کمالوندی

کمالوندی

 

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah memandang Revolusi Islam Iran sebagai pendukung negara-negara di kawasan.

Menurut kantor berita resmi Suriah, SANA, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Bashar al-Jaafari dalam acara peringatan hari ulang tahun Revolusi Islam Iran yang berlangsung Sabtu (12/2/2022) mengatakan, "Revolusi Islam Iran sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Suriah, dan Suriah adalah salah satu dari negara pertama yang menyatakan dukungannya terhadap revolusi tersebut dan mendukungnya. Revolusi ini mendukung negara-negara di kawasan,".

"Iran dan Suriah adalah tempat lahirnya peradaban yang stabil sepanjang sejarah dan hubungan antara kedua negara sangat dalam sedalam peradaban mereka. Peristiwa yang terjadi sejak 2011 dan yang menyasar seluruh kawasan membuktikan perspektif sejarah para pendiri hubungan Suriah dan Iran," ujar Al- Jaafari.

Pejabat tinggi Suriah ini menekankan bahwa negaranya menganggap Iran sebagai mitra strategis dan menghargai perannya yang bertanggung jawab dalam masyarakat internasional sebagai negara yang menghormati hukum internasional dan Piagam PBB, sekaligus mitra melawan kekuatan imperialisme.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Suriah menggelar acara peringatan hari ulang tahun 43 tahun kemenangan Revolusi Islam di Hotel Sheraton di Damaskus.
Mehdi Sobhani, duta besar Iran untuk Suriah, mengatakan bahwa dukungan kuat untuk perlawanan, masalah Palestina dan penguatan kerja sama dengan negara-negara sahabat, terutama Suriah, adalah salah satu prioritas kebijakan luar negeri Iran, dan itikad politik yang kuat dari kedua negara menekankan pendalaman kerja sama bilateral di segala bidang.

 

Tentara Turki terus melanggar kedaulatan Irak dengan melancarkan operasi militer ilegal di wilayah utara Irak.

Tentara Turki hari Minggu (13/2/2022) terus melanggar kedaulatan Irak dengan menyerang empat anggota Partai Buruh Kurdistan (PKK).

Menurut Kantor Berita Anadolu, Kementerian Pertahanan Turki hari Minggu mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan pasukan PKK dalam kelanjutan Operasi Guntur.

Pasukan Turki melanjutkan serangan militer ke wilayah utara Irak untuk menumpas kelompok Partai Buruh Kurdistan Turki (PKK), yang dianggap Ankara sebagai musuhnya.

Sebelumnya, pasukan keamanan Turki membunuh Hassan Saeed Hassan, mantan komandan pasukan khusus PKK, dalam operasi skala besar di Irak pada Agustus tahun lalu.

Sementara itu, rakyat dan pemerintah Irak telah berulang kali menyerukan diakhirinya invasi tentara Turki ke negaranya.

Ankara menempatkan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) sebagai kelompok teroris, dan tentaranya menargetkan wilayah utara Suriah serta utara Irak dengan dalih memerangi PKK.

 

Maroko dan rezim Zionis menandatangani kesepakatan senjata senilai 600 juta dolar.

Televisi Israel hari Minggu (13/2/2022) melaporkan, kesepakatan senjata dimulai selama kunjungan Menteri Luar Negeri Rezim Zionis Benny Gantz ke Maroko tiga bulan lalu.

Setelah kunjungan Gantz ke Maroko tersebut, Israel dan Maroko menandatangani nota kesepahaman yang membuka jalan penjualan peralatan militer dan perluasan kerja sama militer bilateral.

Empat negara Arab yaitu: UEA, Bahrain, Sudan dan Maroko, pada tahun 2021, dengan tekanan dan mediasi AS, yang menormalkan hubungan mereka dengan rezim Zionis.

Televisi Israel saluran ke-12 melaporkan, industri penerbangan rezim Zionis akan melengkapi Maroko dengan sistem pertahanan udara, Barak-Mx.

Kantor Gantz juga mengumumkan sebelum kunjungannya ke Maroko bahwa perjanjian tersebut akan menarik garis kerja sama militer antara kedua negara.

Hamas menyebut pengumuman perjanjian berbahaya ini sebagai hadiah gratis yang diberikan kepada Israel oleh rezim-rezim Arab atas kejahatannya terhadap Palestina.

 

Dewan Koordinasi Faksi-faksi Politik Syiah Irak mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai pemahaman lanjutan dengan gerakan Sadr dalam membentuk pemerintahan baru dan menyelesaikan masalahnya.

Komite Koordinasi Syiah Irak, atau Bait Syiah, terdiri dari faksi-faksi politik Syiah di negara hari Minggu (13/2/2022) mengabarkan dicapainya kesepakatan lanjutan dengan gerakan Sadr untuk membentuk pemerintahan baru.

Jabbar al-Mamouri, pejabat senior Dewan Koordinasi Syiah Irak, hari Minggu mengatakan, "Dewan ini mewakili kekuatan politik penting di Irak dan partisipasinya dalam pemerintahan berikutnya hampir pasti. Kami mencapai pemahaman dengan Sadr pada tahap yang sangat maju dalam beberapa hari terakhir," ujar Al Mamouri.

"90 persen dari masalah yang berkaitan dengan pembentukan pemerintahan berikutnya telah diselesaikan dan kami sedang menunggu kesepakatan politik pada beberapa kasus," tegasnya.

Sebelumnya, Muqtada al-Sadr, pemimpin faksi Sadr di Irak dalam cuitan terbarunya menegaskan keinginan bangsa Irak yang bebas berada di atas semua tekanan dari Barat maupun Timur, dan tidak ada tekanan eksternal yang akan mencegah pembentukan pemerintah nasional yang akan membawa demokrasi yang sejati, bebas dan adil.

 

Sekretaris Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi Sel Punca (Stemcell) Iran mengumumkan kemajuan negaranya dalam teknologi sel punca.

Humas Pusat Besar Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sel Punca melaporkan, Amir Ali Hamidieh, Sekretaris Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi Sel Punca hari Minggu (13/2/2022) menunjukkan posisi Iran yang bertengger di posisi pertama di kawasan Timur Tengah dalam bidang sains dan teknologi sel punca.

Iran memulai kerja dasar di bidang ilmu dan teknologi sel punca pada awal 1370 Hs dengan penelitian dan publikasi artikel ilmiah, dan kini menduduki peringkat ke-13 dunia dalam produksi ilmu pengetahuan di bidang ini.

Salah satu penghargaan paling membanggakan dari Republik Islam Iran setelah Revolusi Islam adalah pertumbuhan dan kehadiran aktif Iran di arena kemajuan ilmu pengetahuan .

Pada tahun 1396 Hs, lebih dari 300.000 penemuan telah didaftarkan di Iran dan menurut laporan Wakil Presiden Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Republik Iran, dalam 17 tahun terakhir, 365 penemuan di bidang teknologi sel punca telah didaftarkan di Iran.

Selain itu, Iran telah diakui sebagai salah satu negara teratas di bidang produksi radiofarmasi dan berhasil memenuhi kebutuhan di bidang radiofarmasi untuk dalam negerinya sendiri.

 

Ulama Syiah di Herat bertemu dengan menteri Taliban yang menekankan perlunya persatuan berbagai kelompok etnis di Afghanistan.

Majelis Ulama Syiah Afghanistan hari Minggu (13/2/2022) selalu menyerukan peran dan posisi minoritas di negara ini dalam pemerintahan sementara Taliban.

Sebelumnya, delegasi dari Dewan Ulama Syiah Afghanistan telah berulang kali berdiskusi dengan pejabat Taliban tentang pembentukan pemerintah inklusif di negara itu.

Kelompok Taliban yang telah berkuasa di Afghanistan sejak 15 Agustus 2021, telah berjanji untuk membentuk pemerintahan yang inklusif di negara itu, tetapi hingga kini belum tercapai.

Kantor berita Afghanistan, AVA melaporkan, Hujatul Islam wal Muslimin Mohammad Motahari, Kepala Dewan Ulama Syiah di wilayah Herat dalam pertemuan dengan Khalilul Rahman Haqqani, Menteri Pengungsi Taliban hari Minggu (13/2/2022) meminta pemerintah Taliban memperhatikan tuntutan rakyat Afghanistan.

Ketua Majelis Ulama Herat meminta Menteri Pengungsi Taliban untuk bekerja demi keadilan dalam distribusi bantuan dan upaya membangun persatuan di antara rakyat Afghanistan.

Khalilur Rahman Haqqani dalam pertemuan tersebut meminta Dewan Ulama Herat menunjuk seorang perwakilan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pengungsi Afghanistan untuk memajukan rencana tersebut.

 

Angkatan Udara Amerika Serikat dengan maksud memperkuat pertahanan zona udara Uni Emirat Arab, baru-baru ini menempatkan skuadron jet tempur F-22 di negara itu.

Dikutip situs Associated Press, Sabtu (12/2/022), Kepala Pusat Komando Militer AS di Timur Tengah, Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan, AU Amerika Serikat sudah mengirim satu skuadron jet tempur F-22 ke UEA.
 
Tugas skuadron F-22 AS adalah membantu UEA membalas serangan-serangan drone dan rudal yang dilancarkan oleh pasukan Yaman.
 
McKenzie menambahkan, "Kami akan mengirim satu skuadron F-22 yang merupakan jet tempur terbaik di dunia ke UEA, dan mereka akan bekerja sama dengan sekutu-sekutu UEA dalam melindungi negara itu."
 
Ia menegaskan, "AS, UEA dan sekutu regional serta internasional berusaha menciptakan solusi efektif untuk menghentikan serangan drone ke UEA."
 
Salah satu komandan AU Amerika Serikat di Timur Tengah mengatakan, "Jet-jet tempur F-22 sebagai bagian dari jawaban pertahanan AS atas serangan-serangan Houthi, sudah tiba di UEA dan ditempatkan di pangkalan udara Al Zhafra di Abu Dhabi." 

 

"Imam Muhammad Baqir as memandang pekerjaan sebagai aktivitas suci dan bernilai. Beliau menjelaskan hubungan mendalam antara ekonomi dan spiritual dalam Islam. Menurut pandangan Imam Baqir as, kerja dan produksi yang dilakukan dalam tolok ukur dan nilai agama, dan dengan tujuan memenuhi kebutuhan, serta demi kemakmuran individu maupun masyakarat, khususnya bagi orang-orang yang membutuhkan, terhitung sebagai ibadah."

Setiap orang yang merenungkan lautan ilmu Ahlul Bait as, maka dia akan tertarik dengan spiritualitas dan kesempurnaan ilmu mereka serta akan merasa rendah hati dan hormat. Hari ini, dengan penuh rendah hati dan keinginan kuat, kitamenuju ke pantai lautan ilmu Imam Bagir as sehingga pada hari kelahiran beliau saat ini kita dapat menimbailmudaribeliau.

Imam Muhammad Baqir as dilahirkan di kota Madinah pada tanggal 1 Rajab tahun 57 H. Beliau adalah putra dari cicit Rasulullah saw, Imam Ali Zainal Abidin. Beliau diberi gelar "Baqirul Ulum" yang berarti pembelah ilmu. Artinya beliau punya kemampuan tinggi dalam mengurai segala cabang ilmu. Itu pulalah yang disabdakan Nabi Saw jauh sebelum lahirnya Imam Baqir as.

Rasulullah Saw pernah bersabda kepada sahabatnya, Jabir bin Abdillah Ansari. Beliau berkata, "Wahai Jabir, engkau akan tetap hidup setelah kepergianku, hingga engkau bertemu dengan salah satu putra keturunanku, orang yang paling mirip denganku dan namanya sama dengan namaku. Kapanpun engkau melihatnya, sampaikan salamku padanya dan amalkan sungguh-sungguh pesanku ini."

Rasulullah saw memberi gelar kepada cucu yang akan ditemui oleh Jabir bin Abdillah itu dengan Baqir al-Ulum. Setelah bertahun-tahun berlalu, Jabir akhirnya bertemu dengan Imam Muhammad Baqir as dan ia pun menyampaikan titipan salam Rasulullah Saw kepada Imam.

Kelahiran Imam Baqir as
Abdullah bin Atha al-Makki, salah seorang ilmuan di zamannya mengatakan, "Saya tak pernah melihat ada ulama dan ilmuan yang tidak merasa kerdil di depan Imam Muhammad Baqir as. Aku pernah menyaksikan sendiri bagaimana Hakam bin Atha yang dikenal punya kedudukan keilmuan yang sangat tinggi duduk bersimpuh di depan Imam Baqir seperti seorang anak kecil di depan gurunya."

Imam Baqir as selalu bersandar pada dua sumber penting Islam yaitu al-Quran dan Sunnah untuk menjelaskan ajaran-ajaran agama di berbagai bidang termasuk masalah sosial, ekonomi dan politik. Beliau kepada sahabatnya berkata, "Setiap riwayat yang aku katakan kepadamu, ketauhilah bahwa riwayat tersebut berasal dari Istinbat al-Quran." Imam Baqir as menilai akal memiliki peran penting untuk memahami hakikat sesuatu. Oleh karena itu, beliau menyerukan masyarakat untuk menggunakan akal tersebut untuk memahami berbagai ilmu.

Ekonomi dan hal-hal yang berhubungan dengan kerja dan produksi merupakan topik penting dalam pendidikan Ahlul Bait as. Islam tidak hanya mengajarkan urusan akhirat saja, tetapi juga mengajarkan masalah keduniawian dan hal itu sesuai dengan tuntutan manusia. Oleh sebab itu, Islam telah memberikan petunjuk dan penjelasan terkait masalah ekonomi, bahkan telah memberikan jalan dan solusi yang sangat bernilai guna meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia.

Perilaku dan ucapan Imam Ahlul Bait as dalam upaya untuk mendapatkan rizki halal merupakan satu keutamaantersendiri. Mereka selalu berusaha memenuhi kebutuhan finansial dan ekonominya dengan bekerja keras. Kerja dan aktivitas produksi dalam pandangan Imam Baqir as memiliki kedudukan penting.

Imam Baqir as melihat sistem ekonomi yang sehat akan terwujud jika sumber produksi kekayaan diolah oleh orang-orang saleh. Terkait hal itu, beliau menegaskan tentang kekayaan yang halal dan orang-orang yang kaya dan saleh. Imam Baqir as mengatakan, kekayaan harus diolah oleh orang-orang yang mengetahui hak atas harta dan kewajibannya terhadap harta tersebut serta melaksanakannya dengan baik. Salah satu penyebab hancurnya umat Islam dan Islam adalah investasi berada di tangan orang-orang yang tidak mengetahui hak dan tanggung jawab atas kekayaan tersebut dan tidak melaksanakannya dengan baik. (Mustadrak al-Wasail, Juz 2, Halaman 393)

Kelahiran Imam Baqir as
Imam Baqir as amat memperhatikan masalah produksi, khususnya pertanian. Di sisi lain,beliau juga memperhatikan masalah kerja dan mengais rizki yang halal serta tidak bergantung kepada orang lain. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah dengan jalan bertani, di mana sebagian kebutuhan makanan penting dan pekerjaan dapat dipenuhi melalui jalantersebut.

Imam Baqir as berkata, "Tidak ada pekerjaan yang lebih mulia disisi Allah Swt dari pertanian dan tidak ada nabi yang diutus Allah Swt yang tidak bertani kecuali Nabi Idris as, karena beliau seorang penjahit. (Miratul Uqul, Juz 19, Halaman 339).

Dari riyawat tersebutdapat dipahami bahwa jika seseorang memiliki tanah dan air yang cukup, namun tetap hidup miskin, maka ia telah jauh dari rahmat Allah Swt. Sebab, amat jelas bahwa ia bukan seorang yang inginberusaha untuk bekerja demi memenuhi kebutuhannya. Imam Baqir as berkata, "Setiap orang yang memiliki tanah dan air yang cukup, namun tetap hidup fakir, maka Allah Swt akan menjauhkan orang tersebut dari rahmat-Nya."

Imam Muhammad Baqir as memandang pekerjaan sebagai aktivitas suci dan bernilai. Beliau menjelaskan hubungan mendalam antara ekonomi dan spiritual dalam Islam. Menurut pandangan Imam Baqir as, kerja dan produksi yang dilakukan dalam tolok ukur dan nilai agama, dan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan, sertademi kemakmuran individu maupun masyakarat, khususnya bagi orang-orang yang membutuhkan, terhitung sebagai ibadah.

Penggunaan harta untuk kepentingan sosial, khususnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan adalah tujuan Imam Baqir as dalam kegiatan produksi. Beliau menggunakan hasil pertanian dan perkebunannya untuk membantu anak-anak yatim dan orang-orang fakir. Imam Baqir as mengatakan, "Aku lebih menyukai untuk memikul tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan sebuah keluarga Muslim dan menolong mereka dari kelaparan, memberikan pakaian kepada mereka serta menjaga kehormatannya daripada menunaikan satu ibadah haji mustahab atau bahkan 70 ibadah haji mustahab." (Miratul Qulub, Juz 9, Halaman 108).

Meski Imam Baqir as usianya semakin tuadan memiliki pembantu, namun beliau tetap bekerja keras. Bahkan ada sekelompok orang yang mengira perbuatan beliau itu sebagai penjelas untuk tidak merasa zuhud dan qanaah.

Seseorang bernamaMuhammad bin Munkadir mengatakan, "Suatu hari yang panas, aku melihat Abu Jafar Muhammad bin Ali (Imam Baqir as) berada di sekitar Madinah. Beliau keluar dari Madinah untuk bekerja. Kepada diriku aku mengatakan, "Subhanallah, seorang pembesar Quraish dalam kondisi yang panas seperti ini sibuk dengan urusan duniawinya. Aku harus menasihatinya." Kemudian aku mendekatinya dan mengucapkan salam. Dalam kondisi keringat yang sedang mengucur, beliau menjawab salamku.

Aku berkata kepadanya, "Apakah seorang pembesar Quraish dalam cuaca yang panas seperti ini masih sibuk dengan urusan duniawi? Jika dalam posisi seperti ini ajalmu datang, apa yang akan engkau lakukan?" Beliau menjawab, jika dalam kondisi saat ini ajalku datang, maka aku akan mati dalam kondisi taat kepada Allah Swt, sebab hasil jerih payahku ini telah menjadikanku dan keluargaku tidak tergantung kepadamu dan orang lain. Aku takut ajalku tiba pada saat aku sibuk bermaksiat kepada Allah Swt."

Mendengar jawaban Imam Baqir as, Muhammad bin Munkadir berkata, "Semoga Allah selalu memberikan rahmat kepadamu. Apa yang engkau katakan benar. Sebelumnya, aku ingin menasihatimu tetapi engkau telah menasihatiku."

Selain mendorong untuk bekerja dan berusaha, Imam Baqir as juga melarang menganggur, bermalas-malasan dan meninggalkan pekerjaan. Tak diragukan lagi, pengangguran selain menimbulkan kondisi yang tidak menentu dan menghilangkan hargadiri, juga akan menjadi penghalang utama pertumbuhan ekonomi. Jika dalam ekonomi masyarakat tidak ada motor penggerak yaitu kerja dan usaha, maka ekonomi tersebut akan berhenti dan mengalami resesi.

Kelahiran Imam Baqir as
Imam Baqir as berkata, "Aku membenci orang yang mencari alasan dan tidak mencari pekerjaan, kemudian dia hanya tinggal di rumah dan dengan menengadahkan tangan berkata, "Ya Allah, berilah aku rizki." Sementara semut keluar dari lobangnya untuk mencari rizki dan memenuhi kebutuhannya dengan upaya dan bekerja keras."

Perkataan Imam Baqir as tersebut menunjukkan bahwa pengangguran tidak hanya menyebabkan resesi dan ketertinggalan ekonomi, namun juga memiliki dampak negatif terhadap fisik dan jiwa,serta tingkah laku manusia.Bahkan akan mendorong timbulnya akhlak dan sosial yang buruk,serta menghilangkan kebahagiaan hidup manusia.

Sementara itu, perdagangan sebagai salah satu bentuk pekerjaan memiliki peran penting dalam menumbuhkan ekonomi. Oleh karena itu, perdagangan juga mendapat perhatian khusus dari Ahlul Bait as. Imam Baqir as meriwayatkan dari ayahnya, terus hingga Rasulullah Saw, berkata, "Berkat memiliki 10 bagian, dan sembilan bagiannya terdapat dalam perdagangan."

Selain mengajarkan tentang perdagangan, Ahlul Bait as juga mengajarkan kepada manusia tentang kehalalannya, di mana pedagang harus mengetahui hukum syariat tentang perdagangan. Sehingga apa yang dia dapat adalah harta yang halal.

Sabtu, 12 Februari 2022 14:20

Dunia dalam Pandangan Imam Hadi as

 

Hari ini tanggal 3 Rajab bertepatan dengan peringatan Haru Syahadahnya Imam Hadi as, Imam kesepuluh Ahlul Bait as. Manusia suci ini dibunuh oleh penguasan Dinasti Abbasiah karena merasa terancam kekuasaannya atas keberadaan beliau.

Sejarah Islam menunjukkan kehadiran orang-orang besar dan mulia yang begitu berjasa bagi umat manusia. Mereka adalah para penerus risalah para Nabi dan Rasul yang mengenalkan jalan kebahagiaan sejati dan keselamatan bagi umat manusia. Ahlul Bait Rasulullah Saw menjadi pelita penerang umat dari kegelapan.

Ahlul Bait Nabi Muhammad Saw mencurahkan hidupnya untuk membimbing manusia dengan ketinggian ilmu dan keutamaan akhlaknya. Salah satu dari Ahlul Bait Rasulullah saw adalah Imam Hadi yang telah menunjukkan keagungannya sejak kecil hingga akhir hayatnya.

Imam Ali al-Hadi lahir tanggal 15 Dzulhijjah 212 H di kota Madinah. Ketika ayahnya Imam Jawad syahid, Imam Hadi memegang tanggung jawab kepemimpinan umat Islam. Beliau memberikan petunjuk dan bimbingan kepada masyarakat selama 33 tahun.

Kepemimpinan Imam Hadi semasa dengan enam orang penguasa dari dinasti Abbasiah. Di masa kepemimpinan beliau inilah Ahlul Bait Rasulullah Saw banyak mengalami tekanan dari pihak penguasa lalim. Salah satu dari enam khalifah yang sezaman dengan beliau dan paling membenci Ahlul Bait adalah Mutawakkil.

Keimamahan Imam Ali al-Hadi menjadi ancaman bagi musuh-musuh Ahlul Bait, terutama penguasa lalim. Untuk itulah, mereka berupaya memisahkan Imam dari umat Islam. Bahkan sejak kecil, para imam mendapat tekanan dari penguasa lalim. Tapi tekanan tersebut tidak menghalangi para Imam dalam membimbing masyarakat bahkan sejak usia kecil beliau.

Kehidupan sosial dan politik Ahlul Bait menunjukkan betapa sensitifnya tanggung jawab yang mereka pikul dalam melindungi dan menyebarkan agama di tengah-tengah masyarakat. Periode kehidupan mereka penuh dengan peristiwa yang mengancam masyarakat Islam, akibat kebodohan masyarakat waktu itu atau oleh para penguasa zalim. Di masa kehidupan Imam Ali al-Hadi as muncul sejumlah pemikiran dan keyakinan di tengah-tengah umat Islam. Pembahasan seperti melihat Tuhan, keyakinan akan Jabr (Determinasi) atau sebaliknya lebih menekankan kebebasan manusia. Sebagian lagi justru cenderung pada tasawwuf yang kemudian berusaha merasuki pikiran masyarakat umum.

Munculnya fenomena seperti ini berasal dari perubahan dalam kebijakan budaya penguasa Bani Abbasiah dan serangan pemikiran filsafat materialistik dari bangsa-bangsa lain ke tengah masyarakat Islam. Para khalifah pasca Ma’mun telah mengalokasikan dana luar biasa untuk menerjemahkan buku-buku filsafat Yunani. Bahkan disebutkan bahwa para penerjemah mendapat upah emas seberat buku yang diterjemahkan.

Salah satu ajaran penting dan kunci dari pernyataan Imam Hadi as yang mencerahkan adalah perhatian yang diberikan kepada dunia fana dan perannya dalam mempromosikan kebahagiaan manusia. Imam Hadi as memperkenalkan dunia sebagai pasar di mana kelompok mendapat manfaat darinya dan kelompok lainnya merugi. Di mata Imam, yang tercela adalah keterikatan akan dunia dan cinta dunia, bukan dunia itu sendiri, tetapi karena manusia mencari keuntungan di pasar akan terikat pada dunia. Keterikatan pada kesenangan duniawi ini adalah sumber kesalahan manusia dan penderitaannya karena melakukan dosa. Penderitaan ini dalam materi yan fana dan keinginan duniawi, menghancurkan manusia dan menjadi sarana bagi kejatuhan dan kemerosotannya. Keuntungan dan kerugian pasar dunia bergantung pada banyak faktor dan keadaan.

Sebagian orang melihat dunia sebagai tempat peralihan dan mencoba membangun cadangan untuk akhirat di dunia. Mereka adalah orang yang di pasar dunia menempatkan metode Nabi Saw dan Ahlul Bait as yang melangkah di jalur penghambaan diri kepada Allah dan berusaha keras di jalan kebenaran dan keadilan. Orang-orang seperti ini akan sampai pada kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Tetapi mereka yang menganggap dunia sebagai sesuatu yang permanen dan stabil, adalah tawanan hawa nafsu dan mengikuti setan serta dunia sebagai tujuannya. Mereka menjadi mainan dunia yang berkilau dan dosa yang mereka lakukan membuat mereka merugi dan akhirnya mereka mendapat azab ilahi di akhirat.

Dalam hadis lain, Imam Hadi as mengatakan, "Allah telah menempatkan dunia sebagai tempat ujian dan akhirat sebagai rumah terakhir dan konsekuensi dunia. Ujian dan peristiwa dunia akan mendapat pahala di akhirat, sebaliknya pahala di akhirat sebagai ganti ujian di dunia."

Imam Hadi as memulai perjuangannya melawan para penguasa Abbasiah secara tidak langsung dengan penyadaran sosial, budaya dan pendidikan. Ahlul Bait Rasulullah Saw mengajarkan pondasi pemikiran dan keyakinan yang kokoh dan logis  kepada masyarakat yang berada di bawah tekanan politik penguasa lalim.

Tekanan berat dari sisi politik dan menyebarnya kerancuan pemikiran dan keyakinan merupakan dua fenomena yang muncul di zaman Imam Hadi as. Tanpa beliau, dasar keyakinan dan pemikiran Islam bakal terancam.

Sebelum Imam Hadi as dipindahkan ke Samara oleh pasukan Abbasiah, beliau tinggal di Madinah yang menjadi pusat keilmuan dan fikih dunia Islam. Aktifitas Imam Hadi di Madinah memicu kekhawatiran dari para penguasa zalim. Oleh karena itulah mereka memaksa Imam Hadi as untuk meninggalkan Madinah dan selama 10 tahun beliau hidup dalam tekanan berat di masa kekuasaan Bani Abbasiah.

Tekanan berat politik para penguasa Abbasiah terhadap Imam Hadi  menyulitkan masyarakat untuk bisa menemui beliau. Hal ini dilakukan mereka dengan harapan bahwa ketidakhadiran Imam Hadi di tengah-tengah masyarakat bakal memunculkan masalah keyakinan.

Situasi dan kondisi demikian secara perlahan-lahan memunculkan aliran-aliran sesat di tubuh umat Islam. Hal ini membuat agama Islam betul-betul berada dalam bahaya. Untuk menghadapi kondisi sulit ini, Imam Hadi as memperkuat "Lembaga Perwakilan" dan menyebarkannya ke daerah-daerah guna menciptakan koordinasi antara sesama pengikut Ahlul Bait yang tersebar di daerah-daerah.

Imam Hadi sebagaimana pendahulunya, Imam Ali bin Abi Thalib menjalani kehidupan secara sederhana, zuhud, saleh dan senantiasa membantu orang miskin maupun orang yang membutuhkan.

Imam Hadi berperan besar dalam menyampaikan nilai-nilai Al-Quran kepada umat Islam di zamannya. Mengenai Al-Quran, salah satu pernyataan beliau di antaranya, "Allah Yang Maha Kuasa tidak menempatkan Al-Qur'an hanya untuk waktu tertentu. atau untuk orang-orang khusus saja. Sebab Al-Qur'an berlaku sampai hari kiamat, dan senantiasa baru untuk zaman apapun, dan bangsa manapun,".

 

Tahun ini, peringatan hari ulang tahun kemenangan Revolusi Islam memasuki usia ke-43 tahun.

Perjalanan pasang surut Revolusi Islam hingga hari ini terus menyita perhatian banyak kalangan, termasuk para peneliti dari Indonesia. Bagaimana Revolusi Islam Iran dipandang secara obyektif dari kacamata akademisi Indonesia ?

Yusli Effendi, Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya dalam wawancara baru-baru ini dengan jurnalis Parstoday Indonesia menjelaskan pandangannya mengenai Revolusi Islam Iran yang saat ini berulang tahun ke-43 tahun.

"Selama ini Iran telah menunjukkan ketegasan, kekukuhan posisi untuk mempromosikan tata dunia yang adil dan setara. Iran konsisten untuk memperjuangkan global order atau tata dunia yang tidak didominasi oleh satu atau dua aktor tunggal," ujar intelektual muda Muslim Indonesia ini.

"Ketegasan sikap Iran inilah dalam posisi yang kita sebut sebagai negara revisionis karena tidak mendukung status quo yang tidak adil terutama bagi negara berkembang itu memang harus dibayar mahal," tegasnya.

Menurut Yusli, Iran sudah bertahun-tahun sejak Revolusi Islam meletus tahun 1979 dijatuhi sanksi dan diembargo oleh Amerika serikat. Namun selama ini kita melihat Iran mampu menunjukkan ketangguhannya.

"Iran mampu memperlihatkan resiliensinya. Iran mampu membuktikan tingginya daya tahan terhadap tekanan-tekanan internasional dengan tetap bersikap independen. Kita juga melihat Iran di masa-masa sulit embargo ini tumbuh menjadi negara yang mandiri," papar dosen HI Universitas Brawijaya Malang ini.

"Dalam amatan saya kunci Iran bisa mandiri adalah bahwa Iran melibatkan banyak aktor untuk bisa berdiri tegak menghadi kesulitan embargo ini. Iran didukung oleh masyarakatnya.Negara ini juga menguatkan kerja sama dengan negara-negara tetangga, negara-negara Muslim, temasuk Indonesia," jelasnya.

Masalah lain yang disoroti Yusli mengenai perjalanan Revolusi Islam Iran ke-43 mengenai kemampuan Iran memproduksi barang-barang dalam negeri, sekaligus menciptakan inovasi-inovasi baru dengan melihat produk-produk baru dengan melihat produk-produk luar negeri baru, bahkan peralatan militer yang kemudian bisa diambil dari kancah peperangan.

"Ini yang menarik buat saya, karena Iran dalam keterbatasan embargo itu bisa memproduksi tidak hanya persenjataan militer yang paling mutakhir, tapi juga alat-alat yang berteknologi tinggi yang digunakan untuk membantu manusia.Misalnya kita melihat Iran bisa memproduksi alat-alat untuk mengantisipasi atau mengscreening Covid-19, dan juga dia bisa membuat beberapa terobosan-terobosan baru dalam bidang kedokteran seperti pembedahan menggunakan robot atau robot Surgery," timpalnya. 

Ia melengkapi argumentasinya dengan pengalaman langsung datang ke Iran di tahun 2019, termasuk berkunjung ke Pardis Technology Park, di Tehran.

"Saya luar biasa takjub dengan kemajuan inovasi teknologinya di tengah keterbatasan embargo yang dimilikinya, itu luar biasa. Di Pardis Technology Park Tehran, saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Iran tumbuh menjadi salah satu negara terdepan dalam inovasi teknologi," ungkapnya.

Mengenai hubungan Iran dan Indonesia yang terjalin sangat baik, Yusli menjelaskan banyak aspek yang harus terus diperbaiki dan disempurnakan.

"Sudah lama kita menjalin hubungan dengan Iran. Kalau melihat fase, kita sudah sangat lama. Kalau fase historis kita sudah bahkan jauh sebelum Indonesia menjadi negara, sejak di zaman Nusantara, kita sudah punya jalinan paradaban dan perdagangan dengan Persia," kata peneliti Timur Tengah ini.

"Nah, kalau dihitung dengan itungan modern, Iran termasuk jajaran negara yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia, sudah sekitar 71 tahun. Iran mengakui dan memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Tapi yang patut disayangkan adalah bahwa di Indonesia, informasi tentang Iran masih belum cukup berkembang, salah stau penyebabnya adalah informasi yang terdistorsi. Karena tidak berimbang itu," tegasnya.

Ia mengamati hampir semua, atau sebagian besar media di Indonesia itu mengambil sumber pemberitaannya dari kantor berita luar negeri (Barat), sehingga citra Iran belum bergerak dari citra lama. Padahal masyarakat Indonesia bisa melihat Iran tumbuh menjadi salah satu negara garda depan dalam terobosan teknologi.

Mengenai isu perempuan di Iran, Yusli memandang Iran sudah melakukan terobosan yang maju ke depan. Ia menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi tiga tahun lalu.

"Kalau di pardis Technopark, saya juga melihat ada beberapa pekerja perempuan. Tidak hanya pekerja, bahkan beberapa petinggi dan ilmuwannya adalah perempuan. Ini sangat berbeda dengan citra atau kehebohan media yang lebih banyak menyoroti bagaimana keterbukaan untuk perempuan mulai bisa menyetir sendiri, bisa menikmati ruang publik di Arab Saudi. Sementara hal itu sudah lama dimiliki oleh Iran. Bahkan dari apa yang kita lihat di jalan-jalan di Tehran, di kota-kota besar di Iran, juga di Pardis Technopark, bahwa perempuan menikmati kebebasan, menikmati keleluasan untuk mengakses pendidikan tinggi, bahkan menjdi saintis atau ilmuwan terkemuka," papar dosen Indonesia ini.

Ia menyoroti banyak perempuan Iran juga menjadi mastermind atau tokoh kunci dalam terobosan-terobosan teknologi ini. Nah ini yang layak untuk kemudian diceritakan di Indonesia, sehingga tidak hanya image lama yang masih mendekam dan tidak bergerak dalam pencitraan publik di Indonesia.

Menginjak usia Revolusi Islam yang memasuki 43 tahun, Yusli berharap hubungan Iran dan Indonesia yang sudah sangat lama terlain semakin meningkat di berbagai sektor.

"Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dengan mayoritas Sunni dan Iran dengan mayoritas Syiah, saya rasa bisa saling mengeratkan hubungan. Kita tidak lagi memperbesar atau membesar-besarkan perbedaan mazhab. Saya rasa kita harus bergerak lebih dewasa untuk menjalin ikatan atau kerja sama yang lebih bermanfaat," ungkapnya. 

Menurut pengamatan Yusli, hubungan bilateral Indonesia dan Iran lebih banyak dicoraki oleh kepentingan ekonomi dan fungsional yang sangat pragmatis.

"Saya melihat ada peningkatan besar dari kerja sama perdagangan Indonesia di tahun 2012, tapi kemudian turun, sempat naik lagi. Nah ini masalah kalau kita kemudian mengandalkan hubungan dari kepentingan ekonomi yang pragmatis," tegasnya.

Menurutnya, ada jalan lain yang bisa mempererat hubungan kedua negara itu dari kepentingan atau kerja sama sosial dan kultural. Sebab, harus diakui ada batasan atau hambatan psikologis atau psycological barrier, karena perbedaan mazhab di dunia bangsa ini, dan itu sedikit banyak mempengaruhi hubungan kedua negara. Ada citraan-citraan, persepsi dan distorsi informasi yang berpengaruh pada perilaku dan sikap pada tingkat kedalaman kerja sama kedua negara.

Intelektual muda NU kota Malang ini memberikan contohnya peningkatan hubungan sosial dan budaya, dengan mengatakan, "Upaya untuk mempererat hubungan sosial dan kultural, misalkan dengan pertukaran informasi atau kerja sama kantor berita antara IRIB dengan RRI atau Antara. Terus juga ada upaya untuk membangun kerja sama pendidikan, ada pertukaran tokoh-tokoh kunci, tokoh-tokoh pemuda, ditambah pula dengan manajemen pemberitaan dan informasi yang baik, saya rasa kedua negara ini bisa akan lebih mendekat, lebih erat,"

Dia berkeyakinan, jika hubungan sosial dan budaya lebih erat, maka sektor lainnya ikut terkerek naik, termasuk kerja sama teknologi.

Ia menjelaskan pengalamannya bertemu beberapa petinggi di Tehran Pardis Technopark, dan mereka menyayangkan bagaimana mungkin kedua negara Muslim terbesar hanya sedikit memiliki kerja sama dalam bidang teknologi. Memang ada dari kementerian, ada dari beberapa kampus, tapi boleh dikatakan relatif kecil untuk melihat kedekatan identitas antara kedua negara Muslim ini.

"Nah, kalau kita punya kerja sama sosial kultural yang mendalam, itu Insya Allah akan naik menjadi kerja sama yang lebih melebar, kerja sama teknologi, yang lebih erat dan lebih banyak dan akan merambah ke banyak hal, termasuk kerja sama politik," papar Yusli.

"Itu harapan saya dalam melihat bagaimana peringatan Revolusi Islam Iran dan kerja samanya dengan Indonesia. Semoga dalam masa-masa yang panjang ini, Iran tetap mempertahankan konsistensinya untuk mempromosikan tata dunia yang lebih adil dan egaliter. Saya rasa dalam sisi ini, Indonesia akan ketemu dengan visi Iran untuk mempromosikan tata dunia yang damai dan setara. Itu harapan kami sebagai orang Indonesia yang juga melihat revolusi Iran punya pengaruh besar dalam gerakan sosial di dunia Muslim, termasuk di Indonesia," pungkasnya.