کمالوندی
Kesabaran Imam Hasan as, Mukaddimah Kebangkitan Karbala
Pada hari ini, Imam Hasan al-Mujtaba as, gugur syahid secara mazlum di tangan istrinya. Berdasarkan catatan sejarah, Muawiyah memberikan 1.000 dirham kepada JaÔÇÖdah, istri Imam Hasan dan berpesan bahwa jika Imam Hasan as terbunuh maka JaÔÇÖdah akan dinikahkan dengan putranya Yazid bin Muawiyah. JaÔÇÖdah pun┬á memenuhi permintaan Muawiyah dan meracuni Imam Hasan as.
 
Setelah Imam Hasan as gugur syahid, Imam Husein as memandikan dan mengkafani jenazah saudaranya dan meletakkannya dalam sebuah peti, serta memenuhi wasiat terakhirnya, agar Imam Hasan as dimakamkan di sisi Rasulullah Saw. Akan tetapi pasukan Bani Umayah menghadang iring-iringan pelayat Imam Hasan as dan kemudian dengan sangat keji mereka menghujani iring-iringan pelayat itu dengan anak panah. Setelah peristiwa itu, jenazah Imam Hasan as dimakamkan di kompleks pemakaman BaqiÔÇÖ.
 
Kezaliman tersebut, merupakan puncak kekurang-ajaran dan penistaan terhadap jenazah Imam Hasan as, yang Rasulullah Saw pernah bersabda, ÔÇ£Hasan adalah bunga harumku, ya Allah, aku mencintainya maka cintailah dia dan cintailah mereka yang mencintainya.ÔÇØ
 
Berabad-abad berlalu dari musibah besar itu akan tetapi pedihnya luka sayatan atas keterasingan dan kemazluman Imam Hasan as, masih tetap segar di hati Muslim dan para pecinta Ahlul Bait as. Apa yang tercatat dalam sejarah tentang masa-masa akhir kehidupan Imam Hasan as, akan membuat siapa pun terkesima akan kesabaran dan ketabahan hati beliau. 
 
Imam al-Mujtaba as bahkan bersabar di hadapan kezaliman dan kejahatan pembunuhnya dan meminta saudaranya (Imam Husein as) untuk tidak berusaha menghukumnya. Diriwayatkan bahwa ketika detik-detik akhir kesyahidan Imam Hasan as telah dekat, beliau berpesan kepada saudaranya, ÔÇ£Wahai saudaraku! Segera aku akan berpisah denganmu dan menjumpai Tuhanku. Mereka telah meracuniku; aku tahu siapa yang melakukan ini kepadaku dan dari mana asal kezaliman ini; aku akan menuntunya di hadapan Allah kelak; tapi sumpah demi hakku terhadapmu, aku ingin kau tidak mengejar peristiwa ini dan pelakunya dan nantikanlah qadhaÔÇÖ Allah Swt tentangku.ÔÇØ
 
Salah satu keunggulan akhlak Imam Hasan al-Mujtaba as adalah kesabaran dan ketabahan beliau. Tentang hal ini, banyak kisah dan riwayat yang tercatat dalam sejarah. Sebagai contoh, Marwan, salah seorang musuh bebuyutan Ahlul Bait as, mengaku bahwa kesabaran dan ketabahan Imam Hasan as menandingi kekokohan gunung-gunung.
 
Setelah kesyahidan Imam Ali as, masyarakat berbaiat kepada Imam Hasan al-Mujtaba as. Sejak itulah, Muawiyah memulai aksi-aksi munafiknya serta menyebar isu dan kebohongan guna mempengaruhi opini publik. Dalam upayanya itu  Muawiyah sedemikian sukses sehingga berhasil menyuap sejumlah sahabat Imam Hasan as. Ketika beliau menyadari ketidaksetiaan dan pengkhianatan para sahabatnya, beliau terpaksa berdamai dengan Muawiyah untuk menjaga nyawa dan harta umat Muslim. Oleh karena itu, pemerintahan Imam Hasan as hanya bertahan enam bulan.
 
Perdamaian Imam Hasan as, merupakan salah satu langkah efektif dan sangat bijaksana demi menjaga masyarakat Islam. Pada masa itu, perang internal dalam tubuh umat Islam tidak menguntungkan dunia Islam. Karena imperium Romawi yang telah merasakan pukulan telak dalam perang dengan pasukan Islam, selalu menanti saat yang tepat untuk melancarkan serangan balasan.
 
Di sisi lain, kondisi masyarakat Irak sedemikian rupa sehingga mereka tidak siap mental untuk membentuk pasukan dan bersama dalam barisan Imam Hasan as. Oleh karena itu, terjun ke medan perang dengan pasukan yang tidak siap secara mental tidak akan menghasilkan apapun kecuali kekalahan. Atas dasar itu, Imam Hasan as hanya dapat bersabar menyaksikan kebodohan dan ketidaksadaran masyarakat, serta berdamai dengan Muawiyah demi menjaga dunia Islam.
 
Kepada masyarakat Imam al-Mujtaba berkata, ÔÇ£Bangsa-bangsa berdamai, di saat mereka dicekam kezaliman para penguasa mereka, akan tetapi aku berdamai di saat aku khawatir akan kejahatan sahabat-sahabatku sendiri. Aku menyeru kalian untuk berjihad melawan musuh, kalian tidak bangkit. Aku telah menyampaikan hakikat ke telinga kalian, tapi kalian tidak mendengar dan sekarang belum selesai ucapanku, kalian telah bercerai-berai seperti kaum SabaÔÇÖ, dan dengan kedok saran dan nasihat, kalian saling menipu...ÔÇØ
 
Kesabaran Imam Hasan as tidak hanya terbatas pada hubungan beliau dengan banyak orang, melainkan sifat mulia beliau ini juga telah menyelamatkan dunia Islam dan menjaga nyawa kaum Syiah. Mungkin karena alasan ini pula, kesabaran menjadi sifat paling menonjol Imam Hasan as, mengingat pengaruh dari kesabaran beliau ini masih dirasakan hingga kini.
 
Pada masa pemerintahan Muawiyah, jika Imam Hasan as tidak bersabar dan berdamai dengannya, maka seluruh pondasi Islam terancam bahaya besar. Oleh karena itu, dalam menjawab mereka yang memprotes keputusan berdamai itu, Imam Hasan as berkata, ÔÇ£Aku berdamai demi menjaga darah Muslim. Jika aku tidak berbuat demikian, maka tidak akan tersisa satu Syiah pun di muka bumi ini... celakalah kalian! Kalian tidak tahu apa yang telah aku lakukan, sumpah demi Allah, menerima perdamaian ini lebih baik bagi pengikutku dari apa saja yang matahari menyinarinya dan kemudian terbenam...ÔÇØ
 
Bukan tanpa alasan jika Rasulullah Saw menjelaskan sosok Imam Hasan as dan bersabda, ÔÇ£Jika akal tampil dalam bentuk manusia, maka manusia itu adalah Hasan (as).ÔÇØ
 
Meski beliau dikenal sebagai sosok penyabar, akan tetapi sejarah menjadi saksi bahwa dalam banyak kesempatan dan jika diperlukan, beliau menunjukkan ketegasan dan keberaniannya. Oleh karena itu dalam sejarah hidup Imam Hasan as, kita menyaksikan Imam Hasan as bersikap berani dan sangat tegas hingga menggetarkan seluruh pilar-pilar durjana istana musuh. Meski para musuh telah menyusun rencana sedemikian rupa sehingga Imam Hasan as terpaksa teringkir dari pemerintahan, akan tetapi hal itu tidak membuat Imam tetap bersabar di hadapan kezaliman para penguasa taghut.
 
Di Madinah, misalnya, dalam banyak kesempatan Imam dengan tegas menentang cara-cara tidak islami Muawiyah. Setelah perdamaian dengan Imam Hasan as, Muawiyah menuju Kufah dan di sana, di hadapan khalayak umum, dia lancang menghina Imam Ali as. Namun belum selesai kelancangannya itu, Imam Hasan as berdiri di mimbar dan berkata kepada Muawiyah, ÔÇ£Apakah kau sedang mengolok Amirul Mukminin Ali (as), meski Rasulullah (Saw) telah bersabda tentangnya bahwa barang siapa mengolok-olok Ali (as) maka dia telah mengolokku dan barang siapa mengolokku, maka dia telah mengolok Allah (Swt), dan barang siapa mengolok Allah (Swt), maka Allah akan menjerumuskannya ke neraka untuk selamanya dan mengazabnya.ÔÇØ Kemudian, Imam Hasan as turun dari mimbar dan keluar dari masjid sebagai bentuk protes.
 
Imam al-Mujtaba dengan pandangannya menerawang jauh ke masa depan, rela bersabar menghadapi protes, sindiran dan berbagai ungkapan dari para sahabatnya yang bodoh dan berpikiran dangkal, demi menyelamatkan dunia Islam.┬á Imam Hasan as dengan kesabaran dan ketabahan beliau berusaha membuat masyarakat sadar akan hakikat Muawiyah dan Bani Umayyah. Pada hari pertama setelah perdamaian, Muawiyah telah melanggar kesepakatan. Sampai-sampai Muawiyah dalam sebuah pidatonya mengatakan, ÔÇ£... wahai masyarakat Irak! Aku telah berperang dengan kalian untuk berkuasa atas kalian!ÔÇØ Kemudian dia merobek surat perdamaian dan menginjak-injaknya.
 
Akibat ulah Muawiyah dan pelanggarannya, secara perlahan masyarakat menyadari kekhilafan mereka. Melalui kesabaran beliau, Imam Hasan as memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan sendiri kesewenang-wenangan dan kezaliman Bani Umayyah. Semua itu pada akhirnya mempersiapkan gerakan kebangkitan saudaranya Imam Husein as.  Jika masyarakat tidak mengenal wajah sejati Bani Umayyah, maka tekad dalam gerakan kebangkitan Imam Husein as akan dipersoalkan dan pada akhirnya kebangkitan tersebut tidak pernah terwujud. Dengan demikian, langgengnya Islam adalah berkat kebijaksanaan Imam Hasan as. Menurut Syeikh Razi Ale Yasin, kisah Karbala sebelum menjadi Huseini, adalah Hasani.
25 Desember, Iran Gelar Manuver Militer Besar-besaran
Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran mengatakan, kekuatan Iran di laut, bawah laut, darat, dan udara akan dipamerkan dalam manuver militer dengan sandi "Muhammad Rasulullah (Saw)."
 
 
Laksamana Habibollah Sayyari menegaskan, pasukan Iran akan menampilkan kekuatannya di sektor laut selama manuver "Muhammad Rasulullah" yang akan dimulai pada tanggal 25 Desember.
 
Hal itu dikatakan Sayyari dalam wawancaranya dengan IRNA di pelabuhanJask, selatan Iran, Selasa (23/12).  
 
Ia menambahkan, berbagai jenis kapal, seperti kapal perusak dan kapal selam, rudal, jet tempur, helikopter dan berbagai komponen AL lainnya akan dikerahkan dalam latihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan pasukan ini di berbagai bidang.
  
Manuver dengan sandi "Muhammad Rasulullah" akan digelar dengan slogan menampilkan kekuatan, perdamaian dan persahabatan di bawah bayang-bayang persatuan Islam dan persatuan regional.
 
Latihan militer tersebut rencananya akan dimulai pada Kamis pekan ini dan akan digelar selama enam hari dengan luas kawasan latihan dari timur Selat Hormuz hingga ke Teluk Aden.
 
Unit-unit pasukan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan unit-unit pasukan Angkatan Laut Pasdaran di kawasan, serta berbagai unit pasukan cadangan Basij di Provinsi Sistan Baluchestan, dengan dukungan pasukan Angkatan Udara dan pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya, akan bergabung dalam manuver akbar tersebut.
Larijani: Iran Bertekad Melanjutkan Dukungannya kepada Rakyat Irak
Ketua Majlis (parlemen) Republik Islam Iran mengatakan, Tehran akan terus melanjutkan dukungannya kepada pemerintah dan rakyat Irak dalam kondisi sulit saat ini.
 
 
Ali Larijani kepada wartawan menegaskan, Iran akan membantu pemerintah dan rakyat Irak seperti di masa lalu dalam kerangka mencapai keamanan dan stabilitas di negara Arab ini.
 
Hal itu disampaikan Larijani setelah pertemuannya dengan Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Sistani, Marji Besar Syiah Irak, di Najaf Ashraf, Selasa (23/12).
 
Ketua Parlemen Iran juga menyinggung kemenangan pemerintah dan bangsa Irak serta Suriah dalam melawan teroris, dan mengatakan, media harus bersikap realistis dalam masalah ini, sebab hal ini adalah hak mendasar bagi rakyat Irak dan Suriah.
 
Terkait pertemuannya dengan Ayatullah Sistani, Larijani menuturkan, kami telah membicarakan berbagai persoalan umat Islam yang ditimbulkan oleh teroris di kawasan dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menciptakan stabilitas, keamanan, dan perdamaian di kawasan.
 
Pejabat senior Iran itu menegaskan, Ayatullah Sistani memiliki pandangan mendalam, berguna dan efektif bagi seluruh umat Islam, baik Syiah,  Sunni, maupun Kurdi dan Turmen, dan menurut beliau, upaya menyeluruh harus dilakukan supaya seluruh lapisan masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai.
 
Di bagian lain pernyataannya, Larijani menilai langkah sejumlah negara terkait pengurangan harga minyak sebagai sebuah konspirasi.
 
Ia mengatakan, karena Iran memproduksi dan mengekspor banyak komoditas selain minyak, maka negara ini tidak bergantung hanya pada produksi minyak, dan kondisinya berbeda dengan negara-negara lain.
Militer Afghanistan Gelar Operasi, Ratusan Militan Taliban Tewas
Operasi militer Afghanistan di timur negara itu telah menewaskan ratusan anggota Taliban.
 
 
Mohammad Noman Hatifi, juru bicara militer Afghanistan di timur negara itu kepada wartawan pada Selasa (23/12) mengatakan, operasi militer di sekitar distrik Dangam di Provinsi Kunar yang dimulai beberapa hari lalu telah menewaskan 140 militan Taliban termasuk sembilan orang Pakistan. Demikian dilansir IRNA.
 
Ia menilai Dinas Intelijen Pakistan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekacauan di Afghanistan timur.
 
Hatifi menambahkan, operasi militer Afghanistan di sekitar distrik Dangam untuk menumpas militan Taliban dan anasir Pakistan akan dilanjutkan.
 
Jubir militer Afghanistan lebih lanjut menegaskan bahwa pasukan negaranya sedang membersihkan wilayah itu dari keberadaan militan Taliban dan secepatnya kawasan tersebut akan sepenuhnya bersih.
 
Awal pekan lalu, para pejabat keamanan Provinsi Kunar mengumumkan bahwa sekitar 2.000 anggota Taliban yang mendapat dukungan dari Pakistan, menyerang berbagai wilayah di sekitar distrik Dangam.
Inilah Harapan Ketua Parlemen Iran kepada Arab Saudi
Ketua Majlis (parlemen) Republik Islam Iran mengatakan, Arab Saudi adalah sebuah negara penting di kawasan, namun negara ini harus menggunakan posisi politiknya secara benar.
 
 
Dalam wawancara dengan jaringan televisi Lebanon, al-Mayadeen, di Beirut, Senin (22/12) malam, Ali Larijani, Ketua Parlemen Iran berharap Arab Saudi akan memainkan peran efektif dalam mendukung umat Islam dan persatuan mereka.
 
Ia mengatakan, Iran menerima bahwa Arab Saudi memiliki peran efektif dan penting di negara-negara Islam, namun negara ini harus mengikuti jalan yang benar.
 
Larijani menyatakan harapan bahwa Arab Saudi akan bertindak sebagai pendukung umat Islam dan menjadi faktor pemersatu kaum Muslimin, dan Iran tentunya akan mendukung peran seperti ini.
 
Ketika menyinggung pembicaraan sebelumnya antara para pejabat Tehran dan Riyadh, Larijani mengatakan, Iran dan Arab Saudi berselisih dalam sejumlah isu khususnya mengenai krisis Suriah.
Abu Marzuk: Hubungan Hamas-Iran Tidak Pernah Putus
Anggota senior Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, hubungan antara Hamas dan Republik Islam Iran belum pernah terputus.
 
 
Dalam wawancara dengan kantor berita Turki, Anatolia, Senin (22/12), Musa Abu Marzuk, anggota senior Biro Politik Hamas menyinggung dukungan berkelanjutan Iran kepada rakyat Palestina dan Hamas dalam menghadapi penjajahan rezim Zionis Israel.
 
Ia mengatakan, Iran selalu mendukung bangsa Palestina.
 
"Hamas selalu menegaskan perluasan hubungan dengan Iran, " imbuhnya ketika menyinggung kunjungan terbaru delegasi Hamas ke Tehran, ibukota Iran.
 
Terkait keputusan Pengadilan Umum Eropa yang menghapus Hamas dari daftar organisasi-organisasi teroris, Abu Marzuk menuturkan, sebenarnya keputusan tersebut merupakan kembalinya Eropa dari pendekatan yang salah.
 
Keputusan Eropa sebelumnya yang menempatkan Hamas dalam daftar organisasi-organisasi teroris, kata Abu Marzuk, telah membuka lebih lebar tangan rezim Zionis untuk membantai warga Palestina dan menghancurkan Jalur Gaza.
 
Di bagian lain pernyataannya, anggota Biro Politik Hamas menuturkan, Amerika Serikat harus mengambil contoh dari langkah Uni Eropa dan menghapus Hamas dari daftar organisasi-organisasi teroris.
 
Terkait rekonstruksi Gaza setelah Perang 50 Hari, Abu Marzuk mengatakan, hingga sekarang hanya sejumlah kecil rumah warga Pelestina yang sudah diperbaiki.
 
Abu Marzuk juga menyinggung kesepakatan antara Hamas dan Mahmoud Abbas, Pemimpin Otorita Ramallah, mengenai pembentukan pemerintah persatuan nasional di antara kelompok-kelompok Palestina dan penyelenggaraan pemilu dalam waktu enam bulan ke depan setelah pembentukan pemerintahan itu.
 
Namun ia menyayangkan sikap Otorita Ramallah yang tidak melaksanakan komitmen-komitmennya.
Rahbar: AL Iran harus Tingkatkan Kesiapannya untuk Hadapi Musuh
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menekankan peran Angkatan Laut (AL) Iran dalam melindungi keamanan nasional, dan menyerukannya untuk lebih meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi ancaman musuh.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan para perwira senior AL Iran di Tehran, Ahad (30/11) mengatakan, pasukan AL Republik Islam memainkan peran besar dan penting dalam menjaga keamanan nasional.
Ia menambahkan, AL Iran harus meningkatkan kesiapan dan kemampuan militer serta iman dan semangat pengorbanan mereka untuk memenuhi perannya dalam membela bangsa.
Rahbar menuturkan, ÔÇ£Pelajaran al-Quran kepada kita adalah jika ada semangat perlawanan dan iman yang kuat, bahkan dengan fasilitas dan peralatan yang terbatas sekalipun, masih ada kemungkinan untuk menang dalam melawan musuh.ÔÇØ
Ketika menyinggung perbatasan maritim Iran yang luas dan ancaman musuh terhadap negara itu, Ayatullah Khamenei menuturkan, Angkatan Bersenjata Iran harus mengatasi kekurangannya dan mengembangkan strategi untuk menghadapi ancaman musuh.
Rahbar memuji pengorbanan yang dilakukan oleh AL Iran di berbagai kesempatan, terutama selama perang delapan tahun yang dipaksakan oleh rezim diktator Irak, Saddam Husein terhadap Iran pada tahun 1980-an.
Pesan Persatuan dari Karbala
Gubernur Karbala, Amal Al-Din Al-Har hari Jumat (12/12) menyatakan lebih dari 18 juta orang memasuki kota suci Irak ini sejak 16 hari lalu. Menurut Al-Har, jumlah peziarah yang memperingati Arbain Imam Husein di Karbala tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Dilaporkan, orang-orang Syiah datang dari 60 negara dunia, dan yang terbesar dari Iran, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, Suriah, Al-Jazair, Tunisia dan Mesir. Jumlah tersebut terus bertambah hingga prosesi duka Arbain yang puncaknya berlangsung hari Sabtu, 13 Desember, yang bertepatan dengan 20 Safar.
 
Kementerian pertahanan Irak dalam sebuat pernyataan mengungkapkan keberhasilan militer negeri kisah 1001 malam ini menggagalkan skenario teroris yang menargetkan para peziarah Arbain Imam Husein di Karbala. Intelejen Irak berhasil menemukan lokasi pelontar roket di bukit al-Tar, yang berada di perbatasan provinsi Karbala. Dilaporkan, roket-roket tersebut siap ditembakkan ke arah para peziarah Imam Husein.
 
Falah al-Khafaji, kepala Komisi Keamanan Dewan Provinsi Babil mengungkapkan keberhasilan pengamanan khusus Arbain yang dilakukan berkat kerjasama antara pasukan keamanan, warga dan para peziarah. Ditegaskannya, pada tahap pertama, tentara Irak berhasil membersihkan jalur lalu lintas peziarah menuju haram Imam Husein di Karbala. Sedangkan tahap kedua adalah menjaga keamanan jalur kembali peziarah ke tempat tujuannya masing-masing.
 
Wakil Marja Irak mengapresiasi kesigapan militer negara ini dalam menjaga keamanan peringatan Arbain Imam Husein. Abdul Mahdi al-Karbalai, wakil Khusus Ayatullah Sistani di Karbala dalam khutbah shalat Jumat menyampaikan terima kasih atas kerja keras para pejabat dan pasukan keamanan yang menjaga keamanan Arbain. Ditegaskannya, peningkatan jumlah peziarah, menyebabkan penerapan mekanisme keamanan baru supaya tidak menimbulkan masalah bagi semua pihak terutama para peziarah.
 
Selain dihadiri para peziarah Syiah yang datang dari Irak dan berbagai negara dunia, peringatan Arbain Imam Husein tahun ini juga dihadiri para pemimpin suku Suni Irak. Mereka menegaskan persatuan Islam, dan solidaritas nasional di Karbala. Dilaporkan, para pemimpin suku Sunni dari provinsi Salahuddin,Nainawa, Al-Anbar dan Baghdad hari Jumat memasuki Karbala untuk menangkal konspirasi teroris ISIS, dan menghadiri peringatan duka Arbain Imam Husein.
 
Abdul Husein, Dirjen urusan suku adat Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan, para pemimpin suku adat provinsi Salahuddin, Al-Anbar, Diyala, Kirkuk, Mosul dan sekitar Baghdad datang ke Karbala sebagai bentuk solidaritas nasional untuk menangkal konspirasi yang berupaya menyulut perpecahan di tubuh umat Islam dan bangsa Irak.
 
Haidar al-A'raji, salah seorang kepala suku adat di provinsi Nainawa mengatakan, kehadiran seluruh pemimpin suku adat Irak dalam peringatan Arbain Imam Husein menunjukkan persatuan nasional, dan komitmen rakyat terhadap otoritas agama, terutama Ayatullah Sistani. Kehadiran seluruh pemimpin adat Sunni memebrikan pesan penting kepada kelompok teroris semacam ISIS, Irak tidak bisa dicerai berai, dan Irak adalah milik seluruh bangsa. Inilah bentuk dari persatuan nasional yang direkatkan di Karbala.
Palestina dan Keanggotaan Penuh di PBB
Seorang negosiator Palestina, Saeb Erekat mengatakan bahwa sekarang adalah kesempatan yang tepat untuk mengupayakan keanggotaan penuh Palestina di PBB dengan memperhatikan transformasi regional dan internasional.
Erekat pada Sabtu (13/12/2014) malam menuturkan, ÔÇ£Sebuah proposal untuk keanggotaan Palestina di PBB akan segera kami ajukan. Proposal ini memuat isu-isu penting Palestina, termasuk pembentukan negara merdeka dengan Ibukota Quds, masalah pengungsian, pembangunan distrik Zionis, para tawanan, dan masalah-masalah lain.ÔÇØ
Sementara itu, Duta Besar Palestina di Dewan HAM PBB, Ibrahim Khraishi menyatakan bahwa penyelenggaraan konferensi negara-negara penandatangan Konvensi Jenewa pada Rabu ini merupakan sebuah langkah untuk dukungan internasional kepada bangsa Palestina dan kecaman terhadap tindakan-tindakan rezim Zionis Israel dalam melanggar konvensi.
Pada November 2012, negara-negara anggota PBB menyetujui permintaan para pemimpin Palestina untuk mengakui keberadaan Palestina sebagai sebuah negara dan status Palestina naik menjadi negara pengamat non-anggota. Menyusul kegagalan perundingan Palestina-Israel setelah dua dekade, rakyat Palestina pada 2014 mengajukan keanggotaan di 10 lembaga internasional dan pada April lalu, Palestina ditetapkan sebagai anggota Konvensi Jenewa.
Palestina telah mengajukan permohonan keanggotaan di sejumlah konvensi, perjanjian, dan lembaga internasional. Permohonan itu mendapat respon positif dari masyarakat dunia dan PBB dalam beberapa tahun terakhir. Palestina sekarang telah resmi menjadi anggota di beberapa konvensi dan perjanjian internasional. Fenomena ini mengindikasikan dukungan lebih lanjut dunia terhadap hak-hak bangsa Palestina.
Dengan mengamati perkembangan Palestina selama beberapa tahun terakhir, maka dapat disimpulkan bahwa proses peningkatan posisi Palestina di PBB masih terus berlanjut. Jelas bahwa perjuangan ini tidak lepas dari muqawama bangsa Palestina.
Saat ini, Palestina ingin menyempurnakan proses tersebut dan memperoleh keanggotaan penuh di PBB. Hal ini sejalan dengan upaya mereka untuk membentuk sebuah negara merdeka Palestina dan mendapatkan pengakuan dari masyarakat internasional.
Tahun 2014 juga sudah ditetapkan oleh PBB sebagai Tahun Solidaritas Dunia dengan Bangsa Palestina dan dunia menyaksikan pernyataan dukungan luas negara-negara dunia, termasuk Eropa terhadap masalah pembentukan negara Palestina.
Dukungan luas dunia untuk bangsa Palestina telah menyebabkan Amerika Serikat berada di bawah tekanan, karena Paman Sam ÔÇô sebagai sekutu utama Israel ÔÇô selalu menentang pembentukan negara merdeka Palestina. Dengan memperhatikan sejumlah bukti, AS tampaknya tidak akan memveto resolusi Dewan Keamanan PBB tentang pengakuan resmi Palestina, sebab Washington tengah menghadapi tekanan opini publik dunia.
 
Jika kondisi tersebut benar-benar tercipta, maka hal itu adalah indikasi dari perubahan perimbangan global yang menguntungkan bangsa Palestina. Proses ini tentu saja akan menambah kekhawatiran para pejabat rezim Zionis.
Jutaan Muslim di Arbain Irak Tunjukkan Semangat Anti-Imperialisme
Penasihat urusan internasional, Ketua Majelis Syura Islam Iran menilai konvoi jutaan orang di acara Arbain Imam Husein as di Irak sebagai indikasi adanya semangat anti-imperialisme di dalam diri Muslimin.
Hossein Sheikholeslam, Penasihat urusan internasional Ketua Parlemen Iran kepada Fars News (14/12) mengatakan, "Kehadiran jutaan Muslim di acara konvoi berjalan kaki di acara Arbain Imam Husein as di Irak adalah fenomena luar biasa yang membawa pesan berlanjutnya perlawanan kaum tertindas atas kubu imperialis."
Sheikholeslam menambahkan, "Umat Islam di acara Arbain Imam Husein as menunjukkan kebencian mereka terhadap imperialisme dunia dan perlawanan atas kejahatan serta pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan kubu imperialis."
Penasihat urusan internasional Ketua Majelis Syura Islam Iran juga menyinggung ancaman kelompok teroris dan Takfiri untuk menyerang para peserta konvoi Arbain yang berjalan kaki dari Najaf ke Karbala. "Dengan pengawasan keamanan yang diterapkan, seluruh konspirasi mereka berhasil digagalkan," katanya.
Menurutnya kelompok teroris ISIS tidak boleh terlalu dibesar-besarkan. "Kelompok teroris itu tidak punya banyak kemampuan dan jika Mosul di Utara Irak jatuh, itu bukan karena kemampuan para teroris, tapi karena hasil konspirasi dan kejahatan sebagian anasir Partai Baath," tandasnya.




























