کمالوندی

کمالوندی

Selasa, 21 Mei 2019 20:04

Mengejar Berkah Ramadhan (6)

 

Bulan suci Ramadhan adalah salah satu simbol persatuan dan keharmonisan kaum Muslim yang paling menonjol di seluruh penjuru Dunia Islam. Muslim dari setiap negara dan suku bangsa menyambut bulan suci ini dengan gembira dan penuh penghormatan.

Ramadhan adalah bulan yang mendekatkan hati dan menyatukan bangsa-bangsa Muslim dunia. Di bulan ini, setiap orang Islam menyadari bahwa dirinya adalah anggota dari sebuah umat yang satu, dan ia menjalankan ibadah puasa bersama Muslim lainnya di belahan bumi lain yang berjarak ribuan kilometer, sehingga ia merasakan betul makna persatuan.

Meski kewajiban puasa di bulan suci Ramadhan seragam di antara seluruh umat Islam, namun karena setiap negara memiliki budaya, tradisi dan kebiasaan yang berbeda-beda, maka hal itu berpengaruh pada tata cara melaksanakan kewajiban ini. Dalam kesempatan ini, sekilas akan dibahas seputar tradisi bulan Ramadhan di beberapa negara Muslim.

Salah satu negara yang menyambut Ramadhan dengan cara unik dan khusus adalah Pakistan. Sekitar 90 persen penduduk Pakistan adalah Muslim, oleh karena itu Ramadhan di negara ini begitu meriah. Masyarakat Pakistan, sebagaimana warga negara Muslim lain, sebelum tibanya bulan Ramadhan sudah mempersiapkan diri, mereka membersihkan dan menghias masjid-masjid. Di negara ini, panitia ru'yat hilal yang dibentuk pemerintah bertugas mengumumkan dimulainya bulan Ramadhan. Setelah awal Ramadhan diumumkan, masyarakat Pakistan, terlepas dari mazhab, suku dan rasnya, tampak lebih banyak mencurahkan perhatian pada Al Quran dan menjadikan kitab suci ini sebagai perantara penyucian diri, pengampunan dosa, media untuk membangun diri di dunia dan sebagai bekal bagi akhirat, karena mereka menganggap Ramadhan sebagai "Musim Semi Al Quran".

Memberikan makanan untuk berbuka kepada orang berpuasa sangat dianjurkan dalam Islam. Di tengah masyarakat Pakistan, salah satu kebiasaan baik yang sering dilakukan pada bulan Ramadhan adalah menyediakan makanan untuk berbuka di masjid-masjid. Selain di masjid, warga Pakistan juga membagikan makanan berbuka di jalan-jalan, dan dalam hal ini setiap orang bekerjasama sesuai kemampuannya.

Di bulan Ramadhan, masyarakat Pakistan biasa membuat berbagai jenis kue, Jalebi dan beraneka ragam penganan khusus negara ini, dan di kebanyakan pasar juga dijual beragam makanan khas semacam Jalebi khusus yang dinamai Kaleja Paani. Makanan khusus Pakistan lain yang terkenal dan biasa didapati di jamuan-jamuan berbuka puasa adalah Pakora.

anak-anak membantu menyiapkan makanan berbuka puasa di Pakistan
Hari-hari akhir bulan Ramadhan dan Idul Fitri, merupakan hari terbaik dalam setahun bagi masyarakat Pakistan, karena hari raya ini adalah hari raya utama umat Islam di negara ini. Pada hari-hari ini, di semua tempat begitu terasa nuansa hari raya, dan perempuan serta remaja-remaja putri tampak mengenakan Henna atau pacar di hari Idul Fitri dengan berbagai corak. Henna ini dalam bahasa lokal Pakistan disebut Mehndi. Umat Islam Pakistan mengisi hari raya Idul Fitri dengan melaksanakan shalat Ied di masjid-masjid, setelah itu mereka mengunjungi orang tua, pembesar keluarga dan memberi hadiah kepada anak-anak.

Negara lain yang ditinggali banyak umat Islam adalah India. India adalah sebuah negara yang sangat beraneka ragam dan plural. Keanekaragaman ini sangat mudah ditemui di antara suku-suku dan agama berbeda di India. Mayoritas penduduk India beragama Hindu dan umat Islam hanya berjumlah 15 persen dari total populasi negara ini, yaitu sekitar 175 juta orang.

Di tengah keragaman agama dan jumlah penduduk yang sangat besar, di India terdapat sebuah bentuk solidaritas sosial unik dari lapisan masyarakat non-Muslim yang ikut berpuasa di bulan Ramadhan untuk membersihkan jiwa mereka. Orang-orang ini meyakini Ramadhan adalah bulan yang menunjukkan bahwa seluruh agama dapat hidup berdampingan secara damai tanpa masalah apapun.

Penduduk India sudah mulai berpuasa sejak akhir bulan Syaban untuk menyambut Ramadhan dan mendekorasi rumah-rumah serta wilayah sekitar tempat tinggalnya. Mereka membersihkan masjid-masjid dan menara, serta menghiasnya dengan rangkaian bunga yang merupakan tradisi rakyat India. Mereka juga meramaikan majelis-majelis tadarus Al Quran.

Masjid-masjid di India di bulan Ramadhan bukan hanya tempat ibadah, tapi menjadi pusat berkumpulnya umat Islam dan kelas untuk belajar agama. Di bulan ini digelar ceramah agama dan pelajaran agama Islam di masjid-masjid yang sebagian besar dihadiri oleh kaum pria, sementara kaum perempuan sibuk mempersiapkan makanan berbuka di rumah. Selain beribadah dan berpuasa, kaum perempuan Muslim India juga mengurus rumah, mempersiapkan makanan untuk sahur dan berbuka di dapur. Beberapa jenis makanan tradisional India yang kerap ditemui selama Ramadhan  adalah Khichdi, Keema, Paratha, Pakora, Dahi Vada dan Haleem.

Tanggal 1 Syawal, umat Islam bersiap menyambut hari raya Idul Fitri. Muslim India, di hari ini menghias tempat tinggalnya dan masjid-masjid, serta mengenakan pakaian yang seragam putih-putih dan bergegas menuju masjid untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Mereka, terutama yang tinggal di kota-kota, memadati masjid-masjid hingga ke jalan. Pemerintah India menetapkan hari raya Idul Fitri sebagai hari libur nasional. Perayaan Idul Fitri bahkan berlangsung selama beberapa hari di sejumlah kota dan negara bagian India.

Muslim India tengah berbuka puasa di salah satu masjid negara itu 
Di belahan dunia lain, Afghanistan adalah negara yang penduduknya 99 persen Muslim. Masyarakat negara ini sebagaimana juga warga Muslim di negara lain, menyambut dan menghormati bulan suci Ramadhan, dan mereka menjalankan puasa serta ibadah di bulan ini.

Penduduk Afghanistan memiliki tradisi kuno saat hilal bulan Ramadhan muncul yaitu menyalakan api dengan maksud agar orang lain juga diberitahu akan tibanya bulan suci ini. Untuk menghormati bulan Ramadhan, pemerintah Afghanistan meliburkan hari pertama bulan suci dan mengurangi jam kerja instansi pemerintah sebanyak tiga jam.

Masyarakat Afghanistan di bulan Ramadhan banyak membantu fakir miskin dan orang yang membutuhkan, dan mereka terlihat berlomba dalam kebaikan ini. Tradisi memberikan makanan berbuka di tengah masyarakat Afghanistan di bulan Ramadhan juga menjadi hal lazim yang banyak ditemukan di setiap sudut kota. Menu makanan berbuka orang Afghanistan sangat beragam, dan mereka selalu menyajikan Torshi (acar) khusus yang disebut dengan Chutney, selain itu ada juga kurma dan Jalebi yang sangat diminati warga Afghanistan.

Salah satu tradisi unik masyarakat Afghanistan adalah menjadikan malam sebelum Idul Fitri sebagai Hari Raya Orang-orang yang Sudah Meninggal. Di malam itu, kaum perempuan membagikan Halva, Samanu dan Sheermal sebagai bentuk nazar dan memintakan doa serta pengampunan untuk anggota keluarga yang sudah meninggal.

Di hari-hari terakhir bulan Ramadhan, keluarga-keluarga di Afghanistan mendatangi pasar-pasar untuk berbelanja. Idul Fitri adalah hari raya utama di negara ini dan penduduk Afghanistan berbondong-bondong mendatangi masjid di hari raya untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Mereka percaya shalat Idul Fitri adalah penyempurna puasa.

Bangladesh, negara berpenduduk sekitar 164,7 juta jiwa berdasarkan data tahun 2017, 90 persen warganya adalah Muslim, dan di negara ini, bulan suci Ramadhan termasuk sangat meriah. Di negara ini terdapat lebih dari 250 ribu masjid yang selama bulan Ramadhan menggelar berbagai acara mulai dari tadarus Al Quran, pelajaran tafsir Al Quran, hingga ceramah agama. Selain itu, masjid-masjid di Bangladesh juga membuka kelas-kelas Al Quran untuk anak-anak dan menyelenggarakan seminar-seminar persatuan Islam.

Bulan Ramadhan menjadi pemandangan yang indah di kota Dhaka, ibukota Bangladesh. Saat berbuka, pasar-pasar tradisional dipadati pengunjung. Sebagian besar penduduk Bangladesh membeli bahan makanan untuk berbuka di pasar-pasar itu. Salah satu kebiasaan baik masyarakat Muslim Bangladesh di bulan Ramadhan sebagaimana juga di tempat lain adalah memberikan makanan berbuka kepada orang miskin, masjid-masjid merupakan yang terdepan dalam hal ini, dan selama bulan Ramadhan tanpa henti menyajikan makanan berbuka puasa untuk masyarakat. 

 

Mantan menteri pertahanan Amerika Serikat mengatakan, manuver militer Washington dilakukan untuk memaksa Iran duduk di meja perundingan dan menandatangani kesepakatan baru.

Mantan menhan Amerika, James Mattis, Selasa (21/5/2019) dalam wawancara dengan televisi Sky News terkait analisanya seputar situasi terkini di kawasan Timur Tengah menuturkan, Washington ingin merevisi sebagian pasal kesepakatan nuklir dengan Iran.

Menurut Mattis, Presiden Amerika Donald Trump memutuskan untuk memperkuat kehadiran militer negaranya di Timur Tengah dengan bantuan sejumlah negara sahabat di kawasan guna menyelesaikan berbagai permasalahan dan mencapai kesepakatan baru dengan Tehran.

Mantan menhan Amerika mengklaim bahwa langkah militer Washington dilakukan hanya untuk menjaga keamanan, bukan memicu perang.

 

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masa tugas 2019-2024 setelah memenangkan Pemilihan Presiden Indonesia (Pilpres) 2019.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Jokowi atas kemenangan ini dan terpilihnya kembali sebagai Presiden Republik Indonesia," ujar Mahathir sebagaimana dikutip Bernama, Selasa (21/5/2019).

PM Malaysia menambahkan, saya berharap kerja sama kedua negara akan tumbuh lebih kuat setelah ini.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, Selasa (21/5/2019) dini hari. Rekapitulasi meliputi 34 provinsi dan 130 wilayah luar negeri.

Jumlah perolehan suara Jokowi-Ma'ruf mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen. Sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen. Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen. (

 

Komisi Pemilihan Umum RI menetapkan perolehan suara Pilpres 2019 dari 34 provinsi dan 130 PPLN, yakni pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf memeroleh 85.607.362 suara atau 55,50 persen, sementara pasangan 02 Prabowo-Sandiaga memeroleh 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

Hasil rekapitulasi tingkat nasional secara keseluruhan diumumkan KPU di Gedung KPU RI, Selasa dini hari (21/05).

Hasil rekapitulasi itu dibacakan Komisioner KPU RI Novida Ginting.

Komisi Pemilihan Umum RI segera menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih setelah menyampaikan hasil rekapitulasi nasional penghitungan suara Pemilu 2019 di Jakarta, Selasa dini hari.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan bahwa KPU memberikan kesempatan bagi peserta pemilu yang tidak puas terhadap hasil penghitungan itu untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi dalam jangka waktu selambatnya tiga hari setelah hasil ditetapkan.

Pemilu 2019 dan KPU
"Artinya ada waktu hingga tanggal 24 Mei 2019 bagi peserta pemilu untuk mengajukan gugatan ke MK," kata Arief. Sebagaiman dikutip dari Antaranews, Selasa (21/05)

Apabila hingga tanggal 24 Mei tidak ada pengajuan gugatan ke MK, KPU memiliki waktu tiga hari untuk menetapkan calon presiden dan wakil presiden terpilih, yakni antara 25 dan 27 Mei 2019.

Sebaliknya, apabila terdapat pengajuan gugatan ke MK, KPU menunggu putusan MK dikeluarkan. Baru setelah putusan MK keluar, KPU memiliki waktu 3 hari untuk menetapkan calon terpilih sejak putusan dibacakan.

Sementara itu, Mahkamah Konstitusi (MK) mengkonfirmasikan siap menerima dan memproses pengajuan permohonan gugatan terhadap hasil final rekapitulasi Pemilu 2019.

Hal itu dipastikan setelah KPU menyelesaikan rekapitulasi nasional penghitungan suara Pemilu 2019 yang digelar di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (21/05) dini hari. Sebagaimana dilaporkan Kompas, Selasa (21/05)

Juru Bicara MK Fajar Laksono mengatakan, mulai hari ini para peserta pemilu sudah bisa mengajukan permohonan gugatan hasil pemilu ke MK.

Adapun dalam penetapan hasil pemilu, Selasa dini hari, saksi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi bersama dengan saksi dari empat partai politik, yakni PKS, Berkarya, Gerindra, dan PAN menolak menandatangani berita acara.

Saksi BPN Azis Subekti menyatakan bahwa pihaknya menolak menandatangani berita acara karena tidak mau menyerah melawan segala hal yang akan menciderai demokrasi.

Saat ditanya apakah BPN akan menggugat ke MK, Azis mengatakan keputusan ada di tangan tim hukum BPN.

Sementara itu, empat saksi partai politik yang menolak penandatanganan berita acara beralasan masih ada hasil rekapitulasi di beberapa daerah yang dinilai perlu dipertanyakan.

Selain itu saksi dari Partai Berkarya menyatakan penolakan penandatanganan berita acara juga sebagai bentuk solidaritas Partai Berkarya terhadap BPN Prabowo-Sandi.

Persiapan debat Pilpres 2019
Apakah masih perlu kerahkan massa?

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) patut mendapat apresiasi atas kerja keras, cepat, dan cerdas di tengah isu pengerahan massa pada hari Rabu (22 Mei 2019), atau bertepatan dengan jadwal pengumuman pemenang Pemilu 2019.

Namun, pada hari Selasa (21-5-2019), Komisi Pemilihan Umum RI telah menetapkan perolehan suara Pemilu 2019 hasil rekapitulasi tingkat nasional secara keseluruhan di Gedung KPU RI. Sehubungan dengan pengumuman tersebut, apakah masih perlu mendemo Komisi Pemilihan Umum RI?

Tak elok menyelesaikan perselisihan hasil pemilu di jalanan. Lebih baik ikuti aturan main. Jika tidak puas, bagi peserta pemilu anggota legislatif bisa mengajukan permohonan pembatalan penetapan basil penghitungan perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum kepada Mahkamah Konstitusi. Aturan ini jelas termaktub di dalam Pasal 474 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Mereka diberi waktu selama 3 x 24 jam untuk mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi sejak pengumuman penetapan perolehan suara hasil pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD secara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum.

 

Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon menekankan bahwa bahasa yang digunakan oleh Amerika Serikat dan Zionis Israel pada saat ini adalah ancaman dan perang, yang mendorong kawasan untuk berperang dan berhadap-hadapan.

Sheikh Naim Qassem, Wakil Sekjen Hizbullah hari Senin malam (20/05) dalam pertemuan dengan Jan Kubis, Wakil Khusus PBB untuk Lebanon di Beirut mengecam rencana AS-Zionis “Kesepakatan Abad” seraya mengatakan, “Rakyat Palestina dan siapa saja yang berkeyakinan untuk memecahkan masalah Palestina tidak boleh diam menghadapi rencana-rencana semacam itu dan melawan dengan segala kekuatan.”

Sheikh Naim Qassem, Wasekjen Hizbullah Lebanon
Sheikh Naim Qassem menjelaskan bahwa kekuatan dan kesiapan Hizbullah hanya digunakan untuk melindungi Lebanon.

“Langkah Hizbullah dalam membebaskan daerah-daerah yang diduduki dan memerangi teroris Takfiri dalam kerangka persatuan tentara, rakyat dan resistensi,” ungkap Wasekjen Hizbullah.

Sheikh Naim Qassem juga menekankan persatuan kelompok-kelompok politik di Lebanon seraya mengingatkan, “Hizbullah bekerja sama dengan semua partai di Lebanon untuk stabilitas politik, keseimbangan keuangan dan pemulihan ekonomi.

 

Ketua Gerakan Kebijaksanaan Nasional Irak, Al Hikmah Al Watani, Sayid Ammar Hakim memperingatkan dampak berbahaya segala bentuk konfrontasi di kawasan.

IRIB (21/5/2019) melaporkan, Ketua Gerakan Al Hikmah Al Watani mengatakan, rezim Zionis Israel adalah satu-satunya pihak yang diuntungkan jika sampai perang pecah di kawasan.

Ammar Hakim, Senin (20/5) malam di Baghdad menilai meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan membawa dampak yang sangat berbahaya.

Ia menegaskan, imbas dari setiap perang yang mungkin terjadi antara Iran dan Amerika Serikat mungkin saja merembet ke seluruh negara kawasan, bahkan dapat melampaui kawasan, dan berubah menjadi perang dunia ketiga.

 

Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mendesak negara-negara Arab untuk tidak menghadiri "lokakarya ekonomi" yang digagas Amerika Serikat di Bahrain bulan Juni 2019 mendatang, yang merupakan tahap pertama "rencana damai" Timur Tengah atau Kesepakatan Abad.

IRIB (21/5/2019) melaporkan, lokakarya ekonomi Amerika di Bahrain yang rencananya akan diselenggarakan pada 25-26 Juni 2019 tersebut akan mempertemukan pemerintah dan para pebisnis dari Eropa, Timur Tengah dan Asia.

Hamas mengaku cemas dengan konferensi Bahrain dan memperingatkan negara-negara Arab terkait segala bentuk aktivitas atau langkah yang berujung pemulihan hubungan dengan Israel dan masuknya mereka ke fase implementasi Kesepakatan Abad.

Hamas berharap rakyat Bahrain menolak Israel di negara mereka dan tidak membiarkan tanah air mereka dikotori oleh kehadiran Zionis.

Sebelumnya Presiden Amerika Donald Trump dan menantunya Jared Kushner mengumumkan Kesepakatan Abad akan mulai dijalankan setelah bulan Ramadhan.

Rencana perdamaian Timur Tengah yang diklaim Amerika atau Kesepakatan Abad mencakup penggabungan total Al Quds ke wilayah jajahan Israel, penggabungan distrik-distrik di Tepi Barat, penghapusan total hak kembali dan penetapan kawasan Abu Dis sebagai ibukota Palestina. 

 

Salah satu anggota Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran mengatakan, perilaku Amerika Serikat yang anti-Iran adalah sebuah bentuk perang dan akan memakan biaya yang tidak sedikit.

IRNA (21/5/2019) melaporkan, Saeed Jalili, Senin (20/5) malam menuturkan, Republik Islam Iran menganggap sanksi Amerika terhadap Iran sebagai perang.

Ia menambahkan, tentu saja Iran tidak akan membiarkan perilaku Amerika tanpa balasan.

Sehubungan dengan usulan Amerika untuk berunding dengan Iran, Jalili berpendapat, kita tidak bisa berunding dengan sebuah negara yang menjatuhkan sanksi menindas terhadap Republik Islam Iran dan menyebut rakyatnya sebagai teroris.

Menurutnya, Amerika melakukan apapun yang bisa untuk melawan Iran. Berkat perlawanan rakyak Iran selama 8 tahun dalam agresi militer Irak ke Iran, musuh jadi tahu bahwa konfrontasi militer terhadap Iran tidak efektif. 

 

Pameran al-Quran Internasional ke-27 telah dibuka di Mushalla Besar Imam Khomeini di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran pada Sabtu malam, 11 Mei 2019. Pameran ini resmi dibuka untuk umum sejak hari Minggu.


Pameran dibuka dari pukul 17.00-24.00. Foto-foto ini adalah suasana hari kesembilan pameran Senin  malam, 20 Mei 2019.


Pameran al-Quran terbesar dunia ini memiliki banyak bagian dan masing-masing didedikasikan untuk kegiatan tertentu yang berkaitan dengan al-Quran.


Bagian seni internasional dari pameran tersebut adalah tempat bagi para seniman seluruh dunia untuk memamerkan karya seni berharga yang terinspirasi oleh al-Quran.


Pameran ke-27 ini menampilkan lebih dari 100 karya seniman kontemporer dan profesional Iran. Lukisan-lukisan dan foto-foto yang dipajang dalam event ini membawa pesan-pesan mengenai al-Quran.


Lebih dari delapan negara termasuk Republik Indonesia berpartisipasi dalam pameran tersebu. Pakistan adalah Tamu Kehormatan tahun ini.


Pameran Internasional al-Quran ke-27 akan secara resmi dibuka untuk umum mulai Minggu malam dan akan berlangsung selama 14 hari, yaitu berakhir pada 26 Mei 2019.


Ketua panitia pameran al-Quran Abdol Hadi Feqhizadeh dalam jumpa pers mengatakan kegiatan ini akan berlangsung selama dua pekan dengan motto "Al-Quran, Makna Kehidupan."


"10 negara termasuk Turki, Irak, Indonesia, Filipina, Afghanistan, Pakistan, Tunisia, dan Rusia, ikut ambil bagian dalam pameran tahun ini," tambahnya.


Pameran internasional ini diselenggarakan setiap tahun oleh Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran di bulan suci Ramadhan.


Acara ini bertujuan untuk mempromosikan al-Quran dan mengembangkan kegiatan yang berhubungan dengan kitab suci ini. 

 

Seorang ilmuwan nuklir Iran mengabarkan kemajuan teknologi nuklir dan pencapaian pada sentrifugal generasi baru. Menurutnya, instalasi nuklir Iran saat ini berada dalam kondisi teknis terbaik dan sedang melakukan produksi dengan identifikasi akurat yang sudah ditentukan.

IRIB (21/5/2019) melaporkan, dalam statemen salah satu ilmuwan Iran yang identitasnya dirahasiakan, Senin (20/5) di reaktor nuklir Natanz disebutkan, hari ini setelah berlalu 40 tahun sejak kemenangan Revolusi Islam Iran, kita menyaksikan pertumbuhan dan kemajuan di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan industri nuklir Iran.

Ilmuwan Iran itu menjelaskan, salah satu bukti rasa percaya diri rakyat Iran tampak dalam masalah desain, produksi dan operasionalisasi rantai sempurna bahan bakar nuklir, dan salah satu pilar terpenting pengayaan uranium dengan berbagai tingkatan hingga mencapai 20 persen.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan, meski disanksi, diancam dan ditekan, industri nuklir Iran mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.