کمالوندی

کمالوندی

Senin, 09 Maret 2015 17:30

Pembicaraan Iran-IAEA Dimulai

Pertemuan delegasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dengan para pejabat Organisasi Energi Atom Republik Islam Iran (AEOI) untuk membicarakan cara-cara melanjutkan kerjasama kedua belah pihak telah dimulai.

Perundingan tersebut digelar di Tehran, ibukota Iran, Senin (9/3), dan dihadiri oleh Reza Najafi, Duta Besar Iran untuk IAEA, Hamid Baedi Nejad, Direktur Politik dan Hubungan Internasional di Kementerian Luar Negeri Iran, dan sejumlah pejabat AEOI.

Berdasarkan pernyataan kerjasama Iran-IAEA, hingga sekarang telah dilakukan tiga tahap kerjasama antarkedua belah pihak, di mana setiap dari tahap itu meliputi beberapa tema, dan hingga sekarang 18 tema telah dibahas.

Delegasi IAEA yang dipimpin oleh Tero Varjoranta, Deputi Direktur Jenderal IAEA tiba di Tehran pada Senin pagi.

Presiden Republik Ceko menentang penerapan sanksi tambahan terhadap Rusia.

Penentangan tersebut disampaikan Milos Zeman dalam wawancaranya dengan wartawan, Ahad (8/3), seperti dilaporkan Itar-Tass.

Ia mengatakan, mengingat kesepakatan gencatan senjata telah tercapai dalam perjanjian Minsk, maka tidak diperlukan lagi untuk memberlakukan sanksi tambahan terhadap Rusia.

Zeman lebih lanjut menegaskan, perjanjian gencatan senjata sedang dilaksanakan, dan sepenuhnya dalam kontrol, oleh karena itu tidak ada alasan lagi untuk meningkatkan sanksi terhadap Moskow.

Di bagian lain pernyataannya, Presiden Ceko menuturkan, mengenai pengurangan sanksi terhadap Rusia, hal ini tergantung pada semua anggota Uni Eropa.

Ia mengusulkan untuk dilakukan tindakan yang bertujuan desentralisasi kekuatan di Ukraina, dan pada akhirnya integrasi di negara ini akan pulih kembali.

Komandan Brigade Syuhada al-Asqsa, sayap militer Gerakan Fatah mengabarkan penyelenggaraan manuver di Jalur Gaza.

Seperti dilaporkan Qodsna, Abul Abed pada Senin (9/3) mengatakan, dalam manuver militer di Gaza, simulasi posisi pasukan rezim Zionis Israel berhasil direbut.

Manuver Brigade Syuhada al-Aqsa dilakukan ketika militer rezim Zionis sering melanggar perjanjian gencatan senjata yang disepakati sejak berakhirnya agresi 50 hari rezim ini ke Gaza.

Sejak kesepakatan gencatan senjata itu, pasukan Isreal telah berulang kali menembaki para nelayan dan petani serta rumah-rumah warga Palestina.

Pada Juli 2014, militer Israel melancarkan serangan militer, darat, laut dan udara ke Gaza dan merenggut nyawa lebih dari 2.300 warga Palestina.

Menurut  laporan PBB, 70 persen dari jumlah tersebut adalah warga sipil.

Presiden Republik Islam Iran menilai perundingan nuklir Tehran dengan kekuatan-kekuatan dunia sebagai sebuah kebanggaan nasional bagi bangsa Iran.

Hassan Rouhani dalam pidatonya di Kongres Nasional Kedua Peringatan Hari Syahid, Senin (9/3), mengatakan, tim diplomasi Iran di medan perundingan nuklir dengan Kelompok 5+1 bertindak sebagai pejuang.

Ia menambahkan, para komandan Iran telah berada di medan tempur selama delapan tahun di masa perang Pertahanan Suci (perang yang dipaksakan rezim Saddam terhadap Iran) untuk membela negara ini, dan hari ini, mereka berjuang di sektor nasional dan nuklir.

Rouhani menegaskan, kita bukan penggemar perang dan tidak ingin berperang, namun di saat yang sama kita tetap mempertahankan kemerdekaan, martabat dan kehormatan.

Di bagian lain pidatonya, Rouhani menuturkan, kemenangan Revolusi Islam Iran dan pertahanan selama delapan tahun dalam Perang Pertahanan suci, serta perlawanan terhadap kekuatan-kekuatan dunia, tidak mungkin tercapai dan dilakukan tanpa pengorbanan dan persiapan untuk syahid.

Dalam acara tersebut, presiden Iran secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada sejumlah keluarga Syuhada dan veteran perang.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ahmad Khansari lahir di kota Khansar pada 1309 Hq. Pada usia tiga tahun ia telah kehilangan ayahnya dan saudaranya yang menggantikan tanggung jawab ayahnya. Setelah mempelajari ilmu-ilmu pengantar agama di tempat kelahirannya, ia pergi ke Isfahan untuk melanjutkan pendidikannya dan setelah itu pergi ke Najaf al-Asyraf, Irak.

Selama di hauzah ilmiah Najaf, ia belajar kepada guru-guru besar di sana seperti Ayatullah Akhond Khorasani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi, Mirza Naini dan Agha Dhiya ad-Din al-Iraqi. Bertahun-tahun menimba ilmu membuatnya mencapai derajat ijtihad.

Ayatullah Khansari pada 1330 Hq kembali ke Iran dan ikut belajar kepada Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi di kota Arak. Setelah dibangunnya hauzah ilmiah Qom, Ayatullah Khansari mengajar di sana, tapi atas perintah Ayatullah Boroujerdi, ia akhirnya pergi ke Tehran dan di mengajar di masjid Sayid Azizollah, mengimami shalat jamaah di sana dan melakukan aktivitas politik.

Ayatullah Khansari begitu dikenal akan zuhud dan ketakwaannya. Kehadirannya bersama Imam Khomeini ra mampu memperkokoh kebangkitan rakyat Iran. Akhirnya, alim rabbani ini meninggal dunia pada 27 Rabiul Tsani 1405 Hq dalam usia 96 tahun. Jenazah beliau dibawa dari Tehran dan dimakamkan di kota Qom di lokasi makam suci Sayidah Maksumah.

Rabu, 18 Februari 2015 00:00

Ibnu Arabi Wafat

Tanggal 28 Rabiul Tsani tahun 638 hijriyah, Abu Bakar Muhyiddin Muhammad yang dikenal dengan sebutan Ibnu Arabi, sufi dan ulama terkenal muslim meninggal dunia di kota Damaskus. Beliau lahir pada tahun 560 hijriyah di Andalusia atau Spanyol. Selain giat menimba ilmu, Ibnu Arabi tekun menjalani kehidupan ruhaninya, sehingga beliau dikenal sebagai seorang arif dan sufi besar.

Dalam berbagai perjalanannya ke sejumlah negeri Islam seperti Tunisia, Mekah, Baghdad dan Halab, Ihnu Arabi mendapat sambutan yang hangat dan penghormatan dari masyarakat dan ulama.

Banyak karya penulisan yang ditinggalkannya. Sebagian ahli sejarah menyebutkan bahwa Ibnu Arabi menulis lebih dari 500 makalah dan buku, yang salah satunya adalah kitab tafsir al-Kabir yang terdiri atas beberapa jilid. Kitab beliau yang paling terkenal adalah Fushul al-Hikam yang mengungkap pandangan dan pemikiran irfani dan sufistik ulama besar ini.

Rabu, 18 Februari 2015 00:00

Jarak Antara Kebenaran dan Kebatilan

Ucapan para Imam as semuanya mengandung ilmu dan pencerahan, sehingga siapa saja yang mendengarkan ucapan mereka akan bertanya bagaimana mungkin seorang manusia dapat berbicara sedemikian indahnya dan pada saat yang sama memiliki pengaruh luar biasa. Selain itu, ilmu yang terkandung dalam ucapan mereka sangat dalam dan luas.

Tentu saja jawaban atas pernyataan semacam ini sangat mudah dan jelas. Para Imam Maksum as dikarenakan mereka senantiasa bersandar pada sumber ilmu yang tak terbatas, yaitu Allah Swt.

Satu dari ucapan indah dan penuh makna yang keluar dari lisan mubarak Imam Ali as disampaikannya dihadapan mereka yang ikut melaksanakan salat berjamaah dengannya. Waktu itu beliau berdiri di atas mimbar dan berbicara tentang mengikuti kebenaran dan menolak kebatilan. Beliau berusaha agar apa yang akan disampaikannya diingat oleh masyarakat dan mengamalkannya.

Imam Ali as berkata, ÔÇ£Wahai masyarakat! Hendaknya kalian merasa malu membicarakan keburukan saudara muslim kalian dan berbicara di belakangnya... Ketahuilah bahwa jarak antara kebenaran dan kebatilan hanya empat jari.ÔÇØ

Seorang yang hadir bertanya, ÔÇ£Wahai Ali! Bagaimana bisa jarak antara kebenaran dan kebatilan tidak lebih dari empat jari?ÔÇØ

Imam Ali as memang sejak awal menanti pertanyaan itu lalu meletakkan empat jarinya di antara telinga dan matanya. Setelah itu beliau berkata, ÔÇ£Kebatilan adalah ketika Anda mengatakan ÔÇÿSaya mendengarÔÇÖ dan kebenaran adalah ketika Anda mengatakan, ÔÇÿSaya melihatÔÇÖ.ÔÇØ

Rabu, 18 Februari 2015 00:00

Siapa Lebih Cerdas?

Muawiyah, Khalifah zalim Bani Umayah yang melihat Imam Hasan as sebagai musuh utamanya, berkali-kali berusaha untuk membunuhnya. Pernah terjadi Muawiyah menyewa empat orang untuk membunuh Imam Hasan as secara sembunyi-sembunyi. Muawiyah terkenal dengan kelicikannya. Setiap dari empat orang itu dipanggilnya secara terpisah dan berkata kepada mereka, ÔÇ£Bila engkau berhasil membunuh Hasan, aku akan memberimu 200 ribu dirham. Selain itu engkau akan kuangkat menjadi komandan satu dari pasukan Syam. Engkau juga bisa memilih salah satu putriku sebagai istrimu.ÔÇØ

Mereka yang termakan tipuan dan janji Muawiyah bersiap-siap untuk membunuh Imam Hasan as. Tapi Muwaiyah tidak membiarkan mereka begitu saja. Ia memerintahkan empat orang lain untuk memata-matai apa yang dilakukan mereka.

Imam Hasan as merasakan ada yang punya niat tidak baik dan berusaha membunuhnya. Untuk itu beliau segera menyiapkan diri untuk menghadapi apa yang sedang direncanakan Muawiyah. Akhirnya terjadi juga peristiwa itu.

Seorang dari keempat suruhan Muawiyah mendapat kesempatan untuk melakukan rencananya. Waktu itu Imam Hasan as tengah berdiri untuk melaksanakan salat. Ia segera melepaskan anak panahnya kepada Imam Hasan as, tapi panah itu tidak berhasil melukai beliau. Ternyata Imam Hasan as memakai baju besi di balik pakaiannya, sehingga berhasil menyelamatkannya dari tajamnya anak panah.

Selama bertahun-tahun dunia bak tanah kering yang mengharapkan hujan dan menginginkan hujan rahmat dari langit biru untuk rasa dahaganya tersebut. Bumi telah berubah menjadi padang pasir fanatisme yang tandus, akidah batil dan rawa tahayul. Atas kehendak Tuhan yang penuh rahmat, di malam yang tak pernah terlupakan, turunlah hujan rahmat Ilahi dan bumi yang tandus akhirnya kembali subur. Bunga indah bernama Muhammad di malam tersebut mekar di bumi Hijaz. Kelahirannya bak aroma wangi yang memenuhi rongga-rongga dada manusia beriman serta mata air makrifat mengalir di dada-dada manusia.

Dengan kelahiran Muhammad, rawa kebodohan, jahiliyah dan fanatisme berubah menjadi kebun-kebun kasih sayang dan ideologi lurus. Pembawa pesan Ilahi ini dilahirkan di kota suci Mekah dan di tengah-tengah keluarga mukmin serta penyembah Tuhan pada 17 Rabiul Awal. Kelahiran Muhammad telah menyinari alam semesta yang sebelumnya kelam dengan pemikiran jahiliyah.

Kelahiran Nabi Muhammad mengingatkan berkah tak terputus mutiara alam semesta ini bagi kehidupan manusia. Ia ibaratnya angin sepoi-sepoi di musim semi dan menyebarkan aroma wewangian di kehidupan manusia. Kelahirannya telah menyadarkan dan membangkitkan hati nurani manusia. Tak lama kemudian, ideologi sesat, pemikiran kesukuan dan fanatisme buta digantikan dengan ideologi kemanusiaan serta terbukalah jalan menuju hakikat alam penciptaan dan pengetahuan Ilahi bagi manusia. Oleh karena itu, kado paling istimewa kelahiran manusia suci ini bagi manusia adalah tauhid dan keadilan.

Berkat usaha tak kenal lelah Rasulullah di permulaan Islam, terjadilah perubahan besar dengan prinsip dan tolok ukur Ilahi. Revolusi yang digulirkan Muhammad meliputi pencabutan akar diskriminasi sosial, transformasi moral, penghormatan terhadap kemuliaan manusia, kebebasan dan keadilan. Kehadiran beliau di Madinah berlangsung sepuluh tahun. Masa ini disebut sebagai masa paling gemilang pemerintahan dalam sejarah umat manusia.

Masa itu, sendi-sendi pemerintah Islam mulai ditanam dan sebuah teladan pemerintahan dipamerkan oleh Rasulullah Saw bagi semua umat manusia di mana pun dan kapan pun. Sejatinya, revolusi Rasulullah dan pemerintahannya merupakan peta jalan bagi manusia yang menginginkan kesempurnaan, yang mencari hidayah dengan mengikuti metode terbaik dan agama paling sempurna. Rasulullah membentuk pemerintahan teladannya di Madinah dengan indeks yang sangat jelas dan menyodorkannya kepada umat manusia.

Annemarie Schimmel, pakar Islam dan Timur Tengah asal Jerman terkait keagungan Nabi Muhammad Saw menulis, ÔÇ£Peran nyata Muhammad dalam transformasi mental manusia telah diakui. Muhammad telah berhasil menghidupkan jiwa manusia. Ia berhasil melepas sekat-sekat ideologi jahiliyah dari diri manusia dan mengubahnya menjadi pandangan universal. Beliau juga menyebarkan ilmu dan rasio dan menyeru manusia menggunakan mata dan telinganya. Dengan wahyu yang diterimanya, Ia memberi kabar gembira bahwa manusia mampu menundukkan matahari, bulan, langit dan bumi. Oleh karena itu, menghormati dan memuji pemimpin besar dan pemurah ini bagi setiap manusia akan menghasilkan kebahagiaan.ÔÇØ

Realita dunia saat ini menunjukkan bahwa ketenangan dan kebahagiaan sejati menjadi bagian yang hilang dari manusia modern. Eskalasi produksi senjata destruktif, perang, aksi rasisme dan instabilitas di pasar global telah mengancam keamanan dan kesejahteraan dunia. Saat ini, para pemimpin Barat secara paksa telah merampas modal bangsa-bangsa yang mereka tindas. Rapuhnya sendi-sendi institusi keluarga, stress, kejahatan, kekerasan, narkotika dan penyelundupan manusia membuat keselamatan masa depan dunia terancam serius. Meski kita hidup di era kemajuan sains dan teknologi, tapi kita tetap menyaksikan penindasan dan pelanggaran terhadap berbagai bangsa.

Dunia modern yang dilanda krisis ini membutuhkan ajaran Ilahi untuk memulihkan ketenangan, keamanan dan nilai-nilai moral yang tinggi. Ajaran tersebut adalah yang dibawa oleh Muhammad Saw. George Bernard Shaw, penulis asal Inggris mengatakan, ÔÇ£Dunia saat ini membutuhkan sosok seperti Muhammad untuk menyelesaikan kesulitan yang sangat rumit, sehingga manusia dapat minum secangkir kopi dengan tenang. Eropa saat ini mulai melakukan penyebaran secara luas hikmah-hikmah rasional Muhammad dan mereka mulai mencintai agama Muhammad. Mereka juga nantinya akan membersihkan ideologi dan pemikiran Islam dari tudingan era abad pertengahan. Agama Muhammad akan menjadi sistem yang bersandar pada perdamaian dan kebahagiaan serta filsafatnya akan membantu menyelesaikan beragam kendala dan kesulitan yang sangat rumit.ÔÇØ

Rasulullah merupakan nabi terakhir yang membawa pesan Ilahi untuk mengajarkan pengetahuan yang akan membuat manusia merasa tenang baik fisik dan jiwanya di samping kesejahteraan materi. Ketenangan jiwa merupakan kebutuhan mendesak manusia modern. Kata-kata Muhammad penuh dengan mutiara hikmah dan al-Quran merupakan pesannya kepada manusia untuk dijaga. Jika manusia modern mendengarkan serta menyelami pesan dan kata-kata berharga Muhammad maka mereka pasti mampu menyelamatkan jiwanya dari gangguan mental dan stress.

Ajaran seperti kesucian, merasa cukup, kesalehan, rasa malu, tawakkal, saling membantu, membela orang tertindas, infak, akhlak mulia, kebebasan berpikir, dan  keadilan merupakan sirah unggul kehidupan Muhammad Saw serta ajaran al-Quran yang dibutuhkan manusia modern, mengingat mereka telah jauh dari nilai-nilai tersebut akibat kondisi ekonomi, politik dan budaya yang menguasai dunia.

Menurut al-Quran di surat al-Araf ayat 157, Nabi Muhammad diutus untuk meringankan beban berat umat manusia. Kebodohan, kebuasan, kesukuan dan aroganisme adalah beban-beban yang selama ini memberatkan manusia. Kini meski kita hidup di era modern dan kemajuan sains, namun kita masih saja menyaksikan penindasan terhadap berbagai bangsa. Sibuk dengan hal-hal yang bersifat materi dan pupusnya spiritualisme dari kehidupan manusia telah memberatkan beban yang ada di pundak manusia. Dalam kondisi seperti ini, mereka membutuhkan ajaran Ilahi dan para nabi, khususnya ajaran Nabi besar Islam, Muhammad Saw.

Imam Ali as berkata, ÔÇ£Muhammad adalah sosok pilihan Tuhan, duta wahyu dan rasul rahmat...Sejatinya bagi kamu cukup menjadikan Muhammad sebagai panutan...Ikutilah nabi yang paling suci dan manusi termulia, karena semua perilakunya merupakan teladan bagi mereka yang mengikutinya...Hamba yang paling dicintai Tuhan adalah mereka yang meneladani Nabi-Nya dan beramal mengikuti nabi tersebut.ÔÇØ

Ayatullah Khamenei, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai kelahiran Muhammad sebagai terbitnya rahmat Ilahi┬á bagi sejarah umat manusia. Beliau berkata, ÔÇ£Di dalam al-Quran keberadaan Muhammad disebut sebagai Rahmatan Lil Alamin. Rahmat ini tidak terbatas, mencakup pendidikan, penyucian diri, pengajaran dan menunjukkan manusia ke jalan lurus serta kemajuan umat manusia baik dari sisi kehidupan material maupun spiritual. Rahmat ini tidak terbatas pada umat ketika nabi diutus, namun milik manusia sepanjang sejarah. Untuk mencapainya adalah dengan mengamalkan ajaran dan undang-undang Islam yang pasti.ÔÇØ

Oleh karena itu, berdasarkan kebutuhan manusia modern akan spiritualitas dan ajaran Islam, diharapkan para dai dan ulama Islam untuk menyebarkan sirah Muhammad dan ajaran al-Quran ke seluruh dunia dan mengarahkan manusia ke fitrah Ilahi mereka, sehingga mereka mampu meraih kehidupan baru yang baik maji dari sisi materi mau pun spiritual serta mereka akan terselamatkan dari kematian dalam kondisi tidak mengenal Tuhan.

Sesungguhnya jika Nabi Muhammad menjadi teladan dalam kehidupan kita, iman dan tawakalnya, kebersihan dan keteraturannya serta rasa malunya, maka kehidupan kita akan berubah total serta kehidupan kita akan dipenuhi dengan cahaya terang.

Agama Ilahi adalah anugerah terbesar Tuhan kepada umat manusia sehingga mereka bisa mencapai kebahagiaan duniawi dan ukhrawi dengan mengamalkan ajaran-ajaran luhurnya. Sejumlah besar masyarakat di sepanjang sejarah meraih keberuntungan dengan menjalankan ajaran-ajaran agama Ilahi. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang terjangkiti virus fanatisme dan ekstrimisme, mereka tidak mendapatkan kebahagiaan dan juga menyeret orang lain ke jurang kesesatan. Fanatisme dapat disebut sebagai bentuk pemberian dukungan mutlak tanpa dilandasi oleh logika dan akal sehat kepada sebuah ideologi, individu, kelompok, atau apapun bentuknya. Untuk itu, dukungan penuh atas sebuah ideologi dan ajaran setelah melakukan penelitian dan pemikiran yang matang, tidak bisa dikatakan sebagai perilaku fanatik atau paling tidak kita bisa menyebutnya sebagai fanatisme terpuji.

Para psikolog membagi fanatisme ke dalam dua ketegori; fanatisme positif dan fanatisme negatif. Pembagian ini mungkin sejalan dengan apa yang dijelaskan oleh sejumlah riwayat, di mana fanatisme dibagi menjadi fanatisme terpuji dan fanatisme tercela. Imam Ali as dalam khutbah 192 kitab Nahjul Balaghah berkata,  jika harus ada sebuah fanatisme, maka fanatisme kalian harus ada dalam akhlak yang terpuji dan perilaku baik serta semua perkara yang baik Beliau menganggap baik sikap fanatik dan komitmen pada beberapa sifat dan perilaku terpuji seperti, menunaikan janji, menjaga hak-hak tetangga, saling memaafkan, menjauhi kesombongan, dan sifat-sifat terpuji lainnya.

Akan tetapi ketika kita berbicara tentang fanatisme, biasanya fokus kita akan tertuju pada fanatisme negatif dan tercela yaitu membela dan mengikuti sebuah ideologi tanpa disertai argumentasi dan buta. Sebuah fanatisme yang menurut Imam Ali as, mereka telah menjadikan syaitan sebagai pemimpinnya, dan mungkin saja lahir dalam bentuk etnis, ras, agama, politik, dan bahkan dunia ilmiah. Rasulullah Saw dalam sebuah hadisnya bersabda, ÔÇ£Barang siapa yang menyimpan rasa fanatik sebesar biji sawi dalam hatinya, pada hari kiamat Tuhan akan membangkitkannya bersama Arab Jahiliyah.ÔÇØ (Ushul al-Kafi, jil 2, hal 308). Peringatan keras ini ingin menegaskan bahwa fanatisme dan bersikeras pada ideologi sesat akan mencegah seseorang berpikir bebas dan mencapai kebenaran.

Islam mengajak semua orang untuk merenung dan berpikir. Dalam surat az-Zumar ayat 17 dan 18, Allah Swt berfirman,  bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.

Fanatisme dalam pemikiran dan ideologi biasanya diikuti oleh sikap ekstrim dalam beramal. Orang fanatik yang menganggap perkataan dan pemikirannya sebagai kebenaran mutlak, akan berusaha untuk meyakinkan ideologinya kepada orang lain dan jika pihak lain menolak, ia akan mengandalkan kekerasan dan tindakan ekstrim. Virus fanatisme dan ekstrimisme ditemukan di hampir semua pengikut aliran pemikiran dan agama, termasuk agama-agama samawi. Dalam sejarah, muncul orang-orang yang secara sadar atau pun tidak, menganggap dirinya lebih mukmin dan lebih taÔÇÖat ketimbang para nabi. Allah Swt dalam al-Quran telah memperingatkan orang-orang seperti itu dan berfirman, ÔÇ£Katakanlah: Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." (QS. 5:77)

Di sepanjang sejarah agama Ilahi, kita selalu menemukan gerakan-gerakan ekstrim dan fanatik. Orang-orang bodoh dan kaku membentuk kerangka gerakan tersebut dan biasanya mereka dimanfaatkan oleh para pemimpin arogan dan tirani untuk menebarkan kekerasan dan teror. Di era modern di tengah kemajuan sain dan pekikan slogan-slogan kebebasan, dunia masih menyaksikan kehadiran kelompok-kelompok radikal dan ekstrim, di mana mereka mengancam ideologi dan keamanan masyarakat. Sebagai contoh, Zionisme sudah lebih dari satu dekade muncul sebagai bidÔÇÖah dalam agama Yahudi dan mengusung pemikiran sesat dan fanatik. Strategi kaum Zionis secara terang-terangan dibangun atas landasan teror dan kekerasan. Dengan menggunakan cara yang tidak manusiawi ini, Zionis sejauh ini telah membantai jutaan warga Palestina atau mengusir mereka.

Sejak dulu, kaum Zionis yang didukung oleh rezim Israel berupaya menghancurkan Masjid al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam dan sebagai gantinya mereka ingin membangun Kuil Nabi Sulaiman as. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan ilegal itu, rezim Israel telah meningkatkan proses penempatan warga Yahudi di distrik-distrik pemukiman Zionis dan berupaya mengusir warga Muslim dari Baitul Maqdis. Israel sedang gencar menjalankan kebijakan Yahudisasi di kota suci tersebut. Pada kenyataannya, fanatisme dan ekstrimisme Yahudi di bawah bendera Zionisme, telah menciptakan penderitaan yang berkepanjangan bagi bangsa Palestina dan mereka juga mengancam keamanan di wilayah Timur Tengah.

Di agama Kristen, fanatisme dan ekstrimisme juga sudah ada sejak dulu dan dampak-dampak negatifnya masih membebani masyarakat. Meski semua menerima Nabi Isa as sebagai pembawa pesan perdamaian dan kasih sayang, namun para penguasa di negara-negara Kristen di Barat sampai sekarang masih melakukan kejahatan besar terhadap kemanusiaan dan orang-orang tak berdosa. Di sisi lain, karena kevakuman spiritualitas masyarakat Barat, berbagai sekte lahir atas dasar pemikiran ekstrim dan radikal. Kehadiran mereka hanya akan menyesatkan masyarakat dan meluasnya aksi kekerasan. Salah satu kelompok militan terbesar di tengah Kristen adalah kelompok Evangelist atau disebut juga sebagai Kristen Zionis. Karena, warga Kristen ekstrim ini memiliki kesamaan ideologi dengan ekstrimis Yahudi yaitu Zionis.

Kedua gerakan tersebut meyakini pembentukan Negara Yahudi dari Sungai Nil sampai Eufrat dengan Ibukota Baitul Maqdis, penghancuran Masjid al-Aqsha, dan pembangunan Kuil Sulaiman. Menurut ideologi Kristen Zionis, Isa al-Masih akan kembali ke bumi setelah program itu terwujud dan ia akan terlibat perang akhir zaman atau Armageddon di tanah pendudukan Palestina untuk membela kaum Nasrani dan Yahudi serta menghancurkan semua bangsa-bangsa lain dan setelah itu mendirikan kerajaan selama 1.000 tahun. Tentu saja, Kristen Zionis juga percaya bahwa kaum Yahudi pada masa itu akan menerima ajaran Isa al-Masih. Jelas bahwa ideologi kelompok Evangelist sepenuhnya berpedoman pada kekerasan, ekstrimisme, dan anti-Islam. Sejumlah pejabat Amerika Serikat yang terpengaruh oleh doktrin Evangelist juga kian gencar memusuhi Islam.

Islam sebagai agama terakhir juga tidak lepas dari virus fanatisme dan kejumudan. Padahal, agama agung ini paling banyak memberikan peringatan tentang bahaya sikap fanatik dan ekstrim kepada para pengikutnya. Rasul Saw bersabda, ÔÇ£Bukan dari golongan kami orang-orang yang menyeru pada fanatisme, berperang di jalan fanatisme, dan mati dalam keadaan fanatik.ÔÇØ Sekarang, kelompok-kelompok yang mengusung slogan dan bendera Islam mengadopsi ideologi ekstrim dan fanatik serta melakukan tindakan-tindakan yang sama sekali tidak sejalan dengan ajaran Islam. Kelompok tersebut memaksa semua orang untuk mengikuti akidah sesatnya, namun karena tidak memiliki logika dan argumentasi untuk membuktikan klaim-klaimnya, mereka tidak punya jalan lain kecuali memberi label kafir kepada orang-orang Muslim dan kemudian membantai mereka.

Apa yang dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris di Suriah, Irak, Yaman, Nigeria, Pakistan, dan Afghanistan pada dasarnya muncul dari ketidakmampuan mereka untuk meyakinkan orang lain dan juga sikap fanatik yang telah menghalangi mereka menerima Islam murni. Fanatisme dan ekstrimisme akan menjadi kian ganas ketika mereka mencari dukungan dari musuh-musuh Islam demi mempertahankan eksistensinya dan mengejar ambisi-ambisi busuknya. Saat ini, organisasi-organisasi teroris dan radikal seperti, ISIS dan Front al-Nusra memiliki hubungan terang-terangan dengan pemerintah Barat dan bahkan rezim Zionis Israel.

Dengan begitu, kelompok takfiri dan ekstrim mendapat dukungan politik, militer, finansial, dan intelijen dari negara-negara Barat. Mereka sekarang telah menjadi sebuah tantangan besar di wilayah Timur Tengah. Jelas bahwa fanatisme dan ekstrimisme tumbuh berkembang di tengah iklim kejumudan, namun upaya pencerahan dapat menjadi terapi yang bagus untuk mengembalikan mereka ke jalan yang lurus.

Berkenaan dengan hal ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, Harus dilakukan sebuah gerakan ilmiah besar-besaran. Kaum muda (yang termakan hasutan) harus diselamatkan. Sejumlah orang yang terserang virus ideologi takfiri berpikir bahwa mereka sedang melakukan perbuatan baik kita harus menyelamatkan mereka, para pemuda itu harus diselamatkan dan ini menjadi tanggung jawab ulama. Para ulama yang memiliki hubungan dengan dunia intelektualitas dan juga menjalin interaksi dengan masyarakat harus bekerja keras. Pada hari kiamat, Tuhan akan bertanya kepada para ulama, apa yang telah kalian lakukan? Mereka harus melakukan itu.