Beberapa Ucapan Suci dari Imam Ridha (as)

Rate this item
(0 votes)
Beberapa Ucapan Suci dari Imam Ridha (as)

Pada kesempatan ini kami persembahkan kepada para pembaca budiman ucapan-ucapan suci pilihan yang pernah diucapkan oleh Imam Ridha a.s.

1. Tiga karakter orang mukmin

"Seseorang tidak akan menjadi mukmin yang sejati kecuali ia memiliki tiga karakter berikut ini: mengikuti sunnah Tuhannya, sunnah Nabi-Nya dan sunnah imamnya. Sunnah (kebiasaan yang dilakukan oleh) Tuhannya adalah menyimpan rahasia, sunnah Nabi-Nya adalah berbuat toleransi terhadap orang lain dan sunnah imamnya adalah sabar menanggung kesengsaraan".

2. Pahala berbuat kebajikan secara diam-diam dan ancaman bagi orang yang melakukan kejelekan secara terang-terangan

"Orang yang berbuat kebaikan secara diam-diam pahalanya sama dengan tujuh puluh kebaikan, orang yang melakukan kejelekan secara terang-terangan, ia akan hina dan orang yang menutupi kejelekan akan diampuni".

3. Kebersihan

"Menjaga kebersihan adalah termasuk akhlak para nabi a.s."

4. Orang yang dapat dipercaya

"Orang yang (pada hakikatnya) dapat dipercaya tidak akan berkhianat kepadamu, dan hanya engkaulah yang menganggap pengkhianat sebagai orang yang dapat dipercaya".

5. Kedudukan saudara tertua

"Kedudukan saudara tertua seperti kedudukan seorang ayah".

6. Sahabat dan musuh setiap orang

"Sahabat setiap orang adalah akalnya dan musuhnya adalah kebodohannya".

7. Menyebutkan nama seseorang dengan penuh penghormatan

"Jika engkau menyebut nama seseorang yang ada di hadapanmu, maka sebutlah julukannya, dan jika ia tidak ada di hadapanmu, maka sebutlah namanya".

8. Kejelekan banyak bicara

"Allah membenci banyak bicara, menghambur-hamburkan harta dan meminta-minta".

9. Sepuluh keistimewaan orang yang berakal

"Akal seorang muslim tidak akan sempurna kecuali jika ia memiliki sepuluh karakter berikut:

a. Kebaikannya selalu diharapkan orang

b. Orang lain merasa aman dari kejahatannya

c. Menganggap banyak kebaikan orang yang sedikit

d. Menganggap sedikit kebaikan yang telah diperbuatnya kepada orang lain

e. Tidak pernah menyesal jika orang lain selalu meminta bantuan darinya

f. Tidak merasa bosan mencari ilmu sepanjang umurnya

g. Kefakiran di jalan Allah lebih disukainya dari pada kekayaan

h. Hina di jalan Allah lebih disukainya dari pada mulia di dalam pelukan musuh-Nya

i. Ketidaktenaran lebih disukainya dari pada ketenaran".

Kemudian Imam Ridha a.s. bertanya: "Yang kesepuluh, apakah yang kesepuluh?" "Apakah yang kesepuluh?", tanya seorang sahabat.

"Ia tidak melihat seseorang kecuali berkata (dalam hatinya): 'Ia masih lebih baik dariku dan lebih bertakwa'", jawabnya singkat.

1. Tanda-tanda safilah

Imam Ridha a.s. pernah ditanya tentang siapakah safilah itu. Ia menjawab: "(Safilah) adalah orang yang dilupakan oleh hartanya untuk mengingat Allah".

2. Imam, takwa dan yakin

"Sesungguhnya iman lebih utama dari Islam satu derajat, takwa lebih utama dari iman satu derajat dan bani Adam tidak akan dianugerahi sesuatu yang lebih utama dari yakin".

3. Walimah perkawinan

"Mengadakan walimah perkawinan adalah termasuk sunnah".

4. Silaturahmi dengan sarana apa pun

"Sambunglah tali persudaraanmu walau dengan memberikan seteguk air minum, dan cara yang terbaik untuk itu adalah tidak mengganggu kerabatmu".

5. Senjata para nabi a.s.

"Pergnakanlah senjata para nabi a.s.!"

"Apakah senjata para nabi itu?", tanya sebagian sahabat.

"Doa", jawabnya singkat.

6. Tanda-tanda orang yang "faqih" dalam agama

"Di antara tanda-tanda orang yang 'faqih' dalam agama adalah kesabaran dan ilmu. Diam adalah salah satu pintu dari pintu-pintu hikmah. Sesungguhnya diam dapat mendatangkan kecintaan, dan ia adalah tanda setiap kebaikan".

7. Hakikat tawakal

Imam Ridha a.s. pernah ditanya tentang hakikat tawakal. Ia menjawab: "(Tawakal) adalah engkau tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah".

8. Manusia terjahat

"Manusia terjahat adalah orang yang tidak mau menolong orang lain, makan sendirian dan memukul budaknya (baca : bawahannya)".

9. Para penguasa tidak akan pernah menepati janji

"Orang yang kikir tidak akan pernah tenang, penghasud tidak akan pernah bahagia, para penguasa tidak akan pernah menepati janji dan pembohong tidak akan memiliki harga diri".

10. Mencium tangan, tidak!

"Seseorang tidak boleh mencium tangan sesamanya, karena mencium tangannya sama halnya dengan mengerjakan shalat kepadanya".

11. Berprasangka baik kepada Allah

"Berprasangkalah baik kepada Allah, karena orang yang berprasangka baik kepada Allah, Ia akan seperti yang disangkannya. Barang siapa yang rela dengan rezeki sedikit, maka amalannya yang sedikit akan diterima, tanggungannya menjadi ringan, keluarganya akan dianugerahi nikmat, Allah akan memberitahukan kepadanya penyakit dunia dan obatnya dan Ia akan mengeluarkannya dari dunia ini dengan selamat menuju alam kebahagiaan".

12. Rukun iman

"Iman memiliki empat rukun: tawakal kepada Allah, rela dengan segala ketentuan (qadha`)-Nya, pasrah diri terhadap semua perintah-Nya dan menyerahkan segala urusan kepada-Nya".

13. Hamba Allah terbaik

Imam Ridha a.s. pernah ditanya tentang hamba Allah yang terbaik. Ia menjawab: "Mereka adalah orang-orang yang jika berbuat kebajikan marasa bahagia, jika berbuat kejahatan akan meminta ampun, jika dianugerahi oleh orang lain akan berterima kasih, dan jika marah akan memaafkan".

14. Menghina orang fakir

"Barang siapa berjumpa dengan orang fakir dan mengucapkan salam kepadanya dengan cara yang berbeda ketika mengucapkan salam kepada orang kaya, maka ia akan berjumpa dengan Allah pada hari kiamat sedangkan Ia murka kepadanya".

15. Kebahagiaan dunia

Imam Ridha a.s. pernah ditanya mengenai kebahgiaan dunia. Ia menjawab: "Luasnya rumah dan banyaknya sahabat".

16. Akibat pmerintahan zalim

"Jika para penguasa sudah berani berbohong, maka hujan tidak akan turun, jika penguasa sudah berani berbuat lalim, maka negara akan hina, dan jika zakat tidak dibayar, maka binatang-binatang ternak akan binasa".

17. Membahagiakan orang mukmin

"Barang siapa menolong orang mukmin menangani kesusahannya, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari hatinya pada hari kiamat".

18. Amalan terbaik setelah hal-hal yang wajib

"Tidak ada amalan yang lebih utama di sisi Allah setelah hal-hal yang wajib dari membahagiakan orang mukmin".

19. Tidak berlebihan dalam berbuat kebaikan

"Janganlah berlebihan ketika engkau kaya atau miskin dan dalam berbuat kebaikan, baik dari barang yang banyak atau sedikit, karena Allah SWT bisa membesarkan pahala sedekah setengah potong kurma pada hari kiamat hingga menjadi seperti gunung Uhud ".

20. Saling berkunjung dan menampakkan rasa kasih sayang

"Saling berkunjunglah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai, dan saling bersalamanlah kalian dan jangan saling bermusuhan"

21. Merahasiakan pekerjaan

"Rahasiakanlah urusan agama dan dunia kalian, karena diriwayatkan bahwa "menyebarkan urusan-urusan tersebut adalah kekufuran", "orang yang suka menyebarkannya dan pembunuh adalah sama" dan "apa yang kau rahasiakan dari musuhmu hendaknya sahabatmu juga jangan sampai mengetahuinya".

22. Melanggar janji dan tipu muslihat

"Seseorang tidak akan dapat membebaskan diri dari lingkaran kesengsaraan dengan melanggar janji, dan tidak akan aman dari ancaman siksa jika melakukan kezaliman dengan cara tipu muslihat".

23. Cara menghadapi empat golongan

"Hadapilah raja dengan penuh waspada, sahabat dengan rendah hati, musuh dengan cara hati-hati dan masyarakat umum dengan wajah yang ceria".

24. Rela dengan rezeki yang sedikit

"Barang siapa yang rela terhadap Allah karena rezeki sedikit (yang telah dianugerahkannya kepadanya), maka Ia akan merelai amalannya yang sedikit".

25. Pahala orang yang mau berusaha

"Barang siapa yang berusaha mencari rezeki dengan tujuan untuk menghidupi keluarganya, pahalanya lebih besar dari orang yang berjihad di jalan Allah".

26. Sifat pemaaf akan selalu menang

"Jika dua kelompok saling bertemu, maka kemenangan akan berpihak kepada kelompok yang paling pemaaf".

27. Amal saleh dan mencintai keluarga Muhammad SAWW

"Janganlah meninggalkan amal saleh dan kesungguhan dalam ibadah karena mengandalkan cinta kepada keluarga Muhammad SAWW dan janganlah meninggalkan kecintaan kepada keluarga Muhammad SAWW karena mengandalkan ibadah (yang kau kerjakan), karena salah satunya tidak akan diterima kecuali jika disertai dengan yang lainnya".

Read 1763 times

Add comment


Security code
Refresh