Surat Ghafir ayat 43-47

Rate this item
(0 votes)
Surat Ghafir ayat 43-47

 

لَا جَرَمَ أَنَّمَا تَدْعُونَنِي إِلَيْهِ لَيْسَ لَهُ دَعْوَةٌ فِي الدُّنْيَا وَلَا فِي الْآَخِرَةِ وَأَنَّ مَرَدَّنَا إِلَى اللَّهِ وَأَنَّ الْمُسْرِفِينَ هُمْ أَصْحَابُ النَّارِ (43) فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ (44)

Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka. (40: 43)

Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (40: 44)

Lelaki beriman dari keluarga Firaun menampakkan keimanannya ketika menyeru masyarakat pada kebenaran. Ia berbicara dengan tegas mengenai tauhid dan syirik serta konsekuensi dari keduanya.

Ayat tersebut melanjutkan kisah sebelumnya dan berkata, "Kalian mengajakku untuk meninggalkan Tuhan Yang Maha Esa dan menyembah berhala, padahal berhala-berhala itu adalah benda mati dan tidak dapat mengabulkan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat. Mereka tidak dapat berbicara, tidak dapat menyeru ke jalan manapun, dan tidak dapat memecahkan masalah apapun.

Kita semua akan kembali kepada Allah Swt untuk mempertanggung jawabkan amal perbuatan kita. Jelas bahwa para penyembah berhala di dunia, akan menempati neraka di akhirat, karena mereka telah berpaling dari kebenaran dan melampaui batas."

Lelaki beriman itu kembali berkata, "Wahai masyarakat, aku beriman kepada Allah dan menyerahkan urusanku kepada-Nya, aku tidak takut atas ancaman kalian dan juga tidak takut karena banyaknya jumlah dan besarnya kekuatan kalian, karena aku menyerahkan diriku kepada Dzat yang memiliki kekuasaan tak terbatas, Dia mengetahui kondisi, pikiran, dan perbuatan hambanya.

Namun, sayang sekali karena kalian baru memahami seruanku ketika kalian hadir di pengadilan Tuhan dan bara api neraka melahap kalian. Waktu itu semua sudah terlambat dan tidak ada lagi jalan untuk kembali ke dunia.

Lelaki beriman di keluarga Firaun ini bangkit seorang diri menyeru masyarakat dan memperingatkan mereka tentang dampak-dampak kesyirikan.

Dari dua ayat di atas terdapat empat pelajaran yang dapat diambil:

1. Iman kepada Allah harus disertai dengan dalil dan dengan dalil ini, kita juga bisa mengajak orang lain untuk beriman kepada-Nya.

2. Sikap israf dan berlebih-lebihan tidak hanya soal harta, tetapi menyia-nyiakan umur dan kemampuan di jalan batil, adalah termasuk contoh terbesar sikap israf. Untuk itu, kita harus benar-benar teliti dalam memilih jalan hidup.

3. Setelah menunaikan tugas, berlindunglah kepada Allah dari setiap ancaman dan konspirasi musuh, karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

4. Serahkanlah urusan kita kepada Allah, karena Dia Maha Mengetahui tentang keadaan kita.

فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا وَحَاقَ بِآَلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (45) النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ (46)

Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. (40: 45)

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (40: 46)

Lelaki beriman dari keluarga Firaun berlindung kepada Allah dari ancaman dan konspirasi Firaun. Allah juga menggagalkan konspirasi mereka. Lelaki itu diselamatkan dari kejahatan Firaun dan diteguhkan hatinya di jalan iman dan tauhid. Firaun dan kaumnya diberikan azab yang pedih atas kesombongan dan kekufuran mereka.

Berdasarkan ayat-ayat lain dalam al-Quran, Nabi Musa as dan Bani Israil menyeberangi Sungai Nil dengan selamat, tetapi Firaun dan bala tentaranya ditenggelamkan di dalamnnya.

Pada dasarnya, mereka telah dimasukkan ke dalam azab neraka dan merasakan azabnya di pagi dan petang sampai hari kiamat. Inilah azab alam barzakh. Mereka juga akan memperoleh azab yang sangat keras di hari kiamat kelak.

Menurut ayat-ayat al-Quran, setelah kematian, manusia akan tinggal di alam barzakh yaitu alam yang menjadi pemisah antara dunia dan akhirat. Selama di barzakh, manusia akan menerima sedikit balasan atau siksaan atas apa yang dikerjakannya di dunia. Alam barzakh menjadi gerbang ke surga bagi orang-orang shaleh, dan menjadi api yang membakar bagi orang-orang jahat.

Dari dua ayat di atas terdapat tiga pelajaran yang dapat diambil:

1. Jika kita bertawakkal kepada Allah, Dia akan melindungi kita dari kepungan musuh yang jahat dan penuh tipu daya.

2. Jika kita bersandar kepada Allah, Dia akan menolong kita dan membinasakan musuh-musuh kita.

3. Siksaan orang-orang yang zalim akan dimulai sejak kematian mereka, tetapi siksaan ini akan disempurnakan di akhirat dan mereka diberikan siksaan yang amat pedih.

وَإِذْ يَتَحَاجُّونَ فِي النَّارِ فَيَقُولُ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا نَصِيبًا مِنَ النَّارِ (47)

Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?”(40: 47)

Ayat tersebut menyinggung tentang dialog di antara para penghuni neraka. Mereka saling berbantah-bantahan, mereka saling menyalahkan dan berusaha membebaskan dirinya dari setiap tuduhan. Allah Swt memberikan balasan kepada setiap orang atas dasar keadilan, dan siapa pun tidak dimasukkan ke neraka tanpa sebab.

Di neraka, kaum lemah yang mengikuti para pembesarnya yang sesat selama di dunia, akan meminta bantuan kepada mereka untuk menyelamatkan dirinya. Namun, para pembesar itu sendiri terperangkap dalam siksaan dan tidak dapat berbuat sesuatu untuk dirinya apalagi untuk orang lain.

Dari ayat di atas terdapat empat pelajaran yang dapat diambil:

1. Persahabatan di dunia jika tidak di jalan yang benar, akan berubah menjadi permusuhan di akhirat.

2. Masalah dan kesulitan di dunia tidak boleh menjadi alasan bagi seseorang untuk mengikuti para pemimpin lalim.

3. Mengikuti kebatilan akan menciptakan masalah bagi manusia. Oleh karena itu, kita harus memilih siapa yang harus kita ikuti di dunia sehingga bisa selamat di akhirat.

4. Ahli neraka saling mengenal satu sama lain, mereka mengungkit kembali masa lalunya di dunia, dan mencari perlindungan kepada sesama ahli neraka.

Read 290 times

Add comment


Security code
Refresh