کمالوندی
Senat AS Sahkan Resolusi Dukung Israel Jika Menyerang Iran
Senat Amerika Serikat mengesahkan sebuah resolusi untuk meningkatkan sanksi terhadap Republik Islam Iran dan sekaligus mendukung rezim Zionis Israel jika Tel Aviv menyerang Tehran.
Senat AS pada Rabu (22/5) malam mengesahkan sebuah resolusi yang menuntut dilanjutkannya sanksi terhadap Iran dan bahkan memperketat sanksi-sanksi itu. Demikian dilaporkan FNA mengutip situs Businessweek.
Resolusi yang juga mendukung Israel jika menyerang Iran itu disetujui oleh 99 suara tanpa ada suara yang menentang.
Resolusi tersebut menyatakan, "Washington harus mendukung Tel Aviv sesuai dengan hukum AS dan tanggung jawab konstitusi Kongres untuk mengizinkan penggunaan kekuatan militer jika Israel terpaksa mengambil tindakan militer untuk mempertahankan diri secara sah terhadap program senjata nuklir Iran."
Meski media Zionis tampaknya bahagia dengan pengesahan resolusi itu, namun penggunaan istilah membela diri dengan sah bertentangan dengan orientasi Israel. Pasalnya, makna pembelaan diri tidak mencakup serangan preemptive yang dianut oleh Israel.
Kongres Amerika pada dasarnya ingin menunjukkan loyalitasnya kepada lobi-lobi Zionis dengan resolusi tersebut, namun pada prakteknya mengalami keterbatasan dan tidak sesuai dengan ambisi perang Israel. Padahal para pejabat Tel Aviv memahami bahwa mereka tidak akan mampu menyerang Iran tanpa dukungan milliter Washington.
Bentrokan di Tripoli Berlanjut, Korban Tewas Meningkat
Jumlah korban dalam bentrokan di kota Tripoli, Lebanon utara, meningkat.
Sumber keamanan Lebanon mengatakan, bentrokan keras yang berlangsung pada Rabu (22/5) malam menewaskan enam orang dan melukai 40 lainnya.
Berdasarkan laporan itu, sejak bentrokan meletus pada tanggal 19 Mei, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 14 orang termasuk dua tentara Lebanon. Sementara korban luka-luka mencapai ratusan orang.
Konflik bersenjata itu juga merembet ke beberapa wilayah kota termasuk pusat kota Tropoli.
Sejak meletusnya krisis di Suriah, kota Tripoli di Lebanon utara telah menjadi ajang bentrokan sengit antara pendukung dan penentang pemerintah Damaskus.
Warga di Bab el-Tebbaneh mendukung militan yang memerangi pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, sementara penduduk Jabal Mohsen mendukung Assad.
Salah satu langkah untuk mengurangi konflik tersebut, Departemen Pertahanan Lebanon telah membekukan penerbitan izin senjata di Tripoli.
Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati pada Rabu mengatakan bahwa militer memiliki kewenangan penuh mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengakhiri bentrokan.
Jet Tempur Mirage Taiwan Jatuh
Satu unit jet tempur Mirage militer Taiwan jatuh di perairan negara itu.
Sebagaimana dilaporkan Fars News (20/5) mengutip Xinhua, sebuah jet tempur Mirage 2000 jatuh di perairan Taiwan Senin (20/5) pagi, dalam sebuah latihan.
Menurut informasi media-media lokal, kedua pilot pesawat berhasil menyelematkan dirinya sebelum pesawat jatuh. Namun sampai saat ini, sebab jatuhnya pesawat masih belum diketahui.
Menteri Ekonomi Iran Ikuti Pertemuan Bank Islam di Tajikistan
Menteri Perekonomian Republik Islam Iran mengatakan, Iran adalah salah satu pemilik saham utama di Bank Pembangunan Islam.
Menurutnya, kerjasama-kerjasama Iran dengan Bank Pembangunan Islam dalam beberapa tahun terakhir terutama di bidang penyerapan dan penggunaan pinjaman untuk proyek sangat menguntungkan.
Sebagaimana dilaporkan IRNA (20/5), Shamseddin Hosseini dalam wawancaranya dengan wartawan di kota Dushanbe, Tajikistan menjelaskan, "Proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik, Siah Bishe merupakan salah satu proyek listrik-air kerjasama Iran dan Bank Pembangunan Islam."
Dalam pertemuan terakhir ketua Bank Pembangunan Islam dengan Presiden Iran yang membahas proyek bersama di sektor air dan energi, ditekankan pemanfaatan dan keuntungan volume tiga negara, Iran, Tajikistan dan Afghanistan.
Duta Besar Iran di Tajikistan dalam wawancaranya mengatakan, "Di antara agenda penting Menteri Perekonomian Iran di Tajikistan adalah hadir di pertemuan ke-38 Bank Islam, bertemu dengan Direktur Utama Bank Dunia, menteri-menteri negara-negara berbahasa Persia dan warga Iran yang tinggal di Tajikistan.
Korut Sandera Sebuah Kapal Nelayan Cina
Media-media Cina melaporkan, Korea Utara menyandera sebuah kapal nelayan negara itu beserta seluruh penumpangnya yang berjumlah 16 orang.
Kantor berita resmi Rusia, RIA Novosti sebagaimana dikutip Fars News (20/5) melaporkan, menyusul penyanderaan kapal nelayan Cina oleh Korut, Beijing meminta Pyongyang untuk membebaskan 16 warganya yang ada di atas kapal tersebut.
Para penyendera perahu Cina itu meminta tebusan sebesar 600 Yuan yang setara dengan 980 ribu dolar.
Sementara itu, kantor berita resmi Cina melaporkan, Kedutaan Besar Cina di Pyongyang dalam negosiasinya dengan pemerintah Korut meminta negara itu untuk membebaskan perahu beserta penumpangnya.
Pemilik kapal Cina itu juga dikabarkan ikut disandera.
Petinggi Cina mengatakan, kapal nelayan itu disandera saat tengah memancing ikan di wilayah perairan Cina.
Kapal nelayan Cina itu juga dilengkapi dengan GPS dan sistem pelacak lokasi, Beidou yang mampu mengidentifikasi posisi kapal secara akurat.
Salah satu surat kabar Cina mengklaim, operasi penyanderaan dilakukan oleh militer Korea Utara, pasalnya para penyandera berhasil mematikan sistem GPS dan Beidou kapal dengan cara-cara yang sangat profesional.
Korut Kembali Luncurkan Rudal-rudalnya
Untuk ketiga kalinya militer Korea Utara meluncurkan rudal jarak pendek ke arah laut.
Sebagaimana dikutip Fars News (19/5) dari kantor berita Yonhap, dua hari lalu Pyongyang meluncurkan tiga rudal kendali jarak pendek dan kemarin mereka kembali meluncurkan satu rudalnya dari pantai Timur perairannya ke arah laut Jepang.
Seperti dilaporkan petinggi Seoul, Ahad (19/5) petang waktu setempat, sekali lagi Korea Utara meluncurkan rudalnya.
Korea Selatan menganggap peluncuran rudal Korut provokatif dan mengajak Pyongyang untuk duduk di meja perundingan.
Kementerian Pertahanan Korsel, Sabtu (18/5) menginstruksikan pasukannya untuk bersiaga penuh dan menempatkan rudal-rudal buatan rezim Zionis Israel di sepanjang pantai Laut Kuning.
Sekaitan dengan ini, Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal PBB menunjukkan kekhawatirannya atas digelarnya uji coba rudal Korut dan meminta Pyongyang untuk menghindari aksi-aksi provokatif.
Meruncingnya Ketegangan antara Tunisia dan Gerakan Salafi
Gerakan Salafi Tunisia mengabarkan pembatalan kongres tahunannya, dan pada saat yang sama, pemerintah terus memperketat pengawasan keamanan di negara itu.
Kongres tahunan gerakan Salafi Tunisia rencananya akan digelar pada Ahad (19/5) di kota Qayrawan, akan tetapi pemerintah, Jumat (17/5) mengumumkan, digelarnya kongres Salafi akan mengancam keselamatan dan keamanan sosial negara, oleh karenanya itu ilegal.
Aparat keamanan Tunisia langsung menutup seluruh akses jalan ke kota Qayrawan untuk mencegah pelaksanaan kongres Salafi. Mereka lebih banyak ditempatkan di depan masjid kota Qayrawan daripada tempat-tempat yang lainnya.
Sehubungan dengan itu, media-media Tunisia menilai pelaksanaan kongres Salafi akan menyeret negara ini ke putaran baru kekerasan, dan mereka menunjukkan kekhawatirannya atas masalah ini.
Merespon kondisi yang berkembang, kelompok Salafi, Ansar Al Sharia akhirnya membatalkan acara kongres tahunan yang mereka umumkan di laman jejaring sosial pribadinya.
Kelompok Salafi meminta para pendukungnya untuk membatalkan perjalanan mereka ke sejumlah wilayah di kota Qayrawan, 150 kilometer dari ibukota Tunisia.
Kendati pengawasan keamanan diperketat, namun sebagian aktifis Salafi dikabarkan telah berkumpul di kota Qayrawan.
Sementara itu, ratusan Salafi, Ahad (19/5) menggelar demonstrasi di wilayah Tadhamon, di kota Tunis. Karena khawatir terjadi kekerasan akibat pelarangan digelarnya kongres Salafi, kebanyakan toko-toko di kota Qayrawan tutup.
Para Salafi di wilayah Tadhamon memasang pembatas jalan, membakar ban mobil di jalan-jalan wilayah itu dan melempari polisi dengan batu.
Untuk membubarkan para Salafi, aparat keamanan terpaksa melepaskan tembakan ke udara. Sumber berita Tunisia mengumumkan, aparat keamanan negara itu, Ahad (19/5) menangkap Juru Bicara kelompok Salafi, Ansar Al Sharia.
Alasan ditangkapnya Jubir Ansar Al Sharia karena dia telah melakukan aksi-aksi provokatif untuk menciptakan kerusuhan massa.
Pasca kemenangan revolusi rakyat Tunisia pada tahun 2011 yang ditandai dengan tergulingnya Zainal Abidin bin Ali, gerakan Salafi semakin berpeluang untuk memperluas kehadirannya di masyarakat dan menyebarkan kekerasan dengan menunggangi instabilitas yang terjadi.
Intervensi kelompok Salafi dalam kerusuhan-kerusuhan di Tunisia saat ini terus mengalami peningkatan. Hal ini diperkuat dengan laporan pemerintah soal kehadiran para milisi Al Qaeda di Tunisia.
Aksi-aksi yang dilakukan kelompok Salafi Tunisia dan instabilitas politik pasca revolusi telah menyebabkan krisis ekonomi di negara itu semakin parah.
Pasalnya, pemerintah Tunisia lebih memfokuskan dirinya pada upaya menghilangkan kecemasan di bidang keamanan dan pulihnya stabilitas negara. (
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Maidah Ayat 109-113
Ayat ke 109-110
Artinya:
(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): "Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?". Para rasul menjawab: "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib". (5: 109)
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata". (5: 110)
Dua ayat ini menceritakan percakapan Allah Swt dengan para nabi soal nikmat-nikmat Allah yang dianugerahkan kepada para nabi dan umat mereka, serta bagaimana mereka menaati para nabi. Ketika ditanya sampai sebatas mana masyarakat menerima ajaran para nabi dan mendengar pesan mereka di masa hidup atau setelah wafat, mereka mengatakan, ilmu dan hakikat dari Allah Swt dan hanya Dia yang mengetahui segala sesuatu, baik yang dilakukan terang-terangan atau disembunyikan manusia. Sementara kami tidak mengetahui apa yang diperbuat masyarakat sepeninggal kami.
Ayat ini juga kemudian menyinggung percakapan Allah Swt dengan Nabi Isa as. Percakapan ini terus berlanjut hingga akhir surat ini. Pada ayat pertama dari sepuluh kelompok ayat ini dikatakan, nikmat-nikmat Allah sangat banyak dicurahkan kepada Nabi Isa as dan itu dimulai sejak masa kanak-kanak. Beliau dilahirkan dari seorang ibu tanpa suami, berbicara ketika masih dalam buarian, membuat seekor burung dari tanah liat lalu menghidupkannya, menyembuhkan penyakit yang tidak terobati dan menghidupkan orang yang sudah mati dari kuburnya. Semua ini merupakan mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Isa as secara lahiriah. Tapi di akhir ayat ini disebutkan, dengan adanya semua mukjizat ini, mereka yang tidak siap menerima kebenaran justru mengatakan bahwa semua yang dilakukan Nabi Isa as adalah sihir dan tipu daya dan itu merupakan kekufuran.
Dari dua ayat tadi terdapat empat pelajaran yang dapat dipetik:
1. Kesucian sang ibu menjadi syarat untuk dapat menerima anugerah ilahi, seperti melahirkan putra yang suci.
2. Bila hati manusia tidak siap, maka ia lebih hina dari tanah dan bebatuan. Nabi Isa as membentuk tanah liat menjadi burung dan menghidupkannya, tapi orang-orang Kafir sama sekali tidak percaya.
3. Bila Allah Swt memberikan kemampuan para wali atau nabi menyembuhkan seseorang, masyarakat akan menanggapinya biasa saja.
4. Sekalipun Bani Israil bermaksud membunuh Nabi Isa as, tetapi Allah Swt menjauhkan dari makar jahat mereka, lalu menyelamatkan jiwanya dengan mengangkatnya ke langit.
Ayat ke 111
Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku". Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)". (5: 111)
Ayat ini telah menyinggung satu lagi dari nikmat Allah Swt yang diberikan kepada Nabi Isa as dan mengatakan, Aku (Allah) telah memberikan ilham kepada orang-orang yang berhati suci, dan beriman kepadamu (Nabi Isa) serta menyerahkan diri kepadamu, dan mereka juga menerima. Berdasarkan riwayat-riwayat sejarah, para sahabat khusus Nabi Isa as berjumlah 12 orang yang dalam rangka menyucikan jiwanya, mereka juga melakukan langkah untuk menyucikan masyarakat dari pencemaran dosa, dan mereka disebut Hawariyun.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Apabila hati manusia bersih suci dan siap, akan menjadi sumber ilham Ilahi dan menerima hakikat.
2. Tanda-tanda iman yang sebenarnya ialah tunduk dan patuh dihadapan perintah-perintah Allah Swt dan para Rasul-Nya. Karena iman tidak lepas dari ketaatan.
Ayat ke 112-113
Artinya:
(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?". Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman". (5: 112)
Mereka berkata: "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu". (5: 113)
Berdasarkan ayat sebelumnya kaum Hawariyun dengan anugerah dan ilham Allah swt telah beriman kepada Nabi Isa as. Tetapi demi menguatkan iman dan kemantapan hatinya, mereka meminta kepada Nabi Isa as agar menunjukkan mukjizat terpisah serta menurunkan hidangan dari langit buat mereka. Sekalipun permintaan mereka tidak sesuai, seakan Allah Swt tidak mampu melakukan pekerjaan semacam ini, Nabi Isa as berkata kepada mereka, "Kalian yang telah beriman kepada Allah, kenapa berbicara demikian dan meminta dengan permintaan semacam ini?" Mereka mengatakan, "Hal ini dimaksudkan untuk menguatkan iman kita, dan bukti bagi masyarakat bahwa Tuhan-nya Nabi Isa as dapat melaksanakan pekerjaan semacam itu.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1.Iman memiliki tahap dan derajat, yang dapat menenteramkan hati, sedang manusia Mukmin senantiasa berusaha untuk mencapai derajat ini.
2. Manusia Mukmin tidak sepantasnya melakukan ujicoba terhadap Tuhan, dan mengatakan, apabila Allah itu benar-benar Tuhan, maka apa yang kita inginkan hendaknya dapat Dia lakukan. Semestinya mereka memperkuat imannya terlebih dahulu.
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Maidah Ayat 106-108
Ayat ke 106
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika kamu dalam perjalanan dimuka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Kamu tahan kedua saksi itu sesudah sembahyang (untuk bersumpah), lalu mereka keduanya bersumpah dengan nama Allah, jika kamu ragu-ragu: "(Demi Allah) kami tidak akan membeli dengan sumpah ini harga yang sedikit (untuk kepentingan seseorang), walaupun dia karib kerabat, dan tidak (pula) kami menyembunyikan persaksian Allah; sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa". (5: 106)
Dalam aturan Islam, bila seseorang meninggal dunia, maka ia mewariskan dua pertiga dari harta kekayaannya. Hal ini sesuai dengan hukum warisan bahwa yang menerima adalah suami atau isteri, anak dan kedua orang tua. Sementara sepertiganya lagi disisihkan sesuai dengan wasiat yang meninggal. Tapi bila terjadi setelah seseorang meninggal dunia dan ahli warisnya menuntut seluruh harta warisan itu, dalam kondisi ini Islam berpesan agar sebelumnya ia menentukan seorang yang menerima wasiat dengan disaksikan oleh dua orang yang adil. Dengan demikian, diharapkan setelah meninggal tidak terjadi perselisihan soal pembagian warisa di antara ahli waris.
Dalam ayat ini juga dijelaskan lebih jauh tentang masalah wasiat. Bila terjadi dalam perjalanan dan tidak ditemukan seorang mukmin yang akan menerima wasiat, maka hendaknya dipilih dari dua orang adil yang ikut dalam perjalanan untuk mencatat wasiat itu. Dengan demikian, keduanya menjadi wakil dan saksi serta tidak akan menyembunyikan sesuatu. Hukum wasiat ini telah dijelaskan secara detil dalam fiqih, dan bagaimana harus melaksanakan wasiat tersebut.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Untuk melindungi hak ahli waris serta orang yang mendapat wasiat, maka harus dilakukan dengan kehati-hatian, dan salah satu caranya dengan mengambil dua saksi yang adil untuk melakukan wasiat.
1. Cinta dunia dan keluarga sangat berpotensi besar menyelewengkan manusia dari melindungi hak orang lain. Cinta dunia dan keluarga dapat membuat manusia melupakan Allah.
Ayat ke 107
Artinya:
Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) membuat dosa, maka dua orang yang lain di antara ahli waris yang berhak yang lebih dekat kepada orang yang meninggal (memajukan tuntutan) untuk menggantikannya, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah: "Sesungguhnya persaksian kami labih layak diterima daripada persaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang yang menganiaya diri sendiri". (5: 107)
Pada ayat sebelumnya telah disebutkan agar bersikap teliti dalam urusan wasiat dengan keberadaan dua orang saksi yang adil. Ayat ini menjelaskan, apabila telah jelas kedua orang saksi tersebut melakukan pengkhianatan dan menyembunyikan persaksiannya, bahkan mereka berani bersumpah bohong, maka dua orang saksi lainnya yang merupakan orang-orang dekat dengan si mayit harus didatangkan, sehingga persaksian orang-orang ini sepenuhnya dapat mengantisipasi kebohongan dua saksi diatas. Dengan demikian melalui sumpah mereka dapat menyadarkan mengenai harta dan wasiat mayit, dimana persaksian mereka akan lebih mendekatkan pada yang hak, sedang mereka tidak bermaksud melampaui hak yang ada. Dalam hal ini persaksian dua orang saksi ini dapat dibenarkan, sedang persaksian orang-orang sebelumnya menjadi tertolak.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Mengenai pernyataan dan sumpah orang lain, selama tidak bertentangan dengan dalil-dalil yang ada, maka harus diterima dan dilaksanakan, tidak perlu lagi diadakan penyelidikan.
2. Sumpah palsu atau bohong juga merupakan sejenis pelanggaran dan terhadap hak-hak manusia, sekalipun yang disaksikan itu dalam perkara harta atau kekayaan.
Ayat ke 108
Artinya:
Itu lebih dekat untuk (menjadikan para saksi) mengemukakan persaksiannya menurut apa yang sebenarnya, dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (5: 108)
Setelah dua ayat sebelumnya menjelaskan bagaimana mengambil saksi terhadap wasiat, ayat ini menjelaskan, semua ketelitian dan pesan-pesan ini dimaksudkan untuk persaksian atau sumpah, agar hal tersebut menjadi benar dan hak orang lain tidak dihilangkan. Pada akhir ayat ini menjelaskan, penerimaan perintah-perintah ini serta pelaksanaannya sesuai dengan manfaat kalian. Dan yang paling mendasar dan penting ialah takwa kepada Allah termasuk pesan dan perintah dari Allah yang harus dijaga.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Upacara sumpah yang biasanya dilakukan dalam kondisi tertentu, bertujuan menjaga dan melestarikan hak-hak seseorang yang terhormat.
2. Kekhawatiran akan praktik curang atau suap merupakan suatu unsur dosa yang dapat dicegah. Penting untuk mencamkan masalah ini.
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Maidah Ayat 103-105
Ayat ke 103
Artinya:
Allah sekali-kali tidak pernah mensyari'atkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. (5: 103)
Dalam sejarah Arab disebutkan bahwa orang-orang musyrik diharamkan memakan daging sebagian hewan dan mereka menisbatkan hukum ini dari Allah Swt. Dewasa ini juga di sebagian negara seperti India, tindakan-tindakan semacam ini mengenai sapi dapat kita saksikan, dimana orang-orang Hindu menganggapnya sebagai hewan atau binatang suci. Karena itu segala bentuk penyiksaan terhadap binatang ini hukumnya haram, bahkan ditetapkan mengkonsumsi daging sebagian binatang tidak dibenarkan dalam semua agama ilahi. Namun penetapan halal dan haram bukan di tangan manusia, sehingga manusia tidak bisa dengan seenaknya menentukan suatu hukum.
Manusia, binatang dan seluruh benda yang ada adalah makhluk Allah, karena itu Dia-lah semata-mata yang menentukan hukum tersebut. Pada dasarnya segala bentuk pemanfaatan terhadap fasilitas yang ada di alam, baik benda padat, tumbuh-tumbuhan ataupun binatang adalah dibolehkan dan halal, kecuali pengharaman tersebut telah ditetapkan melalui hukum-hukum agama ilahi. Terkadang sebagian penyelewengan juga terjadi dalam hukum-hukum agama, dimana para pemuka dan ilmuwan setiap aliran agama acuh tak acuh dan menyelewengkan pengamalan hukum-hukum agama ilahi.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Penetapan hukum dan undang-undang sosial terhitung bidah bila bertentangan dengan hukum dan perintah Allah. Kafir bukan semata-mata mengingkari keberadaan Allah, tapi pencetus bidah juga terhitung kafir.
2. Menelantarkan binatang tidakboleh, karena itu betapa tercelanya menelantarkan manusia.
Ayat ke 104
Artinya:
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? (5: 104)
Sebagai kelanjutan ayat sebelumnya, ayat ini mengatakan, setiap kali dikatakan kepada kaum Musyrikin yang merupakan golongan pelaku bidah, agar mereka tidak melakukan penyelewengan dan kembali kepada Allah dan Nabi Muhammad Saw, mereka berusaha menjustifikasi perbuatannya. Menurut mereka, nenek moyang kami juga melakukan hal ini! Karena itu kami juga melakukan hal yang sama!
Al-Quran al-Karim saat menjawab memberikan nasihat sebaliknya dan menyatakan, apakah benar perilaku kalian mengikut segala tradisi yang dilakukan orang-orang terdahulu? Karena betapa banyak perbuatan mereka yang tidak sesuai dan tidak rasional.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Berlakulah sesuai dengan perintah Allah, dan jangan mengikuti secara membabi-buta tradisi nenek moyang.
2. Kita bukan bagian dari kubu tradisionalisme dan bukan juga dari modernisme, tapi senantiasa bersandar pada ilmu pengetahuan dan petunjuk wahyu.
Ayat ke 105
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (5: 105)
Bila ayat-ayat sebelumnya, menyeru orang-orang Musyrik agar menjauhkan diri dari perilaku mengikuti nenek moyang, maka ayat ini ditujukan kepada orang-orang Mukmin. Ayat ini mengatakan, bukankan tugas kalian hanya membimbing orang-orang yang tersesat lalu melakukan amar makruf dan nahi mungkar? Bila bimbingan kalian tidak memberikan hasil, maka tidak perlua membuat kalian berputus asa. Setidaknya, kalian telah melakukan tugas untuk menjaga agama. Sebagai balasannya, Allah Swt akan menjaga kalian dari perbuatan jahat mereka dan membalas pahala kalian di Hari Kiamat. Selain itu seorang Mukmin harus mawas diri agar dapat menghindari pengaruh jahat. Karenanya, pesan utama ayat ini agar orang Mukmin lebih bersabar dan menguatkan iman dan spiritual.
Dari ayat tadi terdapat empat pelajaran yang dapat dipetik:
1. Tugas utama dan pertama orang Mukmin adalah mengontrol diri dan hawa nafsu.
2. Dosa yang dilakukan orang lain jangan dijadikan untuk kita ikut melakukan dosa. Artinya, bila masyarakat rusak, kita harus tetap menjaga diri.
3. Setiap orang hanya bertanggung pada perbuatannya di Hari Kiamat dan tidak ada yang menanggung dosa orang lain.
4. Keyakinan akan adanya pengadilan di Hari Kiamat membuat setiap orang berpikir untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.




























