کمالوندی
Mengenal Kapal Penyerang Speed Boat Zolfaghar
Hari ini Republik Islam Iran dengan dukungan besar industri pertahanan dan pasukan yang kuat, kemampuan dan peralatan laut IRGC dan militer, mampu dengan kuat dan solid menjamin keamanan Teluk Persia, Laut Oman dan Selat Hormuz di level tertinggi.
Komandan AL IRGC (NEDSA), Laksamana Muda Alireza Tangsiri terkait hal ini mengatakan, keamanan permenen Teluk Persia dan Selat Hormuz adalah garis merah kami, dan kami tidak memiliki toleransi dengan siapa pun untuk menerapkan stabilitas keamanan di wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Pasukan AL IRGC senantiasa melakukan interaksi dengan AL militer Republik Islam terkait masalah penting ini. Tentunya untuk masalah ini dibutuhkan peralatan dan persenjataan kuat, di mana NEDSA mampu memproduksinya melalui kerja sama dengan industri pertahanan dan perusahaan berbasis ilmu pengetahuan, serta memasukkan produksi ini ke unit tempurnya.
Unit angkatan laut IRGC selama beberapa tahun lalu menambahkan sejumlah persenjataan dan beragam peralatan ke unit tempurnya seperti generasi baru speed boat, kapal selam cerdas, sistem rudal cruise, distrik rudal bawah tanah dan peralatan serupa.
Perahu Cepat dan Perang Asimetris
Masalah penting adalah di strategi perang asimetris AL IRGC adalah memanfaatkan kapal cepat yang dilengkapi dengan pelontar rudal dan roket, serta peluncur torpedo memiliki posisi khusus. Daya tahan dan ketahanan, peningkatan kecepatan hingga 95 knot, serta kemampuan untuk membawa dan menembakkan rudal adalah beberapa fitur unik dari kapal baru peluncur roket, peluncur rudal, dan kapal pengintai baru Angkatan Laut IRGC. Sampai saat ini ratusan beragam kapal cepat dan dengan beragam kemampuan telah bergabung dengan NEDSA. Penambahan volume kapal atau kapal cepat ini ke Angkatan Laut IRGC berarti mereka memainkan peran penting dalam doktrin kekuatan ini.
Latar belakang dari penggunaan kapal cepat (speed boat) ini kembali ke era perang pertahanan suci (Perang Iran-Irak), dan pejuang Islam melalui strategi ini mampu menggagalkan strategi Amerika di Teluk Persia. Jenis pertama speed boat IRGC adalah Azarakhsh dan hingga kini, yakni tahun 1401 Hs (2022) industri pertahanan dan militer angkatan bersenjata Iran mampu memproduksi beragam kapal cepat canggih dari kapal sederhana Ashura.
Speedboat atau Perahu Cepat
Perahu cepat atau speedboat adalah kapal kecil tapi dengan kecepatan tinggi yang biasa digunakan untuk kapal patroli, menjaga perbatasan laut, dan membela dari serangan potensial agresor seperti bajak laut dan negara-negara yang bermusuhan ke perbatasan maritim dan laut sebuah negara.
Iran sebelum kemenangan Revolusi Islam memiliki angkatan laut terkuat di kawasan dengan membeli kapal dan kapal perang, tapi selama perang pertahanan suci, para komandan Sepah Pasdaran (IRGC) di sektor maritim berpikir untuk menggunakan berbagai jenis kapal cepat dengan kemampuan untuk dipasang beragam senjata seperti ranjau latu, pelontar roket jarak pendek dan peluru 12,7 mm untuk menunaikan kewajiban dan misi laut.
Dengan dimulainya proses pembangunan dan operasionalisasi kapal jenis ini, nilai tempurnya menjadi lebih jelas dan desain jenis baru dengan kemampuan lebih telah dipertimbangkan. Dalam hal ini, Organisasi Industri Kelautan Kementerian Pertahanan telah mengambil langkah besar dalam pembangunan berbagai jenis kapal berkecepatan tinggi dan telah melakukan investasi yang baik di bidang ini dan telah membangun kapal dengan kemampuan berbeda untuk menjalankan berbagai misi NEDSA di Teluk Persia. Di antara kapal-kapal modern ini, kapal cepat Zolfaghar yang memiliki kemampuan tempur dan operasional yang menguntungkan. Kapal ini dirancang dan diproduksi oleh para ahli di industri pertahanan Republik Islam Iran.
Fitur Umum
Kapal cepat kelas Zolfaghar termasuk di antara kapal berkecepatan tinggi Iran yang terkenal yang dirancang dan diproduksi secara lokal dan memiliki jangkauan dan kecepatan operasi yang lebih tinggi daripada kapal berkecepatan tinggi Azarakhsh. Dan kecepatan yang sesuai mampu beroperasi di kondisi laut yang berbeda. Semua komponen kapal Zolfaghar seperti sistem dorong, poros dan baling-baling serta komponen lainnya diproduksi di Iran.
Kapal selam Zolfaghar dirancang untuk melakukan serangan mematikan dan serangan ofensif (hit and run) terhadap kapal musuh dan memiliki kemampuan tinggi untuk melakukan misi tersebut. Zolfaghar dikenal sebagai kapal patroli maritim dan ofensif dan dirancang berdasarkan ide serangan cepat terhadap kapal musuh dan dilengkapi dengan rudal anti kapal jarak pendek dan sistem radar laut. Pada tanggal 22 Agustus 2010, Hari Industri Pertahanan, generasi baru kapal cepat Zolfaghar yang bergerak cepat diresmikan.
Ahmad Vahidi, Menteri Pertahanan saat itu, saat menjelaskan karakteristik generasi baru Zolfaghar mengatakan: Zolfaghar adalah kapal patroli laut, yang dirancang berdasarkan serangan cepat terhadap kapal musuh dan dilengkapi dengan rudal dan senjata. Dia menyatakan: Efisiensi yang baik, kecepatan tinggi, manuver cepat dan kemampuan pelaut yang baik adalah beberapa karakteristik kapal Zolfaghar generasi baru. Badan kapal ini dirancang dan dibangun berdasarkan standar internasional dan memiliki peralatan telekomunikasi, navigasi, dan elektronik lokal tercanggih. Kapal cepat tipe baru Zolfaghar dilengkapi dengan rudal "Nasr", yang dirancang berdasarkan serangan cepat terhadap kapal musuh.Teknologi tercanggih dan terbaru telah digunakan dalam desain dan konstruksi kapal selam cepat ini.
Spesifikasi Teknis
Panjang kapal cepat Zolfaghar sekitar 16 meter, lebar badan sekitar 4 meter, tinggi kolom 1 meter, muatan standar 14 ton, dan dengan dua mesin diesel kecepatannya sekitar 52 knot, setara dengan 97 kilometer per jam. Jangkauan operasional Zolfaghar adalah 320 mil laut atau setara dengan sekitar 576 km. Zolfaghar dilengkapi dengan dua meriam 12,7 mm di bagian depan dan belakang, serta rudal anti kapal Kowsar dengan jangkauan 25 km. Kapal cepat Zolfaghar tentunya dilengkapi dengan rudal Kowsar di generasi lama dan rudal Nasr 1 di generasi baru. Kapal cepat Zolfaghar memiliki kemampuan untuk dipasang meriam 12,7 dan 23 mm serta roket 107 dan 122 mm tergantung kebutuhan satuan tempur.
Kapal cepat ini dilengkapi dengan peralatan elektronik, telekomunikasi, dan optik tercanggih ini serta memiliki kecepatan dan kemampuan manuver yang signifikan, dan desainnya didasarkan pada kondisi cuaca dan karakteristik Teluk Persia. Kapal cepat ini juga memiliki kemampuan untuk membawa 3 awak kapal. Radar pencarian kapal ini juga bertipe permukaan dan memiliki jangkauan minimal 30 km.
Memperingati Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina
Pendudukan Palestina dan pembentukan rezim Zionis tidak sah pada Mei 1948 adalah awal dari perang dan ketidakamanan di Asia Barat.
Para prajurit dari rezim yang kejam ini telah membunuh puluhan ribu orang Palestina yang tertindas, melukai dan menangkap mereka, dan menelantarkan jutaan anak-anak, laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, pada tanggal 29 November 1977, Majelis Umum PBB menamai hari ini sebagai "Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina" untuk menarik perhatian negara-negara terhadap masalah bangsa yang tertindas ini.
Tentu saja, resolusi ini, seperti resolusi lain dari organisasi ini mengenai rakyat Palestina, hanyalah dukungan lisan dan tidak mengatasi rasa sakit dan penderitaan mereka. Mungkin menyebut 29 November sebagai hari solidaritas dengan rakyat Palestina adalah bentuk pendamaian bagi mereka karena kejamnya Resolusi 181 tahun 1947, yang disetujui oleh Majelis Umum PBB pada hari yang sama. Menurut resolusi ini, 57% tanah Palestina diberikan kepada orang Yahudi yang sebagian besar berasal dari negara lain. Resolusi 181 menjadi awal dari pengumuman keberadaan rezim Zionis sekitar enam bulan kemudian. Tentu saja, rezim agresor ini telah menduduki sekitar 85% wilayah Palestina melalui perang dan penjajahn.
Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB sejauh ini telah mengeluarkan resolusi tentang perlunya rezim Zionis mematuhi kewajibannya dan mengakhiri kekerasan dan agresi, tetapi otoritas rezim ini tidak memperhatikan resolusi tersebut. Namun, Dewan Keamanan, yang memberlakukan sanksi dan bahkan serangan militer terhadap negara-negara yang tidak mematuhi resolusinya, tidak mengambil tindakan praktis apa pun terhadap Zionis.
Palestina tentu saja tidak hanya menghadapi pengabaian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi sayangnya, banyak negara-negara Islam, termasuk negara-negara Arab, bukan hanya tidak banyak mendukung mereka, tetapi telah menjalin hubungan persahabatan dengan Zionis. Mesir adalah negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian perdamaian dan persahabatan dengan rezim Zionis pada tahun 1978, dan Yordania mengikutinya pada tahun 1994.
Tentu saja, sejumlah negara Arab lainnya memiliki hubungan rahasia dengan rezim ini di masa lalu, meski mereka menunjukkan diri sebagai pendukung rakyat Palestina. Namun pada tahun 2020, Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan mengumumkan hubungan ini di bawah judul "Perjanjian Abraham", dan para pengamat percaya bahwa Arab Saudi dan beberapa pemerintah Arab lainnya juga akan bergabung dengan pakta pengkhianatan ini.
Di sisi lain, pemerintah seperti Turki dan Republik Azerbaijan telah lama memiliki hubungan politik, perdagangan, bahkan militer dan keamanan yang luas dengan rezim kriminal Israel. Dengan cara ini, mereka memperkuat rezim ini secara politik dan ekonomi, dan faktanya, mereka menegaskan kebrutalan Zionis terhadap Palestina.
Tentu saja, di depan pemerintah yang menutup mata terhadap penindasan terhadap warga Palestina dan pembunuhan, pengusiran dan pendudukan tanah mereka, ada negara-negara, baik Arab maupun non-Arab, yang tidak melupakan mereka dan menghormati hak-hak rakyat Palestina untuk kembali ke tanah air mereka dan mendukung untuk mengakhiri kejahatan zionis.
Di antara para pendukung bangsa Palestina, Republik Islam Iran telah menjadi titik harapan mereka yang dapat diandalkan karena dukungannya yang menyeluruh, jujur, dan praktis serta telah memicu kemarahan para Zionis. Sejak kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979, Iran menganggap keberadaan rezim Zionis sebagai ilegal dan tidak sah dan telah meminta pemerintah lain untuk memberikan dukungan praktis bagi aspirasi rakyat Palestina. Dalam hal ini, Imam Khomeini ra, pendiri Republik Islam Iran, mencanangkan hari Jumat terakhir bulan suci Ramadan sebagai "Hari Quds Sedunia" dan meminta semua umat Islam untuk berpawai setiap tahun pada hari ini sebagai tanda solidaritas dengan rakyat Palestina.
Ayatullah Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam juga telah menghadirkan solusi yang demokratis dan adil untuk menyelesaikan masalah Palestina, yang menurutnya, pertama, para pengungsi Palestina kembali ke tanah mereka, dan kemudian penduduk asli Palestina, termasuk Muslim, Yahudi. dan Kristen, dalam sebuah referendum, mereka menentukan sistem politik masa depan mereka. Tentu saja, rezim Zionis yang menyebut dirinya demokratis tidak pernah menerima rencana logis berdasarkan suara rakyat ini.
Secara umum, selama bertahun-tahun keberadaannya, rezim penjarah Zionis telah menunjukkan bahwa ia tidak akan menerima rencana atau kesepakatan apa pun, kecuali kepentingan tidak sahnya sepenuhnya dimasukkan di dalamnya di satu sisi, dan di sisi lain, ia tidak memberikan keistimewaan terkecil bagi orang Palestina. Seperti dalam Kesepakatan Damai Oslo pada tahun 1993 dan 1995 antara Organisasi Pembebasan Palestina dan Zionis Israel, meskipun banyak konsesi yang diperoleh rezim ini, ia menolak untuk menerapkan sedikit komitmennya terkait Palestina.
Sekarang, setelah 74 tahun sejak berdirinya rezim Zionis, rakyat Palestina telah memahami dengan baik fakta bahwa mereka tidak dapat mengandalkan pemerintah kompromi Arab dan non-Arab dan majelis internasional untuk mewujudkan hak-hak mereka yang hilang. Demikian juga, pengalaman telah menunjukkan kepada mereka bahwa penjajah Zionis, melalui negosiasi, tidak mau mengakui hak asasi manusia mereka yang paling minim sekalipun. Mereka kini telah menyadari bahwa pilihan terbaik dan paling terhormat untuk menegaskan hak-hak mereka adalah perlawanan rakyat terhadap agresor Zionis.
Intifadah Palestina dimulai berdasarkan sikap ini dan rakyat telah berperang melawan penjajah dengan tangan kosong, kemauan dan keyakinan. Namun seiring dengan Intifada, kekuatan militer perlawanan telah tumbuh secara signifikan selama beberapa tahun terakhir, dan pasukan perlawanan Palestina di Jalur Gaza telah berulang kali menunjukkan kekuatan mereka kepada Zionis dan menyebabkan banyak korban dan kerusakan.
Konfrontasi terpenting mereka dengan rezim Zionis adalah selama pertempuran "Pedang Quds" pada Mei 2021, di mana Palestina menggunakan ratusan roket untuk membalas kejahatan perang Zionis. Namun perkembangan penting yang terjadi dalam perjalanan perlawanan rakyat Palestina selama lebih dari setahun adalah bergabungnya rakyat Tepi Barat Sungai Yordan di Timur Palestina yang diduduki untuk perjuangan bersenjata melawan pasukan Zionis. .
Dengan cara ini, para pejuang Palestina tidak mentolerir pembunuhan orang, penghancuran rumah dan tawanan mereka, dan mereka memberikan balasan yang menyakitkan terhadap serangan tentara dan pemukim Zionis dan telah menciptakan masalah keamanan baru bagi rezim Zionis. Kini, rezim ekspansionis ini, yang pernah berencana mengambil kendali dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Irak, dikepung di Palestina yang diduduki oleh pasukan perlawanan Hizbullah Lebanon dari utara dan perlawanan Palestina di selatan dan barat.
Selain itu, ada berita tentang gerakan militer warga Palestina yang tinggal di Palestina Pendudukan melawan Zionis, yang dianggap sangat berbahaya bagi mereka. Secara umum, sementara pendudukan dan kejahatan rezim Zionis terhadap bangsa Palestina dan khususnya pemukiman mereka terus berlanjut, peningkatan semangat dan motivasi rakyat Palestina untuk melawan rezim haus perang ini menjanjikan kemenangan mereka dalam waktu dekat.
Zainab Kubra; Teladan Perempuan Sepanjang Masa
Sayidah Zainab dilahirkan pada tanggal 5 Jumadil Awal tahun kelima Hijriah di Madinah. Beliau diasuh dan dibesarkan oleh manusia agung sepanjang sejarah yaitu, Nabi Muhammad Saw, Imam Ali dan Sayidah Fatimah. Selain itu, beliau adalah saudari dari dua pemuda penghulu surga, Imam Hasan dan Imam Husein.
Sayidah Zainab merupakan salah satu wanita yang menjadi contoh bagi seluruh perempuan di berbagai bidang. Zainab tidak hanya berkaitan dengan masa lalu, tapi juga hari ini dan esok. Sebab, kemuliaan manusia, pengabdian, penghambaan, perjuangan untuk menegakkan keadilan, kemerdekaan dan kebenaran adalah nilai-nilai yang tidak terkait hanya untuk periode khusus atau masyarakat tertentu saja.
Manusia besar melampaui sejarah hidupnya. Zainab Kubra, termasuk wanita yang berada dalam naungan pancaran cahaya imamah. Sejak kecil, Zainab berada di pangkuan risalah dan imamah. Sayidah Zainab telah menghiasi diri dengan ketinggian akhlak, kesempurnaan spiritualitas dan keagungan perilaku.
Sayidah Zainab mewarisi ilmu dan marifat Rasulullah Saw. Martabat dan harga diri Sayidah Zainab as mirip dengan Sayidah Khadijah, dan kesucian serta kesederhanaan serta kesopanannya bak Sayidah Fatimah. Kezuhudan, kefasihan dan retorika Zainab dalam berpidato mirip dengan Imam Ali bin Abi Thalib. Beliau juga memiliki kelembutan dan kesabaran seperti Imam Hasan, serta keberanian dan keteguhan hati sebagaimana Imam Husein.
Salah satu karakteristik yang paling menonjol dari Sayidah Zainab adalah keberaniannya yang tiada tara. Dalam ziarah yang biasa dibaca, disebutkan kaya "Labwatul Hasyimiah" atau perempuan pemberani dari keluarga Hasyimi.
Para ahli etika mengklasifikasikan keberanian dalam tiga kategori. Pertama, tidak takut kepada orang lain. Kedua, keberanian yang lebih tinggi dari pertama yaitu keberanian yang dibarengi dengan penguasaan diri. Sedangkan keberanian ketiga adalah keberanian yang lebih tinggi lain, dengan tidak mempertimbangkan situasi dan kondisi, baik itu penentangan maupun kecaman dari pihak lain demi memperjuangkan kebenaran.Zainab menampilkan keberanian pada tingkatan yang tertinggi.
Suara perlawanan Sayidah Zainab melawan kezaliman dan menegakkan keadilan senantiasa tertancap di jantung sejarah. Ketika beliau menjadi perempuan yang ditawan oleh pasukan Yazid, bersama tawanan lainnya pasca terjadinya tragedi Karbala memasuki Istana Yazid, semua orang menanti putri Sayidina Ali ini meminta maaf kepada putra Muawiyah yang membantai Imam Husein. Tapi, Sayidah Zainab dengan keberanian dan keahlian retorikanya menunjukkan kesalahan Yazid di istananya sendiri.
Sayidah Zainab tegar berdiri di hadapan orang-orang zalim Dinasti Umayah dan menyampaikan kebenaran yang dibawa Imam Husein, hingga beliau dan pengikutnya syahid di padang Karbala. Pidato Sayidah Zainab bukan hanya mengguncang pilar-pilar kezaliman Dinasti Umayah, tapi lebih dari itu menghantam sistem rusak di sepanjang sejarah.
Dalam kondisi sulit dan kalah secara militer, ketika kepala para syuhada diarak di ujung tombak musuh, dan kondisi paling mengenaskan, Sayidah Zainab menyampaikan pidato yang ditujukan langsung kepada Yazid bin Muawiyah, yang saat itu mengklaim sebagai khalifah kaum Muslimin. Zainab berkata, "Tuhanku! Ambillah hak kami dari orang-orang lalim, dan kirimkanlah kemarahan-Mu kepada orang yang menumpahkan darah kami di bumi, dan membunuh para pendukung kami, ".
Yazid dan pengikutnya menyebarkan propaganda luas supaya langkah Imam Husein dianggap sebagai gerakan bughot dan bertentangan dengan kepentingan umat Islam. Yazid menyebarkan fitnah bahwa Imam Husein as sedang mengejar kekuasaan dan materi dalam revolusinya sehingga ia dengan mudah menumpas para penentangnya. Namun Sayidah Zainab telah menjadi penghalang propaganda itu, dan bahkan juga mengungkap kejahatan dan kebusukan Yazid dan pengikutnya.
Dalam pidatonya yang berapi-api, Sayidah Zainab telah mengguncang pemikiran keliru masyarakat di masa itu. Warga Kufah yang hampir 20 tahun tidak mendengar pidato Imam Ali as, mereka terhentak dengan suara Zainab as yang nadanya seperti perkataan Ali as.
Perkataan seorang perempuan yang menjadi tawanan Yazid menguncang legitimasi pemerintah Bani Umayah. Zainab dengan kecerdasan, kefasihan dan keindahan bahasanya, mengingatkan kepada ayahnya, Ali bin Abi Thalib.
Putri Ali bin Abi Thalib berkata, "Musibah besar menyebabkanku terpaksa harus berbicara dengan orang sepertimu [Yazid] ! Aku melihatmu lebih kecil dari kedudukan zahirmu saat ini. Engkau hina ! Mengapa aku tidak memakimu, ketika aku terluka karena kehilangan orang-orang tercinta. Oh ! Aneh sekali manusia besar yang berada di jalan Tuhan tewas di tangan setan ! Tangan berdarahmu, telah berlumuran darah kami Ahlul Bait Rasulullah Saw, dan mulut kalian dipenuhi sesak oleh daging kami. Ya ! Sesungguhnya bukan tempatnya untuk malu ketika hidup di atas bumi ini dengan bersih dan suci. Srigala gurun liar menerjang mereka dan engkau [Yazid] dengan sombong menduduki singgasana ?"
Zainab menegaskan sebuah poin penting bahwa Ahlul Bait Rasulullah Saw tidak akan bisa dihapus dari sejarah. Putri Ali bin Abi Thalib ini berkata, "Yazid, jika ingin menipu dan makar, maka lakukanlah. Tapi ketahuilah engkau tidak akan bisa menghapus [dalam sejarah] orang-orang mengingat kami. Engkau tidak memiliki kemampuan untuk memusnahkan kami, dan memadamkan orang-orang yang mengingat kami. Suatu hari kebenaran akan datang dengan meneriakkan "Laknat Tuhan bagi orang-orang zalim".
Kemudian, Sayidah Zainab mengakhiri pidatonya dengan bersyukur kepada Allah swt. Beliau berkata, "Kini, aku menyampaikan rasa syukur kepada Allah swt yang memulai kehidupan Ahlul Bait dengan syahadat dan ampunan, serta mengakhiri dengan syahadat dan ampunan serta rahmat ilahi. Tuhanku, tambahkanlah pahala bagi syuhada kami dan nasib kami berada di tangan-Mu."
Dengan pidato ini, Sayidah Zainab menunjukkan bukan hanya kesyahidan saudaranya, Imam Husein bin Ali sebagai sebuah keindahan.Tapi lebih dari itu, putri Ali bin Abi Thalib ini menggambarkan ditawannya Ahlul Bait sebagai puncak keindahan.
Sayidah Zainab melampaui sejarah zamannya. Beliau menunjukkan nilai harga diri keberanian dan ketinggian jiwa kesatria sebagai pakaian kemuliaan. Dalam keadaan sebagai tawanan, putri Ali bin Abi Thalib ini meniupkan optimisme menghadapi kezaliman.
Wanita agung ini memberikan pelajaran bagaimana menghadapi kelaliman kapada umat manusia sepanjang sejarah. Seorang perempuan dalam kondisi yang sangat sulit sekalipun mampu menampakkan cahayanya menerangi masyarakat di bidang politik dan sosial yang berada dalam kegelapan.
Di hari yang berbahagia ini, kami menyampaikan selamat atas kelahiran perempuan pemberani Ahlul Bait ini. Salam atasmu, ya Sayidah Zainab.
Basij di Mata Ayatullah Khamenei
"Basij adalah Maktab Cinta dan Maktab Syahid dikenal dan tak dikenal, di mana telah memberi lantunan syahadah dan keberanian sebagai puncak tertingginya. Betapa sastra yang luar biasa dan ungkapan yang tinggi! Pohon lebat penuh buah yang mekarnya menganugerahkan aroma musim semi dan kesegaran kepastian dan hadis cinta."
Ini adalah ungkapan murni Imam Khomeini, semoga Allah merahmatinya, tentang Basij.
Ayatullah Khamenei, dalam pertemuan dengan ratusan anggota Basij, menyebut pembentukan Basij sebagai salah satu prakarsa terpenting Imam Khomeini, dan dengan mengatakan beberapa kata yang menggambarkan Basij, Rahbar menganggap lembaga rakyat ini sebagai budaya, pemikiran, dan wacana yang memiliki kapasitas untuk menggerakkan bangsa besar dapat maju dengan langkah besar.
Pertemuan anggota Basij dengan Ayatullah Khamenei
Bangga menjadi anggota Basij, Imam Khomeini berkata dalam sebuah pernyataan pada bulan Desember 1988 dengan rendah hati, dengan cinta dan pengabdian kepada anggota Basij, "Saya mencium setiap tangan Anda". Rahbar menyatakan, "Kalian Basij hari ini adalah pendengar dari pernyataan ini. Imam tidak mengatakan Basij tahun 60-an, tetapi beliau mengatakan Basij. Anda dan Basiji setelah Anda, sampai periode mendatang, semua termasuk dalam ucapan Imam ini, "Saya mencium tangan Anda".
Ayatullah Khamenei menyebut berkhidmat tanpa pamrih dan tak berharap dari masyarakat dan negara sebagai budaya Basiji dan menyatakan, "Apa arti budaya Basiji? Artinya, kaki setinggi lutut tenggelam dalam lumpur karena membersihkan rumah dan kamar keluarga yang terendam banjir. Artinya menempatkan dirinya dalam bahaya tertular virus Corona dan bahaya kematian demi menyelamatkan pasien Corona dan menjauhkannya dari bahaya kematian. Budaya Basij berarti tidak pernah bosan membantu karena iman.
Dalam skala yang lebih luas, Ayatullah Khamenei menganggap budaya Basij sebagai budaya pejuang tanpa nama seperti syuhada nuklir dan syahid seperti Syahid Kazemi, yang memasuki medan konfrontasi dengan musuh dalam setiap kampanye politik dan militer dengan karya ilmiah dan penelitian dan tanpa berharap apa pun, mereka melakukan semua yang mereka bisa.
Rahbar mengatakan, “Budaya Basij adalah siap menghadapi risiko, tidak takut, berkhidmat untuk semua orang dan untuk negara, lebih mementingkan orang lain, bahkan siap ditindas untuk membebaskan yang tertindas. Anda lihat dalam kasus-kasus baru-baru ini, orang-orang Basij tertindas. Mereka tertindas agar bangsa tidak tertindas oleh segelintir pembuat onar - tidak sadar atau bodoh atau tentara bayaran. Mereka sendiri ditindas untuk menghentikan penindasan terhadap orang lain. Mereka tidak membiarkan diri mereka putus asa."
Pertemuan anggota Basij dengan Ayatullah Khamenei
Rahbar menyebut upaya melatih dan menciptakan metode yang terupdate di Basij, serta persiapan Basij untuk memajukan negara, sebagai salah satu kapasitas penting negara dan mengingatkan bahwa kapasitas dan semangat Basij dan tidak takut sebenarnya sudah ada di generasi bangsa Iran sebelumnya, yang sayangnya pada rezim taghut, semangat ini ditindas oleh asing atau pemerintahan yang korup. Pemimpin Besar Revolusi Islam, menyebut pejuang seperti Sheikh Mohammad Khiyabani, Mohammad Taqi Khan Pessian, Mirza Kochak Khan Janggali, Agha Najafi, Asayid Abd Al-Hossein Lari dan Rais Ali Delwari serta ulama seperti Sheikh Jafar Mahalati sebagai Basij yang telah melakukan langkah-langkah berpengaruh
Ayatullah Khamenei menganggap kemenangan revolusi sebagai penyebab pembebasan semangat dan berkembangnya bakat, budaya, dan pemikiran Basij, dan menyebut keberadaan jutaan Basij resmi dan tidak resmi di Iran sebagai kenangan akan Imam Khomeini, yang tetap ada. dan akan tetap untuk masa depan. Rahbar berkata, “Sejalan dengan fenomena mobilisasi ini di negara kita, Basij juga ada di dunia Islam. Kita juga memiliki jutaan orang Basij di dunia Islam. Para Basij tidak mengerti bahasa kita, dan kita juga tidak mengerti bahasa mereka, tapi bahasa hati kita dan hati mereka sama."
Ayatullah Khamenei mengutip dari Imam Khomeini, menyebut Basij sebagai pohon kebaikan yang buahnya bermacam-macam. Rahbar mengatakan, pohon yang baik, seperti disebutkan dalam Al-Quran "Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit," Ciri-ciri pohon kebaikan adalah ia menghasilkan buahnya yang manis dan hasilnya di setiap masa.”
Pertemuan anggota Basij dengan Ayatullah Khamenei
Pemimpin Besar Revolusi Islam, sembari mengungkapkan buah manis Basij, mencatat bahwa keberadaan Basij menunjukkan bahwa revolusi itu hidup, lahir dan produktif. Di sisi lain, semangat kerja jihad tanpa berharap dan tanpa nama dan lencana Basij menciptakan lompatan di negeri ini dan memajukannya. Selain itu, kegiatan Basij dikaitkan dengan spiritualitas yang meningkatkan motivasi dan semangat kerja. Rahbar menyebut idealisme dan gerakan menuju nilai-nilai bersama dengan pragmatisme di antara berkah semangat Basiji dan menekankan bahwa Basiji itu praktis. Basij itu tidak hanya berbicara, dia bertindak. Namun seiring dengan pragmatisme, ia bergerak menuju cita-cita. Tentu saja, buah dan berkah ini selama semangat Basiji tetap terjaga di masyarakat dan dia tidak menderita wabah kesombongan.
Ayatullah Khamenei, dalam bagian lain pidatonya tentang kedudukan Basij dalam geografi politik dunia Islam, mengatakan, Front kolonialis Barat memberi perhatian khusus pada kawasan Asia Barat atau Timur Tengah. Karena kawasan itu penting dan pergerakan roda industri dunia Barat adalah karena bergantung pada minyak yang ada di wilayah kita. Sedangkan Iran adalah yang terpenting, karena kekayaannya, minyak, gas, tambang alamnya, lebih banyak dari semua negara tersebut, apalagi merupakan persimpangan jalan; Persimpangan Timur dan Barat, Persimpangan Utara dan Selatan. Dan untuk alasan ini, mereka menciptakan rezim penjarah Zionis sebagai basis mereka di wilayah tersebut untuk berperang dan menjajah.
Ayatullah Khamenei, saat menggambarkan dominasi dan tekanan Amerika terhadap Iran, mengatakan, Tekanan ini sedemikian rupa sehingga disebutkan dalam memoar para pemimpin politik era Pahlavi, bahkan Mohammad Reza Pahlavi mengeluhkan meningkatnya pemerasan Amerika, tetapi dia tidak berani berbicara. Menurut Rahbar, Terjadinya revolusi tiba-tiba membuyarkan tidur mereka dan Revolusi Islam merupakan pukulan fatal bagi kebijakan kolonial. Revolusi menciptakan penghalang yang kuat dan mendorong mereka ke tepi dan terisolasi. “Ini menjadi identitas baru. Artinya, negara mengubah identitas ketergantungan pada Inggris dan Amerika menjadi identitas independensi, kekuatan, berdiri di atas kaki sendiri, berbicara dengan kuat, tidak membayar pemerasan. Hal utama adalah tidak membayar uang pemerasan."
Merujuk pada isu ekspor Revolusi Islam ke bangsa dan negara lain, Pemimpin Revolusi Islam menambahkan, “Kami tidak bermaksud mengekspor revolusi, tetapi revolusi kami seperti aroma bunga, seperti udara musim semi, yang menyebar dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Ketika Anda memiliki taman yang penuh dengan bunga di sini, para tetangga di sekitar memanfaatkan bau bunga ini, tidak ada yang bisa menghentikannya. Dan ini terjadi. Di negara-negara lain, bangsa-bangsa tersadar dan bangun."
Ayatullah Khamenei mengingatkan bahwa Barat banyak melakukan persekongkolan untuk menghadapi sistem Islam. Dengan dukungan habis-habisan, mereka mengirim Irak untuk berperang dengan Iran, yang manifestasi nyatanya adalah kekalahan Saddam dan pendukung Baratnya dalam delapan tahun Pertahanan Suci. Rencana Amerika lainnya, yang diungkapkan sekitar 15 tahun yang lalu oleh tokoh-tokoh negara ini, adalah untuk menggulingkan enam negara Irak, Suriah, Lebanon, Libya, Sudan dan Somalia, sehingga pada akhirnya, kedalaman dan perluasan strategis Iran di wilayah tersebut akan hancur dan melemahnya negara tersebut pada akhirnya akan menyebabkan runtuhnya Republik Islam Iran sendiri. Namun rencana mereka, konspirasi mereka digagalkan oleh kekuatan Republik Islam yang hebat dan efisien. Perwujudan dan panji kekuatan besar ini adalah seseorang bernama Haj Qassem Soleimani... yang menggagalkan rencana mendalam musuh, semoga Allah meridainya."
Letjen Syahid Qassem Soleimani
Menyatakan bahwa negosiasi tidak akan menyelesaikan masalah kami dengan Amerika, Pemimpin Besar Revolusi Islam memberikan penjelasan tentang tujuan musuh mengusulkan JCPOA II dan III, dan mengatakan, "Beberapa orang mengklaim pemahaman politik dan mengatakan bahwa untuk mengakhiri kerusuhan, kami harus menyelesaikan masalah kita dengan Amerika atau mereka mengatakan Anda harus mendengarkan suara bangsa untuk mengakhiri kerusuhan. Pertanyaannya adalah, bagaimana masalah kita dengan Amerika akan diselesaikan? Apakah dengan bernegosiasi dan mendapatkan komitmen masalah akan berakhir? Pada pertemuan di Aljazair, mereka duduk dan bernegosiasi dengan Amerika Serikat tentang masalah pembebasan sandera pada tahun 1960 dan mengambil komitmen. Apakah Amerika memenuhi kewajibannya? Apakah dia menghapus sanksi dan mengembalikan kekayaan kita?"
Dari sudut pandang Pemimpin Besar Revolusi Islam, dengan memahami dan menganalisis kampanye besar-besaran ini, kita dapat memahami apa alasan desakan musuh pada JCPOA II dan III. JCPOA II berarti bahwa Iran harus sepenuhnya meninggalkan kawasan. JCPOA III berarti Iran berkomitmen untuk tidak memproduksi senjata strategis penting apa pun dan tidak memiliki drone dan rudal.
Mengacu pada kata-kata para perusuh, Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Mereka mengatakan agar mendengarkan suara bangsa! Anda mendengar suara gemuruh bangsa dikumandangkan pada tanggal 13 Aban tahun ini? Anda mendengar suara bangsa Iran? Memangnya sudah berapa berlalu sejak pemakaman Syahid Soleimani? Kerumunan besar itu adalah suara bangsa Iran, pemakaman yang dihadiri sepuluh juta orang itu, atau mungkin lebih dari sepuluh juta dalam arti tertentu, adalah suara bangsa Iran. Hari ini, pemakaman para syahid adalah suara bangsa Iran. Ketika ada satu orang mati syahid di Isfahan, di Shiraz, di Masyhad, di Karaj, di tempat lain, banyak orang berbaris dan meneriakkan slogan melawan teroris, melawan perusuh. Inilah suara bangsa. Mengapa Anda tidak mendengar suara bangsa?"
Di akhir pidatonya, Ayatullah Khamenei memberikan nasehat kepada para Basij dengan membacakan ayat 139 Surat Al-Imran "وَ لا تَهِنوا وَ لا تَحزَنوا وَ اَنتُمُ الاَعلَونَ اِن کُنتُم مُؤمِنین" (Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.)
Ledakan Mengguncang Timur Tel Aviv
Media-media berbahasa Ibrani Kamis (1/12/2022) sore mengkonfirmasi sebuah ledakan di dekat restoran di timur Tel Aviv.
Seperti dilaporkan FNA, Kanal 12 Televisi rezim Zionis Israel mengkonfirmasikan bahwa sebuah paket bom meledak di Or Yehuda dan polisi rezim ini langsung dikerahkan ke lokasi ledakan.
Sampai saat ini belum ada laporan lebih detail yang dirilis mengenai korban dan kerugian akibat insiden ini.
Berita lain menyebutkan, media-media Zionis Kamis malam melaporkan bahwa militer rezim ini meningkatkan kesigaannya di berbagai wilayah pendudukan karena takut balasan potensial kelompok muqawama atas gugurnya pemuda Palestina dan penembakan rudal muqawama.
Tingkat kewaspadaan yang meningkat di wilayah pendudukan terjadi ketika perlawanan Palestina melakukan uji coba rudal baru di pantai Gaza pada hari Kamis.
Di uji coba rudal muqawama Palestina, tiga rudal ditembakkan ke arah pantai.
Faksi muqawama Palestina di Jalur Gaza selama beberapa tahun terakhir aktif melakukan uji coba rudal di pantai Gaza untuk meningkatkan kemampuan militer dan menjaga level kesiapannya.
Muqawama Palestina di perang Pedang Quds berhasil membuat rezim Zionis lengah dengan memanfaatkan rudalnya, dan berhasil menarget mayoritas titik di bumi pendudukan.
Peningkatan kemampuan rudal dan meluasnya kapasitas militer muqawama Palestina termasuk di sektor produksi dan uji coba beragam rudal dilakukan dengan tujuan pertahanan dan melawan balik serangan udara dan rudal Zionis serta penargetan warga dan instalasi Palestina oleh rezim ilegal ini.
Kematian Misterius Direktur Perusahaan Keamanan asal Inggris di Erbil
Sumber media Irak mengabarkan kematian misterius seorang warga negara Inggris, di dekat bandara Erbil, Wilayah Kurdistan Irak.
Akun media sosial Sabereen News, Kamis (1/12/2022) mengabarkan, Andy Turley, seorang direktur perusahaan keamanan asal Inggris, tewas secara misterius di dekat bandara Erbil.
Perusahaan keamanan yang dimaksud, beroperasi di Provinsi Basrah, Irak, namun sampai sekarang masih belum diketahui detail sebab tewasnya warga Inggris tersebut, dan siapa pelakunya.
Seumber keamanan di Kementerian Dalam Negeri Irak beberapa waktu lalu juga mengabarkan tewasnya seorang warga Amerika Serikat di pusat kota Baghdad.
Pada saat yang sama, Angkatan Bersenjata Kanada melaporkan tewasnya seorang perwira militer negara itu secara misterius di kota Baghdad.
Angkatan Bersenjata Kanada di akun Twitternya menulis, "Eric Cheung meninggal di Baghdad di luar kondisi operasi. Saat ini penyelidikan sedang dilakukan terkait kasus ini."
Hakim ke Dubes AS: Irak Tak Mau Dijadikan Sumber Ancaman bagi Tetangga
Ketua Gerakan Hikmah Nasional Irak kepada Dubes AS menegaskan bahwa negaranya tidak mau dijadikan perantara untuk mengancam keamanan dan stabilitas negara-negara tetangga.
Sayid Ammar Hakim, Jumat (2/12/2022) melakukan pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Irak, Alina L. Romanowski. Dalam pertemuan itu, dibicarakan perkembangan politik terbaru Irak, dan kawasan serta hubungan Baghdad-Washington.
Pada pertemuan tersebut Ammar Hakim juga menekankan urgensi stabilitas di Irak sebagai salah satu pilar utama keamanan dan stabilitas kawasan Asia Barat.
Selain itu, Ammar Hakim menilai dukungan regional dan transregional, dukungan parlemen, stabilitas keamanan dan peningkatan pendapatan finansial Irak, sebagai faktor keberhasilan pemerintah baru pimpinan Perdana Menteri Mohammad Shia Al Sudani.
Bantah Klaim AS, SANA: Pemimpin Daesh Dibunuh Pasukan Suriah
Kantor berita Suriah, SANA membantah klaim Amerika Serikat bahwa Pemimpin kelompok teroris Daesh tewas di tangan milisi Free Syrian Army, FSA.
Langkah Serius Tehran-Baghdad Perluas Kerja Sama Bilateral
Duta besar Republik Islam Iran di Baghdad, menyebut kunjungan terbaru PM Irak ke Iran sebagai langkah serius untuk memperluas hubungan bilateral dua negara bertetangga dan berpengaruh di kerja sama regional.
PM Irak, Mohammad Shia' Al Sudani 29 November 2022 untuk pertamanya berkunjung ke Iran sebagai perdana menteri baru Irak.
Perdana menteri Irak di kunjungannya kali ini bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, presiden dan menlu Iran.
Sekaitan dengan ini, Dubes Iran di Baghdad, Kazem Al-e-Sadeq di tweetnya terkait kunjungan terbaru PM Irak ke Iran menulis, "Kunjungan resmi Mohammad Shia' Al Sudani, perdana menteri Irak ke Iran sebuah langkah serius untuk mengembangkan hubungan bilateral antara dua negara bertetangga dan berpengaruh di kerja sama regional."
"Pemerintah baru Irak memiliki pendekatan konstruktif untuk memperdalam hubungan yang komprehensif dan mewujudkan kepentingan bersama kedua negara besar Irak dan Iran," ujar Al-e Sadeq.
Khatib Jumat Tehran: Kampus Dibangun dari Darah Syuhada, Tak Khianati Revolusi
Khatib Salat Jumat kota Tehran mengatakan, universitas-universitas Iran, dibangun dari darah syuhada, oleh karena itu tidak akan merusak Revolusi Islam.
Hujatulislam Kazem Sedighi, Jumat (2/12/2022) dalam khutbah Jumatnya hari ini bertepatan dengan Hari Mahasiswa Iran, menyinggung sejumlah aksi melanggar kehormatan universitas di beberapa kampus negara ini.
Ia menuturkan, "Universitas-universitas dibangun atas nama, dan dari darah para syuhada, oleh karena itu aksi-aksi semacam ini tidak akan mampu merusak Revolusi Islam."
Khatib Jumat Tehran menambahkan, "Di masa sebelum Revolusi, saat Amerika Serikat mendominasi seluruh urusan negara mulai dari militer, kebudayaan, hingga hubungan internasional dan pemilihan wakil rakyat, gerakan mahasiswa langsung mengibarkan bendera Islam, maka dari itu ketika sejumlah peristiwa melanggar kehormatan universitas Iran di kampus terjadi belakangan ini, hal itu tidak akan bisa merusak Revolusi, karena universitas-universitas selalu melaksanakan kewajibannya di bawah naungan bendera Wilayah."
Menurut Sedighi, Republik Islam Iran selama 43 tahun berhadapan dengan seluruh kekuatan setan dan imperialis dengan semua rekam jejak dan fasilitas canggih serta bahaya-bahaya yang diciptakannya, dan musuh-musuh selalu kalah."
"Bangsa Iran telah mengubah seluruh ancaman penjajah menjadi peluang, pasalnya bangsa ini memiliki keyakinan bahwa seluruh umat adalah satu jiwa, satu kekuatan rasional dan satu hati," imbuhnya.
Hujatulislam Sedighi menegaskan, "Mengapa rakyat Iran sulit dikalahkan, karena mereka punya keyakinan wakil Imam Mahdi, adalah pemimpin mereka, dan Imam Mahdi tidak akan pernah meninggalkan mereka sendirian, dan Allah Swt sudah berjanji barangsiapa bertakwa maka ia akan dibantu-Nya."




























