Peringati Kesyahidan Soleimani, Kemlu Iran Keluarkan Pernyataan

Rate this item
(0 votes)
Peringati Kesyahidan Soleimani, Kemlu Iran Keluarkan Pernyataan

 

Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Letjen Syahid Qassem Soleimani selalu berperan sejalan dengan kebijakan prinsip Republik Islam Iran dalam membantu membangun perdamaian dan stabilitas di tingkat regional maupun internasional.

Menjelang peringatan tahun kedua kesyahidan Letjen Qassem Soleimani, Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan hari Jumat (31/12/2021) yang menegaskan, "Pemerintah AS menerapkan standar ganda dan membuat klaim palsu, termasuk klaim mengenai terorisme, dalam tindakan kriminal yang melanggar aturan dan prinsip hukum internasional dengan merencanakan dan melakukan serangan teroris terhadap Letjen Syahid Soleimani sebagai salah satu pejabat tinggi Republik Islam Iran di wilayah negara tuan rumah Irak,".

"Tindakan otoritas AS meneror pahlawan internasional melawan terorisme demi mendukung kelompok teroris, yang secara terbuka mengungkap kebohongan para pengusung slogan mereka sebagai penentang terorisme," kata statemen Kemlu Iran.

"Kesyahidan Haji Soleimani, Abu Mahdi al-Mohandes dan kawan-kawan bukan hanya tidak mengurangi kapasitas perlawanan, tetapi sebaliknya akan memperkuat solidaritas di dalam Iran, sekaligus memperjelas strategi dan menonjolkan wacana perlawanan [di tingkat dunia]," tegasnya.

Kementerian Luar Negeri Iran juga menekankan,"Tidak diragukan lagi, tindakan kriminal Amerika Serikat dalam membunuh Syahid Soleimani adalah contoh dari serangan teroris yang direncanakan dan dioperasikan secara terorganisir oleh pemerintah AS saat itu, dan sekarang menjadi tanggung jawab dari Gedung Putih,".

Kemlu Iran juga mengejar masalah ini dalam dimensi politik, hukum, internasional dan diplomasi publik, sekaligus menyampaikan kecaman moral, politik dan hukum terhadap pemerintah AS atas kejahatannya di tingkat internasional.

Pada tanggal 3 Januari 2020, Letjen Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam, melakukan perjalanan ke Irak atas undangan resmi dari otoritas Irak gugur bersama Wakil Kepala Al-Hashd al- Shaabi dan delapan rekannya akibat serangan udara pasukan AS di bandara Baghdad.

Read 141 times

Add comment


Security code
Refresh