paling mulia tanpa memandang status sosial maupun etnisnya.
Suatu hari Salman sedang duduk di Masjid, dan sebagian tokoh juga berada di sana. Lalu muncul pembicaraan mengenai silsilah keturunan mereka. Masing-masing berbangga dengan keturunannya sendiri. Kemudian tibalah giliran Salman untuk menjelaskan garis keturunannya.
Ketika itu, Salman berkata, “Namaku Salman, putra salah seorang hamba Allah. Dulu tersesat, tapi Tuhan memberikan hidayah melalui Nabi Muhammad Saw. Dahulu aku miskin, tapi Allah swt membuatku tidak membutuhkan melalui Muhammad. Dahulu aku budak, tapi kini Tuhan membebaskanku melalui Muhammad. Inilah silsilah garis keturunanku.”
Pada saat itu, Rasulullah Saw memasuki masjid, dan peristiwa tersebut dijelaskan kepada beliau oleh salah seorang dari mereka yang berada di masjid itu. Di hadapan para pemuka Quraisy, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Wahai kaum Quraisy! Apa artinya darah? Apa maknanya suku? Garis keturunan tidak pernah menjadi kebanggaan dalam agama seseorang. Ksatria adalah orang yang berakhlak mulia dan berbuat baik lebih banyak.Keutamaan setiap orang adalah akal dan pemahamannya.Lalu apa yang lebih utama dari akal?” Pernyataan Rasulullah saw tersebut menegaskan penolakan terhadap fanatisme kabilah, dan mengutamakan persatuan.
Nabi Muhammad Saw menentang keras fanatisme etnis, dan mendukung orang orang yang tertindas. Kebanyakan dari mereka adalah budak yang tidak berada dalam perlindungan satu kabilah pun. Tapi, Rasulullah saw mengakui hak sosial dan politik mereka yang sama dengan orang lain.
Rasulullah Saw dengan baik mengetahui bahwa manusia sama secara fitrahnya. Semua manusia dilahirkan sama dari sisi kemanusiaannya, dan perbedaan suku, bahasa dan tempat kelahiran tidak menghalangi hak kemanusiaan mereka. Selain itu, Nabi Muhammad Saw juga menghapuskan tradisi ribuan tahun dua kelompok; budak dan tuan, yang berkembang di tengah masyarakat ketika itu.
Terkait hal ini, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Tuan dan budak sama saja, mereka saudara dan berasal dari satu keturunan. Semua asalnya dari tanah. Tidak ada keunggulan kulit putih dari kulit hitam. Para budak yang berada di bawah kalian adalah saudara kalian juga dan memiliki hak seperti kalian. Makanan yang kalian makan, berikan juga kepada mereka. Pakaian yang kalian kenakan, berikan juga kepada mereka. Jangan memaksa mereka melakukan pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakannya. Kalian juga harus membantu pekerjaan mereka,”.
Di bagian lain, Rasulullah Saw menegaskan hak-hak para budak yang harus diperhatikan para tuannya,“Perhatikan adab setiap kali kalian memanggil mereka. Jangan panggil mereka dengan budakku! Sebab mereka semua, baik laki-laki maupun perempuan adalah hamba Tuhan! Semua milik-Nya.” Sabda Rasulullah Saw tersebut memberikan pengaruh terhadap para sahabatnya. Contohnya, Zaid bin Haritsah membebaskan budak yang dihadiahkan istrinya. Lalu ia mengangkat budak itu sebagai anaknya. Kemudian dinikahkan dengan putri bibinya dari kabilah terkemuka Quraisy.
Perpecahan dan friksi di Madinah selalu muncul baik terbuka maupun tersembunyi. Tapi dengan sigap Rasulullah Saw meredamnya. Salah satu yang menjadi pemicunya adalah manuver Abdullah bin Ubay, seorang munafik yang dicatat dalam sejarah Islam. Meskipun Abdullah bin Ubay menampakkan diri beriman, tapi ia selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk memecah belah umat Islam. Bahkan ia juga menjalin hubungan dengan Musyrikin Mekah. Selain itu, ia juga memainkan peran penting dalam memprovokasi Yahudi Madinah supaya melanggar perjanjian dengan Muslim.
Meskipun Rasulullah Saw mengetahui sepak terjang Abdullah bin Ubay, tapi beliau tidak menindak langsung demi menjaga persatuan umat Islam dan hanya mengontrolnya dan meminimalisir dampak buruknya. Sejatinya, Rasullah Saw selalu mengutamakan persatuan dan solidaritas umat Islam, dan inilah yang dihadiahkan beliau kepada umat Islam di hari mulia kelahirannya.
Imam Musa Kadzim, Teladan Ketabahan
Penderitaan dan kesedihan yang ditanggung Imam Musa Kadzim as pasca tragedi Karbala, lebih besar dibandingkan dengan yang dialami Imam Maksum lain. Seluruh masa keimamahannya dihabiskan dalam pengasingan atau penjara, namun demikian, dengan semangat tak kenal lelah dan perjuangannya, beliau tetap memberikan cahaya hidayah dengan penuh cinta kepada masyarakat, meski dalam kondisi paling sulit.
Imam Musa Kadzim mengemban tanggung jawab besar keimamahan di salah satu masa yang paling sulit, dan di sepanjang kehidupan mulianya, beliau menanggung penderitaan yang luar biasa besar.
Imam Kadzim dikenal sebagai imam yang dengan kesabaran dan ketabahannya, mampu memberikan pelajaran kehidupan terbaik kepada masyarakat, di tengah situasi sosial yang mengalami krisis akut. Para pecinta Ahlul Bait as sepanjang sejarah, meneladani sirah dan perkataan penuh makna Imam Kadzim dalam setiap sendi kehidupan mereka untuk meraih puncak kebahagiaan.
Dalam kehidupannya, Imam Kadzim sempat mengalami pemerintahan dua penguasa Bani Abbas paling kuat, Mansur dan Harun, dan dua penguasa paling tiran, Mahdi dan Hadi. Wilayah Islam saat itu sudah sangat luas akibat perluasan wilayah baru, dan penguasa Abbasi menikmati hasil rampasan perang dan harta benda berlimpah, selain kekuatan yang semakin besar.
Di sisi lain, beberapa pemikiran dan keyakinan menyimpang tersebar luas di tengah masyarakat. Pada situasi seperti ini, pikiran masyarakat dijejali berbagai pemikiran kontradiktif, dan berkembangnya pemikiran semacam ini mengganggu kehidupan beragama dan sosial masyarakat Islam saat itu.
Para penguasa memanfaatkan dengan baik kebingungan masyarakat dan semakin memperkokoh kekuasaannya atas mereka. Kondisi semrawut masyarakat Islam di masa Imam Kadzim telah mempersempit ruang dakwah para penyebar ajaran murni Islam.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menggambarkan masa kehidupan Imam Kadzim sebagai berikut, di masa itu, bahkan syair, kesenian, fikih, hadis dan pola hidup zuhud serta wara', menjadi alat untuk melayani para tuan dan menyempurnakan sarana kekerasan dan pemaksaan mereka. Tidak ada ancaman serius terhadap tubuh kekhalifahan, dan khalifah sedikitpun tidak pernah berhenti mengawasi pergerakan dakwah Ahlul Bait.
Di masa ini, satu-satunya faktor yang mampu mempertahankan dan memajukan gerakan pemikiran dan politik Ahlul Bait serta pengikut setianya, adalah kerja keras dan jihad para Imam Maksum dan ajaran Ilahi, Taqiyah. Di sinilah keagungan perjuangan dan jihad Imam Kadzim tampak jelas bagi semua.
Imam Musa Kadzim mulai mengemban kepemimpinan umat Islam di saat usia beliau masih muda dan pada saat Mansur Abbasi tengah berada di puncak kekuasaannya dan sangat memusuhi Ahlul Bait as.
Mansur begitu banyak menyiksa dan membunuh keluarga Nabi Muhammad Saw bahkan orang-orang dekat dan pembesar kaumnya sendiri. Biasanya, ia membuang jenazah korban di tempat rahasia, dan lokasi pembuangan jenazah itu baru terungkap setelah meninggalnya Mansur.
Imam Kadzim diangkat Imam di masa khalifah Mansur dan sejak awal terus diawasi secara ketat olehnya, sehingga pengikut Ahlul Bait begitu kesulitan bahkan untuk sekedar mengetahui kepada siapa harus merujuk setelah kesyahidan Imam Shadiq, namun dengan kerja keras, mereka berhasil menemui Imam Kadzim.
Kepada mereka Imam Kadzim berkata, seandainya penguasa tahu kalian mendengar perkataan dariku, mendapat pelajaran dan berhubungan denganku, maka kalian semua akan dibunuh, oleh karena itu berhati-hatilah dan lakukan taqiyah.
Meski berada di tengah pengawasan dan pembatasan ketat, Imam Kadzim meriwayatkan banyak hadis bagi masyarakat yang kehausan. Sayid ibn Thawus terkait hal ini mengatakan, sejumlah banyak pengikut khusus Imam Kadzim berkumpul di hadapan beliau dan mencatat perkataan bernilai serta jawaban yang diberikannya kepada para hadirin.
Imam Kadzim sebagaimana ayahnya, layaknya lautan ilmu pengetahuan dan keutamaan. Beliau berhasil mendidik banyak murid dan mengantarkan mereka hingga ke derajat guru, ahli fikih dan tafsir Al Quran serta bidang ilmu lainnya.
Salah satu ilmuwan besar Ahlu Sunnah, Ibn Hajar Haithami menggambarkan keluhuran ilmu Imam Kadzim seperti ini, Musa Kadzim adalah pewaris ilmu ayahnya.
Ia mewarisi keutamaan dan kesempurnaan ayahnya. Ia sangat pemaaf dan begitu sabar menghadapi masyarakat yang bodoh. Ia dijuluki Kadzim dan di masa itu tidak ada seorangpun yang mampu menandinginya dalam pengetahuan Ilahi dan kesabaran.
Imam Kadzim memberikan sebuah formula komprehensif dan efektif dalam manajemen hidup, beliau berkata, upayakanlah untuk membagi waktu kalian ke dalam empat bagian. Satu bagian khusus untuk bermunajat dengan Allah Swt. Bagian lain untuk mencari nafkah dan rezeki yang halal.
Bagian berikutnya untuk berinteraksi dengan saudara dan orang-orang terpercaya yang mengingatkan kalian akan aib dan tulus bersahabat. Bagian terakhir untuk menikmati hal-hal menyenangkan yang halal, karena berkat bantuan bagian ini, kalian akan mampu melewati ketiga bagian sebelumnya.
Imam Kadzim berkata, penuhilah keinginanmu dengan sesuatu yang halal dari dunia, namun jangan sampai merusak derajatmu dan jangan berlebihan. Menikmati yang halal bisa membantumu menyelesaikan urusan dunia.
Muhammad bin Saai Shafii berkata, Imam Kadzim memiliki kedudukan yang tinggi dan derajat yang luhur. Beliau dikenal sangat tekun beribadah dan memiliki kemuliaan agung. Ia menghabiskan malam dengan bersujud dan shalat, sementara siang dengan sedekah dan puasa.
Karena kesabaran dan kebijaksanaannya, ia dijuluki Kadzim. Beliau selalu berbuat baik kepada orang-orang yang menghinanya dan memaafkan yang bersalah. Ia juga dijuluki Abdu Shaleh karena sangat tekun beribadah. Di Irak ia dikenal dengan Bab Al Hawaaij, karena setiap fakir miskin yang mendatangi rumah beliau, selalu pulang tanpa tangan hampa.
Selama 7-10 tahun Imam Kadzim hidup di sejumlah penjara Khalifah Harun. Kali terakhir Imam Kadzim berada dalam penjara dan mengalami penyiksaan paling kejam, di penjara Sindi bin Shahak, petugas pemerintahan Harun yang paling bengis.
Di penjara yang dijaga Sindi bin Shahak terdapat banyak ruangan bawah tanah yang gelap dan sangat berbahaya, di sana Imam Kadzim mengalami penyiksaan yang luar biasa.
Setelah 35 tahun perjuangan, jihad, dijebloskan ke penjara, beberapa kali diasingkan, hidup di tengah masyarakat yang penuh ketakutan, susah payah bertemu dengan pengikutnya, menjelaskan hukum Tuhan di bawah tekanan penguasa dan menyumbangkan seluruh usianya untuk Islam, akhirnya Imam Kadzim gugur syahid pada tahun 183 Hijriyah.
Beliau diracun oleh Sindi bin Shahak atas perintah Harun dan gugur di dalam penjara. Setelah gugurnya Imam Kadzim, untuk mengelabui masyarakat, Harun berkata, semoga Tuhan melaknat Sindi bin Shahak, karena ia membunuh Musa Kadzim tanpa seizin saya.
Mab'ats, Momentum Bangkitnya Kemanusiaan
Tanggal 27 Rajab adalah hari perwujudan kekuasaan Tuhan di muka bumi. Hari Mab'ats Rasulullah Saw. Hari mekarnya risalah kenabian Muhammad, manifestasi nama Tuhan dan Islam.
Al Quran menyebutnya sebagai nikmat yang diberikan kepada umat manusia dan dalam Surat Ali Imran ayat 164, Allah Swt berfirman, "Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata".
Kita mengucapkan syukur kepada Allah Swt atas nikmat besarnya ini dan menyambut pengangkatan Nabi Muhammad Saw sebagai utusan-Nya. Ketika Rasulullah Saw menginjak usia 40 tahun, Allah Swt menilai hati beliau sebagai hati terbaik, paling patuh dan paling khusyu. Oleh karena itu Allah memilihnya sebagai pemberi hidayah umat manusia.
Pada saat itu, rahmat Allah turun ke bumi. Nabi Muhammad menyaksikan malaikat Jibril turun dari langit membawa cahaya terang benderang ke arah beliau. Jibril tiba dan memegang pundak Nabi Muhammad lalu berkata, Wahai Muhammad, bacalah ! Nabi Muhammad menjawab, apa yang mesti kubaca ? Jibril berkata, Iqra bismirabbikaladzi khalaq.... bacalah dengan nama Tuhan yang menciptakanmu. Jibril menyampaikan wahyu yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad dan kembali ke langit.
Menggambarkan kejadian ini, Imam Hadi as berkata, Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul saat turun dari gua Hira dan menyaksikan keagungan dan kebesaran Ilahi. Menerima wahyu, begitu berat bagi Nabi Muhammad sehingga ia tampak menggigil seperti seorang yang sedang sakit demam.
Allah Swt berkehendak membersihkan "dada" Nabi Muhammad yaitu mewujudkan kesempurnaan dan meneguhkan hatinya. Saat Nabi Muhammad kembali ke rumahnya, bebatuan besar, kerikil dan segala sesuatu yang dilewatinya mengucapkan salam. Benda-benda itu berujar, Assalamualaika Ya Rasulullah. Selamat kepadamu karena Tuhan telah memberi keutamaan dan menghiasimu dengan keindahan, dan selamat untuk umat manusia dari awal hingga akhir.
Peristiwa terpenting dalam sejarah Islam yang menjadi momentum agung dan paling berpengaruh bagi nasib umat manusia adalah Mab'ats atau pengangkatan Nabi Muhammad menjadi rasul. Bi'tsah artinya dibangkitkan dan dalam istilah berarti pengutusan seorang manusia dari sisi Tuhan untuk menghidayahi manusia lain.
Bi'tsah dan risalah kenabian tidak bisa kita batasi hanya pada kaum atau etnis tertentu saja, karena Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat manusia di sepanjang masa. Dengan bi'tsah, Allah Swt menyerukan perintah yang bersumber dari rahmat-Nya kepada manusia untuk bangkit. Wahyu Tuhan dibawa turun ke bumi oleh Jibril dan disebarluaskan oleh Nabi Muhammad ke seluruh penjuru alam.
Menjelang diangkatnya Nabi Muhammad menjadi rasul, dunia berada dalam krisis dan kemerosotan moral akut. Kebodohan, perampokan, penindasan, kerusakan sosial, kebebasan tak terkendali, diskriminasi dan ketidakadilan, dicampakkannya akhlak dan kemanusiaan, saat itu menguasai seluruh manusia di muka bumi.
Jazirah Arab khususnya Hijaz dari sisi kebudayaan, politik, ekonomi dan sosial adalah wilayah yang mengalami kondisi paling buruk kala itu. Perempuan Arab bukan hanya tidak terpenuhi hak-hak dasarnya, bahkan diperjualbelikan layaknya barang. Anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup.
Sebagaimana dijelaskan dalam Surat An Nahl ayat 58-59, "Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu".
Al Quran di banyak ayat menjelaskan tujuan pengangkatan Nabi Muhammad. Tujuan paling mendasar Mab'ats adalah menyeru manusia kepada tauhid dan penyembahan Tuhan yang esa, dan menolak segala bentuk syirik dan thagut. Di ayat ke 36 Surat An Nahl, Allah Swt berfirman, "Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu".
Pada kenyataannya, tugas terpenting nabi-nabi Tuhan adalah memberantas kebodohan, kepalsuan dan standar-standar yang salah, lalu menggantinya dengan nilai-nilai Ilahi. Tujuan penting lain pengangkatan Nabi Muhammad adalah menegakkan keadilan di tengah masyarakat.
Para nabi diangkat untuk menerapkan hukum Tuhan dan menegakkan keadilan sehingga kehidupan manusia kental dengan nilai Ilahi. Dalam Surat Hadid ayat 25, Allah Swt berfirman, "Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan".
Rasulullah Saw menyebut tujuan terpenting Mab'ats adalah menyempurnakan akal dan pikiran manusia, karena tauhid dapat diterima jika umat manusia meningkatkan level berpikirnya. Manusia yang lalai atas kekayaan berharganya itu, bisa saja menyembah batu atau bunga, namun manusia-manusia agung dan ahli berpikir yang berhasil mengungkap sumber penciptaan, akan mensyukuri pencipta seluruh benda itu.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda, Allah Swt tidak mengangkat seorang nabi dan rasul kecuali untuk menyempurnakan akal dan kemampuan berpikir manusia, oleh karena itu para nabi dan rasul harus memiliki kemampuan berpikir yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, Mab'ats adalah dimulainya kebangkitan Islam dan sumber peradaban serta kebudayaan Islam, juga terbentuknya sebuah masyarakat Islam yang bersatu. Dari sini, tidak ada gerakan apapun yang bisa dibandingkan dengan gerakan Islam. Realitasnya, Mab'ats adalah perubahan di seluruh masyarakat manusia dan menunjukkan bahwa masyarakat paling terbelakang sekalipun yang takut akan perubahan dalam tradisi dan kebiasaannya, bisa meraih puncak keutamaan manusia.
Hasil perjuangan dan jihad Nabi Muhammad selama 23 tahun begitu kokoh dan berakar sehingga dalam waktu yang tidak lama, Muslimin di puncak kemuliaannya, berhasil membangun pondasi peradaban agung di dunia. Nabi Muhammad sebagai utusan terakhir Tuhan, adalah yang paling sempurna dan menunjukkan jalan kebahagiaan yang paling lengkap bagi generasi umat manusia. Maka setiap kali manusia menerima pengetahuan yang bersumber dari Nabi Muhammad, keburukan akhlak akan tercabut dari masyarakat dan ia akan menyaksikan dunia lebih indah.
Nabi Muhammad sebagai pembawa pesan Islam, dalam waktu tidak terlalu lama mampu mengubah kondisi masyarakat yang jumud dan liar, dan setelah 13 tahun beliau mendirikan sebuah pemerintahan yang berlandaskan ilmu pengetahuan, keadilan, tauhid, spiritualitas dan akhlak.
Ketika terbuka kesempatan untuk mendirikan sebuah pemerintahan Islam pasca hijrah beliau dari Mekah ke Madinah, Nabi Muhammad langsung membangun semangat persaudaraan di tengah Muslimin dan menyingkirkan seluruh perbedaan, perpecahan serta permusuhan dari mereka.
Kemudian Nabi Muhammad mempersenjatai mereka dengan ilmu pengetahuan. Ia mewariskan sebuah ajaran kepada umat manusia yang selalu menjamin kebahagiaan mereka. Dengan pengangkatannya, Rasulullah Saw melakukan revolusi mendasar dalam pemikiran dan nilai-nilai sosial, dan menyeru umat manusia kepada cinta, kemanusiaan, kasih sayang, iman dan keadilan.
Mab'ats
Will Durant, sejarawan dan filsuf terkenal Amerika menulis, jika kita mengukur tingkat pengaruh manusia besar ini di tengah masyarakat, harus kita katakan bahwa Muhammad adalah salah satu tokoh sejarah terbesar umat manusia. Dia berjuang meningkatkan level pengetahuan dan akhlak sebuah kaum yang liar karena pengaruh ekstremnya cuaca dan keringnya gurun pasir, sehingga menjadi umat yang satu.
Ia dikaruniai kemampuan yang lebih baik dari para reformis dunia. Sedikit orang, kecuali dia yang dapat memahami bahwa seluruh cita-citanya dapat dicapai melalui jalan agama, karena ia meyakininya. Dari kaum penyembah berhala dan bertebaran di gurun pasir, terbentuklah sebuah umat yang satu.
Ia membawa agama yang lebih baik dan lebih tinggi dari agama Yahudi, Kristen, dan agama-agama kuno Arab. Ajaran yang sederhana, jelas dan kokoh ditopang spiritualitas yang berlandaskan keberanian dan anti-rasis yang selama satu generasi berhasil memenangkan 100 peperangan. Dalam seabad berhasil membangun imperium besar dan luas, dan di masa kita merupakan kekuatan penting yang menancapkan pengaruhnya di setengah dunia.
Secara umum dapat dikatakan bahwa Rasulullah Saw dengan pengangkatannya berhasil memberikan kehidupan baru di semua bidang kemanusiaan. Manusia bahagia adalah yang menerima seruan kepada kehidupan ini.
Sebagaimana disebutkan Al Quran dalam Surat Al Anfal ayat 24, "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan".
Mayoritas Penduduk Palestina di al-Quds Timur Hidup Miskin
Data resmi menunjukkan bahwa 75 persen warga Palestina yang tinggal di al-Quds timur di bawah garis kemiskinan.
Seperti dlansir Mehr News mengutip Pusat Informasi Palestina, sejak Intifada Pertama pada tahun 1987, ekonomi di wilayah al-Quds timur sedikit tumbuh dan bahkan berkembang bersamaan dengan Intifada Kedua tahun 2000, namun pembangunan tembok rasis oleh rezim Zionis Israel antara tahun 2005 dan 2006 di Tepi Barat telah menjadi pukulan besar terhadap ekonomi kota tersebut.
320.000 warga Palestina tinggal di al-Quds timur, yaitu 36 persen dari semua penduduk kota al-Quds.
Berdasarkan data resmi Palestina, tingkat pengangguran warga Palestina penduduk al-Quds adalah 25 persen, di mana rata-rata pendapatan mereka sekitar 1000 dolar, yaitu kurang dari setengah biaya hidup di kota yang diduduki Israel itu.
Rezim Zionis mengklaim bahwa pembangunan tembok pembatas bertujuan untuk keamanan, namun warga Palestina membantah klaim tersebut, dan meyakini bahwa pembangunan tembok itu bertujuan untuk memutus hubungan ratusan desa dan menduduki ribuan hektar tanah milik rakyat Palestina.
Warga Inggris Menentang Serangan ke Suriah
Sebuah survei baru mencatat bahwa serangan militer ke Suriah hanya didukung oleh seperempat warga Inggris.
Seperti dilansir surat kabar The Independent, survei BMG Research yang dirilis hari Ahad (15/4/2018) menunjukkan hanya seperempat warga Ingggris mendukung tindakan pemerintah dalam berkoalisi dengan AS untuk menyerang Suriah.
"Hanya 28 persen responden setuju dengan serangan rudal dan udara Inggris ke Suriah, sementara 36 persen menentangnya," kata BMG Research.
Sebanyak 26 responden tidak menentang atau mendukung dan 11 persen lainnya tidak memiliki pendapat.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa Perdana Menteri Theresa May tidak mampu meyakinkan warganya terkait tindakan militer ke Suriah.
BMG Research melakukan jajak pendapat antara tanggal 10-13 April 2018. Sebanyak 1.562 responden berpartisipasi dalam survei ini.
Amerika bersama Inggris dan Perancis, menggempur kota Damaskus dan Homs, Suriah pada Sabtu dini hari.
Putin Kirim Pesan untuk KTT Liga Arab di Dammam
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah pesan untuk KTT Liga Arab di kota Dammam, Saudi, menyerukan partisipasi negara-negara Arab regional dalam proses mencapai solusi politik di Suriah.
Seperti dilansir Farsnews, Ahad (15/4/2018), Putin dalam pesannya itu berharap agar Rusia dan negara-negara Liga Arab dapat bekerjasama dalam sebuah proses mencari solusi politik, program rekonstruksi, dan penyelesaian krisis di Irak dan Suriah.
Dia menyatakan kesiapan Rusia untuk bekerjasama dengan Liga Arab dalam upaya membantu Irak dan Suriah pilih dari perang yang berlarut-larut, dengan tetap menghormati kedaulatan negara-negara Arab.
"Sangat penting untuk terus memerangi terorisme di kawasan ini, tetapi juga penting menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara Arab," tegas Putin.
Mengacu pada konflik antara Palestina dan rezim Zionis, Putin menuturkan bahwa mustahil menciptakan perdamaian abadi di Timur Tengah tanpa menemukan solusi mendasar untuk isu Palestina.
KTT Liga Arab ke-29 dimulai hari ini di Dammam di tengah perselisihan internal antara negara-negara Arab. Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir telah memutuskan hubungan mereka dengan Qatar.
Liga Arab juga masih menangguhkan keanggotaan Suriah di organisasi itu.
Assad: Serangan AS ke Suriah, Tindakan Permusuhan
Presiden Suriah mereaksi serangan militer Amerika Serikat, Inggris dan Perancis ke negaranya dan menegaskan bahwa Suriah tidak memiliki arsenal kimia.
Bashar al-Assad menekankan hal itu dalam pertemuan dengan beberapa anggota parlemen Rusia di Damaskus, ibukota Suriah seperti dilansir FNAmengutip jaringan televisi al-Mayadeen Lebanon, Minggu (15/4/2018).
Ia menilai serangan AS, Inggris dan Perancis ke Suriah sebagai langkah permusuhan.
"Serangan ini tidak menghasilkan apapun kecuali persatuan dan tekad rakyat Suriah dalam memerangi terorisme di Suriah dan menumpas mereka," ujarnya.
Berdasarkan laporan tersebut, seorang anggota parlemen Rusia mengutip Assad mengatakan, unit pertahanan udara Suriah menunjukkan efektifitasnya dalam menangkis serangan udara AS, Inggris dan Perancis, oleh karena itu, rakyat Suriah tidak lagi takut dengan serangan negara-negara Barat.
Militer AS, Inggris dan Perancis meluncurkan lebih dari 100 rudal ke posisi Suriah di sekitar kota Damakus pada Sabtu dini hari dan unit pertahanan udara Suriah berhasil menembak jatuh 71 rudal.
Serangan tersebut dilancarkan atas dasar klaim penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah di kota Douma. Tuduhan tanpa bukti ini telah dibantah oleh pemerintah Damaskus.
Tudingan Barat dilontarkan ketika semua stok senjata kimia yang dimiliki Suriah telah dihancurkan setelah negara ini bergabung dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada tahun 2013, bahkan penghancuran senjata kimia Suriah juga dilakukan di bawah pengawasan negara-negara dan organisasi internasional termasuk AS dan PBB.
Klaim penggunaan senjata kimia juga dilontarkan ketika militer Suriah mencapai berbagai kemenangan dalam menumpas kelompok-kelompok teroris dukungan Barat.
Peran Iran-Indonesia Penting untuk Wujudkan Peradaban Baru Islam
Sekretaris Jenderal Forum Ahlul Bait Dunia, Ayatullah Mohammad Hassan Akhtari mengatakan, Iran dan Indonesia dapat menciptakan dasar-dasar bagi peradaban baru Islam.
Dia menyampaikan hal itu dalam sebuah Seminar The Standards of Modern Islamic Civilization, yang digelar oleh Universitas Mazhab Islam dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang di Tehran, Ahad 915/4/2018).
Mengacu pada kapasitas yang dimiliki oleh Iran dan Indonesia, Ayatullah Akhtari menambahkan, Pemimpin Besar Revolusi Islam telah mengibarkan bendera peradaban baru Islam dan menyerukan kaum Muslim untuk bergerak di jalan ini.
"Bangsa Indonesia dan Iran dapat memainkan peran mereka lebih dari yang lain di jalan ini," ujarnya.




























