کمالوندی

کمالوندی

Selasa, 17 April 2018 13:16

Makna dari Ucapan "Insya Allah"

“Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki.” (Qs A’la [87]: 6)

Makna frase insya Allah adalah jika Allah menghendaki. Seseorang yang mengucapkan kalimat ini meyakini bahwa terdapat iradah di atas iradahnya sendiri artinya, jika Ia tidak menghendaki sesuatu maka tidak ada sesuatu yang bisa terjadi.

Dalam sebagian perkara, kalimat “Insya Allah” merupakan bentuk mengambil berkah dan orang-orang selalu mengucapkan “Insya Allah’ dan “Masya Allah”.

Al-Quran berdasarkan ayat

«لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرامَ إِنْ شاءَ اللهُ آمِنِینَ»
“Sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman” (Qs Al-Fath [48]: 27)

Pada ayat lain, Allah Swt berfirman:

«سَنُقْرِئُکَ فَلا تَنْسى‏ إِلَّا ما شاءَ اللهُ»

“Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf merangkul ibu bapaknya dan berkata, “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah kamu dalam keadaan aman.” (Qs Yusuf [12]: 99)

«سَنُقْرِئُکَ فَلا تَنْسى‏ إِلَّا ما شاءَ اللهُ»

“Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki.” (Qs A’la [87]: 6)

Dalam perkara-perkara ini frase insya Allah dinyatakan sebagai bentuk tabarruk (mengambil berkah) dan menyinggung tentang keagungan dan kekuasaan Allah Swt.

Atas dasar itu, di kalangan Arab bahkan pekerjaan yang telah selesai dilakukan sekalipun maka mereka menyandarkannya kepada kehendak dan iradah Allah Swt dengan berkata Hajajjtu insya Allah (Aku akan pergi haji insya Allah) dan “zurtu insya Allah” (Aku akan pergi berziarah insya Allah).

Dalam riwayat dari Imam Shadiq As disebutkan bersbada “Awali hari kalian dengan berbuat kebaikan dan diktekan kepada malaikat yang mencatat amal kebaikan pada awal dan akhir hari sehingga insya allah apa-apa yang menimpa kalian di antara awal dan akhir hari akan mendapatkan pengampunan Ilahi.”

Frase Insya Allah disebutkan dalam akhir hadis untuk bertabaruk/mengambil berkah dan tayamun atau untuk menghindari manusia dari kesombongan.

Bersamaan dengan kemajuan militer Suriah dan sekutunya, konflik internal di antara anggota-anggota kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di pinggiran Deir el-Zour meningkat. Hal ini juga karena perselisihan di antara para pemimpin mereka.

 

Menurut laporan Mehr News mengutip RT Arabic, bentrokan di antara anggota kelompok teroris Daesh di Deir el-Zour selama 24 jam lalu menyebabkan sedikitnya enam anggota dari kelompok takfiri yang berasal dari Tunisia tewas.

 

Sekelompok anggota Daesh mengepung sekitar 50 anggota lainnya yang berasal dari Tunisia, termasuk beberapa pemimpin mereka di distrik al-Kal'ah, dekat Sungai Eufrat dan bagian timur pinggiran Deir el-Zour.

 

Sejak lebih dari enam tahun lalu, Suriah menghadapi krisis keamanan menyusul masuknya berbagai kelompok teroris takfiri seperti Daesh dan Front al-Nusra yang didukung oleh Barat dan sejumlah negara di kawasan.

Selasa, 17 April 2018 13:14

Trump Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menolak penerapan babak baru sanksi terhadap Rusia.

Seperti dilansir The New York Times, Senin (16/4/2018), seorang pejabat Gedung Putih yang berbicara secara anonim mengatakan, Trump tidak menyetujui tindakan tambahan.

"Trump memutuskan untuk tidak melanjutkan dengan sanksi. Dia menyimpulkan bahwa sanksi tidak diperlukan karena respon Moskow terhadap serangan udara ke Suriah, bersifat gertakan," ujarnya.


Hubungan Rusia dan AS berada pada kondisi terburuk pasca Perang Dingin. Bulan lalu, pemerintahan Trump mengusir 60 diplomat Rusia setelah munculnya kasus serangan gas syaraf terhadap mantan agen Rusia, Sergei Skripal dan putrinya di Inggris.

Mantan presiden Lebanon mengatakan, rezim Zionis Israel mengejar kebijakan untuk menyeret kawasan menuju perang yang lebih luas.

Emile Lahoud mengatakan hal itu dalam sebuah pernyataan terbaru ketika menyinggung serangan udara ke Suriah.

 

Dia mengatakan, rezim Zionis Israel adalah pelaku serangan ke bandara udara al-Shuyrat di Provinsi Homs dan al-Dumair di timur laut Damaskus pada hari Selasa (17/4/2018).

 

Mantan presiden Lebanon itu menjelaskan, serangan tersebut menunjukkan keputusasaan Zionis dari serangan AS dan sekutunya ke Suriah pada Sabtu dini hari dan keberhasilan militer Suriah dalam menangkal serangan ini.

Militer AS, Inggris dan Perancis pada Sabtu dini hari melancarkan serangan udara ke beberapa posisi di Suriah, namun unit pertahanan udara negara ini berhasil menembak jatuh 71 rudal dari sekitar 103 rudal balistik yang ditembakkan musuh.

 

Militer Suriah juga berhasil menembak sembilan rudal yang diluncurkan ke arah bandara al-Shuyrat dan al-Dumair pada hari Selasa dini hari.

 

"Pengumuman keberhasilan militer Suriah dalam menangkis serangan baru dan kegagalan AS untuk mencapai tujuannya menegaskan proses siginifikan dari kesiapan pasukan Suriah dalam menghadapi segala bentuk agresi yang kapan saja menarget negara ini," kata Emile Lahoud.

 

Dia menambahkan, serangan militer ke Suriah dilakukan untuk mengalihkan kondisi tidak menentu rezim Zionis akibat ketakutan para politisi dan militer rezim ini, terutama ketika melihat bahwa rakyat Suriah tidak membiarkan pemerintahannya sendirian dan menegaskan dukungan mereka.

Selasa, 17 April 2018 13:13

Perancis: Musuh Kami Daesh, Bukan Assad

Perdana Menteri Perancis Edouard Philippe, mengatakan Damaskus bukan musuh Paris, tetapi musuh kami adalah kelompok teroris Daesh.

Berbicara di Majelis Nasional Perancis, Senin (16/4/2018), Philippe menuturkan bahwa Perancis tidak berperang dengan Suriah atau Presiden Bashar al-Assad, tetapi dengan teroris Daesh. Demikian dikutip kantor berita Anadolu, Turki.

Dia mengklaim bahwa Perancis memutuskan serangan militer ke Suriah demi menjaga keamanannya.

Mengenai klaim ada kemiripan antara serangan ke Suriah dengan invasi AS ke Irak pada tahun 2003, Philippe mengatakan, "Kami tidak bermaksud menggulingkan pemerintah Suriah."

Sabtu lalu, AS, Inggris dan Perancis menembakkan rudal ke beberapa target di Suriah dengan alasan dugaan serangan kimia di Douma, Ghouta Timur. Padahal, belum ada bukti apapun untuk membuktikan klaim penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah di Douma. 

Selasa, 17 April 2018 13:12

Hubungan UEA dan Somalia Memanas

Pemerintah Abu Dhabi menutup Sheikh Zayed Hospital di Mogadishu setelah Uni Emirat Arab (UEA) terlibat ketegangan dengan Somalia.

Seperti dilansir Farsnews, Selasa (17/4/2018), sebuah sumber di Sheikh Zayed Hospital mengatakan, rumah sakit ini ditutup sejak hari Senin menyusul ketegangan kedua negara terkait penyitaan uang dolar milik UEA di bandara Mogadishu.

"Peralatan di rumah sakit ini juga telah diangkut ke Kedutaan UEA di timur Mogadishu," tambahnya.


Ketegangan antara kedua pihak mencapai puncaknya pada 8 April, ketika UEA mengatakan tentara Somalia naik pesawat Emirates di bandara Mogadishu, menyerang prajuritnya dengan todongan senjata dan menyita 9,6 juta dolar.

Kementerian Keamanan Somalia menyatakan bahwa tas yang penuh dengan dolar AS itu belum dideklarasikan dan investigasi sedang dilakukan.

UEA juga telah mengakhiri misi pelatihan pasukan Somalia setelah insiden tersebut.

Seiring dengan berakhirnya Perang Dingin, era baru perubahan kebijakan Amerika Serikat di Asia Barat, dimulai. Kubu neo-konservatif dan Zionis ekstrem di Gedung Putih, mendesak dilakukannya revisi terhadap rencana strategis di Timur Tengah, sehingga terbuka peluang untuk memperkuat posisi Amerika di kawasan ini.  

Atas maksud inilah, ide Timur Tengah Raya di kawasan digulirkan. Realisasi ide ini ditandai dengan kehadiran militer dan pengaruh politik Amerika dalam selubung proses demokratisasi dan reformasi politik versi Amerika.

Akan tetapi, kegagalan proyek Timur Tengah Raya menyebabkan Amerika harus melupakan rencana menjaga wilayah di Timur Tengah dan proses demokratisasi, dan beralih pada upaya memecah belah wilayah geografis Timur Tengah dengan meniru model penjajahan berdasarkan perjanjian Sykes Picot.

Proses pecah belah kawasan Timur Tengah yang dilakukan, berpusat pada poros pertentangan mazhab, etnis dan ras dari masyarakat majemuk Timur Tengah dan merestrukturisasi proyek Sykes Picot. Amerika yang punya rekam jejak cukup lama di Timur Tengah, berkesimpulan bahwa memanfaatkan konflik internal dan menciptakan kekacauan di Timur Tengah, lebih menguntungkan.

Daesh
Pasalnya, kekacauan di Timur Tengah diyakini dapat menekan kemungkinan lahirnya model-model demokrasi dan kebangkitan Islam yang secara substantif, bertentangan dengan kebijakan Amerika.

Mantan pegawai dinas intelijen Amerika, CIA, Edward Snowden pernah mengatakan, badan intelijen Amerika bekerjasama dengan dinas intelijen Inggris, MI6 dan intelijen rezim Zionis Israel, Mossad untuk membentuk kelompok teroris Daesh.

Dalam dokumen rahasia yang dibocorkannya, Snowden menunjukkan sejumlah bukti bahwa Amerika dengan kerja sama Israel dan Inggris, dalam salah satu operasinya berusaha membentuk sebuah kelompok teroris yang menghimpun seluruh ekstremis dunia, dan operasi itu diberi sandi "Sarang Lebah Hornet", The Hornet Nest Operation.

Menurut keterangan Snowden dan bukti-bukti yang ditunjukkannya, operasi Sarang Lebah Hornet sebelumnya pernah dirancang Inggris untuk membantu Israel, dan operasi ini berusaha membentuk sebuah kelompok berjubah Islam dan menerapkan aturan ekstrem, namun menolak semua keyakinan lain.

Snowden menuturkan, satu-satunya jalan untuk membantu Israel adalah menciptakan musuh di dekat perbatasan yang mengarahkan moncong senjatanya bukan ke Israel tapi ke negara-negara Muslim.

Dalam kerangka proyek Timur Tengah Baru yang di dalamnya Israel memainkan peran kunci untuk menjaga kepentingan ekonomi dan militer Amerika, Gedung Putih berupaya menumpas perlawanan terhadap hegemoninya di kawasan.

Secara ekonomi, target terpenting Amerika di kawasan adalah akses mudah dan murah terhadap sumber energi melimpah di Teluk Persia yang diduga memiliki cadangan lebih dari 60 persen minyak dunia. Untuk mewujudkan keinginannya itu, kekuatan militer menjadi salah satu prioritas pemerintah Amerika.

Enam bulan sebelum dimulainya operasi militer Amerika di Irak, mantan deputi menteri pertahanan negara itu pernah berusaha membujuk Turki untuk bergabung dalam agresi militer ke Irak. Ia mengatakan, demokrasi di negara-negara kawasan akan dimulai dari Irak.

Amerika dan Daesh
Sebagai kelanjutan dari langkah itu, dibuatlah Doktrin Powell. Tujuan utama doktrin ini mempersiapkan bangunan masyarakat, pemerintah, kalangan intelektual dan kebudayaan di Timur Tengah baru. Langkah semacam ini dianggap oleh sejumlah pihak lumrah dalam dunia diplomasi dan membawa pesan yang jelas, namun biasanya kebijakan yang diumumkan ke publik berbeda dari yang diterapkan.

Amerika karena terlanjur diketahui punya rekam jejak dalam pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan kemanusiaan yang tak terhitung jumlahnya, terpaksa kembali menampakkan diri sebagai negara pendukung demokrasi, perdamaian dan HAM. Di kawasan, Gedung Putih mengklaim diri tengah membangun iklim demokrasi, namun dalam dua dekade terakhir berusaha menaikkan boneka pendukung Barat ke tampuk kekuasaan.

Penggunaan isu terorisme sebagai alat, setelah proyek Al Qaeda dan perubahan strategi Amerika pasca peristiwa 11 September, dipusatkan pada aksi Daesh. Kenyataannya, Daesh adalah kata kunci baru Amerika untuk membongkar proyek Timur Tengah Baru. Dalam hal ini, jika pendudukan Daesh di Irak dan Suriah berlanjut, maka bisa mengubah konstelasi politik kawasan yang dianggap mustahil terjadi sebelum munculnya Daesh.

Perekrutan para ekstremis dari Eropa, Afrika dan Asia, membuka peluang penggabungan seluruh kelompok teroris dari berbagai negara dunia. Salah satu kelompok teroris itu adalah Salafi Takfiri yang lahir dan tumbuh di Timur Tengah. Dengan memanfaatkan jaringan komunikasi modern, mereka berhasil menghimpun teroris dan kelompok tertentu dari seluruh penjuru dunia.

Aksi pertama Daesh pada Maret 2013 adalah merebut dan menduduki kota Raqqa di Suriah. Kota ini adalah ibukota provinsi pertama Suriah yang jatuh ke tangan teroris. Pada Januari 2014, Daesh berhasil merebut kota Fallujah di Provinsi Al Anbar, Irak, disusul dengan Ramadi dan beberapa wilayah di timur laut Irak dekat perbatasan Turki dan Suriah. Terakhir Daesh berhasil menduduki kota Mosul, kota terbesar kedua di Irak, pada Juni 2014 dan memperlebar cakupan wilayah pertempuran hingga ke sekitar Samarra, Baqubah, bahkan ke Jalula.

Langkah Daesh berikutnya adalah mengorganisir pasukan bersamaan dengan penyebaran pemikiran Takfiri dan perekrutan anggota untuk melancarkan aksi teror yang lebih luas di Irak. Langkah ini dimulai dengan serangan Daesh ke markas-markas dan pangkalan militer Irak di Provinsi Ninawa dan Salahuddin. Selanjutnya diikuti dengan pengumuman berdirinya kekhalifahan Daesh.

Kekhalifahan Daesh semakin kokoh karena mendapat dukungan mencurigakan dari dalam kawasan sendiri dan luar kawasan. Proyek ini sebenarnya adalah skenario lama yang dirancang kekuatan imperialis untuk menciptakan krisis di Timur Tengah sehingga bisa mewujudkan ambisinya memecah belah dan melemahkan negara-negara independen di kawasan.

Jika diperhatikan, skenario-skenario yang dijalankan Barat di Timur Tengah ternyata saling terkait satu dengan lainnya. Dalam perang 33 hari Lebanon, serangan Israel ke Lebanon diharapkan bisa menumpas Hizbullah dan menghapus masalah Palestina untuk selamanya. Proyek ini dinamai, lahirnya Timur Tengah Baru, dan masyarakat internasional diminta menderita sementara akibat kelahiran sistem baru ini.

Timur Tengah
Namun menyusul kegagalan operasi militer Israel, Henry Kissinger mengaku yakin, selama Hizbullah masih kuat, penyelesaian masalah Palestina tidak mungkin terwujud, baik dengan cara damai ataupun perang. Ia percaya, untuk mengalahkan Hizbullah, pertama harus dibuka saluran komunikasi dengan Iran dan memutus jalur utama penyaluran bantuan Iran ke Lebanon, dan jalur utama itu adalah Homs, Suriah. Oleh karena itu, proyek ini mungkin dapat disebut sebagai proyek "memutus rantai".

Realitasnya, tujuan Amerika dan beberapa negara kawasan khususnya Arab Saudi mendukung Daesh adalah mengembalikan dominasi militer Amerika di kawasan, melemahkan poros perlawanan demi melindungi Israel dan menyingkirkan negara-negara yang secara nyata berada di garis depan perang melawan terorisme.

Selama berjalannya proyek itu di kawasan, terjadi beberapa peristiwa menentukan dan transformasi penting yang menunjukkan bahwa Amerika berusaha memaksakan strategi keamanan dan politiknya di kawasan.

Salah satu staf pengajar di jurusan ilmu politik, Bluefield State College, Virginia, Amerika, Dr. Colin S. Cavell mengatakan, ekspor lebih dari sepertiga senjata ke seluruh penjuru dunia, menjadikan Amerika sebagai pemasok senjata terbesar dunia.

Penjualan senjata Amerika ke Timur Tengah dan Afrika Utara dalam lima tahun terakhir mencapai lebih dari 100 juta dolar. Di sisi lain, ekspor senjata Amerika ke Timur Tengah dan Afrika Utara meningkat seiring dengan meningkatnya instabilitas dan ketidakamanan di kawasan itu.

Amerika berkesimpulan, meluasnya perang internal, pergantian pemerintahan kuat menjadi semi pemerintahan lemah, dan kemungkinan terpecahnya kawasan, lebih mengutungkan kepentingannya. Oleh karena itu, perang saudara dan konflik etnis atau mazhab, yang sudah terpatri di Timur Tengah sejak ditandatanganinya perjanjian Sykes Picot, sekarang didukung penuh oleh Amerika.

Minggu, 15 April 2018 14:07

Nahkoda Kapal

Faidh bin Mukhtar mengatakan, “Saya waktu itu ada bersama Imam Shadiq as. Di sana saya memeluk dan mencium Sayidina Musa bin Jakfar yang masih kecil.

Imam Shadiq berkata, “Engkau adalah kapal dan anak ini adalah nahkoda kapal itu. Sebagaimana nahkoda kapal menyelamatkan dan mengarahkan kapal dari kesesatan dan ombak lautan yang keras menuju jalan yang lurus dan pantai, anak ini juga memiliki peran seperti ini di antara kalian.”

Tahun berikutnya saya pergi haji dan membawa uang dua ribu dinar. Yang seribu saya berikan kepada Imam Shadiq as dan yang seribunya lagi saya berikan kepada Sayid Kazhim as [Musa bin Jakfar].

Kemudian ketika saya datang menemui Imam Shadiq as, beliau berkata kepada saya, “Engkau menyamakan Musa dengan aku?”

Saya katakan, “Demi Allah! Mengenalkan Musa sebagai imam setelahku adalah perintah dari Allah dan Allah menjadikannya sebagai imam dan nahkoda kapal setelahku.”

Ampunan dan Kedermawanan

Imam Musa Kazhim as juga bertani seperti masyarakat lainnya. Beliau memiliki kebun kurma yang ditanamnya sendiri. Setahun berlalu, pada musim gugur, kurma sudah masak dan harus dipanen, kemudian membawanya ke pasar dan menjualnya.

Imam mengambil dua pekerja untuk membantunya memetik kurma. Bertiga pergi ke kebuh dan bekerja. Satu dari pekerja itu memanjat kurma dan memotong batang-batang yang penuh dengan kurma, kemudian meletakkannya di sebuah sudut. Pekerja yang kedua memisahkan kurma-kurma dari batangnya dan memasukkannya ke dalam sebuah kantong.

Ketiganya sedang sibuk bekerja. Seketika itu juga pekerja yang sedang berada di atas pohon matanya tertuju ke pekerja kedua. Pekerja kedua sedang mengambil beberapa batang penuh dengan kurma dan membawanya ke arah dinding kebun tanpa sepengetahuan imam. Ketika mendekati dinding dia meletakkan batang-batang itu secara pelan-pelan di balik dinding dan kembali lagi ke tempat semula. Pekerja yang ada di atas pohon, turun. Dia menuju ke arah pekerja kedua dan berkata kepadanya, apa yang telah engkau lakukan? Mengapa engkau meletakkan batang-batang yang penuh kurma di belakang dinding? Tahukah engkau apa maknanya hal ini?

Pekerja kedua sadar akan kesalahannya. Wajahnya memucat dan ketakutan. Pekerja pertama menggandeng tangannya dan membawanya kepada imam dan berkata, “Lelaki ini mengambil beberapa batang yang penuh kurma dan meletakkannya di balik dinding itu dan nanti akan mengambilnya.

Imam sejenak diam. Kemudian menghadap ke arah pekerja kedua dan bertanya, “Apakah engkau lapar dan engkau mengambil kurma untuk engkau makan sendiri?”

Pekerja itu menjawab, “Tidak.”

Imam bertanya, “Apakah engkau membutuhkan uang? Engkau mau menjualnya?”

Pekerja itu berkata, “Tidak.”

Imam dengan ketenangannya bertanya, “Lalu mengapa engkau melakukan hal ini?”

Pekerja itu menjawab, “Setan telah menipuku. Tiba-tiba saja saya ingin melakukan hal ini tapi saya sadar bahwa ini adalah salah dan saya meminta maaf.”

Imam memegang tangannya dan dengan penuh kasih sayang berkata, “Alangkah baiknya bila engkau mengatakan kepadaku bahwa engkau membutuhkan kurma.

Sekarang, beberapa batang itu sebagai milikmu dan jangan engkau lakukan kembali hal ini.

Kemudian beliau berkata kepada pekerja yang pertama, “Jangan engkau sampaikan masalah ini kepada siapapun. Jangan sampai engkau menghancurkan harga dirinya!”

Dermawan dan Berakhlak Bagus

Imam Musa bin Jakfar berkata, “Orang yang dermawan berakhlak bagus mendapatkan perhatian dari Allah dan Allah senantiasa melindunginya sampai dia dimasukkan ke dalam surga.

Allah tidak mengutus seorang nabi pun kecuali harus dermawan. Ayahku juga sampai saat mendekati kewafatannya, mewasiatkan kepadaku agar dermawan dan berakhlak yang bagus. (Emi Nur Hayati)

Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Musa Kazdim as.

Minggu, 15 April 2018 14:04

Hukum Hanya Hukumnya Allah

Rasulullah Saw senantiasa memaafkan bila masalahnya terkait dengan pribadi beliau dan tidak mempermasalahkan perilaku buruk orang lain. Namun bila masalahnya terkait dengan urusan sosial dan agama, maka beliau benar-benar menunjukkan reaksinya. Agar hak umat Islam tidak terabaikan dan sunah Allah tidak terinjak-injak.

Pada masa pembebasan kota Mekah [Fathu Mekah] dan kemenangan umat Islam, sampailah sebuah kabar kepada Rasulullah Saw bahwa salah seorang wanita Quraisy mencuri. Rasulullah Saw berkata, berdasarkan hukum Allah tangan pencuri harus dipotong. Bawa kepadaku perempuan itu agar aku laksanakan hukum Allah terkait dengannya.”

Namun para sahabat dan orang-orang yang berada di sekitar beliau masing-masing mengatakan sesuatu. Seseorang berkata, “Sekarang bukan waktu yang tepat untuk melaksanakan hal ini. Kita baru saja datang ke kota ini. Kita harus mengambil hati masyarakat.

Yang lainnya berkata, “Perempuan ini adalah putrinya seseorang yang terkenal. Sebaiknya Anda abaikan saja kesalahannya.” Dan lain sebagainya.

Tapi Rasulullah Saw berkata, “Apakah kalian mengatakan, aku harus mengabaikan undang-undang Islam? Bila perempuan ini adalah perempuan yang tidak punya siapa-siapa, kalian juga akan mengatakan seperti ini? atau kalian mengatakan, aku harus menghukumnya supaya menjadi pelajaran bagi yang lainnya?”

Kemudian beliau bersabda, “Ketahuilah bahwa undang-undang Allah tidak bisa ditafsirkan dan tidak bisa diliburkan.” Dan beliau memerintahkan agar tangan perempuan itu dipotong.

Salam Dari Surga

Agama Islam sangat memperhatikan adab pergaulan. Rasulullah senantiasa mengatakan, “Bila dua orang muslim berjumpa atau masuk pada sebuah perkumpulan sebaiknya mengucapkan salam. Supaya rajutan kasih sayang semakin kokoh di antara mereka.”

Dan di tempat lain beliau bersabda, “Mengucapkan salam bisa menjauhkan seseorang dari takabbur [kesombongan]...Bila ada seseorang mengucapkan salam maka yang orang yang dituju hendaknya menjawab dengan intonasi yang lebih baik...”

Tentunya terkait mengucapkan salam ada banyak hadis dan riwayat dan salah satunya adalah “Mengucapkan salam hukumnya sunnah dan menjawabnya wajib...”

Di hari-hari pertama pengutusan kenabian, masyarakat ketika berjumpa dengan yang lainnya, mengucapkan selamat pagi, selamat sore dan selamat malam. Sampai ketika Rasulullah Saw mendatangi mereka dan mengatakan, “Jibril turun kepadaku dan menyampaikan ucapan Allah seraya berkata, “Jangan mengucapkan salam dengan yang lain dengan cara tradisi Jahiliyah.”

Kemudian bersabda, “Allah telah memberikan hadiah yang lebih baik untuk kita dan memerintahkan kita untuk mengucapkan salam dengan yang lain dengan cara para penghuni surga. Oleh karena itu, untuk selanjutnya, ketika berjumpa dengan saudara-saudara seagama ucapkanlah “Salamun ‘Alaikum” dan dengan mengucapkan salam dan jawabannya, hadiahkan keselamatan pada saudara-saudara kalian!”

Allah Merindukan Pertemuan Denganmu

Di Akhir usianya, Rasulullah Saw sakit parah dan akibatnya adalah beliau meninggal dunia. tiga hari sebelum wafat, Jibril datang menemui beliau dan berkata, “Hai Ahmad! Allah mengutusku kepadamu untuk menyampaikan salam-Nya dan kukatakan bahwa Dia mengetahui kondisimu.”

Tapi sekarang katakan bagaimana dengan kondisimu sendiri?

Rasulullah Saw berkata, “Hai Jibril, aku sedih dan suntuk.”

Tiga hari kemudian [di detik-detik terakhir usianya] Jibril datang menemui Rasulullah bersama Izrail dan seorang malaikat bernama Ismail dan tujuh puluh ribu malaikan lainnya. Jibril berkata, “Hai Ahmad, aku diutus Allah kepadamu untuk menyampaikan salam-Nya kepadamu dan kukatakan bahwa Dia mengetahui kondisimu. Tapi sekarang katakan bagaimana dengan kondisimu sendiri?

Rasulullah Saw berkata, “Hai Jibril, aku sedih dan suntuk.”

Jibril berkata, “Hai Ahmad, ini adalah malaikat maut. Dia datang untuk mengambil nyawamu dan dia meminta izin kepadamu. Padahal selama ini dia tidak pernah meminta izin kepada seseorang untuk mengambil nyawanya. Setelah ini juga tidak akan meminta izin kepada siapapun.”

Rasulullah Saw berkata, “Atas namaku, izinkan dia!”

Jibril memberikan izin kepada Izrail dan Izrail maju dan berdiri di depan Rasulullah Saw seraya berkata, “Hai Ahmad, Allah telah mengutusku kepadamu dan Dia memerintahkanku untuk menjalankan perintahmu. Bila engkau mengizinkan, maka akan aku bawa ruhmu. Bila tidak, maka aku tidak akan melakukannya.”

Kemudian Jibril berkata, “Hai Ahmad, Allah merindukan pertemuan denganmu.”

Rasulullah Saw tersenyum dan dengan gembira berkata, “Hai malaikat maut, Lalukanlah apa yang diperintahkan kepadamu!”

Sumber: “Sad Pand va Hekayat” Nabi Muhammad Saw

Mufti Agung Suriah, Sheikh Badreddin Hassoun menilai AS dan sekutunya yang melancarkan serangan udara ke Suriah tidak mengenal perikemanusiaan.

Dalam pertemuan dengan delegasi Inggris, yang terdiri dari anggota majelis rendah, uskup dan pendeta serta wartawan, Sheikh Hassoun mengatakan bahwa negara-negara yang membombardir rakyat Suriah tidak manusiawi.

"Rakyat Inggris harus menyadari realitas sebenarnya yang dialami oleh rakyat Suriah akibat adanya teroris dan negara-negara pendukungnya selama ini," ujar mufti agung Suriah.

Di hadapan delegasi Inggris, Sheikh Hassoun menjelaskan kondisi sebenarnya yang terjadi di Suriah.

"Anda menyaksikan sendiri secara langsung kehidupan rakyat Suriah. Semoga pengalaman ini bisa disampaikan kepada pemerintah Anda nanti," paparnya.

Sementara itu, delegasi Inggris dalam pertemuan ini menyampaikan dukungan dan solidaritas terhadap rakyat Suriah dalam menghadapi terorisme.

Mereka juga menyatakan akan menyampaikan hasil pengamatannya selama di Suriah kepada rakyat dan pemerintah Inggris.

AS bersama Inggris dan Perancis melancarkan serangan udara pada Sabtu dini hari (14/4) dengan menembakkan lebih dari 100 rudal ke berbagai wilayah Suriah.

Rudal AS menargetkan sejumlah wilayah di Suriah
 

Aksi tersebut dilakukan dengan dalih bahwa pemerintah Suriah melakukan serangan senjata kimia di Douma.

Klaim tersebut tidak didukung investigas independen, dan dibantah keras oleh pihak Damaskus.

Serangan udara AS dan sekutunya ke Suriah tidak mendapat restu dari PBB.