Basij Menurut Perspektif Rahbar

Rate this item
(0 votes)
Basij Menurut Perspektif Rahbar

 

Rabu lalu (29 November 2023) dalam rangka pekan Basij di Iran, sekelompok anggota Basij bertemu dengan pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Khamenei, di Huseiniyah Imam Khomeini ra.

Dalam pertemuan yang diadakan setiap tahun ini, Ayatullah Khamenei memandang Basij sebagai peninggalan berharga Imam Khomeini ra bagi negara dan mengatakan bahwa Imam ra dengan pandangan ke depannya menyadari kebutuhan mendesak akan sebuah kekuatan besar rakyat untuk kekebalan negara, bangsa dan revolusi. Karena revolusi dan negara adalah milik rakyat dan rakyat mampu mempertahankannya lebih baik dari faktor atau elemen lainnya. Logika Basij adalah untuk memaksimalkan kemungkinan perlawanan negara terhadap segala bahaya dan ancaman. Logika yang sama ada saat ini dan logika ini mutakhir.

Keberadaan Basij diperlukan untuk pertahanan menyeluruh baik material maupun spiritual terhadap identitas nasional, keamanan negara, dan kepentingan rakyat. Beliau percaya bahwa rekam jejak Basij selama 40 tahun menegaskan ketepatan sasaran, pandangan ke depan, dan wawasan Imam, dan menekankan bahwa ada saat-saat di negara ini ketika kehadiran Basij sangat menentukan bagi negara; Contohnya adalah pertahanan suci. Tentu saja, jika tidak ada mobilisasi rakyat (Basij), maka hasil perang pertahanan suci akan berbeda dengan apa yang terjadi...peristiwa pertahanan suci adalah demonstrasi besar otoritas kerakyatan negara ini dalam bentuk mobilisasi.

Image Caption
Ayatullah Khamenei seraya menjelaskan bahwa Basij sebuah budaya dan ideologi, mengisyaratkan sejumlah karakteristik kekuatan rakyat ini, termasuk sifatnyanya kerakyatan, keyakintan dan rasa tanggung jawab, revolusioner dan makna sejati revolusi, menyantuni orang lemah, keras dalam menghadapi kezaliman serta memberi pelayanan kepada semua orang. "Saat banjir datang, Basiji berendam di lumpur setinggi lutut dan untuk membersihkan rumah yang terendam banjir, jangan tanya pemilik rumah siapa nama Anda, apa agama Anda, apa mazhab Anda, apa suku Anda, apa kecenderungan politik Anda, ini semua jangan tanya, dia pergi untuk melakukan pelayanan dan pengabdian... ini penting," papar Rahbar.

Ayatullah Khamenei menganggap ciri terpenting Basij adalah aspek transnasional dan lintas batasnya, yang dalam perkataan Imam Khomeini ra diartikan sebagai inti perlawanan global: “Imam menafsirkannya sebagai "inti perlawanan global”; Inilah Basij; Ini bukan Basij kita, ini adalah Basij itu sendiri, tapi ini budaya yang sama yang merealisasikan pembentukan inti muqawama global. Yakni, sekarang Anda melihat contohnya di wilayah kita sendiri... kelompok perlawanan yang sama yang telah diumumkan oleh Imam... kini tengah menentukan nasib kawasan ini; Nasib kawasan kita ini tengah ditentukan oleh inti perlawanan; Contohnya adalah Badai al-Aqsa.

Pemimpin Revolusi Islam lebih lanjut menunjuk pada kegagalan peta Timur Tengah baru oleh Amerika, yaitu peta geografi politik baru yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan dan kepentingan Amerika yang tidak sah. Salah satu tujuan Amerika dalam rencana ini adalah menghancurkan Hizbullah:

“Setelah perang 33 hari, Hizbullah menjadi sepuluh kali lebih kuat. Sekarang saya katakan "sepuluh kali", karena saya berhati-hati; Tapi sebenarnya menjadi lebih kuat dari itu. Mereka ingin menelan Irak, tapi mereka tidak bisa. Kisah Irak adalah kisah yang aneh. Keputusan Amerika adalah mendirikan pemerintahan Amerika di Irak; Mereka menempatkan seorang jenderal Amerika (Jay Garner) sebagai pemimpin... mereka melihat... pekerjaan tidak berjalan dengan baik... mereka menempatkan seorang warga sipil Amerika (Paul Bremer) sebagai pemimpin... mereka melihat hal ini pun gagal, akhirnya mereka menunjuk seorang warga Irak yang bergantung pada mereka (Ghazi Mashal Ajil al-Yawer); Itu tetap gagal dan tidak berlanjut sampai hari ini. Saat ini, inti perlawanan di Irak memasuki isu Palestina dan pemerintah Irak mengambil posisi yang kuat; Artinya, apa yang disebut orang Amerika sebagai “Timur Tengah Baru” berbeda 180 derajat dengan keadaan saat ini. Mereka ingin menelan Irak sekaligus namun tidak bisa, hal itu tidak terjadi. Mereka ingin mengambil alih Suriah, mereka memasukkan proksi mereka atas nama Daesh (ISIS) dan "Front Jabhat al-Nusra" ke dalam kehidupan pemerintah Suriah, selama sekitar sepuluh tahun mereka terus memberikan dukungan, uang (dan) fasilitas, namun mereka gagal. Mereka gagal total [dalam merealisasikan] Timur Tengah baru yang ingin mereka ciptakan.»

Di antara komponen lain dari rencana Amerika yang baru di Timur Tengah, mengakhiri permasalahan Palestina untuk menguntungkan rezim Zionis sehingga tidak ada nama Palestina yang tersisa sama sekali. Namun betapa berbedanya situasi Palestina saat ini dibandingkan 20 tahun lalu. Seperti apa Hamas dua puluh tahun yang lalu, seperti sekarang ini. Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa geografi politik di kawasan sedang mengalami transformasi mendasar, namun bukan untuk kepentingan Amerika, melainkan untuk kepentingan Front Perlawanan.

Image Caption
Ayatullah Khamenei mengatakan, “Ya, peta geografi politik Asia Barat telah diubah, namun menguntungkan perlawanan (muqawama); Perlawanan menang. Imam telah memahami dengan benar, dia telah mendiagnosis dengan benar. Inti perlawanan telah mampu mengubah arah pergerakan untuk kepentingannya.... Peta baru yang secara bertahap menguasai wilayah ini memiliki beberapa ciri. Ciri pertamanya adalah de-Amerikanisasi...yaitu, penolakan terhadap dominasi Amerika atas kawasan."

Rahbar menambahkan, pengingkaran dominasi Amerika di kawasan tidak berarti memutus hubungan politik dan ekonomi antara pemerintah negara-negara di kawasan dengan Amerika, namun semakin hari semakin melemahnya dominasi Amerika. Sebuah strategi dan politik yang dikejar Amerika selama bertahun-tahun yakni kebijakan dominasi atas kawasan, sarana utama kebijakan ini adalah dukungan terhadap rezim Zionis... Sejak satu atau dua dekade yang lalu, mereka mengintensifkan kebijakan ini, mereka pergi ke Afghanistan dan Irak dan ingin menguasai wilayah tersebut dengan mendudukinya, [tetapi] mereka tidak bisa. Saat ini, kebijakan dan orientasi di kawasan ini adalah de-Amerikanisasi. Salah satu tanda jelas yang ada di depan mata kita saat ini adalah operasi Badai al-Aqsa. Benar, Badai al-Aqsa bertentangan dengan rezim Zionis, tapi ini adalah de-Amerikanisasi... Arti sebenarnya adalah Badai Al-Aqsa adalah peristiwa yang bersejarah; Ia berhasil mengacaukan tabel kebijakan Amerika di kawasan ini, dan Insya Allah badai ini terus berlanjut akan menghapus tabel kebijakan Amerika di kawasan... De-Amerikanisasi telah dimulai; “Beberapa negara yang seratus persen tunduk pada kebijakan Amerika sudah mulai menemukan sudut pandang terhadap Amerika, seperti yang Anda lihat dan dengar, dan ini akan terus berlanjut.”

Pemimpin Revolusi Islam ini menganggap ciri lain dari perubahan geografi politik di kawasan ini adalah kekacauan dikotomi yang salah dan dipaksakan seperti Arab dan non-Arab, Syiah dan Sunni, legenda bulan sabit Syiah dan bahayanya penyebaran Syiah di kawasan dan mengatakan;

“Itu adalah hal yang tidak relevan yang mereka kemukakan; Ini cambur aduk. Dalam isu badai Al-Aqsa kali ini dan sebelum badai Al-Aqsa, siapa yang paling banyak membantu warga Palestina? Kaum Syiah melakukannya; Syiah Lebanon, Syiah Irak, Syiah Arab, Syiah non-Arab. Dikotomi-dikotomi ini tercampur aduk dan alih-alih dikotomi yang dipaksakan ini, sebuah dikotomi baru telah mendominasi kawasan ini: dikotomi perlawanan dan ketundukan... "Perlawanan" berarti tidak tunduk pada paksaan, dominasi, dan campur tangan Amerika; Ini adalah perlawanan. Sekarang ada orang yang menolak seratus persen, ada yang delapan puluh persen, ada yang lima puluh persen; Bagaimanapun, aliran dan gerakan perlawanan merupakan arus yang jelas di kawasan saat ini, dan titik baliknya adalah “menyerah”, yang memalukan dan mempermalukan bangsa dan pemerintah."

Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa ciri lain dari rencana (skenario) baru kawasan ini adalah solusi masalah Palestina, dan itu adalah pembentukan kedaulatan Palestina di seluruh tanah Palestina. Kami mengusulkan referendum untuk Palestina. Referendum adalah logika duniawi dan dapat diterima serta beradab bagi pemerintahan Palestina. Jika inti-inti perlawanan ini mengikuti kemauan, tekad dan keinginan mereka dengan sungguh-sungguh, maka hal ini akan tercapai; Tidak ada keraguan tentang hal ini. Pemimpin Revolusi Islam seraya menyebut perkataan beberapa juru bicara dunia bahwa Iran harus membuang orang-orang Yahudi atau Zionis ke laut adalah sebuah kebohongan, dan mengatakan bahwa orang lain atau sebagian orang Arab yang mengatakan hal tersebut, kami tidak mengatakannya. Kami mengatakan, suara adalah suara rakyat. Pemerintahan yang dibentuk berdasarkan suara rakyat Palestina akan mengambil keputusan.

Pertemuan Basij dengan Rahbar
Ayatullah Khamenei menilai peristiwa Badai al-Aqsa sebagai peristiwa penting dan unik yang menghilangkan nama baik peradaban dan budaya Barat. Baliau berkata: “Tindakan biadab yang dilakukan rezim Zionis… tidak hanya menghilangkan reputasi rezim Zionis itu sendiri, reputasi Amerika… dan beberapa negara terkenal di Eropa, namun juga menghilangkan reputasi peradaban dan budaya Barat.” Kebudayaan dan peradaban Barat adalah peradaban yang sama ketika lima ribu anak syahid dengan bom fosfor, kepala negara tertentu akan berdiri dan mengatakan bahwa Israel sedang membela diri! Apakah ini pembelaan diri? Inilah budaya Barat... Tragedi yang terjadi dalam lima puluh hari terakhir ini merupakan rangkuman kejahatan yang dilakukan rezim Zionis di Palestina selama 75 tahun... Selama tahun-tahun tersebut, mereka selalu melakukan hal ini... pemukiman yang sama yang mereka bangun. Di mana dibangun? Mereka menghancurkan rumah-rumah penduduk, menghancurkan pertanian Palestina, membangun pemukiman Zionis. Jika ada yang melawan, mereka membunuhnya... inilah yang telah mereka lakukan selama 75 tahun. Menurut kami, Badai Al-Aqsa tidak bisa dipadamkan, Insya Allah, dan beri tahu mereka bahwa situasi ini tidak akan berlanjut dengan kehendak dan kekuasaan Tuhan.”

Di akhir pertemuan tersebut, Ayatullah Khamenei mengatakan, "Bertawakallah kepada Tuhan وَمَن یَتَوَکَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ (Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. 65: 3). Semoga Allah Swt melindungi kalian semua.

Read 131 times