کمالوندی

کمالوندی

Senin, 01 Februari 2016 09:43

Krisis Imigran dan Kesepakatan Schengen

Krisis imigran telah mengundang keprihatinan para pemimpin Eropa. Krisis itu bisa mengancam kesepakatan bebas visa di zona Schengen jika Uni Eropa tidak dapat memecahkannya. Di sisi lain, Inggris ingin keluar dari Uni Eropa karena perselisihan terkait buruh migran di samping masalah-masalah lain.

Dalam hal ini, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi dalam satu komentarnya mengatakan Uni Eropa terancam bubar. Dia menegaskan bahwa Eropa modern kini menghadapi ujian sulit dalam menyelesaikan krisis pengungsi dan sekarang menyaksikan era yang paling sulit dalam sejarah Eropa.

Renzi juga memperingatkan tentang upaya-upaya untuk menghapus zona Schengen dan Uni Eropa. "Italia berjanji akan berusaha untuk mencegah bubarnya kesepakatan Schengen dan persatuan Eropa," tegasnya.

Agenda utama kunjungan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk ke Inggris pada Ahad lalu, juga untuk membahas masalah pengungsi. Namun, pemerintah konservatif Inggris justru lebih mengkhawatirkan gelombang kedatangan buruh migran dari negara-negara lain Eropa, khususnya dari wilayah Eropa Timur seperti Polandia.

Pemerintah Inggri ingin mengubah sistem pembayaran kesejahteraan buruh migran dari negara-negara Eropa dan ini merupakan salah satu tuntutan London dalam negosiasi ulang dengan Uni Eropa. London ingin agar para buruh migran yang memasuki Inggris harus menunggu empat tahun untuk memperoleh dana kesejahteraan.

Brussels menerima tuntutan tersebut dengan catatan London harus bisa membuktikan bahwa mereka sedang dalam masalah keuangan serius dan tidak mampu melakukan pembayaran seperti itu.

Masalah pengungsi tampaknya telah menjadi tantangan besar bagi Uni Eropa, mereka menghadapi gelombang pengungsi dari luar wilayah Eropa dan juga pergerakan buruh migran dari negara-negara miskin di Eropa Timur menuju ke wilayah Eropa Barat terutama Inggris.

Krisis pengungsi mendorong sejumlah negara anggota kesepakatan Schengen untuk menangguhkan pelaksanaan perjanjian itu dan mereka memperketat kontrol perbatasannya. Kebijakan itu diambil untuk menghalau arus pengungsi ke negara-negara Eropa dan juga meningkatnya keprihatinan pemerintah Eropa tentang potensi penyusupan anasir teroris di zona Schengen.

Karena adanya hubungan antara peningkatan ancaman terorisme dan arus pengungsi ke negara-negara Eropa, para pemimpin Eropa sekarang berselisih tentang cara menangani pengungsi dan perang melawan terorisme.

Situasi ini membuat masa depan kesepakatan Schengen sebagai salah satu simbol persatuan di Uni Eropa terancam bubar. Sebab, salah satu cara memerangi teroris adalah meningkatkan kontrol terhadap perbatasan dan mengawasi orang-orang yang bergerak di wilayah Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel juga menyeru semua negara Uni Eropa untuk melindungi perbatasan mereka dengan lebih baik. Ia menilai hal itu penting dilakukan karena alasan keamanan. Merkel memperingatkan bahwa kegagalan kesepakatan Schengen dan penutupan perbatasan nasional di Eropa akan membawa dampak negatif bagi seluruh Uni Eropa.

Tuntutan Inggris untuk membatasi arus buruh migran dari negara-negara lain Eropa juga sama seperti penolakan terhadap beberapa prinsip dasar Uni Eropa, termasuk pergerakan bebas manusia dan penghapusan diskriminasi di antara warga Eropa. Jika tuntutan ini diterima, Uni Eropa sendiri berarti sedang melanggar prinsip-prinsip utama pembentuk organisasi itu.

Eropa secara umum sedang menghadapi dua tantangan besar, tapi saling terkait yakni krisis pengungsi dan ancaman terorisme serta tuntutan Inggris dan ancaman negara itu untuk keluar dari Uni Eropa.

Aparat keamanan rezim Zionis Israel menembak mati seorang warga Palestina di Tepi Barat.

Menurut Qodsna, seorang pemuda Palestina gugur syahid pada Senin (1/2/2016) setelah ditembak oleh aparat keamanan Israel di dekat pos pemeriksaan Jabbarah di selatan Tulkarem, Tepi Barat.

Pada Minggu, Amjad Sukari Abu Omar, 30 tahun, juga gugur syahid ditembak mati oleh polisi Zionis di pos pemeriksaan, Beit El di Tepi Barat.

Sejak awal bulan Oktober 2015 hingga sekarang, lebih dari 170 warga Palestina termasuk 31 anak dan tujuh perempuan, gugur syahid di tangan aparat keamanan Israel.

Sebuah pusat studi menyebutkan, selama bulan Januari 2016, puluhan warga Palestina gugur syahid, ratusan lainnya ditangkap dan 50 rumah dihancurkan oleh pihak berwenang rezim Zionis Israel.

Menurut Pusat Informasi Palestina, Pusat Studi Abdullah Hourani pada Minggu (31/1/2016) mengumumkan, di bulan pertama tahun 2016, 22 warga Palestina termasuk enam anak gugur syahid ditembak mati oleh aparat keamanan Israel dan diserang oleh para pemukin Zionis.

Pusat studi tersebut menambahkan, tiga dari Syuhada tersebut gugur di Jalur Gaza, satu orang di wilayah Palestina pendudukan tahun 1948 dan 18 lainnya gugur syahid di Tepi Barat.

Disebutkan pula bahwa rezim Zionis hingga sekarang masih menahan 10 jenazah Syuhada dari kota al-Quds dan tidak bersedia menyerahkan kepada keluarga mereka. Tindakan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Selama bulan Januari 2016, aparat keamaan Israel juga menangkap 460 warga Palestina dan menghancurkan 11 properti milik warga Badui.

Selain itu, Israel telah menghancurkan 50 rumah dan properti perdagangan dan industri milik warga Palestina di kota al-Quds, al-Khalil, Ramallah, Nablus dan Tubas pada bulan Januari.

Sementera itu, Intifada al-Quds yang meletus sejak awal bulan Oktober 2015 hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 170 warga Palestina.

Senin, 01 Februari 2016 09:33

Parlemen Baru Myanmar Memulai Aktivitasnya

Parlemen baru Myanmar dilaporkan telah memulai aktivitasnya. Sidang pertama parlemen negara ini digelar dua hari pasca berakhirnya periode parlemen sebelumnya.

Sebagian besar anggota parlemen baru adalah anggota dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, di mana NLD meraih 80 persen kursi parlemen.

Seperempat kursi parlemen diduduki oleh militer Myanmar. Berdasarkan undang-undang, militer memainkan peran yang menentukan dalam menetapkan menteri-menteri kunci pemerintah.

Salah satu tugas utama parlemen baru adalah memilih presiden. Thein Sein, Presiden Myanmar akan melepaskan jabatannya pada bulan Maret.

Menurut konstitusi Myanmar, Suu Kyi tidak bisa mencalonkan diri sebagai presiden karena terdapat pasal yang menetapkan seseorang tidak bisa menjadi presiden jika memiliki anak berstatus "warga asing."

Suu Kyi memiliki dua anak dengan status "warga asing" karena pernah menikah dengan Michael Aris, seorang warga Inggris. Upayanya untuk mengubah konstitusi pada tahun lalu juga tidak berhasil.

Namun pemimpin partai NLD itu mengatakan bahwa ia akan menggunakan pengaruhnya dan pengaruh partainya melalui presiden baru.

Pentagon mengakui serangan udara Amerika Serikat di Suriah dan Irak menewaskan warga sipil kedua negara itu.

IRNA (23/1) melaporkan, Airwars, lembaga yang memonitoring serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah mengatakan, hingga kini 824 dari 2422 warga sipil Irak dan Suriah tewas akibat serangan udara Amerika.

Airwars menulis, petinggi Pentagon secara tiba-tiba memutuskan untuk menyampaikan pengakuan lebih banyak terkait kasus-kasus tersebut.

Sementara itu, situs berita The Daily Beast mengutip laporan Airwars menjelaskan, pasukan koalisi Amerika sejak setahun lalu, melancarkan 10 ribu serangan udara ke posisi ISIS di Irak dan Suriah.

Petinggi Pentagon yang selama ini selalu menutupi soal tewasnya warga sipil dalam serangan udaranya, tiba-tiba mengkonfirmasi kematian warga sipil Irak dan Suriah akibat serangan-serangan udara mereka.

Pentagon mengaku sudah mengambil keputusan untuk mempublikasikan data-data terbaru korban sipil akibat serangan udaranya, pekan depan.

Menurut Airwars, berdasarkan informasi yang diperoleh dari beberapa pejabat tidak dikenal, Kemenhan Amerika akan segera mengungkap detail 14 kasus serangan yang menewaskan warga sipil di Irak dan Suriah.

Hingga kini petinggi Kemenhan Amerika mengakui 21 kasus serangan udara yang menewaskan warga sipil di Irak dan Suriah.

Sumber-sumber media mengabarkan masuknya pasukan Amerika Serikat, Inggris dan Rusia ke Libya dengan dalih mendukung pemerintahan baru negara itu.

Situs surat kabar Al Sharq Al Awsat (23/1) melaporkan, pasukan Amerika, Inggris dan Rusia, dengan dalih untuk mendukung pemerintah baru negara itu, Sabtu (23/1) tiba di pangkalan militer Gamal Abdul El Nasser di Selatan Tobruk dan ada kemungkinan pasukan Perancis segera menyusul.

Kota pesisir pantai Tobruk di Timur Libya adalah markas parlemen konstitusional negara itu dan sejumlah pertemuan digelar di sana.

Di sisi lain, sekelompok tentara Amerika ditempatkan di Barat Tripoli, ibukota Libya, lokasi yang menjadi pusat pemerintahan rival parlemen.

Saksi mata mengatakan, sejumlah tentara yang masuk ke Libya dalam tiga pekan terakhir, mencapai 500 orang.

Joseph Dunford, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika, Jumat (22/1) mengumumkan, untuk menghentikan perluasan dan semakin kuatnya ISIS di Libya, dibutuhkan sebuah langkah militer cepat.

Sekretaris Jenderal Organisasi Badr, Irak yang juga salah satu petinggi pasukan sukarelawan rakyat Irak, menilai serangan teror ke masjid-masjid Ahlu Sunnah di Provinsi Diyala, sebagai konspirasi.

Stasiun televisi Al Mayadeen, Lebanon (23/1) melaporkan, Hadi Al Ameri, Sekjen Organisasi Badr meminta pemerintah Irak untuk membentuk sebuah komite yang mengakomodir kepentingan seluruh pihak terkait, untuk menyelidiki serangan teror ke kota Al Muqdadiyah dan membantah keterlibatan pasukan rakyat Irak dalam serangan tersebut.

Al Ameri juga menyinggung upaya beberapa kalangan untuk menyudutkan pasukan sukarelawan rakyat Irak.

"Hal itu dilakukan padahal tidak ada satupun tentara rakyat baik Syiah maupun Sunni yang tinggal di dalam kota dan wilayah Provinsi Diyala. Pada kenyataannya, pasukan sukarelawan rakyat Irak hanya mengontrol wilayah-wilayah penting yang kerap dilalui dan tinggal di desa-desa terpencil," ujarnya.

Terkait hubungan antara statemen provokatif yang disampaikan beberapa anggota Parlemen Irak, dengan serangan teror di Diyala, Al Ameri menuturkan, semua pengungsi harus dipulangkah ke provinsi ini, pasalnya pembebasan Irak hanya bisa dilakukan dengan pemulangan para pengungsi.

Ia menegaskan, pasukan sukarelawan rakyat Irak akan mengerahkan seluruh perlengkapan, strategi dan kerja untuk memulihkan ketenangan di Provinsi Diyala dan mencegah kembalinya ISIS ke provinsi itu.

Kota Al Muqdadiyah pekan lalu menjadi sasaran serangan para teroris, dan sejumlah masjid Ahlu Sunnah dibom.

Nabi Yusuf as memiliki kehidupan yang penuh liku-liku. Terkait kisah kehidupannya, al-Quran menyebutnya sebagai "Ahsan al-Qashash" yakni kisah-kisah yang terbaik.

Yusuf as pada masa kecil dimasukkan ke dalam sumur karena hasut dan kebencian saudara-saudaranya. Tapi ia selamat karena pertolongan Allah. Kemudian ia tinggal di dalam istana gubernur Mesir sebagai budak. Istri gubernur Mesir jatuh cinta kepada Yusuf dan menyiapkan segala jebakan dan sarana dosa bagi Yusuf. Namun dengan kekuatan iman Yusuf menjauhinya. Atas tuduhan kesucian dan menjaga kesucian, Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Karena kesabarannya, Allah menjadikan penjara sebagai tangga kesuksesannya dan dari situlah Yusuf menjadi pemimpin Mesir. Kisah detilnya demikian:

Zulaikha duduk menyendiri. Ia berpikir bagaimana caranya menyampaikan rahasia cintanya. Zulaikha mengkhawatirkan Yusuf. Karena Yusuf adalah pemuda yang benar-benar suci dan beriman. Yusuf benar-benar jujur dan beramanat dalam menjalankan pengabdiannya. Zulaikha tahu bahwa menjebak manusia-manusia beriman ke dalam nafsu setan benar-benar pekerjaan yang berat dan sulit. Melihat kondisi ini, setiap hari Zulaikha mencari trik untuk mendekatkan Yusuf kepada dirinya.

Hari itu gubernur Mesir tidak ada di rumah. Dengan sebuah alasan, Zulaikha meminta Yusuf untuk menemuinya dan pada saat itu pula pintu ditutup. Yusuf yang masih muda keheranan dan berkata, "Aku berlindung kepada Allah. Dia-lah yang mengasuh aku dan Dia-lah yang memberikan aku kedudukan yang baik."

Tahukah kamu, orang yang zalim tidak akan bahagia. Kemudian Yusuf segera menuju ke arah pintu.

Akal dan kepekaan hati Zulaikha sudah dikuasai oleh keinginan hawa nafsunya. Ia segera mengejar Yusuf dan menarik bajunya. Baju Yusuf robek dan pada saat itu pula gubernur Mesir datang.

Zulaikha menjadi pucat pasi dan ketakutan. Tapi segera sadar dan dengan tipu muslihat berkata, "Wahai gubernur Mesir! Yusuf tidak menjaga kehormatan istrimu. Apa balasan orang yang berniat buruk kepada istrimu, selain harus masuk penjara atau mendapatkan siksaan yang pedih." (Yusuf: 25)

Dengan takjub Yusuf berkata, "Tidak demikian! Istri Anda yang memanggil saya dan baju saya sebagai saksi kebenaran ucapan saya."

Dengan penuh rasa tidak percaya gubernur Mesir memandang keduanya. Ia mengenal Yusuf dengan baik dan tidak bisa mempercayai apa yang diklaim istrinya. Wajah gubernur Mesir memerah. Orang yang menjadi saksi kejadian itu berkata, "Dengan sedikit berpikir, bisa memahami hakikat. Bila baju Yusuf robek pada bagian depan, maka Yusuf adalah orang yang berdosa. Tapi bila baju Yusuf robek pada bagian belakang, maka istri Anda yang berbohong."

Gubernur Mesir mengetahui pengkhianatan istrinya. Karena dia mencintai istrinya, gubernur Mesir meminta istrinya agar bertaubat dan meminta Yusuf agar tidak menceritakan kejadian ini kepada orang lain. Namun kecintaan Zulaikha kepada Yusuf sedikit demi sedikit menyebar di kalangan wanita bangsawan Mesir. Semuanya mencaci Zulaikha dan menganggapnya benar-benar sedang berada dalam kesesatan. Karena Zulaikha sudah merasa terhina di depan mata Yusuf, ia menyiapkan sarana untuk memenjarakan Yusuf agar merasakan kesengsaraan. Pada saat itu Yusuf mengangkat tangannya dan berdoa:

"Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh". (Yusuf: 33)

Allah mengabulkan doa Yusuf yang disampaikan dari lubuk hatinya yang paling dalam. Ia bertahun-tahun berada di dalam penjara. Tapi akhirnya terbukti tidak berdosa dan semuanya tahu akan kesucian dan kelayakannya. Dan Yusuf kembali lagi mendapatkan posisi mulia di sisi gubernur Mesir.

Poin penting dan indah dari kisah yang dinukil dari surat Yusuf ini adalah ucapan Yusuf yang menilai bahwa hanya tawakal kepada Allah dan pertolongan-Nya yang menjadikan manusia lepas dari godaan hawa nafsu, seraya berkata:

"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yusuf: 53)

Jumat, 22 Januari 2016 18:07

Datangkan Malaikat!

Ash bin Wail merupakan musuh bebuyutan Rasulullah Saw dan termasuk orang yang paling banyak mengganggu Rasulullah. Ash dan teman-temannya selalu mengejek Rasulullah dan mengatakan, “Hai Muhammad! Apakah Tuhan tidak menemukan seseorang selain engkau untuk menyampaikan risalah? Di Mekah banyak orang yang lebih tua darimu dan lebih kaya. Kalau memang ucapanmu benar, datangkanlah malaikat sehingga ia membenarkan kenabianmu dan menjadi penolongmu.”

Mereka mengatakan, “Muhammad tidak mengucapkan kata-kata ini dari dirinya sendiri dan ada yang mengajarkan kepadanya.” Dan mereka menyebutnya guru gila.

Ash mengatakan, “Muhammad tidak punya anak lelaki. Karena itulah nama dia tidak akan abadi.”

Rasulullah merasa sedih dengan penghinaan ini. Namun saat itu Allah menurunkan surat Kautsar untuk beliau sehingga membuat Rasulullah Saw gembira.

Rasulullah Saw memiliki beberapa anak lelaki dan semuanya meninggal ketika masih kecil antara lain; Ibrahim dan Qashim.

Arti surat Kautsar; Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.