Surat al-Zukhruf ayat 70-78

Rate this item
(0 votes)
Surat al-Zukhruf ayat 70-78

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنْتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَ (70) يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (71) وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (72) لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِنْهَا تَأْكُلُونَ (73

Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan. (43: 70)

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. (43: 71)

Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. (43: 72)

Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan. (43: 73)

Dalam pertemuan sebelumnya dijelaskan, Allah Swt memberi kabar gembira untuk hamba-hamba-Nya yang soleh, bahwa mereka tidak akan merasa takut di Hari Kiamat kelak. Sementara ayat-ayat di atas menggambarkan kondisi surga, yaitu orang-orang yang selama hidup di dunia, demi menjaga iman, selalu menemani pasangannya dalam segala kesulitan, maka di Hari Kiamat mereka akan bersama pasangannya dalam kegembiraan, dan kebahagiaan, keduanya tidak akan berpisah. Mereka tenggelam dalam kebahagiaan yang tampak di wajahnya.

Semua kenikmatan, dan kelezatan dunia yang tidak dirasakan oleh orang-orang beriman demi menjaga iman mereka, akan diberikan Allah Swt di Hari Kiamat. Para pelayan surga akan menjamu orang-orang Mukmin dengan makanan dan minuman paling lezat, dan paling baik dalam piring-piring serta gelas terindah. Para pelayan itu akan memberikan apapun yang diminta orang-orang Mukmin. Semua kenikmatan itu tidak akan pernah habis. Penghuni surga akan selalu dilayani dalam kondisi yang sangat nyaman, tenang dan tanpa kecemasan apapun. Kegembiraan dan kelezatan surga tidak pernah menjemukan, dan membosankan.

Dalam kelanjutan ayat-ayat di atas disinggung dua nikmat surga lain. Ayat tersebut menjelaskan, semua yang diinginkan oleh hati, dan semua yang sedap dipandang mata, ada di surga. Sungguh gambaran yang menarik.

Selain itu untuk mencegah penghuni surga bersedih karena berpikir bahwa nikmat-nikmat itu akan sirna, dan untuk menenangkan hati mereka, ayat di atas menerangkan, kalian akan abadi di surga.

Selanjutnya dijelaskan, kenikmatan-kenikmatan surga ini diwariskan kepada para penghuninya karena amal-amal baik mereka di dunia. Pada kenyataannya ayat-ayat tersebut mengatakan bahwa faktor asli penyelamat manusia adalah amal baik mereka.

Di akhir ayat dijelaskan tentang buah-buahan surga. Pohon-pohon surga selalu berbuah lebat, dan penghuni surga menikmati buah-buahan yang beraneka jenis, dan rasa.

Dari empat ayat tadi terdapat lima poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Pasangan-pasangan yang beriman, kelak di akhirat juga akan selalu bersama pasangannya.

2. Mereka yang menutup mata dari yang bukan muhrim, dan adegan-adegan tidak bermoral di dunia demi ridha Allah Swt, di akhirat kelak akan menikmati keindahan pasangan-pasangan berwajah menarik di surga. Kenikmatan ini tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia.

3. Kenikmatan, dan kelezatan dunia terbatas, dan tidak langgeng. Merasakan seluruh kenikmatan, dan tercapainya seluruh keinginan, hanya mungkin diraih di surga.

4. Surga diperoleh dengan perjuangan, bukan tanpa amal, maka mengharapkan surga tanpa amal baik adalah perbuatan sia-sia.

5. Salah satu nikmat surga adalah keragaman jenis dan rasa buah-buahan yang ada di dalamnya.

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ (74) لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ (75) وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا هُمُ الظَّالِمِينَ (76)

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. (43: 74)

Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. (43: 75)

Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (43: 76)

Setelah menggambarkan kondisi surga, ayat-ayat selanjutnya menjelaskan tentang nasib para pendosa, dan penjahat di dalam neraka, sehingga manusia dengan membandingkan akibat yang diterima dua kelompok tersebut, dapat memilih jalan yang benar di dunia. Di awal ayat dijelaskan, sebagaimana orang-orang beriman abadi di surga, para pelaku kejahatan juga akan abadi di neraka.

Namun dengan memperhatikan ayat dan riwayat lain, semua pelaku kejahatan, dan pendosa tidak akan selamanya di neraka. Hanya mereka yang bersikap keras kepada saja yaitu orang-orang yang jika 1000 tahun lagi diberi kesempatan hidup di dunia, mereka tidak akan berhenti melakukan kezaliman, dan penindasan, yang kekal di neraka. Jelas orang-orang yang memiliki sikap keras kepala semacam ini tidak layak mendapat rahmat Ilahi sehingga bisa selamat dari azab atau mendapat keringanan, tidak ada jalan keselamatan di neraka. Maka dari itu mereka berputus asa, dan sangat bersedih.

Kelanjutan ayat di atas menerangkan, supaya manusia tidak menganggap Allah Swt berbuat zalim, dan mengingat usia yang pendek di dunia tapi mendapatkan azab abadi di neraka, perlu diingatkan bahwa orang-orang berdosa sendiri yang membuat nasib mereka seperti ini. Sumber azab Allah Swt yang abadi itu tidak lain adalah amal buruk mereka.

Di dunia dewasa ini, dari sudut pandang hukum, terdapat kesesuaian antara kejahatan dan hukuman, hukuman tidak tergantung pada panjang atau pendeknya waktu kejahatan. Oleh karena itu, beberapa perbuatan dosa atau kejahatan meski masa kejadiannya sangat pendek, namun bisa berakibat hukuman penjara yang lama, dan terkadang penjara seumur hidup.

Dari tiga ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Dalam pendidikan Al Quran, peringatan dan kabar gembira datang beriringan, sehingga manusia tidak bersikap congkak bukan pada tempatnya, atau berputus asa.

2. Sebagaimana perbuatan baik menyebabkan manusia masuk surga, penyebab masuk neraka juga perbuatan manusia sendiri.

3. Allah Swt tidak berlaku zalim kepada siapapun, perbuatan zalim manusia pendosalah yang menjerumuskannya ke dalam neraka.

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ (77) لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ (78)

Mereka berseru, “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.” Dia menjawab, “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).” (43: 77)

Sesungguhnya Kami benar-benar telah memhawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu. (43: 78)

Kondisi orang-orang yang berbuat dosa, dan zalim di neraka sangat sulit dan tidak bisa dibayangkan, sehingga satu-satunya jalan terbaik bagi mereka adalah kematian. Oleh karena itu mereka meminta malaikat yang bertugas menjaga neraka untuk memohon kepada Allah Swt agar membuat mereka mati sehingga terbebas dari kondisi sulit tersebut. Akan tetapi malaikat menjawab bahwa hal itu tidak mungkin terjadi, dan mereka akan tetap berada di neraka.

Jika di dunia manusia bisa mengakhiri hidup dengan bunuh diri, di Hari Kiamat hal itu tidak mungkin dilakukan, bahkan azab pedih dan api jahanam tidak mampu membunuhnya.

Selanjutnya, ayat-ayat di atas menyebut alasan terpenting manusia dimasukkan ke neraka karena menjauhi kebenaran, dan membencinya. Ayat tersebut menjelaskan, di dunia mereka tidak suka mendengar kebenaran, mereka hanya mengejar hawa nafsu, kepuasan diri, dan orang-orang yang sepemikiran dengannya. Bukan hanya tidak menerima kebenaran, mereka bahkan tidak mau mendengar dan memikirkannya. Akhirnya kebencian terhadap kebenaran ini menjerumuskan mereka ke dalam azab abadi.

Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Berhati-hatilah dengan amal dan perbuatan kita di dunia sehingga di akhirat kita tidak terpaksa berharap untuk mati. Harapan yang tidak akan pernah bisa terwujud.

2. Hukuman dan azab Ilahi diberikan setelah hujjah selesai. Maka dari itu seseorang akan masuk neraka ketika ia sudah memahami kebenaran, tapi kemudian memusuhi serta melawannya.

3. Bersedia menerima kebenaran, dan tunduk di hadapannya merupakan faktor kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Sebagaimana juga kebencian terhadap kebenaran menyebabkan penderitaan manusia di dunia dan akhirat.

Read 127 times

Add comment


Security code
Refresh