Israel Marah atas Kebijakan Baru Kolombia terkait Palestina

Rate this item
(1 Vote)
Israel Marah atas Kebijakan Baru Kolombia terkait Palestina

Menyusul keputusan Kolombia untuk mengakui status negara Palestina, hubungan politik dan diplomatik negara ini dengan rezim Zionis Israel memburuk.

Pada tanggal 3 Agustus 2018, Presiden Kolombia Juan Manuel Santos di akhir masa jabatannya telah mengumumkan pengakuan tersebut dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Malki. Keputusan ini menyulut kemarahan para pejabat Israel.

Presiden baru Kolombia Ivan Duque, yang disumpah pada hari Selasa, 7 Agustus 2018 mengatakan akan mempelajari implikasi keputusan di menit akhir Santos pada warga Palestina. Namun ia tetap mengakui bahwa keputusan itu legal.

Seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, Noa Landau, penulis surat kabar Zionis, Haaretz mengatakan, para pejabat Israel merasa gagal dan mengalami frustasi keamanan dan politik disebabkan keputusan Kolombia yang mengakui negara Palestina.

Dia juga menyinggung kekhawatiran para pejabat Tel Aviv dengan keputusan mengejutkan pejabat Kolombia sebagai sekutu Israel. Landau menandaskan, keputusan ini adalah tamparan keras terhadap Tel Aviv.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri rezim Zionis juga menyatakan terkejut atas keputusan Kolombia yang mengakui negara Palestina yang merdeka.

Pekan lalu, Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu yang dijadwalkan untuk terbang ke Kolombia, membatalkan kunjungan diplomatiknya ke Bogota.  .

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab untuk Urusan Palestina dan Wilayah Pendudukan Said Abu Ali menyambut keputusan Kolombia.

Dia mengatakan, langkah ini menunjukkan bahwa Kolombia mengejar dukungan kepada rakyat Palestina dan hak-hak legal mereka. 

Read 64 times

Add comment


Security code
Refresh