Harmoni Antar Mazhab Di Jepara – Jawa Tengah

Rate this item
(0 votes)
Harmoni Antar Mazhab Di Jepara – Jawa Tengah

 

Beberapa hari ini, sebuah video yang menayangkan salat berjamaah antar mazhab, viral di media sosial Twitter. Video itu diunggah oleh akun @SyiahGL dengan caption “Jepara luar biasa, Sunni-Syiah salat berjamaah.”

Diimami oleh ketua MUI Jepara, terlihat dalam salat berjamaah di video itu, sebagian makmun yang bermazhab keislaman Sunni, melaksanakan salat dengan cara bersedekap tangan. Sementara sebagian lainnya yang bermazhab keislaman Syiah, tidak bersedekap. Tentunya kedua cara itu hanya berkaitan dengan furu’uddin atau cabang agama, khususnya perkara fikih, yang sama sekali tidak penting untuk dipersoalkan. Semoga saja kerukunan dan persatuan antar sesama kaum Muslim itu menular ke daerah-daerah lain demi kedamaian hingga kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai.

Beragam komentar positif pun bermunculan. Di antaranya berasal dari akun @RepKertanegara “Persatuan Sunni-Syiah itu adalah tanda awal kebangkitan umat muslim.” Sambil menyebut Tokoh NU, KH Musthofa Bisri, Gus Nadirsyah Hosein dan Kemenag.

Akun @faqih2496 mencuit “Saya asli Desa Banjaran, Jepara. Sepanjang pengetahuan saya, dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada konflik atas alasan apapun. Masjid dan makam Sunni-Syiah berdampingan. Alhamdulillah desa kami tetap harmoni.”

Akun @budianto_rbt menulis, “Ini yang bikin Indonesia tenang. Semoga daerah lain mengikuti.”

Hingga tulisan ini dimuat, video itu telah ditonton sebanyak 48.000 kali. Mengutip dari video yang di upload oleh Pesantren Darut Taqrib tertulis bahwa bagi masyarakat Jepara, keberadaan mazhab keislaman Syiah sama sekali tidak dipermasahkan. Yang penting, semua pihak saling guyub dan rukun demi membangun negeri dari daerah masing-masing.

Berdasarkan keterangan dari video itu, salat berjamaah tersebut dilaksanakan saat salat Maghrib dan diimami oleh ketua MUI Jepara KH Mashudi. Lokasi salat berjamaah adalah pesantren Darut Taqrib, Jepara, pimpinan Ustaz Miqdad Turkan. Salat berjamaah itu dilaksanakan usai bedah buku Syiah dan Nasionalisme Indonesia karya Fathur Rahman, Dosen Unisnu Jepara.

Usai salat berjamaah, para hadirin melanjutkannya dengan peringatan Maulid Nabi gabungan santri Darut Taqrib dan pesantren Hasyim Asyari Bangsri. Seluruh rangkaian acara itu kemudian ditutup dengan acara makan bersama.

Read 396 times

Add comment


Security code
Refresh