کمالوندی
Akhlak, Mutiara yang Hilang di Era Informasi: Hati Bersih, Perilaku Juga Bersih
Hujjatul Islam Sayid Rahim Tavakkol menyatakan, "Pelajaran akhlak telah banyak diberikan kepada masyarakat, akan tetapi yang harus lebih mendapat perhatian adalah jawaban pada pertanyaan dan tuntutan."
Sayid Tavakkol mengatakan, "Pelaku setiap amal adalah ruh kita, badan kita hanya sarana untuk melakukan pekerjaan dan amal yang diinginkan oleh ruh kita. Jika ruh terdidik, maka perilaku kita juga terdidik, dan jika tidak maka amalan dan perilaku kita adalah maksiat dan dosa."
"Dalam riwayat disebutkan bahwa jika hati sudah baik, maka perilakunya juga akan baik, dan jika hati jahat maka perilaku juga akan jahat," tegasnya.
Hujjatul Islam Sayid Tavakkol mengatakan, ketika sang panglima dekat dengan Allah, maka pasukannya juga akan dekat dengan Allah Swt, namun ketika sang panglima jauh dari Allah, maka pasukannya juga akan jauh dari Allah Swt.
Jasmine Crawford: Tiada Tuhan Selain Allah Membuat Anda Langsung Menuju Allah!
Nama saya adalah Jasmine Crawford. Saya memeluk Islam pada tahun 2010. Saya memilih Islam karena saya percaya bahwa ia adalah ajaran yang benar. Saya meminta Allah Swt memberikan saya petunjuk dan membimbing saya. Sebenarnya saya adalah seorang penganut Katolik dan saya hanya ingin menjadi penganut Katolik yang lebih baik. Maka saya mempelajari berbagai agama, saya hanya berminat untuk belajar. Semakin banyak saya belajar, semakin saya senangi.
Pada mulanya memang agak sulit karena agak sukar untuk saya melepaskan masa lalu saya. Alhamdulillah saya melakukan perbuatan yang benar.
Sebelum memeluk agama Islam, saya hanya mengetahui Islam seperti orang kebanyakkan mengetahuinya, bahwa Islam adalah teroris dan wanitanya bertutup. Sayangnya memang mendapatkan sebagian Muslim yang tidak mengamalkan ajaran Islam dan mereka ini tidak mewakili Islam sebagaimana layaknya. Dan mereka ini lebih gemar keluar dengan non Muslim, mereka memberikan gambaran Islam yang salah.
Maka saya berpikir sama seperti kebanyakkan orang lain, bahwa ia hanya cara hidup dan bukan agama sebenarnya, seperti apa yang dilakukan oleh orang lain.
Saya mempunyai beberapa orang teman Muslim, maka pintu terbuka untuk saya menjenguk ke dalam. Sekali lagi saya mengetahui tentang Islam, saya juga mengetahui Judaisme, Kristen dan Islam. Begitulah saya mengenali Islam karena saya punya teman Muslim.
Lakukan apa yang mengembirakan Anda
Apa yang paling menarik dalam Islam bagi saya ialah Tiada Tuhan Selain Allah; Anda langsung menuju Tuhan, karena selama inipun saya memang melakukan hubungan langsung dengan Tuhan. Bukan ada satu hal yang tertentu karena banyak sekali perkara yang berlaku dalam pencarian saya yang membuat saya merasakan bahwa ia benar bagi saya. Bahwa al-Quran tidak pernah berubah merupakan satu hal yang penting bagi saya, dan adanya bukti-bukti saintifik dalam al-Quran, semuanya dalam Islam dapat diterima oleh akal. Islam lebih logis dari agama-agama lain.
Dalam keluarga, hanya saya seorang Muslim. Ada juga saudara jauh yang memeluk agama Islam. Tetapi dalam keluarga, hanya sayalah seorang Muslim. Saya bergantung pada ibu saya!
Alhamdulillah, hubungan saya dengan orangtua baik sekali. Saya mencintai kedua orang tua saya. Ketika saya baru mempelajari Islam, ayah saya jatuh sakit. Dia terkena kanker sekali lagi. Ibu saya merupakan seorang yang terbaik…. Alhamdulillah. Dia membantu saya dalam segala hal. Dia membantu saya dengan membangunkan saya untuk shalat Subuh, dia membelikan makanan halal untuk saya, dia benar-benar seorang wanita yang cantik. Saya begitu dekat dengan ibu saya. Ayah saya meninggal dunia pada Juli 2011. Kami punya hubungan yang baik.
Satu-satunya pertanyaan yang dikemukakan oleh ibu saya ialah "Saya pikir Anda akan merenung terkait Islam?!" Selain itu, mereka bukanlah penganut Katolik yang keras. Subhanallah, mereka berkata; "SeAndainya Islam membuat Anda bahagia, selagi Anda tidak menganggu orang lain, lakukanlah. Lakukanlah apa yang membuat Anda bahagia".
Amat mudah menjadi seorang Muslim Amerika di New York. Selagi Anda percaya diri dan punya keyakinan. Sementara memakai jilbab akan dinilai oleh orang lain sebagai gaya Anda. Mereka tidak sadar bahwa saya seorang Muslim. Karena jika Anda melihat apa yang dipakai orang ketika ini, mereka akan mengenakan segala macam rupa sehingga sebagian orang tidak sadar Anda seorang Muslim. Banyak orang yang bertanya dengan saya, dan saya dapat melihat bahwa orang-orang ini sebenarnya baik terhadap saya.Mereka tidak seburuk seperti yang saya pikirkan. Di New York, sangat mudah untuk mencari apa yang Anda inginkan. Saya bisa memastikan di kota-kota lain tidak semudah di New York. Kami punya toko-toko yang menjual makanan halal di setiap penjuru kota. Maka semua menjadi mudah sekali.Belakangann saya banyak makan ikan! Saya merasakan amat senang menjadi seorang Muslim di kota New York.
M.E.C.C.A (Muslim Education and Converts Center of America) adalah sebuah organisasi non-profit. Kami menawarkan kelas. Kami punya program baru untuk Muslim yang menayangkan kepada Muslim baru bagaimana menunaikan shalat, dan semua masalah penting yang Anda perlukan untuk menjadi seorang Muslim. Ketika Anda baru memeluk agama Islam, ia mungkin amat menakutkan dan menakjubkan, kemudian Anda mengucapkan dua kalimah syahadah, dan Anda telah menjadi seorang Muslim. Anda berjalan sendirian dan tidak ada siapapun yang akan mengulurkan bantuan kepada Anda. Anda datang ke sini. Anda mengikuti kelas dengan rekan-rekan lain yang juga memeluk agama Islam dengan bimbingan dari guru-guru berkelayakan yang telah belajar di luar negeri
Kami juga menawarkan kursus bahasa Arab, akidah dan fiqih. Kami juga mempunyai kelompok bantuan untuk mereka yang baru memeluk agama Islam, bagi Muslimah yang melalui pengalaman yang sama, seperti mereka tidak pasti sama ada mereka bisa mengenakan jilbab atau tidak, kami akan membantu mereka. Kami menawarkan kelas-kelas yang menarik. Kelas-kelas itu bukan hanya untuk Muslim, yang bukan Muslim juga bisa mengikutinya. Di sini kami punya mereka yang baru memeluk Islam, yang lahir dalam Islam, dan mereka yang berminat untuk mengetahui dan mempelajari Islam lebih jauh.
Kami juga menawarkan bantuan kepada bukan Muslim atau dengan kata lain kepada mereka yang baru memeluk Islam. Kami punya kumpulan khusus untuk Muslimah dan Muslim, dimana kita akan berkumpul, makan dan bincang bersama akan masalah-masalah yang kita hadapi atau apa yang mereka lalui. Sebagian orang mempunyai situasi yang serupa dengan keluarga mereka atau kawan mereka tidak lagi ingin bercakap dengan mereka. Hal ini memang emosional. Adalah sulit untuk melaluinya dan mereka merasa sendirian, dan kami semua di sini punya hubungan. Seperti sebuah keluarga kecil dan kita semua punya situasi yang sama. Ia merupakan sebuah tempat yang besar, Alhamdulillah.
Mereka yang baru memeluk Islam datang dari berbagai tempat. Saya merupakan campuran hitam dan putih. Ada yang berasal dari Irish, Afrika, dan India. Malah kami juga punya orang Cina. Ada yang dari Spanyol. Yang berkulit putih. Kami punya berbagai ragam, ras, dan bangsa. Inilah Kota New York, Anda akan dapat semuanya.
Faktor-Faktor yang Menenangkan Hati Manusia

الَّذینَ آمَنُوا وَ تَطمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِکرِ اللَّهِ أَلا بِذِکرِ اللَّهِ تَطمَئِنُّ القُلُوبُ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (surat al-Ra'ad ayat 28)
Ketenangan dan kenyamanan jiwa adalah sesuatu yang dikejar oleh semua manusia tanpa terkecuali. Banyak faktor yang membuat manusia tenang dan yang paling penting adalah pengetahuan dan ilmu.
Disebutkan dalam al-Quran bahwa orang yang mengetahui sekecil apapun amal baiknya akan tercatat
«مثقال ذرّة خیراً یره» (1)
Maka dia akan dengan senang hati berusaha beramal. Orang yang mengetahui bahwa dia telah diciptakan Allah Swt karena rahmat-Nya, maka dia akan hidup dengan penuh harapan
«الّا من رحم ربّک و لذلک خلقهم»(2)
Orang yang mengetahui bahwa Allah Swt siap menanti orang-orang zalim, maka dia akan merasa tenang.
«انّ ربّک لبالمرصاد» (3)
Orang yang mengetahui bahwa Allah Swt Maha Bijaksana dan Mengetahui, dan bahwa Dia tidak menciptakan apapun sia-sia maka dia akan menjalani hidup dengan optimisme.
Orang yang mengetahui bahwa perjalanannya pasti dan masa depannya cerah, maka hatinya akan merasa sangat tenang.
«والاخرة خیر و ابقی»(4)
Orang yang mengetahui bahwa Imam dan pemimpinnya adalah manusia yang sempurna, dan ditunjuk oleh Allah Swt dan mereka adlaah maksum yang terhindar dari segala bentuk ketergelinciran dan dosa, maka hatinya akan tenang.
«انّی جاعلک للناس اماما» (5)
Clinton: AS tidak Menetapkan Batas Waktu bagi Iran
Menlu AS Hillary Clinton mengatakan, Washington tidak menetapkan batas waktu untuk resolusi sengketa diplomatik Barat terkait program energi nuklir Iran.
Dalam sebuah wawancara dengan radio Bloomberg pada hari Senin (10/9), Clinton menyatakan pemerintah AS masih menganggap solusi diplomatik sebagai pendekatan terbaik, tetapi mengulangi retorika tekanan terhadap Republik Islam.
Pada awal 2012, AS dan Uni Eropa menyetujui sanksi baru terhadap sektor minyak dan finansial Iran. Embargo ilegal itu bertujuan untuk mencegah negara-negara lain membeli minyak atau bertransaksi dengan Bank Sentral Iran.
"Kami yakin bahwa kami memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada sanksi tersebut," kata Clinton dalam wawancara.
Dalam menanggapi pertanyaan tentang apakah pemerintahan Obama akan menetapkan garis merah seperti yang diminta oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Clinton menegaskan, "Kami tidak menetapkan tenggat waktu."
Pada tanggal 2 September, Netanyahu menyeru masyarakat internasional untuk menetapkan "garis merah yang jelas" bagi Iran guna menghentikan program energi nuklirnya. (IRIB Indonesia/RM)
Jalan Berliku Rekonsiliasi Palestina
Perdana Menteri pilihan rakyat Palestina, Hamas, Ismail Haniyeh menyatakan bahwa rekonsiliasi nasional merupakan urgensi nasional dan solusi strategis bagi bangsa Palestina. Haniyeh mendesak dibentuknya sarana untuk mewujudkan perdamaian sebenarnya dan permanen melalui kesepakatan sistem politik kolektif. Ditegaskannya, Palestina saat ini membutuhkan kepemimpinan dan pemerintahan nasional.
Sejak beberapa bulan lalu Hamas melakukan berbagai langkah untuk menyelesaikan masalah yang merintangi terwujudnya rekonsiliasi nasional Palestina. Namun sebaliknya, Otorita Ramallah di Tepi Barat masih belum menunjukkan keseriusaannya untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Kini, rekonsiliasi menjadi agenda paling penting bagi bangsa Palestina. Terutama setelah Otorita Ramallah membawa berkas pembentukan negara merdeka Palestina dan keanggotaannya di PBB. Kini, tidak lama lagi isu itu akan digaungkan kembali dalam sidang umum PBB yang akan digelar tidak lama lagi. Selain itu, pembebasan Jalur Gaza dari blokade rezim Zionis yang telah berlangsung sejak tujuh tahun lalu menjadi masalah utama bagi bangsa Palestina. Blokade sepihak itu telah menyebabkan Jalur Gaza menjadi penjara terbesar di dunia bagi penghuninya sekitar 1,5 juta jiwa itu.
Pemisahan Jalur Gaza dan Tepi Barat sejak tahun 2007 dilakukan sebagai bagian dari konspirasi rezim Zionis demi memecah belah Palestina. Friksi yang berlarut-laut antara Fatah dan Hamas hanya menguntungkan Israel dan merugikan Palestina sendiri. Meski demikian para pemimpin Hamas menyadari keadaan tersebut. Untuk itu sejak dulu Hamas mengulurkan tangannya untuk berdialog demi mewujudkan rekonsiliasi nasional.
Ismail Haniyeh sejak tujuh tahun lalu berkeyakinan bahwa pemicu tertundanya rekonsiliasi nasional adalah tekanan rezim Zionis dan AS terhadap Otorita Ramallah. Keseriusan Hamas mewujudkan rekonsiliasi nasional salah satunya dibuktikan dengan kesepakatan menerima "Pemerintahan Persatuan Nasional" yang diusulkan Mahmoud Abbas dan ditandatangani Ketua Biro politik Hamas, Khaled Meshal pada April lalu.
Sebelumnya, Gedung Putih menekan Abbas terkait tiga masalah utama yaitu masalah rekonsiliasi nasional, dibukanya kembali perundingan Pelestina dan Israel, dan mencabut usulan keanggotaan Palestina di PBB.
Hamas mengingatkan Fatah bahwa perundingan dengan rezim Zionis dan AS merugikan kepentingan Palestina. Perdana Menteri Hamas berulangkali menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah secara resmi mengakui Israel. Inilah yang memicu kekhawatiran AS dan rezim Zionis terkait rekonsiliasi Palestina. Jika rekonsiliasi tersebut terwujud, maka dukungan internasional terhadap Palestina semakin terbentang luas, dan sebaliknya posisi Israel kian tekucil melebihi sebelumnya. (IRIB Indonesia/PH)
Mursi Dituntut Penuhi Janji Pemilu
Ratusan guru dan dosen universitas di Mesir menggelar demonstrasi menuntut Presiden Muhammad Mursi untuk memenuhi janji pemilunya, Press TV melaporkan Senin (10/9).
Para demonstran berkumpul di pusat kota Kairo pada hari Senin dan menuntut Mursi untuk menaikkan gaji, pengangkatan dan kondisi kerja yang lebih baik. Mereka memblokir jalan untuk menunjukkan ketidakpuasan terhadap pemerintah Mursi.
Guru telah berjuang untuk memperbaiki nasib mereka sejak mantan Presiden Hosni Mubarak digulingkan tahun lalu.
Pekan depan, sekolah-sekolah di Mesir akan memulai kembali aktivitas setelah libur panjang, namun banyak guru berjanji untuk melanjutkan protes mereka. Beberapa dari mereka bahkan menyatakan akan menolak untuk mengajar sampai tuntutan dipenuhi.
Pada tanggal 31 Agustus, lebih dari 5.000 pengunjuk rasa menggelar demonstrasi di Kairo menuntut implementasi cita-cita revolusi. Mereka meminta pemerintah untuk membebaskan para tahanan yang ditangkap selama revolusi.
Para demonstran juga mendesak Mursi untuk menetapkan upah minimum bagi negara. Banyak aktivis juga meneriakkan slogan-slogan menentang Mursi, yang dinilai bertindak terlalu lamban untuk memenuhi tuntutan warga. (IRIB Indonesia/RM)
Abaikan Sanksi, Mesir akan Impor Minyak Iran
Tehran dan Kairo sedang melakukan perundingan yang bertujuan menjual minyak Iran ke Mesir setelah bertahun-tahun memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi, kata para pejabat di kedua negara pada Senin (10/9).
Menurut harian Wall Street Journal, Tehran telah mengusulkan penjualan dua juta barel minyak ke Kairo senilai lebih dari 200 juta dolar.
Seorang pejabat di Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC) kepada IRNA, mengatakan kedua belah pihak telah menegosiasikan kesepakatan tersebut. Ditambahkannya, Mesir akan membeli minyak Iran dalam jumlah besar, namun negosiasi terkait masih dalam tahap awal.
Menteri Perminyakan Mesir Osama Kamal, juga mengatakan kepada harian al-Ahram, bahwa tidak ada kendala untuk mengimpor minyak Iran dan penyulingan minyak mentah di sini.
Menurut Wall Street Journal, jika kesepakatan itu dirampungkan secara serius, Washington akan meradang dan mungkin mendorong kelesuan lebih lanjut dari hubungan rapuh Kairo-Washington. (IRIB Indonesia/RM)
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Baqarah ayat 124-127
Ayat ke 124
Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: " (Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim".
Nabi Ibrahim as mempunyai kedudukan khusus di antara para nabi. Nama beliau disebutkan 69 kali dalam 25 surat. Al-Quran menyebutnya seperti Nabi Muhammad Saw sebagai uswah dan tauladan. Dalam surat ini dari ayat 124 hingga 18 ayat selanjutnya dibicarakan tentang nabi-nabi besar ilahi. Mereka adalah pahlawan tauhid dan pendiri Ka'bah. Nabi Ibrahim as adalah nabi yang tulus dan berhasil mencapai kedudukan Imamah setelah melewati pelbagai macam ujian ilahi.
Ujian merupakan sunah ilahi yang pasti menimpa seluruh manusia. Ujian itu diberlakukan ke atas manusia agar mereka mengetahui betapa Allah Maha Mengetahui segalanya. Ujian-ujian ini untuk mengetahui seluruh potensi, baik dan buruk manusia. Dengan diharapkan dapat menjadi jelas bahwa apa yang dipilih oleh setiap manusia berdasarkan kebebasan memilih yang telah Allah berikan kepadanya. Atas dasar ini manusia diberi balasan berupa pahala atau siksaan dari tindakan tersebut.
Di dalam ayat ini maksud dari "kalimat" adalah rentetan tanggung jawab berat yang telah Allah panggulkan kepundak Nabi Ibrahim. Beliau menjalankan semua tanggung jawab yang dibebankan kepadanya dan sebagian dari tanggung jawab ini akan dijelaskan. Nabi Ibrahim as adalah satu-satunya dari keluarga dan sanak familinya yang meng-esa-kan Allah. Beliau bangkit melawan kesyirikan dan penyembah berhala. Ia sendiri memasuki tempat penyembahan berhala dan menghancurkan semua patung.
Sekalipun ia akhirnya dibakar akibat perlakuannya terhadap patung-patung itu, tapi beliau tetap tenang, penuh keimanan dan yakin kepada Allah. Dengan semua keyakinan ini, Allah memerintah api menjadi dingin dan menyelamatkan Nabi Ibrahim as ketika beliau dimasukkan ke dalam kobaran api.
Nabi Ibrahim memperoleh keturunan setelah usianya lanjut. Waktu yang lama ini tidak membuat beliau berontak dan menolak ketika Allah memerintahkannya menyembelih putra pertamanya Nabi Ismail as. Atas perintah Allah Nabi Ibrahim as membawa anaknya Ismail ke tempat pengorbanan untuk disembelih sebagai bentuk pengorbanannya kepada Allah.
Nabi Ibrahim as dalam doanya meminta kepada Allah agar menganugerahi posisi imamah kepadanya dan kepada anak turunannya. Namun Allah dalam jawabannya berfirman, kedudukan ini tidak dapat diwarisi, tetapi setiap orang yang mempunyai kelayakan akan mendapatkan hal tersebut.
Kedudukan Imamah lebih tinggi dari kedudukan risalah. Rasul ditugaskan menyampaikan hukum-hukum ilahi dan pemberi petunjuk manusia, tetapi Imam penaggung jawab atas terealisasinya hukum-hukum tersebut dan pelaksanaan keadilan sosial di antara masyarakat. Ayat ini dengan gamblang menjelaskan bahwa bahwa Imamah adalah janji dan amanat ilahi yang tidak akan diperoleh oleh orang-orang zalim. Oleh sebab itu, sebagai Syiah percaya bahwa Imam seperti halnya Nabi harus maksum. Siapa saja yang telah berbuat syirik dan dosa, maka ia tidak layak menduduki jabatan Imamah.
Ayat ke 125
Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaaf, yang ruku dan yang sujud".
Ayat sebelumnya telah menyinggung terhadap kedudukan tinggi Ibrahim dan Imamah. Ayat ini adalah tempat mengingat yang besar bagi Ibrahim as. Ayat ini mengingatkan tentang Ka'bah dan berkata, rumah ini adalah rumah umat manusia. Rumah ini tempat perjanjian para penyembah Allah dalam sejarah. Sebuah tempat perjanjian yang aman, suci dan dijadikan sebagai tempat tawaf dan shalat.
Para jemaah haji yang pergi ke Mekah, setelah melaksanakan tawaf di Ka'bah harus mengerjakan dua rakaat shalat. Demi memuji usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim as, Allah mengangkat sebuah batu di tembok Ka'bah, tempat berdiri Nabi Ibrahim as. Sampai sekarang tempat ini menjadi mihrab shalat yang berada di depan para jamaah haji, sehingga mereka tidak berdiri lebih ke depan dari maqam Ibrahim. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as tidak hanya membangun Ka'bah, tetapi juga pelayan Ka'bah. Sesuai dengan perintah Allah, mereka membersihkan Masjidul Haram bagi pecinta ibadah dan shalat dari setiap pencemaran dan kotoran.
Pada dasarnya masjid yang adalah rumah Allah dan pelayannya haruslah dari para auliya' Allah dan orang-orang yang suci dan tidak seorangpun yang berhak mengatur urusan masjid.
Ayat ke 126
Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman:" Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali ".
Nabi Ibrahim as yang telah membangun Ka'bah dan menyiapkannya untuk ibadah, berdoa kepada Allah untuk penduduk kota Mekah dengan dua permintaan, satu keamanan dan ketenangan dan satu lagi rizki dan nikmat dan kemudahan hidup. Sesungguhnya Nabi Ibrahim as berdoa untuk orang mukmin, tetapi Allah Swt dalam menjawab berfirman, Aku akan memberikan rizki materi kepada semua manusia baik yang beriman maupun yang kafir. Aku tidak akan mencabut rizki dunia orang-orang kafir karena kekafirannya, walaupun pada Hari Kiamat akan berada di neraka karena perbuatannya.
Ayat ini menyampaikan dua permintaan salah satunya kepemilikan mukminin atas nikmat-nikmat materi dan kemudahan dunia yang diinginkan. Oleh sebab itu, Nabi Ibrahim as meminta kepada Allah akan hal-hal ini. Yang kedua yaitu kepemilikan orang-orang kafir atas nikmat materi, tidak menunjukkan kebenaran mereka, tetapi sebuah alasan tanpa arti mengikuti dunia di hadapan Allah.
Ayat ke 127
Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa):" Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ".
Ka'bah sudah ada sejak zaman Nabi Allah Adam as, tetapi diperbaharui oleh Nabi Ibrahim as. Dasar masalah ini adalah Nabi Ibrahim as ketika menempatkan istri dan anaknya di tanah Mekah ia berkata, "Ya Tuhanku, aku telah menempatkan keluargaku di tanah yang kering ini dan tanpa tanaman di sisi rumah-Mu." Ketika Nabi Ibrahim as memasuki kota Mekah, telah ada rumah Allah, yaitu Ka'bah di sana. Selain itu, Allah dalam ayat ke 96 surat Ali Imran, memperkenlkan Ka'bah sebagai rumah manusia pertama.
Ayat ini secara khusus menekankan bahwa pekerjaan akan bernilai bila diniatkan hanya untuk Allah. Karena tukang bangunan pada dasarnya juga bisa membuat bangunan, tapi yang akan diterima ketika diniatkan hanya untuk Allah. Bila dalam setiap perbuatan disertai dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, maka pekerjaan itu sangat bernilai dalam pandangan Islam. Kesimpulannya, bila kita mampu membuat Ka'bah tapi perbuatan itu tidak diterima Allah, maka hal itu menjadi sia-sia.
Dari empat ayat tadi terdapat empat pelajaran yang dapat dipetik:
1. Allah menganugerahkan tingkat spiritual berdasarkan kelayakan individu. Peristiwa dan ujian yang diberikan Allah kepada manusia akan menciptakan kelayakan bagi manusia. Dengan demikian, mereka dapat mencapai satu posisi tertentu dan tinggi.
2. Imamah dan pemimpin umat adalah jabatan ilahi dan bukan posisi duniawi. Atas dasar ini, tidak seorangpun yang berwenang menentukan Imamah kecuali Allah Swt.
3. Masjid adalah rumah Allah. Oleh karenanya, tempat ini harus disucikan oleh orang-orang yang suci hatinya dan saleh. Kepada mereka penanganan masjid diberikan dan bukan kepada orang yang bukan ahlinya.
4. Selain kota teladan Islam, Mekah juga merupakan tempat ibadah dan pusat keilmuan. Mekah adalah dasar ibadah dan penyembahan kepada Allah. Untuk itu, Mekah harus menjadi tempat yang aman bagi manusia agar dapat beribadah dengan baik.
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Baqarah Ayat 118-123
Ayat ke 118-119 Save
Arinya:
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.
Salah satu kritik yang disampaikan oleh orang-orang bodoh atau mereka yang memiliki tendensi tertentu, kepada Nabi Saw, adalah apa pentingnya Allah mengutus kalian para Nabi, yang menjadi penengah antara kami dan Dia? Mengapa Allah Swt tidak berbicara secara langsung dengan kami, dan tidak menurunkan ayat-ayat-Nya kepada kami? Jika yang demikian itu terjadi, maka kami sudah menerima firman Allah.
Dalam menghadapi perkataan dan tuntutan yang tidak pada tempatnya ini, al-Quran membesarkan hati Nabi dan Muslimin, dengan mengatakan bahwa kritikan-kritikan tersebut bukanlah hal yang baru. Sebelum mereka ini ada juga orang-orang yang menyampaikan ucapan-ucapan yang tidak pada tempatnya. Karena hati orang-orang ini adalah sama berpenyakit dan menolak kebenaran.
Orang-orang yang tidak mempunyai kelayakan menerima ayat-ayat ilahi ini, seandainya ayat-ayat ilahi diturunkan langsung kepada mereka, maka mereka tetap tidak akan menerimanya. Karena mereka itu hanya mencari-cari alasan, bukan karena benar-benar mau menerima kebenaran. Seseorang harus menerima kebenaran, meskipun ia datang dari orang lain.
Ukuran kebenaran bukannya, sayalah yang harus berkata atau saya harus memahami. Jika kita berkata, karena ayat-ayat ilahi tidak diturunkan kepada saya maka saya tidak mau menerimanya, maka jelaslah bahwa yang penting di sini adalah saya, bukannya kebenaran. Sementara para Nabi tidak mempunyai tugas kecuali menyampaikan ayat-ayat ilahi serta kabar gembira dan peringatan kepada umat manusia.
Mereka adalah orang-orang yang diberi tugas untuk melakukan kewajiban, tanpa memberi jaminan akan hasilnya. Oleh karena itu, mereka tidak memaksa umat manusia untuk menerima kebenaran. Dengan demikian, siapa yang tersesat dan masuk neraka, maka hal itu adalah karena pilihan orang itu sendiri. Sedangkan para Nabi tidak mempunyai tanggung jawab apa pun dalam hal itu.
Ayat ke 120
Artinya:
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
Setelah peristiwa perubahan kiblat, kebencian Yahudi terhadap Muslimin semakin besar. Sebagian Muslimin menginginkan agar kiblat mereka tetap mengarah ke Baitul Maqdis, sehingga mereka dapat hidup bersahabat dengan orang-orang Yahudi Madinah.
Mereka lupa bahwa perubahan kiblat bukan tanpa dasar, seperti yang disampaikan oleh orang-orang Yahudi. Apa yang disampaikan oleh mereka itu tidak lain karena ingin senantiasa menentang apa yang dilakukan oleh Muslimin. Mereka itu bukan hanya tidak mau menerima Islam tetapi mereka menghendaki agar Muslimin melepaskan agama mereka dan menganut agama Yahudi.
Ayat ini memaparkan sebuah dasar global, bahwa sejauh mana pun kalian, umat Muslimin mengambil langkah mundur dari sikap kalian yang benar, maka sejauh itu pula musuh akan melangkah maju di dalam kekafiran mereka. Oleh karena itu, janganlah kalian mengambil langkah mundur dalam menghadapi musuh-musuh agama.
Ayat ke 121
Artinya:
Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Al-Quran selalu menghadapi para penentang, dengan tetap menjaga keadilan dan kejujuran. Ayat ini menyebutkan, meskipun mayoritas ahli kitab tidak bersedia menerima Islam, tetapi mereka yang menerima Kitab Samawi adalah orang baik. Mereka akan beriman kepada Nabi dan al-Quran.
Ayat ini dengan jelas menerangkan bahwa membaca ayat-ayat al-Quran walaupun dengan suara merdu dan lagu yang indah saja tidak cukup. Karena yang mendatangkan hidayah dan kebahagiaan manusia adalah tadabbur dan perenungan ayat-ayat al-Quran. Yang demikian itulah yang disebut oleh al-Quran sebagai pembacaan Kitab Suci dengan cara yang benar.
Ayat ke 122-123
Artinya:
Wahai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.
Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.
Bila membaca ayat-ayat yang lalu, kedua ayat ini telah disebutkan sebelumnya dalam ayat-ayat 47dan 48 surat al-Baqarah, dan keterangan-keterangan terkait dua ayat ini. Kepada para pembaca dapat merujuk lagi penjelasan ayat-ayat ini.
Dari enam ayat tadi terdapat empat pelajaran yang dapat dipetik:
1. Kita harus menerima kebenaran, walau ia datang dari orang lain. Jangan menyangka bahwa apa yang dikatakan oleh saya, partai saya atau kelompok saya adalah benar dan apa pun yang dikatakan orang lain adalah salah. Kebenaran dan kesalahan haruslah kita jadikan sebagai pertimbangan untuk menilai orang; bukannya orang-orang itu yang kita jadikan sebagai penilai kebenaran dan kesalahan.
2. Para Nabi ilahi dikirim untuk membawa kabar gembira dan peringatan; bukan untuk memaksa umat manusia agar beriman. Oleh karena itu, mereka yang sesat bertanggung jawab atas perilakunya sendiri. Mereka telah memilih jalan kesesatan dengan kehendaknya sendiri.
3. Menyeru seseorang kepada agama tidak boleh menyimpang dari dasar-dasar ajaran agama itu sendiri. Karena kita harus memberi hidayah orang lain, bukannya mengikuti dan memenuhi tuntutan hawa nafsu mereka.
4. Bersikap adil adalah penting walau terhadap para penentang. Oleh karena itu ayat-ayat yang mengkritik Bani Israel menggunakan kalimat seperti 'katsir' berarti banyak dan 'fariq' berarti kelompok, sehingga hak orang-orang saleh di antara mereka tidak terlanggar. (IRIB Indonesia)
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Baqarah Ayat 113-117
Ayat ke 113
Artinya:
Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
Dalam tafsir ayat-ayat yang lalu telah dikatakan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani masing-masing menganggap hanya merekalah yang berhak menempati surga, tanpa mengakui hak orang lain. Ayat ini, menolak pemikiran seperti itu, dan berkata bahwa fanatisme tidak pada tempatnya menyebabkan tak satupun di antara mereka mendapatkan hak, walaupun kedua kelompok itu adalah Ahlul Kitab dan pengikut para rasul Allah.
Yang menarik ialah orang-orang musyrik dan para penyembah berhala yang bukan Ahlul Kitab juga mengatakan hal yang sama. Hal itu disampaikan hanya sekadar fanatisme. Karena fanatisme dan egoisme tanpa dalil membutakan mata manusia untuk menerima hak, dan hanya melihat kebenaran ada pada dirinya dan menyalahkan siapa saja.
Ayat ini menjelaskan bahwa situasi yang mengarah kepada fanatisme tidak pada tempatnya akan berdampak pada upaya menyamakan antara alim dan bodoh. Ahli Kitab mengetahui Taurat dan Injil, juga berkata seperti itu, bahwa musyrikin adalah bodoh dan mereka saling menuduh tanpa alasan.
Ayat ke 114
Artinya:
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.
Sepanjang sejarah, selalu saja masjid-masjid Allah yang mendapat ancaman ditutup atau dirusak. Karena masjid-masjid dan tempat ibadah, adalah pusat pemerintahan agama-agama ilahi dan tempat berkumpul serta solidaritas para pengikut mereka. Oleh karena itu, para penguasa yang zalim atau para penyimpang opini selalu berniat merusak bangunan materi dan kemuliaan masjid-masjid. Sebagaimana para penyembah berhala Mekah bertahun-tahun melarang masuknya Muslimin ke Masjidil Haram. Sampai sekarang pun para musuh Islam berniat merusak Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis dan akan merusak masjid bersejarah Babari di India.
Pada dasarnya perusakan masjid -masjid, tidak hanya ingin merusak bangunan materinya, sebagaimana bangunan masjid tidak hanya indah, tapi sebagai pusat pendidikan dan pengingat manusia kepada Allah. Upaya merusak dan mengosongkan masjid-masjid punya tujuan melupakan manusia kepada Allah. Pembuatan film-film amoral adalah program-program terpenting musuh untuk membuat asing generasi muda negara-negara Islam dengan masjid-masjid dan tempat-tempat agama.
Ayat ke 115
Artinya:
Dan kepunyaaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Setelah Allah Swt memerintahkan umat Islam untuk mengubah kiblatnya dari Baitul Maqdis ke Mekah, Yahudi mulai melemparkan isu-isu seperti yang telah diulas dalam ayat-ayat yang lalu. Menurut mereka, bila kiblat pertama adalah yang benar, lalu mengapa harus diubah? Bila kiblat pertama tidak benar, lalu apa yang terjadi dengan amal perbuatan mereka sebelumnya?
Ayat ini diturunkan Allah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka sekaligus menjelaskan satu kebenaran penting bahwa Allah tidak memiliki tempat dan khusus, tetapi Timur dan Barat adalah milik-Nya. Setiap tempat di mana kalian memalingkan wajah, maka ada Allah di sana. Jika Ka'bah atau Baitul Maqdis, dijadikan kiblat maka ke arah sanalah shalat harus dilakukan.
Ayat ke 116-117
Artinya:
Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia.
Salah satu pemikiran dan kepercayaan salah yang dipaparkan oleh orang-orang Yahudi untuk membenarkan agama mereka sendiri, yaitu mereka menganggap setiap nabinya adalah anak Tuhan. Yahudi berkata bahwa Uzair adalah anak Tuhan dan orang-orang Kristen berkata bahwa Isa adalah putra Tuhan. Yang menarik adalah orang-orang Musyrikin Mekah menganggap para malaikat adalah putri-putri Tuhan, yang mengerjakan segala pekerjaan-Nya.
Ayat ini membantah kepercayaan salah dan tanpa dalil yang telah menyebar di antara masyarakat awam dan menegaskan bahwa Allah tidak memikili anak, dan berkata bahwa Allah yang pencipta langit dan bumi. Allah juga menguasai mereka, tidak memiliki kekurangan apa pun sehingga memerlukan anak dan keturunan lalu harus mengambil anak untuk menutupi kekurangan-Nya. Pada dasarnya mereka membandingkan Allah dan menyamakan-Nya dengan manusia. Tentu saja yang demikian itu adalah pikiran yang amat salah. Manusia manusia melihat segala keterbatasan yang ada dalam dirinya lalu menisbatkannya kepada Allah. Padahal tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai-Nya.
Dari lima ayat tadi terdapat lima pelajaran yang dapat dipetik:
1. Fanatisme kelompok yang tidak pada tempatnya akan menyeret manusia kepada pekerjaan dan pembicaraan bodoh lalu menganggap hanya dirinya yang benar, dan tidak bersedia menerima kebenaran dari orang lain.
2. Masjid adalah tempat berperang dengan kufur dan syirik. Oleh sebab itu, musuh berusaha merusak bangunan lahir dan maknawi setiap masjid. Umat Islam harus berusaha memenuhi masjid agar para musuh takut mengintervensinya.
3. Para orang tua, pendidik, pelayan dan pengurus masjid, bukan hanya tidak boleh melarang kehadiran anak-anak dan para pemuda di masjid, tetapi harus selalu mendorong mereka untuk hadir di tempat-tempat ibadah tersebut.
4. Allah Swt tidak mempunyai tempat dan arah khusus. Ke arah manapun kita menghadapkan wajah kita, Allah ada di sana. Tetapi hikmah adanya kiblat tertentu adalah terciptanya persatuan dan kebersamaan yang kuat di antara muslimin dalam menjalankan ibadah besar ini. Dengan demikian diharapkan tercipta solidaritas dan persaudaraan yang kental di kalangan mereka.
5. Allah bukanlah manusia yang memerlukan anak dan istri. Dia adalah pencipta manusia, anak dan istri, sebagaimana pencipta dan penguasa semua mahkuk. Apa yang kita tergambar di dalam benak kita sebagai Tuhan, maka itu adalah angan-angan kita yang sama sekali tak sesuai dengan Zat Allah itu sendiiri. Karena tak ada suatu apapun yang menyerupai-Nya. (IRIB Indonesia)




























